cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,284 Documents
Tinjauan Normatif Terhadap Mekanisme Eksekusi Perkara Perdata Di Luar Pulau Jawa Dan Madura Berdasarkan Rbg Dan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman: Normative Review of the Execution Mechanism for Civil Cases Outside Java and Madura Based on the Regional Regulations and Law Number 48 of 2009 Concerning Judicial Power Melani Indriana; Christina Bagenda; Herwantono; Wira Okta Viana; Liza Utama
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.8405

Abstract

Eksekusi putusan pengadilan merupakan tahapan yang sangat menentukan dalam sistem peradilan perdata karena menjadi sarana konkret untuk mewujudkan kepastian hukum, keadilan, serta perlindungan hak-hak para pihak yang berperkara. Tanpa pelaksanaan eksekusi yang efektif, putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap berpotensi kehilangan makna yuridis dan sosiologisnya. Dalam konteks hukum acara perdata Indonesia, mekanisme eksekusi masih diwarnai oleh dualisme pengaturan berdasarkan wilayah berlakunya hukum acara, yaitu Herziene Indonesisch Reglement (HIR) yang berlaku di Pulau Jawa dan Madura serta Rechtsreglement voor de Buitengewesten (RBg) yang berlaku di luar wilayah tersebut. Perbedaan rezim hukum acara ini menimbulkan implikasi normatif dalam praktik eksekusi, khususnya berkaitan dengan kewenangan pengadilan, prosedur pelaksanaan eksekusi, serta tingkat efektivitas dan efisiensi pelaksanaan putusan perdata. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara normatif mekanisme eksekusi perkara perdata di luar Pulau Jawa dan Madura berdasarkan ketentuan RBg serta menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip kekuasaan kehakiman sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, yang bertumpu pada analisis terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun RBg secara normatif masih memberikan landasan hukum bagi pelaksanaan eksekusi perkara perdata di luar Jawa dan Madura, dalam praktiknya terdapat berbagai kendala struktural, prosedural, dan geografis yang berdampak pada tidak optimalnya penerapan asas peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan. Oleh karena itu, diperlukan upaya harmonisasi dan pembaruan hukum acara perdata nasional guna mewujudkan sistem eksekusi putusan pengadilan yang lebih efektif, adil, dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Tinjauan Kimia Medisinal Terhadap Potensi Ekstrak Minyak Atsiri Kunyit (Curcuma longa L.) Untuk Kesehatan: Medicinal Chemistry Review on the Potential of Turmeric (Curcuma longa L.) Essential Oil for Health Saeful Amin; Wulan Nurkholidatunnisa
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.8933

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi kemampuan alami yang dimiliki tanaman kunyit (Curcuma longa L.) sebagai penghasil senyawa bioaktif yang berperan dalam kimia medisinal melalui telaah pustaka terbaru. Metode yang diterapkan berupa literature review dengan penelusuran jurnal penelitian dari basis data Google Scholar, PubMed, serta ScienceDirect menggunakan kata kunci “minyak atsiri”, “kunyit”, serta “turmeron”. Berdasarkan penelusuran literatur yang dilakukan, teridentifikasi bahwa minyak atsiri kunyit mengandung senyawa volatil utama seperti ar-tumerone, ?-turmerone, ?-turmeron, curlone, dan ar-curcumene yang memiliki aktivitas farmakologis meliputi antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, analgesik, dan antikanker. Senyawa turmeron diketahui mampu menginduksi apoptosis sel kanker melalui jalur ROS-mitokondria, serta menunjukkan efektivitas tinggi dalam formulasi farmasi seperti gel topikal dan naoemulsi. Hasil telaah ini menunjukkan bahwa kunyit memiliki prospek yang sangat baik sebagai bahan dasar dalam pembuatan obat herbal dan produk kesehatan. Selain itu, diperlukan penelitian lanjutan guna mengoptimalkan pemanfaatannya dalam dunia medis.
Aktivitas Fisik Sebagai Faktor Risiko Hipertensi Pada Masyarakat Desa Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat: Physical Activity as a Risk Factor for Hypertension among the Community of Batu Layar Village, West Lombok Regency I Putu Bayu Agus Saputra; Ni Made Wiasty Sukanty; Anisah; Laksmi Nur Fajrini; I Gede Angga Adnyana
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9028

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan istirahat. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengidentifikasi masalah kesehatan, menentukan prioritas masalah, merencanakan intervensi pemecahan masalah khususnya terkait masyarakat desa Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan untuk menentukan prioritas masalah dari komunitas masyarakat desa Batu Layar yakni menggunakan metode delphi, prioritas masalah yang didapatkan pada komunitas masyarakat desa Batu Layar yaitu Hipertensi. Hasil penelitian dengan jumlah sampel 136 orang. Hasil dari penelitian ini didapatkan 61 orang. dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (p<0,05) antara tingkat aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi. Analisis data statistik menunjukkan bahwa individu dengan aktivitas fisik rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami peningkatan tekanan darah dibandingkan dengan individu yang melakukan aktivitas fisik sedang hingga tinggi
Implementasi Terapi Rendam Kaki Air Hangat Untuk Menurunkan Tekanan Darah Dengan Diagnosa Keperawatan Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif Pada Lansia Hipertensi Di Puskesmas Talise Kota Palu: Implementation Of Warm Water Foot Soak Therapy To Lower Blood Pressure With Nursing Diagnosis Of Cerebral Perfusion Risk Is Not Effective In The Elderly With Hypertension In Talise Health Center In Palu City Fadira Anggraini; Nur Febrianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9056

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular pada lansia dan dapat memicu gangguan perfusi serebral. Penatalaksanaan hipertensi tidak hanya dilakukan dengan terapi farmakologi, tetapi juga memerlukan pendekatan non-farmakologis seperti terapi rendam kaki air hangat yang terbukti dapat melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah. Studi kasus ini bertujuan Untuk mengetahui implementasi terapi rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi dengan diagnosa keperawatan risiko perfusi serebral tidak efektif. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada seorang lansia berusia 75 tahun dengan riwayat hipertensi di Puskesmas Talise Kota Palu. Intervensi yang diberikan berupa terapi rendam kaki air hangat selama 20–30 menit selama 3 hari berturut-turut dengan suhu air 40,5–43°C. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah terapi. Setelah intervensi dilakukan selama 3 hari, terjadi penurunan tekanan darah dari 168/110 mmHg menjadi 140/90 mmHg. Pasien juga menunjukkan penurunan keluhan seperti sakit kepala dan rasa tegang di tengkuk. Intervensi berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tidak ditemukan efek samping. Terapi rendam kaki air hangat terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko perfusi serebral tidak efektif pada lansia hipertensi. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer di fasilitas layanan kesehatan primer.
Asuhan Keperwatan Anak Usia 3 Tahun Dengan Bronkopneumonia Di Ruangan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nursing Care For 3 Year Old Child With Bronchopneumonia In The Catelia Ward, Undata Hospital Central Sulawesi Provincial Tiwi; Indri Iriani; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9070

Abstract

Latar Belakang Bronkopneumonia merupakan salah satu jenis infeksi paru-paru yang umum terjadi pada anak-anak. Bronkopneumonia pada anak biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau jamur yang menginfeksi saluran pernapasan bagian bawah, yaitu bronkiolus dan alveoli. Tujuan penelitian ini asuhan keperawatan pada anak usia 1-5 tahun dengan bronkopneumonia untuk mengatasi hipertermia, pola napas tidak efektif, defisit nutrisi. Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif yaitu dengan studi kasus. Penelitian ini ditunjukan untuk mengetahui hasil dari asuhan keperawatan pada anak usia 3 tahun dengan bronkopneumonia dengan masalah hipertermia, pola napas tidak efektif, defisit nutrisi. Lokasi penelitian dilakukan di Ruangan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil penelitian dari pengkajian yang dilakukan ditemukan data subjektif ibu An. E mengatakan anaknya demam dengan diagnosis keperawatan yaitu hipertermia, ibu An. E mengatakan anaknya batuk bedahak dengan diagnosis pola napas tidak efektif, ibu An. E mengatakan anaknya kurang nafsu makan dengan diagnosis keperawatan defisit nutrisi. Setelah implementasi hari pertama pasien masih demam suhu tubuh 38,5ºC, pasien masih batuk berdahak, pasien kurang nafsu makan. Implementasi kedua pasien masih demam suhu tubuh 37,8ºC, pasien masih batuk berdahak, pasien kurang nafsu makan. Implementasi ketiga pasien sudah tidak demam suhu tubuh 37ºC, pasien sudah tidak/jarang batuk berdahak, pasien masih kurang nafsu makan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada hari ke 3 suhu tubuh pasien menurun, batuk berdahak sudah tidak/jarang dan An. E sudah merasa nyaman intervensi dapat dihentikan.
Implementasi Senam Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji : Implementation Of Exercise For The Elderly On Blood Pressure Reduction In Elderly Hypertension Patients In The Working Area Of The Kamonji Community Health Center Andina Bantiang; Rabiah; Edy Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9072

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah salah satu kondisi medis yang paling umum dialami oleh orang lanjut usia, dan itu berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Senam lansia adalah salah satu cara non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan : dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui bagaimana senam lansia mempengaruhi penurunan tekanan darah pada orang tua yang memiliki hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif, yang melibatkan pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi dilakukan dengan memberikan senam senior tiga kali dalam seminggu selama tiga puluh menit. Untuk mengumpulkan data, observasi, wawancara, dan pengukuran tekanan darah dengan sphygmomanometer digunakan. Hasil: Mengikuti program senam lansia secara teratur menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Setelah intervensi, tekanan darah yang awalnya 160/90 mmHg turun menjadi 140/80 mmHg, yang merupakan batas normal. Kesimpulan: Senam untuk lansia yang menderita hipertensi menurunkan tekanan darah secara efektif sebagai terapi non-obat. Ini juga dapat disarankan sebagai bagian dari intervensi keperawatan gerontik.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Asma Bronchial Di Instalasi Gawat Darurat Di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Sulawesi Tengah: Nursing Care For Bronchial Asthma Patients In The Emergency Department In Hospitals Provincial Undata Regional General Central Sulawesi Dea Ananda; Indri Iriani; Muhamad Asrum
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9075

Abstract

Asma bronkial merupakan penyakit saluran napas kronis yang ditandai oleh inflamasi dan penyempitan jalan napas, sehingga menimbulkan gejala seperti sesak napas, batuk, dan wheezing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien asma bronkial di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Undata, Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada Tn. Y, laki-laki usia 50 tahun, yang datang dengan keluhan sesak napas berat, gelisah, serta penggunaan otot bantu napas. Hasil pengkajian menunjukkan frekuensi napas 29 kali/menit, saturasi oksigen 93%, dan adanya suara napas tambahan berupa wheezing. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan meliputi: bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, dan intoleransi aktivitas. Intervensi keperawatan yang dilakukan mencakup pemberian oksigen melalui non-rebreathing mask 10–15 L/menit, posisi semi-Fowler, edukasi teknik batuk efektif, serta kolaborasi pemberian bronkodilator (Meptin) melalui nebulisasi. Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan pada bersihan jalan napas dan pola napas, serta penyelesaian masalah intoleransi aktivitas ditandai dengan berkurangnya keluhan sesak napas dan stabilisasi tanda vital. Hasil studi ini menegaskan pentingnya asuhan keperawatan yang sistematis dan kolaboratif dalam penatalaksanaan pasien asma bronkial. Saran peningkatan kemampuan pengkajian perawat, pelaksanaan penelitian lanjutan dengan pendekatan kuantitatif atau kualitatif, serta edukasi kepada pasien dan keluarga untuk mendukung manajemen asma yang optimal
Penerapan Teori Komplementer Allium Sativum Untuk Mengurangi Nyeri Akut Pada Keluarga Ny.S Penderita Hipertensi Di Puskesmas Talise Kota Palu: Application Of Complementary Theory Of Allium Sativum To Reduce Acute Pain In The Family Of Mrs. S With Hypertension At Talise Public Health Center, Palu City Afiatun; Rabiah; Indri Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9078

Abstract

Latar belakang Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah melebihi batas normal, yang mana sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, dan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. Penyakit ini sering dikenal the silent killer karena banyak orang tidak menyadari mereka memiliki hipertensi sampai mereka memeriksa tekanan darah di tempat layanan kesehatan. Tujuan dari penjelasan ini adalah untuk menggambarkan bagaimana terapi menggunakan allium sativum dilaksanakan pada keluarga Ny. S yang mengalami hipertensi dengan diagnosis nyeri akut Di Wilayah Kerja Puskesmas Talise. Metode penelitian kasus ini digunakan untuk mengatasi hipertensi dan nyeri akut pada pasien Ny. S. Pendekatan penelitian ini bersifat deskriptif dan bertujuan untuk menerapkan terapi dengan Allium sativum (bawang putih) bagi pasien yang mengalami hipertensi dan nyeri akut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai hasil dari penerapan terapi tersebut terhadap keluhan nyeri yang dirasakan oleh pasien. Hasil penelitian dan pembahsan Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pengobatan dengan Allium sativum (bawang putih) dalam menurunkan rasa sakit akut pada pasien yang mengalami hipertensi di Puskesmas Talise Kota Palu. Pada hari pertama penelitian, pasien bernama Ny. S menunjukkan tingkat nyeri yang tinggi, yang tercatat 8 pada skala VAS (Visual Analog Scale). Setelah melakukan intervensi menggunakan ramuan bawang putih selama tiga hari berturut-turut, pada hari ketiga, level nyeri pasien menurun secara signifikan hingga mencapai 3. Penurunan ini mengindikasikan bahwa terapi non-obat Allium sativum bisa efektif dalam meredakan nyeri akut pada pasien dengan hipertensi. Kesimpulan Dari penggunaan terapi Allium sativum untuk mengurangi rasa sakit akut pada pasien Ny. S yang memiliki hipertensi di Puskesmas Talise Kota Palu, dapat ditarik kesimpulan bahwa terapi dengan seduhan bawang putih terbukti berhasil dalam meredakan nyeri akut yang Pasien Ny. S mengalami penurunan tingkat nyeri dari 8 menjadi 3 pada skala VAS. Hal ini menunjukkan bahwa terapi ini berperan positif dalam mengurangi nyeri akut akibat hipertensi. Saran untuk meningkatkan efektivitas terapi adalah agar tenaga kesehatan memaksimalkan penggunaan terapi komplementer, seperti Allium sativum, dalam merawat pasien hipertensi, terutama bagi mereka yang mengalami nyeri akut.
Implementasi Kebijakan Penertiban Hewan Ternak (Studi Komparatif Kelurahan Tondo Dan Mamboro): Implementation Of Policy On Livestock Regulation (Comparative Study Of Tondo And Mamboro Villages) M Syukur; Syugiarto Syugiarto
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses implementasi kebijakan penertiban hewan ternak di kelurahan tondo dan kelurahan mamboro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif Penelitian ini melihat proses Implementasi Kebijakan Penertiban Ternak yang mana tertuang dalam Peraturan Daerah kota Palu Nomor 6 Tahun 2012. Tahap awal dalam penelitian ini yaitu melakukan penelitian dengan mewawancarai langsung aparat pemerintah kelurahan dan Masyarakat di kedua wilayah tersebut (Kelurahan Tondo dan Kelurahan Mamboro). Tahap selanjutnya yaitu melakukan studi komparatif terhadap dua hasil penelitian yang telah dilakukan. Adapun tahap terakhir yaitu melakukan analisis proses implementasi kebijakan penertiban hewan ternak di dua wilayah pemerintahan tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa permasalahan ternak berkeliaran di jalan raya merupakan isu yang kompleks dan menuntut penanganan multidimensi. Secara komparatif, Mamboro dapat dikatakan sedikit lebih maju dalam hal keterlibatan masyarakat dan inovasi kebijakan, namun baik Tondo maupun Mamboro masih menghadapi problem mendasar seperti lemahnya infrastruktur pendukung, penegakan hukum yang belum maksimal, serta kurangnya pendanaan khususnya untuk operasional penertiban dan pengadaan kandang komunal. Untuk mengatasi permasalahan ini, sangat direkomendasikan adanya penguatan edukasi dan sosialisasi, penegakan hukum yang konsisten tanpa mengabaikan aspek humanis, penyediaan fasilitas kandang secara kolektif, serta digitalisasi sistem pendataan ternak. Selain itu, revitalisasi nilai budaya gotong royong di masyarakat diperlukan agar pengelolaan ternak tidak lagi menjadi beban individu melainkan upaya bersama, demi menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan sejahtera bagi seluruh warga.
Analisis Trend Pertumbuhan, Efektivitas, Kontribusi dan Potensi Penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2020-2024: Analysis of Growth Trends, Effectiveness, Contributions and Potential of Regional Taxes and Regional Levies to the Original Regional Income of Banggai Islands Regency in 2020-2024 Liswan Rusman; Yofandi Dj, Himran; Mastia M Halimu
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan, efektivitas, kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah tahun 2020-2024 serta potensi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2025–2029. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis rasio pertumbuhan, rasio efektivitas, rasio kontribusi dan analisis trend (Least square method). Data yang digunakan adalah laporan realisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang diperoleh dari Badan Pendapatan, Keungan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan pajak daerah tahun 2020–2024 pertumbuhan positif namun fluktuatif, sementara tahun 2024 tumbuh negatif sebesar 3,39%. Pertumbuhan retribusi daerah mengalami pertumbuhan negatif, terus menurun secara signifikan mencapai 88,25% pada tahun 2024. Efektivitas pajak daerah tahun 2020-2025 dengan rata-rata efektivitas sebesar 101,26% dengan kategori sangat efektif. Efektivitas retribusi daerah tahun 2020-2024 dengan rata-rata 91,22% dengan kategori cukup efektif. Kontribusi pajak daerah tahun 2020-2024 dengan rata-rata sebesar 15,46% dengan kategori kurang. Kontribusi retribusi daerah tahun 2020-2024 dengan rata-rata sebesar 39,26% dengan kategori cukup. Potensi penerimaan pajak daerah diperkirakan terus meningkat per tahun sebesar Rp420.049.344,90, dan potensi penerimaan retribusi daerah per tahun diperkirakan mengalami penurunan sebesar Rp3.904.140.779,30.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 8: Agustus - 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue