cover
Contact Name
Dewi Amalia
Contact Email
dewi.amalia@polban.ac.id
Phone
+6281807906204
Journal Mail Official
difusi@polban.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir, Ciwaruga, Kec. Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Difusi
ISSN : 26152363     EISSN : 27744981     DOI : https://doi.org/10.35313/difusi.v3i2
Jurnal Difusi (E-ISSN : 2774-4981, P-ISSN : 2615-2363) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel hasil Pengabdian Masyarakat setahun dua kali (Januari dan Juli). Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung (POLBAN). Jurnal ini terbit perdana pada Januari 2018 dengan fokus pengabdian masyarakat dan ruang lingkup Collaborative Governance, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Partisipatif, Ekonomi Kreatif, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pembangunan Inklusif, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, dan Literasi Informasi Digital. Setiap artikel yang dikirimkan ke Jurnal Difusi akan melewati proses penilaian dengan menggunakan sistem double-blind review yaitu penulis tidak mengetahui reviewer dan reviewer tidak mengetahui penulisnya. Jurnal ini sudah memiliki nomor DOI dengan prefix : 10.35313
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 111 Documents
PELATIHAN DAN PEMBERIAN SARANA PERALATAN PENDUKUNG SERVICE DAN MAINTENACE DI BALAI LATIHAN KERJA KABUPATEN KUNINGAN Margana, Ade Suryatman; Hermawan Mitrakusuma, Windy; Setyawan, Andriyanto; Wellid, Ismail; Sunardi, Cecep; Khakim, Nur
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i1.4537

Abstract

Melihat minat masyarakat Kabupaten Kuningan dalam bidang pelatihan keterampilan sangat besar, demi terciptanya Lembaga Pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, maka kiranya perlu diadakan kerjasama dengan Politeknik Bandung. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan agar dapat meningkatkan kompetensi dan kualitas BLK yang siap menciptakan tenaga kerja untuk mengisi dunia kerja atau usaha mandiri, sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran. Kondisi sarana dan prasarana di BLK kurang memenuhi standar Pelatihan Berbasis Kompetensi sehingga belum sesuai dengan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, UPTD BLK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kuningan membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana pelatihan. Salah satu kebutuhan yang diajukan oleh BLK Kuningan adalah Peningkatan Kompetensi instruktur pada bidang Pelatihan Refrigerasi. Permasalahannya adalah untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan peralatan perlengkapan perbaikan dan perawatan (service and maintenance) unit refrigerasi dan tata udara domestik untuk digunakan dan diberdayakan sebagai sumber pelatihan instruktur dan calon tenaga kerja pada bidangnya. Peralatan yang dibutuhkan untuk pelatihan keterampilan (skill) terdiri dari tool sets, pompa vacuum, peralatan las gas, manifold gauge, flaring and swaging tools dan tang amper sebagai alat uji performansi sistem sedangkan untuk peningkatan pengetahuan (knowledge) dilengkapi modul pelatihannya. Program pengabdian kepada masyarakat akan memberikan luaran para instruktur yaitu memiliki pengetahuan dan peningkatan keterampilan bidang refrigerasi dan tata udara domestik terutama keterampilan tentang perawatan dan perbaikan yang meliputi instalasi AC Split, proses pemvacuuman, pengisian refrigeran, pendeteksian kebocoran, proses pump down dan uji performansi sistem. Tenaga pelatihan/ instruktur trainer dalam program pelatihan PkM ini adalah beberapa staf pengajar di Jurusan Teknik Refrigerasi dan Tata Udara.
PENGEMBANGAN SARANA DAN PENINGKATAN KOMPETENSI KARANG TARUNA DESA CIWARUGA DALAM BIDANG PERAWATAN AC DAN PENDINGIN Mitrakusuma, Windy Hermawan; Yuningsih, Nani; Kurniasetiawati, Annisa Syafitri; Akmal, Muhammad; Susilawati
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i2.5527

Abstract

Berbagai data statistik menunjukkan peningkatan permintaan penggunaan AC di bangunan di Indonesia. Meningkatnya investasi, pembangunan infrastruktur publik dan swasta, akan memicu pertumbuhan industri refrigerasi dan tata udara dan akan meningkatkan kebutuhan tenaga ahli perawatan alat/sistem refrigerasi dan tata udara. Desa Ciwaruga yang terletak di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat memiliki 97 RT dan 20 RW kepengurusannya terdiri atas sejumlah 60 pengurus karang taruna dan 101 PKK. Diketahui, sekitar 83,87% dari warga Desa Ciwaruga berada pada kategori usia produktif. Berdasarkan data prasarana perekonomian, di Desa Ciwaruga telah tersedia jenis pekerjaan yang terkait dengan keterampilan Teknik, khususnya bidang mekanik (bengkel las dan motor) dan elektrikal (elektronik). Hal ini menjadi potensi pengembangan kompetensi warga. Sehubungan dengan munculnya peluang peningkatan lapangan kerja di bidang tenaga ahli perawatan alat/sistem refrigerasi dan tata udara, maka seiring dengan tujuan dan fungsi Karang Taruna, Tim PKM Polban telah melaksanakan kegiatan pembekalan dan peningkatan kompetensi perawatan dan perbaikan AC split untuk Karang taruna Desa Ciwaruga. Materi teori yang diberikan berupa, konsep sistem refrigerasi dan tata udara, prosedur standar pengopersian sistem refrigerasi dan tata udara, serta informasi terkait perkembangan aplikasi AC yang berhubungan dengan aspek lingkungan dan penghematan energi dalam sistem refrigersi dan tata udara. Dalam kegiatan pelatihan ini juga disiapkan unit AC yang dijadikan sebagai media pembelajaran agar peserta dapat lebih memahami cara kerja sistem pendingin dan mencoba secara langsung seperti implementasi di lapangan saat bekerja. Diharapkan, dengan kerjasama ini dapat meningkatkan peluang kerja bagi Karang Taruna Desa Ciwaruga di industri refrigerasi dan tata udara, sehingga dapat meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi warga.
PELATIHAN DAN PEMBUATAN MATERI UJI KOMPETENSI (MUK) SKEMA PENANGGUNG JAWAB PENGOPERASIAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH (POPAL) Hidayatulloh, Irwan; Budiastuti, Herawati; Soeswanto, Bambang; Kusumawati, Endang; Trirahayu, Dhyna Analyes; Paramitha, Tifa; Ramadhani, Laily lsna; Elizabeth, Lidya
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i2.5561

Abstract

Ada 5 (lima) unit kompetensi dari draft skema okupasi Penanggung Jawab Pengoperasian Pengolahan Air Limbah (POPAL) yang sedang dibuat dan sekaligus akan diberikan dalam pelatihan bagi guru-guru SMK Negeri 7 Bandung oleh dosen-dosen Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung. Unit kompetensi yang dimaksud yakni Mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Menilai Tingkat Pencemaran Air Limbah, Melakukan Perawatan IPAL, Mengidentifikasi Bahaya Pengolahan Air Limbah, dan Melakukan Tindakan Keselamatan Kerja terhadap Bahaya dalam IPAL. Dengan demikian para asesor di kedua institusi pendidikan ini dapat memiliki kompetensi dalam membuat MUK dimana MUK menjadi persyaratan wajib dalam pengusulkan draft skema yang akan diajukan untuk dilisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Indonesia. Hingga saat ini, terdapat beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan. Pertama, koordinasi dan pertemuan telah dilakukan dengan pihak mitra untuk sinkronisasi pelaksanaan kegiatan. Kedua, koordinasi internal tim PkM untuk membahas pembagian tugas, rencana pembuatan MUK, dan rencana pelaksanaan pelatihan bagi para peserta pelatihan. Ketiga, merupakan pelaksanaan pelatihan mengenai pembuatan MUK unit kompetensi 1 dan 2. Keempat, merupakan lanjutan pelakasanaan kegiatan pelatihan mengenai pembuatan MUK untuk unit kompetensi 3, 4 dan 5.
PENERAPAN MANAJEMEN BISNIS DAN STRATEGI PENGELOLAAN ASET PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) Setyowati, Tri; Gima Sugiama, Aceng; Priyatiningsih, Katharina; Purnama, Putri Dewi; Dwi Kusumastuti, Endah
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i1.5578

Abstract

Manajemen bisnis dalam dunia usaha saat ini adalah suatu pondasi awal dari sebuah bisnis yang sehat. Permasalahan yang ada dalam UMKM ini yaitu meningkatnya omzet penjualan dan bisnis yang membaik namun tidak diikuti dengan adanya pencatatan penerapan manajemen bisnis dan pengelolaan aset sehingga program nasional UMKM naik kelas tidak dapat terlaksana. Peserta pelatihan adalah tiga puluh o­rang pelaku UMKM dari Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat. Penerapan manajemen bisnis dan pengelolaan aset dilakukan dengan mengadakan pelatihan dan simulasi praktik menyelesaikan kasus manajemen bisnis, pengelolaan aset bisnis dan keuangan. Materi pelatihan terdiri dari penerapan bauran pemasaran untuk ptoduk; teori Akuntansi dan Pembukuan dengan praktik memproses entry jurnal, memproses buku besar, dan me­nyusun laporan keuangan; materi penentuan harga pokok produksi dan praktik menghitung harga pokok produksi; dan materi siklus pengelolaan aset. Evaluasi telah dilakukan untuk mengukur keberhasilan pro­gram yaitu dengan menilai latihan mengerjakan soal dalam pelatihan dan hasil pendampingan dengan membuat profil UMKM, catatan akuntansi, perhitungan harga pokok produksi, dan pengelolaan aset. Pengukuran evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberi kuesioner ke­pa­da peserta untuk menilai penyelenggaraan kegiatan yang meliputi unsur narasumber, ma­teri pelatihan, sarana dan logistic. Hasil dari kegiatan PKM ini yaitu pelaku UMKM KBB sebagai peserta pelatihan telah mampu mengerti dan menerapkan materi pelatihan pada bisnis UMKM mereka.
SISTEM PENAMPUNG DAN FILTER AIR HUJAN SEBAGAI PENYEDIA BAHAN BAKU AIR NUTRISI UNTUK SISTEM HIDROPONIK Suprianti, Yanti; Wachjoe, Conny Kurniawan; Yulistiani, Fitria; Utami, Sri; Hernawan, Kholiq
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i1.5585

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian menjadi area pemukiman penduduk terjadi cukup signifikan di wilayah Jawa Barat, seperti wilayah Desa Cihanjuang yang makin dipenuhi oleh pemukiman. Akibatnya lahan pertanian semakin sedikit, dan diperlukan metode baru dalam beradaptasi dengan kondisi ini. Salah satu cara bercocok tanam modern adalah dengan sistem hidroponik, yang menggantikan media tanah dengan air nutrisi,. Dan dapat dipasang di area yang cukup sempit. Pengaliran air nutrisi memerlukan pompa yang digerakkan oleh sumber energi listrik. Sumber lisrik ini dapat dipasok dari sumber energi terbarukan, seperti surya, yang tersedia melimpah. Animo masyarakat RW 14 Cibaligo, Cihanjuang, sangat tinggi untuk mengaplikasikan sistem ini dengan menanam berbagai macam tanaman. Akan tetapi, konsentrasi nutrisi yang diperlukan untuk setiap tanaman berbeda-beda. Penanaman banyak jenis tanaman dalam satu instalasi sistem hidroponik bukan pilihan yang baik. Oleh karena itu diperlukan pengembangan instalasi lama, yaitu sistem solar PV yang mampu memasok daya untuk 3 pompa, baru digunakan untuk satu pompa saja. Keperluan air baku untuk nutrisi saat ini masih dilakukan melalui pengisian manual dan masih bersatu dengan kebutuhan kedai. Pada kegiatan PkM ini diaplikasikan integrasi 3 sistem hidroponik yang disertai dengan sistem pengaturan nutrisi tanaman, untuk mengakomodasi kebutuhan tanaman yang berbeda. Penyediaan air baku untuk air nutrisi tanaman disediakan dengan cara memanen air hujan menggunakan sistem penampung dan filter air hujan.
RUMAH LITERASI SEBAGAI SARANA ALTERNATIF PENUMBUHAN MINAT BACA SISWA SDN KANAAN: Artikel Pekan Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat - Rumah Literasi Sebagai Alternatif Penumbuhan Minat Baca Siswa SDN Kanaan Ikartika, Ika; Haloho, Elisabet; Fifi Afriliya, Lynta; Rahman, Naufal; Ananta Wiguna, Tessa
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i2.5607

Abstract

Literacy culture plays a vital role in the development of education in Indonesia, bringing a number of significant benefits to individuals and society. This service project emerged as a response to the low interest in reading, especially at SDN Kanaan, which is influenced by the lack of facilities, less attractive learning models, and limited programs and books that match students' interests. The purpose of this social project is to foster reading interest among students of SDN Kanaan to build a sustainable literacy culture. The literacy movement for students is the main focus of this activity, with the establishment of Rumah Literasi in an abandoned room as a concrete step. The hope is that the provision of adequate facilities can encourage students to make reading a passion or hobby, turn reading activities into fun experiences, and improve academic achievement. In the context of education in remote areas (3T), community service, especially the active role of students, is key in building a culture of literacy. Students act as agents of change by providing inspiration, motivation and support to improve children's literacy skills. Through collaborative and creative efforts, students can help create a learning environment that stimulates interest, understanding and love for reading and writing among children.
Pelatihan Pengoperasian Dan Pembuatan Alat Pengalir Fluida Untuk Siswa - Siswi SMKN 6 Bandung Ramelan, Sri Wuryanti; Rusmana; Sasono, Teguh; Suharto, Budi; Yuliyani, Ika
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i1.5672

Abstract

Melalui program pengabdian pada masyarakat yang diselenggarakan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Negeri Bandung, tim Jurusan Teknik Konversi Energi (JTKE) mengusulkan kegiatan pelatihan pembuatan alat pengalir fluida air atau biasa disebut turbin air. Fokus dari kegian pengabdian ini yaitu memasyarakatkan pembuatan turbin air, sasaran yang berpotensi adalah lulusan SMK. Usulan mengenai turbin ini, karena Jawa Barat termasuk Propinsi yang wilayahnya masih pedesaan dengan banyak Sungai, selain itu harga listrik terus naik, hal ini banyak menjadi keluhan warga desa yang memang tergolong ekonomi menengah kebawah. Elevasi sungai ini bisa dimanfaatkan sebagai dasar instalasi pembangkit listrik. Salah satu komponen pembangkit listrik adalah turbin air. Kami TIM dari JTKE-POLBAN mengusulkan kegiatan pelatihan pembuatan turbin air untuk siswa dan siswi SMKN 6 Bandung Jurusan Teknik Mesin. Tujuannya untuk meningkatkan skill dan membuka wawasan tentang turbin air yang diharapkan akan menjadi bekal dan dimanfaatkan untuk meningkatkan potensi diri lulusan SMKN 6 Bandung Jurusan Teknik Mesin yang siap kerja. Manfaat lain kegiatan adalah untuk meningkatkan ketrampilan kerja dibidang permesinan yang berhubungan dengan pegoperasian turbin sebagai fasilitas penting dalam Industri Pembangkit Listrik Tenaga Air /Mikrohidro. Berdasarkan keinginan terwujudnya peningkatan ketrampilan siswa-siswi SMKN 6 Jurusan Teknik Mesin untuk mendapatkan pelatihan pembuatan turbin dari luar institusi, maka diadakan kerja sama antara SMKN 6 Bandung dengan Tim JTKE untuk menyelenggarakan pelatihan mengenai pembuatan dan pengoperasian turbin air kapasitas 250 W. Pembuatan turbin air berhasil dibuat oleh siswa-siswi SMKN 6, yang menghasilkan efisiensi sebesar 22,91%.
RANCANG BANGUN SISTEM TATA SUARA DI GEDUNG SERBAGUNA DENGAN KUALITAS AKUSTIK YANG BURUK Supriyadi, Tata; Ashari; Susanto, Farid; T.B, Utomo
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i1.5674

Abstract

Kualitas akustik yang baik menjadi salahsatu syarat untuk sebuah Gedung Serba Guna. Tapi bagaimana dengan sebuah GSG Desa Sariwangi yang berukuran 16x9x7 meter persegi yang sekeliling dindingnya berupa tembok keras dengan sebuah pintu masuk saja tanpa ada jendela. Dari hasil pengukuran gema atau suara pantulan berdasarkan RT60 nilainya hampir 3 detik. Bagaiman caranya membangun sebuah sistem tata suara dengan kondisi tersebut tanpa melakukan perbaikan akustik sehubungan dengan keterbatasan dana. Solusi yang bisa dilakukan dengan kondisi tersebut adalah bagaimana cara meminimalisir efek gema ruangan GSG dengan menempatkan Pengeras Suara yang tepat. Ini harus mencakup pemilihan titik pemasangan, arah penyebaran suara, dan tinggi pemasangan. Penempatan yang buruk dapat mengakibatkan cakupan suara yang tidak merata atau efek pantulan yang mengganggu. Selain penempatan posisi pengeras suara, jumlah pengeras suarapun perlu diperhatikan disesuaikan dengan ukuran gedungnya agar suara dapat didengar dengan baik di seluruh area gedung. Untuk membantu perancangan kami gunakan software aplikasi CISSCA Versi 3.1 dari YAMAHA yang bebas digunakan. Berdasarkan hasil simulasi dengan target SPL sebesar 85dB, yang lebih besar 20 dB dari tingkat kebisingan lingkungan yang baku di area perkantoran sebesar 65 dB, dengan ketinggian speaker 3,5 meter dan ketinggian audien 1,2 meter, cukup dipasang 2 buah speaker dengan daya 80W untuk area GSG dengan panjang 16m dan lebar 9m. Dari hasil pengujian setelah dilakukan instalasi dan setting peralatan diperoleh SPL rata-rata 82,25dB. Dari hasil pengujian dengan metode Persepsi Subjektif terhadap 8 audien menyatakan 89% suara yang diproduksi cukup jelas dengan tingkat kekerasan yang cukup. Kata Kunci: optimalisasi, akustik, ketinggian louspeaker, gema, clarity, SPL, sound direction
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI KETERAMPILAN ECOPRINT DI KAMPUNG CILISUNG, DESA DAYEHKOLOT KABUPATEN BANDUNG Riniati; Setiawati, Lina; Marlina, Ari; Lintang Edi Wahyuni, Ninik; Widiastuti, Endang
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i2.6065

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di Kampung Cilisung, Desa Dayeuhkolot melalui kreasi ecoprint. Melalui pelatihan yang melibatkan 20 ibu rumah tangga, peserta diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam teknik ecoprint, manajemen usaha, dan pemasaran. Hasilnya, peserta mampu menghasilkan produk ecoprint yang inovatif dengan bahan-bahan alami, sementara juga memahami pentingnya strategi promosi sederhana dalam memasarkan produk mereka. Dengan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan penuh dari pihak terkait, kegiatan ini berhasil membangun kesadaran akan potensi ekonomi lokal yang berkelanjutan serta menginspirasi masyarakat untuk terus berkarya dan berinovasi. Diharapkan, kegiatan PKM ini dapat memberikan dampak yang berkelanjutan dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan sosial masyarakat Kampung Cilisung, Desa Dayeuhkolot, serta menjadi contoh inspiratif bagi wilayah sekitarnya.
PENINGKATAN KAPASITAS PETANI DI DESA CIKANDE DALAM MENDAYAGUNAKAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN Mitrakusuma, Windy Hermawan; Yuningsih, Nani; Kurniasetiawati, Annisa Syafitri; Akmal, Muhammad; Susilawati; Rosulindo, Parisya Premiera; Pramudantoro, Triaji Pangripto; Badarudin, Apip; Arman, Muhammad; Setyawan, Andriyanto
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i2.6328

Abstract

Desa Cikande merupakan desa yang terletak di Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Luas area Desa Cikande, yaitu berkisar 6,93Km2 atau sekitar 13,47% dari total luas Kecamatan Saguling. Dari segi geografis, lanskap yang mendominasi area di Desa Cikande adalah wilayah tanah lapang yang digunakan sebagai lahan pertanian. Desa Cikande merupakan desa yang memiliki potensi ekonomi dari pertanian yang melimpah, tetapi pemanfaatannya masih minimal. Kegiatan ekonomi yang telah dilakukan di Desa Cikande terkait dengan potensi pertanian ini, barulah berupa pertanian keluarga yang digunakan sebagai upaya peningkatan ekonomi daerah. Produksi pertanian harus ditingkatkan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang pesat. Kebutuhan akan produksi-produksi pertanian meningkat, sehingga diperlukan teknologi untuk meningkatkan hasil. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan di bidang pertanian yaitu faktor pemupukan. Pengertian pemupukan yaitu penambahan bahan (yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia, biologi tanah) ke tanah agar tanah tersebut menjadi lebih sehat dan subur. Termasuk di antaranya yaitu pengapuran, pemberian legin, pemberian pembenah tanah (soil condition), pemberian urea dan lain sebagainya. Eco enzyme merupakan hasil dari fermentasi sampah dapur organik seperti ampas buah atau sayuran dengan air dan substrat gula. Berdasarkan hasil pengamatan dari penelitian pengaplikasian pupuk organik eco-enzyme menghasilkan rata-rata pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan pupuk organik bukan Eco enzyme. Dengan kata lain, pengaruh dari pemanfaatan Eco-enzyme mampu meningkatan hasil produksi pertanian sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan usahatani bila harga tetap atau tidak turun. Dari hasil analisis permasalahan prioritas, didapatkan bahwa masalah kebergantungan pupuk subsidi sebaiknya diprosiataskan terlabih dahulu, karena dengan diselesaikannya permasalahan ini dapat membantu penyelesaian kedua permasalahan lainnya. Dengan dilakukannya konversi sampah organik ke pupuk organik, maka dapat mengurangi volume sampah. Selain itu, dengan menggunakan pupuk organik dapat meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga secara berangsur dihaarapkan juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat di Desa Cikande.

Page 11 of 12 | Total Record : 111