cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,794 Documents
Penyuluhan Kesehatan Tentang Stunting Di Desa Mantikole Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi: Health Education on Stunting in Mantikole Village, Dolo Barat District, Sigi Regency Rabiah; Febrianti, Nur; Yulianti, Sri; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8519

Abstract

Stunting merupakan suatu keadaan di mana tinggi badan anak lebih rendah dari rata-rata untuk usianya karena kekurangan nutrisi yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada ibu selama kehamilan atau pada anak saat sedang dalam masa pertumbuhan Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Stunting. Metode penyuluhan dengan menggunakan media power point dan leaflet, dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2024 di Desa Mantikole. Hasil pengabdian adalah masyarakat datang sesuai waktu yang ditentukan, menyimak dan memperhatikan materi yang disampaikan. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat telah terlaksana sesuai dengan waktu yang direncanakan dan diharapkan masyarakat bisa mencegah terjadinya Stunting.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Hipertensi Di Desa Labuan Lelea Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala: Health Education on Hypertension in Labuan Lelea Village, Labuan District, Donggala Regency Febrianti, Nur; Rabiah; Asrum, Muhammad; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8520

Abstract

Salah satu penyakit yang cukup berbahaya hingga mendapatkan julukan The Silent Killer, Hipertensi atau yang biasa dikenal dengan darah tinggi sangat perlu mendapatkan perhatian dari setiap individu. Hal ini dikarenakan hipertensi dapat menyerang setiap orang tanpa adanya tanda yang muncul pada tubuh. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik pada tubuh seseorang lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Hipertensi. Metode penyuluhan dengan menggunakan media power point dan leaflet, dilaksanakan pada tanggal 6 Desember 2024 di Desa Labuan Lelea. Hasil pengabdian adalah masyarakat datang sesuai waktu yang ditentukan, menyimak dan memperhatikan materi yang disampaikan. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat telah terlaksana sesuai dengan waktu yang direncanakan dan diharapkan masyarakat bisa mencegah terjadinya Hipertensi
Pengaruh Risiko Eating Disorder Terhadap Status Gizi Pada Mahasiswa Akhir Fkm Uinsu: The Influence of Eating Disorder Risk on Nutritional Status of Final Year Students of FKM Uinsu M Iqbal Firdaus Matondang; Eliska
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8526

Abstract

Eating disorder berhubungan erat dengan status gizi, di mana ketidakseimbangan asupan zat gizi dapat menyebabkan underweight maupun overweight/obesitas, yang berdampak pada kesehatan fisik, konsentrasi, produktivitas, dan kualitas hidup mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh eating disorder terhadap status gizi pada Mahasiswa Akhir FKM UINSU. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectionau. Besar sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden. Analisa data menggunakan uji korelasi spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan sangat kuat dan signifikan antara risiko eating disorder dengan status gizi pada mahasiswa tingkat akhir FKM UINSU (r = 0,865; p = 0,000). Korelasi positif ini menjelaskan bahwa 72,3% variasi status gizi dipengaruhi oleh risiko eating disorder, sedangkan 27,7% dipengaruhi faktor lain. Disarankan mahasiswa lebih memperhatikan pola makan sehat dan manajemen stres agar terhindar dari gangguan makan yang dapat memengaruhi status gizi.
Perbandingan Ekstraksi Flavonoid dari Jamur Pleurotus ostreatus menggunakan Metode Microwave Asssisted Extraction dan Metode Sokletasi Utami, Sri; Titis Gayuh Putri Aji; Nabilla Shifa Syarani; Amelia Diva Loviana; Siti Rahmah Awalia; Bertina Seviana Putri; Afriedha Eka Ayu Mawarni; Muhammad Faiz Aditya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8532

Abstract

ABSTRAK Jamur Pleurotus ostreatus mengandung flavonoid yang memiliki manfaat penting bagi kesehatan, sehingga diperlukan pemilihan proses ekstraksi yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi ekstraksi antara metode Microwave Assisted Extraction (MAE) dan sokletasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Sampel penelitian yaitu miselium jamur Pleurotus ostreatus. Sampel dikeringkan dan dihaluskan, kemudian diekstraksi menggunakan metode MAE dengan pelarut akuades pada rasio 1:40, pada daya sedang selama 4 menit. Sedangkan pada metode sokletasi, digunakan pelarut etanol dengan suhu ekstraksi 78°C dan waktu ekstraksi selama 90 menit. Pengulangan sebanyak tiga kali dilakukan untuk setiap metode ekstraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode MAE menghasilkan konsentrasi flavonoid sebesar 272,07 ppm dan total flavonoid sebesar 0,085 (QE/g). Di sisi lain, metode sokletasi menghasilkan konsentrasi flavonoid sebesar 343,47 ppm dengan total flavonoid 0,107 (QE/g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sokletasi menghasilkan kadar flavonoid yang sedikit lebih tinggi, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan metode MAE. Selain itu, metode MAE menawarkan waktu ekstraksi yang jauh lebih singkat. Implikasi dari penelitian ini adalah metode MAE dapat menjadi alternatif yang efisien dan kompetitif untuk ekstraksi flavonoid dari Pleurotus ostreatus karena kecepatannya dan penggunaan pelarut air. ABSTRACT Pleurotus ostreatus mushrooms contain flavonoids that have significant health benefits, making the selection of an effective and efficient extraction process necessary. This study aims to compare the extraction efficiency between Microwave Assisted Extraction (MAE) and Soxhlet extraction techniques. The type of research used was laboratory experimental. The research sample, Pleurotus ostreatus mycelium, was dried and ground, then extracted using the MAE technique with aquades solvent at a ratio of 1:40, at 400 Watts for 4 minutes. Meanwhile, in the Soxhlet extraction technique, ethanol solvent was used with an extraction temperature of 78°C and an extraction time of 90 minutes. Three repetitions were conducted for each extraction technique. The results showed that the MAE technique produced a flavonoid concentration of 272.07 ppm and a total flavonoid content of 0.085 (QE/g). On the other hand, the Soxhlet technique yielded a flavonoid concentration of 343.47 ppm with a total flavonoid content of 0.107 (QE/g). The findings indicate that the Soxhlet technique produces a slightly higher flavonoid content, but there is no significant difference compared to the MAE technique. Furthermore, the MAE technique offers a significantly shorter extraction time. The implication of this study is that MAE can be an efficient and competitive alternative for extracting flavonoids from Pleurotus ostreatus due to its speed and the use of water as a solvent.
Perbedaan Pengetahuan Ibu Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Manfaat Daun Kelor dan Ikan Kembung untuk Pencegahan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Liwuto, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara: Differences in Mothers' Knowledge Before and After Counseling on the Benefits of Moringa Leaves and Mackerel for Stunting Prevention in the Liwuto Community Health Center Work Area, Baubau City, Southeast Sulawesi Wa Ode Nadziyran Urufia; Andi Yaumil Bay R Thaifur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8533

Abstract

Stunting pada anak berumur di bawah lima tahun dapat terjadi akibat kurangnya asupan gizi yang adekuat, dimulai dari masa kehamilan hingga anak berumur 2 tahun atau selama 1000 hari kehidupan, serta terjadi infeksi berulang sebab kurangnya air bersih dan sanitasi yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan manfaat daun kelor dan ikan kembung untuk pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Liwuto. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Liwuto. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret-Mei 2025. Teknik sampel penelitian ini menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 18 ibu yang mengisi kuesioner dengan lengkap. Penyuluhan dilakukan melalui metode ceramah dengan bantuan leaflet. Analisis bivariat dilakukan dengan metode One Group Pretest-Posttest Design menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dengan bantuan software STATA. Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan manfaat daun kelor dan ikan kembung untuk pencegahan stunting (Prob > | z | = 0,0002 < 0,05). Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan minat ibu-ibu di wilayah kerja Puskesmas Liwuto untuk memanfaatkan daun kelor dan ikan kembung untuk diolah menjadi panganan sehat bagi anak-anaknya sebagai upaya dalam mencegah stunting.
Skrining Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Usia Prasekolah di PAUD Aisyiyah Bustanul Athfal Palu: Screening of Growth and Development of Preschool Children at PAUD Aisyiyah Bustanul Athfal Palu Fajillah Kolomboy; Andi Fatmawati Syamsu; Hadriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8534

Abstract

Anak adalah sebagai individu yang unik dan mempunyai kebutuhan sesuai tahap perkembangannya. Sebagai individu yang unik, anak memiliki berbagai kebutuhan yang berbeda satu dengan yang lain sesuai tumbuh kembang. Kebutuhan fisiologis seperti nutrisi dan cairan, aktivitas, eliminasi, tidur dan lain-lain, sedangkan kebutuhan psikologis, sosial dan spiritual yang akan terlihat sesuai tumbuh kembangnya. Tumbuh kembang anak di Indonesia masih perlu mendapatkan perhatian serius, angka keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan masih cukup tinggi yaitu sekitar 5-10% mengalami keterlambatan perkembangan umum, sehingga untuk mendapatkan anak yang berkualitas dapat dicapai melalui Stimulasi dan Deteksi Dini Pertumbuhan dan Perkembangan Balita (SDIDTK). Tumbuh kembang merupakan proses yang berkesinambungan yang terjadi sejak konsepsi dan terus berlangsung sampai dewasa. Dalam proses mencapai dewasa inilah anak harus melalui tahap tumbuh kembang. Tercapainya tumbuh kembang optimal tergantung pada potensi biologic. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya. Setiap anak tidak akan bisa melewati satu tahap perkembangan sebelum ia melewati tahapan sebelumnya. Sebagai contoh, seorang anak tidak akan bisa berdiri jika pertumbuhan kaki dan bagian tubuh lain yang terkait dengan fungsi berdiri anak terhambat. Karena itu perkembangan awal ini merupakan masa kritis karena akan menentukan perkembangan selanjutnyaAnak usia prasekolah adalah anak yang berusia antara 3 sampai 6 tahun, pada priode ini pertumbuhan fisik akan melambat dan perkembangan psikososial serta kognitif mengalami peningkatan. Usia prasekolah merupakan priode yang optimal bagi anak untuk memulai menunjukan minat dalam kesehatan, anak mengalami perkembangan bahasa dalam berinteraksi terhadap lingkungan social. Mengeksplorasi pemisahan emosiaonal, bergantian antara keras kepala dan keceriaan, antara eksplorasi berani dan ketergantungan. Amak usia prasekolah adalah anak usia 3 tahun sampai dengan usia 6 tahun yang bersekolah di PAUD Aisyiyah Bustanul Athfal Palu yang berjumlah sebanyak 195 siswa yang terdiri dari kelompok bermain, TK A, TK B, penitian anak dan tempat pengajian Al-quran. Kegiatan yang akan di lalukan yaitu skrining pertumbuhan dan perkembangan anak usia prasekolah mengunakan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada anak usia 3 tahun sampai dengan 4 tahun.
Perbandingan Produksi Enzim Selulase Dari Aspergillus niger Dengan dan Tanpa Menggunakan Penginduksi Carboxymethyl Cellulose (CMC): Comparison of Cellulase Enzyme Production from Aspergillus niger With and Without Using Carboxymethyl Cellulose (CMC) Inducer Aldevi Trisnawati Adam; Mahdalena Sy. Pakaya; Faramita Hiola; La Ode Aman; Wiwit Zuriati Uno
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8536

Abstract

Enzim selulase merupakan enzim yang mampu mendegradasi selulosa dengan produk utamanya yakni glukosa, selobiosa dan xilooligosakarida, selulase memiliki sistem enzim yang tersusun dari endo-1,4-?-glukanase, ekso-1,4-?-glukanase dan ?-D-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi enzim selulase dari Aspergillus niger dengan menggunakan penginduksi berupa CMC. Proses produksi dilakukan dengan menggunakan metode fermentasi cair dengan dan tanpa penambahan inducer. Aktivitas enzim selulase diuji secara kualitatif dilihat berdasarkan pembentukan zona hidrolitik. Hasil penelitian menunjukan bahwa enzim selulase yang diproduksi menggunakan inducer CMC membentuk zona hidrolitik lebih besar dibandingkan dengan tidak menggunakan inducer dengan nilai indeks aktivitas enzim secara berturut-turut sebesar 2,5 mm dan 1,93 mm. Dapat disimpulkan bahwa Aspergillus niger dapat menghasilkan enzim selulase lebih banyak dengan penambahan inducer CMC dibandingkan dengan tidak menggunakan inducer
Evaluasi Limbah Pati (Arenga pinnata) sebagai Atraktan Potensial pada Ovitrap untuk Pengendalian Vektor Aedes aegypti: Evaluation of Arenga pinnata Starch Waste as a Potential Attractant in Ovitraps for Aedes aegypti Vector Control Novita Eka Putri; Arifiani Agustin Amalia
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8537

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit yang menjadi masalah di Indonesia. Peningkatan kasus terjadi saat musim penghujan tiba. Salah satu upaya pemberatasan penyakit ini adalah dengan mengendalikan vector yaitu nyamuk Aedes aegypti. Pengendalian vektor dengan kimia menggunakan insektisida mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan. Pemakaian ovitrap adalah salah satu upaya untuk pengendalian vector DBD. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Cairan yang diuji dalam penelitian ini antara lain, rendaman jerami, rendaman limbah pati onggok, cairan fermentasi limbah onggok dan air sumur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi limbah pati onggok (Arenga pinnata) sebagai atractan pada perangkap nyamuk (ovitrap) dan membandingkan dengan air rendaman jerami. Hasil penelitian air rendaman jerami menjadi cairan atraktan yang efektif untuk mengundang nyamuk agar bertelur. Air rendaman onggok dan fermentasi onggok tidak efektif sebagi atraktan oviposisi tetapi efektif dalam mencegah telur menetas menjadi larva nyamuk.
Analisis Implementasi Kebijakan Desentralisasi dalam Peningkatan Pelayanan Publik di Pemerintah Daerah: Analysis of the Implementation of Decentralization Policy in Improving Public Services in Regional Governments Sampar; Sultan Hasanudding
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan desentralisasi dalam peningkatan pelayanan publik di Provinsi Sulawesi Barat. Desentralisasi dipandang sebagai instrumen penting dalam memperkuat otonomi daerah dan meningkatkan kualitas layanan publik yang responsif serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, serta analisis interaktif model Miles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi di Sulawesi Barat telah memperluas akses layanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan, namun kualitas layanan belum merata antarwilayah. Faktor pendukung implementasi kebijakan meliputi adanya dukungan regulasi pusat, kepemimpinan daerah yang visioner, serta adopsi digitalisasi pelayanan publik. Sebaliknya, faktor penghambat meliputi keterbatasan kapasitas fiskal, ketergantungan pada dana transfer pusat, birokrasi yang belum profesional, serta rendahnya partisipasi substantif masyarakat dalam forum perencanaan.Penelitian juga menemukan bahwa kepemimpinan daerah dan partisipasi publik merupakan elemen kunci keberhasilan desentralisasi. Kepala daerah yang reformis mampu mendorong inovasi pelayanan publik, sementara partisipasi masyarakat yang bermakna dapat meningkatkan akuntabilitas dan legitimasi kebijakan. Strategi peningkatan pelayanan publik di Sulawesi Barat perlu difokuskan pada reformasi birokrasi berbasis merit system, penguatan kapasitas fiskal, transformasi digital, serta literasi politik masyarakat.
Efektivitas Konseling Kelompok Teknik Self Instruction Untuk Meningkatkan Self Esteem Pada Siswa SMP: Effectiveness Of Group Counseling Using Self Instruction Techniques To Improve Self Esteem In Junior High School Student BW, Putri Kumala Sari; Munifah, Munifah; Hasan, Hasan; Fitriani, Dian
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat self esteem sebelu dan sesudah di berikan layanan konseling kelompok dengan teknik self instruction serta menguji efektivitas layanan tersebut dalam meningkatkan self esteem siswa kelas VIII SMP Madani Palu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest control grub desain. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa yang dipilih berdasarkan hasil angket dengan Teknik purposive sampling, kemudian di bagi kedalam dua kelompok eksperimen dan kontro. Instrument penelitian ini menggunakan skala self esteem yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Hasil pennelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan setelah diberikan layanan pada kelompok eksperimen sebelum diberikan layanan mayoritas peserta didik berada pada kategori cukup tinggi (90%) dan tinggi (10%) sedangkan setelah diberikan perlakuan meningkat ke kategori tinggi (90%) dan saangat tinggi (10%). Uji t menunjukkan nilai p-value < 0.05 (0,000) dan t-hitung > t-tabel (9,287 > 1,729), sehingga H? ditolak. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa konseling kelompok Teknik self instruction efektif dalam meningkatkan self esteem siswa.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3: Maret 2026 Vol. 9 No. 2: Februari 2026 Vol. 9 No. 1: Januari 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 Vol. 8 No. 11: November 2025 Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 Vol. 8 No. 9: September 2025 Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 Vol. 8 No. 7: Juli 2025 Vol. 8 No. 6: Juni 2025 Vol. 8 No. 5: Mei 2025 Vol. 8 No. 4: April 2025 Vol. 8 No. 3: Maret 2025 Vol. 8 No. 2: Februari 2025 Vol. 8 No. 1: Januari 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 Vol. 7 No. 11: November 2024 Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 Vol. 7 No. 9: September 2024 Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 Vol. 7 No. 7: July 2024 Vol. 7 No. 6: Juni 2024 Vol. 7 No. 5: MEI 2024 Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 Vol. 7 No. 3: MARET 2024 Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 Vol. 6 No. 7: JULI 2023 Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 Vol. 6 No. 5: MEI 2023 Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 Vol. 6 No. 3: MARET 2023 Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2022 Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 7: JULI 2022 Vol. 5 No. 6: JUNI 2022 Vol. 5 No. 5: MEI 2022 Vol. 5 No. 4: APRIL 2022 Vol. 5 No. 3: MARET 2022 Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2022 Vol. 5 No. 1: JANUARI 2022 Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2021 Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2021 Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2021 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2021 Vol. 4 No. 7: JULI 2021 Vol. 4 No. 6: JUNI 2021 Vol. 4 No. 5: MEI 2021 Vol. 4 No. 4: APRIL 2021 Vol. 4 No. 3: MARET 2021 Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2021 Vol. 4 No. 1: JANUARI 2021 Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2020 Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2020 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2020 Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 Vol. 3 No. 4: JULI 2020 Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 Vol. 3 No. 2: MEI 2020 Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 More Issue