cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 2,186 Documents
PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI DAUN KETAPANG DAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH ALUVIAL Viandilo, Dhondy Mailindo Sutikno; Dini Anggorowati; Asri Mulya Ashari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.110745

Abstract

Bokashi daun ketapang sebagai bahan organik dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi pada tanah aluvial sebagai media tanam budidaya bawang daun. Pemberian pupuk urea perlu dilakukan untuk melengkapi sumber hara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Sepakat 2 Ujung, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung pada 8 Februari – 5 April 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan, masing-masing perlakuan memiliki 3 ulangan dan memiliki 4 sampel, sehingga jumlah keseluruhan adalah 108 tanaman. Faktor pertama dengan pemberian bokashi daun ketapang (B) terdiri dari 3 taraf yaitu b1 = 15 ton/ha, b2 = 30 ton/ha, b3 = 45 ton/ha. Faktor kedua pemberian pupuk urea terdiri dari 3 taraf yaitu; u1 = 250 kg/ha, u2 = 350 kg/ha, u3 = 450 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bokashi daun ketapang dan urea masing-masing berpengaruh secara tunggal terhadap variabel tinggi tanaman, berat segar, volume akar, dan berat kering, namun berpengaruh tidak nyata terhadap variabel jumlah anakan per rumpun. Pemberian bokashi daun ketapang 45 ton/ha dan urea 450 kg/ha memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik bawang daun pada tanah aluvial.
STRUKTUR POPULASI IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) DI SUNGAI DATE DESA BAGAK KABUPATEN LANDAK Monika, Vindy; Munir, Achmad Mulyadi Sirodjul; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.111648

Abstract

Ikan tengadak ( Barbonymus schwanenfeldii ) merupakan ikan air tawar bernilai ekonomis tinggi yang keberadaannya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, serta berpotensi dipengaruhi oleh aktivitas penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur populasi ikan tengadak di Sungai Date, Desa Bagak, Kabupaten Landak, yang meliputi menceritakan relatif, distribusi ukuran, dan pola pertumbuhan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober–November 2025 menggunakan metode purposive sampling pada tiga stasiun. Sampel dikumpulkan dengan jaring insang dan bubu, kemudian dianalisis berdasarkan penyiaran relatif, distribusi frekuensi panjang, serta hubungan panjang-berat ikan. Hasil menunjukkan total tangkapan sebanyak 225 ekor, dengan penyampaian relatif tertinggi pada Stasiun I (42,22%) dan terendah pada Stasiun II (25,78%). Distribusi ukuran berkisar 10,0–29,0 cm dan didominasi ukuran 10,0–12,9 cm. Pola pertumbuhan tergolong isometrik (b = 3).
PENGGUNAAN EDIBLE COATING BERBASIS PATI SAGU DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BIJI PINANG TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR AYAM KONSUMSI Amalia, Fayza; Lestari, Retno Budi; Permadi, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.111846

Abstract

Telur ayam konsumsi mengalami penurunan mutu selama penyimpanan akibat kehilangan air dan gas melalui pori kerabang. Pelapisan permukaan dapat digunakan untuk memperlambat perubahan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan edible coating berbasis pati sagu dengan penambahan ekstrak biji pinang pada beberapa konsentrasi dan lama penyimpanan terhadap kualitas fisik telur ayam konsumsi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan empat perlakuan, yaitu K0 tanpa edible coating dan tanpa ekstrak, K1 0,50%, K2 0,75%, dan K3 1,00% ekstrak biji pinang, serta empat lama penyimpanan, yaitu 7, 14, 21, dan 28 hari. Setiap kombinasi diulang tiga kali dengan lima butir telur per ulangan. Parameter yang diamati meliputi perubahan berat telur, indeks putih telur, indeks kuning telur, Haugh unit, dan rongga udara. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan DMRT 5%. Perlakuan coating dan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter, sedangkan interaksinya tidak nyata. K3 memberikan profil numerik paling baik dengan perubahan berat terendah, indeks putih dan kuning telur serta Haugh unit tertinggi, dan rongga udara terkecil. Hasil ini menunjukkan potensi formulasi berbasis bahan lokal untuk memperlambat penurunan mutu fisik telur selama penyimpanan suhu ruang. Temuan ini menambah informasi mengenai pemanfaatan kombinasi bahan lokal sebagai pelapis alami untuk mempertahankan mutu telur.
KUALITAS AIR DI SUNGAI BANYUKE DUSUN PANCIK KECAMATAN BANYUKE HULU KABUPATEN LANDAK Dola, Kristina; Munir, Achmad Mulyadi Sirodjul; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.111977

