cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,863 Documents
EVALUASI SENSORI DARK CHOCOLATE DENGAN PENAMBAHAN BUBUK DAUN PANDAN DENGAN METODE DESKRIFTIF Rahmayani, Vivi; Maherawati, Maherawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.93154

Abstract

Dark chocolate merupakan jenis cokelat yang memiliki kandungan lemak kakao dan bubuk cokelat yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis cokelat lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sensori dark chocolate dengan penambahan bubuk daun pandan. Dark chocolate yang digunakan berasal dari biji kakao lokal Kalimantan Barat. Bubuk daun pandan ditambahkan sebanyak 2,5% dalam formulasi. Evaluasi sensori menggunakan metode deskriptif, dilakukan oleh 30 panelis semi-terlatih menggunakan skala deskriptif 1 hingga 5 berdasarkan empat parameter: rasa, aroma, warna, dan kesukaan keseluruhan. Hasil menunjukkan bahwa penambahan bubuk daun pandan memberikan pengaruh nyata terhadap parameter aroma dan rasa, serta meningkatkan skor kesukaan keseluruhan dibandingkan dark chocolate tanpa penambahan bubuk daun pandan.
KARAKTERISTIK KIMIA PEKASAM IKAN NILA DENGAN PENAMBAHAN KULTUR TUNGGAL ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT Chaterina, Laura; Maherawati, Maherawati; Simamora, Cico Jhon Karunia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.90831

Abstract

Fermentasi pada pekasam sampai saat ini masih dilakukan secara tradisional dengan menerapkan fermentasi spontan. Produk fermentasi secara tradisional memiliki kelemahan yaitu mutu produk yang tidak seragam, jenis mikroba yang tumbuh sangat banyak dan sulit terkontrol, populasi awal BAL yang rendah menyebabkan bakteri pembusuk tumbuh cepat mendahului pertumbuhan BAL. Kelemahan ini perlu diperbaiki untuk menghasilkan pekasam dengan mutu yang baik dan seragam, salah satunya yaitu pembuatan pekasam dalam skala laboratorium dengan penambahan kultur starter bakteri asam laktat pada proses fermentasi. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia pekasam ikan nila yang dibuat dengan penambahan isolat bakteri asam laktat kultur tunggal. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yaitu penambahan kultur starter tunggal dengan 6 taraf perlakuan (isolat 1, isolat 2, isolat 3, isolat 4, isolat 5, dan isolat 6) dan 1 kontrol (tanpa penambahan kultur starter). Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat 6 memiliki karakteristik kimia yang lebih baik dari kontrol yaitu kadar air 51,12%, kadar abu 5,85%, kadar protein 24,37%, karbohidrat 9,27% dan total asam 0,76%.
PENGARUH LARUTAN NUTRISI HIDROPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY SECARA HIDROPONIK Rahmawati, Stefani; Sasli, Iwan; Pramulya, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.89051

Abstract

Tanaman Pakcoy yang dibudidayakan secara hidroponik menghasilkan produk yang higenis dan bergizi tinggi, keberhasilan pembudidayaan tanaman pakcoy secara hidroponik juga dipengaruhi oleh penggunaan pupuk sebagai nutrisi tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh larutan nutrisi SR (racikan) pada pertumbuhan dan hasil pakcoy dengan sistem hidroponik DFT. Penelitian ini di laksanakan, di Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, jl. Pendidikan. Penelitian berlansung dari 19 Juli "“ 28 Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial terdiri dari 1 faktor yaitu konsentrasi larutan nutrisi hidroponik (P), masing-masing faktor terdiri 5 perlakuan, 5 ulangan, dan 3 sampel tanaman sehingga terdapat 75 unit percobaan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan nutrisi AB Mix Good plant, Calnit, Flex G, Mag S, Map. Variabel penelitian yang diamati: Volume akar, lebar daun, jumlah daun, tinggi tanaman, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa berbagai jenis larutan nutrisi memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy, nutrisi yang di racik (SR) yang terdiri dari pupuk Calnit, Flex G, Mag S, Map dengan konsentrasi 1000 ppm mampu menggantikan nutrisi AB Mix goodplant (kontrol), namun penggunaan nutrisi racikan (SR) dibawah 1000 ppm dapat menurutkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy.
STRUKTUR POPULASI LABI-LABI (Amyda cartilaginea) DI DANAU ULAK KERAMAT KABUPATEN KAPUAS HULU Sidit, Oktavianus; Soetignya, Widadi Padmarsari; Anzani, Yunita Magrima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.93246

Abstract

The Asiatic softshell turtle (Amyda cartilaginea) is a species of freshwater turtle that has been classified as vulnerable by the IUCN and inhabits rivers and lakes. Its utilization has been practiced for a long time, whether for food, traditional medicine, or as pets, which can disrupt the turtle's population. This study aims to examine the population structure, consisting of abundance and size distribution, growth patterns, sex ratio, and age structure, which can later serve as scientific information for conservation efforts. The research was conducted from July to August 2024 in Ulak Keramat Lake, Bika Subdistrict, Kapuas Hulu Regency. The data collected included curved carapace length (CCL), curved carapace width (CCW), weight, sex, and environmental conditions. Subsequently, the data were analyzed to determine abundance and size distribution, growth patterns, sex ratio, age structure, and diet. The study obtained 30 turtles with a CCL of 15"“70 cm, CCW of 14"“53 cm, and a weight of 0.3"“32 kg, exhibiting a positively allometric growth pattern (b=3.0922). The male-to-female ratio was 1.27:1, with the age structure dominated by adult turtles (67%). The lake environment was in good condition and supported the turtle's habitat.
KEBIASAAN MAKAN DAN MAKANAN LABI - LABI (AMYDA CARTILAGINEA) DI SUNGAI BELAK DESA SEBADU KABUPATEN LANDAK KALIMANTAN BARAT Triponia, Triponia; Soetignya, Widadi Padmarsari; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.94682

Abstract

Labi - labi (Amyda cartilaginea) is one of the soft-shelled freshwater turtle species that has been included in the vulnerable status by IUCN. The capture of labi - labi is done for consumption and sale without regard to its size, and is not balanced with cultivation efforts, it is feared that it can threaten the sustainability of labi - labi in natural habitats. This study aims to determine the eating habits and food of labi - labi which can later become scientific information for cultivation and conservation activities. This research was conducted during February - March 2025 in Belak River, Sebadu Village, Landak Regency, Kalimantan Province. Data taken in the form of total length, weight, capture time, and type of food. Analysis of eating habits and food of labi - labi was done using the stomach fullness index and the largest part index. The results of the analysis showed that the feeding habits of labi-labi in Belak River were actively foraging at night and their food habits were omnivorous with a food composition consisting of plants (50.53%), mollusca (33.09%), fish (16.20%) and worms (0.18%).
ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG RIAM PARANGEK DI DESA PISAK KECAMATAN TUJUH BELAS KABUPATEN BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT Rava'ie, Adib Ravaie; Mulyadi, Ahmad; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.71784

Abstract

Riam Parangek, kawasan wisata air terjun yang menawarkan bermain air, duduk santai, melihat pemandangan, camping ground, dan arung jeram/ rafting, telah mengalami peningkatan jumlah wisatawan. Peningkatan ini mendorong dilakukannya penelitian untuk mengkaji kesesuaian sumber daya alam dan daya dukung kawasan guna mencegah penurunan kualitas lingkungan dan kerusakan sumber daya alam di lokasi wisata Riam Parangek. Penelitian telah dilaksanakan ±3 bulan, dari bulan November, Desember 2022, dan Januari 2023 di Riam Parangek Desa Pisak Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang. Pengamatan dilakukan sebanyak 2 kali ulangan dalam 1 hari, dari pagi saat wisata Riam Parangek dibuka sampai sore menjelang malam saat wisata Riam Parangek tutup. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Indeks kesesuaian wisata (IKW) Wisata Riam Parangek adalah sebesar 2,6 untuk kategori bermain air, 2,27 untuk kategori wisata duduk santai, 2,12 untuk kategori melihat pemandangan, dan 2,27 untuk kategori berkemah yang semua kategori wisatanya tergolong dalam kategori S2 (Sesuai). Daya Dukung Kawasan, wisata air terjun Riam Parangek dapat menampung 355 orang/hari untuk bermain air, 273 orang/hari untuk duduk santai, 437 orang/hari untuk melihat pemandangan, dan 21 orang/hari untuk kategori berkemah, wisata air terjun Riam Parangek dapat menampung 1086 orang/hari. Tingkat persepsi masyarakat terhadap kenyamanan wisata air terjun Riam Parangek adalah sebesar 86,66% (nyaman), sedangkan tingkat persepsi pengunjung terhadap keindahan sebesar 73,33% (cukup indah). Sehingga wisata air terjun Riam Parangek termasuk dalam kategori nyaman dan cukup indah.
EFEKTIVITAS JAKABA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH ALUVIAL Nurhidayati, Dayang Windy; Ruliyansyah, Agus; Sulistyowati, Henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.91514

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan tanaman sayuran yang berpotensi dikembangkan secara intensif dan komersial. Bawang daun digunakan untuk bahan penyedap rasa dan bahan campuran pada beberapa jenis makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas jakaba terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial dan mendapatkan dosis NPK yang terbaik dengan pemberian jakaba untuk pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di halaman asrama Bengkayang, Jalan Sepakat 2 Ujung, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 2 bulan 22 hari. Penelitian ini menggunakan polybag dengan Rancangan Split Plot RAL yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk organik jakaba (J) sebagai petak utama (main plot) yang terdiri dari 2 taraf yaitu tidak diberi jakaba dan diberi jakaba. Faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) sebagai anak petak (sub plot) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 200 kg/ha, 300 kg/ha, 400 kg/ha, sehingga didapat 6 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Masing-masing kombinasi perlakuan terdapat 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 72 tanaman sampel. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah anakan, berat segar, volume akar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jakaba tidak efektif terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial. Tidak terdapat dosis NPK yang terbaik dengan pemberian jakaba untuk pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN KETAPANG KALIMANTAN BARAT Yayan, Muhammad; Maherawati, Maherawati; Saputri, Nur Endah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.91185

Abstract

Ketahanan pangan bagi suatu negara merupakan hal yang sangat penting, terutama bagi negara yang mempunyai penduduk sangat banyak seperti Indonesia.   Menurut Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan penentuan atau pengukuran ketahanan pangan dapat dilakukan dengan menilai 9 indikator. Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2020 Kabupaten Ketapang memiliki 1 kecamatan yang termasuk dalam prioritas 3. Pada tahun 2021 dan 2022, jumlah kecamatan dengan prioritas 3 di Kabupaten Ketapang meningkat menjadi dua kecamatan. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan faktor-faktor penting yang mempengaruhi ketahanan pangan di Kabupaten Ketapang. Data dikumpulkan melalui data sekunder yang diperoleh dari buku Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) Provinsi Kalimantan Barat yang terdiri dari 9 indikator ketahanan pangan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan empat faktor yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketahanan pangan yaitu rasio konsumsi normatif, persentase rumah tangga tanpa akses listrik, persentase rumah tangga tanpa akses air bersih, dan persentase penduduk di bawah garis kemiskinan. Rasio kunsumsi normatif peningkatan jumlah penduduk tiap tahunnya dan produksi pangan yang menurun akibat alih fungsi lahan sehingga ketersediaan pangannya kurang, akses listrik yang belum mencapai daerah-daerah terpencil, akses listrik yang disebabkan oleh belum meratanya PDAM, serta tingginya persentase penduduk miskin yang menempatkan Kabupaten Ketapang pada peringkat ketiga di Kalimantan Barat.    
PENGARUH BOKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Fendi, Fendi; Anggorowati, Dini; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.80955

Abstract

Kedelai edamame ( Glycine max (L) Merill) merupakan satu diantara komoditas pangan bergizi tinggi dan sumber protein nabati yang rendah Kolesterol. Kedelai edamame sangat digemari masyarat, sehingga permintaan kedelai edamame di Indonesia mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan kedelai edamame tidak dapat dipenuhi Indonesia karena sulitnya meningkatkan produksi kedelai edamame. Upaya peningkatan produksi kedelai edamame dapat dilakukan diantaranya dengan memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Pemberian bokasi Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) bertujuan untuk memperbaiki kondisi fisik dan pupuk NPK untuk melengkapi kebutuhan unsur hara yang kurang pada tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi terbaik pemberian bokasi TKKS dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan yang berlokasi di Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus "“ Oktober 2023 Penelitian menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor yang pertama yaitu bokasi TKKS dengan 3 taraf perlakuan yaitu b1 (20 ton/ha setara dengan 100 g/polibag), b2 (30 ton/ha setara dengan 150g/polibag) dan b3 (40 ton/ha setara dengan 200 g/petak ) dan faktor yang kedua yaitu pupuk NPK dengan 3 taraf perlakuan yaitu n1 (200 kg/ha setara 1,2 g/tanaman), n2 (300 kg/ha setara 1,875 g/tanaman), dan n3 (400 kg/ha setara 2 , 25 gr/tanaman). Variabel pengamatan terdiri dari tinggi volume tanaman akar, berat kering tanaman, berat kering akar, jumlah cabang produktif, jumlah polong pertanaman dan berat polong pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi bokasi TKKS 30 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha memberikan hasil terbaik pada volume akar, berat kering tanaman, tinggi tanaman 4 MST dan jumlah polong pertanaman pada tanaman kedelai edamame.
FORMULASI SELAI LEMBARAN JAMBU BIJI (Psidium guajava) DENGAN KOMBINASI SUKROSA, FRUKTOSA, DAN STEVIA Widoyo, Nurman Alif; Lestari, Oke Anandika; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.96134

Abstract

Selai lembaran sebagai modifikasi dari selai oles dapat memenuhi permintaan konsumen terhadap produk selai dengan penyajian yang lebih praktis dan dapat dikonsumsi kapanpun. Umumnya pada pembuatan selai lembaran jambu biji menggunakan pemanis seperti sukrosa, namun penggunaan sukrosa dapat membentuk kristalisasi pada permukaan selai lembaran, sehingga menyebabkan tekstur menjadi tidak kenyal pada selai lembaran. Formulasi pemanis seperti fruktosa dan stevia diharapkan dapat mengurangi kristalisasi pada selai lembaran jambu biji. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi pemanis sukrosa, fruktosa, dan stevia berdasarkan karakteristik sensori terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 1 faktor dengan 6 variasi perlakuan. Formulasi terbaik didapatkan pada perlakuan Sukrosa 50%: Fruktosa 12,5%: Stevia 37,5%. Karakteristik sensori selai lembaran jambu biji dengan penambahan sukrosa, fruktosa, dan stevia terbaik menghasilkan kenampakan selai lembaran jambu biji mengkilap dengan rata-rata 2,57, berwarna merah dengan rata-rata 3,10, agak ada aroma jambu biji dengan rata-rata 2,73, memiliki rasa manis dengan rata-rata 3,33, dan bertekstur kenyal dengan rata-rata 2,47.