cover
Contact Name
Raden Bayu Indradi
Contact Email
bayu.indradi@unpad.ac.id
Phone
+628526539350
Journal Mail Official
ijbp@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Biological Pharmacy
ISSN : 28075277     EISSN : 28074173     DOI : https://doi.org/10.24198/ijbp.v1i2.37398
Core Subject : Health, Science,
Indonesian Journal of Biological Pharmacy (Jurnal Biologi Farmasi Indonesia) adalah publikasi ilmiah pada seluruh aspek Biologi Farmasi. Jurnal ini diterbitkan 3 kali setahun untuk menyediakan forum bagi apoteker, dan profesional kesehatan lainnya untuk berbagi praktik terbaik, meningkatkan jaringan kerja dan pendekatan yang lebih kolaboratif dalam bidang Biologi Farmasi. IJBP dimaksudkan untuk menampilkan artikel penelitian berkualitas dalam bidang Biologi Farmasi untuk menjadi panduan ilmiah dalam bidang yang berkaitan dengan Biologi Farmasi. Jurnal ini adalah jurnal peer-review dan menerbitkan artikel penelitian orisinal tentang semua aspek Biologi Farmasi. Jurnal ini juga merupakan media publikasi pertemuan dan berita yang berkaitan dengan kemajuan dalam bidang Biologi Farmasi di berbagai daerah. Jurnal menerbitkan artikel dalam kategori penelitian orisinal maupun ulasan (review). Seluruh kiriman akan melalui proses peer-review oleh para ahli.
Articles 74 Documents
Aktivitas Ekstrak Akar Anting-Anting (Acalypha indica) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus Sensitif dan Resisten Rostinawati, Tina Roswati; Chaniago, Rahadatul Aisy; Zuhrotun, Ade
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 3, No 3 (2023): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v3i3.51031

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri yang paling sering menginfeksi manusia. Bakteri tersebut dapat menjadi resisten dan membentuk biofilm sehingga menyulitkan pengobatan infeksi. Salah satu cara mengatasi infeksi selain obat yaitu dengan menggunakan bahan alam. Tanaman yang memiliki potensi sebagai antibakteri yaitu tanaman anting-anting. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas tanaman tersebut terhadap pertumbuhan S. aureus dan Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi, uji kandungan kimia dengan Gas Chromatography Mass Spectrometry, uji aktivitas antibakteri metode sumuran, penentuan konsentrasi hambat minimum, dan uji penghambatan pembentukan biofilm. Senyawa dengan aktivitas antibakteri yang ditemukan pada kedua ekstrak yaitu hexadecanoic acid methyl ester, metil ferulat dan actinidine. Hasil penelitian menunjukkan nilai KHM ekstrak akar anting-anting terhadap S. aureus dan MRSA yaitu 50 dan 100 mg/mL
Review : Analisis Formulasi dan Evaluasi Kualitas Fisik Tablet Hisap Berbahan Dasar Ekstrak Bahan Alam Cenora, Cindy; Tjitraresmi, Ami
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 4, No 1 (2024): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v4i1.54436

Abstract

Gaya hidup sehat merupakan suatu hal yang tidak asing dilakukan saat ini. Salah satu penerapan gaya hidup sehat yakni dengan mengganti bahan sintesis obat pada sediaan tablet hisap dengan menggunakan ekstrak bahan alam. Tablet hisap adalah sediaan padat farmasi yang yang memiliki banyak kelebihan, salah satunya adalah mudah dikonsumsi oleh semua kalangan termasuk periatri dan geriatri. Metode paling banyak digunakan dalam pembuatan tablet hisap adalah granulasi basah. Setiap bahan tambahan yang diformulasikan pada sediaan ini akan menghasilkan evaluasi yang berbeda-beda. Metode yang digunakan dalam penulisan kajian pustaka ini adalah dengan melakukan penelusuran pustaka dari penelitian yang berkaitan dengan formulasi dan evaluasi sediaan tablet hisap yang menggunakan bahan alam pada laman google scholar. Tujuan dilakukan review ini untuk membandingkan bahan tambahan pada formulasi tablet hisap berbahan dasar ekstrak yang digunakan dengan tujuan untuk melihat perbedaan evaluasi fisik tablet hisap sehingga dapat diketahui bahan tambahan terbaik yang dapat digunakan pada formulasi tablet hisap berbahan dasar alam. Bahan tambahan yang paling banyak digunakan pada formulasi tablet hisap yakni kombinasi mannitol-laktosa sebagai pengisi, PVP sebagai pengikat, kombinasi Mg Stearat-talk sebagai pelicin, sukrosa sebagai pemanis dan asam sitrat sebagai pemberi rasa asam.
Studi In-Silico Tanaman Akar Manis (Glycyrrhiza glabra L.) terhadap Reseptor VEGFR-2 pada Kanker Payudara Izzaturrahmi, Ahda Salsabila; Pauziah, Ai Syipa Ulfah; Virliana, Amrina; Sitinjak, Gloria Maharyani Lastiar; Ramadhiany, Ziyan Zulfah; Elaine, Angela Alysia; Sitinjak, Bernap Dwi Putra; Aulifa, Diah Lia
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 3, No 3 (2023): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v3i3.45597

Abstract

AbstrakKanker payudara adalah suatu keganasan pada jaringan payudara yang berasal dari epitel duktus maupun lobusnya.Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang menjadi penyebab utama kematian kanker di Indonesia dan memiliki prevalensi tertinggi terjadi pada wanita. Vascular Endothelial Growth Factor Receptor 2 (VEGFR-2) merupakan protein reseptor utama VEGF yang dikembangkan sebagai agen antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk studi in silico aktivitas senyawa kimia pada tanaman akar manis yang dapat menghambat reseptor VEGFR-2 untuk mengobati kanker payudara. Pengujian dilakukan menggunakan perangkat lunak Chemdraw, Chem 3D, AutoDockTools 1.5.6., BIOVIA Discovery Studio 2021, dan Ligandscout. Dari 16 senyawa tanaman akar manis yang diuji melalui prediksi lipinski rule of five, prediksi ADMETOKS, hingga penambatan molekuler, didapatkan senyawa Licochalcone B yang memiliki potensi sebagai anti kanker dengan energi gibbs sebesar -8.17 Kkal/mol dan konstanta inhibisi sebesar 468.66 nM yang dapat berinteraksi dengan reseptor VEGFR-2 pada residu asam amino ASP A:1046, GLU A:885, CYS A:919, dan GLU A:917.Kata kunci: Akar manis, Kanker payudara, Penambatan molekuler, VEGFR-2
Studi In Silico Senyawa Biji Klabet (Trigonella Foenum-Graecum L.) Sebagai Inhibitor Estrogen Alfa Pada Kanker Payudara Anastasya, Gracia; Wensa, Lena; Permata, Shinta; Amatulloh, Asyifa; Tavira, Zulfa; Zuhrotun, Ade
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 3, No 3 (2023): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v3i3.45685

Abstract

AbstrakPrevalensi kanker payudara masih tinggi. Pada tahun 2021 sendiri, kanker payudara menempati urutan pertama sebagai kanker yang umum terjadi pada wanita.  Reseptor dari sel payudara normal dan kebanyakan sel kanker payudara menempel di sirkulasi progesteron dan estrogen. Reseptor estrogen-ɑ merupakan salah satu biomarker sel kanker payudara. Inhibisi ER-ɑ menjadi salah satu target terapi kanker payudara. Senyawa aktif pada biji klabet (Trigonella foenum-graecum L.) telah diketahui memiliki aktivitas antikanker. Dilakukan pengujian prediksi Lipinski Rules of Five, Prediksi Pre-ADMET, dan Penambatan Molekul pada reseptor estrogen-ɑ terhadap 10 senyawa yang terkandung pada biji klabet. Hasil menunjukkan bahwa Diosgenin memiliki potensi sebagai kandidat obat anti kanker payudara dengan nilai energi ikatan -8,34 kkal/mol dan nilai KI 0,77067 uM, namun memiliki nilai %PPB yang tinggi sehingga perlu dilakukan pertimbangan lebih lanjut.Kata kunci: Biji klabet, estrogen-ɑ, kanker payudara, penambatan molekular
Artikel Ulasan: Faktor-Faktor Produk Obat Tradisional Sub-Standar Serta Saran Penanganannya Berdasarkan Laporan Tahunan BBPOM Bandung Tahun 2022 Br Pakpahan, Hana Novitasari; Indradi, Raden Bayu
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 4, No 1 (2024): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v4i1.54779

Abstract

Obat tradisional adalah obat yang terbuat dari bahan alam seperti tumbuhan, hewan dan mineral yang telah terbukti secara empiris digunakan untuk pengobatan sehingga diperlukan adanya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memantau mutu dari obat tradisional. Studi literatur yang dilakukan penulis dari berbagai sumber elektronik seperti, PubMed, Researchgate, Google Scholar website BPOM di 10 tahun terakhir (2013-2023).  Berdasarkan hasil sampling BBPOM di Bandung ditemukan 16 sampel tidak memenuhi syarat (TMS) angka lempeng total (ALT), TMS AKK (Angka Kapang/Khamir) sejumlah 6 sampel, TMS Most Probable Number (MPN) Enterobacteriaceae sejumlah 2 sampel, TMS Angka Kapang/Khamir) dan P.aeruginosa sejumlah 1 sampel, dan TMS angka lempeng total (ALT) dan AKK sejumlah 7 sampel. Pengujian pihak ke-3 hasil tidak memenuhi syarat karena ditemukan obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat. Mengacu pada Permenkes No.006 Tahun 2012 banyak hasil temuan Tidak Memenuhi Syarat yang disebabkan oleh kurang nya penerapan CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) seperti menjaga hygiene perseorangan dengan baik, lingkungan sanitasi yang buruk, proses kontrol bahan baku produk yang tidak maksimal sehingga banyak ditemukan sampel tidak memenuhi persyaratan mutu. Untuk mengatasi hal tersebut,perlu adanya in process control  dalam pembuatan produk obat tradisional dan perlu memahami titik kritis dari setiap aspek mutu.
Studi In Silico Senyawa dalam Daun Kelor (Moringa oleifera L.) sebagai Inhibitor Protein Kinase C Alpha pada Kanker Payudara Salsabila, Annisa Siti; Safira, Rayhan Zarra; Nugraha, Arif Rizki; Wulandari, Dinda; Qaivani, Ridhatul; Sari, Wuri Ariestika
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 3, No 3 (2023): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v3i3.46289

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis tumor ganas yang timbul akibat meningkatnya pertumbuhan sel secara abnormal pada epitel duktus maupun lobulus di jaringan payudara. Migrasi sel kanker payudara dapat diinisiasi oleh meningkatnya ekspresi protein kinase C alpha sehingga menginduksi terjadinya potensi invasif sel kanker payudara dan menyebabkan metastasis. Senyawa Fenolik dalam daun kelor (Moringa oleifera) berpotensi untuk menginduksi apoptosis dengan menghambat jalur pensinyalan yang diinisiasi oleh protein kinase C alpha. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mekanisme inhibisi pada protein kinase alpha dari senyawa yang terkandung di dalam daun kelor (Moringa oleifera) secara in silico menggunakan simulasi penambatan molekuler. Tahapan penelitian terdiri atas preparasi dan optimasi protein kinase C alpha serta senyawa uji, validasi metode dan simulasi penambatan molekuler melalui program AutoDockTools 1.5.6, pemodelan farmakofor melalui program LigandScout, serta prediksi profil farmakokinetika dan ADMET berdasarkan parameter Lipinski’s Rule of Five melalui situs pre-ADMET. Hasil dari simulasi penambatan molekuler tersebut kemudian divisualisasikan melalui program BIOVIA Discovery Studio 2020 Client. Dari hasil simulasi penambatan molekuler diperoleh 3 senyawa yang memiliki nilai binding energy paling rendah dan konstanta inhibisi paling kecil yaitu myricetin (∆G = -8,49  kcal/mol; Ki = 600,42 nM), kuersetin (∆G = -7,94  kcal/mol; Ki = 1,52 uM), dan kaempferol (∆G = -7,75  kcal/mol; Ki = 2,08uM). Namun, hanya kaempferol yang memiliki sifat absorpsi pada usus serta permeabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan myricetin dan kuersetin. Oleh karena itu, pada penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa kaempferol berpotensi untuk dijadikan senyawa kandidat sebagai obat antikanker payudara melalui mekanisme inhibisi protein kinase C alpha.
Exploring the Phytochemical Properties and Therapeutic Potential of Hibiscus sabdariffa Linn. and Stevia rebaudiana Bert. Anjabtsawa, Daffa; Febriyanti, Raden Maya; Diantini, Ajeng
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v4i2.54035

Abstract

Indonesian people have used medicinal plants for ages to cure various diseases. Traditional medicinal plants offer a variety of health benefits and can be an excellent alternative to prevent various diseases. Herbal tea-based treatment is low-calorie and is good for health with many benefits. Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) and Stevia (Stevia rebaudiana Bert.) plants are the main composition of herbal tea. They contain various secondary metabolite compounds that play a role in pharmacological activity like alkaloids, flavonoids, phenols, glycosides, steroids, tannins, coumarins, saponins, anthraquinones, and others. This review aims to collect the latest scientific information regarding the possible pharmacological activities of Rosella and Stevia plants. These plants have antioxidative, antibacterial, antidiabetic, antihypertensive, anticancer, antihyperlipidemia, anti-obesity, hepatoprotective, anti-inflammatory, and antiprotozoal potential. PubMed, Scopus, Cochrane, Google Scholar, ScienceDirect, and EBSCO were used to obtain literature published from 2017 to 2023. The study concludes that Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) and Stevia (Stevia rebaudiana Bert.) plants have potential in the development of traditional medicinal plants with many benefits contained in them.
Potensi Antidiabetes dari Momordica charantia, Muntingia calabura dan Swietenia mahagoni melalui Penghambatan Enzim α-Amilase Febriyanti, Raden Maya; Lestari, Dwintha; Maisyarah, Intan Timur
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v4i2.59645

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik yang umum terjadi di dunia dan merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Berbagai strategi telah dikembangkan untuk mengurangi dan mengelola diabetes, dengan tanaman obat sebagai salah satu bidang penelitian yang menjanjikan. Penelitian bertujuan untuk ini menguji aktivitas antidiabetes dari ekstrak buah Momordica charantia, daun Muntingia calabura, dan biji Swietenia mahagoni terhadap penghambatan enzim α-amilase. Ekstrak diperoleh dengan menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%, dan aktivitas penghambatan enzim dievaluasi secara in vitro dengan Kit Skrining Inhibitor α-Amilase. Setelah itu, ekstrak dengan kapasitas penghambatan tertinggi dianalisis untuk mengetahui kandungan fenolik dan flavonoid totalnya. Hasil menunjukkan terdapat penghambatan enzim yang signifikan pada konsentrasi uji 250 μg/ml, dimana buah M. charantia, daun M. calabura, dan biji S. mahagoni berturut-turut menghasilkan tingkat penghambatan masing-masing sebesar 38,56%, 37,18%, dan 27,98%. Di antara ketiganya, ekstrak buah M. charantia menunjukkan aktivitas penghambatan α-amilase tertinggi. Analisis kandungan fenolik dan flavonoid dari ekstrak yang paling aktif menunjukkan kadar fenol total sebesar 19,34 ± 0,006 mg GAE/g ekstrak dan kadar flavonoid total sebesar 8,67 ± 0,002 mg QE/g ekstrak.
Uncovering Potential Health Beneficial Nutrient of Underutilized Crop Waste: An Insight from Ash and Metal Content Study of Banana Corm Indradi, Raden Bayu; Tjitraresmi, Ami; Ramadhania, Zelika Mega; Diwest, Dani Jermi
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v4i2.61559

Abstract

Banana corm is considered unvaluable agricultural waste and is mainly discarded and left unused once the fruits are harvested. Uncovering the hidden values of this waste could be beneficial because of its abundance as a source. Hence, here we study the metal content of banana corm to find its potential health nutrients. The corm from three banana species, Musa balbisiana Colla., Musa x paradisiaca L. AAA, and Musa x paradisiaca L. ABB were collected, prepared, dried, and extracted with ethanol 70%. Dried material and extracts obtained were subjected to total ash and acid insoluble ash determination by gravimetric method and further subjected to metal determination by ICP-EOS tools. The results showed that M. x paradisiaca AAA showed the highest ash content among all three banana species in dried materials and extracts with values of 7.64% and 31.06%, respectively. The most abundant metal contained is potassium, with a M. x paradisiaca AAA had the highest content of potassium in dried samples with 18.774%. It is concluded that banana corm could be a potential source of potassium, which is beneficial in dietary or as supplementation to increase the daily intake of potassium to improve general health.
Studi Etnofarmasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Suku Lampung Di Pekon Margakaya Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu Novriana, Dina; Oktoba, Zulpakor; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Triyandi, Ramadhan
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 4, No 3 (2024): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnofarmasi merupakan  ilmu hubungan antara kebiasaan sebuah kelompok masyarakat yang ditinjau dari farmasetiknya.  Untuk mempertahankan pengetahuan pengobatan tradisional khususnya suku Lampung, maka perlu dilakukan pendokumentasian dengan pendekatan etnofarmasi. Jenis penelitian ini observasional deskriptif  melalui pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel yakni snowball sampling melalui wawancara dengan metode total sampling. Data diolah secara kuantitatif melalui perhitungan indeks nilai budaya atau ICS. Sebanyak 40 spesies tumbuhan dari 28 famili dimanfaatkan sebagai obat oleh suku Lampung di Pekon Margakaya. Tumbuhan yang paling banyak digunakan yaitu dari famili Zingiberaceae diantaranya kunyit (Curcuma longa), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), kencur (Kaemferia galanga), jahe (Zingiber officinale), dan lengkuas (Alpinia galanga). Cara pemanfaatan tumbuhan obat yaitu direbus, ditumbuk, konsumsi langsung, dan diparut. Berdasarkan perhitungan ICS, tumbuhan yang memiliki nilai budaya paling tinggi yaitu kunyit (Curcuma longa) dengan nilai 90 kriteria signifikansi tinggi. Semakin tinggi nilai ICS maka semakin tinggi nilai budaya seperti halnya kunyit yang dipakai oleh masyarakat suku Lampung