Abstract

Sungai Banyuke dimanfaatkan warga Dusun Pancik untuk mandi, mencuci, dan menangkap ikan, namun menerima masukan dari organisasi, pertanian, perkebunan kelapa sawit, dan pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang berpotensi menurunkan kualitas udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas berdasarkan parameter fisika dan kimia dan menentukan status mutu air Sungai Banyuke. Penelitian dilaksanakan pada 8 Maret–7 Mei 2026 di tiga stasiun menggunakan grab sampling secara purposive. Parameter suhu, pH, oksigen terlarut (DO), kekeruhan, total padatan tersuspensi (TSS), kebutuhan oksigen biokimia (BOD), merkuri, nitrat, dan total fosfat dianalisis dan dibandingkan dengan baku mutu Kelas III berdasarkan PP Nomor 22 Tahun 2021. Status mutu udara ditentukan menggunakan metode Indeks Pencemaran berdasarkan Kepmen LH Nomor 115 Tahun 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekeruhan, TSS, total fosfat, serta pH pada Stasiun 1 tidak memenuhi baku mutu, sedangkan parameter lainnya memenuhi baku mutu. Nilai Indeks Pencemaran pada Stasiun 1, 2, dan 3 berturut-turut sebesar 4,61; 4,59; dan 4,42, sehingga seluruh stasiun tergolong tercemar ringan. Hasil penelitian dapat menjadi dasar pemantauan dan pengelolaan kualitas air Sungai Banyuke secara berkelanjutan. Kata kunci: Indeks Pencemaran, Kekeruhan, Pertambangan Emas Tanpa Izin, Total Fosfat, Total Suspended Solids (TSS).
RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI TERHADAP PEMBERIAN POC KANDANG SAPI DAN PUPUK UREA PADA TANAH ALUVIAL Leo, Yosep; Susana, Rini; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.112008

Abstract

Tanaman sawi merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Namun, produktivitas tanaman sawi mengalami penurunan dari tahun 2022 hingga 2023 sebesar 6,07%. Salah satu media usaha meningkatkan produksi tanaman sawi adalah dengan memanfaatkan tanah aluvial sebagai media tumbuh. Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman sawi dihadapkan kendala pada tingkat kesuburan tanah yang rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memberikan kebutuhan unsur hara yang rendah pada tanah aluvial perlu dilakukan pemberian POC pupuk kandang sapi dan pupuk urea. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan interaksi konsentrasi POC pupuk kandang sapi dan dosis pupuk urea yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah aluvial. Penelitian ini telah dilakukan di Kelurahan Bangka Belitung Darat, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yaitu kombinasi dosis POC pupuk kandang sapi (k) dan pupuk urea (p) dengan masing-masing 3 taraf yaitu k1= 100 ml/liter air, k2= 150 ml/liter air dan k3= 200 ml/liter air dan faktor kedua pupuk urea (P) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu p1= 100 kg/ha, p2= 200 kg/ha, dan p3= 300 kg/ha, sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi terdiri dari 3 ulangan sehingga terdapat 27 kombinasi perlakuan. Setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sehingga jumlah tanaman keseluruhan menjadi 108 tanaman. Variabel yang diamati pada penelitian yaitu jumlah daun (helai), volume akar (cm3), berat segar tanaman (g) dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi POC pupuk kandang sapi dosis 150 ml/L air dan pupuk urea dosis 200 kg/ha merupakan perlakuan terbaik untuk hasil sawi pada tanah aluvial.
PENGARUH DOLOMIT DAN PUPUK KANDANG KOTORAN BEBEK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Sugeri Sugiantara; Surachman; Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.112246

Abstract

Pemanfaatan tanah PMK sebagai media tanam sawi hijau dihadapkan pada berbagai masalah tanah yang kurang baik. Penggunaan dolomit diharapkan dapat memperbaiki kendala pada tanah PMK yaitu meningkatkan pH tanah yang tergolong masam dan pemberian pupuk kendang bebek diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik tanah PMK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi dolomit dan pupuk kendang bebek yang terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Penelitian ini dilaksanakan sejak April sampai Mei 2026, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu Dolomit (D) dan Pupuk Kandang Bebek (B), masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf perlakuan, 3 ulangan dan 3 sampel, faktor Dolomit yaitu d1 = dolomit 0,42 ton/ha, d2 = 0,84 ton/ha, d3 = 1,26 ton/ha, dan Pupuk Kandang Bebek yaitu b1 = 10 ton/ha, b2 = 20 ton/ha, b3 = 30 ton/ha. Variabel yang diamati meliputi: jumlah daun, tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dolomit dan pupuk kandang bebek dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi. Penambahan 0,42 ton/ha dolomit dan 30 ton/ha pupuk kandang bebek memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik.