cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+6285729356143
Journal Mail Official
m.istiqlal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001,Dsn.Bandungan,Ds. Gedangan,Kec. Tuntang, Semarang 50773
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27459985     DOI : https://doi.org/10.35672/afeksi.v2i2.28
Core Subject : Education, Social,
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. Afeksi is published by Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran in corporate with Mahfud Ridwan Institute.
Articles 406 Documents
Menghidupkan Kembali Nilai-Nilai di Era Milenial: Strategi Pendidikan Yang Relevan Dan Visioner Mandala, Gerry; Nursikin, Mukh
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.541

Abstract

Generasi milenial hidup dalam ekosistem digital yang membentuk cara berpikir, berperilaku, dan memandang nilai-nilai kehidupan. Pendidikan nilai menjadi tantangan besar karena pola pikir generasi ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik generasi milenial, menganalisis tantangan pendidikan nilai yang mereka hadapi, serta merumuskan strategi pengembangan pendidikan nilai yang relevan dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Sumber data diambil dari literatur ilmiah yang relevan terbit tahun 2015–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi milenial cenderung lebih responsif terhadap pendekatan pembelajaran yang interaktif, berbasis pengalaman, dan kontekstual. Namun, mereka juga rentan terhadap pengaruh negatif teknologi, seperti budaya instan, konten destruktif, dan menurunnya interaksi sosial langsung. Strategi pendidikan nilai yang efektif meliputi pembiasaan (habituasi), penanaman nilai secara rasional dan emosional (moral knowing dan moral feeling), praktik langsung (moral acting), keteladanan (moral modeling), pemberian konsekuensi (punishment edukatif), dan nasihat yang menyentuh. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan nilai bagi generasi milenial harus dirancang adaptif terhadap perkembangan zaman dengan melibatkan seluruh elemen pendidikan, termasuk guru, orang tua, dan kebijakan institusi.
Aspek Kondisi Fisik dalam Permainan Bola Voli di Sekolah Menengah Atas Ramadan, Syahrul Eko; Yudiana, Yunyun; Carsiwan, Carsiwan
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i2.445

Abstract

Permainan bola voli merupakan olahraga yang menuntut kekuatan, kecepatan, dan kelenturan sebagai unsur utama dalam performa atletik. Seperti halnya cabang olahraga lainnya, bola voli memiliki karakteristik dan keterampilan khas yang mencakup passing atas, passing bawah, smash, blok, serta servis atas dan bawah. Untuk meraih prestasi optimal dalam bola voli, kondisi fisik yang prima menjadi syarat mutlak. Pengembangan kondisi fisik harus dilakukan secara sistematis dan terarah, dengan mempertimbangkan karakteristik serta tuntutan spesifik olahraga ini. Kondisi fisik yang baik tidak hanya mendukung penguasaan teknik dan strategi permainan, tetapi juga memperkuat ketahanan mental siswa. Sebaliknya, kondisi fisik yang kurang optimal dapat menghambat performa secara keseluruhan. Oleh karena itu, program latihan fisik perlu mencakup berbagai komponen seperti kekuatan, daya tahan, daya ledak otot tungkai, kecepatan, dan kelincahan guna menunjang kemampuan bermain secara menyeluruh.
Pengembangan Media Video Animasi Motion Graphic pada Materi Sistem Komputer Kelas X SMA/Sederajat Dika, Revina Werin; Yusri, Meldi Ade Kurnia; Novrianti, Novrianti; Masnur, Alkadri
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.606

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Informatika, yang berdampak pada respons siswa terhadap proses belajar mengajar. Ketersediaan media pembelajaran yang kurang juga membuat kegiatan pembelajaran menjadi kurang beragam. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuat produk berupa media video yang bisa digunakan dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan RD (Research Development) dengan model 4D, yaitu Define, Design, Development, dan Dissemination. Untuk mengumpulkan data, digunakan beberapa lembar validasi seperti lembar validasi materi, lembar validasi media, serta angket praktikalitas. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah 20 orang siswa kelas X di SMAN 1 Pariangan. Berdasarkan hasil uji kelayakan melalui lembar validasi yang diberikan kepada validator materi dan validator media, diperoleh hasil dari validator materi sebesar 89,10% dengan kategori sangat valid. Hasil validasi yang dilakukan Bersama validator media pertama mencapai persentase 98,82% dengan kategori sangat valid. Hasil validasi yang diperoleh bersama validator kedua mencapai persentase 97,64% dengan kategori sangat valid. Uji praktikalitas dari media yang dikembangkan dinyatakan sangat praktis dengan persentase sebesar 91,91%. Dari perhitungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa media video animasi Motion Graphic pada materi Sistem Komputer kelas X SMA/Sederajat memiliki kategori “Sangat Valid” dan “Sangat Praktis”.
Desain dan Pengembangan Kurikulum PAK (Pendidikan Agama Kristen) dan Keluarga untuk Membentuk Karakter Anak Telaumbanua, Yehezkiel; Pasaribu, Ander Gunawan
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i4.524

Abstract

Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan peran keluarga menjadi pilar utama dalam membentuk karakter anak yang selaras dengan nilai-nilai kekristenan. Artikel ini mengulas perancangan dan pengembangan kurikulum PAK dalam konteks keluarga, dengan tujuan memperkuat dasar iman anak-anak sejak dini. Melalui pendekatan seperti penceritaan kisah Alkitab, kegiatan doa bersama, diskusi keluarga yang bermakna, hingga penggunaan media digital secara bijak, pembelajaran iman di rumah bisa dilakukan secara menyenangkan dan relevan. Di tengah arus perubahan sosial dan penetrasi teknologi yang kuat, pendekatan PAK yang adaptif sangat dibutuhkan agar anak-anak tetap bertumbuh dengan karakter Kristiani yang kuat. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan iman dalam lingkungan keluarga yang terarah dan terencana dapat menjadi benteng moral yang kokoh dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.
Penerapan Model Problem Based Learning Berbasis Responsif Budaya untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kalimat Efektif Siswa Sekolah Dasar Ananto, Mas Alviyan Puji; Fardani, Much Arsyad; Sudjadi, Sudjadi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i3.478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar kalimat efektif pada pembelajaran Bahasa Indonesia melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbasis responsif budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan di kelas IV SD 1 Kalirejo pada semester genap tahun ajaran 2024/2025 dengan jumlah peserta didik sebanyak 16 siswa. Model PTK yang digunakan merujuk pada langkah-langkah Taggart dan Kemmis, yang terdiri dari empat tahapan dalam setiap siklus, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar kalimat efektif. Pada tahap pra-siklus, hanya 6 siswa (38%) yang mencapai ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 64. Pada siklus I, jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 9 siswa (56%) dengan rata-rata nilai 74. Kemudian pada siklus II, sebanyak 13 siswa (81%) berhasil mencapai ketuntasan dengan rata-rata nilai 83. Temuan ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning berbasis responsif budaya dapat secara efektif meningkatkan hasil belajar kalimat efektif di tingkat sekolah dasar. Oleh karena itu, model pembelajaran ini dapat dijadikan salah satu alternatif strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual dan relevan dengan latar budaya siswa.
Optimalisasi Praktikum Excel Melalui Project-Based Learning Pada Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 2 Banjarmasin Jayadi, Ahmad; Sukmawati, R.A.; Rizhan, Ahmad; Septyana, Diah Selvya; Avisha, Irfa
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i4.519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas praktikum Microsoft Excel pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Banjarmasin melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL) dengan topik analisis data keuangan sederhana. Masalah utama yang diidentifikasi mencakup rendahnya partisipasi siswa, kurangnya pemahaman konsep pengolahan data, serta hasil praktikum yang belum mencapai standar ketuntasan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Taggart dalam dua siklus pembelajaran yang melibatkan 36 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian proyek, angket siswa, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep dan keterlibatan siswa. Sebelum tindakan, mayoritas siswa belum memahami penggunaan rumus Excel secara benar dan partisipasi rendah. Setelah penerapan PjBL di Siklus I dan II, terjadi peningkatan bertahap hingga 86% siswa mencapai ketuntasan, dengan keterlibatan aktif dalam kelompok mencapai 88%. PjBL terbukti membantu siswa memahami materi secara lebih relevan, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, serta memperkuat kerja sama tim. Dengan demikian, model ini efektif untuk mengoptimalkan pembelajaran praktikum Excel.
Pengembangan Multimedia Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Siswa Maryam, Isnaeni
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i3.470

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan multimedia pada materi transformasi geometri dan mengetahui apakah multimedia layak untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (RD).  Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah wawancara, angket, dan tes. Sedangkan instumen dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, angket respon, dan soal numerasi. Teknik analisis data dalam penelitian dan pengembangan inimenggunakan skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsiseseorangatausekelompokorang. Adapun kesimpulan penelitian ini adalah multimedia dikembangakan menggunakan 4 tahapan yaitu Define, Desain, Development, dan Disseminate.  Multimedia pembelajaran dalam penelitian ini layak karena telah memenuhi syarat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Hasil peningkatan  numerasi menurut standar gain adalah 0,73 dan dikategorikan tinggi sehingga dapat dinyatakan multimedia pembelajaran yang dikembangkan dapat meningkatkan numerasi siswasiswa kelas IX SMP N 6 Purworejo. 
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif Melalui Model Problem Based Learning pada Pembelajaran Biologi Kelas XI Insani, Annisa Luthfi; Fitri, Rahmadhani
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) terhadap peningkatan keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas XI SMA N 1 Kec. Guguak pada mata pelajaran Biologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, masing-masing terdiri dari empat pertemuan yang melibatkan proses perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 34 peserta didik kelas XI F7. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas belajar dan tes keterampilan berpikir kreatif berupa soal essay yang disusun berdasarkan indikator keterampilan berpikir kreatif. Indikator yang digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir kreatif adalah lima indikator yang dikemukakan Greenstein (2012) yaitu, fluency, flexibility, curiosity, elaboration, dan originality. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aktivitas belajar peserta didik, seperti peningkatan partisipasi dalam mengajukan dan menjawab pertanyaan serta keberanian dalam melengkapi jawaban teman. Selain itu, skor keterampilan berpikir kreatif pada semua indikator yaitu fluency, flexibility, originality, elaboration, dan curiosity meningkat dan berada pada kategori tinggi setelah penerapan model PBL. Peningkatan ini menunjukkan bahwa PBL efektif dalam mendorong peserta didik untuk berpikir kreatif dan aktif dalam pembelajaran. Dengan demikian, model PBL direkomendasikan sebagai pendekatan pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan berpikir kreatif serta meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik di era pembelajaran abad ke-21.
Pemanfaatan Media Peta Negara Maju dan Negara Berkembang UPT SD Negeri 063 Aek Nauli II Kelliat, Johannes; Sinuraya, Nisa Kelnia Br; Gule, Yosefu
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i4.488

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengenali ketersediaan serta cara pemanfaatan media peta dalam proses pembelajaran IPS Geografi pada materi pokok Negara Maju dan Negara Berkembang di UPT SD Negeri 063 Aek Nauli II. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah guru yang mengajarkan mata pelajaran IPS Geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan media peta di sekolah sudah memadai, dengan berbagai jenis peta seperti Peta Indonesia, Peta Dunia, Peta ASEAN, dan lainnya. Kondisi media peta yang baik berkontribusi terhadap kelancaran proses pembelajaran. Pemanfaatan media peta oleh guru dalam menjelaskan materi mengenai Negara Maju dan Negara Berkembang telah berlangsung efektif, dengan siswa aktif dalam menggunakan peta untuk memahami konsep geografi. Proses pembelajaran yang kondusif dan aktif turut mendukung keberhasilan penggunaan media peta. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pemanfaatan media peta dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Geografi di SD Negeri 063 Aek Nauli II. 
Blended Learning Through The Lens of Students' Perspectives Sianipar, Rimma
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i2.454

Abstract

The present study investigates students’ perceptions of the implementation of blended learning at Universitas Negeri Makassar. Utilizing a mixed-methods design, data were collected from 60 students through questionnaires and semi-structured interviews. Quantitative findings indicate that blended learning fosters autonomy in managing learning time, with 58% of respondents strongly agreeing and 25% agreeing. Additionally, 50% strongly agreed and 25% agreed that the model supports independent learning. A majority of students also found learning materials to be easily accessible online (47% strongly agree, 30% agree). However, only 37% of respondents strongly agreed and 33% agreed that they felt comfortable participating in online discussions, suggesting some degree of communication challenges. While student–lecturer interaction was perceived as generally well-maintained, it did not receive ratings as high as other aspects. Qualitative data further supported these findings, revealing that blended learning enhances learner independence and digital competence, yet also highlighting the need for strategies to promote more meaningful interaction. Overall, the study confirms that blended learning contributes to greater flexibility and accessibility in higher education but calls for more interactive approaches to strengthen student lecturer engagement.