cover
Contact Name
-
Contact Email
jppkmi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jppkmi@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung F5 Lantai 2 Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI)
ISSN : 27465306     EISSN : 27465292     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI) memuat tulisan ilmiah berupa laporan penelitian atau review artikel penelitian (original article research paper) kualitatif dan kuantitatif dengan fokus meliputi: Pendidikan dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat, Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Pendidikan Kesehatan & Ilmu Perilaku, Administrasi & Kebijakan Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan & Keselamatan Kerja, Kesehatan Reproduksi, Sistem Informasi Kesehatan, Ekonomi Kesehatan, serta One Health & Global Health.
Articles 80 Documents
Pemberian Asi Ekslusif dapat Menurunkan Risiko Obesitas pada Anak Balita Ginting, Lea Morry Br; Besral, Besral
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2020): JPPKMI: Juni 2020
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v1i1.41421

Abstract

Obesitas pada masa anak dapat meningkatkan kejadian diabetes mellitus (DM) tipe 2, gangguan metabolisme glukosa dan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah, dapat menurunkan tingkat kecerdasan sehingga terjadi penurunan prestasi belajar dan dampak psikososial seperti kurang percaya diri dan menarik diri dari sosial. Pemberian ASI eksklusif adalah Bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, air jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim, selama 6 bulan. ASI mengandung hormon dan faktor pertumbuhan yang ideal. Berbeda dengan kandungan susu formula yang memerlukan pengenceran dengan kadar tertentu yang berbeda-beda untuk setiap anak. Jika pengenceran terlalu pekat, dapat memicu kegemukan dan obesitas. Bayi yang mendapat ASI pada umumnya lebih ideal daripada bayi yang mendapat susu formula. Manfaat ASI bagi bayi dalam jangka panjang adalah dapat mengurangi risiko terjadninya obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai hubungan antara pemberian ASI ekslusif dengan risiko obesitas pada anak. Metode penelitian ini adalah telaah jurnal. Hasil telaah dari 8 jurnal yang memenuhi kriteria adalah terdapat 5 jurnal yang menyatakan pemberian ASI eksklusif menurunkan risiko obesitas. Disarankan agar promosi dan praktik pemberian ASI eksklusif lebih diintensifkan, terutama untuk mencegah risiko obesitas pada anak.
Shift Kerja dan Masa Kerja Terhadap Kelelahan Kerja pada Pengemudi Angkutan Batu Bara Maulani, H Akhmad; Sukismanto, Suksmanto; Yuningrum, Hesti; Nugroho, Ariyanto
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2020): JPPKMI: Juni 2020
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v1i1.41423

Abstract

Kelelahan kerja yang tinggi merupakan faktor resiko terjadinya kecelakaan kerja. Faktor kelelahan kerja karena jam kerja dan masa kerja yang lama. Sehingga tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara shift kerja dan masa kerja dengan kelelahan kerja pada pengemudi angkutan batu bara. Metode Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan simple random sampling pada pengemudi angkutan batu bara di PT. Bukit Makmur Kalimantan Selatan yang berjumlah 71 orang dan dianalisis dengan menggunakan uji Mann- Whitney tingkat kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan responden yang bekerja pada shift malam dan mengalami kelelahan sedang berjumlah 18 orang (25.4%). Berdasarkan analisis bivariat diperoleh nilai p = 0.022 (p<0.05). Responden yang mempunyai masa kerja lama dan mengalami kelelahan sedang berjumlah 22 orang (31.0%). Berdasarkan analisis bivariat diperoleh nilai p = 0.000 (p<0.05). Kesimpulan bahwa shift kerja dan masa kerja merupakan faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pengemudi angkutan batu bara di PT. Bukit Makmur Kalimantan Selatan.
Hubungan antara Faktor Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Masyarakat di Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Pada Tahun 2018 Aolina, Dina; Sriagustini, Isyeu; Supriyani, Teni
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2020): JPPKMI: Juni 2020
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v1i1.41425

