cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 2,186 Documents
KARAKTERISTIK KERIPIK TEMPE BERBASIS KACANG TANAH DENGAN VARIASI KONSENTRASI TEPUNG TAPIOKA Ananda, Dzikri Maizan; Lestari, Oke Anandika; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.105925

Abstract

Jumlah produksi kedelai di Indonesia tidak mampu memenuhi permintaan pasar sehingga dibutuhkan diversifikasi pangan terhadap kedelai untuk produk keripik tempe. Salah satu yang dapat digunakan adalah kacang tanah. Kacang tanah memiliki kandungan gizi yang baik untuk dimanfaatkan dalam pembuatan keripik tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi tapioka yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan organoleptik keripik tempe berbasis kacang tanah terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan enam perlakuan konsentrasi tepung tapioka, yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%, masing-masing dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar protein, kadar abu, asam lemak bebas (ALB), uji organoleptik, serta perlakuan terbaik.. Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5%, uji lanjut BNJ 5%, uji Kruskal–Wallis, dan uji indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung tapioka berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar protein, kadar asam lemak bebas, serta seluruh atribut mutu uji organoleptik (warna, aroma, rasa, kerenyahan dan kesukaan keseluruhan) keripik tempe. Berdasarkan uji indeks efektivitas, formulasi terbaik diperoleh pada konsentrasi 10% tepung tapioka karena menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensori yang paling baik.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI COOKIES TERSUBSTITUSI TEPUNG SUKUN (Artocarpus altilis) Yunandar, Adrian; Priyono, Suko; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.106525

Abstract

Cookies merupakan produk pangan kering dengan tekstur renyah, kadar air rendah, dan daya simpan relatif lama. Umumnya cookies dibuat dari tepung terigu, namun ketergantungan pada bahan impor mendorong diversifikasi dengan memanfaatkan bahan lokal seperti sukun yang kaya karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral. Pengolahan sukun menjadi tepung diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah serta penggunaannya dalam produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio terbaik tepung sukun sebagai substitusi tepung terigu dalam pembuatan cookies berdasarkan karakteristik fisikokimia dan sensori. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu rasio tepung sukun dan tepung terigu yang terdiri dari lima taraf perlakuan, yaitu 0%:100%, 30%:70%, 40%:60%, 50%:50%, dan 60%:40%, dengan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan tepung sukun 50% : tepung terigu 50%. Karakteristik fisikokimia cookies pada perlakuan terbaik meliputi kadar air sebesar 3,66%, abu 2,83%, lemak 29,97%, protein 13,40%, dan karbohidrat 50,14%. Hasil uji sensori menunjukkan warna 3,60 (coklat), aroma 3,63 (sukun), rasa 3,43 (sukun) , tekstur 3,07 (renyah), dan keseluruhan 3,60 (suka).
KARAKTERISTIK ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN SARI JERUK SAMBAL (Citrus microcarpa Bunge) maryanto, maryanto; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.106530

Abstract

Jeruk sambal (Citrus microcarpa Bunge) merupakan buah lokal yang kaya vitamin C dan senyawa bioaktif, namun pemanfaatannya masih terbatas sebagai bahan pelengkap makanan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi penambahan sari jeruk sambal yang menghasilkan karakteristik es krim terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, yaitu konsentrasi sari jeruk sambal yang terdiri atas enam taraf perlakuan (0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, dan 12,5%) dengan empat kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kecepatan leleh, warna (L*, a*, b*), pH, dan sifat organoleptik (warna, rasa, aroma, dan tekstur). Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5%, dilanjutkan dengan uji BNJ 5% apabila berbeda nyata, sedangkan data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari jeruk sambal berpengaruh nyata terhadap nilai kecerahan (L*), pH, dan tekstur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kecepatan leleh, nilai a*, b*, warna, rasa, dan aroma. Berdasarkan uji indeks efektivitas, perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan sari jeruk sambal 5% dengan karakteristik daya leleh 34,89 menit/20 g, nilai L* 86,27, a* 1,59, b* 25,26, pH 4,81, serta tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur masing-masing sebesar 3,63; 3,80; 3,73; dan 3,97 (kategori suka).
PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN UBI KAYU MENJADI TEPUNG TIWUL UMKM MITRA MANDIRI DESA KOREK KUBU RAYA Caniago, Andra; Maswadi, Maswadi; Suharyani, Anita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.106548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan oleh UMKM Mitra Mandiri dalam mengembangkan usaha tepung tiwul dengan memanfaatkan kekuatan internal yang dimiliki. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan penjualan dari 3.338 pcs pada tahun 2022 menjadi 3.001 pcs pada tahun 2023, sistem produksi berbasis pre-order yang tidak berkesinambungan, serta keterbatasan jangkauan pemasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pemilik usaha, konsumen, karyawan, dan pihak terkait. Analisis data menggunakan Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE), Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE), serta analisis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama UMKM terletak pada kualitas produk yang tinggi tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet, sehingga berpotensi sebagai pangan fungsional. Peluang utama berasal dari meningkatnya tren konsumsi pangan sehat dan dukungan pemasaran digital. Strategi pengembangan yang direkomendasikan adalah memanfaatkan keunggulan produk alami untuk memperluas pasar pangan sehat serta mengoptimalkan pemasaran digital dan e-commerce guna meningkatkan keberlanjutan dan daya saing usaha. Kata kunci: Pengembangan usaha, SOAR, Tiwul, Ubi Kayu, UMKM.
ANALISIS CATCH PER UNIT EFFORT (CPUE) HASIL TANGKAPAN CUMI-CUMI (LOLIGO spp) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SUNGAI RENGAS Ersha Revinanda Aulya; Dr.F.X. Widadi Padmarsari; Pratita Budi Utami
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.110718

Abstract

Provinsi Kalimantan Barat memiliki garis pantai terpanjang dibandingkan dengan garis pantai utara Pulau Jawa, dan berbatasan dengan Wilayah Pengelolaan Perikanan Indoneisa (WPP-RI) 711 yang meliputi perairan Laut Natuna, Selat Karimata, dan Laut Cina Selatan. Salah satu pelabuhan di Kalimantan Barat yaitu Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sungai Rengas yang merupakan tempat pendaratan hasil tangkapan cumi-cumi. Cumi-cumi merupakan salah satu komuditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tekanan eksploitasi yang terus meningkat akibat permintaan pasar dapat mengancam keberlanjutan stok, oleh karena itu penelitian ini bertujuan menganalisis tren Catch Per Unit Effort (CPUE) hasil tangkapan cumi-cumi yang didaratkan di PPP Sungai Rengas sebagai indikator status stok. Jenis data yang dikumpulkan data sekunder hasil tangkapan dan jumlah trip penangkapan pada periode 2015-2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai CPUE mengalami fluktuasi antara 2,06-5,29 dengan nilai tertinggi pada tahun 2024 dan terendah pada tahun 2019. CPUE merupakan indikator kunci dalam penilian stok perikanan, dimana hubungan linear positif antara CPUE dan effort sering menandakan kondisi underfishing, sehingga produksi masih dapat ditingkatkan tanpa mengganggu kelestarian stok.
DETERMINAN PENDAPATAN PETANI JAGUNG PIPIL: STUDI KASUS PADA ANGGOTA GAPOKTAN MAKARTI MUKTI TAMA KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Putri, Nidya Ramdhani; Rustianti, Ida; Sutriyadi; Meiratania, Marisa; Didik
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.111155

Abstract

The income of corn kernel farmers in Rasau Jaya often fluctuates due to production efficiency constraints and market accessibility constraints. This study aims to analyze the influence of land area, farmer experience, distance to market, and technology adoption on the income of corn kernel farmers in Rasau Jaya. This study used a quantitative explanatory approach with a multiple linear regression method on 60 respondents selected through a purposive sampling technique. The results showed that the regression model was simultaneously significant with a significance value of 0.000 and an R-square value of 0.752, meaning that 75.2% of the variation in income was explained by the independent variables in the model. Partially, land area, experience, and technology had a positive and significant effect on income, supporting production theory, human capital theory, and innovation diffusion theory. Conversely, distance to market had a negative and significant effect, confirming Von Thünen's location theory related to logistical cost barriers. These findings imply the importance of government intervention in developing road infrastructure to production centers to reduce transportation costs, as well as strengthening extension programs to accelerate the adoption of post-harvest technology to improve farmer competitiveness and income.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI JAKABA DAN PUPUK NPK PADA TANAH GAMBUT Agung, Abelsius; Susana, Rini; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.111919

Abstract

Kubis bunga merupakan salah satu tanaman sayuran yang mempunyai nilai gizi tinggi. Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tanam kubis bunga dihadapkan pada keasaman tanah yang tinggi, sehingga menghambat ketersediaan hara bagi tanaman. Salah satu upaya yang dapat digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah adalah kombinasi pemberian POC Jakaba dan Pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair Jakaba dan dosis pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Pelaksanaan penelitian telah dilakukan selama ± 3 bulan. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu kombinasi Konsentrasi POC Jakaba dan Dosis Pupuk NPK yang terdiri dari 9 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Maka terdapat 27 percobaan, setiap percobaan menggunakan 4 sampel tanaman, sehingga total tanaman keseluruhan adalah 108 tanaman. Variabel pengamatan meliputi jumlah daun (helai), bobot krop kubis (g), diameter krop kubis (cm), volume akar (cm³) dan berat kering tanaman (g). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi 60 ml/l Jakaba + 300 kg/ha NPK merupakan kombinasi yang efesien terhadap variabel jumlah daun, bobot dan diameter krop kubis.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN SuUNGAI BELANGAK DESA RAWAK HULU KECAMATAN SEKADAU HULU KABUPATEN SEKADAU Medianti, Tri; Munir, Achmad Mulyadi Sirodjul
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.112023

Abstract

Sungai Belangak merupakan salah satu anak sungai yang terletak di Desa Rawak Hulu, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas seperti mandi, mencuci, menangkap ikan, pertambangan batu, dan perkebunan kelapa sawit. Aktivitas tersebut berpotensi mempengaruhi kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Struktur Komunitas Makrozoobentos serta hubungan antara parameter lingkungan dengan kepadatan makrozoobentos. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2025 di tiga stasiun menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan Surber net berukuran 50×50 cm (mesh size 1 mm) dan dilakukan empat kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah total makrozoobentos sebanyak 652 individu yang terdiri dari 11 ordo, 14 famili, dan 14 genus. Genus dominan berbeda di setiap stasiun, yaitu Pseudagrion pada Stasiun I, Hydropsyche pada Stasiun II, danLeptophlebia pada Stasiun III. Kepadatan tertinggi terdapat pada Stasiun I (1048 ind/m²) dan terendah pada Stasiun II (684 ind/m²). Nilai indeks keanekaragaman (H’=1,08-1,11) termasuk dalam kategori sedang, keseragaman (E=0,94-0,96) termasuk dalam kategori tinggi, dan dominasi (D=0,07-0,09) termasuk dalam kategori rendah. Parameter lingkungan seperti suhu, pH, DO, dan BOD masih memenuhi baku mutu air kelas II, III dan IV berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, namun hasil uji korelasi Pearson menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan (p>0,05) antara parameter lingkungan dengan kepadatan makrozoobentos. Kondisi ini menunjukan bahwa faktor aktivitas manusia dan masukan bahan organik lebihberpengaruh terhadap struktur komunitas makrozoobentos di Sungai Belangak.
FREKUENSI KONSUMSI CAMILAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS TANJUNGPURA Situmorang, Ruth Karen Vania; Maherawati, Maherawati; Lestari, Oke Anandika
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.105094

Abstract

Mahasiswa merupakan kelompok dewasa muda yang rentan mengalami perubahan pola makan, termasuk dalam kebiasaan konsumsi camilan. Lingkungan kampus dengan akses makanan ringan yang mudah dapat memengaruhi perilaku makan selingan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan frekuensi konsumsi camilan pada mahasiswa Universitas Tanjungpura. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional dengan sampel 100 mahasiswa aktif usia 18–22 tahun yang dipilih secara purposive sampling dari sembilan fakultas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) berbasis Google Form. Frekuensi konsumsi camilan dikategorikan menjadi rendah (≤2 kali/minggu), sedang (3–4 kali/minggu), dan tinggi (hampir setiap hari/setiap hari). Hasil menunjukkan mayoritas mahasiswa memiliki frekuensi konsumsi camilan rendah (76%), diikuti kategori sedang (19%) dan tinggi (5%). Temuan ini menunjukkan bahwa camilan bukan merupakan konsumsi harian utama bagi sebagian besar mahasiswa Universitas Tanjungpura. Hasil penelitian dapat menjadi dasar pengembangan edukasi gizi terkait pemilihan camilan yang lebih sehat di lingkungan kampus.
PENGARUH PUPUK CONTROLLED RELEASE FERTILIZER (CRF) TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N,P,K DAN PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis Guineensis Jacq) DI TANAH ULTISOL Imelia, Alya; Suci, Urai; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.106595

Abstract

Tanah Ultisol adalah jenis tanah yang sering ditemukan di daerah tropis, termasuk di Indonesia. Tanah Ultisol juga miskin unsur hara, yaitu zat-zat gizi yang dibutuhkan tanaman supaya bisa tumbuh subur. Kelapa sawit sebagian besar ditanam di tanah Ultisol yang memiliki kesuburan rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk CRF terhadap ketersediaan N,P,K dan pertumbuhan bibit tanaman kelapa sawit di tanah Ultisol hingga bibit tanaman kelapa sawit berusia 9 bulan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode percobaan lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali ulangan sehingga diperoleh 25 unit percobaan dengan dosis sebagai berikut : C1 = 20 g/polybag, C2 = 40 g/polybag, C3 = 60 g/polybag, C4 = 80g/polybag, C5 = 100 g/polybag. Hasil penelitian bahwa pemberian pupuk CRF dapat meningkatkan pH tanah (pH H2O) sebesar 2,89%, N-Total sebesar 66,7%, P-tersedia sebesar 6,36%, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap C-organik, K-dd, tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun. Hasil rerata menunjukan pemberian pupuk CRF terbaik pada perlakuan C2 dengan dosis 40g/polybag (pupuk SK Cote).