JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Articles
1,475 Documents
KARAKTERISTIK BETON SILINDER PADA PERKERASAN KAKU DENGAN DIMENSI BENDA UJI TERHADAP KUAT TEKAN
Hendrawan Novianto;
Slamet Widodo;
Siti Nurlaily Kadarini
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jelast.v7i3.50191
Kebutuhan aspal untuk pembangunan jalan di Indonesia saat ini mencapai 1,2 juta ton tiap tahunnya. Untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan aspal tersebut, Indonesia masih mengimpor aspal minyak dari luar negeri. Oleh karena itu, untuk mengurangi penggunaan aspal minyak di dalam negeri maka saat ini Indonesia menggunakan beton sebagai bahan alternatif perkerasan jalan. Permasalahan yang terjadi menggunakan beton sebagai struktur perkerasan kaku, menunjukkan bahwa selama masa konstruksi terjadi antrian kendaraan dan kemacetan yang diakibatkan oleh pengalihan sebagian jalur lalu lintas, semakin lama proses pekerjaan pembetonan dan perawatan beton maka akan semakin lama pula terjadi kemacetan dan antrian kendaraan pada ruas jalan yang dikerjakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik beton silinder pada perkerasan kaku dengan dimensi benda uji terhadap kuat tekan. Terdapat tiga jenis cetakan yang digunakan yaitu : cetakan silinder diameter 7,5 cm x 15 cm, silinder diameter 10 cm x 20 cm dan 15 cm x 30 cm. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 14 hari. Hasil pengujian kuat tekan dari benda uji silinder diameter 15 cm x 30 cm lebih kecil 25,42 Mpa dari benda uji silinder diameter 10 cm x 20 cm dengan nilai kuat tekan 25,550 Mpa dan lebih kecil dari benda uji 7,5 cm x 15 cm. Nilai kuat tekan dari benda uji silinder 7,5 cm x 15 cm lebih besar 27,665 Mpa dari benda uji silinder diameter 15 cm x 30 cm. Kata Kunci : Dimensi Benda Uji, Kuat Tekan
PENATAAN BUNDARAN TRANSMART AKIBAT PENGEMBANGAN KAWASAN TERPADU BRCMKUBU RAYA
Nico Hendrawan Pratama Putra;
Elsa Tri Mukti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jelast.v8i1.45127
Perkembangan wilayah Kabupaten Kubu Raya terus meningkat seiring berjalannya waktu. Salah satu objek yang terlihat berpengaruh yaitu Transmart Kubu Raya. Transmart merupakan bagian dari kawasan terpadu Bumi Raya City Mall yang direncanakan akan dibangun di kawasan tersebut. Dengan adanya perubahan tata guna lahan, maka akan berpengaruh terhadap lalu lintas sekitar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak dari perubahan tata guna lahan terhadap arus lalu lintas di bundaran Transmart dan memberikan alternatif pada permasalahan tersebut.Metode yang digunakan yaitu MKJI 1997 untuk menghitung tingkat pelayanan bundaran pada kondisi eksisting (2020), masa operasi Bumi Raya City (2023), dan proyeksi 5 tahun setelah masa operasi. Untuk peramalan di masa operasi dan masa proyeksi, digunakan pemodelan transportasi empat tahap. Setelah ditemukan permasalahan pada bundaran, kemudian direncanakan penataan kembali pada bundaran sebagai alternatif penanganan. Pada kondisi eksisting bundaran Transmart mampu melayani arus lalu lintas dengan baik. Perubahan tata guna lahan pada kawasan Bumi Raya City menyebabkan volume lalu lintas terbebani oleh bangkitan dan tarikan lalu lintas kawasan tersebut. Setelah dilakukannya analisis disimpulkan bahwa bundaran Transmart mengalami penurunan nilai tingkat pelayanan pada masa operasi dan proyeksi. Alternatif yang disarankan pada penelitian ini yaitu mengecilkan diameter bundaran sehingga memperbesar lebar jalinan dan meningkatkan nilai kapasitas bundaran.Kata Kunci: bundaran,derajat kejenuhan,pemodelan transportasi empat tahap,
POTENSI AIR TANAH BEBAS DAERAH ALUVIAL STUDI KASUS DESA SUNGAI ASAM, KEC. SUNGAI RAYA KAB. KUBU RAYA DI KALIMANTAN BARAT
- Hasbullah;
- Marsudi;
Yoga Herlambang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jelast.v7i2.42213
Air tanah salah satu sumber daya alam yang dibutuhkan dan merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharu. Pemanfaatan air tanah dilakukan secara berkelanjutan, dalam penggunaanya harus memerhatikan potensi ketersediaan dan perubahan yang terjadi sebagai akibat dari pemanfaatannya karena kebutuhan air akan terus meningkat seiring dengan perkembangan kebutuhan manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi air tanah bebas dan pola aliran air tanah. Menggunakan metode survei dengan melakukan studi lapangan dan pengambilan conto di analisis di laboratorium. Pengujian kualitas air untuk parameter pH, TDS, TSS, BOD, Besi (Fe), Sulfat dan Salinitas dilakukan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Potensi air tanah secara kuantitas Desa Sungai Asam adalah berpotensi kecil dengan debit 0,034 L/s. Sedangkan secara kualitas air sumur Desa Sungai Asam untuk parameter TDS dan Sulfat memenuhi standar baku mutu air kelas I menurut PP No.82 Tahun 2001. Parameter TSS, pH, Besi (Fe), dan BOD tidak memenuhi standar baku mutu air kelas I. Agar air baku bisa digunakan untuk air minum dan peruntukan lain dapat dilakukan pengolahan untuk menurunkan kadar parameter yang tidak memenuhi standar baku mutu air kelas I dan arah aliran air tanah daerah penelitian cenderung menuju ke arah sungai kapuas karena elevasi muka tanah dari tinggi ke rendah .Kata kunci : Air Tanah, Potensi Air Tanah, Aliran Air Tanah
ANALISIS KESTABILAN LERENG PADA TAMBANG QUARRY DI PT. TOTAL OPTIMAL PRAKARSA (TOP), DESA PENIRAMAN, KALIMANTAN BARAT
Ririn Tri Murniati;
Budhi Purwoko;
M Khalid Syafrianto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42828
PT. Total Optima Prakarsa, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan komoditas batuan granodiorit dengan luas wilayah 7,16 hektar yang menjadi tempat penelitian. Kestabilan lereng tambang yang dilakukan di PT.Total Optimal Prakarsa bertujuan untuk mengetahui tingkat fakror keamanan dari lereng penambangan. Faktor keamanan merupakan perbandingan antara kuat geser batuan dan beban dari bidang keruntuhan. Sebelum mengetahui tingkat faktor keamanan yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengetahui arang kekar, agar mempermudah untuk menganalisis tingkat faktor keamanannya berdasarkan jenis longsoran yang terjadi. Jenis longsoran sendiri bertujuan untuk mengetahui parameter yang diperlukan untuk nilai tingkat faktor keamanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sedangkan dalam proses menentukan nilai dari faktor keamanannya mengunakan metode stereografi / stereonet. Tahapan pertama meliputi studi literatur dan pengumpulan data di lapangan. Pada tahapan ini dilakukan pengumpulan data pada area penambanagan, selanjutnya menganalisis nilai faktor keamanan pada lereng penambangan tersebut. Berdasarkan penelitian ini nilai yang dihasilkan adalah 1,248 dengan kemiringan lereng 88o sehingga dapat disimpulkan bahwa keamanan pada lereng di nyatakan rendah dan rekomendasi nilai faktor keamanan menjadi 1,604 dengan sudut kemiringan lereng 84o tergolong tinggi.
LOKASI PELABUHAN PERIKANAN UTARA KHATULISTIWA KALBAR BERDASARKAN PARAMETER KLOROFIL-A DAN SUHU PERMUKAAN LAUT
Yudha Setyawan;
Jasisca Meirany;
Arie A. Kushadiwijayanto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jelast.v8i2.49157
Daerah potensial penangkapan ikan (fishing ground) menggunakan data Klorofil-a dan suhu permukaan laut (SPL) berdasarkan Website Ocean Color dengan Satelit Aqua/Terra MODIS Level 2 tahun 2009 hingga 2018 pada daerah kajian Utara Khatulistiwa Kalimantan Barat. Metode yang digunakan yaitu Single Image Edge Detection (SIED) dengan nilai konsentrasi dari klorofil-a yaitu 0,2 – 1 Mg/m3. Hasil yang didapat dari pergerakan 4 musim angin (Angin Munson) meliputi musim barat, peralihan 1, musim timur dan musim peralihan 2. Dari hasil analisis pada musim barat dan musim peralihan 1, pola sebaran fishing ground di wilayah penelitian cukup tersebar merata, khususnya di daerah perairan Kota Pontianak,Selat Karimata, Kota Singkawang dan Kuala Mempawah dengan frekuensi sedang (warna kuning) dan tinggi (warna merah). Pada musim timur dan musim peralihan 2, pola sebaran fishing ground lebih sedikit penyebarannya dan untuk frekuensi tinggi (warna merah) hanya berfokus pada daerah perairan Kota Pontianak, dan Kabupaten Sambas, Dimana pada lokasi Kabupaten Sambas menjadi tempat rekomendasi pembangunan pelabuhan perikanan berdasarkan peta sebaran daerah potensial penangkapan ikan (Fishing Ground).Kata kunci : Pelabuhan Perikanan, Fishing Ground
EVALUASI DAN PERENCANAAN SIMPANG JALAN ADI SUCIPTO - JALAN MAJOR ALIANYANG (JEMBATAN KAPUAS II) AKIBAT PENGEMBANGAN KAWASAN DISEKITARNYA
Denisa Nurhabibah;
Rudi Sugiono Suyono;
Elsa Tri Mukti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jelast.v8i1.44625
Di Kabupaten Kubu Raya saat ini sedang dilakukan pembangunan kawasan terpadu Bumiraya City.Pengembangan kawasan akan berdampak pada arus lalu lintas yang semakin meningkat disekitar kawasanpembangunan. Apabila volume lalu lintas sudah melebihi kapasitas jalan, maka akan terjadi kemacetan. Untukmengatasi masalah kemacetan maka perlu adanya penataan pada salah satu simpang terdekat yaitu simpang Jl. AdiSucipto – Jl. Major Alianyang. Penataan simpang menggunakan Flyover sebagai perlengkapan jalan bebashambatan. Kajian penataan mengacu pada MKJI 1997 dan menggunakan Software VISSIM. Untuk analisa proyeksimenggunakan persamaan bunga majemuk dan dimodelkan dengan metode Pemodelan Empat Tahap. Kemudianmerencanakan tipe flyover dan menganalisa tingkat pelayanan pasca pembangunan (2023) dan setelah kawasanterpadu beroperasi selama 5 tahun (2028). Pada kondisi eksisting, tingkat pelayanan yang diberikan sudah buruk.Maka, dilakukan perencanaan flyover dengan dua alternatif yaitu dengan jembatan layang biasa dan dengansimpang susun tipe Single Point Diamond Interchange (SPDI). Berdasarkan analisa kinerja simpang keduaalternatif, untuk alternatif pertama memberikan tingkat pelayanan pada tahun 2023 adalah C dan pada tahun 2028adalah D. Sedangkan untuk alternatif kedua memberikan tingkat pelayanan pada tahun 2023 adalah B dan padatahun 2028 adalah C. Dari analisa tersebut, didapatkan alternatif dengan tingkat pelayanan terbaik yaitu alternatifkedua dengan tipe SPDI.
OPTIMALISASI TATA LETAK MATERIAL PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG SEKOLAH
Gina Wulansky;
Riyanny Pratiwi;
Syahrudin Syahrudin
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jelast.v8i2.49620
Dalam pembangunan diperlukan berbagai perencanaan yang optimal untuk mengurangi risiko yang akan terjadi yaitu pengaturan sumber daya tenaga kerja, peralatan, material dan biaya. Salah satu faktor yang dapat dioptimalkan dalam pengerjaan proyek adalah pengoptimalan penempatan material di dalam lokasi proyek.. Diperlukan rancangan skenario yang baik agar penempatan material medapatkan tempat yang paling optimal. Rancangan skenario di rencanakan dalam 4 alternatif, dengan kondisi eksisting menjadi acuan dalam pembuatan skenario. Untuk menentukan skenario optimum digunakan metode Multi Objetives Function berdasarkan proporsi jarak (Travelling Distance) dan nilai keamanan (Safety Index). Dari hasil analisa ditetapkan skenario 4 sebagai skenario optimum dengan nilai Travelling Distance (TD) 50.576,80 dengan penurunan sebesar 33,34% dan nilai Safety Index (SI) sebesar 445.605,68 dengan perbedaan 0,067% terhadap kondisi eksisting. Skenario 4 dipilih sebagai skenario paling optimum untuk mengoptimalkan penempatan material dan meminimalisir kecelakaan kerja.Kata kunci : multy objective, rancangan skenario, safety index, travelling distance.
ANALISIS INDEKS DESA MEMBANGUN DESA JERUJU BESAR
Denny Muhammad Hajratul;
Nana Novita Pratiwi;
Erni Yuniarti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jelast.v8i1.44856
Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya berstatus sebagai Desa Mandiri pada tahun 2019. Berbagai permasalahan terdapat di desa ini terkait kesejahteraan sosial serta kualitas hidup yang berkenaan langsung terhadap nilai pada indikator-indikator yang ada di Indeks Desa Membangun (IDM). Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis IDM Desa Jeruju Besar, dan mengidentifikasi masalah yang terjadi serta potensi dari Desa Jeruju Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan variabel berdasarkan Standart Operasional Prosedur Pemuktahiran Status Perkembangan IDM tahun 2018. Berdasarkan hasil penelitian, IDM Desa Jeruju Besar sebesar 0.8097 sehingga Desa Jeruju Besar tergolong Desa Maju pada tahun 2020. Dengan demikian, terjadi penurunan status satu tingkat kebawah, dari Desa Mandiri menjadi Desa Maju. Masalah yang ditemukan pada lokasi studi ialah kurang optimalnya pemanfaatan fasilitas yang tersedia, dan masih terbatasnya beberapa pelayanan dasar, serta masih kurangnya fasilitas terkait keluar masuk barang maupun orang serta kondisi hutan mangrove yang mulai rusak di Desa Jeruju Besar. Sementara potensinya adalah terdapat solidaritas sosial serta toleransi di masyarakat, terdapatnya lokasi wisata, tersedianya lembaga keuangan sebagai akses permodalan serta tersedianya lembaga ekonomi berupa BUMDes. Kata Kunci: Desa Jeruju Besar; Indeks Desa Membangun
KAJIAN PRODUKTIVITAS PENAMBANGAN BATU GRANODIORIT PT BINA ARDI LESTARI DESA PELADIS KECAMATAN ANJONGAN MELANCAR KABUPATEN MEMPAWAH
Swisma Feermanda;
Budhi Purwoko;
Yoga Herlambang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jelast.v7i2.42248
Perusahaan pertambangan batu granodiorit PT Bina Ardi Lestari berada di wilayah Kabupaten mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Permasalahan yang terjadi adalah belum tercapainya target produksi yang telah ditetapkan yaitu sebesar 5.000 BCM/bulan. Maka diperlukan kajian untuk meningkatkan produktivitas penambangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hambatan yang terjadi pada proses produksi yang hasilnya digunakan dalam mengetahui produksi aktual, serta digunakan untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap faktor yang berpengaruh terhadap ketidaktercapaiannya target produksi. Pengamatan yang dilakukan yaitu dengan mengamati waktu edar alat mekanis, waktu kerja efektif, kondisi lapangan, serta keserasian dari alat mekanis. Kemudian data hasil pengamatan diolah serta dikaji untuk menentukan alternatif yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan produksi yang diharapkan. Hasil penelitian produksi yang dapat dicapai perusahaan sebesar 4.257,19 BCM/bulan. Peningkatan produksi dilakukan dengan meningkatkan waktu kerja efektif dengan melakukan perbaikan terhadap hambatan yang terjadi pada proses penambangan. Perbaikan terhadap faktor keserasian alat, perbaikan terhadap waktu edar alat dengan menggunakan waktu edar minimum yang didapat saat penelitian di lapangan, serta melakukan penambahan curah bucket alat muat saat mengisi bak dump truck. Perbaikan waktu kerja dan kondisi teknis berdampak pada meningkatnya produksi alat mekanis, sehingga produksi meningkat menjadi 6.714,45 BCM/bulan.Kata Kunci : Alat Mekanis, Penambangan, Produksi, Produktivitas
ANALISA KINERJA SIMPANG BERSINYAL ( STUDI KASUS SIMPANG JALAN H. RAIS A. RAHMAN – JALAN RE. MARTADINATA – JALAN HM. SUWIGNYO )
Yuni Tri Astuti;
- Akhmadali;
Elsa Tri Mukti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jelast.v8i1.45604
Simpang Jalan H. Rais A. Rahman – Jalan RE. Martadinata – Jalan HM. Suwignyo merupakan persimpangan di kota Pontianak yang padat penduduk dan komersial. Pertokoan, pasar, tempat ibadah, sekolah, serta ruas jalan yang relatif kecil menjadi beberapa faktor yang membuat pergerakan pada simpang menjadi semakin tinggi. .selain itu dibangun jalan pararel yang berdekatan dengan simpang namun belum di fungsikan secara penuh. Sehingga perlu dilakukan analisa kinerja 5 dan 10 tahun untuk mengetahui dampak dari jalan pararel apabila difungsikan secara penuh, serta memberikan altenatif untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan beberapa tahun yang akan datang terhadap simpang. pada penelitian ini digunakan MKJI 1997 dan Software VISSIM untuk mengetahui kinerja simpang kondisi eksisting, 5 dan 10 tahun. Setelah dilakukan analisa kondisi eksisting diperoleh tingkat pelayanan simpang F sehingga perlu dilakukan segera alternatif penanganan. Setelah dilakukan beberapa analisa untuk beberapa alternatif kombinasi perubahan geometrik, rekayasa arus lalu lintas (Jalan H. Rais A. Rahman dan Jalan Pararel dipertahankan dua arah), dan perubahan dari simpang bersinyal menjadi tidak bersinyal memberikan hasil dan paling baik, serta lebih ekonomis dan efisien karena tidak perlu menambah lampu lalu lintas serta fungsi dari ruas jalan lebih maksimal karena ruas jalan tetap dipertahankan dua arah namun tetap menghasilkan tingkat pelayanan yang baik.Kata kunci : Alternatif , Simpang Bersinyal, Vissim