Abstract

Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Penyakit diare di Desa Cintaraja mengalami kenaikan kasus yang ditangani pada dua tahun terakhir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dengan kejadian diare pada masyarakat di Desa Cintaraja tahun 2018. Manfaat penelitian ini memberikan informasi mengenai faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian diare. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Populasi pada penelitian ini seluruh penderita diare di Desa Cintaraja yang terdaftar dalam catatan medik di Puskesmas Singaparna pada tahun 2018. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Sampel pada penelitian yaitu 22 kasus dan 22 kontrol. Instrumen penelitan adalah lembar checklist. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian diare yaitu pengelolaan SPAL (p = 0.024). Variabel yang tidak berhubungan yaitu jamban keluarga (P=0,364) dan pengelolaan sampah (P=0,345). Variabel sarana sumber air bersih tidak dapat dianalisis secara statistik karena data homogen. Saran bagi masyarakat agar dapat melakukan perbaikan jamban, saluran limbah umum/got atau sumur resapan dan pengadaan tempat sampah tertutup.
Perilaku Pencegahan Covid-19 Ditinjau dari Karakteristik Individu dan Sikap Masyarakat Sari, Ayu Riana; Rahman, Fauzie; Wulandari, Anggun; Pujianti, Nita; Laily, Nur; Anhar, Vina Yulia; Anggraini, Lia; Azmiyannoor, Muhammad; Ridwan, Agus Muhammad; Muddin, Farid Ilham
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2020): JPPKMI: Juni 2020
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v1i1.41428

Abstract

Covid-19 sudah dikategorikan sebagai pandemi global. Covid-19 merupakan jenis virus yang baru sehingga banyak pihak yang tidak tahu dan tidak mengerti cara penanggulangan virus tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu dan sikap terkait pencegahan Covid-19 dengan perilaku pencegahan Covid-19. Penelitian ini merupakan jenis penelitian cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 1.170 orang dan dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang dibantu dengan program google form. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini adalah remaja (90,90%), mempunyai status bekerja (56,00%), berjenis kelamin perempuan (69,30%), memiliki sikap positif terhadap pencegahan covid-19 (99,15%) dan mempunyai perilaku yang baik terhadap pencegahan covid-19 (90,20%). Hasil uji chi-square menunjukan nilai p antara jenis kelamin, umur, status pekerjaan, dan sikap terkait pencegahan Covid-19 dengan perilaku pencegahan Covid-19 adalah 0,000, 0,306, 0,605 dan 0,066. Kesimpulannya adalah ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan perilaku pencegahan Covid-19. Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara umur, status pekerjaan, dan sikap terkait pencegahan Covid-19 dengan perilaku pencegahan Covid-19.
Pengaruh Penyuluhan terhadap Pengetahuan dan Sikap Merawat Organ Reproduksi pada Remaja Putri di MTs Ma’arif NU Kota Malang Reigina, Fitra Mulya Fisca; Yunus, Mochamad; Ariwinanti, Desi
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2020): JPPKMI: Juni 2020
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v1i1.41431

Abstract

Organ reproduksi merupakan daerah tertutup dan berlipat sehingga lebih mudah untuk berkeringat, lembab dan juga kotor. Sikap yang buruk dalam merawat organ reproduksi seperti menggunakan celana dalam yang tidak menyerap keringat, membilas dengan air kotor, jarang mengganti celana dalam dan tidak sering mengganti pembalut dapat memicu terjadinya infeksi pada organ reproduksi. Memiliki pengetahuan yang baik dalam merawat organ reproduksi dapat mencegah timbulnya infeksi. Survei pendahuluan tentang pengetahuan dan sikap merawat organ reproduksi di MTs Ma’arif NU Kota Malang, menghasilkan 8 dari 11 siswi kurang mengetahui fungsi dan cara merawat organ reproduksi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap dalam merawat organ reproduksi pada remaja putri di MTs Ma’arif NU Kota Malang. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan rancangan one group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi MTs Ma’arif NU. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah total sampling dengan 9 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner sikap. Analisis data yang dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan hasil: (1) nilai Z -2,692 dan Asymp. Sig (2-tailed) 0,007 pada variabel pengetahuan, (2) nilai Z -2,668 dan Asymp. Sig (2-tailed) 0,008 pada variabel sikap yang berarti Ho ditolak karena < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan merawat organ reproduksi sebelum dan sesudah dengan rata-rata nilai sebelum penyuluhan 9,66 dan sesudah penyuluhan meningkat menjadi 15,55. Dan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap sikap merawat organ reproduksi dengan rata-rata nilai 49,77 sebelum dilakukan penyuluhan dan meningkat menjadi 60,11 setelah dilakukan penyuluhan. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi MTs Ma’arif NU dan masukan bagi siswi agar pendidikan kesehatan tentang reproduksi lebih intensif dalam merawat kesehatan organ reproduksi dan pencegahan masalah yang terjadi di sekitar organ reproduksi.
Analisis Faktor yang Berpengaruh terhadap Peningkatan Biaya Perawatan Pasca Operasi di Instalasi Bedah Sentral RSUD Kabupaten Jombang Siswoyo, Cipto; S, Sentot Imam; Siyoto, Sandu
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2020): JPPKMI: Juni 2020
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v1i1.41432

Abstract

Keterampilan dalam perawatan pasien pasca operasi sangat dibutuhkan untuk mencegah komplikasi yang memperlama perawatan dirumah sakit atau membahayakan diri pasien. Persiapan sebelum operasi perlu perhatian khusus karena beberapa komplikasi dapat terjadi setelah operasi yang menyebabkan terjadinya peningkatan biaya perawatan baik terhadap pasien maupun terhadap pihak rumah sakit. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi peningkatan biaya perawatan pasca operasi Di Instalasi Bedah Sentral RSUD Kabupaten Jombang. Desain penelitian yaitu observasional analitik dengan p endekatan kuantitatif. Variabel penelitian yaitu factor penyebab terjadinya hipotermi, indeks massa tubuh, jenis anestesi, lama operasi, dan lama perawatan di recovery room sebagai variabel independen, peningkatan biaya sebagai variabel dependen. Populasi penelitian ini seluruh pasien pasca operasi di Instalasi Bedah Sentral RSUD Kabupaten Jombang dengan rata-rata jumlah pasien per bulan sebanyak 326 pasien. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 180 responden. Data dikumpulkan dengan instrumen ceklist dan diolah secara editing, coding, scoring dan tabulating serta diuji dengan uji regresi dummy. Hasil regresi dummy menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh secara langsung adalah lama perawatan di ruang recovery room dan kejadian hipotermi karena nilai p value < 0,05. Sedangkan variabel indeks massa tubuh, jenis anastesi, dan lama operasi tidak berpengaruh secara langsung terhadap peningkatan biaya perawatan di ruang recovery room Adanya penurunan suhu tubuh pasien memerlukan penanganan yang lebih intensif daripada pasien dalam keadaan suhu tubuh normal, dan juga pasien hipotermi membutuhkan tambahan peralatan, oksigen dan penghangat untuk dapat mengembalikan suhu tubuh pasien dalam kondisi normal, sehingga mempengaruhi peningkatan biaya perawatan di ruang pulih sadar.
Hipertensi pada Remaja di Kabupaten Semarang Siswanto, Yuliaji; Widyawati, Sigit Ambar; Wijaya, Alya Asyura; Salfana, Budi Dewi; Karlina, Karlina
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2020): JPPKMI: Juni 2020
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v1i1.41433

Abstract

Hipertensi umumnya terjadi pada usia lanjut, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa hipertensi dapat muncul sejak remaja dan prevalensinya mengalami peningkatan selama beberapa dekade terakhir. Namun banyak yang belum menyadari sehingga menjadi penyebab munculnya hipertensi pada usia dewasa dan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi hipertensi pada remaja di Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan secara observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 147 responden yang diambil dengan two stage cluster sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner, pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah. Data dianalisis secara univariat dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian mendapatkan responden laki – laki sebanyak 73 orang (49,7%) dan perempuan sebanyak 74 orang (50,3%). Sebagian besar (77,6%) responden mempunyai tingkat pengetahuan sedang. Hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan sebanyak 9 orang (6,1%) kategori hipertensi stage 2, sebanyak 18 orang (12,2%) termasuk kategori hipertensi stage 1, sebanyak 22 orang (15,0%) termasuk kategori pre-hipertensi dan sebanyak 98 orang (66,7%) mempunyai tekanan darah normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepertiga responden sudah mengalami hipertensi.
Analisis Faktor Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Industri Tahu Asilah, Nisatin; Yuantari, Maria Goretti Catur
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2020): JPPKMI: Juni 2020
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v1i1.41434

Abstract

Salah satu sebab utama kecelakaan kerja adalah unsafe action dan unsafe condition. Industri tersebar di berbagai wilayah, salah satunya pada sentra industri tahu di Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, masa kerja, lama kerja, unsafe action, unsafe condition dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja industri tahu. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 pekerja dan sampel yang digunakan adalah seluruh populasi pekerja. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui ada hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat adalah uji rank spearman’s. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara umur dengan kecelakaan kerja, tidak ada hubungan antara masa kerja dengan kecelakaan kerja, tidak ada hubungan antara lama kerja dengan kecelakaan kerja, ada hubungan antara unsafe action dengan kecelakaan kerja, dan ada hubungan antara unsafe condition dengan kecelakaan kerja pada pekerja industri tahu di kelurahan Jomblang kecamatan Candisari Semarang. Bagi pihak industri, sebaiknya menerapkan 5R (Rapi,Ringkas, Rawat, Rajin, Resik) dan membentuk organisasi kecil terkait K3 pada industri.
Sistem Penyelenggaraan Makanan di Pondok Pesantren Tahfidz Sholichah, Farohatus; Syukur, Fatah
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2020): JPPKMI: November 2020
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v1i2.42918

Abstract

Asupan gizi dapat mempengaruhi kemampuan menghafal Al Qur’an (tahfidz). Pemberian makanan yang tepat dapat diupayakan melalui penyelenggaraan makan. Penelitian ini bertujuan menganalisis input, proses, dan output penyelenggaraan makanan di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian meliputi pengurus pondok pesantren, tenaga pengelola dan tenaga pelaksana penyelenggaraan makanan, serta santri. Data input dan proses penyelenggaraan makanan diambil dengan wawancara mendalam dan observasi. Data output (tingkat kesukaan) diambil menggunakan kuesioner uji organoleptik. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan makanan dilakukan secara swakelola sebanyak 3 kali, yaitu makan pagi, makan siang, dan makan malam. Terkait input, anggaran satu kali makan sekitar Rp. 7.000,00/anak. Terkait proses, pondok telah memiliki siklus menu 7 hari. Tidak terdapat menu khusus untuk memperkuat hafalan. Perencanaan kebutuhan, pembelian, dan penerimaan bahan makanan kering dilakukan setiap minggu, sedangkan bahan segar dilakukan setiap hari. Penyimpanan dilakukan pada bahan makanan kering. Persiapan dan pengolahan dilakukan dengan baik. Pendistribusian makanan menggunakan sistem loket (sentralisasi). Terkait output, mutu makanan dapat diterima.
Pendidikan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Gunung Meletus Soekardi, Rodiyah; Sukismanto, Sukismanto; Dewi, Elyis Chindara
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2020): JPPKMI: November 2020
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v1i2.43779

Abstract

Bencana meletusnya Gunung Merapi pada tahun 2010 menelan korban jiwa sebanyak 223 meninggal dunia.Kesiapsigaan sekolah sekolah menjadi strategi yang efektif dalam upaya mengenali tanda bencana sehingga dapat meminimalisasi korban.Tujuan penelitian untuk mengetahui kesiapsiagaan sekolah menghadapi bencana gunung meletus. Desain penelitian One group pretest posttest. Sampel berjumlah 41 responden dengan menggunakan teknik purposive samping. Analisis hasil penelitian menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan sebelum intervensi 65,9% siap menghadapi bencana gunung meletus, setelah diberi intervensi 85.4% siap menghadapi bencana gunung meletus. Kesimpulan secara statistik ada peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana gunung meletus terhadap kesiapsiagaan siswa SDN Umbulharjo 2 setelah diberi intervensi dengan P-value 0,000 < α (0,05).