cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
STRUKTUR KOMUNITAS GULMA PADA PERKEBUNAN KARET DI DESA SEMPADIAN KECAMATAN TEKARANG KABUPATEN SAMBAS Jumadi, Jumadi; sarbino, Sarbino; Astina, Astina
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia karet alam merupakan komoditas strategis terutama ditinjau dari total area dan sumber devisa. Desa Sempadian merupakan salah satu daerah penghasil karet. Gulma yang tumbuh dipertanaman karet merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan kuantitas dan kualitas hasil. Struktur komunitas gulma perlu diketahui sebelum dilaksanakannya pengendalian gulma sebab tidak semua jenis gulma berbahaya bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui struktur komunitas gulma pada perkebunan karet  di desa Sempadian Kecamatan Tekarang Kabupaten Sambas. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan cara melakukan pengamatan langsung di lapangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat 30 jenis gulma dari 16 family. Pada areal perkebunan karet  TBM ditemukan 19 jenis gulma dari 11 family dan pada areal perkebunan karet TM ditemukan 19 jenis gulma dari 10 family. Spesies gulma yang paling dominan pada jalur tanaman TBM adalah gulma Ischaemum rugosum salisb dengan SDR sebesar 21.27% dan pada gawangan TBM didominasi oleh gulma Rhynchospora corymbosa dengan SDR sebesar 16.27%. Selanjutnya spesies gulma yang paling dominan pada Jalur tanamanTM adalah gulma Paspalum conjugatum dengan nilai SDR 42.44% dan pada gawangan TM didominasi oleh gulma Axonopus compressus SDR sebesar 22.11%.   Kata kunci : Gulma, Perkebunan karet, Struktur komunitas
ANALISIS SIFAT KIMIA TANAH PADA TIGA TIPE PEMANFAATAN LAHAN PERTANIAN DI DUSUN BULUH DESA MERUBONG KECAMATAN TEKARANG KABUPATEN SAMBAS RIKO RIKO; Sutarman Gafur; Rossie Wiedya Nusantara
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.19267

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis sifat kimia, tingkat kesuburan tanah dan merekomendasikan dosis pemupukan pada tiga tipe pemanfaatan lahan padi, karet dan kelapa dalam. Pengambilan sampel dilakukan di Dusun Buluh Desa Merubong Kecamatan Tekarang Kabupaten Sambas. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Parameter yang diamati adalah reaksi tanah (pH), N-total, P-total, K-total, kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), C-organik, Na-dd, Ca-dd, Mg-dd, kejenuhan Al, tekstur, bobot isi (BI), kedalaman lapisan pirit dan kedalaman muka air tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan. Reaksi tanah (pH) berkisar antara 3,98 hingga 4,58 dengan kriteria masam hingga sangat masam. N-total berkisar antara 0,46 % hingga 0,76 % dengan kriteria sedang hingga sangat tinggi. P-total berkisar antara 1,97 mg/100g hingga 4,83 mg/100g dengan kriteria sangat rendah. K-total berkisar antara 27,56 mg/100g hingga 40,92 mg/100g dengan kriteria sedang. kapasitas tukar kation (KTK) berkisar antara 18,12 cmol/kg hingga 33,82 cmol/kg dengan kriteria sedang hingga tinggi. kejenuhan basa (KB) berkisar antara 5,26 % hingga 20,31 % dengan kriteria sangat rendah. C-Organik berkisar antara 4,20 %, hingga 7,85% dengan kriteria tinggi hingga sangat tinggi. Na-dd berkisar antara 0,44 cmol/kg hingga 1,12 cmol/kg dengan kriteria sedang hingga tinggi. Ca-dd berkisar antara 0,67 cmol/kg hingga 1,28 cmol/kg dengan kriteria sangat rendah. Mg-dd berkisar antara 0,31 cmol/kg hingga 0,71 cmol/kg dengan kriteria sangat rendah hingga rendah. kejenuhan Al berkisar antara 5,04 % hingga 19,39 % dengan kriteria sangat rendah hingga rendah. tekstur tanah termasuk dalam kriteria liat berdebu. bobot isi (BI) berkisar antara 0,75 g/cm3 hingga 1,13 g/cm3. kedalaman lapisan pirit lahan padi, karet dan kelapa dalam kedalaman 60-90 cm dengan kriteria dalam dan kedalaman muka air tanah lahan padi dan karet kedalaman 10 cm lahan kelapa dalam kedalaman 20 cm dengan kriteria sangat dangkal. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata kebutuhan pupuk di lahan padi, kebutuhan pupuk urea 411 kg/ha, pupuk SP-36 145 kg/ha dan pupuk KCl 50 kg/ha, lahan karet pupuk urea 313 g/tanaman, pupuk SP-36 182 g/tanaman dan pupuk KCl 519 g/tanaman, dan lahan kelapa dalam pupuk urea 1493 g/tanaman, pupuk SP-36 163 g/tanaman dan pupuk KCl sebanyak 949 g/tanaman.       Kata kunci: Sifat kimia tanah, tiga tipe pemanfaatan lahan pertanian dan rekomendasi pemupukan.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK BEBERAPA TANAMAN PERKEBUNAN DI DESA ENGKADIK PADE KECAMATAN AIR BESAR KABUPATEN LANDAK Betaria, Ari Krisnohadi Rini Hazriani
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian Evaluasi kesesuaian lahan bertujuan untuk menilai suatu lahan sesuai untuk tanaman kelapa sawit, karet, dan lada sekaligus menentukan kesesuaian lahan untuk Kelapa Sawit, Lada dan KaretHasil penilaian diharapkan dapat menentukan tindakan-tindakan budidaya yang diperlukan agar  tanaman kelapa sawit, karet, dan lada dapat di budidayakan pada lahan tersebut. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak dengan luas areal penelitian 6o Ha. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Parameter pengamatan pH Tanah, C-Organik, N-total, P-Tersedia, P-total, K-dd, K Total, KTK Tanah, KB, Ca-dd , Mg-dd, Al-dd, Jenis Tanah dan  Rekomendasi Pemupukan.Jenis tanah pada SPT 1 TypicPaleudults, dan pada SPT 2 TypicPaleaquults.Hasil analisis sifat kimia tanah menunjukan bahwa reaksi tanah (pH) pada SPT 1 dan 2 tergolong sangat masam berkisar antara 3,53-3,82, C-organik tanah tergolong sangat rendah-rendah berkisar antara 0,56-1,33, N-total tergolong sangat rendah sampai rendah berkisar antara 0,08-0,17, P tersedia tergolong sangat rendah berkisar antara 0,40-0,50, P Total tergolong sangat rendah berkisar antara 1,95-4,42, K-dd tergolong sangat rendah sampai rendah berkisar antara 0,08-0,21, K Total tergolong rendah berkisar antara 10,56-12,22, KTK tergolong rendah berkisar antara 7,68- 10,78, KB tergolong sangat rendah berkisar antara 8,87-12,89, Ca-dd tergolong sangat rendah berkisar antara 0,37-0,73, Mg-dd tergolong rendah berkisar 0,16-0,21, Al-dd tergolong rendah sampai sedang berkisar antara 12,84-22,39.Faktor pembatas untuk kesesuaian lahan untuk SPT 1 N2-f untuk kelapa sawit, S3-e,f untuk lada dan N2-f untuk karet, rekomendasi erosi pembuatan teras sering dengan metode vegetatif( penanaman kacang-kacangan) , rekomendasi pengapuran untuk SPT 11,750 ton/ha danSPT 2 1,030 ton/ha rekmendasi pemupukan SPT 1 : Tanaman Kelapa Sawit: 263,14 kg Urea/Ha, 201,23kg Sp-36/ha, 298,2kg Kcl/ha. Tanaman Lada: 11,14kg Urea/ha, 22,230 kg sp-36/ha, 114,2 kg Kcl/ha.Tanaman Karet: 131,14kg Urea/ha, 101,23kg Sp-36/ha,214,2 kg Kcl/ha. SPT 2: Tanaman Kelaa Sawit: 263,66 kg Urea/ha, 201,34kg Sp-36/ha, 392 kg Kcl/ha. Tanaman Lada: 11,66 kg Urea/ha, 22,390kg Sp-36/ha, 208kg Kcl/ha. Tanaman Karet: 131,66kg Urea/ha, 101,34kg Sp-36/ha, 308 kg Kcl/ha.  Kata Kunci: Evaluasi Lahan, Kelapa Sawit, Lada, Karet, Tanah Ultisol, Air Besar.
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI RESTORAN RAJA UDUK PONTIANAK Sarina Sarina; Eva Dolorosa; Imelda Imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25626

Abstract

Growing number of restaurant lead to intense competition in the culinary business. A proper marketing strategy is necessary to win the competition. The purpose of this research is to analyze marketing mix (the product, the price, the place, and the promotion) of purchasing decisions in the Raja Uduk restaurant Pontianak. This research used survey method with the quantitative analysis that is Structural Equation Modelling (SEM) by soffware LISREL 8.80. The respondents in this study as many as 150 which were taken by accidental sampling. Research results show that the product influence significanty the consumer purchasing decisions with the t-value 2.10 > 1.96. The prices do not affect significantly to consumer purchasing decisions with the t-value 0.49 < 1.96. The place has no affect significantly to consumer purchasing decisions with the t-value 0,23 < 1.96. The promotion influence significantly to consumer purchasing decisions with the t-value 3.09 > 1.96
KEEFEKTIFAN HERBISIDA IPA - GLIFOSAT (480 g/l) DALAM PENGENDALIAN GULMA PADA PIRINGAN TANAMAN KELAPA SAWIT MENGHASILKAN SURIANTO, -; Syahputra, Edy; Sarbino, -
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan herbisida IPA – Glifosat 480 g/l terhadap gulma umum pada piringan kelapa sawit menghasilkan (TM) dan mengkaji perubahan komposisi jenis-jenis gulma. Penelitian ini dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit TM umur 5 tahun. Sebelum Aplikasi dilakukan analisis vegetasi menggunakan metode kuadrat. Aplikasi herbisida dilakukan dengan metode penyemprotan gulma pada piringan. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati ialah penutupan gulma, biomassa gulma setelah aplikasi herbisida, fitotoksisitas tanaman kelapa sawit, dan koefisien komunitas. Hasil analisis  vegetasi ditemukan 5 gulma dominan yaitu Borreria alata (57,36%), Fimbristylis (10,23%), Paspalum conjugatum (7,62%), Cyperus sphacelatus (4,87), Melastoma affine (4,68%). Aplikasi herbisida IPA - Glifosat 480 g/l dapat menekan pertumbuhan beberapa gulma sampai pengamatan 12 MSA, namun tidak efektif mengendalikan gulma Melastoma affine. Persentase penutupan gulma rata-rata 2% sampai 27% selama 12 MSA. Koefisien komunitas gulma sebelum dan sesudah aplikasi herbisida sebesar 72,40 % dan tidak ditemukan gejala keracunan. Penyemprotan herbisida IPA - Glifosat 480 g/l dosis 4 l/ha sudah efektif mengendalikan gulma pada budidaya tanaman sawit menghasilkan (TM). Kata Kunci: Gulma umum, IPA – glifosat 480 g/l, kebun kelapa sawit.
PENGARUH MEDIA TUMBUH TERHADAP KEBERHASILAN PERTUMBUHAN KARET OKULASI STUMP MATA TIDUR Kristoforus, Abdias; Rahayuni, Tri; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media tumbuh yang baik bagi pertumbuhan bibit karet okulasi stump mata tidur. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kedukul Kec. Mukok Kab.Sanggau. Penelitian ini berlangsung selama 4 bulan dari tanggal 13 Maret 2011 sampai dengan 9 Juli 2011. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan media tumbuh dengan 5 kali ulangan dan terdiri dari 3 tanaman sampel, sehingga jumlah seluruhnya 60 tanaman. Perlakuan media tumbuh yang digunakan dalam penelitian ini yaitu m1 = media tumbuh campuran tanah PMK dengan bokashi tankos, m2 = media tumbuh campuran tanah PMK dengan bokashi sekam padi, m3 = media tumbuh campuran tanah PMK dengan bokashi pakis merah dan m4 = media tumbuh campuran tanah PMK dengan bokashi keladi. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah persentase bibit hidup okulasi karet, tinggi okulasi karet, diameter batang okulasi karet, jumlah anak daun okulasi karet dan jumlah akar lateral okulasi karet Hasil penelitian perlakuan media tumbuh berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan persentase bibit hidup dan diameter tunas okulasi, sedangkan variabel tinggi tunas okulasi, jumlah anak daun dan jumlah akar lateral berpengaruh tidak nyata. Hasil yang terbaik yaitu pada media tumbuh campuran tanah PMK dengan bokashi sekam padi untuk variebel pengamatan persentase bibit hidup dan media tumbuh campuran tanah PMK dengan bokashi keladi untuk variebel pengamatan diameter okulasi karet.
PENGARUH SERBUK ARANG CANGKANG KERANG DARAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL OKRA PADA TANAH GAMBUT SAPUTRA, ROLIS; SANTOSO, EDDY; SUSANA, RINI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.59 KB)

Abstract

PENGARUH SERBUK ARANG CANGKANG KERANG DARAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL     OKRA PADA TANAH GAMBUTRolis saputra (1), Eddy Santoso (2), Rini Susana (2)(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas TanjungpuraPontianake-mail : rolissaputra15@gmail.com             ABSTRAK Tanaman hortikultura terutama sayuran memegang peran penting dalam meningkatkan gizi masyarakat khususnya di Kalimantan Barat. Seiring dengan hal tersebut kebutuhan akan sayuran terus meningkat dan jenisnya semakin bervariasi, salah satunya jenis sayuran yang gizi tinggi adalah okra. Di Kota Pontianak pengelolaan limbah dari cangkang kerang darah masih belum dilakukan dengan baik, sehingga terdapat tumpukan cangkang kerang darah dibeberapa pekarangan rumah dan tempat pembuangan sementara (TPS) karena tidak dimanfaatkan. Cangkang kerang darah selama ini tidak termanfaatkan dengan baik karena karakternya yang sukar terurai, namun cangkang kerang darah berpotensi diolah menjadi serbuk yang dapat menjadi alternative penganti kapur yang dimanfaatkan untuk menaikan pH tanah gambut.Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, berlangsung dari tanggal 1 Desember 2017 sampai 21 Februari 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf dosis serbuk arang cangkang kerang darah. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel, jumlah keseluruhan tanaman adalah 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud    a1 = 40 g/polybag setara dengan 4 ton/ha, a2 = 60 g/polybag setara dengan 6 ton/ha, a3 = 80 g/polybag setara dengan 8 ton/ha, a4 = 100 g/polybag setara dengan 10 ton/ha, dan a5 = 120 g/polybag setara dengan 12 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat rata-rata per buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian serbuk arang cangkang kerang darah berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, dan berat rata-rata per buah. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian serbuk arang cangkang kerang darah pada dosis 40 g/polybag sampai dengan 120 g/polybag memberikan respon sama pada variabel tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat rata-rata per buah. Kata kunci : serbuk arang cangkang kerang darah, gambut, okra
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP KEBERHASILAN SETEK BATANG ROMBUSA PUTIH (Tabernaemountana coryimbusa) NUR KHOLIS; Sarbino Sarbino; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25225

Abstract

INFLUENCE OF PLANTING MEDIA ON THE SUCCESS OF WHITE ROMBUSASTEM   CUTTINGS(Tabernaemontana coryimbusa)Nurkholis1, Sarbino2, Agus Hariyanti3 1Agriculture; Faculty University of Tanjungpura2Agriculture; Faculty University of Tanjungpura3Agriculture; Faculty University of Tanjungpurae-mail*nurkholis­_h@ymail.com ABSTRAKWhite rombusa is an ornamental plant that has a green-white leaf pattern as well as beautiful flowers with white color and has five crowns resembling a ship's propeller with the bottom shaped like a small pipe. This study aims to determine the effect of planting media on the success of  white rombusa stem cuttings and get the best planting media. The research was conducted at Bening Multi Flora Garden of Ampera Kota Baru Pontianak from March 30 - May 10, 2017. The design used Completely Randomized Design with treatment m1 = PMK soil (kontrol),  m2 = PMK soil andcharcoal husk(1:1), m3 = PMK soil andcow manure(1:1),        m4 = PMK soil and charcoal husk(2:1), m5 = PMK soil and cow manure(2:1),  m6 = PMK soil, charcoal husk, and cow manure. Observation parameters Percentage of live cuttings (%), Leaf emeration time (days), Number of shoots (fruit), Number of leaves (length), (cm), Root length (cm). Planting medium has an effect on to success of stem of  white rombusa and treatment PMK soil and cow manure (1:1) gives the best influence to the success percentage variable of live cut 70,85, Number of shoots 3,25,Number of leaves 8,00, Shoot length 6,05 and Root lengt 5,05 compared with other treatment. Keywords: Charcoal Husk, Cow Manure, Soil PMK
Pengaruh Kerapatan Gulma Teki Cyperus brevifolius Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Hijau Vigna radiate Pada Tanah Alluvial Malawati, Sari; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kerapatan gulmateki C.brevifolius terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), perlakuan yang terdiri dari 5 taraf perlakuan; tanpagulma, 3 gulma/polybag, 5 gulma/polybag, 7gulma/polybag, dan 9 gulma/polybag dengan 4 kali ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman.Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah polong pertanaman, berat biji kering pertanaman, berat 100 butir biji kering, dan nilai kompetisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kerapatan gulma teki berpengaruhnya taterhadap berat biji kering pertanaman dan perlakuan kerapatan gulma teki berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah polong pertanaman, berat 100 butir biji kering, dan nilai kompetisi
Pengaruh Komposisi Biji Karet dan Kacang Tanah Terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Mentega Kacang Campur ajeng khuldiah; Tri Rahayuni; Sulvi Purwayanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.19450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi biji karet dan kacang tanah dengan sifat fisikokimia dan sensori mentega kacang terbaik. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu perbandingan biji karet dan kacang tanah dengan taraf perlakuan masing-masing perbandingannya yaitu (10:90 %), (20:80 %), (30:70 %), (40:60 %), (50:50 %) dan (60:40 %) diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat dan uji sensori, jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan uji BNJ 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi biji karet dan kacang tanah dalam pengolahan mentega kacang campur memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar protein, kadar lemak dan kadar karbohidrat namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu, aroma, rasa dan tekstur. Mentega kacang campur pada perlakuan 20:80 % memiliki karakteristik fisikokimia dan sensori terbaik menghasilkan kadar air 2,0865 %, kadar abu 1,2089 %, kadar protein 20,8500 %, kadar lemak 46,8325 % dan karbohidrat 29,0221 %. Hasil analisis sensori terbaik yaitu aroma 3,6667 (agak suka), rasa 3,9667 (agak suka) dan tekstur 3,8000 (agak suka). Kata kunci : Biji karet, Kacang tanah, Mentega kacang campur

Page 11 of 191 | Total Record : 1901