cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
buletin_thpipb@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
Karakteristik fisikokimia serbuk minuman jahe merah instan dengan penambahan rumput laut (Kappaphycus alvarezii): Physicochemical characteristics of instant red ginger beverage powder with the addition of seaweed (Kappaphycus alvarezii) Afdhaliah, Nurul; Kusumaningrum, Indrati; Zuraida, Ita
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i3.47028

Abstract

Minuman jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) sebagai penghangat tubuh memiliki nilai fungsional lain dengan menambahkan Kappaphycus alvarezii sebagai sumber serat. Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh penambahan rumput laut K. alvarezii terhadap karakteristik fisikokimia dan penerimaan konsumen minuman jahe merah instan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan persentase bubur rumput laut (0, 20, 40, 60, dan 80%) terhadap rendemen, viskositas, derajat putih, daya larut, komposisi kimia, pH, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan K. alvarezii tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap nilai kesukaan panelis pada aroma, rasa, dan kekentalan kecuali warna, namun berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap karakteristik viskositas, daya larut, derajat putih, pH, kadar air, abu, dan serat kasar. Karakteristik fisikokimia serbuk minuman jahe merah K. alvarezii instan, yaitu viskositas 1,3-9,2 cP, derajat putih 64,82-76,82%, daya larut 99,46-99,69%, kadar air 1,33-2,86%, abu 0,41-0,62%, serat kasar 4,15-5,62% dan pH 6,30-7,05. Kadar air dan abu produk memenuhi syarat SNI minuman bubuk. Hasil uji hedonik konsumen meliputi warna 4,20-5,30; aroma 4,20-4,80; rasa 4,37-5,20 dan kekentalan 4,57-5,00.
Aplikasi serbuk daun mangrove (Rhizopora sp.) sebagai pengawet alami tali rami pada alat tangkap jaring ikan: Application of mangrove leaves powder (Rhizopora sp.) as a natural preservative for hemp rope in fishing gear Krisnafi, Yaser; Sumartini, Sumartini; Mardiah, Ratu Sari
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i1.47046

Abstract

Tali rami adalah bahan yang digunakan untuk membuat jaring pada alat tangkap. Sifat tali rami yang mudah busuk dan masa pakai yang singkat membuat tali ini kurang diminati oleh nelayan. Bahan pengawet digunakan untuk menambah usia pakai tali rami, salah satunya adalah daun mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh aplikasi serbuk daun mangrove Rhizophora sp. sebagai pengawet tali rami berdasarkan parameter kemuluran benang dan kuat putus. Daun mangrove Rhizophora sp. yang digunakan jenis daun muda dengan warna hijau tidak pekat. Serbuk daun mangrove Rhizophora sp. dianalisis proksimat dan fitokimia. Pengawetan tali rami terdiri atas perlakuan tanpa perendaman serbuk daun Rhizophora sp. (kontrol) dan perendaman 0,3; 0,5; 0,7; dan 0,9 kg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk daun mangrove Rhizophora sp. memiliki kadar air 6,31±0,06%; lemak 0,66±0,05%; abu 8,28±0,10%; protein 8,74±0,04%; serat kasar 15,25±0,05%; dan karbohidrat 65,76±0,05%. Serbuk daun mangrove Rhizophora sp. terdeteksi mengandung senyawa fenol, alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Perbedaan konsentrasi perendaman serbuk daun mengrove dapat memengaruhi (p<0,05) kuat putus basah , namun pada parameter lainnya (kadar air, kemuluran benang basah-kering), kuat putus kering dengan pemberian serbuk daun mangrove pada rentang konsentrasi 0,3-0,9 kg/L tidak berpengaruh signifikan.
Metaanalisis peranan teknologi proses pengolahan terhadap penurunan alergenisitas ikan: Meta-analysis on the role of food processing technology for fish allergenicity reduction Sujatmiko, Harumi; Palupi, Nurheni Sri; Wulandari, Nur
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.47344

Abstract

Food and Agriculture Organization (FAO) mengkategorikan ikan ke dalam salah satu dari delapan jenis bahan pangan yang umumnya menyebabkan reaksi alergi pada individu sensitif. Manifestasi klinis yang disebabkan alergi ikan bervariasi mulai dari gejala ringan hingga berat, bahkan sampai mengancam jiwa. Teknologi proses pengolahan terbukti dapat mengubah alergenisitas ikan dengan efektivitas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknologi proses pengolahan yang efektif dalam menurunkan alergenisitas ikan melalui metaanalisis. Diperoleh 12 artikel jurnal yang diseleksi berdasarkan diagram PRISMA. Data dianalisis menggunakan efek ukur standardized mean difference (SMD) dengan 95% confidence interval (95% CI). Teknologi proses pengolahan non-termal (ultraviolet radiation (UV-R) dan high-hydrostatic pressure (HHP)) serta reaksi Maillard memiliki efek signifikan dalam menurunkan alergenisitas ikan. Sementara itu, proses pengolahan termal konvensional tidak berpengaruh signifikan dalam menurunkan alergenisitas ikan. Nilai SMD menunjukkan bahwa aplikasi teknologi proses pengolahan non-termal paling efektif dalam menurunkan alergenisitas ikan. Pada tingkat seluler, teknologi proses pengolahan secara signifikan menurunkan pelepasan sitokin (IL-4 dan IL-13) dan mediator inflamasi (histamin, tryptase, dan b-heksosaminidase).
Karakteristik biskuit bayi dengan penambahan tepung jagung manis, tepung kacang merah, dan tepung ikan gabus : The characteristics of baby biscuits with the addition of sweet corn flour, red bean flour, and snakehead fish flour Siswanti, Siswanti; Delinda, Monika Vania; Parnanto, Nur Her Riyadi; Widowati, Dyah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i4.47665

Abstract

Biskuit bayi merupakan makanan pendamping air susu ibu (MPASI) yang dikonsumsi dengan penambahan air, susu, dan atau dikonsumsi langsung oleh bayi berusia >6 bulan. MPASI mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan nutrisi lainnya. Upaya diversifikasi biskuit bayi dilakukan dengan memanfaatkan tepung jagung manis (TJM) yang mengandung karbohidrat dan vitamin A sebagai alternatif pengganti tepung terigu. Protein berkontribusi dalam pertumbuhan bayi, sehingga kecukupannya dalam MPASI perlu dipenuhi melalui penambahan tepung kacang merah (TKM) dan tepung ikan gabus (TIG). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula terbaik penambahan TJM, TKM, dan TIG dalam pembuatan biskuit bayi berdasarkan parameter fisikokimia dan sensori. Biskuit bayi dihasilkan melalui penambahan tepung jagung manis, tepung kacang merah, dan tepung ikan gabus, yaitu F1 (kontrol), F2 (30:8:2), F3 (30:6:4), F4 (30:4:6), dan F5 (30:2:8). Parameter fisikokimia yang diamati meliputi analisis daya serap air, kelarutan, proksimat, kadar vitamin A, kalori, dan angka kecukupan gizi (AKG). Analisis sensori dilakukan untuk parameter warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan jumlah TKM dan peningkatan jumlah TIG menyebabkan peningkatan kadar air, abu, protein, dan vitamin A, serta penurunan daya serap air, kelarutan, kadar lemak, karbohidrat, dan kalori pada biskuit bayi. Biskuit bayi perlakuan F2 menunjukkan daya serap air 3,88±0,14 g/g, kelarutan 43,47±0,87%, nilai kalori 450,96 kkal, dan angka kecukupan gizi tertinggi 56,37% serta paling disukai panelis untuk semua parameter (warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall).
Nilai gizi, kadar kalsium, dan hedonik nuget ikan pari (Dasyatis sp.) dengan penambahan rumput laut latoh (Caulerpa sp.): Nutritional value, calcium content, and hedonic of nugget from stingray (Dasyatis sp.) with addition latoh seaweed (Caulerpa sp.) Fadlilah, Arina Nur; Ratnaningsih, Nani; Lastariwati, Badraningsih
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i6.47955

Abstract

Nuget merupakan salah satu diversifikasi produk pangan yang digemari masyarakat karena proses penyajianya yang cepat dan mudah. Nuget ikan pari (Dasyatis sp.) mengandung protein dan lemak yang tinggi. Inovasi produk nuget dengan kombinasi rumput laut (Caulerpa sp.) dapat menambah nilai gizi dan kadar kalsium, sehingga direkomendasikan sebagai bahan konsumsi harian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik nuget dengan kombinasi ikan pari dan rumput laut berdasarkan nilai gizi, kadar kalsium, dan kesukaan konsumen. Penelitian merupakan Research and Development dengan model 4D (define, design, development, and disseminate). Formula dalam pembuatan nuget menggunakan daging ikan pari dengan variasi penambahan rumput laut latoh yaitu 10, 15, dan 20%. Data dianalisis secara deskriptif dan uji paired t-Test untuk semua parameter organoleptik aspek ketampakan, warna, rasa, tekstur, dan keseluruhan. Formulasi terbaik yaitu penambahan Caulerpa sp. 20% dengan karakteristik teksturnya padat, rasanya gurih, dan aroma tidak amis. Kandungan gizi nuget ikan pari dan rumput laut latoh per 100 g terdiri atas karbohidrat 22,24 g, protein 11,37 g, lemak 9,21 g, energi 217,31 kkal, dan kalsium 235,99 mg. Uji organoleptik menunjukkan nilai rata-rata pada parameter keseluruhan nuget ikan pari dan rumput laut latoh sebesar 4,15 yang termasuk dalam kategori suka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nuget ikan pari dan rumput laut latoh dapat dijadikan produk makanan yang tinggi gizi.
Karakteristik fisikokimia dan mutu hedonik es krim dengan penambahan bubur rumput laut: Physicochemical characteristics and hedonic quality of ice cream with the addition of Kappaphycus alvarezii Irawan, Irman; Ardhanawinata, Adlina; Khasanah, Uswatun; Diachanty, Seftylia; Zuraida, Ita
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i2.48012

Abstract

Kappaphycus alvarezii telah banyak digunakan dalam berbagai olahan makanan, salah satunya es krim. Aplikasi K. alvarezii pada es krim biasanya dalam bentuk karagenan dan tepung yang berfungsi sebagai pengemulsi dan penstabil. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan karakteristik fisikokimia dan tingkat penerimaan konsumen es krim dengan formulasi penambahan bubur K. alvarezii konsentrasi berbeda. Pembuatan es krim dilakukan dengan penambahan bubur K. alvarezii konsentrasi 0; 3,69; 7,09; 10,27; 13,25; dan 16,03%. Parameter yang diamati meliputi overrun, melting rate, viskositas, total solid, pH, dan hedonik. Uji hedonik dilakukan pada atribut ketampakan, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubur K. alvarezii dengan konsentrasi berbeda pada es krim memberikan pengaruh nyata (p<0,05) pada parameter overrun, melting rate, viskositas, total solid, dan uji hedonik, namun tidak berbeda nyata pada nilai pH. Karakteristik es krim menunjukkan nilai overrun 45,98–80,89%; melting rate 5,21-8,55 menit; viskositas 42,55-79,00 dpa’s; total solid 46,90-53,53%; dan pH 5,74-5,88. Hasil uji hedonik es krim menunjukkan ketampakan dengan nilai 6,68 (agak suka)-7,55 (sangat suka); aroma 5,90 (agak suka)-7,43 (suka); rasa 6,30 (agak suka)-7,75 (sangat suka); dan tekstur 5,83 (agak suka)-7,68 (sangat suka).
Aktivitas antioksidan DPPH dari ekstrak rumput laut dengan kajian metaanalisis: Antioxidant activity of DPPH from seaweed extract using meta analysis study Rakhmawati, Ida Ayu Iska; Sukarno, Sukarno; Sitanggang, Azis Boing
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.48087

Abstract

Rumput laut merupakan komoditas perikanan yang memiliki bioaktivitas sebagai antioksidan dan dimanfaatkan sebagai sumber pangan fungsional. Antioksidan alami semakin diminati karena dinilai memiliki tingkat keamanan lebih baik. Aktivitas antioksidan dari rumput laut dengan metode pengujian 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) pada beberapa tahun terakhir telah dilaporkan, namun didapatkan hasil yang berbeda-beda. Oleh karena itu, diperlukan teknik analisis dan penarikan kesimpulan data dari berbagai literatur dengan meta-analisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan tertinggi pada ekstrak rumput laut berdasarkan jenis rumput laut, habitat, metode ekstraksi, dan jenis pelarut melalui kajian meta-analisis. Penelitian ini dilakukan dengan tahap perumusan pertanyaan penelitian, penentuan kriteria inklusi dan eksklusi, pencarian dan penyeleksian artikel, ekstraksi data, pengolahan data, dan interpretasi hasil meta-analisis. Analisis data secara kuantitatif menggunakan software OpenMEE. Kajian meta-analisis dari 14 artikel terpilih menghasilkan nilai overall effect size (SMD) bernilai negatif (-10.563) yang menunjukkan aktivitas antioksidan asam askorbat lebih tinggi secara signifikan dibandingkan rumput laut dan nilai heterogenitas tinggi sehingga dilakukan analisis subgroup. Hasil analisis subgroup menunjukkan aktivitas antioksidan terbaik pada jenis rumput laut merah, habitat di India, metode ekstraksi soxhlet, dan jenis pelarut etanol 95%. Hasil uji Rosenthal menunjukkan penelitian ini tidak terdapat bias publikasi
Penambahan tinta cumi-cumi (Loligo sp.) untuk memperbaiki karakteristik cuko pempek instan: Addition of squid (Loligo sp.) ink to improve instant cuko pempek characteristics Wulandari, Erina; Agustini, Tri Winarni; Fahmi, Akhmad Suhaeli
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i1.48282

Abstract

Cuko pempek merupakan saus khas Palembang yang memiliki cita rasa asam, manis, dan pedas. Cuko pempek dapat dibuat dalam bentuk instan (bubuk) untuk menyediakan produk yang lebih tahan lama, praktis, dan mudah didistribusikan. Tujuan penelitian yaitu menentukan formulasi terbaik penambahan tinta cumi-cumi terhadap karakteristik kimia, fisik, dan hedonik cuko pempek instan. Cuko pempek instan dibuat dengan perlakuan penambahan tinta cumi-cumi konsentrasi 0, 3, 5, dan 7% (v/v). Proses pengeringan cuko pempek instan menggunakan metode foam-mat drying dengan putih telur 30% dan maltodekstrin 10% pada suhu 60℃ selama 4-8 jam. Parameter yang dianalisis meliputi kadar asam glutamat, air, protein, warna, kelarutan, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tinta cumi-cumi memiliki pengaruh nyata (p<0,05) terhadap karakteristik cuko pempek instan berdasarkan parameter kadar asam glutamat, air, protein, warna, dan uji hedonik pada parameter aroma dan rasa. Formulasi cuko pempek instan terbaik berdasarkan indeks efektivitas adalah penambahan tinta cumi-cumi 7%, yaitu kadar asam glutamat 3,55±0,01%, air 3,89±0,20%, protein 11,78±0,19% (bk), kecerahan (L*) 55,26±0,37, redness (a*) -3,43±0,09, yellowness (b*) 11,44±0,17, kelarutan 86,11±2,92%, dan rata-rata uji hedonik 3,10±0,29 dari skala 4,00.
Optimasi formula nori like product dari Ulva spp., Gracilaria sp. dan gliserol menggunakan metode mixture design : Optimization of nori like product formulation from Ulva spp., Gracilaria sp., and glycerol using mixture design method Sihono, Sihono; Sinurat, Ellya; Fateha, Fateha; Supriyanto, Agus; Suryaningrum, Theresia Dwi; Nurhayati, Nurhayati; Fransiska, Dina; Utomo , Bagus Sediadi Bandol; Subaryono, Subaryono; Sedayu, Bakti Berlyanto; Waryanto, Waryanto; Nurjanah, Nurjanah; Ramadhan, Wahyu; Fadillah, Hafidz Maulana; Muzayyanah, Alief Laily
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.48337

Abstract

Nori merupakan produk olahan rumput laut Phorphyra spp. yang berbentuk lembaran kering dan memiliki cita rasa khas. Nori kaya akan protein dan disukai konsumen. Tingkat konsumsi nori di Indonesia yang tinggi berdampak pada nilai impor nori yang meningkat tiap tahunnya. Rumput laut Phorphyra spp. sebagai bahan baku nori hanya tumbuh di perairan sub tropis. Pengembangan nori dari rumput laut lokal Indonesia perlu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan produk impor dan meningkatkan nilai tambah rumput laut local. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan formula terbaik nori like product dari Ulva spp, Gracilaria sp., dan gliserol menggunakan metode mixture design berdasarkan mutu fisik dan sensori. Penelitian dilakukan dalam 4 tahap, yaitu pembuatan rancangan formulasi nori dengan Design Expert 13® dan penentuan respon, pembuatan nori, analisis respon yang ditentukan, dan optimasi formula yang direkomendasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada respon sifat fisik, komposisi Ulva spp, Gracilaria sp., dan gliserol serta interaksi antar komponen tidak memengaruhi nilai ketebalan nori, namun secara signifikan memengaruhi nilai kuat tarik dan pemanjangan. Hasil respon terhadap nilai sensori, komposisi Ulva spp, Gracilaria sp., dan gliserol serta interaksi antar komponen tidak memengaruhi nilai warna, kenampakan, dan aroma, namun secara signifikan memengaruhi nilai tekstur dan rasa. Komposisi Ulva spp, Gracilaria sp., dan gliserol serta interaksi antar komponen tidak memengaruhi nilai warna kecerahan (L*), namun secara signifikan memengaruhi nilai redness (a*) dan yellowness (b*). Formula nori like product terbaik adalah Ulva spp 26,9%, Gracilaria sp. 4,9%, dan gliserol 2,2%.
Karakteristik kimia dan keamanan mikroba tepung ikan teri hitam (Stolephorus commersonii): Chemical characteristics and microbial safety of commerson’s anchovy meal (Stolephorus commersonnii) Litaay, Christina; Indriati, Ashri; Andriansyah, Raden Cecep Erwan; Novianti, Fithria; Purwandoko, Pradeka Brilyan; Rahman, Nurhaidar; Nuraini, Laela; Rahman, Nurhamidar; Hidayat, Taufik
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.48355

Abstract

Ikan teri hitam (Stolephorus commersonii) merupakan jenis ikan pelagis kecil yang bernilai gizi tinggi. Ikan teri hitam memiliki nilai ekonomi yang tinggi, namun pemanfaatannya masih bersifat tradisional. Peningkatan nilai tambah ikan teri hitam dapat dilakukan melalui diversifikasi produk dalam bentuk tepung ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik tepung ikan teri hitam berdasarkan komposisi kimia, kandungan mineral, dan cemaran mikroba. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen pengolahan tepung ikan menggunakan modifikasi media perendaman air pada suhu 25oC, selama 15 menit. Parameter yang diuji yaitu analisis proksimat, mineral (besi, magnesium, dan kalsium), dan cemaran mikroba (Angka Lempeng Total (ALT), kapang khamir, dan Escherichia coli). Hasil analisis menunjukkan bahwa tepung ikan teri mengandung kadar protein 70,16%, air 9,62%, abu 14,85%, dan lemak 4,55%. Kadar besi (5,99 mg/g), magnesium (163,565 mg/g), dan kalsium (6179,95 mg/g). Cemaran mikroba Angka Lempeng Total (ALT) sebesar 1,15 koloni/g, kapang khamir <10 koloni/g, dan Escherichia coli negatif.

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 11 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(11) Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9) Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8) Vol. 28 No. 7 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(7) Vol. 28 No. 6 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(6) Vol. 28 No. 5 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(5) Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4) Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3) Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2) Vol. 28 No. 1 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(1) Vol. 28 No. 10 (2025) Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12) Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11) Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10) Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9) Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8) Vol. 27 No. 7 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(7) Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6) Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5) Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4) Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3) Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2) Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1) Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3) Vol. 26 No. 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 1 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(1) Vol 25 No 3 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(3) Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2) Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1) Vol 24 No 3 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(3) Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2) Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(3) Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(2) Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1) Vol 22 No 3 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol. 21 No. 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 21 No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 1 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15 No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11 No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11 No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue