cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
TINJAUAN FAKTOR AIR SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS ELASTISITAS Febriandy, Anggi; Samsurizal, Eddy; Mungok, Chrisna Djaya
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.627 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.14430

Abstract

Faktor air semen merupakan hal terpenting didalam pembentukan beton. Beton adalah bahan bangunan yang paling banyak digunakan pada konstruksi, karena konstruksi beton mempunyai beberapa kelebihan antara lain: bahan dasar mudah diperoleh, tahan terhadap berbagai cuaca, lebih mudah dan murah dalam pelaksanaan, serta perawatannya cukup mudah. Kekuatan beton tergantung pada perbandingan air semen serta memiliki ketahanan terhadap api yang lebih unggul dibandingkan material lain, sehingga mengalami penurunan kekuatan. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana tinjauan 3 kelompok benda uji dengan kelompok 1 memiliki kuat tekan rencana 40 MPa serta dengan fas 0,4. Kelompok 2 memiliki kuat tekan rencana 30MPa dengan fas 0,5. Sedangkan kelompok 3 memiliki kuat tekan rencana 20MPa dengan fas 0,6. Pada 3 kelompok ini dilakukan pengujian terhadap kuat tekan, kuat tarik  belah dan modulus elastisitas dalam campuran beton yang berbeda. Dari 3 kelompok tersebut diperoleh nilai hasil kuat tekan rata-rata, kuat tekan karakteristik, nilai kuat tarik belah rata-rata dan nilai modulus elastisitas benda uji. Jumlah benda uji sebanyak 108 benda uji berbentuk silinder dan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm kemudian dilakukan pengujian kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas. Hasil pengujian menunjukkan kuat tekan rata-rata kelompok 1, 2, 3 berturut-turut 36,47MPa, 30,57MPadan 28,87MPa. Nilai kuat tekan karakteristik kelompok 1, 2 dan 3 berbeda campuran beton berturut-turut yaitu 32,09 MPa, 27,24 MPa, 19,80 MPa   Lalu untuk hasil tes pengujian kuat tarik belah rata-rata kelompok 1, 2 dan 3 berturut-turut yaitu 3,562 MPa, 3,114 MPa, 2,902 MPa. Untuk hasil pengujian modulus elastisitas rata-rata kelompok 1, 2 dan 3 berturut-turut yaitu 7810,099 MPa, 6823,594 MPa dan 6543,058 MPa.   Kata kunci : faktor air semen (fas), kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas beton,
KAJIAN EFISIENSI PADA KELOMPOK TIANG DENGANKONFIGURASI 2 X 2 Herwin, -; Priadi, Eka; Aprianto, -
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.893 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v4i4.23078

Abstract

The most important part that must be known in the construction planning of a construction is the condition of the land where the construction is built. In the Kalimantan area, especially in Pontianak city, it is generally a soft soil with a surface layer containing organic compound resulting from natural vegetation and good soil bearing capacity can be found at depths ranging from 30 to 40 meters. To overcome the poor soil conditions, the initial work was done to improve the carrying capacity of the soil. One of the most common ways is the use of piles. The possibility of construction standing on single pile is very rarely used, at least used two or more piles. The number in the pile group has different efficiency values because the number of poles influences the efficiency of the pole group. Thus, in this test, preparation of pile group load testing will be done with the same configuration and number of poles with different pole spacing 3 times the pole diameter (3D) and 4 times the pole diameter (4D). This is done to find out how much influence the distance between poles on the efficiency of the pole group. And from the test results, the efficiency obtained in the 3D distance pole group has a smaller efficiency than the pole group at a distance of 4D. This is because the spreading factor around the pole Overlapping will be smaller if the distance between the poles is greater. 
ANALISIS PERBANDINGAN STANDAR PENGADAAN JASA KONSULTANSI PROYEK PEMERINTAH DENGAN STANDAR PENGADAAN JASA KONSULTANSI PROYEK KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN SWASTA (KPS) YANG DIBIAYAI OLEH ISLAMIC DEVELOPMENT BANK (IDB) Bekli, Ferry Yashi; Syahrudin, -; Pratiwi, Riyanny
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.536 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.29178

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek konstruksi, pengadaan (procurement) merupakan tahapan penting yang harus dilalui. Pengadaan (procurement) dapat berupa jasa kontraktor maupun jasa konsultansi. Pada pengadaan jasa konsultansi proyek pemerintah yang dibiayai oleh dana APBN/APBD, standar prosedur pengadaan jasa konsultansi bersumber dari Perpres Nomor 54 Tahun 2010 beserta pembaharuannya, ditambah lagi dengan dokumen-dokumen pendukung yang berkaitan dengan standar prosedur pengadaan jasa konsultansi. Sedangkan pada pengadaan jasa konsultansi proyek kerjasama pemerintah dan swasta (KPS) yang dibiayai oleh Islamic Development Bank (IDB), standar pengadaan jasa konsultansinya bersumber dari Guidelines for Procurement of Goods and Works Under ISLAMIC DEVELOPMENT BANK FINANCING. Analisis yang dilakukan adalah membandingan proses dan prosedur pengadaan jasa konsultansi pada proyek pemerintah dengan standar pengadaan jasa konsultansi proyek kerjasama pemerintah dan swasta (KPS) yang dibiayai oleh Islamic Development Bank (IDB). Selain itu juga menganalisis perbedaan standar pengadaan jasa konsultansi pada kedua sumber pembiayaan tersebut, kemudian mengevaluasi hasil perbandingan yang telah ditemukan. Adapun dalam pelaksanaannya, cara yang dilakukan penulis untuk mengumpulkan data adalah dengan kajian literatur penelitian, metode wawancara langsung dengan pihak konsultan, panitia pengadaan dan owner. Hasil yang didapat kemudian dianalisis. Kata kunci : Pengadaan Jasa Konsultansi, KPS, IDB.
PERHITUNGAN KEMAJUAN PENAMBANGAN BATU GRANIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENAMPANG MELINTANG (CROSS SECTION) DI PT HANSINDO MINERAL PERSADA KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT Wahid, Muhammad Abdul; Yosomulyono, Sutarto; Meilasari, Fitriana
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.35188

Abstract

PT Hansindo telah melakukan kegiatan penambangan batu granit kurang lebih tujuh tahun hingga saat ini. Agar mengetahui seberapa besar kemajuan penambangan yang telah berjalan hingga sekarang, maka dilakukan perhitungan kemajuan tambang yang dilakukan tiap periode tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah volume dan tonase cadangan tertambang dari awal penambangan hingga saat ini, mengetahui besar persentase cadangan tertambang, serta memproyeksi sisa cadangan dan umur tambang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penampang melintang. Pengambilan data dilakukan di PT Hansindo Mineral Persada dengan melakukan pemetaan di areal quarry menggunakan Total Station untuk mendapatkan besaran areal quarry yang telah tertambang. Setelah itu, dibuat beberapa garis sayatan dengan rentang jarak tertentu menggunakan aplikasi AutoCAD 2007. Setelah didapatkan hasil sayatan, data tebal tanah humus dan tanah penutup dimasukkan untuk mengetahui besaran volume cadangan batu yang telah tertambang hingga saat ini. Hasil pemetaan topografi pada area quarry PT. Hansindo Mineral Persada dengan menggunakan Total Station telah terjadi perubahan rona pada area quarry dengan topografi elevasi tertinggi 58 meter dan terendah 29 meter. Volume dan tonase batu granit yang telah tertambang dihitung dengan menggunakan metode cross section didapat hasil sebesar 809.238,0635 m³ atau 2.160.665,63 ton. Adapun persentase cadangan tertambang yang didapat adalah sebesar 71,99% dari total cadangan awal sebesar 1.124.087,578 m³ atau 3.001.313,834 ton. Apabila PT Hansindo Mineral Persada dapat terus memproduksi batu granit sebesar 168.000 m³/tahun, maka sisa umur tambang batu granit PT Hansindo Mineral Persada adalah 1 tahun 10 bulan. Faktor yang mempengaruhi tidak sesuainya rencana penambangan dengan realisasi adalah banyak areal yang tidak dapat dibebaskan saat berlangsungnya proses penambangan. Kata kunci: Kemajuan, Sayatan, Volume Cadangan Tertambang
PENILAIAN KONDISI JEMBATAN RANGKA BAJA DI KABUPATEN SINTANG MENGGUNAKAN METODE BRIDGE MANAJEMEN SISTEM(BMS) (STUDI KASUS JEMBATAN KAPUAS III, KABUPATEN SINTANG) Yulius Herry; Safarudin M. Nuh; M. Indrayadi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.854 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i1.32550

Abstract

Untuk menjaga pentingnya peranan jembatan dalam mendukung perekonomian maka perlu adanya suatu sistem manajemen jembatan sehingga upaya dalam menjaga kondisi jembatan agar selalu berfungsi dengan baik. Salah satu sistem manajemen jembatan yang dikembangkan oleh direktorat jenderal bina marga pada kurun waktu 1993 adalah brigde manajemen sistem yang pelaksanaannya terpusat kepada manajemen jembatan pada jalan nasional dan provinsi. Jembatan Kapuas III, terletak di Kabupaten Sintang yang menghubungkan kabupaten Sintang dan kecamatan binjai hilir yang terletak pada sta 050+000 dengan panjang 250 m, lebar 5 m serta jumlah bentang ada 5 buah Rekomendasi pemeliharaan setelah di lakukan penilaian kondisi melalui pemeriksaan secara inventaris maka jembatan Kapuas III, yang terletak Kabupaten Sintang  memerlukan pemeliharaan rutin yang penerapannya terdapat dalam metode brigde manajemen sistem.Kata kunci : sistem manajemen jembatan, brigde manajemen sistem,  pemeliharaan rutin
KAJIAN FASILITAS PEMBATAS KECEPATAN PADA KOMPLEK PERUMAHAN DI KOTA PONTIANAK ., Terryanto; Mayuni, Siti; ., Said
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.589 KB)

Abstract

Alat pengendali kecepatan atau yang lebih dikenal dengan polisi tidur merupakan salah satu alat rekayasa lalu lintas yang berfungsi untuk mengendalikan kecepatan kendaraan yang melintas di suatu ruas jalan, terutama di kawasan perumahan guna melindungi pejalan kaki, pengendara sepeda, anak ? anak maupun lanjut usia.Akan tetapi banyak sekali variasi bentuk yang dibuat oleh masyarakat sehingga menyebabkan alat pengendali kecepatan ini  tidak nyaman untuk dilewati oleh pengendara kendaraan. Selain itu, pemasangan alat pengendali kecepatan ini tidak disertakan dengan pemasangan tanda dan rambu sehingga menyebabkan efek kejut pada pengendara. Pada Penelitian ini dilakukan analisis tentang tinggi, sudut kemiringan Speed Bumps, kenyamanan pengendara kendaraan dan pengamatan pemasangan tanda dan rambu sebagai perlengkapan Speed Bumps pada setiap kompleks yang menjadi lokasi penelitian. Metode Penilitian ini menggunakan metode survei untuk mengambil sampel bentuk Speed Bumps, sebaran kecepatan kendaraan pada kompleks perumahan yang dipasang Speed Bumps, dan penurunan kecepatan kendaraan saat melewati Speed Bumps setiap kecamatan yang ada di  Kotamadya Pontianak Dari hasil penelitian didapatkan variasi tinggi Speed Bumps tertinggi pada lokasi penelitian adalah 13 cm, sedangkan variasi tinggi Speed Bumps terendah adalah 3 cm dengan berbagai variasi kemiringan ? 15% dengan bentuk sinusoidal. Kenyamanan berkendara bagi para pengendara tidak begitu menyenangkan, karena berkisar antara 2 ? 5 km/jam. Hal ini menunjukkan hasil yang tidak ideal dan dipersulit dengan tidak adanya pemasangan rambu dan markah. Dinyatakan pemasangan Speed Bumps tersebut ideal dan baik apabila memiliki tinggi ?12 cm dan sudut kemiringan ? 15 % serta dilengkapi dengan pemasangan rambu dan tanda sebagai peringatan bagi pengendara kendaraan. Kata kunci : speed bumps, polisi tidur, alat pembatas kecepatan.
PENGARUH SIKLUS BASAH KERING PADA SAMPEL TANAH TERHADAP NILAI ATTERBERG LIMIT Wardani, Shinta Pramudya; Rustamaji, R. M.; Aprianto, -
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.954 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v4i4.22732

Abstract

Perubahan cuaca mengakibatkan terjadinya siklus pembasahan dan pengeringan secara berulang-ulang, sehingga tanah akan mengalami perubahan volume tanah akibat perubahan kadar air dan menurunnya faktor-faktor pendukung parameter tanah. Didalam penelitian ini diambil tanah lempung yang plastisitas tinggi (CH) dan plastisitas rendah (CL), dimana kedua tanah ini akan di berikan perilaku siklus basah kering berulang dengan pembasahan yaitu penambahan kadar air 40% dan kadar air 60%, untuk pengeringannya yaitu dengan tiga metode diantarnya metode kering udara, metode oven 110° dan metode 60°. Dengan hal itu, penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh siklus basah kering berulang terhadap nilai parameter Atterberg Limit. Dimana batas Atterberg Limit diperkenalkan oleh Albert Atterberg pada tahun 1911 dengan tujuan untuk mengklasifikasikan tanah berbutir halus dan menetukan sifat indeks property tanah, pengujiannya meliputi batas cair (LL), batas plastis (PL), dan batas susut (SL). Dalam menentukan batas Atterberg Limit ini proses pengujian menggunakan metode BS1377 : 1990 dan metode ASTM D423-66. Pada proses siklus basah kering terhadap nilai parameter Atterberg Limit tanah lempung ditunjukkan perbedaan hasil nilai batas cair (LL), batas plastis (PL). Dari tiga metode pengeringan pada siklus basah kering, nilai batas cair (LL) tertinggi didapatkan pada metode oven 60° sebesar 60,577%, diikuti oleh nilai batas cair (LL) dengan metode kering udara sebesar 36,211%, dan nilai batas cair (LL) terkecil didapatkan pada metode oven 110° sebesar -15,647%. Sedangkan untuk nilai batas plastis (PL), nilai tertinggi didapatkan pada metode oven 110° sebesar 19,107%, diikuti metode oven 60° dengan nilai batas plastis (PL) sebesar 13,319%, dan nilai batas plastis (PL) terendah didapatkan pada metode kering udara dengan nilai sebesar -26,402%. Kata kunci : Siklus pembasahan dan pengeringan, Batas Atterberg limits, Tanah lempung
PENATAAN ARUS LALU LINTAS PADA SIMPANG JALAN BUDI UTOMO – JALAN KHATULISTIWA PONTIANAK Anam, Chairul; Sulandari, Eti; Kadarini, S. Nurlaily
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.096 KB)

Abstract

Jalan memegang peranan penting dalam kegiatan transportasi dan mobilitas penduduk. Jalan Khatulistiwa merupakan salah satu jalan di Kota Pontianak yang menuju pusat-pusat kegiatan ekonomi, perdagangan, industri, pendidikan dan pusat pelayanan masyarakat yang memiliki arus lalu lintas yang cukup tinggi. Tingginya aktivitas di simpang Jalan Khatulistiwa – Jalan Budi Utomo yang menyebabkan terjadinya konflik arus lalu lintas. Sehingga diperlukan analisa kinerja simpang Jalan Khatulistiwa – Jalan Budi Utomo sebagai dasar untuk melakukan penataan dan memberikan perbaikan pada masalah simpang yang ada saat ini maupun yang akan datang.Pada penelitian ini pengambilan data primer berupa survei volume lalu lintas simpang dan geometrik simpang pada hari sabtu, minggu, dan senin jam 06.00 – 18.00 serta data sekunder yaitu peta lokasi, jumlah penduduk dan kendaraan Kota Pontianak. Selanjutnya data dianalisis dengan  menghitung volume lalu lintas simpang, kapasitas simpang dan derajat kejenuhan untuk simpang tak bersinyal dan bersinyal. Bedasarkan  hasil  penelitian  yang  telah dilakukan, di dapat Kinerja simpang Jalan Khatulistiwa – Jalan Budi Utomo volumenya sudah melebihi kapasitas dengan  derajat kejenuhan  (DS) = 0,86 > 0,75 (derajat kejenuhan untuk simpang tak bersinyal harus < 0,75). Sehingga untuk simpang Jalan Khatulistiwa – Jalan Budi Utomo dibutuhkan  penanganan ataupun alternatif perbaikan terhadap simpang tersebut guna memberikan kenyamanan sebagai prasarana transportasi. Alternatif pertama, dicoba dengan  pengaturan menggunakan lampu lalu lintas dan didapat derajat kejenuhan (DS) = 1,06 > 0,85 (derajat kejenuhan untuk simpang bersinyal harus <0,85). Alternatif kedua, dilakukan pemasangan lampu lalu lintas disertai perubahan geometrik simpang dan didapat derajat kejenuhan (DS) =  0,84. Alternatif ketiga, alternatif yang dilakukan yaitu mengatur pola pergerakan arus lalu lintas, dimana Jalan Budi Utomo yang awalnya dua arah diubah menjadi satu arah diperoleh derajat kejenuhannya (DS) = 0,60 < 0,85 dengan tundaan selama 6,8 det/smp, sehingga alternatif ketiga dinyatakan memenuhi persyaratan (< 0,85) . Setelah dilakukan pengujian kelayakan simpang untuk 5 tahun yang akan datang, ternyata simpang yang direncanakan  pada alternatif ketiga masih memenuhi persyaratan dengan DS = 0.65 < 0,85  dan tundaan selama 7,37 det/smp dan tingkat kinerja simpang (B) dan arus lalu lintas cukup baik. Kata Kunci : Jalan Khatulistiwa, Derajat Kejenuhan, Kinerja Simpang, Lampu Lalu Lintas
ANALISIS BUNDARAN JALAN ARTERI SUPADIO DAN JALAN MAYOR ALIANYANG Jamanda, Firdaus; AS, Syafaruddin; ., Sumiyattinah
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.134 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.14991

Abstract

The crossing is part of a network of roads that need to be arranged in such a way so as to reduce the conflicts that frequently occurs at every intersection. United States in the meeting of Supadio Arterial and Major Alianyang road which is the intersection of a piece in the shaper of the roundabout.The survey methods used to 'obtain primary data with observational techniques  provide that became the object of study. The Equipment which is used in the primary data capture i. e : Hand tally counter, a survey form letter, gauge and wrist. Secondary data collection using the method of documentary study that is how data collection is done with the category and classification of written material relating to research issues. While the method of calculation using the Indonesia Manual calculation of the road capacity satwa Braided Gravel . The results of the analysis capacity calculation of the existing conditions at the Supadio Arterial and Major Alianyang road in 2015 gained the greatest Degree of Saturation value (DS) 0.744. By using the method of trial and error from the data, the number of for military and comercial purpose by 2015, then obtained a degree intersection design which is saturation is lower than on existing conditions, the united states well as the addition of the islands dividing the value of the Degree of Saturation (DS).  And the results of the analysis --: 0.657 < 0.85 Key words : Crossroads Strip, The Survey Methods, Degrees of Saturation
STUDI EKSPERIMEN KUAT TEKAN, SLUMP DAN MODULUS ELASTISITAS BETON DENGAN BAHAN SEMEN PCC TYPE 1 YANG BERBEDA MEREK charniago, Paulus; Lingga, Andry Alim; Lestyowati, Yoke
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.755 KB)

Abstract

Dalam perkembangn dewasa ini penggunaan beton sebagai material sturktur lebihmendominasi dibandingkan dengan material struktur lainnya seperti kayu,perkembangan ini diakibatkan oleh material pembuatan beton mudah dicari, lebih murahdan praktis dalam pengerjaan, dapat memikul beban yang cukup besar, dan mudahdibentuk sedemikian rupa sehingga dapat memperindah suatu bangunan yang dibuat.Pada umumnya pembangunan yang ada di Pontianak terutama pembangunan dalambidang struktur banyak menggunakan semen yang harganya relative lebih murah, hal inidinilai biaya pembangunanya akan sedikit lebih murah dan lebih menguntungkan jikadibandingkan dengan menggunakan merk semen yang harganya sedikit lebih mahal.Untuk mengetahui merk semen yang baik untuk beton, perlu adanya penelitianterhadap berbagai merk semen. Penelitian ini akan mengkaji perbandingan semen yangberbeda merk pada campuran beton terhadap kuat tekan, slump normal dan moduluselastisitas yang dihasilkan pada beton berbentuk silinder..Dari rangkaian hasil kegiatan penelitian di labotarium mengenai kuat tekan danmodulus elastisitas beton normal yang telah dilaksanakan, dapat diambil beberapakesimpulan kuat tekan dan modulus elastisitas pada berbagai merk semen berbeda dansemakin mahal harga dari semen tersebut juga akan memberikan mutu yang sangat baikpada beton dan juga Masyarakat harus mengetahui bahwa semua merk semen yangdiproduksi Indonesia telah memenuhi standard ASTM : EN 197- 1 2000 (42,5 N & 42,5R) dan SNI : 15-7064-2004.

Page 27 of 148 | Total Record : 1475


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue