Jurnal Difusi
Jurnal Difusi (E-ISSN : 2774-4981, P-ISSN : 2615-2363) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel hasil Pengabdian Masyarakat setahun dua kali (Januari dan Juli). Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung (POLBAN). Jurnal ini terbit perdana pada Januari 2018 dengan fokus pengabdian masyarakat dan ruang lingkup Collaborative Governance, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Partisipatif, Ekonomi Kreatif, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pembangunan Inklusif, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, dan Literasi Informasi Digital. Setiap artikel yang dikirimkan ke Jurnal Difusi akan melewati proses penilaian dengan menggunakan sistem double-blind review yaitu penulis tidak mengetahui reviewer dan reviewer tidak mengetahui penulisnya. Jurnal ini sudah memiliki nomor DOI dengan prefix : 10.35313
Articles
111 Documents
PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA SMK PURAGABAYA KOTA BANDUNG DALAM MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGHADAPI UJI KOMPETENSI KEAHLIAN BIDANG AKUNTANSI
Hastuti;
Ita Susanti;
Endah Dwi Kusumastuti
Jurnal Difusi Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i1.2628
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi menyusun laporan keuangan bagi siswa SMK Puragabaya. Peserta program adalah 56 orang siswa SMK yang akan menghadapi UKK (Ujian Kompetensi Keahlian) bidang akuntansi. Peningkatan kompetensi dilakukan dengan mengadakan pelatihan, pendampingan dan simulasi uji kompetensi akuntansi. Materi pelatihan sesuai dengan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) yang merupakan acuan UKK pada kurikulum SMK. Materi terdiri dari prinsip profesionalisme dalam bekerja, praktik-praktik kesehatan dan keselamatan kerja, memproses entry jurnal, memproses buku besar, dan menyusun laporan keuangan. Evaluasi telah dilakukan untuk mengukur keberhasilan program ini. Evaluasi materi pelatihan diukur dengan menilai hasil simulasi uji kompetensi akuntansi. Sementara evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberi kuesioner kepada peserta untuk menilai penyelenggaraan kegiatan yang meliputi unsur narasumber, materi pelatihan, sarana dan logistik.
SISTEM ANTRIAN PELAYANAN DESA SARIWANGI SECARA ON LINE
Yana Sudarsa;
M. Farid Suanto;
Paula Rudati;
Sabar Pramono;
Feriyonika;
Tjan Swi Hong
Jurnal Difusi Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i1.2629
Pelayanan masyarakat umum merupakan satu aspek sangat penting dalam melaksanakan fungsi dari pemerintahan tingkat desa. Pemerintah desa sebagai ujung tombak dari pemerintah pusat dan daerah berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. Proses pelayanan masyarakat yang bersifat administrasif tentang kependudukan tingkat desa pada dasarnya masih manual. Pemohon pelayanan terlebih dahulu harus datang ke kantor desa untuk mendapatkan antrian pelayanan. Saat ini, ketidakpastian untuk mendapat layanan tidak pasti. Seringkali, pemohon harus menunggu lama atau bahkan sudah datang ke desa tetapi tidak bisa dilayani hari tersebut karena sudah penuh. Permasalahan ini karena tidak ada mekanisme untuk memantau proses penyelesaian pelayanan. Petugas layanan juga tidak bisa memberikan jaminan kapan pelayanan selesai. Artikel ilmiah ini menyajikan sebuah model aplikasi sistem antrian pelayanan desa untuk mendapatkan informasi tentang kapan pemohon harus datang untuk mendapatkan pelayanan. Sistem berbasis on line dan bisa diakses dari manapun juga. Metode yang digunakan adalah metode mengimplementasikan tahapan pada model pengembangan “Perangkat Lunak System Development Life Cycle (SDLC)†dan dikembangkan dengan Visual Basic. Hasilnya memberikan indikasi bahwa penggunaan sistem yang telah dibangun dapat meningkatkan dan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang pasti dan manajemen pelayanan di kantor desa.
DISEMINASI ALAT PROSES PENGERING SURYA (SOLAR DRYER) UNTUK INDUSTRI PRODUK MAKANAN PADA UMKM BINAAN PEMERINTAH KOTA CIMAHI
Tina Mulya Gantina;
Annisa Syafitri Kurniasetiawati;
Yanti Suprianti;
Rusmana;
Sapto Prayogo;
Herawati Budiastuti
Jurnal Difusi Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i1.2630
Tim pengabdian kepada masyarakat Jurusan Teknik Konversi Energi (JTKE) bersama dengan pihak Pemerintah Kota Cimahi - Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Cimahi berkoordinasi dalam upaya mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah yang berasal dari jenis kelompok usaha penyediaan makanan lainnya. Salah satu pengusaha yang termasuk dalam jenis kelompok usaha tersebut adalah produsen makanan olahan dari labu dengan nama usaha “Roemah Labuâ€. “Roemah Labu†telah memiliki pasar yang cukup luas serta produk yang konsisten yaitu pangsit labu dan dodol labu. Saat ini “Roemah Labu†sangat memerlukan alat pengering untuk mendukung proses produksi keripik labu (dalam tahap pengembangan) dan berbagai produk makanan olahan dari limbah bahan baku labu, yaitu kulit dan biji labu untuk menambah varian produknya. Adapun jenis pengering yang coba didiseminasikan merupakan sebuah alat pengering surya sederhana dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas proses produksi dari segi higienitas maupun kuantitas varian produk. Alat pengering surya (Solar Dryer) dirancang agar independen dari sumber energi selain panas matahari. Alat pengering ini terdiri atas dua bagian utama, yaitu ruang pengering dengan lima susun tray berukuran 60 x 60 cm dan solar collector berukuran 1.05 x 1.3 m. Banyaknya produk labu tambahan yang dapat dihasilkan dalam satu kali produksi dari setiap kg labu, yaitu 111 gram kulit labu kering (cuaca cerah), 29 gram kulit labu kering (cuaca hujan), dan 34 gram biji labu kering/ matang.
PERBERDAYAAN MASAYAKAT DALAM PELESTARIAN HEWAN PENYU BELUKU DI KABUPATEN PASER
Moh Muntaha
Jurnal Difusi Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i1.2631
Penyu merupakan kelompok reptil yang hidup di laut. Ciri hidupnya berpindah dan berpencar dengan jarak jauh di sepanjang kawasan Samudera Hindia, Samudera Pasifik dan Asia Tenggara. Kondisi saat ini seperti kerusakan habitat pantai dan ruaya pakan, kematian akibat interaksi dengan aktivitas perikanan, pengelolaan teknik-teknik konservasi yang tak memadai, perubahan iklim, penyakit serta pengambilan penyu dan telurnya yang tak terkendali merupakan faktor-faktor penyebab penurunan populasi penyu. Penyu Beluku merupakan hewan khas Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Dari data penyu Beluku dari tahun ke tahun mengalami penurunan jumlah populasinya. Hal ini disebabkan masyarakat sekitar daerah DAS Kandilo memanfaatkan telur Beluku untuk konsumsi ataupun dijual serta mengonsumsi daging penyu dewasa. Untuk itu diperlukan upaya sosialisasi kepada masyarakat agar berhenti mengeksploitasi telur dan penyu Beluku dewasa. Bentuk yang dilakukan adalah sosialisasi secara langsung, diskusi dengan LSM, dan pembuatan peraturan daerah. Hasil sosialisasi dan survei terhadap perilaku masyarakat atas keberadaan penyu Beluku menunjukkan masyarakat masih sangat terbatas terkait keberadaan penyu Beluku yang merupakan hewan khas yang dimiliki Kabupaten Paser. Akan tetapi masyarakat memberikan dukungan yang luas untuk konservasi penyu Beluku. Hasil sosialisasi dan diskusi dengan LSM, adanya konsep konservasi berbasis masyarakat yang bisa dikembangkan yaitu pendidikan konservasi berbasis masyarakat melalui wisata edukasi penyu Beluku. Untuk pihak pemerintah siap mendukung dengan pembuatan peraturan daerah perlindungan Penyu Beluku.
PEMBUATAN VIDEO PRESENTASI DENGAN SOFTWARE CAMTASIA GUNA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU-GURU SMP GUGUS 04 KABUPATEN BANDUNG
Hedi
Jurnal Difusi Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/difusi.v4i1.3433
Dalam kegiatan pengajaran pada awal semester para guru diwajibkan untuk menyusun target penyampaian materi pelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang ditetapkan. Akan tetapi, kegiatan di sekolah maupun kegiatan di lingkungan pemerintah setempat sering mengharuskan siswa dan guru untuk mengikutinya sehingga menggagu target materi pelajaran. Solusinya adalah memberikan kemampuan membuat video presentasi. Video ini dapat digunakan sebagai pengganti kehadirannya di kelas sehingga guru-guru dapat menugasi siswa untuk menonton video tersebut yang diunggah melalui fasilitas youtube atau di-share melalui HP. Pembuatan video presentasi dalam kegiatan pengajaran bagi guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP Gugus IV Kabupaten Bandung, bertujuan untuk menyelesaikan masalah pencapaian target materi pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas bahan pembelajaran, meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar, dan meningkatkan kemampuan membuat bahan pengajaran yang lebih baik. Perangkat yang digunakan dalam pembuatan video presentasi adalah sangat sederhana yaitu laptop dan software CAMTASIA. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan September dengan jumlah waktu selama 40 jam dalam durasi enam minggu. Adapun jumlah peserta 29 orang yang terdiri atas guru SMP MGMP Gugus 04 Kabupaten Bandung. Materi yang diberikan dalam kegiatan ini adalah: metode presentasi, membuat presentasi dalam bentuk powerpoint, dan pembuatan video presentasi dengan software Camtasia. Untuk mengukur kemampuan membuat presentasi dalam bentuk powerpoint, dan pembuatan video presentasi dengan software Camtasia dilakukan postest terhadap 29 peserta. Dari pelatihan ini, diperoleh 55% peserta sangat menguasai, 12% peserta menguasai, 11% peserta kurang menguasai dan 22% peserta tidak menguasai. Selain itu, keberhasilan dalam kegiatan ini ditandai dengan dihasilkannya 23 buah powepoint dan 16 buah video presentasi yang dibuat oleh seluruh peserta.
PENGEMBANGAN SARANA STUDIO SIAR SEBAGAI MEDIA EDUKASI KAMPUS
Hartono, R.W. Tri;
Fadhlan, Muhammad Yusuf;
Andini, Dianthika Puteri;
Hanifatunnisa, Rifa;
Rahmawati, Dini;
Martin;
Mozef, Eril;
Rahayu, Maya
Jurnal Difusi Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/difusi.v6i2.4540
Perguruan tinggi memiliki peran dan fungsi untuk mengedukasi masyarakat selain menyelenggarakan perkuliahan. Salah satu bentuk kegiatan dari peran tersebut adalah memberikan informasi kepada masyarakat dalam bentuk pemberian bimbingan, sharing pengetahuan atau pelatihan. Dengan kemajuan teknologi internet saat ini, hal ini dapat dilakukan melalui platform online. Namun, hal ini harus didukung dengan peralatan yang mumpuni agar mendapatkan hasil yang menarik dan dapat diterima oleh masyarakat maupun mahasiswa. Dalam layanan ini dibuat studio yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan mengajar dan konseling masyarakat bagi civitas akademika di Politeknik Negeri Bandung. Pembuatan studio siaran ini dibagi menjadi tiga tahap. Yang pertama adalah pembuatan model tiga dimensi ruangan menggunakan perangkat lunak pemodelan 3D. Tahap kedua adalah pekerjaan sipil untuk membangun studio siaran. Tahap terakhir adalah penyelesaian studio siaran dengan peralatan pendukung pembuatan konten video. Hasil yang didapat cukup memuaskan. Dari mayoritas jawaban yang diperoleh dari survei, mahasiswa merasa studio ini bermanfaat, cukup nyaman digunakan dan layak untuk membuat konten video. Untuk bagian audio, koresponden percaya bahwa aspek ini masih perlu ditingkatkan, sementara tata letak ruangan dan peralatan visual dianggap baik dan menarik.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN LIMBAH SAYUR PETANI DESA SUKAMANAH MENJADI ECO-ENZYME DENGAN PRINSIP WASTE TO RESOURCES
Magdalena, Carolina;
Wibisono, Nono;
Setiawati, Lina;
Nuryati, Neneng;
Pakpahan, Rosma;
Kurniasetiawati, Annisa Syafitri
Jurnal Difusi Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/difusi.v6i1.4541
Praktek pengurangan limbah berbasis prinsip ekonomi waste to resources menjadi salah satu aspek yang menjadi prioritas pemerintah saat ini dalam pengelolaan sampah. Salah satu indikator Kinerja Program ‘Pengelolaan Sampah’ pada Renstra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2015-2019 adalah “Jumlah sampah yang dikelola sebesar 124,6 juta ton di 380 kotaâ€. Sampah rumah tangga merupakan jenis sampah yang turut menyumbang pencemaran lingkungan dengan jumlah 68% sampah rumah tangga terdiri dari sampah organik. Pengelolaan sampah organik belum dilakukan dengan baik dan masih didominasi dengan membuangnya ke lahan kosong, sungai bahkan dibakar. Padahal jika diolah dengan baik, sampah organik bisa menjadi lebih bermanfaat, salah satunya diolah menjadi eco enzyme. Fungsi yang dimiliki eco-enzyme diantaranya bisa sebagai pembersih lantai, pembersih sayur dan buah, penangkal serangga serta penyubur tanaman.
Perbaikan Kualitas Akustik di Masjid Bahrul Ulum P4TK BMTI Kota Cimahi Dengan Metode Pengaturan Ulang Posisi, Ketinggian Dan Jenis Speaker
Supriyadi, Tata;
Ashari;
Utomo, T.B.;
Susanto, Farid;
Sunardi, Cecep;
Herlambang, Sanam
Jurnal Difusi Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/difusi.v6i1.4552
Masjid Bahrul Ulum merupakan Masjid yang terletak di belakang kantor Balai Besar Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknologi (BBPP MPV BMTI). Secara fisik masjid sudah melakukan renovasi terutama di bagian interior. Pemasangan plafon dari bahan PVC yang telihat rapi dan indah mempunyai karakteristik akustik yang kurang baik karena dapat memantulkan suara yang dapat mengakibatkan gema yang cukup kuat. Di tambah lagi dengan posisi penempatan speaker yang diletakan di keempat sudut ruang masjid yang dinilai kurang tepat karena dapat memperparah suara pantul yang mengakibatkan kejelasan suara (Clarity) berkurang dan tingkat kekerasan suara (SPL-Sound Pressure Level) di tiap area masjid tidak merata. Untuk mengatasi permasalahan akustik di dalam masjid sudah dilakukan penataan ulang penempatan posisi, ketinggian, arah dan jenis speaker yang tepat supaya bisa menghasilkan kualitas akustik yang lebih baik. Metode yang digunakan untuk memperbaiki kondisi akustik tersebut yaitu dengan mengatur ulang posisi, ketinggian, arah dan jenis loudspeaker yang digunakan. Dari hasil pengujian diperoleh SPL yang merata di kisaran 75-80 dB dan ada peningkatan Clarity sebesar 8% setelah penataan ulang speaker. Kata Kunci: akustik, posisi & arah speaker, persepsi subjektif, SPL, Clarity.
Pelatihan Instalasi PLTS Bagi Siswa/i Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Bandung
Kastawan, I Made Wiwit;
Sodiq, Djafar;
Mudawari, Achmad;
Saodah, Siti;
Melkias, Alvera Apridalianti;
Jakariya;
Eliana, Bella
Jurnal Difusi Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/difusi.v6i1.4677
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Bandung merupakan salah satu SMKN terbesar di kota Bandung, berlokasi tepatnya di Jalan Soekarno-Hatta Komplek Riung Bandung Kecamatan Gede Bage. SMKN 6 Bandung memiliki beberapa jurusan, salah satunya adalah jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL). Melihat bidang ilmu yang dipelajari, siswa/i jurusan TITL SMKN 6 Bandung dapat dipandang sebagai sumber daya yang memiliki potensi untuk membantu perubahan pola pikir masyarakat agar beralih dari penggunaan sumber energi primer fosil ke energi baru terbarukan (EBT), khususnya surya. Lebih jauh, jurusan TITL SMKN 6 Bandung dapat juga diarahkan untuk tumbuh menjadi tempat/pusat pengembangan EBT. Namun, hasil survei kunjungan awal ke SMKN 6 Bandung menunjukkan bahwa siswa/i jurusan TITL belum memiliki bekal pengetahuan mengenai prinsip pembangkitan energi listrik dari sumber energi surya (PLTS) dan instalasinya. Oleh karenanya, siswa/i jurusan TITL SMKN 6 Bandung perlu dibantu untuk memperoleh dan meningkatkan pengetahuannya tentang PLTS dan instalasinya melalui kegiatan pelatihan. Kegiatan pelatihan ini merupakan langkah awal dari rangkaian kegiatan pelatihan yang akan diusulkan dan dilaksanakan dalam kesempatan selanjutnya yang bertujuan untuk menghasilkan siswa/i yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai mengenai PLTS dan instalasinya. Setelahnya, siswa/i ini diharapkan dapat menggunakan bekal pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasainya untuk membantu masyarakat sekitarnya dalam memanfaatkan sumber energi primer surya untuk membangkitkan energi listrik.
PEMBERDAYAAN WARGA KAMPUNG GANDOK MELALUI USAHA TANI BERBASIS KOMUNITAS DAN TEKNOLOGI
Hudaya, Rida
Jurnal Difusi Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/difusi.v5i1.2260
Program ini diselenggarakan pada mitra yang mengarah pada bidang ekonomi produktif usaha tani, bertujuan untuk pemberdayaan warga Kampung Gandok yang terhimpun dalam komunitas ecoFarm Kampung Tani yang berlokasi di Kampung Gandok Ds. Suntenjaya Kec. Lembang Kab. Bandung Barat. Masalah utama yang dihadapi mitra adalah (1) efisiensi dan efektifitas budidaya; (2) pengolahan pasca panen; (3) pengelolaan usaha berbasis komunitas; dan (4) pengelolaan pasar.Berdasarkan hasil analisa situasi, maka solusi yang dilaksanakan adalah program kegiatan (1) pelatihan dan pendampingan pengelolaan koperasi usaha tani serta bantuan pembentukan koperasi dalam rangka mengelola sumber daya; (2) pelatihan dan pendampingan penerapan teknologi pangan; (3) pelatihan dan pendampingan penerapan proses produksi berbasis teknologi elektronika dan bantuan beberapa model teknologi. Dampak yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah adanya (1) peningkatan pengetahuan, keterampilan penerapan proses produksi berbasis teknologi elektronika melalui beberapa model teknologi eFarming. (2) peningkatan pengetahuan teknologi pangan beserta perencanaan produksinya; (3) peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan koperasi serta terbentuknya koperasi sebagai lembaga usaha tani berbasis komunitas yang mengelola kegiatan usaha, produksi, pemasaran dan asset; (4) peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan pasar. Dampak lainnya adalah tersedianya (1) model budidaya berbasis teknologi elektronika; (2) materi pelatihan teknologi pertanian berbasis teknologi elektronika; (3) materi pelatihan teknologi pengolahan produk tani; (4) dokumen perencanaan produksi pasca panen; (5) materi pelatihan perkoperasian; (6) dokumen pendirian kelembagaan koperasi; (7) canvas model business. Adanya dampak ini menyebabkan terjadinya perubahan dari mitra non-produktif menjadi mitra produktif akibat dari berdayanya mitra karena adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, pendapatan, dan pelayanan.