cover
Contact Name
Dirayati Sharfina
Contact Email
jintanunhaj@gmail.com
Phone
+6282311808425
Journal Mail Official
jintanunhaj@gmail.com
Editorial Address
Universitas Haji Sumatera Utara Jalan Rumah Sakit Haji Medan Medan Estate, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara
Location
Kota binjai,
Sumatera utara
INDONESIA
JINTAN : Jurnal Ilmu Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 2774468X     DOI : https://doi.org/10.51771/jintan
Core Subject : Health,
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan merupakan jurnal ilmiah open-access yang diterbitkan oleh Universitas Haji Sumatera Utara. Jurnal ini ditujukan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian dan pemikiran dalam pengembangan ilmu bidang keperawatan. Terbit 2 (dua) kali setahun, yaitu di bulan Januari dan Juli. Ruang lingkup yang diterbitkan pada jurnal ini membahas topik yang berkaitan dengan klaster bidang keperawatan termasuk keperawatan medikal bedah, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatana komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik dan manajemen keperawatan.
Articles 114 Documents
Pencegahan Sindrom Down : Mengurangi Dampak Dan Risiko Pada Anak Agustian Pujianto, Daffa; Aulia Maulida, Irna; Sopiah, Popi
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v5i2.1485

Abstract

Sindrom Down merupakan kelainan genetik yang disebabkan oleh materi genetik berlebih yaitu kelebihan kromosom 21, yang berdampak pada keterlambatan fisik dan intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai upaya pencegahan dan intervensi yang dapat mengurangi dampak dan risiko yang ditimbulkan dari anak dengan sindrom down. Penelitian ini menggunakan metode literature scoping review dengan data diperoleh melalui pencarian sistematis di basis data ilmiah seperti Google Sholar, PubMed, dan Sience Direct pada publikasi terbatas 10 tahun terakhir yaitu tahun 2015-2025 guna mempertahankan relevansi terhadap tren terbaru dalam bidang ini. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pencegahan Sindrom Down dapat dilakukan melalui skrining pra-nikah untuk mendeteksi kelainan genetik pada calon orang tua, edukasi gizi bagi ibu hamil, serta konsumsi asam folat untuk mengurangi risiko kelainan kromosom. Selain itu, intervensi prenatal, seperti terapi genetik dan aktivasi pensinyalan insulin, berpotensi memperbaiki ekspresi gen yang terkait dengan sindrom Down. Setelah kelahiran, intervensi farmakologis pediatrik dapat meningkatkan fungsi kognitif anak dengan sindrom Down, sehingga meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup mereka.
Hubungan Lingkungan Kerja Dengan Stres Kerja Pada Perawat Di Ruang Rawat Inap Rsud Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Nuriyah, Adinda Salma; Sumarni, Tri; Kurniawan, Wasis Eko
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v5i2.1495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lingkungan kerja dengan stres kerja pada perawat di ruang rawat inap RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 105 perawat yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner nurse work environment dan nursing stress scale, kemudian dianalisis menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan ada 73 responden 69,5% perawat merasa lingkungan kerja baik dan 32 responden 30,5% merasakan lingkungan kerja kurang baik. Dari sisi stres kerja, mayoritas perawat merasakan stres kerja rendah sebanyak 70 responden 66,7% dan stres kerja sedang sebanyak 35 responden (33,3%). Analisa statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara lingkungan kerja dengan stres kerja (0,004<0,05). Faktor lingkungan kerja yang paling mendukung adalah hubungan kerja antara dokter dan perawat, yang mencerminkan komunikasi efektif dan kolaborasi yang baik. Sedangkan, faktor stres kerja tertinggi berasal dari lingkungan kerja fisik (beban kerja) seperti kerusakan alat, tugas administratif yang tidak berhubungan dengan keperawatan, serta kurangnya jumlah staf. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan lingkungan kerja dengan stres kerja pada perawat, dimana lingkungan kerja yang baik dapat menurunkan stres kerja pada perawat.
Peran Critical Thinking Dalam Meningkatkan Kemampuan Problem Solving Perawat Dalam Praktik Asuhan Keperawatan Triana Gultom, Tetty; Tri Sumartini, Bertha
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v5i2.1497

Abstract

Perawat melakukan pengambilan keputusan dalam setiap tindakan, sementara itu perawat juga merencanakan dan memberikan asuhan. Efektifitas dan ketepatan pengambilan keputusan membutuhkan kemahiran dalam mengumpulkan data dan keterampilan berpikir kritis. Berpikir kritis dalam keperawatan merupakan komponen yang sangat penting dari akuntabilitas profesional dan salah satu penentu kualitas asuhan keperawatan. Perawat yang memiliki kemampuan berpikir kritis akan menunjukkan sikap percaya diri, berpandangan konseptual, kreatif, fleksibel, rasa ingin tahu, berpikiran terbuka, tekun dan reflektif. Tujuan: literatur review ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dan peran berpikir kritis dalam praktik asuhan keperawatan yang berkualitas melalui peningkatan kemampuan problem solving. Metode penelitian: Jurnal yang digunakan dalam literature review berjumlah 20 jurnal. Penelusuran jurnal dilakukan melalui Google Scholar, Crossref, ProQuest, Emerald Insight penyeleksian jurnal menggunakan panduan protokol (PRISMA) mulai dari identification, screening, eligibility. Hasil: analisis literature review menunjukkan berpikir kritis memiliki hubungan dengan kualitas asuhan keperawatan, sehingga diperlukan peningkatan kemampuan berpikir kritis pada perawat sehingga kualitas asuhan keperawatan meningkat dalam pelayanan kesehatan. Kesimpulan perawat yang berpikir kritis berpeluang untuk membuat asuhan keperawatan dengan kualitas baik jika dibandingkan dengan perawat yang kurang berpikir kritis.
Metodologi Pengambilan Keputusan Klinik: Langkah Langkah Efektik Untuk Praktik Keperawatan Anggieta Octaryani, Dara; Vita Ningrum, Elsa; Maharani Putri, Januarini; Goretti Liana Jenni Kurniasih, Maria; Ramadani, Siska; Haryeti, Popon
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v5i2.1548

Abstract

Pengambilan keputusan klinis merupakan inti dari kompetensi perawat dalam pemberian asuhan keperawatan yang aman, efisien dan berorientasi pada pasien. Studi ini bertujuan untuk mengkaji metodologi pengambilan keputusan klinis dalam praktik keperawatan melalui pendekatan scoping review berdasarkan panduan PRISMA. Pencarian literatur dilakukan meningkatkan kompetensi dalam menerapkan pendekatan klinis yang kolaboratif dan berbasis bukti. Secara keseluruhan, kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa pengambilan keputusan klinis yang efektif memerlukan pendekatan metodologis yang sistematis, keterampilan profesional yang memadai, serta kolaborasi aktif antara perawat dan pasien. Upaya peningkatan kualitas pelayanan keperawatan tidak dapat dilepaskan dari perbaikan dalam proses pengambilan keputusan yang berorientasi pada keselamatan, efektivitas, dan kepuasan pasien berbahasa Inggris dan Indonesia yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan klinis merupakan proses kompleks yang melibatkan kemampuan berpikir kritis, pengumpulan informasi secara sistematis, pertimbangan nilai-nilai etika, serta kolaborasi antara perawat dan pasien. Pengembangan metodologi yang terstruktur terbukti meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dan kepuasan pasien. Kajian ini menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti dan keterlibatan pasien dalam setiap tahap pengambilan keputusan untuk mendukung praktik keperawatan yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
Pandangan Tokoh Agama Dan Kesehatan Terhadap Isu Banyak Anak Banyak Rezeki Agustina, Nadya; Amanda Sofyan, Putri; Tri Aulia, Salwa; Amelia, Tri; Nurazizah, Zahra; Supriyadi, Tedi
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v5i2.1550

Abstract

Ungkapan “Banyak Anak Banyak Rezeki” merupakan bagian dari pandangan keagamaan yang hidup dalam masyarakat Indonesia, terutama dalam ajaran Islam yang memandang anak sebagai amanah dan anugerah dari Allah SWT. Meski demikian, dalam kehidupan modern, penting untuk mengkaji ulang pemahaman tersebut dengan mempertimbangkan tanggung jawab orang tua dalam mendidik dan mensejahterakan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan tokoh agama dan tenaga kesehatan mengenai makna “banyak anak” serta implikasinya terhadap kesehatan ibu dan kualitas tumbuh kembang anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, studi pustaka, dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan dua tokoh agama dan dua tenaga kesehatan dari Kecamatan Cimalaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam tidak melarang memiliki banyak anak, namun memberikan penekanan kuat pada kesiapan fisik, mental, dan spiritual dalam mengasuh keturunan. Sementara itu, perspektif kesehatan menyatakan bahwa kehamilan yang terlalu sering dan tanpa pengaturan dapat menimbulkan risiko komplikasi serta menurunkan kualitas pengasuhan dan pemenuhan gizi anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai keagamaan dalam edukasi perencanaan keluarga. Kesimpulannya, konsep perencanaan keluarga dapat diterima dalam Islam selama dilandasi tanggung jawab moral, bukan semata pembatasan, sehingga mampu menjaga keberlangsungan generasi yang sehat dan berkualitas.
Pengaruh Slow Stroke Back Massage Terhadap Nyeri Rheumatoid Arthritis Pada Lansia Di UPT Puskesmas Bandar Khalipah Haflah, Nurul; Sari, Youlanda
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v5i2.1592

Abstract

Salah satu  masalah  kesehatan  yang  sering  terjadi pada lanjut usia adalah rheumatoid arthritis yang merupakan suatu penyakit yang menyerang persendian  ditandai  dengan  pembengkakan  sendi,  nyeri  tekan, kerusakan  sendi  synovial. Dampak yang disebabkan rheumatoid arthritis yaitu keterbatasan mobilitas, disabilitas, penurunan produktivitas aktivitas sehari-hari juga menyebabkan kecacatan seperti kelumpuhan. Salah satu terapi non farmakologi untuk mengurangi  nyeri yang dirasakan penderita arthritis rheumatoid adalah terapi Slow Stroke Back Massage yang merupakan salah satu teknik pemberian tindakan massase pada punggung dengan usapan secara perlahan yang memberikan rasa nyaman dan rasa rileks pada tubuh. membantu mengurangi ketegangan otot yang dapat mengurangi intensitas nyeri, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Slow Stroke Back Massage (SSBM) terhadap nyeri rheumatoid arthritis pada lansia. Metode penelitian menggunakan pre eksperimental dengan pretest-posttest design, dengan jumlah sampel sebanyak 15 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan tekhnik accidental sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh SSBM terhadap penurunan intensitas nyeri rheumatoid arthritis pada lansia dengan nilai p = 0,000. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan bahwa teknik SSBM dapat diterapkan sebagai terapi non farmakologi untuk mengurangi nyeri pada penderita arthritis rheumatoid khususnya pada lansia.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pasien DM Tipe 2 Di UPTD Puskesmas Tinggi Raja Asahan Hati, Yulis; Muchsin, Rosanti; Adawiyah Harahap, Yuliatil
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v5i2.1725

Abstract

Diabetes Melitus jika tidak terkontrol, yaitu mengakibatkan komplikasi yang akan menjadi salah satu sumber stres yang dialami penderita diabetes melitus. Stres sangat berpengaruh terhadap penyakit diabetes karena adanya pengaruh terhadap pengendalian dan tingkat kadar glukosa darah, bila seseorang menghadapi situasi yang menimbulkan stres maka seseorang agar tetap terjaga pada malam hari, yang dapat menganggu kualitas tidur pasien tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah mendeskripsikan tingkat stres, kualitas tidur, serta hubungan tingkat stres yang mempengaruhi kualitas tidur pasien diabetes melitus tipe 2 di UPTD Puskesmas Tinggi Raja Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan Tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh penderita Diabetes Melitus Tipe II yang berobat jalan di UPTD Puskesmas Tinggi Raja Asahan berjumlah 138 orang Teknik sampling yang digunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 35 responden. Penelitian dilakukan dengan pengisian kuesioner dan Analisa data menggunakan uji statistik Chi-square. Pasien Diabetes Melitus dalam penelitian ini mayoritas yang mengalami tingkat stress berat dengan jumlah 19 orang (54,3%), yang mengalami gangguan kualitas tidur kualitas tidur buruk dengan jumlah 26 orang.Analisa terdapat hubungan antara Tingkat stress dengan kualitas tidur dengan uji Chi-square dengan nilai value p = 0,047 (p < 0,05). Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat stres terhadap kualitas tidur pada pasien diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Tinggi Raja Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan dan saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan meneliti eksperimen tentang manajemen stress relaksasi yang bisa diaplikasikan ke masyarakat.
Pengetahuan Petugas Lembaga Pemasyarakatan Di Banda Aceh Tentang Bantuan Hidup Dasar Syarif, Hilman; Oktaviana Monicha, Ecy; Septiana, Nenty
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v4i2.806

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian terbesar di dunia dan setengah dari penderitanya berpotensi mengalami cardiact arrest. Cardiact arrest dapat terjadi dimana saja salah satunya di Lembaga Pemasyarakatan. Upaya yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan warga binaan yang mengalami cardiact arrest adalah dengan melakukan BHD. Bukan hanya tenaga kesehatan Lapas, petugas Lapas juga perlu mengetahui tentang BHD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan petugas Lapas di Banda Aceh tentang BHD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh petugas Lapas di Lapas Kelas II A Banda Aceh dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling pada 97 orang. Alat pengumpulan data berupa kuesioner pengetahuan BHD dengan 15 item pertanyaan dan data dianalisis menggunakan analisis data univariat. Hasil penelitian diperoleh yaitu pengetahuan petugas Lapas tentang BHD dalam kategori baik sebesar 37,1%, 41,2% dalam kategori cukup, dan 21,6% dalam kategori kurang. Kesimpulan penelitian ini pengetahuan petugas lembaga pemasyarakatan tentang BHD berada pada kategori cukup. Oleh karena itu, Petugas Lapas harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan BHD dari lembaga sertifikasi.
Perilaku Pencegahan Luka Bakar Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Syarif, Hilman; Maulida, Rizka; Nurhidayah, Irfanita
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v4i2.807

Abstract

Luka bakar menjadi masalah serius kesehatan global, dengan 180.000 kematian per tahun. Perilaku pencegahan luka bakar memiliki peranan yang besar dalam menjaga kesehatan dan keamanan individu, keluarga, dan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pencegahan luka bakar pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kopelma Darussalam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah 265 keluarga di Desa Rukoh. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Teknik Non-Probability Sampling dengan pendekatan Purposive Sampling. Alat ukur berupa kuesioner perilaku pencegahan luka bakar yang terdiri dari 20 item pernyataan yang disusun oleh peneliti berdasarkan konsep dari Stanford medicine children's health (2023), serta konsep dari Moenadjat (2017) dengan nilai validitas r > 0,361 dan nilai reliabilitas cronbach alpha > 0,70. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar responden berperilaku baik yaitu sebanyak 136 orang (51,3%), response berperilaku cukup sebanyak 123 (46,4%), dan sebanyak 6 orang (2,3%) berperilaku kurang dalam perilaku pencegahan luka bakar. Sehingga dapat disimpulan perilaku pencegahan luka bakar pada Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kopelma Darussalam berada pada kategori yang baik. Hal ini disebabkan masyarakat yang memiliki pengalaman luka bakar dan sistem pengamanan listrik yang baik. Rekomendasi peneliti dalam penelitian ini yaitu petugas layanan kesehatan setempat dapat mempertahankan perilaku masyarakat dengan menyebarkan poster terkait perilaku pencegahan luka bakar.
Statistika Deskriptif Tarigan, Mula; Frintiana Silaban, Dewi
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v4i2.859

Abstract

Pemahaman tentang statistika diperlukan oleh perawat sebagai dasar untuk melakukan asuhan keperawatan berdasarkan praktik berbasis bukti dan untuk tujuan penelitian. Artikel ini bertujuan untuk membahas jenis-jenis statistika deskriptif. Statistika deskriptif terdiri dari tiga bagian utama: ukuran frekuensi, ukuran pemusatan, dan ukuran variasi atau dispersi. Statistika deskriptif adalah metode untuk meringkas data mentah menjadi data terorganisir dengan cara yang valid dan bermakna. Pada artikel ini, penjelasan masing-masing jenis statistika deskriptif disajikan secara ringkas diikuti dengan contoh nyata dari berbagai hasil penelitian sehingga lebih mudah dipahami. Artikel ini dapat digunakan sebagai dasar pemahaman statistika bagi perawat dan mahasiswa keperawatan.

Page 10 of 12 | Total Record : 114