cover
Contact Name
Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Simpang Unimed, Jl. Williem Iskandar No.22/k, Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Education Achievement: Journal of Science and Research
Published by Pusdikra Publishing
ISSN : -     EISSN : 27742784     DOI : https://doi.org/10.51178/jsr.v2i1
Core Subject : Education,
Education Achievement: Journal of Science and Research terbit 3 kali dalam setahun, yaitu bulan Oktober, Februari dan Juni, Education Achievement: Journal of Science and Research merupakan jurnal pada bidang yang berkaitan dengan Pendidikan, yang meliputi studi tekstual dan lapangan dengan berbagai perspektif, Manajemen Pendidikan, Kebijakan Pendidikan, Teknologi Pendidikan, Psikologi Pendidikan, Pengembangan Kurikulum dan Strategi Pembelajaran serta hasil-hasil penelitian kontemporer dalam bidang Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)" : 19 Documents clear
Integrasi Kompetensi Interkultural Digital dalam Pembelajaran Matematika di Era Digital Global Sinambela, Pardomuan Nauli Josip Mario; Savelyeva, Nelli Kh.
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3238

Abstract

Perkembangan teknologi digital mengubah cara siswa belajar dan berinteraksi, serta membuka peluang integrasi perspektif lintas budaya dalam pembelajaran matematika. Hal ini menuntut kompetensi interkultural digital (DIC) sebagai kemampuan utama yang memungkinkan siswa berkolaborasi secara efektif pada lingkungan belajar yang global. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan kerangka konseptual mengenai peran DIC dalam pembelajaran matematika berbasis teknologi melalui studi literatur dan analisis teoritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat lima unsur utama yaitu pengetahuan budaya, keterampilan komunikasi lintas budaya, adaptasi teknologi, fleksibilitas, dan kemampuan membangun hubungan lintas budaya yang berinteraksi secara komplementer dalam mendukung kolaborasi lintas budaya pada konteks pembelajaran matematika. Kolaborasi yang difasilitasi oleh teknologi digital tidak hanya memperkaya pemahaman konsep matematika siswa tetapi juga mengarahkan siswa pada pengembangan kewarganegaraan global yang terkait dengan keterlibatan siswa dalam menyelesaikan masalah dunia nyata berbasis data. DIC merupakan komponen penting dalam merancang pembelajaran matematika masa kini, serta menawarkan arah untuk penelitian lebih lanjut terkait pengembangan instrumen, model pedagogis, dan strategi implementasi DIC yang lebih sistematis dalam pembelajaran matematika.
Pembelajaran Mendalam: Strategi Peningkatan Capaian Pembelajaran Menulis Puisi Bernilai Ekonomi Kreatif Barbasis Digital Susanto, Moh. Arif
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan pembelajaran mendalam sebagai strategi peningkatan capaian pembelajaran menulis puisi bernilai ekonomi kreatif berbasis digital. Desain pembelajaran dikembangkan berdasarkan praktik pedagogi pembelajaran berdiferensiasi, kemitraan pembelajaran, serta pemanfaatan lingkungan belajar fisik dan digital dengan pengalaman belajar memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan analisis data berupa persentase hasil asesmen formatif awal pembelajaran dan sasesmen sumatif akhir pembelajaran terhadap 41 mahasiswa pemprogram mata kuliah penulisan kreatif fokus menulis puisi, Program Studi S-1 Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya. Hasil asesmen formatif awal pembelajaran menunjukkan bahwa 100% mahasiswa memiliki pengalaman menulis puisi, 0% belum pernah mempublikasikan karya puisi di luar buku antologi, dan 0% belum pernah mempromosikan dan menjual dalam bentuk produk kreatif di marketplace. Setelah menerapkan pendekatan pembelajaran dengan pendekatan mendalam, 100% mahasiswa dapat menulis puisi menjadi produk kreatif seperti kipas puisi, tumbler puisi, tas puisi, kalender puisi, dan kaus puisi yang bernilai ekonomi. 100% mahasiswa mampu memasarkan produk yang dihasilkan melalui marketplace, Shopee. Pendekatan pembelajaran mendalam mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam menulis puisi, mengaplikasikan dalam bentuk produk kreatif, dan memasarkan. Pengalaman memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi dalam pembelajaran menulis puisi memperkuat pemahaman akan literasi sastra, literasi ekonomi, dan literasi digital yang berguna bagi kecakapan hidup mahasiswa di era ekonomi kreatif berbasis digital.
Sikap Mahasiswa terhadap Integrasi Kecerdasan Buatan dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi: Analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling Riadi, Arifin; Royani, Royani; Trisna, Benny Nawa; Ferita, Rolina Amriyanti
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3240

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong perguruan tinggi untuk mulai mempertimbangkan integrasinya dalam kurikulum pembelajaran. Namun, keberhasilan integrasi tersebut tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, melainkan juga oleh bagaimana mahasiswa memandang, memahami, dan menyikapi penggunaan AI dalam konteks akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi sikap mahasiswa terhadap integrasi AI dalam kurikulum pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur persepsi mahasiswa terhadap relevansi pelatihan AI, pemahaman konseptual tentang AI, serta persepsi dampak AI terhadap pembelajaran dan pengembangan profesi. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap relevansi pelatihan AI memiliki pengaruh paling kuat dan signifikan terhadap sikap mahasiswa terhadap integrasi AI. Persepsi terhadap dampak AI juga berpengaruh signifikan, meskipun dengan ukuran efek yang lebih kecil. Sebaliknya, pemahaman konseptual mahasiswa mengenai AI tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap sikap mereka. Temuan ini mengindikasikan bahwa sikap mahasiswa terhadap integrasi AI cenderung dibentuk oleh pertimbangan pragmatis terkait manfaat dan relevansi praktis, bukan semata-mata oleh tingkat pemahaman teknis. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan dan desain kurikulum, khususnya dalam menekankan pentingnya pelatihan AI yang kontekstual dan aplikatif bagi mahasiswa.
Interferensi Bahasa Banjar Terhadap Bahasa Indonesia pada Pembelajaran di Kelas IV SDN Benua Anyar 4 Banjarmasin Meliyati, Meliyati; Humaidi, Akhmad; Susilawati, Erni
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3241

Abstract

Bahasa berperan penting dalam proses pembelajaran karena menjadi alat komunikasi utama antara guru dan siswa. Di daerah yang memiliki bahasa daerah kuat seperti Kalimantan Selatan, fenomena interferensi bahasa kerap muncul dalam praktik pembelajaran, khususnya pada penggunaan bahasa Indonesia di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan faktor-faktor interferensi bahasa Banjar terhadap bahasa Indonesia pada pembelajaran di kelas IV SDN Benua Anyar 4 Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek guru, kepala sekolah, dan siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik rekam, serta dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi terjadi pada dua aspek utama, yaitu fonologis dan morfologis. Interferensi fonologis meliputi penggantian, pengurangan, pemendekan, dan penambahan fonem, sedangkan interferensi morfologis mencakup perubahan prefiks, sufiks, dan konfiks sesuai pola bahasa Banjar. Faktor penyebabnya terdiri dari faktor internal (kebiasaan guru dan siswa menggunakan bahasa Banjar) dan faktor eksternal (lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat).
Kelayakan Instrumen Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Berbasis Kontekstual untuk Siswa SMP Ditinjau dari Rasch Model Ekawati, Aminah; Wardiah, Isna; Huriaty, Dina
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3242

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika dan menjadi salah satu fokus utama Kurikulum Merdeka. Namun, instrumen yang digunakan untuk menilai kemampuan tersebut masih didominasi oleh soal prosedural dan kurang mencerminkan konteks autentik kehidupan siswa, sehingga pengukuran menjadi kurang akurat. Penelitian ini bertujuan menilai kelayakan instrumen kemampuan pemecahan masalah matematika berbasis kontekstual untuk siswa SMP menggunakan Model Rasch. Instrumen terdiri dari empat soal uraian pada materi perbandingan, bilangan bulat, pecahan, dan aritmetika sosial yang dikembangkan berdasarkan level kognitif C3 dan C4. Proses validasi dilakukan melalui penilaian ahli terhadap aspek isi, teknis, dan bahasa, kemudian diuji empiris pada 60 siswa kelas VIII SMP menggunakan analisis Rasch melalui RStudio. Hasil validasi menunjukkan seluruh butir memenuhi kriteria I-CVI dan koefisien kappa, meskipun satu butir direvisi sesuai masukan ahli. Hasil analisis Rasch menunjukkan nilai Infit dan Outfit MNSQ berada dalam rentang 0,5–1,5, yang mengindikasikan validitas empiris yang baik. Reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,709, WLE reliability 0,678, dan EAP reliability 0,772 menunjukkan konsistensi pengukuran yang memadai. Asumsi unidimensionalitas terpenuhi berdasarkan nilai eigenvalue PCAR (< 3), dan parameter kesulitan menunjukkan variasi logit yang proporsional dari mudah hingga relatif sulit. Instrumen juga memiliki kualitas targeting yang baik, ditunjukkan oleh kesesuaian distribusi kemampuan siswa dengan tingkat kesulitan butir. Dengan demikian, instrumen ini layak digunakan untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika berbasis kontekstual pada siswa SMP.
Pengembangan Bahan Ajar Geometri Ruang Bercirikan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi dengan Konsep Etnometematika Masjid Bersejarah di Banjarmasin Ferita, Rolina Amriyanti; Muslim, Azis; Riadi, Arifin
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3245

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar etnomatematika pada materi geometri ruang yang bercirikan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dengan memanfaatkan konteks masjid-masjid bersejarah di Banjarmasin. Pengembangan dilakukan melalui model ADDIE yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan bahan ajar, implementasi terbatas, dan evaluasi. Tahap analisis menunjukkan perlunya bahan ajar kontekstual yang mampu mengintegrasikan budaya lokal sekaligus mendorong kemampuan HOTS. Tahap perancangan dan pengembangan menghasilkan bahan ajar yang memadukan elemen arsitektur masjid, aktivitas etnomodeling, dan latihan soal HOTS. Produk yang dihasilkan divalidasi oleh ahli matematika, ahli budaya, guru, serta pengelola masjid. Implementasi dilakukan pada 22 siswa kelas IX MTs Babussalam Evaluasi dilakukan melalui tes HOTS dan angket kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berada pada kategori valid berdasarkan penilaian ahli. Kepraktisan dinilai baik dengan skor rata-rata 4,3 (skala 1–5). Dari sisi efektivitas, 86,4% siswa mampu menjawab soal berbasis HOTS, menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dengan demikian, bahan ajar etnomatematika berbasis arsitektur masjid bersejarah ini layak digunakan sebagai sumber belajar berbasis HOTS untuk memperkuat pemahaman geometri ruang sekaligus mengintegrasikan nilai budaya.
Analisis Pemahaman Guru Matematika SMA Terhadap Pendekatan Deep Learning di Kota Banjarmasin Gazali, Rahmita Yuliana; Jabar, Abdul; Agustina, Winda
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3246

Abstract

Pembelajaran matematika di tingkat SMA menuntut kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konseptual yang mendalam. Pendekatan Deep Learning dipandang mampu menjawab tantangan tersebut karena berfokus pada pemaknaan, keterkaitan konsep, dan penerapan pengetahuan secara kontekstual. Namun, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada pemahaman guru selaku perancang pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman guru-guru matematika SMA di Banjarmasin mengenai konsep, faktor pendukung, serta strategi penerapan Deep Learning dalam pembelajaran. Ruang lingkup kajian meliputi pemahaman konsep Deep Learning, ketersediaan dukungan sekolah, serta kebutuhan guru dalam mengimplementasikannya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh guru matematika SMA yang tergabung dalam MGMP Kota Banjarmasin sebanyak 80 orang, menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk memperoleh rata-rata skor dan persentase tiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman guru terhadap konsep Deep Learning termasuk kategori sangat tinggi, dengan skor rata-rata 4,10 atau 81,92%. Faktor pendukung implementasi, seperti dukungan pimpinan, sumber belajar, dan teknologi juga dinilai baik dengan persentase 82,85%. Selain itu, guru menunjukkan kebutuhan kuat akan pelatihan praktik, panduan implementasi, dan pendampingan, dengan skor tertinggi pada indikator diskusi rutin antar guru (4,40 atau 88%). Temuan ini menegaskan perlunya program pelatihan berkelanjutan untuk memperkuat kompetensi guru dalam menerapkan Deep Learning secara optimal dalam pembelajaran matematika.
Pengembangan Modul Matematika Berbasis Budaya Rumah Baanjung pada Materi Transformasi Geometri Menggunakan Model ADDIE Ferita, Rolina Amriyanti; Yanti, Williza; Muslim, Azis; Riadi, Arifin
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3248

Abstract

Pembelajaran matematika yang terlepas dari konteks budaya lokal sering kali dipersepsikan abstrak dan kurang bermakna bagi siswa. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pengembangan bahan ajar berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul matematika berbasis budaya Rumah Baanjung pada materi transformasi geometri serta mengevaluasi kualitas modul berdasarkan respons siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Modul dikembangkan dalam bentuk cetak dan disempurnakan melalui focus group discussion. Implementasi dilakukan secara terbatas dengan melibatkan 27 siswa, yang selanjutnya diminta memberikan respons terhadap modul menggunakan angket skala Likert. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul diterima secara positif oleh siswa. Modul dipersepsikan relevan dengan kebutuhan belajar, mudah digunakan, menarik dari segi penyajian, serta membantu siswa memaknai keterkaitan antara konsep matematika dan budaya lokal. Selain itu, penggunaan konteks Rumah Baanjung juga berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran siswa terhadap nilai kearifan lokal dan keberlanjutan budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki potensi untuk mendukung pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna.
Tradisi Malabuh Masyarakat Banjar Sebagai Sumber Pembelajaran Teks Berbasis Kearifan Lokal dalam Pendidikan Bahasa Indonesia Harpriyanti, Haswinda; Wulandari, Noor Indah; Lismayanti, Heppy
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3249

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia membutuhkan sumber belajar yang kontekstual dan berakar pada pengalaman budaya peserta didik. Salah satu sumber pembelajaran yang potensial adalah kearifan lokal yang hidup dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tradisi malabuh masyarakat Banjar sebagai sumber pembelajaran teks berbasis kearifan lokal dalam Pendidikan Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, sesepuh kampung, dan pelaku ritual, serta dokumentasi narasi lisan masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi malabuh mengandung kekayaan narasi spiritual, simbol ritual, dan nilai budaya yang relevan untuk pembelajaran teks, seperti teks narasi budaya, teks deskripsi, teks eksplanasi, dan teks laporan hasil observasi. Tradisi ini merepresentasikan relasi harmonis manusia–alam–entitas spiritual serta sistem pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Pemanfaatan tradisi malabuh sebagai sumber pembelajaran teks memungkinkan peserta didik memahami struktur dan makna teks secara kontekstual sekaligus menumbuhkan kesadaran budaya dan identitas lokal. Dengan demikian, tradisi malabuh tidak hanya berfungsi sebagai praktik budaya, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual, bermakna, dan relevan dengan tujuan pendidikan berbasis kearifan lokal.
Kemampuan Membaca Permulaan pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IB SDN SN Pelambuan 4 Banjarmasin Luyfiya, Ghina; Agustina, Lili; Noormaliah, Noormaliah
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3250

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih terdapat siswa yang belum mampu membaca, kurang lancar, kurang mahir dalam pengucapan kata dan intonasi. Penelitian ini berfokus pada dua hal utama: 1) mengetahui kemampuan membaca awal siswa kelas 1B SDN SN Pelambuan 4 Banjarmasin, dan 2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan membaca awal. Jenis penelitian dalam studi ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah 1) Kemampuan membaca awal siswa kelas IB SDN SN Pelambuan 4 Banjarmasin berdasarkan penilaian lima indikator dari 19 siswa menunjukkan bahwa, (a) pengenalan huruf mendapat persentase 79% dalam kategori baik, (b) membaca kata mendapat persentase 77% dalam kategori baik, (c) intonasi pada persentase 63% termasuk dalam kategori cukup (d) kelancaran mencapai 75% termasuk kategori baik, dan (e) pengucapan dengan persentase 68% yang juga diklasifikasikan sebagai cukup. Kelima indikator ini, dapat disimpulkan bahwa 1) Faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan membaca awal siswa meliputi (a) faktor intelektual, karena masih ada siswa yang belum mampu membaca dengan lancar, (b) lingkungan dengan dukungan dan perhatian minimal dari orang tua, dan (c) faktor psikologis yang berkaitan dengan minat dan motivasi siswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 19