cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,475 Documents
KAJIAN TINGKAT KEBISINGAN DI AREA PENCUCIAN BIJIH BAUKSIT PT. ANEKA TAMBANG TBK UBP BAUKSIT TAYAN HILIR KABUPATEN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT Refi Ariqah; Azwa Nirmala; Fitriana Meilasari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.47907

Abstract

Tingkat kebisingan yang melebihi nilai ambang batas yaitu di atas 85 dB dengan pajanan 8 jam/hari dapat mendorong timbulnya gangguan kesehatan pada pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan. Pengukuran kebisingan berdasarkan SNI 7231:2009 yaitu selama 10 menit dengan pembacaan per 5 detik menggunakan Sound Level Meter. Hasil dari pengukuran ini dianalisis berdasarkan Kepmen Lingkungan Hidup No 48 Tahun 1996 dimana baku mutu kebisingan untuk industri yaitu 70 dB. Berdasarkan hasil penelitian, intensitas kebisingan sumber (hopper, trommol dan jaw crusher) yang dihasilkan melebihi nilai ambang batas berkisar 91 dB – 100 dB dengan waktu pajanan selama 10 jam/hari. Terdapat beberapa titik pengukuran yang masih melebihi NAB yaitu pada kondisi searah angin, titik 1 – 4 (85 dB – 73 dB) dan titik 6 – 8 (89 dB – 77 dB). Sedangkan untuk kondisi berlawanan arah angin semua titik masih melebihi NAB (94 dB – 79 dB). Kemudian waktu pajanan terlama untuk pekerja berada di titik yang melebihi NAB yaitu titik 1 – 4 (160.53 jam – 7.55 jam) dan titik 6 – 8 (78.79 jam - 2.93 jam). Sedangkan kondisi berlawanan arah angin titik 10 – 14 (26.17 jam – 0.97 jam).Kata Kunci: Kebisingan, Pajanan, Washing Plant. 
EVALUASI PENATAAN LALU LINTAS PADA PERSIMPANGAN JALAN H RAIS A RAHMAN – JALAN GUSTI HAMZAH – JALAN JERANDING DAN JALAN H RAIS A RAHMAN – JALAN H M SUWIGNYO – JALAN RE MARTADINATA KOTA PONTIANAK Kurniawan, Irfan; Sumiyattinah, -; Kadarini, S. Nurlaily
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.42522

Abstract

Persimpangan merupakan titik tempat pertemuan ruas jalan dan tempat terjadi permasalahan lalu lintas. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mencari rekomendasi alternatif yang terjadi pada simpang dengan tipe simpang bersinyal yang salig berdekatan dan mempunyai permasalahan yang sama yaitu pada Jalan H Rais A Rahman, Jalan Gusti Hamzah, Jalan Jeranding dan persimpangan Jalan H Rais A Rahman,Jalan HM Suwignyo,Jalan RE Martadinata. Analisa persimpangan dilakukan dengan metode manual dan metode Vissim 11. Dengan menggunakan metode MKJI 1997 dengan sistem volume yang didapat dengan cara counting atau pengamatan langsung, dan analisa selanjutnya digunakan volume dengan memproyeksikan hasil ke tahun 2024. Dari hasil yang didapat rata-rata tundaan paling besar 50,60 smp/det dengan tingkat layanan LOS E. Dengan hasil yang didapat, perlunya alternatif  pada kedua simpang dengan sistem pelebaran jalan dan mengurangi hambatan samping yang ada pada setiap lengan. Dilakukannya pelebaran jalan untuk memprediksi tahun berikutnya dilakukan alternatif tambahan dengan melakukan pengefektifan jalan pararel yang sudah ada dengan perubahan tipe simpang menjadi simpang tiga tak bersinyal dengan pengefektifan jalan pararel dengan hasil dari metode MKJI 1997 dan simulasi Vissim sehingga didapat hasil dengan tundaan yang didapat paling besar 7,95 dengan tingkat layanan LOS A. Maka dapat dikatakan alternatif yang diberikan dapat dilakukan dimasa yang akan datang.Kata kunci: Evaluasi Simpang; Simpang Bersiyal; Penataan Simpang; PTV VISSIM
ANALISIS PENGARUH KONTAMINAN TERHADAP KEKESATAN (SKID RESISTANCE) PADA PERMUKAAN PERKERASAN (STUDI KASUS JLN. LETNAN JENDRAL SUTOYO) Khalif Berlin Rahman Hakim; Sumiyattinah -; S. Nurlaily Kadarini
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.45010

Abstract

Jalan merupakan sarana yang penting di dunia transportasi. Kepadatan lalu lintas di Kota Pontianak meningkat pesat dikarenakan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat, sehingga jalan sangat mempengaruhi tingkat keamanan dan kenyamanan pengendara. Lokasi yang diteliti adalah jalan yang memiliki permukaan perkerasan aspal dan beton, yaitu di Jalan Letnan Jendral Sutoyo. Jumlah titik peninjauan loksai adalah titik-titik diaman pengendara akan melakukan pengereman (daerah sisi kiri dan kanan). Pada daerah sisi kiri dengan lapisan aspal memiliki jenis permukaan perkerasan AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) dan pada daerah sisi kanan memiliki jenis permukaan perkerasan beton dengan sambungan dan tulangan untuk kendali retak. Dari hasil survey tersebut dihitung dan dianalisa sehingga mendapatkan pengaruh kotaminan terhadap kekesatan jalan. Berdasarkan penelitian nilai BPN yang dipengaruhi oleh kotaminan air dan pasir, hasil penelitian menunjukan bahwa setelah terkena kontaminan maka nilai skid resistance yang dihasilkan menururn. Pada lapisan permukaan aspal dengan kontaminan air di titik 1 sampai dengan 4 mengalami penurunan sebesar 36,3%, 27,5%, 18,1%, dan 21,5%. Sedangkan pada lapisan beton mengalami penurunan sebesar 28,2%, 30,7%, 30,6%, dan 17,8%. Kata Kunci: kekesatan jalan, skid resistance, kontaminan air, kontaminan pasir
PENGARUH AKTIVITAS PERDAGANGAN DAN PEMUKIMAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN PROF. M. YAMIN KOTA PONTIANAK Andi Tri Wicaksono; Ferry Juniardi; Elsa Tri Mukti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.48347

Abstract

Prof. M. Yamin merupakan ruas jalan yang cukup padat dilalui kendaraan bermotor baik dari kendaraan roda dua sampai kendaraan roda enam. Permasalahan kemacetan di ruas jalan tersebut sering terjadi akibat banyaknya kegiatan samping jalan yang berupa aktivitas perdagangan dan aktvitas pemukiman, sehingga peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentivikasi aktivitas perdagangan dan aktivitas pemukiman, menilai kinerja lalu lintasnya pada tahun 2020 dan pada kondisi tahun 2025, dan mencari upaya untuk perkembangan kedepannya. Metodologi penelitian dengan cara survey lapangan selama 3 hari dan data sekunder untuk menganalisa volume kendaraan, hambatan samping, karakteristik lalu lintas dan kapasitas. Dalam pengolahan data menggunakan MKJI 1997. Hasil pengolahan data diperoleh perbandingan antara aktivitas perdagangan dan aktivitas pemukiman di sepanjang ruas jalan Prof. M. Yamin sebesar 60% untuk kegiatan perdagangan dan 40% kegiatan pemukiman berdasarkan asumsi peneliti selama melakukan penelitian 3 hari. Setelah itu didapat juga untuk hasil kinerja ruas jalan kondisi tahun 2020 yaitu 0,68, 0,66, 0,78 untuk segmen 1, 0,59, 0,65, 0,76 untuk segmen 2 serta 0,61, 0,53, 0,67 untuk segmen 3 selama 3 hari. Dan untuk hasil kinerja ruas jalan kondisi tahun 2025 yaitu 0,86, 0,84, 0,98 untuk segmen 1, 0,80, 0,82, 0,96 untuk segmen 2 serta 0,81, 0,73, 0,85 untuk segmen 3 selama 3 hari.Kata-kata kunci: Hambatan Samping , Tingkat Pelayanan Jalan
PEMANFAATAN BOTTOM ASH DI PLTU KABUPATEN KETAPANG SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA PERKERASAN HRS-BASE DITINJAU DARI KARAKTERISTIK MARSHALL Eddysius Setyawan; Komala Erwan; Akhmadali Akhmadali
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57140

Abstract

Limbah yang dihasilkan pada saat pembakaran batu bara oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap Kabupaten Ketapang mencapai ± 23,13 ton /hari yang terdiri dari 99,5% fly ash dan 0,5% bottom ash. Berdasarkan kenyataan tersebut, timbullah suatu pemikiran memanfaatkan bottom ash pada perkerasan HRS–BASE dan Pengaruh terhadap stabilitas dan flow pada perkerasan serta mengetahui nilai VMA, VIM, dan VFB. Metode Analisis data dilakukan dengan Metode Bina Marga menggunakan spesifikasi HRS-BASE dengan Metode Pengujian Marshall. Proporsi campuran agregat kasar 55%, agregat halus 39,5%, filler 5,5%. Perencanaan benda uji pada 2 jenis agregat berbeda, yaitu 6% ;6,5% ;7% ;7,5% ;8% pada tiap persentase di buat sebanyak 5 buah benda uji. Nilai berat jenis agregat kasar (2,575 gr/cm3), berat jenis Filler (2,626 gr/cm3) dan berat jenis aspal (1,045) yang sama namun pada berat jenis agregat halus berbeda, dimana pasir 2,628 gr/cm3, bottom ash adalah 2,534 gr/cm3. Dari KAO diperoleh nilai parameter marshall, nilai stabilitas 1044,06 kg, flow 4,03 mm, VIM 4,13%, VMA 17,97 %, VFB 81,32% dan MQ 260,51 kg/mm. Bottom ash nilai stabilitas 997,92 kg, flow 3,90 mm, VIM 4,18%, VMA 18,13%, VFB 83,15%, dan MQ 256,04 kg/mm. Hasil pengujian bottom ash dapat dijadikan sebagai agregat halus pada campuran HRS-BASE.Kata kunci: agregat halus, bottom ash sisa pembakaran batu bara, HRS-BASE, Marshall
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB BANJIR PADA BAGIAN HILIR DAS SEKADAU Haezer, Hansel Reihan; Herawati, Henny; Nurhayati, Nurhayati
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.82109

Abstract

Banjir merupakan problematika besar yang sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu wilayah yang sering terjadi banjir di Indonesia adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) Sekadau. DAS Sekadau memiliki luas wilayah sebesar 255.113 Ha. Kejadian banjir di DAS Sekadau dari tahun 2019-2023 sementara ini sudah tercatat mencapai 157 kasus dengan kasus terbanyak ada pada bagian hilir DAS Sekadau yang mencapai 91 total kejadian banjir. Penelitian ini berlokasi pada bagian hilir DAS Sekadau di Kecamatan Sekadau Hilir dan Sekadau Hulu, dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya banjir pada bagian hilir DAS Sekadau. Penelitian dilakukan melalui observasi untuk mengetahui kondisi eksisting pada bagian hilir DAS Sekadau, selanjutnya dilakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas permasalahan banjir yang terjadi khususnya pada bagian hilir DAS Sekadau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 5 faktor penyebab terjadinya banjir pada bagian hilir DAS Sekadau, yaitu: 1) curah hujan tinggi, 2) kondisi topografi, 3) perubahan alih fungsi lahan, 4) kawasan pemukiman di bantaran sungai, 5) masalah sampah.Kata Kunci: DAS Sekadau, Hilir, Penyebab Banjir.
KARAKTERISTIK RUANG PUBLIK RAMAH ANAK DI KOTA PONTIANAK Simbolon, Yumna Azzah; Wulandari, Agustiah; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i3.70140

Abstract

Kota Pontianak sudah memiliki tiga taman yang ditetapkan sebagai ruang publik terbuka ramah anak yaitu Taman Alun Kapuas, Taman Digulis, dan Taman Catur. Ruang publik ramah anak merupakan salah satu fasilitas yang dibutuhkan anak untuk memenuhi kebutuhan ruang yang menstimulasi proses tumbuh kembangnya, sehingga harus memiliki komponen atau fasilitas yang dapat memadai. Namun, masih terdapat permasalahan yang terlihat pada taman tersebut seperti adanya sampah berserakan, pencemaran asap rokok, dan kurangnya fasilitas pendukung. Hal ini mengindikasikan perlunya memperhatikan penerapan konsep ruang publik ramah anak di Kota Pontianak termasuk melihat kondisi dari ruang publik tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ruang publik ramah anak di Kota Pontianak. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data lalu dideskripsikan hasil analisis data tersebut. Hasil penelitian ini diperoleh Taman Alun Kapuas sudah baik dalam keamanan, namun masih kurang dalam memiliki fasilitas bergerak aktif anak yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Taman Catur sudah memiliki berbagai permainan dan papan informasi yang menarik dan beragam, namun Taman Catur hanya memiliki pagar berupa vegetasi, sehingga masih kurang dalam memberikan keselamatan. Taman Digulis sudah memiliki beragam alat bermain yang mendukung aktivitas bergerak aktif anak, namun masih kurang dalam penyediaan fasilitas berlindung yang nyaman terutama saat kondisi hujan.Key Words: karakteristik, kota layak anak, ruang publik ramah anak
PENGARUH KEPADATAN TANAH YANG DISTABILISASI DENGAN KAPUR TERHADAP PARAMETER KUAT GESER TANAH Suri, Atika; Rustamaji, R.M.; Aprianto, Aprianto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62945

Abstract

Jenis tanah yang sering terdapat permasalahan dalam pekerjaan konstruksi jalan adalah tanah lempung. Hal ini dikarenakan daya dukung tanah tersebut rendah. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka diperlukan improvisasi pada tanah yang akan dijadikan sebagai bahan lapisan tanah dasar dengan menggunakan metode stabilisasi tanah dengan penambahan senyawa kimiawi berupa kapur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan tanah maksimum (MDD) yang distabilisasi dengan kapur terhadap parameter kuat geser tanah berupa nilai kohesi (c) dan sudut geser dalam (Ï•) berdasarkan pengujian geser langsung. Pada penelitian ini, stabilisasi tanah dilakukan dengan cara menambahkan kapur sebanyak 0%, 3%, 6% dan 12% dengan melakukan pemeraman selama 0 hari, 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kohesi (c), sudut geser dalam (Ï•), dan nilai kuat geser (Ï„) terendah ditunjukkan pada sampel tanah dengan campuran kapur sebanyak 0% pada pemeraman 0 hari dengan nilai kepadatan maksimum sebesar 1,372 gr/cm3 yaitu sebesar c = 0,108 kg/cm2, Ï• = 27,105Ëš, dan Ï„ = 1,203 kg/cm2. Sedangkan nilai kohesi (c), sudut geser dalam (Ï•) , dan nilai kuat geser (Ï„ ) tertinggi ditunjukkan pada sampel tanah dengan campuran kapur sebanyak 12% pada pemeraman 28 hari dengan nilai kepadatan maksimum sebesar 1,335 gr/cm3 yaitu sebesar c = 3,002 kg/cm2, Ï• = 58,803Ëš, dan Ï„ = 4,110 kg/cm2. Dengan nilai kepadatan tanah maksimum (MDD) pada tanah yang distabilasasi kapur yang rendah disimpulkan bahwa parameter kuat geser tanah berupa nilai kohesi (c) dan sudut geser dalam (Ï•) akan semakin tinggi seiring bertambahnya persentase kapur dan lamanya waktu pemeraman.Kata kunci : kapur, kepadatan tanah maksimum (MDD), kohesi, stabilisasi , sudut geser dalam
KAJIAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI WASHING PLANT PADA KEGIATAN PENAMBANGAN BAUKSIT PT. CITA MINERAL INVESTINDO Tbk KECAMATAN SANDAI KABUPATEN KETAPANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT Titus Victorius Ferdy; Syahrudin Syahrudin; Yoga Herlambang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57178

Abstract

Washing Plant atau pabrik pencucian merupakan tahapan untuk membersihkan material bauksit dari pengotor, yang ditujukan agar dapat meningkatkan kualitas dari bauksit. Dalam pertambangan bauksit salah satu hal utama yang cukup penting dalam kelancaran produksi adalah adanya unit pencucian. Maka perlu adanya manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pada perusahan PT. Cita Mineral Investindo sudah menerapkan manajemen K3 dengan metode JSA (Job Safety Analysis) namun penelitian kali ini menggunakan metode HIRAC (Hazard Identification Risk Assessment and Control). Tujuan penulis menggunakan metode HIRAC ini untuk membanding dan merekomendasikan Standar Operasional Prosedur (SOP) manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). HIRAC (Hazard Identification Risk Assessment and Control) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi bahaya, penilaian risiko, serta pengendalian risiko. Adapun hasil penelitian dalam mengidentifikasi bahaya, penilaian risiko, serta pengendalian risiko. Dengan hasil yang didapatkan berdasarkan kategori risiko, yaitu Substansial (25%), Priority 3 (17%) dan Acceptable (58%). Untuk rekomendasi pengendalian risiko dapat dilakukan dengan cara eliminasi, administratif, pengendalian teknis dan alat pelindung diri (APD). Kata Kunci: HIRAC, JSA,K3, Tingkat Risiko dan Pengendalian Risiko.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR DI PETAK TERSIER DESA LIMBUNG KECAMATAN SUNGAI RAYA Meliana, Fitri; Nurhayati, Nurhayati; Gunarto, Danang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.83381

Abstract

Desa Limbung memiliki lahan yang cukup luas untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan meningkatkan pasokan makanan. Masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk media tanam dan dijadikan sebagai sumber penghasilan. Tanaman memerlukan air selama proses pertumbuhannya, oleh sebab itu kebutuhan air menjadi faktor yang dapat menentukan kualitas dan kuantitas produktivitas tanaman. Hal yang harus diperhatikan dalam sektor pertanian adalah kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan air tanaman pada petak tersier yang terletak di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, berupa kebun campuran masyarakat setempat yang ditanami tanaman palawija dan papaya. Input dari penelitian ini menggunakan data primer yaitu pola tanam dan data sekunder yaitu data curah hujan dan iklim tahun 2010 sampai 2022 dari stasiun BMKG Supadio. Evapotranspirasi potensial dihitung menggunakan metode Penman-Monteith. Evapotranspirasi dikalikan dengan koefisien tanaman untuk mendapatkan nilai pengunaan konsumtif. Berdasarkan hasil analisis nilai kebutuhan air maksimum terjadi pada bulan September sebesar 4,39 liter/detik sedangkan kebutuhan air minimum terjadi pada bulan November sebesar 1,89 liter/detik.

Page 79 of 148 | Total Record : 1475


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue