cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
PERHITUNGAN SUMBERDAYA PASIR PASANG DENGAN METODE PENAMPANG MELINTANG DI AREAL IUP CV. ANUGRAH BUMI BORNEO KECAMATAN BEDUAI KABUPATEN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT Mawarni, Renita; Marsudi, -; Sutarto, -
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.515 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.28099

Abstract

Kalimantan Barat merupakan sebuah wilayah yang kaya akan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya. Ada banyak potensi yang masih belum tereksplorasi yang bisa dimanfaatkan demi kepentingan orang banyak, salah satu potensi bahan galian itu adalah pasir pasang karena pasir pasang merupakan bahan pokok dari infrastruktur, konstruksi maupun industri. Maka diperlukan suatu kajian atau perhitungan mengenai jumlah sumberdaya yang terdapat pada CV. Anugrah Bumi Borneo. Penaksiran sumberdaya yang dilakukan di CV. Anugrah Bumi Borneo menggunakan metode cross section dengan tujuan untuk mengetahui berapa besar sumberdaya pasir pada daerah penelitian.Luas daerah pasir pada daerah penelitian adalah 6 Ha. Metode cross section (penampang melintang) dilakukan dengan menghubungkan penampang satu dengan penampang lainnya, sehingga setiap perhitungan volume dibatasi oleh dua penampang dan sepanjang jarak antara dua sayatan yaitu 30 meter dengan hasil perhitungan sebesar 135,165.00 . Kata kunci : Cross section, pasir, sumberdaya.
PEMETAAN RAWAN BANJIR DI KECAMATAN PONTIANAK SELATAN DAN PONTIANAK TENGGARA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Kurnia, M. Irvan; Mulki, Gusti Zulkfli; Firdaus, Hendri
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.902 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.34343

Abstract

Banjir merupakan gejala alam yang terjadi karena proses alami dan aktivitas manusia yang tidak bisa dikendalikan oleh alam. Topografi wilayah di Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara relatif rendah. Lokasi yang dekat dengan laut dan sungai menyebabkan wilayah Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara secara umum dipengaruhi oleh air pasang sehingga mudah tergenang. Penelitian bertujuan untuk memetakan kerawan banjir di Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara berbasis sistem informasi geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah Proses berjenjang analitik (Analitical Hierarchy Process) untuk mengetahui penyebab banjir dan Analisis Sumperimpose untuk mengetahui tingkat rawan banjir. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa banjir di Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara disebabkan oleh hujan intensitas tinggi namun air tidak terdrainasi dengan cepat, musim penghujan terjadi genangan dan run off, sungai pasang terjadi genangan dan tidak berlangsung lama. Tingkat Kerawanan Banjir di Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara dapat dikelompokkan menjadi menjadi tiga yaitu, rawan 481 Ha, cukup rawan 1268 Ha, tidak rawan 1123 Ha.Kata kunci: AHP, Bencana banjir, Sistem Informasi Geografis.
PERBANDINGAN BIAYA ANGKUTAN BARANG ANTARA SISTEM TRANSPORTASI SINGLE-MODA DAN MULTIMODA (STUDI KASUS : TRAYEK PONTIANAK-SINTANG) Agrista, Pregi; Akhmadali, -; Widodo, Slamet
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.161 KB)

Abstract

Jalan raya memiliki peran yang sangat strategis karena kenyamanan dan efisiensi waktu yang diberikan. Jalan penghubung wilayah studi adalah jalan nasional dengan kelas IIIA. Jalan tersebut mengalami kerusakan yang mempengaruhi biaya operasional moda angkutan barang dan berdampak pada harga jual barang yang diangkut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efisiensi biaya operasional angkutan barang dengan menggunakan transportasi multimoda dan mengetahui pengaruh multimoda terhadap kerusakan jalan.                Hasil penelitian menunjukan bahwa BOK kapal bandong adalah Rp 6,7,-/km/ton dan BOK truk adalah Rp 173,-/km/ton. Analisa skenario perjalanan menghasilkan 3 skenario multimoda. Skenario 1 adalah kondisi eksisting atau single-moda yang dapat dilakukan sepanjang tahun dan memiliki biaya angkutan barang door to door sebesar Rp 108.835,-/ton. Skenario 2 adalah perjalanan multimoda yang dapat dilakukan pada bulan September-Juni dengan biaya angkutan barang door to door sebesar Rp 63.448,-/ton. Skenario 3 adalah perjalanan multimoda yang dapat dilakukan pada bulan Juli-Agustus dengan biaya angkutan barang door to door skenario ini sebesar Rp 80.409,-/ton. Angkutan multimoda direncanakan akan mengangkut komoditas semen, bahan bangunan, pupuk, barang rongsokan, karet, dan lainnya. Angkutan single-moda tetap direncanakan mengangkut komoditas tertentu seperti sembako, kelontong, dan kernel. Kondisi angkutan barang pada wilayah studi diharapkan menjadi lebih efisien dan proporsional dengan menggunakan sistem multimoda. Saat ini kapal Bandong yang tersedia idealnya sebanyak 9 unit dan truk berjumlah 88 unit. Kebutuhan moda untuk mengangkut seluruh komoditas sesuai alternatif skenario adalah sebanyak 143 truk untuk skenario 1 (single-moda), skenario 2 (multimoda 1) membutuhkan 43 unit kapal Bandong dan 49 unit truk, dan skenario 3 (multimoda 2) membutuhkan 26 unit Kapal Bandong dan 63 unit truk. Kata Kunci :Angkutan barang, efisiensi, kapal bandong, multimoda, truk.
EVALUASI KINERJA SIMPANG JALAN SUNGAI PINYUH-MEMPAWAH Kartika, -; S . Suyono, Rudi.; Kadarini, S. Nurlaily
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.489 KB)

Abstract

Simpang merupakan tempat terjadinya konflik lalu lintas.Volume lalu lintas yang dapat ditampung jaringan jalan ditentukan oleh kapasitas jalan pada jalan tersebut. Kinerja suatu simpang merupakan faktor utama dalam menentukan penanganan yang paling tepat untuk mengoptimalkan fungsi simpang yang mencakup kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan dan peluang antrian. Dengan menurunnya kinerja simpang akan menimbulkan kerugian pada pengguna jalan karena terjadi penurunan kecepatan, peningkatan tundaan, dan antrian kendaraan yang mengakibatkan naiknya biaya operasi kendaraan dan menurunnya kualitas lingkungan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui kinerja simpang serta melakukan perencanaan geometrik simpang tersebut untuk mengetahui kapasitas jalan, tundaan,peluang antrian dan derajat kejenuhan pada simpang tersebut saat sebelum dan sesudah dilakukan perencanaan geometrik simpang tersebut. Pengamatan ini diharapkan dapat mengetahui kinerja simpang tak bersinyal pada simpang Jalan Sungai Pinyuh berdasarkan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Pada penelitian ini pengambilan data primer berupa survey volume lalu lintas, geometrik jalan, serta hambatan samping yang dilaksanakan pada pukul 06.00-21.00 hari sabtu,minggu dan senin serta data sekunder yaitu peta lokasi dan jumlah penduduk Simpang Pinyuh. Selanjutnya data dianalisis volume lalu lintas,  kinerja simpang dan derajat kejenuhan untuk simpang tak bersinyal. Berdasarkan hasil analisa diketahui perhitungan kinerja yang dilakukan pada simpang Jalan Sungai Pinyuh pada jam puncak sore yaitu pukul 17.00-18.00 WIB terjadi sebesar 3032 smp/jam dengan kapasitas sebenarnya 3087 smp/jam. Derajat kejenuhan sebesar 1,00. Dan selain itu juga terjadi tundaan 19,958 det/smp, serta terjadi peluang antrian sebesar 40,132%-79,421%.Sedangkan menurut MKJI 1997 derajat kejenuhan mendekati 0,8 (DS> 0,8), maka diperlukan evaluasi Kinerja Simpang tersebut. Dengan tingginya derajat kejenuhan maka perbaikan geometrik simpang tersebut perlu dilakukan untuk menambah kapasitas. Pada Jalan Simpang Pinyuh pelebaran jalan menjadi 17,7 meter dengan tipe simpang menjadi 324  dengan jumlah lengan 3, 2 lajur minor, 4 lajur mayor sehingga derajat kejenuhan menjadi DS = 0,78 dengan tundaan simpang 13,808 det/smp dimana tingkat pelayanan simpang (c) keadaan arus lalu lintas mulai stabil, kecepatan dan pergerakan lebih ditentukan oleh volume yang tinggi sehingga pemilihan kecepatan mulai terbatas dalam batas – batas kecepatan jalan yang cukup memuaskan. Kata kunci: Jalan Sungai Pinyuh, Kinerja Simpang Tak Bersinyal, Volume Lalu Lintas, Derajat Kejenuhan, Tundaan, Peluang Antrian, Tingkat Pelayanan
STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN ARWANA OLEH MASYARAKAT DI DESA NANGA SURUK KECAMATAN BUNUT HULU KABUPATEN KAPUAS HULU Agustini, Siti Rabiatun; Mulki, Gusti Zulkifli; H, Firsta Rekayasa
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.091 KB)

