cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,264 Documents
Analisis Faktor Kejadian Yang Berhubungan Dengan Tonsilitis Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Barat Tahun 2024: Analysis Of Incident Factors Related to Tonsilitis in the Working Area of the West City Community Health Center In 2024 Nurafrinda Djabar; Laksmyn Kadir; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7660

Abstract

Tonsilitis merupakan peradangan yang terjadi pada tonsil disebabkan oleh bakteri sehingga tonsil membengkak, merah, melunak dan memiliki bintik-bintik putih diarea permukaannya. Tonsilitis merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan atas yang banyak ditemukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Barat. Berdasarkan laporan tahunan puskesmas, kunjungan dengan kasus tonsilitis terus meningkat dari tahun ke tahun. Masalah ini diakibatkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan seperti goreng-gorengan, makanan pedas, dan juga minuman yang dingin dan instan tidak baik untuk kesehatan tubuh sehingga sangat membawa dampak buruk bagi kesehatan tonsil, hal ini dapat memicu terjadinya infeksi pada rongga mulut sehingga menyebabkan peradangan pada tonsila platina, jenis makanan yang tidak baik dapat menyebabkan progresifitas dan rendah nutrisi mikro dapat melemahkan system imun dan memicu peradangan tonsil sehingga meningkatkan kerentanan terhadap kerentanan tonsil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor kejadian yang berhubungan dengan kejadian tonsilitis di wilayah kerja puskesmas kota barat tahun 2024. Desain penelitian yaitu cross sectional. Populasi sebanyak 195 responden dan sampel sebanyak 131 responden menggunakan tekhnik purposive sampling. Analisis pada penelitian ini menggunakan uji Chi-Square dan Fisherc Exact. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan faktor pengetahuan dengan kejadian tonsilitis di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Barat. Hasil Chi-Square P-Value > ? (0,527 > 0,05). Terdapat hubungan fast food dengan kejadian tonsilitis di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Barat. Hasil Fisher Exact didapatkan P-Value < ? (0,019 < 0,05). Tidak terdapat hubungan soft drink dengan kejadian tonsilitis di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Barat. Hasil Fisher Exact didapatkan P-Value > ? (0,450 > 0,506).Diharapkan puskesmas dapat melakukan rencana pengembangan informasi bagi masyarakat dan dapat merealisasikan pentingnya menjaga pola makan dan minum. Bagi peneliti selanjutnya bisa dikembangkan kembali dengan metode yang lain.
Gambaran Pengetahuan Orang Tua Terhadap Konsumsi Sayur Pada Anak Di SD Qurratu A’yun: Description of Parents' Knowledge of Vegetable Consumption in Children at Qurratu A'yun Elementary School Nurfaiza Latif; Ita Sulistiani Basir; Mihrawaty S. Antu
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7698

Abstract

perkembangan anak dan termasuk kelompok yang rentan terhadap permasalahan gizi. Konsumsi sayur diperlukan tubuh sebagai sumber vitamin, mineral dan serat dalam mencapai pola makan sehat sesuai anjuran pedoman gizi seimbang untuk kesehatan yang optimal. Kurang mengonsumsi sayur dapat mengakibatkan tubuh mengalami kekurangan zat gizi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesehatan gizi anak yaitu dengan memperbaiki kebiasaan makan pada anak terutama konsumsi sayur, hal ini tak lepas dari berbagai faktor yang mempengaruhinya salah satunya dari segi pengetahuan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan orang tua terhadap konsumsi sayur pada anak. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif kuantitatif, dengan jumlah sampel 46 responden yang diperoleh melalui Stratified Random Sampling. Analisa data menggunakan uji univariat dengan instrumen kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan pengetahuan terhadap konsumsi sayur pada anak dengan kategori baik sebanyak 7 orang (15,2%) dan kurang baik sebanyak 39 orang (84,8%). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan orang tua berkaitan erat dengan pola konsumsi sayur pada anak di SD Qurratu A’yun. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi pada orang tua terkait pentingnya konsumsi sayur pada anak.
Analisis Penggunaan Aplikasi SPP-IRT Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo: Analysis of the Use of the SPP-IRT Application in Improving the Quality of Health Services at the Gorontalo District Health Office Dihyat Hasan; Herlina Jusuf; Vidya Hadju
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7699

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan didefinisikan sebagai tingkat keberhasilan dalam memberikan layanan yang memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat dengan standar yang aman, efisien, efektif, dan berkelanjutan. Tujuan penelitian untuk mengetahui proses pengawasan penggunaan aplikasi SPP-IRT dan mengidentifikasi penyebab pelaku usaha yang belum mendapatkan sertifikat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Informan kunci adalah Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo. Informan biasa empat orang yaitu dua orang pegawai Sumber Daya Kesehatan dan dua orang Pelaku Usaha. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo. Waktu penelitian pada bulan Januari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo terhadap Pelaku Usaha Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) masih belum maksimal. Perlu adanya evaluasi yang optimal seperti pembaruan aplikasi SPP-IRT, dan memberitahukan kepada Pelaku Usaha untuk selalu melakukan komunikasi dengan Dinas Kesehatan terkait kelengkapan berkasnya. Hal ini menjadi peran penting sebagai bentuk upaya peningkatan kualitas pelayanan dalam mendapatkan sertifikat.
Analisis Literatur Tentang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Perusahaan: Literature Analysis on Factors Affecting Company Financial Performance Sherly Mulyana; Fenny Liani; Budi Utomo; Joni Hendra K.
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja keuangan perusahaan melalui kajian literatur yang komprehensif. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengumpulkan dan mengevaluasi berbagai penelitian terdahulu terkait faktor internal dan eksternal yang berperan dalam kinerja keuangan, serta peran rasio keuangan dalam menilai kesehatan finansial perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja keuangan dipengaruhi oleh faktor internal seperti struktur modal, pengelolaan aset, dan kebijakan dividen, serta faktor eksternal seperti kondisi ekonomi makro, persaingan industri, regulasi pemerintah, perkembangan teknologi, dan kondisi pasar modal. Selain itu, penggunaan rasio keuangan sangat membantu dalam memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi keuangan perusahaan. Pemahaman terhadap faktor-faktor ini juga berperan penting dalam pengambilan keputusan manajemen untuk meningkatkan daya saing dan kelangsungan perusahaan.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Risiko Cedera Pada Pemain Badminton Di Trisaka Sport Kota Gororntalo: The Relationship Between Body Mass Index and Injury Risk in Badminton Players at Trisaka Sport, Gorontalo City Sri Wahyuni Gaga; Vivien Novarina A. Kasim; Ibrahim Suleman
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7710

Abstract

Olahraga adalah suatu bentuk aktifitas yang sering dilakukan manusia dan merupakan aktifitas fisik yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan.contoh cabang olahraga Badminton, olahraga badminton merupakan olahraga yang memiliki tingkat risiko cedera yang tinggi. Salah satu faktor yang dapat menimbulkan risiko cedera adalah status gizi, status gizi merupakan gambaran dari Indeks Massa Tubuh (IMT) yang menggambarkan keadaan gizi seseorang, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan atau kelebihan berat badan."Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan risiko cedera pada pemain badminton di Trisaka Sport Kota Gororntalo. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain badminton di Trisaka Sport Kota Gorontalo. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah probability sampling yaitu metode pemilihan sampel secara acak/random dengan sampel 100 orang. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 31 orang (31.0%) memiliki IMT obesitas, overweight sebanyak 27 orang (27.0%) sementara masing-masing sebanyak 44 orang (44.0%) memiliki IMT normal dan underweight. Selain itu sebanyak 63 orang (63.0%) memiliki tingkat risiko cedera tinggi, sebanyak 25 orang (25.0%) memiliki risiko cedera sedang dan sebanyak 12 orang (12.0%) memiliki risiko cedera rendah. Berdasarkan uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara indeks massa tubuh dan risiko cedera pada pemain badminton di Trisaka Sport Kota Gorontalo. Dengan p value 0,000 (<0,05) dan nilai koefisien 0,667 termasuk dalam kategori hubungan kuat. Diharapkan agar pemain badminton dapat memperhatikan status gizi khusunya mengenai postur tubuh terutama terkait dengan dampaknya terhadap risiko cedera.
Analisis Pengelolaan Barang Milik Daerah Pada Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo: Analysis of Regional Asset Management at the Health Office of Gorontalo Province Chairunnisyah Baid; Herlina Jusuf; Yasir Mokodompis
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7730

Abstract

Barang Milik Daerah merupakan kekayaan daerah yang dapat menjadi jaminan bagi pembangunan daerah, apabila dikelola dan dipelihara dengan baik dapat bermanfaat bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan barang milik daerah di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode In-depth interview atau wawancara mendalam. Sumber dan data penelitian ini terdiri dari informan kunci yaitu kepala sub bagian kepegawaian dan umum, informan biasa pengelola barang milik daerah dan informan pendukung pengurus pengelola barang milik daerah. Instrument penelitian ini menggunakan pedoman wawancara, perekam suara dan handphone. Hasil penelitian untuk pembukuan barang milik daerah di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo sudah menggunakan aplikasi SIMDA BMD, untuk inventarisasi barang milik daerah sudah terkoordinir langsung oleh kepala SKPD dan untuk pelaporan barang milik daerah pengguna barang menggunakan aplikasi SIMDA BMD untuk mempermudah pelaporan semesteran dan tahunan. Selesainya proses pembukuan maka laporan barang pada kartu inventarisasi barang dapat dicetak melalui aplikasi SIMDA BMD dan ditandatangani oleh kepala SKPD. Simpulan penelitian mengenai analisis pengelolaan barang milik daerah di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo bahwa penyusunan pengelolaan barang milik daerah, untuk pembukuan barang milik daerah sudah menggunakan aplikasi SIMDA BMD, untuk inventaris barang milik daerah sudah terkoordinir langsung oleh kepala SKPD, untuk pelaporan barang milik daerah sudah dilakukan oleh pengurus barang ke BKAD.
Analisis Tren Penyakit Gagal Ginjal Kronik Peserta BPJS dan Dampaknya pada Pembiayaan Kesehatan Indonesia: Analysis of Chronic Kidney Disease Trends Among BPJS Participants and Their Impact on Indonesia’s Health Financing System Maharani Zahra Nasution; Eva Sahriani Sikumbang; Fitriani Pramita Gurning
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7798

Abstract

Penelitian ini mengkaji tren penyakit gagal ginjal kronik (GGK) pada peserta badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) Kesehatan dan dampaknya terhadap pembiayaan kesehatan di Indonesia selama periode 2022–2024. Data menunjukkan peningkatan signifikan jumlah pasien gagal ginjal kronik yang memerlukan perawatan, terutama terapi hemodialisis. Pada tahun 2022 tercatat sekitar 63.489 pasien baru GGK, dan pada 2024 jumlah pasien yang menjalani cuci darah mencapai 134.057 orang. Penyebab utama GGK adalah hipertensi dan diabetes, yang prevalensinya juga meningkat di masyarakat. Selain itu, faktor risiko lain seperti penuaan, obesitas, dan paparan lingkungan turut berkontribusi pada peningkatan kasus. Seiring dengan peningkatan kasus, pembiayaan BPJS Kesehatan untuk pengobatan GGK melonjak dari Rp6,5 triliun pada 2019 menjadi Rp11 triliun pada 2024, hampir dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Kenaikan ini dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah pasien yang memerlukan layanan cuci darah, peningkatan tarif layanan rumah sakit dan obat-obatan, serta kemudahan akses pelayanan hemodialisis yang semakin luas melalui penambahan rumah sakit mitra BPJS dengan fasilitas tersebut Terapi cuci darah yang memerlukan biaya tinggi per sesi menjadi beban besar bagi sistem pembiayaan nasional. Lonjakan pembiayaan ini menimbulkan risiko defisit dana BPJS dan menuntut kebijakan terkait penguatan upaya pencegahan, deteksi dini, serta pengelolaan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama GGK. Penelitian ini menegaskan perlunya strategi terpadu untuk mengendalikan beban penyakit dan pembiayaan GGK agar keberlanjutan sistem Jaminan Kesehatan Nasional tetap terjaga di tengah tren peningkatan kasus dan biaya yang signifikan. Optimalisasi layanan dialisis dan edukasi pola hidup sehat menjadi kunci mitigasi dampak ekonomi dan kesehatan dari GGK di Indonesia.
Analisis Pemanfaatan Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kesehatan Di Indonesia: A Literature Review: Analysis of the Utilization of National Health Insurance (JKN) Health Services in Indonesia: A Literature Review Husnida Putriyana Hutabarat; Dwiyana Mawarni; Fitriani Pramita Gurning
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7799

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional merupakan jaminan perlindungan kesehatan yang mendanai fasilitas kesehatan masa depan untuk mampu mengubah sistem kesehatan di Indonesia, sehingga peserta memperoleh manfaat pelayanan kesehatan dan perlindungan atas kebutuhan dasar kesehatan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan tersebut adalah BPJS Kesehatan. Apabila pelayanan kesehatan yang diberikan baik maka akan semakin banyak peserta BPJS Kesehatan yang memanfaatkan pelayanan kesehatan tersebut, namun dapat terjadi sebaliknya jika pelayanan dirasakan kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan pelayanan BPJS Kesehatan di Indonesia. Sebuah pencarian artikel dengan melalui Google Scholar, Pubmed, Garuda, Sinta. Dengan pencarian artikel dengan kata kunci “BPJS Kesehatan, Pelayanan dan terdapat 35 Jurnal yang telah ditemukan kemudian di eksplorasi dan selanjutnya dikompilasi berdasarkan relevansi dengan topik yang akan ditulis. Dari hasil pencarian tersebut ditemukan 10 artikel paling sesuai. Pemanfaatan pelayanan BPJS Kesehatan dapat diasumsikan cukup memadai. Namun diperlukan beberapa peningkatan pelayanan agar tercapai peningkatan kepuasan masyarakat serta peningkatan pemanfaatan pelayanan kesehatan.
Studi Literatur: Tantangan dan Strategi Pelayanan Kesehatan dalam Implementasi Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di Indonesia: Literature Review: Challenges and Strategies of Health Services in Implementing the Standard Inpatient Class (KRIS) Policy in Indonesia Nelsih Adelia; Ayu Sukma Putri Sembiring; Fitriani Pramita Gurning
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7827

Abstract

Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) merupakan salah satu reformasi strategis dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bertujuan meningkatkan kesetaraan layanan kesehatan bagi seluruh peserta BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan utama serta merumuskan strategi pelayanan kesehatan yang efektif dalam mendukung implementasi KRIS di Indonesia. Metode Penelitian menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA), yaitu pendekatan berbasis bukti yang digunakan untuk melakukan tinjauan sistematis. Berdasarkan hasil kajian dari berbagai literatur ilmiah tahun 2022–2025, ditemukan bahwa strategi penting yang perlu diterapkan mencakup penguatan regulasi teknis dan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas SDM, pemenuhan infrastruktur dan pembiayaan, serta sosialisasi masif kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. Penerapan KRIS di berbagai rumah sakit menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur, kurangnya kesiapan sumber daya manusia, hambatan regulasi, hingga resistensi dari berbagai pihak terkait Dengan penerapan strategi yang tepat dan berkelanjutan, kebijakan KRIS diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan rawat inap di seluruh Indonesia.
Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Pola Makan Dengan Status Gizi Remaja: The Relationship of Nutrition Knowledge and Diet with Adolescent Nutrition Status Cindy Helena Nadapdap; Theo Mautang; Achmad Paturusi; Rakhmawati Agustina
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7848

Abstract

Remaja adalah bagian besar populasi dan sumber daya manusia untuk pembangunan masa depan. Status gizi sangat penting bagi kualitas kesehatan remaja agar mereka siap menjadi dewasa dengan kualitas hidup optimal. Remaja yang mengalami gizi buruk meningkatkan risiko anemia dan stunting, sedangkan kelebihan gizi berisiko penyakit degeneratif hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas di masa depan. Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan 44,2% remaja usia 13-18 tahun mengalami masalah gizi. Pengetahuan gizi dan pola makan dapat mempengaruhi gizi remaja, dimana pemahaman yang benar mendorong perilaku makan sehat. Studi pendahuluan di SMA N 2 Tondano menemukan kurangnya fasilitas pendukung pengetahuan gizi siswa selain itu kemudahan akses terhadap makanan yang kurang bergizi sangat banyak ditemukan diarea sekolah sehingga banyak siswa sering mengonsumsi makanan yang kurang bergizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan pola makan dengan status gizi pada siswa SMA Negeri 2 Tondano, menggunakan metode kuantitatif bersifat analitik dengan menggunakan uji spearman rank pada siswa kelas X dan XI sebanyak 67 responden (total sampling). Analisis menggunakan rank spearman menunjukkan ada hubungan signifikan antara pengetahuan gizi p-value =(0,025<0,05) dan pola makan p-value =(0,021<0,05) dengan status gizi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan pengetahuan gizi dan pola makan dengan status gizi remaja SMA Negeri 2 Tondano.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue