cover
Contact Name
Alan Alfiansyah Putra Karo Karo
Contact Email
alanalfiansyahputra03@gmail.com
Phone
+6285206640908
Journal Mail Official
alanalfiansyahputra03@gmail.com
Editorial Address
Jl. Alumunium Raya No. 77 Tanjung Mulia 20241, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jumper : Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
ISSN : -     EISSN : 27461610     DOI : https://doi.org/10.22145/jumper.v2i1.225
Core Subject : Health, Education,
JUMPER (Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga) merupakan kumpulan yang berasal dari tugas akhir mahasiswa ataupun hasil penelitian mahasiswa di bidang Pendidikan Olahraga. JUMPER (Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga) terbit setahun dua kali yaitu pada bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 286 Documents
Peran Bahasa Indonesia Sebagai Alat Diplomasi Event Olahraga Internasional Fattah, Fitrah Mustofa Abdul; Sendi Perdiyansah; Ryan Ardiyansyah; Muhamad Lutfi Sodhry; Indra Lesmana; Mochamad Whilky Rizkyanfi
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 6 No 3 (2026): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v6i3.3423

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki peran strategis dalam memperkuat diplomasi budaya, khususnya melalui event olahraga internasional yang melibatkan banyak negara. Sebagai bahasa resmi dalam berbagai kompetisi seperti Asian Games, SEA Games, dan event olahraga multilateral lainnya, Bahasa Indonesia berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada komunitas global. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Bahasa Indonesia dalam membangun citra positif Indonesia, mendukung hubungan diplomatik, serta mempromosikan nilai-nilai budaya nasional melalui olahraga. Dengan menggunakan metode kualitatif berupa studi literatur, wawancara dengan pejabat olahraga, serta analisis terhadap dokumentasi resmi dari event internasional, penelitian ini menemukan bahwa Bahasa Indonesia digunakan secara efektif dalam berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari pengumuman resmi, penyambutan delegasi, hingga upacara pembukaan dan penutupan. Selain itu, penerapan Bahasa Indonesia dalam interaksi lintas budaya menunjukkan bahwa bahasa dapat menjadi alat diplomasi yang mempererat hubungan antarbangsa. Contoh konkret terlihat pada Asian Games 2018, di mana penggunaan Bahasa Indonesia dalam komunikasi resmi mencerminkan keramahan, profesionalisme, dan semangat inklusivitas yang dimiliki Indonesia. Meski demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan, seperti kurangnya penerjemah profesional dan penguasaan Bahasa Indonesia oleh peserta asing, yang dapat memengaruhi efektivitas komunikasi. Temuan ini menegaskan pentingnya Bahasa Indonesia sebagai aset diplomasi budaya yang perlu terus dikembangkan dan dimanfaatkan dalam event olahraga internasional. Untuk memaksimalkan potensinya, direkomendasikan adanya pelatihan khusus bagi panitia lokal, promosi bahasa melalui media global, serta kolaborasi dengan lembaga internasional untuk memperluas penggunaan Bahasa Indonesia. Dengan demikian, Bahasa Indonesia tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga simbol kebanggaan nasional yang mampu meningkatkan posisi Indonesia di kancah internasional.
Penggunaan Bahasa Motivasi Dalam Instruksi Pelatihan Bola Tangan Refina Jiska Adelia; Yoga Adil Anugrah Zamasi; Wilson Situmorang; Amos Bastanta Gurusinga; Kristian Kevin Chanra
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 6 No 3 (2026): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v6i3.4898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa motivasi dalam instruksi pelatihan bola tangan serta pengaruhnya terhadap semangat, kerja sama, dan kinerja atlet selama proses latihan. Bahasa motivasi memiliki peranan penting dalam menciptakan komunikasi yang efektif antara pelatih dan atlet, karena mampu membangkitkan rasa percaya diri, semangat juang, dan sikap positif terhadap latihan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian terdiri atas seorang pelatih kepala, seorang asisten pelatih, dan sepuluh atlet bola tangan yang berusia antara 18–22 tahun. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan latihan. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk menggambarkan secara menyeluruh pola penggunaan bahasa motivasi dalam proses kepelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatih menggunakan berbagai bentuk bahasa motivasi, seperti kata-kata penyemangat, pujian, kalimat afirmatif, serta tantangan positif. Bentuk komunikasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan fokus, semangat, dan kerja sama antar atlet selama latihan berlangsung. Selain itu, penggunaan bahasa motivasi juga membantu mengurangi tekanan emosional dan meningkatkan hubungan interpersonal antara pelatih dan atlet. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan bahasa motivasi dalam instruksi pelatihan bola tangan memberikan dampak positif terhadap suasana latihan dan perkembangan psikologis atlet. Bahasa motivasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai strategi pembentukan karakter, disiplin, dan kepercayaan diri yang sangat penting dalam mencapai prestasi olahraga.
Pengaruh Intensitas Latihan Fisik Terhadap Kinerja Atlet Regita Nathasa Br. Kemit; Milwanto Hutapea; Stephen Immanuel Pangaribuan; Muhammad Galih Khadafi; Nada Ibnasai Rahman; Rahma Dewi
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 6 No 3 (2026): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v6i3.4899

Abstract

Intensitas latihan fisik merupakan salah satu faktor utama yang menentukan peningkatan performa atlet. Latihan dengan intensitas yang tepat dapat merangsang adaptasi fisiologis, meningkatkan kapasitas aerobik, kekuatan otot, serta daya tahan tubuh. Sebaliknya, latihan dengan intensitas yang tidak sesuai dapat menyebabkan kelelahan berlebih, cedera, atau penurunan performa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai tingkat intensitas latihan fisik terhadap kinerja atlet pada berbagai cabang olahraga. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Sampel terdiri dari 30 atlet yang dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan intensitas latihan: rendah, sedang, dan tinggi. Data dikumpulkan melalui pengukuran VO₂max, kekuatan otot, dan kecepatan reaksi, kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah untuk melihat perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan intensitas latihan fisik terhadap peningkatan kinerja atlet (p < 0.05). Kelompok dengan intensitas tinggi mengalami peningkatan terbesar pada kapasitas aerobik dan kekuatan otot, sedangkan kelompok intensitas sedang menunjukkan keseimbangan terbaik antara peningkatan performa dan pemulihan tubuh. Kesimpulannya, intensitas latihan fisik yang optimal merupakan kunci dalam meningkatkan performa atlet secara berkelanjutan. Pelatih disarankan untuk menyesuaikan beban latihan berdasarkan kondisi fisiologis dan tingkat kebugaran individu agar adaptasi tubuh dapat berlangsung secara efektif tanpa menimbulkan kelelahan berlebih.
Pengaruh Latihan Fisik Terhadap Pemain Tenis Lapangan Regita Nathasa Br Kemit; Tiara Salsabillah Janna; Muhammad Khairul Amri; Reno Faldi Guntur Saputra Sinaga; Anisa; Nurkadri
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 6 No 3 (2026): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v6i3.4994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau literatur yang membahas pengaruh latihan fisik terhadap peningkatan kecepatan dan ketahanan pemain tenis lapangan. Tenis lapangan adalah olahraga yang menuntut daya tahan fisik yang tinggi dan kemampuan bergerak dengan cepat. Latihan fisik yang terprogram dan terarah dapat memainkan peran kunci dalam meningkatkan performa atlet. Dalam olahraga tenis, kecepatan dan ketahanan adalah dua komponen fisik yang sangat penting untuk menunjang performa optimal di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka (literatur review) dengan menganalisis berbagai studi, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan dengan topik tersebut. Analisis dilakukan terhadap berbagai jenis latihan fisik, latihan fisik memiliki dampak positif yang signifikan pada daya tahan dan kecepatan pemain tenis lapangan seperti latihan aerobik, anaerobik, latihan interval, dan kekuatan, yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan dan ketahanan pemain tenis lapangan.
Peran Karate Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Fauzen, M. Nur Ridwan
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 6 No 3 (2026): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v6i3.5060

Abstract

Karate, sebagai seni bela diri, mengajarkan tidak hanya teknik bertarung, tetapi juga filosofi hidup yang mengedepankan nilai-nilai seperti disiplin, penghormatan, kontrol diri, dan kepercayaan diri. Melalui latihan yang berkelanjutan dan tantangan fisik yang diberikan, karate membentuk karakter seorang individu dan membantu mereka mengatasi ketakutan, kecemasan, dan keraguan terhadap kemampuan diri. Artikel ini membahas tentang peran karate dalam meningkatkan kepercayaan diri. Dampak positif yang diperoleh dari mengikuti karate adalah meningkatkan kepercayaan diri kita, menjaga stamina,dan masih banyak manfaat lainnya.
Pengaruh Latihan Plyometrik dan Fleksibilitas terhadap Kinerja Smash pada Atlet Sepak Takraw Dicky Daulay; Daniel Aritonang; Egusti Pelawi; Balintang Sihombing; Ahmad Ginting; Yoga Pratama; Ade Manullang
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 6 No 3 (2026): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v6i3.5071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh latihan plyometric dan fleksibilitas terhadap kinerja smash pada atlet sepak takraw. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan model faktorial 2×2 (jenis latihan × tingkat fleksibilitas). Sebanyak 40 atlet sepak takraw (usia 17–22 tahun) dibagi menjadi 4 kelompok. Intervensi berlangsung selama 8 minggu, tiga kali seminggu. Variabel dependen meliputi kekuatan smash (kecepatan dan ketinggian), serta teknik smash yang dievaluasi menggunakan tes smash kedeng. Hasil menunjukkan: (a) latihan plyometrik secara signifikan meningkatkan kinerja smash dibandingkan dengan latihan beban; (b) atlet dengan fleksibilitas tinggi memperoleh manfaat lebih besar dari latihan plyometrik; (c) pada tingkat fleksibilitas yang lebih rendah, latihan beban memberikan perbaikan yang sedikit lebih baik dalam aspek teknis; (d) interaksi yang signifikan antara jenis latihan dan fleksibilitas ditemukan. Pelatih disarankan untuk mengintegrasikan latihan plyometrik bersama program fleksibilitas khusus dalam pengembangan atlet. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan menggabungkan aspek fisik (fleksibilitas) dan metode latihan dalam peningkatan kinerja sepak takraw.
Pengaruh Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Pelatihan Olahraga di Era Digital Ramadhan, Muhammad Naufal; Fadhlul Aziz, Muhammad Faiq; Rizkyanfi, Mochamad Whilky
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 7 No 1 (2026): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v7i1.5125

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah menghadirkan perubahan signifikan dalam kegiatan pelatihan olahraga, termasuk dalam cara pelatih memberikan instruksi kepada atlet. Dalam situasi tersebut, penggunaan Bahasa Indonesia menjadi sangat penting untuk memastikan komunikasi berlangsung secara jelas, efektif, dan mudah dipahami selama pelatihan berbasis digital. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengaruh penggunaan Bahasa Indonesia dalam pelatihan olahraga di era digital melalui kajian pustaka yang menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan. Metode yang digunakan adalah observasi literatur untuk menemukan temuan-temuan utama mengenai efektivitas penggunaan Bahasa Indonesia dalam proses pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia dapat meningkatkan motivasi atlet, memperkuat interaksi dalam komunikasi digital, memperluas akses terhadap pelatihan, serta meminimalisir kebingungan akibat penggunaan istilah asing. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan Bahasa Indonesia secara optimal berperan dalam meningkatkan pemahaman pembelajaran, kualitas komunikasi, dan efektivitas pelatihan olahraga, terutama dalam proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital.
Pengaruh Bahasa Positif terhadap Peningkatan Kepercayaan Diri Pemain Basket di SMAN 17 Bandung Nabil, Billy Arkaan; Adienigtyas, Adzra’ Zhafirah; Kustolani, Nigell Fakhrizan Fernando; Fajari, Tristan Pandu; Rizkyanfi, Mochamad Whilky
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 6 No 3 (2026): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v6i3.5158

Abstract

Bahasa positif semakin diakui sebagai salah satu strategi psikologis yang berpengaruh dalam proses pembinaan atlet remaja. Di lingkungan olahraga sekolah, khususnya cabang basket, dukungan verbal dari pelatih maupun rekan satu tim dapat membentuk suasana latihan yang lebih kondusif serta mendorong perkembangan mental pemain. Di SMAN 17 Bandung, basket menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang cukup diminati, namun sejumlah pemain masih menunjukkan kepercayaan diri yang fluktuatif, terutama pada situasi kompetitif. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya pendekatan komunikatif yang mampu memperkuat keyakinan diri para pemain. Penelitian ini hadir untuk menggambarkan bagaimana bahasa positif diterapkan serta sejauh mana pengaruhnya terhadap kepercayaan diri pemain basket di sekolah tersebut.
Peran Bahasa Indonesia Dalam Mendorong Kesadaran Mental Health Melalui Olahraga Ringan di Media Sosial Saputra, Indra; Moh. Zabyar Firdaus; Muhammad Habib Maulana; Bagja Putra Demaris; Kafka Hanuyya Aulia; Muhammad Zaki Khoiri; Mochamad Whilky Rizkyanfi
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 6 No 3 (2026): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v6i3.5186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bahasa Indonesia dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap isu mental health melalui konten olahraga ringan di media sosial. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional memiliki kekuatan komunikatif yang dapat memengaruhi cara berpikir dan bertindak masyarakat, terutama dalam konteks promosi kesehatan mental. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis konten unggahan pada beberapa platform media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook dan YouTube yang membahas keterkaitan antara olahraga ringan dan kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang sederhana, inklusif, dan empatik mampu meningkatkan pemahaman serta keterlibatan masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental melalui aktivitas fisik ringan. Selain itu, gaya bahasa yang persuasif dan positif terbukti efektif dalam membentuk citra bahwa olahraga bukan hanya untuk kesehatan fisik, tetapi juga sebagai sarana pemulihan mental. Kesimpulannya, bahasa Indonesia berperan penting sebagai alat komunikasi publik yang strategis dalam meningkatkan kesadaran mental health di era digital melalui olahraga ringan .
Peran Bahasa Indonesia dalam Mempersatukan Para Atlet dari Berbagai Daerah Evan Dhiaurrachman; Irma Nur Hayati; Muhammad Rizki Pratama; Shantika Destiani; Reyvan Andri Komara; Elsa Sita Resa; Mochamad Whilky Rizkyanfi
Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga Vol 6 No 3 (2026): Jumper: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jumper.v6i3.5194

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki peran sentral sebagai alat komunikasi dan pemersatu bangsa, khususnya dalam konteks olahraga di Indonesia yang multibahasa dan multikultural. Dengan lebih dari 57.000 pulau dan lebih dari 700 bahasa daerah, penggunaan Bahasa Indonesia memudahkan para atlet untuk berkomunikasi, beradaptasi, dan membangun kerja sama meskipun berasal dari latar budaya yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 20 responden yang aktif di dunia olahraga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia tidak hanya mempermudah komunikasi dan koordinasi tim, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri, persahabatan, solidaritas, serta sportivitas antar atlet. Selain itu, bahasa juga berfungsi sebagai sarana ekspresi, identitas, dan pembentukan karakter moral yang baik. Meskipun istilah asing dalam olahraga kadang menimbulkan kesulitan pemahaman, Bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa utama yang menjaga persatuan, meminimalkan kesalahpahaman, dan memperkuat rasa kebersamaan di antara atlet dari berbagai daerah. Penelitian ini menegaskan bahwa Bahasa Indonesia tidak sekadar sarana komunikasi, melainkan juga alat pemersatu, penunjang prestasi, dan simbol identitas nasional dalam dunia olahraga.