cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
PERHITUNGAN WASTE CONSTRUCTION MATERIAL PADA PEKERJAAN PERUMAHAN PARMA GARDEN TYPE 36 DI KOTA PONTIANAK Kurnia, Deni; Indrayadi, M; Syahrudin, -
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pekerjaan proyek konstruksi biasanya terjadi kendala pada pekerjaan proyek tersebut, baik kendala yang memang sudah di perhitungkan mau pun kendala yang di luar perhitungan perencana. Kendala tersebut menjadi penyebab terlambatnya penyelesaian proyek  sehingga proyek tersebut tidak berlangsung sesuai dengan rencana .Selama pelaksanaan pekerjaan pembangunan perumahan parma garden type 36 di kota Pontianak, sisa material yang terjadi dapat menjadi sampah dan berdampak buruk bagi lingkungan secara global. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jenis dan kuantitas sisa material dalam pekerjaan perumahan type 36  yang secara fisik ada di lapangan, termasuk faktor-faktor penyebab timbulnya sisa material dan cara penanganannya. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuisioner dan observasi lapangan yaitu proyek perumahan parma garden type 36 di kota Pontianak.Kata Kunci : Sisa material, persentase material.
KARAKTERISTIK KUALITAS AIR PADA DAERAH TANGKAPAN HUJAN PARIT BANSIR Cahyono, Andri; Nurhayati, -; Gani, Umar A
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v5i1.24861

Abstract

Bansir Ditch area is located in the middle of Pontianak City whose development area increased quite fast. Unregulated land use causes drainage problems in urban areas to become very complex, in addition to its late arrangement. This is also caused by low awareness of the function of Bansir Ditch. Observations made include tidal observation, measurement of velocity, discharge and water quality. Water quality parameters studied were physics, organic chemistry and microbiology. Land use observations based on aerial photographs of 2006, 2008, 2014 and 2017. The results obtained are (1) Type of tidal Bansir Ditch is single diurnal tide that is 1 time tide and 1 receding in 1 day. (2) The flow velocity of Bansir Ditch from upstream to downstream is relatively slow and the flow is also small. The highest velocity is 0.152 m/sec and the greatest discharge during measurement is 0.259 m3/sec. (3) Land use change influences water quality in Bansir Ditch, this is proven from the observation of water quality which results show that the Bansir Ditch is getting polluted and the aesthetics of the trenches becomes poor. The biggest factor is the household and industrial wastes from settlements that enter the ditch, such things will undermine the quality of the Bansir Ditch in the long term. Ways that can be done is control the building along the Bansir Ditch according to the riparian zone and make the rules about the use of land use, especially facing directly with the Bansir Ditch.Keywords: Bansir ditch, Tidal, Water quality
ARAHAN PENGEMBANGAN PELAYANAN ANGKUTAN UMUM TERMINAL DAHLIA DI KOTA PONTIANAK Saputra, Tryadi Hermawan; Syafarudin, -; Putra, M.Fathaanuur S
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk daerah perkotaan, transportasi memagang peranan yang cukup penting untuk melakukan aktivitas di suatu perkotaan, jika disuatu perkotaan sistem transportasi umum tidak berjalan dengan efesien akan terjadinya peningkatan volume kendaraan saat berlalu lintas. Di Kota Pontianak, sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat, angkutan kota merupakan salah satu sarana yang menunjang aktivitas kegiatan di suatu perkotaan. Pada saat ini sistem transportasi umum kota Pontianak belum berjalan dengan efesien maka dari itu diperlukan lah arahan pengembangan sistem transportasi di Kota Pontianak.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif. Adapun teknik analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis yang dilakukan yaitu berupa analisis potensi dan permasalahan terminal,analisis pola perjalanan, analisis pendapatan ekonomi, analisis maksud perjalanan dan rencana untuk pengembangan pelayanan angkutan umum terminal di Kota Pontianak.             Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapatlah disimpulkan bahwa terminal Dahlia cocok untuk dijadikan sebagai terminal persinggahan yang dapat menghubungkan ke semua terminal di Kota Pontianak karena letaknya berada dipusat kota, jaringan pelayanan angkutan kota di Kota Pontianak belum memenuhi permintaan semua yang ada. Banyaknya permasalahan yang ada terminal di Kota Pontianak menjadikan terminal belum dapat berfungsi dengan efesien maka dari itu perlunya meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di terminal untuk menunjang kegiatan atau aktivitas diterminal saat beroperasi.  Kata Kunci : Pengembangan, Peningkatan, Terminal, Kota Pontianak
UJI INDIVIDU BATA RINGAN DENGAN FOAM AGENT BERDASARKAN VARIASI UKURAN PASIR Modestus, -; Sutandar, Erwin; Samsurizal, Eddy
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v4i4.20495

Abstract

Dalam perkembangan teknologi telah memunculkan inovasi-inovasi guna menguranggi bobot dari bata/batako yang digunakan pada bangunan gedung. peneliti tergugah untuk mencoba menggunakan Foam agent untuk membuat bata ringan foam. Salah satu komposisi dalam pembuatan bata ringan foam adalah dengan komposisi variasi ukuran agregat pasir yang ideal akan menghasilkan bata yang sesuai dengan syarat SNI, ringan dan ekonomis. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini meliputi pengujian slump test, slump flow, tingkat keberhasilan, susut dan kembang, porositas,  permeabilitas, ketahanan suara, hambatan panas (konduktivitas termal), berat volume/isi, kuat tekan kuat tarik belah dan modulus elastisitas. Untuk pengujian porositas dan permeabilitas menggunakan ukuran silinder 10 x 20 yang berjumlah 24 buah, sedangkan benda uji modulus elastisitas dan tarik belah menggunakan silinder 15 x 30 berjumlah 48 buah. benda uji untuk kuat tekan menggunakan persegi panjang 60 x 7,5 x 20 berjumlah 120 buah bata untuk masing - masing variasi. Penelitian ini menggunakan 5 variasi, V1 (mortar tanpa pemadatan), V2 (pasir kasar), V3 (pasir agak kasar), V4 (pasir agak halus) dan V5 (bata pasaran). Hasil pengujian slump test dan slump flow dihasilkan rata – rata diatas 10. setelah pengecoran variasi (V3) dan (V4) tidak mengalami kembang maupun susut sedangkan variasi (V2) mengalami penyusutan. setelah umur 1 hari variasi (V3) dan (V4), menghasilkan rata-rata porositas antara 27,54 – 30,33 % untuk bata beton ringan foam dan 21,73 % untuk bata biasa (Mortar), permeabilitas rata - rata antara 1,61x10-5 -1,94x10-5, rata-rata ketahanan suara 32,25 dB – 47,21 dB atau 34,94 % - 51,20%.  rata-rata hantar hambatan panas (konduktivitas termal) antara 0,25 W/m.ºk – 0,28 W/m.ºk sedangkan bata mortar 0,53 W/m.ºk. menghasilkan rata-rata berat volume/isi bata beton ringan foam antara 795 - 881 kg/cm3, bata pasaran 519 kg/cm3 sedangankan variasi (V1) merupakan bata biasa (mortar) menghasilkan berat rata – rata 1.428 kg/cm3 lebih berat dari bata beton ringan foam. Bata beton ringan memiliki kuat tekan rata-rata untuk umur 28 hari antara 0,41 - 1,32 Mpa, bata ringan dipasaran 1,18 Mpa sedangkan pada variasi 1 bata tanpa foam (mortar)  menghasilkan kuat tekan rata – rata 0,59 Mpa, adanya peningkatan terhadap kuat tarik belah dari bata biasa variasi 1 0,14 MPa, sedangkan bata ringan foam  memiliki kuat  Tarik belah 0,18 – 0,27 MPa naik sebesar 0,04 – 0,13 MPa. Maka komposisi campuran pada variasi (V4) bisa direkomendasikan untuk pembuatan bata ringan.   Kata Kunci :  Bata Ringan Foam, Mekanis, Komposisi Optimum.
ANALISIS PENGARUH AKTIVITAS INDUSTRI TERHADAP SPASIAL DAN SOSIAL EKONOMI DI DESA MEKAR UTAMA KECAMATAN KENDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG Mardiyanti, Utin; H, Firsta Rekayasa; Wulandari, Agustiah
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Mekar Utama merupakan salah satu desa di Kecamatan Kendawangan yang merupakan lokasi pengembangan industri. Adanya perkembangan industri tersebut memberikan perubahan pada  penggunaan lahan yaitu adanya konversi lahan hutan, semak dan rawa menjadi perkebunan kelapa sawit dan perusahaan pengolahan bauksit. Kemudian, dari aspek sosial ekonomi terjadinya perubahan mata pencaharian dan tingkat pendidikan, sedangkan  aspek pencemaran lingkungan terjadinya pengaruh berupa air, udara, dan tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh aktivitas industri terhadap spasial dan sosial ekonomi di Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah berupa analisis spasial menggunakan Arc. Gis dengan teknik overlay (tumpang tindih ) untuk melihat perubahan penggunaan lahan dan analisis regresi linier berganda untuk melihat pengaruh aktivitas industri terhadap sosial ekonomiHasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi di Desa Mekar Utama terdapat 2 jenis industri dengan 3 perusahaan yaitu industri besar PT.WHW yaitu perusahaan pengolahan bauksit dan pemurnian dan PT. GKG yaitu perusahaan perkebunan kelapa sawit dan industri sedang yaitu PT. PSL merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Kemudian hasil analisis terhadap spasial menunjukkan adanya konversi lahan dari lahan non terbangun menjadi terbangun yaitu berupa berkurangnya lahan hutan sebesar 7738.47 Ha, semak dengan luas 4175.91 Ha, dan rawa dengan luas 567.6 Ha. Selanjutnya yaitu untuk melihat pengaruh aktivitas industri terhadap sosial ekonomi menunjukkan bahwa adanya pengaruh aktivitas industri terhadap sosial dan ekonomi. Aspek sosial yaitu meningkatnya tingkat pendidikan dan jumlah sarana dan prasarana, dan aspek ekonomi yaitu terdapat perubahan mata pencaharian yang semula merupakan petani beralih menjadi buruh industri dan swasta atau pegawai kantor di perusahaan, serta meningkatnya tingkat pendapatan. Kata Kunci : aktivitas industri, spasial, sosial ekonomi
OPTIMALISASI KEBUTUHAN ANGKUTAN UMUM (TAKSI DAN BUS) RUTE PONTIANAK-LANDAK, PONTIANAK-SANGGAU DAN PONTIANAK-SEKADAU ., Leonardus; Juniardi, Ferry; Azwansyah, Heri
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.2161

Abstract

Seiringdengan perkembangan Provinsi Kalimantan Barat baik dalam jumlah maupun perkembangansosial ekonomi, maka sarana dan prasarana transportasi secara keseluruhansangatlah penting. Untuk menunjang atau mendukung perkembangan tersebutdiperlukan sarana transportasi yang memadai dan dapat dijangkau oleh semualapisan masyarakat. Hasil perhitungan yang menggunakan metode Try and Error dapat dilihat Jumlah angkutan umum (Bus) yang optimal untuktrayek Pontianak-Landak adalah sebanyak 16 armada dari 17 armada dengan tarif optimal yaitu sebesarRp. 29.999,73,-, jumlah angkutan umum (Taksi) yang optimal untuk trayekPontianak-Sanggau adalah sebanyak 27 armada dari 29 armada dengan tarif optimalyaitu sebesar 98.900,26,-, sedangkan untuk angkutan umum (Bus) yang optimal adalah sebanyak 22 armada dari 16 armada dengan tarif optimal yaitu sebesar Rp. 47.000,33,- dan jumlahangkutan umum (Taksi) yang optimal untuk trayek Pontianak-Sekadau adalahsebanyak 18 armada dari 18 armada dengan tarif optimal yaitu sebesar Rp.118.735,90,-, sedangkan untuk angkutan umum(Bus) yang optimal adalah sebanyak 8 armada dari 6 armada dengan tarif optimal yaitu sebesar Rp. 50.001,40,-.Kata-kata kunci: optimalisasi,kebutuhan, angkutan umum (taksi dan bus), metode tryand error
PEMBUATAN PROGRAM RAB DAN HARGA SATUAN DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL MACROS DAN VISUAL BASIC Prasetyo, Danny Ismail; Indrayadi, M.; Arpan, Budiman
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.12641

Abstract

Perkembanganteknologiinformasitermasuk di dalamnyaadalahperkembangan software (perangkatlunak) sangatmembantugunamemudahkanpekerjaanberbagaidisiplinilmu. Tekniksipilmerupakansalahsatubidangilmu yang menuntutpekerjaancepat, tepatsertaefisiendibidangwaktudantelahbanyakperangkatlunakberkelasinternasional yang telahdiciptakangunamembantudalamrekayasa, seperti AUTOCAD, SAP, danmasihbanyaklagiperangkatlunak yang sejenis. Sumberdaya yang direncanakanadalahtenagakerja (man), peralatan (machine), metode (method), bahan (material), danuang (money). Sumberdayainiharusdirencanakanseefisiendanseefektifmungkin agar diperolehbiayapelaksanaan yang minimum. Dalampelaksanaankitaharusmenyusunpekerjaansesuaidengankualifikasinyamasing-masing. Penjadwalan yang tepatdenganpengalokasiansumberdaya yang tepatmendukungkeberhasilansuatuproyek.   Kata kunci :RancanganAnggaranBiaya, Visual Basic
PENERAPAN TEORI RUN UNTUK MENENTUKAN INDEKS KEKERINGAN DI KECAMATAN ENTIKONG Santoso, Basillius Retno
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.3257

Abstract

Kekeringan mempunyaiperanan yang cukup penting dalam perencanaan maupun pengelolaan sumber dayaair. Kekeringan dapat menimbulkan bencana, sehingga perlu ada suatu tindakanatau upaya untuk mengurangi dampak yang ditimbulkannya. Penyebab kekeringanyang umumnya terjadi di wilayah Indonesia adalah rendahnya curah hujan yangterjadi pada suatu daerah. Hujan mempunyai hubungan yang sangat erat dengankondisi muka air pada berbagai sumber air permukaan. Ukuran kekeringan yangberasal dari hujan dapat dijadikan ukuran kekeringan di permukaan dan bawahpermukaan bumi. Oleh karena itu, kekeringan di lokasi studi perlu untuk dikajidan ditelaah agar tidak menjadi bencana yang merugikan seperti beberapa daerahdi Indonesia lainnya. Sehingga perlu diadakan suatu studi dengan output suatubentuk indeks kekeringan yang dapat menunjukkan dan mengklasifikasikan tingkatkekeringan yang terjadi. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat kekeringan berdasarkan intensitas curahhujan yang ada di Kecamatan Entikong yang meliputi jumlah bulan kering (durasikekeringan) dan jumlah kekeringan (total hujan minimum), serta memberikanstrategi perencanaan penanganan kekeringan berdasarkan hasil analisis yangdilakukan.
ANALISIS DAN EVALUASI KINERJA BUNDARAN TUGU JAM DI KOTA SINTANG Priyatmoko, Tegar Nova; Kadarini, S. Nurlaily; Sumiyattinah, -
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan empat lengan Jalan Lintas Melawi, Jalan MT Haryono Sungai Durian, Jalan Lintas Kapuas dan Jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah  (bundaran Tugu Jam). Bundaran ini melayani arus penting yaitu arus lalu lintas masuk dan keluar ke Kota Sintang, lembaga pendidikan, perkantoran, pasar, dan pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis dari kinerja geometrik bundaran empat lengan tersebut, sehingga dapat mengetahui tingkat kejenuhan dari bundaran tersebut dan memberikan alternatif perbaikan bundaran. Untuk mengetahui kinerja bundaran Tugu Jam di Kota Sintang ini dilakukan pengambilan data selama 3 hari dengan bantuan alat survei berupa cctv sebagai perekamnya yang dimulai pukul 06.00-18.00 WIB. Kemudian data yang sudah terkumpul diolah dengan menggunakan teori perhitungan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Dari hasil pengamatan yang dilakukan waktu jam sibuk yang terjadi pada bundaran Tugu Jam di Kota Sintang ini adalah pada hari Sabtu jam 17.00-18.00 WIB. Derajat kejenuhan (DS) tertinggi pada kondisi existing didapat pada bagian jalinan DA yaitu sebesar 0,965. Tundaan bundaran rata-rata diperoleh sebesar 14,70 detik, Pada alternatif pertama didapat nilai derajat kejenuhan tertinggi pada kondisi existing atau tahun 2018 sebesar = 0,657 dan tundaan bundaran rata-rata sebesar  = 9,48 det/smp, sedangkan nilai derajat kejenuhan tertinggi pada tahun 2023 sebesar = 0,712 dan tundaan bundaran rata-rata sebesar = 10,20 det/smp. Kemudian pada alternatif kedua didapat nilai derajat kejenuhan tertinggi pada kondisi existing atau tahun 2018 sebesar = 0,538 dan tundaan bundaran rata-rata sebesar  = 8,90 det/smp, sedangkan nilai derajat kejenuhan tertinggi pada tahun 2023 sebesar = 0,582 dan tundaan bundaran rata-rata sebesar = 9,20 det/smp. Strategi perbaikan kondisi existing dengan melakukan perbaikan pada bagian jalianan yang memiliki nilai derajat kejenuhan yang tinggi. Kata-kata kunci : Bundaran, Kinerja, Derajat Kejenuhan, Tundaan, MKJI 1997
STUDI PERANCANGAN BETON HEMAT ENERGI (SELF COMPACTING CONCRETE) UNTUK BETON NORMAL, ƒC’ = 25MPa DENGAN METODE ACI MODIFIKASI Asraar, Irfani; imansyah, Syahruddin; Mungok, Crisna Djaja
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v1i1.14431

Abstract

Penelitian ini merupakan perancangan beton hemat energi ( SELF COMPACTING CONCRETE) SCC fc’ = 25 Mpa dengan methode ACI Modifikasi. Setelah melakukan analisa bahan di Laboratorium Bahan Bangunan dan Konstruksi didapat hasil analisis agregat halus (pasir). Kadar organik didapat standar organik plate nomor 3,berwarna kecoklat-coklatan berdasarkan SII 0052 pasir dapat digunakan dalam campuran beton. Kadar lumpur pasir yang terkandung didalam pasir sebesar 0,12%, dari nilai tersebut memenuhi syarat ASTM C.33 yaitu ≤ 5%. Kadar air pasir didapat nilai 3,24%. Gradasi pasir diproleh modulus kehalusan pasir sebesar 3.17. Berat jenis curah (kondisi kering) rata-rata 2,545, sedangkan untuk berat jenis kering permukaan jenuh (SSD) rata-rata sebesar 2,564, untuk penyerapan (absorsi) 0, 766%. Berat volume rata-rata yaitu 1,415 kg/liter. Untuk analisa agregat kasar(batu) didapat kadar air 0,836 %. Hasil gradasi agregat kasar diperoleh modulus kehalusan butir sebesar 2,74. Berat jenis curah (kodisi kering) rata-rata 2.532, berat jenis kering permukaan jenuh (SSD) rata-rata sebesar 2,576, penyerapan air (absorsi) rata-rata sebesar 1,734%. Berat volume rata-rata sebesar 1,577kg/liter. Keausan agregat sebesar 22,05% < 40% ini berarti agregat kasar dapat digunakan dalam campuran beton. Kuat tekan beton diteliti pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari. Beton menggunakan semen PCC, campuran beton ditetapkan dalam perbandingan berat, antara semen : agregat halus : agregat kasar : air : aditif (Sika Viscocrete),   Kata Kunci : Self Compacting Concrete (SCC)

Page 53 of 148 | Total Record : 1475


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue