cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
EVALUASI KINERJA BUNDARAN ALE ALE DI KOTA KETAPANG Sigit Prabowo; Ferry Juniardi; Siti Nurlaily Kadarini
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.44797

Abstract

Untuk mencegah masalah pada Bundaran Ale Ale diperlukan evaluasi pada kinerja bundaran. Penelitian ini mengkaji kinerja Bundaran Ale Ale pada kondisi sekarang tahun 2020 dan kondisi akan datang pada tahun 2035. Survei dilakukan 5 hari pukul 06.00-18.00. Dianalisa berdasarkan MKJI 1997 dan simulasi dengan Software Vissim, kemudian disusun rencana alternatif perbaikan bundaran. Berdasarkan hasil survei didapat volume jam sibuk di hari Senin jam 16.00-17.00. Derajat kejenuhan tertinggi pada tahun 2020 adalah 0,65, tundaan bundaran 9,57 detik/smp dan peluang antrian 10%-24% artinya kondisi lalu lintas Bundaran Ale-Ale masih memenuhi MKJI 1997 (DS<0,75). Dilakukan proyeksi 15 tahun yang akan datang tahun 2035 untuk mengantisipasi masalah lalu lintas yang akan terjadi dan didapat nilai derajat kejenuhan 0,79, tundaan bundaran 12,16 detik/smp dan peluang antrian 17%-39%. Kemudian dilakukan perbaikan pada tahun 2035, alternatif pertama perbaikan geometrik bagian jalinan didapat derajat kejenuhan 0,67, tundaan bundaran 10,81 detik/smp dan peluang antrian 12%-26%. Alternatif kedua perencanaan ulang bundaran sesuai MKJI 1997 didapat derajat kejenuhan sebesar 0,65, tundaan bundaran 10,70 detik/smp dan peluang antrian 12%-26%. Direkomendasikan perbaikan bundaran tahun 2035 dengan alternatif perencanaan ulang bundaran sesuai MKJI 1997, karena memiliki kinerja dan tingkat pelayanan yang memenuhi.Kata Kunci: bundaran, simpang, kinerja, MKJI 1997
KAJIAN KEBUTUHAN DAN SISTEM PERPARKIRAN DI PASAR PEMANGKAT KABUPATEN SAMBAS Yudianus Samuel; Komala Erwan; Heri Azwansyah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.45831

Abstract

Minimnya penyediaan lahan parkir di pinggir jalan, memberikan masalah terhadap kinerja jalan. Salah satunya Pasar Tradisional yang mempunyai permasalahan terkait lahan parkir adalah kawasan Pasar yang terletak di Kecamatan Pemangkat Kabupaten sambas. Tujuan penelitian untuk mengetahui indeks dan kebutuhan lahan parkir saat ini. Metode yang digunakan yaitu dengan cara survei langsung di lapangan. Selanjutnya data yang didapat kemudian diolah, untuk  mendapatkan nilai volume kendaraan, akumulasi kendaraan, durasi parkir, pergantian parkir, kapasitas parkir, indeks parkir dan kebutuhan ruang parkir. Area parkir direncanakan mengikuti kebutuhan serta meninjau lahan yang tersedia. Untuk area parkir sepeda motor yang dibutuhkan pada pasar Pemangkat sebesar 76 SRP dengan indeks parkir 69% sedangkan kapasitas tersedia sebesar 103 SRP, dan untuk area parkir mobil yang dibutuhkan pada pasar Pemangkat sebesar 6 SRP dengan indeks parkir 74% sedangkan kapasitas tersedia sebesar 8 SRP dengan luasan minimal yang diperlukan sebesar 114 m2 untuk kendaraan sepeda motor dan sebesar 75 m2 untuk kendaraan mobil.Kata kunci: Parkir, Satuan Ruang Parkir (SRP), Kabupaten Sambas
EVALUASI SISTEM PENYALIRAN TAMBANG BATUBARA PT. RIMAU ENERGY MINING SITE PUTUT TAWULUH KECAMATAN DUSUN TIMUR KABUPATEN BARITO TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Widyantoro, Wisnu; Marsud, -; Syafrianto, M. Khalid
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.42362

Abstract

PT. Rimau Energy Mining is an open-pit coal mine located in East Barito, Central Kalimantan Province. Mining activities depend on the weather conditions of the mine site include rain. Water disrupting the mining work area is then transferred to the water reservoir in block 14, which is the direction of the mine's progress towards the block. The research method used is direct field observation and direct calculation, the method used is collecting rainfall data, calculating the catchment area using the Auto CAD 2007 application, calculating the volume of water in the water reservoir, calculating the actual pump discharge. Calculations on PIT 1 produce rainfall intensity for 3 hours amounting to 7,319 mm / hour resulting in runoff discharge of 4,678 mm³ / hour. The  pumping system in pit 1 used 3 pumps, 1 unit KSB DND 15 in block 12 and in block 14 using 2 unit sykes pumps HH160i and sykes HH220i. Draining the reservoir water in block 14 with a target planning time of 3.5 months by using available pumps, by optimizing the performance of the existing pump,within3.5monthscanremovetheexistingwaterinthereservoirinblock14totheelevation-5.5 m from the initial elevation of 3.9 m using a pump rotation speed of 1600 RPM.Key Word : Pump, Rainfall, Water reservoir
IDENTIFIKASI OBJEK DAYA TARIK WISATA (ODTW) TAMAN KELEMPIAU KECAMATAN SEKADAU HILIR KABUPATEN SEKADAU Trifonia Apika Ririn Putri; Erni Yuniarti; Anthy Septianti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.48288

Abstract

Taman  Kelempiau  merupakan  objek  wisata  baru  di  Kabupaten  Sekadau  yang  memiliki  berbagai  potensi wisata alam dan budaya. Penamaan objek wisata ini diambil dari jenis flora endemik Kalimantan yang dahulu banyak  dijumpai  di  lokasi  Taman  Kelempiau  saat  ini  yaitu  Owa  Kalimantan/Owa  Kelempiau  (Hylotabes mulleri). Taman Kelempiau masih dalam tahap pembangunan, sehingga masih belum sempurna dan masih diperlukan  pengembangan  sebagai  pelindung  dan  pelestari  lingkungan.  Permasalahan  tersebut  meliputi masih kurangnya fasilitas umum, infrastruktur kurang memadai, kurangnya estetika serta pilihan objek daya tarik  wisata.  Tujuan  penelitian  ini  untuk  mengidentifikasi  objek  daya  tarik  wisata  Taman  Kelempiau. Pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dan variabel yang digunakan meliputi aspek 3A, yaitu  atraksi,  aksesibilitas,  dan  amenitas.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  Taman  Kelempiau  masih kurang menampilkan unsur budaya dan satwa kelempiau. Lokasi Taman Kelempiau berada di posisi yang strategis  dan  masih  di  pusat  kota.  Sedangkan  sarana  dan  prasarana  yang  tersedia,  jumlahnya  sudah mencukupi dan kondisinya cukup baik. Kata Kunci: objek daya tarik wisata; pariwisata; Taman Kelempiau;
PERBANDINGAN HASIL EKSTRAKSI KADAR ASPAL PADA CAMPURAN ASPAL AC-BC GRADASI KASAR TERHADAP JOB MIX FORMULA Mohd. Noval Rizki Anwar; - Akhmadali; - Sumiyattinah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42541

Abstract

Ekstraksi kadar aspal sering menjadi permasalahan dalam pengujian dilapangan, dimana terjadi kehilangan kadar aspal yaitu kadar aspal dilapangan tidak sesuai atau kurang dari kadar aspal Job Mix Formula. Berdasarkan spesifikasi umum 2010 revisi 3 telah diisyaratkan bahwa toleransi kadar aspal adalah ± 0,3% dari berat total campuran, serta menjelaskan mengenai benda uji inti (core) tidak boleh digunakan untuk pengujian ektraksi. Uji ektraksi harus dilakukan menggunakan benda uji campuran beraspal gembur yang diambil dibelakang mesin penghampar (spesifikasi 2010, divisi 6,subbab 6.3.7 poin 3d). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar aspal hasil ekstraksi campuran aspal AC-BC (Asphalt Concrete-Bearing Course) gradasi kasar terhadap JMF. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode sentrifugal ekstraktor dan analisa saringan agregat, untuk mengetahui perbedaan agregat hasil penggunaan larutan sisa hasil ekstraksi yang keluar dari saluran pembuangan alat sentrifus dengan metode ekstraksi yang tidak menggunakan larutan sisa pembuangan. Hasil penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa nilai kadar aspal AMP rata-rata lebih kecil dari KAO yaitu dengan deviasi sebesar 0,222%. Nilai kadar aspal benda uji rata-rata yaitu 5,192% dengan deviasi 0,058% lebih mendekati dari nilai KAO. Terjadi perubahan gradasi agregat setelah ekstrasi yang tidak menggunakan larutan sisa hasil ekstraksi yang keluar dari saluran pembuangan alat sentrifus gradasi agregat susunannya semakin halus. Kata kunci : Ekstraksi, Metode Sentrifugal, Kadar Aspal, Gradasi Agregat.
TINJAUAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA AREA PENAMBANGAN DAN PENGOLAHAN BATU ANDESIT DI CV. MITRA PERSADA BATU BUIL KECAMATAN BELIMBING KABUPATEN MELAWI PROVINSI KALIMANTAN BARAT Piter Paulie; Syahrudin Syahrudin; Hendri Sutrisno
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.48505

Abstract

Kegiatan pertambangan masih memiliki potensi yang berisiko kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja seperti ada kondisi area yang berbahaya dan tidak menggunakan APD saat bekerja. kondisi dan tindakan tersebut dapat mengakibatkan cidera. Pada penelitian ini bertujuan untuk meninjau keselamatan dan kesehatam kerja yang berupa dokumen HIRA/IBPR yang gunanya untuk mengetahui potensi bahaya dan risiko yang ada perusahaan. Dalam proses peninjauan tersebut dilakukan dengan observasi langsung kelapangan dan wawancara langsung. Dari hasil tinjauan teridentifikasi kemudian dianalisis menggunakan AS/NZS 4360 untuk mengetahui tingkat risiko tersebut. Hasil penelitian menunujukan bahwa pada kegiatan tersebut terdapat 11 sumber bahaya yang mungkin dapat terjadi sewaktu-waktu. Dari 11 sumber bahaya semua kategori dalam risiko semua tingkat risiko termasuk didalamnya, yang terdiri dari: Acceptable, Moderate, Priority dan Very High. Berdasarkan hasil penilaian risiko tersebut untuk mengurangi atau memperkecil terjadi risiko maka peneliti merekomendsikan rancangan pengendalian risiko berdasarkan urutan hirarki pengendalian yaitu dengan cara: Rekayasa teknis, Administratif, dan Wajib menggunakan Alat Pelindung Diri yang telah dibuat berupa dokumen, yaitu dokumen HIRA/ IBPR.Kata kunci: HIRA, Penambangan, Pengolahan, SOP
TINJAUAN KECELAKAAN KERJA PADA AREA STOCKPILE PENAMBANGAN DI PT. CLAYINDO CAKRA JAYA KECAMATAN CAPKALA KABUPATEN BENGKAYANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT Oka Sahala R Sihotang; Khalid Syafrianto; Fitriana Meilasari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42662

Abstract

PT. Clayindo Cakra Jaya adalah pertambangan Clay menggunakan sistem tambang  terbuka dengan metode backfilling. Permasalahan yang terjadi pada penambangan Clay yaitu frekuensi resiko kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja yang masih cukup tinggi terjadi pada area stockpile. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tingkat resiko kecelakaan kerja dengan menghitung angka kekerapan dan keparahan kecelakaan serta mengkaji upaya pengendalian kecelakaan kerja pada perusahaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode penelitian yang menggambarkan data kuantitatif yang diperoleh menyangkut keadaan yang terjadi di area stockpile. Metode ini digunakan untuk mencari angka kekerapan dan keparahan kecelakaan yang terjadi pada perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian, nilai kekerapan kecelakaan dari tahun 2016-2019 yaitu (22,58 ; 69,44 ; 22,95 ; 45,16), nilai keparahan kecelakaan dari tahun 2017-2018 yaitu (1.157 dan 2.295) dalam satu juta jam kerja, nilai safe T-score dari tahun 2017-2019 yaitu (2,06 ; -1,16 ; 0,98). Hal ini terjadi karena kurangnya upaya pengendalian yang dilakukan oleh perusahaan khususnya pada area stockpile. Oleh karena itu, sebelum dilakukan kegiatan wajib melakukan safety talk dan rutin melakukan pengawasan di  area stockpile agar para pekerja tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran  dalam menerapkan safety disetiap  kegiatan pada area stockpile. Maka dari itu perlu dilakukan upaya pengendalian pada perusahaan yaitu melakukan safety talk sebelum memulai kegiatan penambangan, memasang rambu-rambu dan tindakan tegas tanpa memandang jabatan jika melanggar peraturan. Kata kunci : Kecelakaan Kerja, Stockpile
ANALISIS KRITERIA GREEN BUILDING PADA GEDUNG LABORATORIUM TERPADU IAIN PONTIANAK Uli Trisnawati; Endang Mulyani; Rafie Rafie
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.44592

Abstract

Meningkatnya pertambahan penduduk berdampak kepada semakin bertambahnya kebutuhan, salah satunya adalah kebutuhan di sektor pembangunan. Pembangunan sarana dan prasarana fisik merupakan salah satu penyebab dari kerusakan lingkungan serta pemanasan global. Salah satu upaya untuk mengurangi hal tersebut yaitu dengan menerapkan konsep green building. Secara umum, tidak ada satupun gedung di lingkungan IAIN Pontianak yang sepenuhnya berkonsep green building dan memiliki sertifikat green building dari lembaga GBCI. Oleh karena itu, Gedung Laboratorium Terpadu IAIN Pontianak dipilih mewakili gedung-gedung lain sebagai objek penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu membandingkan kondisi eksisting gedung dengan perangkat penilaian Greenship untuk Bangunan Baru versi 1.2. Kemudian dilakukan analisis kesesuaian untuk masing-masing kriteria dengan metode observasi langsung, wawancara, dan menggunakan data sekunder. Hasil penilaian akhir menunjukkan bahwa Gedung Laboratorium Terpadu IAIN Pontianak belum bisa dikatakan sebagai bangunan yang berkonsep green building dikarenakan hanya memenuhi 4 kriteria syarat kelayakan bangunan, serta 2 kriteria prasyarat. Sedangkan untuk penilaian kriteria kredit dan bonus, gedung ini berhasil memperoleh 20 poin (19,80%), yang mana belum memenuhi nilai minimum untuk mendapatkan peringkat Perunggu. Oleh karena itu, penerapan rekomendasi perbaikan pada gedung perlu dilakukan sehingga dapat mencapai poin yang disyaratkan agar gedung ini dapat tersertifikasi Green Building.Kata Kunci: Bangunan Hijau, Gedung Laboratorium Terpadu IAIN Pontianak, Greenship untuk Bangunan Baru versi 1.2
OPTIMALISASI TATA LETAK MATERIAL KONSTRUKSI (STUDI KASUS GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS PANCA BHAKTI PONTIANAK) Uun Iva Noviana; Rafie Rafie; Riyanny Pratiwi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.49304

Abstract

Letak fasilitas dan material proyek mempunyai peranan yang sangat penting bagi efisiensi waktu serta biaya pada suatu pengerjaan proyek. Tujuan dari penelitian ini diantaranya untuk menentukan site layout yang paling optimun dan efisien. Sehingga penempatan aktifitas pembangunan berjalan lancer dan nyaman. Pada penelitian ini data akan diolah dengan metode multi-objectives function yaitu analisis Traveling Distance dan analisis Safety Index . Yaitu dengan memakai  metode pendukung keputusan yaitu Analicital Hierarcy Proses (AHP). Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa Site Layout pada proyek pembangunan Rektorat Universitas Panca Bhakti belum optimal bila ditinjau dari hasil perhitungan Traveling Distance (jarak tempuh) dan Safety Index (nilai keamanan). Berdasarkan hasil plot pada diagram, untuk pekerjaan struktur bawah didapatkan nilai TD dan SI yang paling minimum yaitu pada Alternatif  3. Sedangkan pada pekerjaan plat lantai 4 didapatkan nilai TD dan SI yang paling minimum yaitu pada Alternatif 2.Kata Kunci : Analicital Hierarcy Proses (AHP), Multi-objectives function, proyek konstruksi, site layout
DAMPAK PEMBANGUNAN WATERFRONT TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN, SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT DI KECAMATAN PONTIANAK TIMUR Muhlis Mulyadi; Ely Nurhidayati; Vetti Puryanti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.44679

Abstract

Perkembangan Kota Pontianak berawal dari permukiman tepian sungai yang lebih tepatnya berada pada kawasan Istana Kadariah dan Masjid Jami Kesultanan Pontianak. Adanya pembangunan Waterfront di Kota Pontianak merubah kondisi lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dampak-dampak yang dialami masyarakat tersebut. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Tambelan Sampit dan Kelurahan Dalam Bugis di Kecamatan Pontianak Timur yang berjumlah 100 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perubahan yang berbeda antara Kelurahan Tambelan Sampit dan Kelurahan Dalam Bugis dalam dampak pembangunan Waterfront pada lingkup lingkungan, sosial dan ekonomi. Pada lingkup lingkungan terjadi pada penyediaan TPS, kenaikan volume sampah, perubahan lokasi/tata letak permukiman, prasarana dan sarana pendukung kegiatan di Waterfront. Pada lingkup sosial, lingkup kebijakan khusus, keramaian, dan kegiatan-kegiatan yang berasal di Kawasan Waterfront. Pada lingkup ekonomi masyarakat merasakan kenaikan pendapatan dan peluang usaha.

Page 77 of 148 | Total Record : 1475


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue