cover
Contact Name
Sangidatus sholiha
Contact Email
sangidatus@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sangidatus@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116, 15A Iringmulyo, Metro Timur, Kota Metro, Lampung
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Edunomia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi
ISSN : 27465578     EISSN : 27465586     DOI : http://dx.doi.org/1024127
EDUNOMIA is a journal of economic education of FKIP of Universitas Muhammadiyah Metro. This journal published two times a year every May and November, to accommodate the results of research, articles and scientific papers, to the entire course of economic education in Indonesia
Articles 161 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK DAN SELF CONFIDENCE PADA MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 6 SURAKARTA Sukaningtyas, Stefani Murwani; Khresna Bayu Sangka
EDUNOMIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/edunomia.v6i2.11295

Abstract

ABSTRAK Rendahnya minat berwirausaha pada siswa menjadi permasalahan penting di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, khususnya pemanfaatan media sosial seperti TikTok serta faktor internal berupa self-confidence. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial TikTok dan self-confidence terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI SMK Negeri 6 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik probability sampling melalui proportioned random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form yang disebarkan kepada siswa kelas XI dari seluruh jurusan. Uji validitas menggunakan Korelasi Pearson Product Moment, sedangkan analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana dan berganda menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial TikTok dan self-confidence secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI SMK Negeri 6 Surakarta. Dengan demikian, pemanfaatan TikTok sebagai media informasi, inspirasi, dan promosi kewirausahaan serta penguatan self-confidence siswa dapat menjadi faktor penting dalam mendorong minat berwirausaha. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah dan guru kewirausahaan perlu mengintegrasikan media sosial secara positif dalam pembelajaran kewirausahaan serta mengembangkan aktivitas yang dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam merancang, mempromosikan, dan menjalankan ide usaha. Kata kunci: media sosial; minat berwirausaha; self confidence; tiktok ABSTRACT The low interest in entrepreneurship in students is an important problem in the midst of the rapid development of digital technology, especially the use of social media such as TikTok and internal factors in the form of self-confidence. This study aims to analyze the influence of TikTok social media use and self-confidence on the entrepreneurial interest of grade XI students of SMK Negeri 6 Surakarta. This study uses a quantitative descriptive approach with probability sampling techniques through proportional random sampling. Data was collected through a Google Form-based questionnaire which was distributed to grade XI students from all departments. The validity test used Pearson Product Moment Correlations, while data analysis was carried out by simple and multiple linear regression using SPSS 26. The results showed that the use of TikTok social media and self-confidence partially or simultaneously had a positive and significant effect on the entrepreneurial interest of grade XI students of SMK Negeri 6 Surakarta. Thus, the use of TikTok as a medium of information, inspiration, and promotion of entrepreneurship as well as strengthening students' self-confidence can be an important factor in encouraging entrepreneurial interest. The implications of this study show that schools and entrepreneurship teachers need to integrate social media positively in entrepreneurship learning and develop activities that can increase students' confidence in designing, promoting, and running business ideas. Keywords: entrepreneurial interest; self-confidence; social media; tiktok
PENGARUH LITERASI DIGITAL DAN DUKUNGAN KOMUNITAS TERHADAP RESILIENSI PROFESIONAL GURU KEJURUAN BISNIS DIGITAL MELALUI SELF-EFFICACY Nurfiana, Wiwik; Mahmud, Amir
EDUNOMIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/edunomia.v6i2.11300

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut guru SMK terutama guru kejuruan bisnis digital agar terus beradaptasi, sementara tingginya beban kerja serta tekanan professional terus berpotensi menurunkan resiliensi. Kondisi ini menunjukkan faktor literasi digital, dukungan komunitas serta Self-efficacy merupakan faktor penting untuk menjaga resiliensi professional guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital dan dukungan komunitas terhadap resiliensi profesional guru kejuruan bisnis digital melalui Self-efficacy di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 50 guru yang tergabung dalam komunitas yaitu MGMP Pemasaran dengan teknik sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala likert dan dianalisis dengan regresi linier berganda serta analisis jalur dengan bantuan SPSS 25 dan uji sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh terhadap resiliensi professional dan Self-efficacy. Dukungan komunitas tidak berpengaruh langsung terhadap resiliensi professional, namun berpengaruh signifikan terhadap Self-efficacy. Self-efficacy terbukti berpengaruh signifikan terhadap resiliensi professional serta berperan sebagai mediator parsial pada pengaruh literasi digital dan mediator penuh pada pengaruh dukungan komunitas terhadap resiliensi professional. Hal ini menegaskan bahwa resiliensi professional tidak hanya dipengaruhi oleh kompetensi teknis, namun juga melalui keyakinan diri sebagai faktor psikologi utama. Penelitian ini menegaskan bahwa perlunya penguatan literasi digital dan Self-efficacy menjadi strategi penting dalam meningkatkan resiliensi professional sekaligus peran dukungan komunitas menjadi wadah kolaborasi dan refleksi dalam menghadapi dinamika Pendidikan berbais teknologi. Kata Kunci: dukungan komunitas; literasi digital; resiliensi profesional; self-efficacy. ABSTRACT The rapid development of digital technology requires vocational high school teachers, especially digital business vocational teachers, to continuously adapt, while the high workload and professional pressure continue to have the potential to reduce resilience. This condition indicates that digital literacy, community support, and Self-efficacy are important faktors in maintaining teacher professional resilience. This study aims to analyze the influence of digital literacy and community support on the professional resilience of digital business vocational teachers through Self-efficacy in Semarang City. This study uses a quantitative approach with a survey method of 50 teachers who are members of the community, namely MGMP Pemasaran, using census techniques. Data were collected through a questionnaire using a Likert scale and analyzed by multiple linear regression and path analysis with the help of SPSS 25 and the Sobel test. The results show that digital literacy influences professional resilience and Self-efficacy. Community support does not directly influence professional resilience, but has a significant effect on Self-efficacy. Self-efficacy is proven to have a significant effect on professional resilience and acts as a partial mediator of the influence of digital literacy and a full mediator of the influence of community support on professional resilience. This confirms that professional resilience is influenced not only by technical competence but also by self-confidence, a key psychological faktor. This research emphasizes the need to strengthen digital literacy and Self-efficacy as crucial strategies for enhancing professional resilience, as well as the role of community support as a platform for collaboration and reflection in navigating the dynamics of technology-based education. Keywords: community support; digital literacy; professional resilience; self-efficacy
THE ANALYSIS OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) USAGE PHENOMENA IN ONLINE DISCUSSIONS OF ECONOMIC EDUCATION STUDENTS Sesriyani, Lodya; Rahayu, Sri
EDUNOMIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/edunomia.v6i2.11316

Abstract

ABSTRACT The rapid integration of Artificial Intelligence (AI) in the higher education ecosystem poses new challenges to the originality of thought and students' cognitive processes. While AI offers efficiency, its unregulated use has the potential to degrade critical inquiry skills, particularly in courses demanding a profound understanding of human behavior. This study aims to analyze the phenomenon of AI usage among second-semester students in the Economic Education Study Program, specifically within the "Human Development" course. A descriptive qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected from 32 discussion transcripts on the Mentari platform and validated through time-stamp analysis and in-class cross-verification (member checking). The findings reveal that 87.5% of students utilized AI to complete their discussion assignments, characterized by high linguistic homogeneity, formal-synthetic syntax, and a lack of contextual reflection. Empirical evidence shows a significant "knowledge-wisdom gap," where students produce sophisticated text without conceptual mastery. The study concludes that AI dependency at UNPAM has created an "academic facade," shifting the learning process from reflective inquiry to automated task completion. It is recommended that lecturers redesign discussion prompts into "AI-proof" assignments that prioritize local context and personal reflection to restore pedagogical integrity in the digital era. Keywords: artificial intelligence; development of learners; economic education; mentari unpam; online learning ABSTRAK Pesatnya integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam ekosistem pendidikan tinggi membawa tantangan baru terhadap orisinalitas pemikiran dan proses kognitif mahasiswa. Meskipun AI menawarkan efisiensi, penggunaannya yang tidak teregulasi berpotensi mendegradasi kemampuan inkuiri kritis, terutama dalam mata kuliah yang menuntut pemahaman mendalam mengenai perilaku manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena penggunaan AI di kalangan mahasiswa semester dua Program Studi Pendidikan Ekonomi, khususnya pada mata kuliah "Perkembangan Peserta Didik". Pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dari 32 transkrip diskusi di platform Mentari dan divalidasi melalui analisis time-stamp serta verifikasi silang di dalam kelas (member checking). Temuan menunjukkan bahwa 87,5% mahasiswa menggunakan AI untuk menyelesaikan tugas diskusi mereka, yang ditandai dengan homogenitas linguistik yang tinggi, sintaksis formal-sintetis, dan kurangnya refleksi kontekstual. Bukti empiris menunjukkan adanya celah pengetahuan-kebijaksanaan (knowledge-wisdom gap) yang signifikan, di mana mahasiswa menghasilkan teks yang canggih tanpa penguasaan konsep. Penelitian menyimpulkan bahwa ketergantungan pada AI di UNPAM telah menciptakan fasad akademik, mengubah proses belajar dari inkuiri reflektif menjadi penyelesaian tugas otomatis. Disarankan agar dosen merancang ulang instruksi diskusi menjadi tugas yang tahan AI (AI-proof) dengan memprioritaskan konteks lokal dan refleksi personal untuk memulihkan integritas pedagogis di era digital. Kata Kunci:​ artificial intelligence; mentari unpam; pembelajaran daring; pendidikan ekonomi; perkembangan peserta didik
ANALISIS FAKTOR PENENTU ADOPSI PAYLATER DALAM KONTEKS PENGAMBILAN KEPUTUSAN KREDIT KONSUMEN Ni Putu Eka Setiasih; Ni Kadek Wahyuni Merta Sari
EDUNOMIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/edunomia.v6i2.11342

Abstract

ABSTRAK Penggunaan layanan paylater di Indonesia tumbuh pesat namun diikuti oleh meningkatnya risiko gagal bayar dan perilaku konsumtif. Kemudahan akses diduga menjadi faktor pendorong utama, namun hasil penelitian sebelumnya menunjukkan inkonsistensi sehingga belum jelas bagaimana pengaruhnya terhadap keputusan penggunaan kredit konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemudahan akses paylater terhadap keputusan penggunaan kredit konsumen serta mengidentifikasi konsistensi dan inkonsistensi temuan empiris. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis dengan menelusuri artikel dari Google Scholar, SINTA, dan jurnal bereputasi dalam 10 tahun terakhir, menggunakan kata kunci terkait paylater, perceived ease of use, dan keputusan kredit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan akses berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan kredit, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui persepsi manfaat. Namun, beberapa studi melaporkan pengaruh yang tidak signifikan, yang mengindikasikan peran variabel moderasi seperti literasi keuangan, self-control, dan persepsi risiko. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kemudahan akses merupakan determinan penting tetapi bukan satu-satunya faktor penentu keputusan penggunaan kredit konsumen. Kontribusi penelitian dalam ilmu pengetahuan adalah memperkaya Technology Acceptance Model (TAM) dalam konteks paylater dengan memetakan peran mediasi (persepsi manfaat) dan moderasi (literasi keuangan, self-control, persepsi risiko) yang sebelumnya belum disintesis secara sistematis, serta menyediakan peta jalan bagi penelitian selanjutnya. Kata Kunci: buy now pay later; kemudahan akses; keputusan penggunaan kredit; literasi keuangan; perceived ease of use ABSTRACT The use of paylater services in Indonesia has grown rapidly, yet it has been accompanied by an increasing risk of default and consumptive behavior. Perceived ease of access is suspected to be a major driving factor; however, previous studies show inconsistent results, making it unclear how ease of access affects consumer credit usage decisions. This study aims to analyze the influence of perceived ease of access of paylater services on consumer credit usage decisions and to identify consistencies and inconsistencies in empirical findings. A systematic literature review was conducted by searching articles from Google Scholar, SINTA, and reputable journals published within the last 10 years, using keywords related to paylater, perceived ease of use, and credit decisions. The findings indicate that perceived ease of access has a positive and significant effect on credit usage decisions, both directly and indirectly through perceived usefulness. However, several studies report non-significant effects, indicating the role of moderating variables such as financial literacy, self-control, and perceived risk. This study concludes that perceived ease of access is an important determinant but not the sole factor in consumer credit usage decisions. The contribution of this research to knowledge is enriching the Technology Acceptance Model (TAM) in the paylater context by mapping the mediating role (perceived usefulness) and moderating roles (financial literacy, self-control, perceived risk) that have not previously been systematically synthesized, as well as providing a roadmap for future research. Keywords: buy now pay later; consumer credit decision; financial literacy; perceived ease of access; perceived ease of use
ANALISIS PENERAPAN APLIKASI PEGADAIAN SYARIAH DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KEMUDAHAN TRANSAKSI NASABAH BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH Nasution, Lis Mawarni; Nurbaiti; Wahyu Syarvina
EDUNOMIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/edunomia.v6i2.11346

Abstract

ABSTRAK Perkembangan digitalisasi dalam layanan keuangan syariah menuntut adanya sistem transaksi yang tidak hanya efisien dan aman, tetapi juga sesuai dengan prinsip fiqh muamalah. Namun, masih terdapat permasalahan terkait keterbatasan literasi digital serta pemahaman akad syariah di kalangan nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Aplikasi Pegadaian Syariah Digital Service (PSDS) dalam meningkatkan kemudahan transaksi nasabah berdasarkan prinsip syariah Islam di Kota Medan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap nasabah pengguna PSDS yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PSDS memberikan kontribusi positif terhadap kemudahan transaksi, yang ditandai dengan efisiensi waktu, fleksibilitas akses layanan, kejelasan informasi, serta penyederhanaan prosedur pembayaran dan pelunasan rahn. Selain itu, tingkat kepercayaan nasabah terhadap keamanan dan kehalalan transaksi tergolong tinggi, didukung oleh penerapan akad rahn dan ijarah yang transparan serta bebas riba di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan. Meskipun demikian, kendala berupa rendahnya literasi digital dan pemahaman akad masih ditemukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PSDS efektif dalam meningkatkan kemudahan transaksi sesuai prinsip syariah, namun perlu didukung dengan edukasi berkelanjutan. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan pemahaman empiris mengenai optimalisasi layanan digital syariah dalam meningkatkan kualitas transaksi nasabah. Kata Kunci: digitalisasi keuangan; kemudahan transaksi; kepercayaan nasabah; pegadaian syariah Digital; prinsip syariah ABSTRACT The development of digitalization in Islamic financial services demands transaction systems that are not only efficient and secure but also compliant with Islamic law principles. However, challenges remain, particularly related to limited digital literacy and understanding of sharia contracts among customers. This study aims to analyze the implementation of the Pegadaian Sharia Digital Service (PSDS) application in improving customer transaction convenience based on Islamic principles in Medan City. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation from PSDS users selected using purposive sampling. The findings indicate that the implementation of PSDS has a positive impact on transaction convenience, as reflected in time efficiency, service accessibility flexibility, clarity of transaction information, and simplified procedures for payment and rahn settlement. Furthermore, customer trust in the security and sharia compliance of transactions is relatively high, supported by the transparent implementation of rahn and ijarah contracts, free from riba, under the supervision of the Financial Services Authority. Nevertheless, obstacles such as limited digital literacy and understanding of sharia contracts persist among some users. This study concludes that PSDS is effective in enhancing transaction convenience in accordance with Islamic principles, although continuous education and socialization are required. The contribution of this research lies in providing empirical insights into the optimization of digital Islamic financial services to improve customer transaction quality. Keywords: customer trust; ease of transactions; financial digitalization; sharia digital pawnshop services; sharia-compliant principles
PENGARUH SELF-EFFICACY DAN UMPAN BALIK DOSEN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA KEGURUAN EKONOMI Dalimunthe, Muhammad Bukhori; Hutasuhut, Saidun; Situmorang, Cheresentia; Siburian, Marshanda; Hutasoit, Era Sulastri; Nababan, Stevani
EDUNOMIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/edunomia.v6i2.11353

Abstract

ABSTRAK Motivasi belajar merupakan salah satu kunci keberhasilan studi mahasiswa di jenjang perguruan tinggi. Urgensi riset ini menawarkan motivasi yang dipicu dari faktor internal dan internal pada diri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh self-efficacy dan umpan balik yang diberikan dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa keguruan yang sedang mempersiapkan diri menjadi tenaga pendidik ekonomi. Pendekatan kuantitatif berbasis survei diterapkan dalam penelitian ini, dengan data yang dikumpulkan dari 40 mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi di Universitas Negeri Medan sebagai partisipan. Data dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda yang disertai dengan serangkaian pengujian asumsi klasik serta pembuktian hipotesis melalui uji t maupun uji F. Hasil penelitian secara empiris membuktikan bahwa self-efficacy memberikan pengaruh yang positif dan bermakna secara statistik terhadap motivasi belajar, dengan taraf signifikansi yang diperoleh sebesar 0,005, lebih kecil dari 0,05. Di sisi lain, variabel umpan balik dosen tidak terbukti memberikan pengaruh parsial yang signifikan, meskipun koefisiennya menunjukkan arah yang positif dengan nilai signifikansi 0,496 yang berada di atas ambang 0,05. Secara kolektif, kedua variabel tersebut memiliki pengaruh signifikan sebesar 29,9% terhadap motivasi belajar. Hasil ini mempertegas bahwa determinan interna atau keyakinan diri lebih berpeinterestran kuat dibandingkan dukungan eksternal, sehingga peningkatan kualitas pembelajaran sebaiknya diprioritaskan pada penguatan kapasitas diri mahasiswa dengan dukungan umpan balik yang lebih terarah. Riset ini berkontribusi kepada para cendikiawan pada anteseden umpan balik dari dosen yang belum optimal berkontribusi terhadap motivasi belajar mahasiswa. Dibutuhkan estafet riset yang lebih komprehensif yang mengeksplorasi strategi, metode, atau kebijakan yang mengoptimalkan umpan balik pada proses pembelajaran di kelas. Kata Kunci: mahasiswa keguruan ekonomi; motivasi belajar; self-efficacy; umpan balik. ABSTRACT Motivation to learn is key to student success in higher education. The urgency of this research is to explore motivation driven by both internal and external factors within students. The aims study is intended to examine how self-efficacy and the feedback provided by lecturers influence the learning motivation among prospective economics teachers. Using a survey-based quantitative design, the study gathered data from 40 participants enrolled in the Economic Education program at Universitas Negeri Medan. The analytical procedure employed multiple linear regression, supplemented by classical assumption verification and hypothesis evaluation through both t-tests and F-tests. Empirical findings confirm that self-efficacy contributes positively and significantly to learning motivation, with a significance value of 0.005, which falls below the 0.05 threshold. Conversely, the lecturer feedback variable has not been proven to exert a significant partial influence, despite its positive directional coefficient with a significance value of 0.496, exceeding the 0.05 threshold. Collectively, both variables account for a significant influence of 29.9% on learning motivation. These results emphasize that internal determinants, particularly self-belief, play a more substantial role compared to external support. Consequently, improving the quality of learning should prioritize strengthening students' self-capacity, complemented by more targeted instructional feedback. This research contributes to scholars' understanding of the antecedents of lecturer feedback, which suboptimally contributes to student learning motivation. A more comprehensive research effort is needed that explores strategies, methods, or policies that optimize feedback in the classroom learning process. Keywords: feedback; learning motivation; prospective teacher; self-efficacy.
LITERASI DAN KESADARAN HAMBATAN ADOPSI EKONOMI HIJAU PADA UMKM KULINER DI KABUPATEN TANGERANG Dila Lestari, Fitra; Indah Nikensari, Sri; Riswandi, Riswandi; Putri Kusumaningtyas, Daru
EDUNOMIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/edunomia.v6i2.11357

Abstract

ABSTRAK UMKM kuliner di Indonesia menghadapi tantangan dalam mengadopsi praktik ekonomi hijau meskipun sektor ini memiliki potensi signifikan untuk pengembangan ekonomi daerah. Literasi ekonomi hijau dan kesadaran terhadap hambatan implementasi masih rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi ekonomi hijau terhadap potensi adopsi praktik ekonomi hijau berkelanjutan dengan kesadaran terhadap hambatan implementasi sebagai variabel mediasi pada UMKM sektor kuliner di Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan purposive sampling terhadap 150 UMKM sektor kuliner, data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian mengungkapkan tiga temuan kunci: (1) literasi ekonomi hijau memiliki pengaruh positif signifikan terhadap potensi adopsi (β=0,335, p<0,05); (2) literasi meningkatkan kesadaran hambatan, yang justru memicu perilaku pencarian solusi secara proaktif (β=0,517, p<0,05); (3) kesadaran terhadap hambatan implementasi memediasi secara positif hubungan literasi-adopsi (β=0,511, p<0,05), berfungsi sebagai katalis untuk motivasi implementasi strategis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkenalkan konsep “kesadaran hambatan sebagai katalis positif” dan menjadi sebuah konstruk baru yang menantang asumsi konvensional bahwa persepsi hambatan bersifat menghambat adopsi. Sebaliknya, penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa kesadaran terhadap hambatan, ketika ada literasi yang memadai, justru berfungsi sebagai mekanisme motivasional yang mendorong perilaku proaktif pelaku UMKM. Kontribusi ini memperluas kerangka teori perilaku terencana (Theory of Planned Behavior) dan teori difusi inovasi dalam konteks ekonomi hijau di negara berkembang, khususnya pada UMKM. Temuan merekomendasikan pengembangan program literasi ekonomi hijau terstruktur, penguatan ekosistem dukungan kolaboratif antara pemerintah, UMKM, akademisi, dan penerapan kebijakan insentif untuk adopsi ekonomi hijau guna mempercepat pencapaian SDG di tingkat lokal. Kata Kunci: adopsi ekonomi hijau; kesadaran hambatan; literasi ekonomi hijau; potensi UMKM ABSTRACT Culinary SMEs in Indonesia face challenges in adopting green economy practices despite the sector having significant potential for regional economic development. Green economy literacy and awareness of implementation barriers remain low. This study aims to analyze the influence of green economy literacy on the potential adoption of sustainable green economy practices with awareness of implementation barriers as a mediating variable among culinary SMEs in Indonesia. Using a quantitative approach with purposive sampling of 150 culinary SMEs, data were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). The findings reveal three key results: (1) green economy literacy has a significant positive effect on adoption potential (β=0.335, p<0.05); (2) literacy enhances barrier awareness, which in turn triggers proactive solution-seeking behavior (β=0.517, p<0.05); (3) awareness of implementation barriers positively mediates the literacy-adoption relationship (β=0.511, p<0.05), functioning as a catalyst for strategic implementation motivation. This study contributes theoretically by introducing the concept of "barrier awareness as a positive catalyst" as a novel construct that challenges the conventional assumption that barrier perception inhibits adoption. Empirically, this study demonstrates that awareness of barriers, when supported by adequate literacy, functions as a motivational mechanism that encourages proactive behavior among SME actors. This contribution extends the Theory of Planned Behavior and innovation diffusion theory within the green economy context in developing countries, particularly among SMEs. The findings recommend developing structured green economy literacy programs, strengthening collaborative support ecosystems among government, SMEs, and academics, and implementing incentive policies for green economy adoption to accelerate the achievement of local level SDGs. Keywords: barrier awareness; green economy adoption; green economic literacy; MSME potential
EFFECTIVENESS OF THE INDEPENDENT ENTREPRENEURSHIP PROGRAM ON IMPROVING STUDENTS' MINDSET, SOFT SKILLS, AND HARD SKILLS Amri, Ulil; Jasri, Jasri; Roslinda, Roslinda; Hatharita, Rafiqa
EDUNOMIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The implementation of entrepreneurship programs in higher education is increasingly important as universities are expected to produce graduates who are not only academically competent but also adaptive, innovative, and capable of creating business opportunities. However, the effectiveness of the Independent Entrepreneurship Program in improving students’ entrepreneurial competencies has not been widely evaluated at the institutional level. This study aimed to examine the effectiveness of the Independent Entrepreneurship Program in improving students’ entrepreneurial mindset, soft skills, and hard skills at Universitas Muhammadiyah Makassar. A quantitative approach was employed using linear regression analysis involving 90 students who participated in the program. The results showed that the Independent Entrepreneurship Program had a significant effect on entrepreneurial mindset (regression coefficient = 0.669; p = 0.000), soft skills (regression coefficient = 0.632; p = 0.000), and hard skills (regression coefficient = 0.770; p = 0.000). These findings indicate that students’ direct involvement in entrepreneurial activities contributes positively to the development of entrepreneurial attitudes, interpersonal and managerial abilities, and technical business skills. This study contributes to the literature on entrepreneurship education by providing empirical evidence that experiential learning-based entrepreneurship programs can strengthen multidimensional entrepreneurial competence in higher education. Practically, the findings offer recommendations for universities to improve the design and implementation of entrepreneurship programs that are more relevant to students’ future career and business challenges. Keywords: hard skill; entrepreneurship; mindset; soft skills; independent entrepreneurs ABSTRAK Pelaksanaan program kewirausahaan di perguruan tinggi menjadi semakin penting karena perguruan tinggi dituntut menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, dan mampu menciptakan peluang usaha. Namun demikian, efektivitas Program Wirausaha Merdeka dalam meningkatkan kompetensi kewirausahaan mahasiswa masih belum banyak dievaluasi pada tingkat institusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Program Wirausaha Merdeka dalam meningkatkan entrepreneurial mindset, soft skills, dan hard skills mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier terhadap 90 mahasiswa peserta program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Wirausaha Merdeka berpengaruh signifikan terhadap entrepreneurial mindset (koefisien regresi = 0,669; p = 0,000), soft skills (koefisien regresi = 0,632; p = 0,000), dan hard skills (koefisien regresi = 0,770; p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan langsung mahasiswa dalam aktivitas kewirausahaan berkontribusi positif terhadap pengembangan pola pikir kewirausahaan, kemampuan interpersonal dan manajerial, serta keterampilan teknis bisnis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian pendidikan kewirausahaan dengan menghadirkan bukti empiris bahwa program kewirausahaan berbasis experiential learning mampu memperkuat kompetensi kewirausahaan multidimensi di perguruan tinggi. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi perguruan tinggi dalam menyempurnakan desain dan implementasi program kewirausahaan yang lebih relevan dengan tantangan karier dan dunia usaha masa depan. Kata Kunci:​ hard skill; kewirausahaan; mindset; soft skill; wirausaha merdeka
DETERMINAN MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA DENGAN MENGGUNAKAN ANALISA JALUR (STUDI KASUS PADA MAHASISWA DI KOTA KEDIRI) Yopi Yudha utama; Ulfi Dina Hamida; Mundhori
EDUNOMIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/edunomia.v6i2.11397

Abstract

ABSTRAK Tingkat pengangguran yang mencapai 5,32% merupakan suatu tantangan yang harus diatasi oleh pemerintahan. Salah satu solusi yang sering diusulkan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengembangkan kewirausahaan, terutama di kalangan mahasiswa sebagai generasi penerus. Kewirausahaan merupakan penggerak pertumbuhan ekonomi dan inovasi, yang dapat membantu mengurangi ketimpangan ekonomi dan meningkatkan pendapatan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan, literasi keuangan, ekspektasi pendapatan, dan lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha mahasiswa di Kota Kediri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei yang melibatkan mahasiswa sebagai responden. Hasil analisis menunjukkan hasil penelitian ini menempatkan ekspektasi pendapatan sebagai prediktor terkuat minat berwirausaha (β = 0,493), diikuti oleh lingkungan keluarga (β = 0,168), pendidikan kewirausahaan (β = 0,153), sementara literasi keuangan tidak terbukti berpengaruh signifikan (β = 0,096, p = 0,111). Dari hasil tersebut maka, peningkatan minat berwirausaha mahasiswa memerlukan pendekatan multidimensional yang mengintegrasikan experiential learning dalam kurikulum, pemanfaatan narasi sukses wirausahawan lokal untuk membangun ekspektasi pendapatan yang realistis, serta pelibatan aktif keluarga melalui program mentoring sebagai katalis ekosistem kewirausahaan kampus. Selain itu, literasi keuangan perlu diposisikan ulang bukan sebagai prasyarat minat, melainkan sebagai kompetensi strategis yang dibangun secara bertahap untuk memperkuat keberlangsungan dan keberhasilan usaha mahasiswa di masa mendatang. Penelitian ini memperkaya pengembangan diskusi terkait minat berwirausaha dengan memberikan dasar empiris baru dalam memahami struktur dan prioritas faktor pembentuk intensi kewirausahaan pada mahasiswa. Kata Kunci: ekspektasi pendapatan; literasi keuangan; minat berwirausaha; pendidikan kewirausahaan ABSTRACT The government needs to handle the issue of the jobless rate rising to 5.32%. Developing entrepreneurship, particularly among students as the next generation, is one of the strategies frequently put out to address this problem. Entrepreneurship promotes economic growth and innovation, which can lower economic inequality and raise national GDP. This study aims to analyze the influence of entrepreneurship education, financial literacy, income expectations, and family environment on the entrepreneurial interest of students in Kediri City. The research method uses a quantitative approach with survey techniques involving students as respondents. The analysis results show that this study places income expectations as the strongest predictor of entrepreneurial interest (β = 0.493), followed by family environment (β = 0.168), and entrepreneurship education (β = 0.153), while financial literacy was not found to have a significant effect (β = 0.096, p = 0.111). From these results, the increase in students' entrepreneurial interest requires a multidimensional approach that integrates experiential learning into the curriculum, utilizes success stories of local entrepreneurs to build realistic income expectations, and actively involves families thru mentoring programs as catalysts for the campus entrepreneurial ecosystem. Moreover, financial literacy needs to be repositioned not as a prerequisite for interest, but as a strategic competence that is built gradually to strengthen the sustainability and success of student ventures in the future. This research enriches the development of discussions related to entrepreneurial interest by providing new empirical foundations for understanding the structure and priority of factors shaping entrepreneurial intention among students. Keywords: income expectations; financial literacy; entrepreneurial interest; entrepreneurship education
MEMANFAATKAN EKOWISATA UNTUK MEMPERKUAT EKONOMI LOKAL BERBASIS KOMUNITAS: STUDI DARI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU JAWA TIMUR INDONESIA Hudha, Choirul; Sukidin, Sukidin; Wulandari, Putri; Rachmawati, Sela; Hartanto, Wiwin
EDUNOMIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger semeru memiliki potensi ekowisata yang besar, namun pemanfaatannya dalam memperkuat ekonomi lokal masih belum optimal. Ketimpangan akses ekonomi, keterbatasan kapasitas manajerial pelaku usaha, serta ketergantungan pada musim kunjungan wisata menjadi tantangan utama. Kondisi ini menunjukkan urgensi pengelolaan ekowisata yang inklusif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekowisata dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif masyarakat dalam memanfaatkan peluang ekonomi dari aktivitas ekowisata. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha meliputi pengrajin lokal, pemandu wisata, penyedia jasa wisata, penjual suvenir, serta pelaku usaha produk olahan pertanian. Analisis data dilakukan melalui tahapan transkripsi, reduksi, kategorisasi, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekowisata berkontribusi mendorong pertumbuhan UMKM melalui diversifikasi usaha seperti homestay, transportasi wisata, kuliner lokal, dan kerajinan khas daerah. Selain itu, ekowisata juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kapasitas kewirausahaan berbasis komunitas. Namun tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan kapasitas manajerial pelaku usaha dan ketergantungan pada fluktuasi kunjungan wisata. Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan ekowisata berbasis partisipasi masyarakat merupakan kunci dalam menguatkan pembangunan ekonomi lokal berkelanjutan serta menjaga kelestarian lingkungan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi perumusan kebijakan yang mendorong sinergi antara ekowisata dan pelaku UMKM. Kata Kunci: ekonomi berbasis komunitas; ekowisata; UMKM; wisata berkelanjutan ABSTRACT The Bromo Tengger Semeru National Park area has significant ecotourism potential, yet its utilization to strengthen the local economy remains suboptimal. Economic inequality, limited managerial capacity among business operators, and dependence on the tourist season pose the primary challenges. These conditions underscore the urgency of implementing inclusive and sustainable ecotourism management to improve the well-being of local communities. This study aims to analyze the role of ecotourism in strengthening community-based local economies. It employs an interpretive qualitative approach with a phenomenological design to understand the subjective experiences of communities in capitalizing on economic opportunities from ecotourism activities. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation of business operators, including local artisans, tour guides, tourism service providers, souvenir sellers, and operators of processed agricultural products. Data analysis was conducted through the stages of transcription, reduction, categorization, and interpretation of meaning. The research findings indicate that ecotourism contributes to driving the growth of MSMEs through business diversification, such as homestays, tourist transportation, local cuisine, and regional handicrafts. Additionally, ecotourism plays a role in creating jobs, increasing community income, and strengthening community-based entrepreneurial capacity. However, the challenges faced include limited managerial capacity among business operators and dependence on fluctuations in tourist visits. This study emphasizes that community-participatory ecotourism management is key to strengthening sustainable local economic development and preserving the environment. These findings have important implications for policy formulation that promotes synergy between ecotourism and SMEs operators. Keywords: community-based economy; ecotourism; SMEs; sustainable tourism