Abstract

Sejak sekitar 20 tahun yang lalu, pengembangan wilayah di tepian sungai Kapuas Kabupaten Kapuas Hulu tidak hanya ditempati oleh permukiman saja, namun seiring dengan berkembangnya suatu pertumbuhan maka dibuatlah oleh masyarakat kolam ikan Arwana (Scleropages formosus) untuk dibudidayakan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi strategi pengembangan teknik pembudidayaan Ikan Arwana oleh masyarakat di Desa Nanga Suruk, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Teknik analisis data yaitu teknik analisis deskriptif dan teknik analisis SWOT untuk mengidentifikasi strategi pengembangannya. Teknik pembudidayaan Arwana memerlukan sistem kolam dan sistem suplai air yang baik sehingga dapat mempengaruhi faktor-faktor dalam membudidayakan Arwana seperti pemasaran dan distribusinya. Hasil analisis SWOT menunjukkan pengembangan budidaya Arwana yang dilakukan masyarakat Desa Nanga Suruk, memiliki kekuatan yang besar sekaligus memiliki peluang yang sangat baik dalam pengembangan budidaya di wilayah tepian air sungai Kapuas. Strategi pengembangan dalam matriks SWOT menunjukkan strategi Agresif berupa SO yaitu strengths sebesar 0,35 dan opportunities sebesar 0,29 sehingga grafiknya berada pada kuadran I. Strategi pengembangannya yaitu penyediaan sarana dan prasarana produksi budidaya ikan Arwana diwilayah tepian sungai, pengembangan budidaya Arwana Desa Nanga Suruk untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, memperkuat keterkaitan kawasan pedesaan dengan perkotaan berbasis sumber daya di sektor perikanan.  Kata Kunci :  budidaya arwana, Desa Nanga Suruk, strategi pengembangan
PEMANFAATAN TETES TEBU SEBAGAI BAHAN TAMBAH DALAM CAMPURAN BETON Ismunandar, Harri; Mungok, Chrisna Djaya; Supriyadi, Asep
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.209 KB)

Abstract

As it grows concrete in building construction are often used as a structure and can be used for other things. In the process of mixing concrete on the ground frequently arise in the form of stirring and casting a result of a reduction in the amount of water usage to improve the quality of concrete, it is necessary to use additive (additive) as a mixture of concrete mix so that more plastic that will facilitate and speed up concrete hardening foundry. Molasses is one of the waste produced by the sugar mills. Additional material is a lot of functions, such as adding strength concrete, binding time slows to consider the price. Tests conducted on the study include compressive strength, tensile strength and modulus of elasticity sides, as well as testing the temperature after casting, hardening time test / setting time by means of Vicat, shrinkage testing using a ruler and porosity testing. For testing compressive strength, tensile strength and modulus of elasticity sides using cylindrical test specimen with a diameter of 15 cm and 30 cm high. The test specimen consists of 147 cylinders for each - each variation. This research uses seven variations, normal concrete (N), normal concrete molasses plus 0.05% (0.05% TT), normal concrete molasses plus 0.4% (TT 0.4%), normal concrete plus drops cane 1% (TT 1%) and normal concrete plastiment P121R Sika plus 0.05% (0.05% CA), normal concrete plastiment P121R Sika plus 0.4% (CA 4%), and normal concrete Sika plus plastiment P121R 1% (1% CA) Results of testing the temperature after casting temperature rise by 1-3oC. The test results hardening time / setting time can take an average time of hardening of concrete during the 280 minutes. From the test results of concrete shrinkage that occurs ± 0.1 cm. The test results show that the porosity by using molasses can reduce porosity. Testing of compressive strength, tensile strength and modulus of elasticity sides obtained optimum value on the concrete admixture plus molasses. In the compressive strength of an increase of 4% compared to normal concrete (N), while the tensile strength divided by 16:51% increased compared to normal concrete (N), and the modulus of elasticity increased by 24% compared to normal concrete (N). Keywords : Molasses, plastiment P121R Sika, temperature, setting time, shrinkage
STUDI LAJU INFILTRASI DI LAHAN RAWA PASANG SURUT Gustian, -; Nurhayati, -; Nirmala, Azwa
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.301 KB)

Abstract

Pada Indonesia memiliki lahan rawa pasang surut sekitar 20,1 juta ha. Menunjukkan bahwa lahan rawa pasang surut cukup potensial dalam menunjang ketahanan pangan nasional (Ismail, dkk. 1993). Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam kegiatan pertanian, khususnya di lahan rawa pasang surut adalah infiltrasi. Hal ini menjadi penting untuk diteliti bagaimana perilaku infiltrasi pada daerah yang dipengaruhi oleh pasang surut. Selain adanya pasang surut air, faktor lain yang mempengaruhi infiltrasi diantaranya permeabilitas, porositas, kadar air, serta kandungan organik pada tanah. Pada skripsi ini mengamati bagaimana pengaruh pasang surut terhadap laju infiltrasi, pengaruh sifat-sifat tanah terhadap laju infiltrasi, pengaruh perakaran terhadap laju infiltrasi serta menganalisis laju infiltrasi dengan persamaan Kostiakov. Penelitian dilaksanakan di Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Data-data yang diperoleh adalah data primer yang merupakan pengamatan langsung dari lapangan, yaitu dengan menggunakan alat single ring infiltrometer untuk pendugaan laju infiltrasinya dan metode Kostiakov untuk menganalisis hasil data laju infiltrasi aktual (lapangan). Metode pelaksaan yaitu dengan menggunakan alat infiltrometer pada 9 titik pengamatan di lahan yang terdiri dari 3 jenis tanaman dengan perakaran berbeda. Masing-masing lahan bertanaman diamati pada 3 titik pengamatan. Hasil pengukuran laju infiltrasi menunjukkan bahwa laju infiltrasi akan lebih cepat pada saat surut air dibandingkan saat pasang. Perakaran dan sifat tanah juga sangat mempengaruhi laju infiltrasi. Pada perakaran tunggang akan meningkatkan laju infiltrasi karena struktur akar yang dapat membuka jalannya air masuk ke dalam permukaan tanah. Sedangkan pengaruh sifat tanah terhadap laju infiltrasi yaitu pada lahan yang memiliki kadar air tinggi menyebabkan laju infiltrasi yang terjadi menjadi lambat. Hal ini menunjukkan kadar air akan berbanding terbalik terhadap laju infiltrasi. Berbeda halnya dengan tingkat pemeabilitas, porositas dan kandungan organik pada tanah, ketiga sifat ini dapat meningkatkan laju infiltrasi. Tanah pada lokasi penelitian dikategorikan pada jenis tanah lempung dengan nilai porositas berkisar antara 66,8 - 75,5 %. Hasil  laju infiltrasi 9 titik pengamatan di lapangan menggunakan alat single ring infiltrometer diperoleh laju infiltrasi tertinggi terjadi pada titik 3 (L.3) di lahan bertanaman langsat (perakaran tunggang) saat kondisi surut sebesar 95,15 mm/menit. Sedangkan laju infiltrasi terendah terjadi saat pasang air laut di lahan bertanaman kelapa (perakaran serabut) pada titik 1 (K.I) yaitu sebesar 0,61 mm/menit. Berdasarkan hasil analisis menggunakan rumus Kostiakov antara laju infiltrasi aktual (lapangan) dan laju infiltrasi Kostiakov diperoleh hubungan korelasi yang sangat positif, perbedaan hasil laju infiltrasi yang dihasilkan kedua metode sangatlah kecil berkisar 0,001% sampai 0,030%, sehingga metode laju infiltrasi Kostiakov dapat digunakan untuk memperkirakan laju infiltrasi pada lahan yang diamati. Kata kunci : laju infiltrasi, pasang surut, infiltrasi Kostiakov, sifat tanah, perakaran
PENGGUNAAN SOFTWARE VISSIM UNTUK ANALISIS SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS JALAN SULTAN HAMID II – JALAN GUSTI SITUT MAHMUD – JALAN 28 OKTOBER – JALAN SELAT PANJANG) Wikayanti, Novia; Azwansyah, Heri; Kadarini, S. Nurlaily
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.2 KB)

Abstract

Pergerakan manusia, kendaraan dan benda-benda dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan jaringan transportasi. Masalah dengan transportasi adalah macet, keterlambatan, polusi udara dan suara yang sering ditemukan setiap hari di beberapa kota besar, beberapa sudah dalam kondisi kritis. Misalnya di daerah sekitar persimpangan Jalan Sultan Hamid II. Gst. Jalan Situt Mahmud, 28 Oktober Jalan, Jalan Selat Panjang di Kota Pontianak yang juga dianggap sebagai persimpangan dengan tingkat kemacetan yang tinggi, karena itu adalah akses utama ke berbagai tempat, salah satunya adalah akses ke kota lain. Tujuan yang dimaksudkan oleh penulis adalah evaluasi dan penataan simulasi persimpangan Jl. Sultan Hamid II, Jl. Gusti Situt Mahmud, 28 Oktober Jalan, dan Jalan Selat Panjang dilakukan dengan evaluasi MKJI dan simulasi VISSIM. Untuk perencanaan dan evaluasi kinerja lalu lintas persimpangan yang dilambangkan meliputi waktu sinyal, kapasitas (C), kinerja lalu lintas yang diukur dengan derajat kejenuhan (DS), penundaan (T), panjang antrian (QL), kendaraan yang terhenti (NS).
STUDI DAYA DUKUNG PONDASI TIANG TONGKAT BETON DENGAN TAPAK GRID Alkautsar Saputra; R.M. Rustamaji; Eka Priadi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.546 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v3i3.18946

Abstract

Kota Pontianak mengalamipeningkatanpembangunan yang signifikan, khususnyapembangunangedung-gedung. Kondisitanah di Pontianak padaumumnyamemilikidayadukung yang rendahsehinggamenjadikendalautamadalampembangunantersebut. Olehkarenaitupenggunaanpondasi yang baikdiperlukanuntukmendukungsetiapstrukturkonstruksibangunantersebutdandapatmenjadisolusiuntukmembangunkonstruksi-konstruksi yang cukupberatpadakondisitanah yang lunak.Penelitianiniuntukmencobamemberikansebuahsolusidengancaramemberikanpondasiberupatiangtongkatbetondengantapak grid. Hasilpenelitianmerupakansebuahdesain yang dapatdiaplikasikansebagaisalahsatupondasiuntukkonstruksi-konstruksi yang ada di Kota Pontianak.Pengujiandilakukan di lapangandenganujipembebanan (loading test) terhadappondasitiangbetondengankedalaman ± 3,8 m di bawahpermukaantanahdantapakbeton yang memiliki grid dibawahnyadengan 3 ukuranberbedayaitu 40x40cm, 60x60cm, dan 80x80cm. Hasilpenelitianmenunjukkanternyatanilaidayadukungpondasitiangtongkatdengantapakukuran80x80cm lebihbesardibandingkanpondasitiangtongkatdengantapakdenganukuran 40x40cm dan 60x60cm. Inidikarenakanpondasitiangtongkatdengantapakukuran80x80cm memilikiluasan yang lebihbesardibandingkankeduapondasilainnya. Kata Kunci:PondasiTiangTongkat, Tapak Grid, danUjiPembebanan (Loding Test)
PENERAPAN TEORI ANTRIAN PADA SISTEM PRODUKSI ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT DI TAMBANG ANDESIT PT. BUKIT LABU MINING Greace Yuni Octavia; Sutarto Yosomulyono; Yoga Herlambang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.296 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i1.32171

Abstract

PT. Bukit Labu Mining adalah salah satu Perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan andesit di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Di dalam proses pertambangan terdapat waktu tunggu dilokasi loading point dan lokasi crusher sehingga  menyebabkan target produksi 225 ton/hari tidak tercapai. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penyebab terjadinya antrian alat angkut dan menyelesaikan permasalahan antrian dengan melakukan penerapan teori antrian. Metode yang digunakan dalam menganalisis permasalahan adalah dengan cara mengitung waktu tunggu kemudian melakukan perhitungan dengan teori antrian. Hasil yang diharapkan adalah memperkecil waktu tunggu di lokasi loading point dan crusher, dan mengetahui tingkat kedatangan dumptruck di tahap pengangkutan dan penumpahan material sehingga waktu kerja efektif dapat bertambah dan target produksi tercapai. Upaya yang pertama adalah menganalisis fragmentasi batuan menjadi <5% dan mengganti excavator dengan kapasitas bucket lebih besar yaitu 1,2 m3. Setelah dilakukan beberapa upaya tersebut, target produksi 225 ton/hari dapat tercapai.Kata kunci: Andesit, Teori Antrian, Tahap Pertambangan

Page 29 of 148 | Total Record : 1475


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue