cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+6285729356143
Journal Mail Official
m.istiqlal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001,Dsn.Bandungan,Ds. Gedangan,Kec. Tuntang, Semarang 50773
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27459985     DOI : https://doi.org/10.35672/afeksi.v2i2.28
Core Subject : Education, Social,
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. Afeksi is published by Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran in corporate with Mahfud Ridwan Institute.
Articles 419 Documents
Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama: Studi Kasus pada Implementasi Kurikulum Merdeka Qofia, Wina Nida'an Nur
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka. Evaluasi dilakukan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk memperoleh gambaran menyeluruh dari perencanaan hingga hasil pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari guru PAI, kepala sekolah, siswa, dan staf kurikulum pada salah satu SMP Negeri. Teknik pengumpulan data meliputi, observasi kelas, dan dokumentasi perangkat ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konteks, visi-misi sekolah mencantumkan nilai religius, tetapi belum terimplementasi dalam program pembelajaran yang konkret. Pada aspek input, guru memiliki latar belakang pendidikan yang relevan namun belum mendapatkan pelatihan khusus mengenai Kurikulum Merdeka. Fasilitas belajar tersedia tetapi belum dioptimalkan untuk pembelajaran PAI. Pada aspek proses, metode pembelajaran masih bersifat konvensional dan belum menerapkan pendekatan berbasis projek atau diferensiasi. Sedangkan pada aspek produk, siswa menunjukkan pemahaman kognitif terhadap materi keagamaan, namun internalisasi nilai keislaman dalam perilaku masih terbatas. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan tematik, pengembangan modul ajar kontekstual, serta sistem asesmen yang mencakup ranah afektif. Model evaluasi CIPP terbukti efektif untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program PAI dalam kerangka Kurikulum Merdeka secara sistematis.
Penguatan Etika Profesi Guru dalam Proses Pembelajaran di SMA Kristen Palangka Raya Triyani, Triyani; Hutapea, Sintia Martogi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i3.498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis penguatan etika profesi guru dalam proses pembelajaran di SMA Kristen Palangka Raya. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi yang melibatkan beberapa guru mata pelajaran dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika profesi guru sejalan dengan visi dan misi sekolah yang menekankan iman, ilmu, dan pelayanan. Guru menerapkan nilai-nilai etis seperti tanggung jawab, kejujuran, kedisiplinan, dan keteladanan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Penguatan etika dilakukan melalui pembelajaran berbasis karakter, nilai-nilai religius, dan manajemen partisipatif sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa SMA Kristen Palangka Raya mengintegrasikan etika profesi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan mutu pendidikan. Hasil penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pendidikan, khususnya dalam aspek profesionalisme guru dan pendidikan karakter.
Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Melalui Parabuma pada Siswa Kelas VI SDN Pakis V Surabaya Zulfa, Indana; Azizah, Siti; Fitriyah, Enok
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i2.447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila melalui media PARABUMA (Papan Ragam Budaya Masyarakat) siswa kelas VI SDN Pakis V Surabaya. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan dan hasil belajar siswa akibat pembelajaran yang bersifat konvensional dan kurang kontekstual. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 29 siswa. Instrumen pengumpulan data berupa tes pilihan ganda untuk menilai hasil belajar siswa, yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa. Pada pra-siklus, hanya 34,48% siswa yang mencapai nilai di atas KKTP dengan rata-rata 64,83. Setelah penerapan media PARABUMA, terjadi peningkatan pada siklus I menjadi 58,62% siswa tuntas dengan rata-rata 70,34. Peningkatan lebih tinggi terlihat pada siklus II, yaitu 86,21% siswa tuntas dan rata-rata mencapai 80,86. Selain aspek kognitif, media PARABUMA juga berkontribusi pada peningkatan aspek afektif dan sosial, seperti keaktifan, rasa percaya diri, dan kemampuan kerja sama siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa media PARABUMA efektif sebagai sarana pembelajaran berbasis budaya yang kontekstual dan bermakna dalam memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar.
Konsep Pendidikan Nilai dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Menurut John Dewey dan Al-Ghazali Al Amin, Muhammad Yasin; Nursikin, Mukh
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.535

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan nilai dalam perspektif filsafat pendidikan yang dikembangkan oleh dua tokoh besar, yaitu John Dewey dari aliran Progresivisme dan Al-Ghazali dari aliran Idealisme Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi pustaka (library research), dengan teknik analisis isi terhadap karya-karya primer maupun sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa John Dewey menekankan pentingnya pengalaman langsung dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran sebagai dasar penanaman nilai. Menurutnya, pendidikan nilai harus bersifat demokratis, kontekstual, dan mendorong berpikir kritis. Sementara itu, Al-Ghazali menempatkan pendidikan nilai dalam kerangka religius dan spiritual, dengan tujuan utama mendekatkan diri kepada Allah dan mencapai kebahagiaan dunia-akhirat. Al-Ghazali mengedepankan metode keteladanan, pembiasaan, dan pembinaan moral sebagai pendekatan utama. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki pendekatan berbeda, pemikiran Dewey dan Al-Ghazali dapat diintegrasikan untuk membentuk model pendidikan nilai yang komprehensif, menggabungkan dimensi rasional, sosial, dan spiritual dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam di Indonesia.
Islamic Education and the Ethics of Peacebuilding in a Pluralistic World Alvi, Mohd Rabe
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.483

Abstract

This study explores the pivotal role of Islamic education in fostering peace and tolerance within contemporary societies, particularly through the lens of Islamic curriculum frameworks designed to counter extremism and promote harmonious coexistence. By critically analyzing educational content, pedagogical approaches, and institutional objectives, the research highlights how Islamic teachings rooted in the Qur’an and Sunnah emphasize values such as compassion, justice, and mutual respect. The study examines various peace-oriented educational programs and curricula implemented in different Islamic contexts, assessing their effectiveness in deconstructing radical ideologies and nurturing a culture of non-violence. Through qualitative analysis and case studies, the paper demonstrates that a well-structured Islamic curriculum, grounded in authentic religious principles and integrated with modern educational methodologies, significantly contributes to the prevention of radicalization and the promotion of societal peace. The findings underscore the need for a transformative educational approach that empowers learners with critical thinking, interfaith understanding, and ethical responsibility, ultimately supporting global efforts in counter-terrorism and peacebuilding.
Hubungan antara Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Motivasi Belajar pada Siswa SMA Putri, Anastasia Novenia Tiussa Eka; Setiawan, Antonius Ian Bayu
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i4.521

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat dukungan sosial teman sebaya yang dimiliki oleh siswa di SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu, mengetahui seberapa tinggi tingkat motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa di SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu, dan mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan motivasi belajar pada siswa di SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional dengan subjek berjumlah 96 siswa dari kelas X di SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui kuesioner dengan menggunakan google form. Lalu, skala yang digunakan meliputi skala dukungan sosial teman sebaya (51 item; α = 0.967) dan skala motivasi belajar (31 item; α = 0.952). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dukungan sosial teman sebaya berada pada kategori tinggi yakni 51%, tingkat motivasi belajar berada pada kategori tinggi yakni 47,9%, dan terdapat hubungan signifikan yang positif antara dukungan sosial teman sebaya dengan motivasi belajar pada siswa yang ditunjukkan melalui nilai korelasi (r) yang diperoleh sebesar 0.454 dengan signifikansi (Sig. 2-tailed) yang diperoleh adalah 0,001.
Konsep Pendidikan Nilai Dalam Filsafat Pendidikan Islam Perspektif Ki Hajar Dewantara Dan Buya Hamka Fatikah, Kaliana; Nursikin, Mukh
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i3.480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan konsep pendidikan nilai dalam perspektif filsafat pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara dan Buya Hamka. Keduanya merupakan tokoh penting dalam pengembangan pendidikan nilai di Indonesia, namun memiliki pendekatan dan dasar pemikiran yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ki Hajar Dewantara menekankan pendidikan nilai yang berlandaskan pada budaya nasional, budi pekerti, dan kemerdekaan belajar, sedangkan Buya Hamka mendasarkan pendidikan nilai pada ajaran Al-Quran dan Sunnah dengan orientasi pembentukan akhlak mulia dan ketakwaan kepada Allah. Perbedaan mendasar terletak pada sumber nilai dan orientasi: Ki Hajar Dewantara lebih bersifat humanistik dan kebangsaan, sedangkan Buya Hamka lebih bersifat teosentris dan religius. Meski demikian, keduanya sama-sama menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek kognitif, moral, dan spiritual dalam pendidikan. Pemikiran kedua tokoh ini relevan diterapkan dalam pendidikan modern melalui penguatan pendidikan karakter, integrasi nilai-nilai agama dan budaya dalam kurikulum, serta peningkatan peran guru sebagai teladan. 
Validitas Instrumen Tes Keterampilan Proses Sains Pada Materi Sistem Peredaran Darah Kelas XI SMA/MA Junianda, Windi; Fuadiyah, Sa'diatul
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i4.517

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan instrumen tes keterampilan proses sains (KPS) yang valid pada materi sistem perdaran darah kelas XI SMA/MA. Penelitian ini adalah studi pengembangan yang menggunakan model Plomp yang terdiri dari tiga tahap utama. Namun, dalam penelitian ini, hanya dua tahap yang akan dibahas, yaitu penelitian awal dan fase prototyping. Instrumen penelitian berupa angket validasi yang ditujukan kepada validator, lembar wawancara, dan lembar self evaluation. Produk instrumen tes KPS yang dikembangkan berbentuk mutiple choise dengan lima pilihan jawaban, dengan desain yang terdiri dari cover luar, cover dalam, kata pengantar, tujuan pembelajaran, petunjuk pengerjaan soal, soal tes KPS, dan kunci jawaban. Instrumen tes KPS yang dikembangkan akan divalidasi oleh 2 orang dosen pendidikan biologi pada tahap expert review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas instrumen tes KPS pada tahap expert review yang dikembangkan sebesar 92,16% dengan mendapatkan kriteria sangat valid. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen tes yang KPS pada materi sistem peredaran darah yang dikembangkan mampu mengukur dan melatih keterampilan proses sains peserta didik.
Membangun Karakter Melalui Pendidikan: Strategi Pengembangan Peserta Didik Yang Efektif DV, Chardinal; Hidayatullah, Muhammad Bagas; Auliya, Aqilah Fakhriyati; Safitri, Sani; Syarifuddin, Syarifuddin
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i3.477

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan kepribadian dan moral peserta didik. Melalui pendidikan yang terencana dan terarah, pembentukan karakter yang baik dapat menjadi fondasi bagi terciptanya individu yang berintegritas, beretika, dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan karakter yang efektif dalam lingkungan pendidikan, baik formal maupun nonformal. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dan analisis implementasi program pendidikan karakter di berbagai institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis keteladanan, pembiasaan, dan integrasi nilai-nilai moral dalam kurikulum mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter peserta didik. Oleh karena itu, kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan lingkungan menjadi faktor pendukung utama dalam mewujudkan pendidikan karakter yang efektif dan berkelanjutan.
Model Evaluasi Pendidikan Nilai di Sekolah atau Madrasah: Sebuah Tawaran Model Evaluasi Komprehensif Kamal, M. Julfa; Nursikin, Mukh.
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 5 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i5.551

Abstract

Dalam artikel ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan tentang model evaluasi pendidikan nilai di sekolah atau madrasah sebagai sebuah tawaran model evaluasi komprehensif. Agar tujuan tersebut tercapai penulis menggunakan metode penelitian kajian pustaka (library research) dengan menggunakan bahan tertulis yang telah dipublikasikan dalam bentuk buku-buku dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pendidikan memiliki tujuan untuk memperoleh data pembuktian, yang akan menjadi petunjuk sampai di mana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian tujuan. Evaluasi merupakan suatu proses mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan informasi untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai oleh peserta didik. Jika pembelajaran dianggap sebagai proses yang mengubah perilaku siswa, maka evaluasi menjadi hal yang sangat diperlukan dalam menilai keberhasilannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kajian pustaka (library research) dengan menggunakan bahan-bahan tertulis yang telah dipublikasikan dalam bentuk buku-buku dan jurnal yang relevan dengan sumber masalah dan langkah dalam penelitian pendidikan. Beberapa model evaluasi yang dipelajari diantara adalah; Discrepancy Model ( Kesenjangan) yaitu untuk menekankan perbedaan dalam pelaksanaan program; Model Evaluasi CIPP yaitu Context evaluation (penilaian tentang konteks), Input evaluation (penilaian tentang masukan), Process evaluation (penilaiaan tentang proses), dan Product evaluation (penilaian tentang hasil); Responsive Evaluation Model yaitu evaluasi dianggap sebagai upaya untuk menafsirkan atau menggambarkan kenyataan dari berbagai sudut pandang pihak yang terlibat, berkepentingan, atau memiliki minat; dan Formative Sumative Evaluation yaitu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta untuk menilai hasil pembelajaran di akhir periode.