cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
buletin_thpipb@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
Karakteristik body scrub kombinasi rumput laut hijau dan serbuk kunyit: Characteristics of body scrub from combination of green seaweed and turmeric powder Pratama, Ginanjar; Yanuarti, Rini; Munandar, Aris; Aditia, Rifki Prayoga
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.46062

Abstract

Body scrub merupakan salah satu kosmetik untuk mengangkat sel kulit mati. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kombinasi perlakuan terbaik rumput laut Boergesenia forbesii dan serbuk kunyit sebagai bahan baku body scrub. Konsentrasi rumput laut B. forbesii dan serbuk kunyit yang digunakan adalah perbandingan 1:1, 1:2, 2:1, dan kontrol. Jenis pengujian yang dilakukan, yaitu tipe emulsi, centrifugal test, homogenitas, kelembapan, pH, dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan produk body scrub termasuk tipe minyak dalam air (O/W), stabil, tidak homogen, lebih lembap, dan memiliki pH yang sesuai (5,58-6,67). Pengamatan organoleptik pada ketampakan, warna, dan aroma menunjukkan penilaian agak suka sampai suka. Perlakuan terbaik pada body scrub kombinasi rumput laut B. forbesii dan serbuk kunyit (2:1) berdasarkan uji obyektif dan organoleptik.
Purifikasi fikosianin dari Spirulina platensis hasil intervensi kemangi (Ocimum basilicum) pada konsentrasi amonium sulfat berbeda: Purification of phycocyanin from Spirulina platensis with basil (Ocimum basilicum) intervention on different ammonium sulphate concentration Agustini, Tri Winarni; Dewi, Eko Nurcahya; Afifah, Diana Nur; Yuliani, Yuliani
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.46208

Abstract

Spirulina platensis merupakan kelompok ganggang hijau biru berserabut yang mengandung senyawa fikobiliprotein. Fikosianin merupakan komplek pigmen-protein paling tinggi pada fikobiliprotein. Fikosianin memiliki nilai komersial yang paling dominan pada industri makanan, kosmetik maupun obat-obatan. Purifikasi fikosianin merupakan suatu proses peningkatan kemurnian dan salah satu cara untuk meningkatkan aktivitas spesifik fikosianin. Ocimum basilicum atau kemangi adalah tumbuhan yang mengandung azulene yang merupakan senyawa hidrokarbon aromatik yang berwarna biru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh intervensi kemangi dan tingkat saturasi pengendapan amonium sulfat pada proses purifikasi fikosianin S. platensis terhadap indeks kemurnian, kandungan fikosianin, recovery, dan total protein. Metode purifikasi fikosianin yang digunakan adalah metode multistep yang terdiri dari ekstraksi S. platensis tanpa intervensi dan intervensi kemangi, pengendapan dengan amonium sulfat pada tingkat saturasi (0-20%), (20-50%), (50-70%), (70-90%), dan ultrafiltrasi (DF/UF). Hasil penelitian menunjukkan tingkat saturasi terbaik pada tahap purifikasi dengan pengendapan amonium sulfat untuk sampel tanpa intervensi sebesar 50% dan intervensi sebesar 70%. Fikosianin hasil intervensi kemangi memiliki nilai kemurnian dan kandungan fikosianin yang lebih tinggi dibandingkan sampel tanpa intervensi pada setiap tahapan purifikasi. Nilai kemurnian pada tahap purifikasi akhir sebesar 2,54 AU untuk sampel tanpa intervensi dan 2,57 AU untuk sampel intervensi kemangi. Perlakuan intervensi maupun tanpa intervensi daun kemangi pada S. platensis dapat menurunkan nilai recovery dan total protein pada setiap tahap purifikasi.
Pengaruh waktu pemanasan dan pengasaman terhadap kadar albumin ekstrak ikan gabus : The effect of long heating and aciditing time on albumin levels in snakehead fish extract Yuniati, Renni; Nurtari, Rahma Yulia; Annaafi, Alviona Denti; Priguna, Tangkas Mukti; Anggita, Vinka Dwi; Kusumaningrum, Novi; Saraswati, Indah; Muslimin, Muslimin; Putra, Farmaditya Eka; Hardian, Hardian
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i2.46448

Abstract

Snakehead fish, specifically the Channa striata species, are known to have an abundance of albumin. However, there is limited information available regarding alterations in the properties of snakehead fish extracts that have undergone high heat and acid treatment. This presents a compelling research area for further exploration and study. The aim of this study was to determine the optimal portion of the fish and to examine the effect of heating and acidification time on albumin concentration in snakehead fish. The method employed in this study involved heating samples at 70 °C for 0, 15, and 30 min and subjecting them to acidification at pH 1, 4, and 7. The extraction process was conducted using centrifugation at a speed of 6,000 rpm for 60 minutes, followed by absorbance measurement at a wavelength of 280 nm using a UV-Vis spectrophotometer to evaluate the properties of protein extracts.The relationship between albumin levels and protein levels is one of direct proportionality.According to recent studies, snakehead fish extract is a safe and effective topical treatment for skin conditions, with a pH level ranging from 4.5 to 6.5. Furthermore, snakehead meat is a rich source of albumin, containing approximately 22.4 mg of protein per 100 g. The absorbance exhibited a more substantial rise at a temperature of 70oC over a 15-minute period and in a highly acidic environment (pH 1.0). Snakehead fish protein extract is less stable and more susceptible to denaturation than standard bovine serum albumin (BSA).
Isolasi heparin dari jeroan ikan tuna (Thunnus sp.) : Isolation of heparin from tuna viscera (Thunnus sp.) Hardiningtyas, Safrina Dyah; Kartika, Hanin Bela; Tarman, Kustiariyah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.46634

Abstract

Ikan tuna merupakan komoditas penting Indonesia dengan nilai produksi yang meningkat setiap tahun. Pengolahan ikan tuna menghasilkan limbah 50-70%. Jeroan merupakan limbah yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biomaterial baru, contohnya heparin. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan komponen heparin dari beberapa bagian jeroan ikan tuna, yaitu hati, lambung, usus dan sekum pilorus. Ekstraksi heparin dilakukan dengan metode enzimatis menggunakan enzim papain. Ekstrak kasar heparin dipurifikasi lebih lanjut dengan fraksinasi aseton. Gugus fungsi heparin murni dianalisis menggunakan FTIR spektrofotometer dan kandungan heparin ditentukan menggunakan sulfate GAG assay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usus dan sekum pilorus menghasilkan rendemen ekstrak sebesar 0,66±0,06% dengan kandungan heparin 43%. Heparin murni dari jeroan ikan tuna memiliki gugus fungsi penciri senyawa heparin, yaitu karboksil, asetil, hidroksil, siklus ester, dan atom N tersulfasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa jeroan ikan tuna dapat menjadi alternatif sumber heparin.
Karakteristik serum wajah dari sediaan filtrat rumput laut Eucheuma cottonii dan Ulva lactuca: Characteristics of facial serum from seaweed filtrate of Eucheuma cottonii and Ulva lactuca Nusaibah, Nusaibah; Muhammad, Taufik; Pangestika, Widya; Siregar, Arpan Nasri; Utami, Kamilia Dwi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.46874

Abstract

Kulit membutuhkan antioksidan untuk menangkal radikal bebas yang di antaranya berasal dari polusi udara dan paparan sinar ultraviolet. Rumput laut Eucheuma cottonii dan Ulva lactuca dikenal memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi. Produk perawatan kulit salah satunya serum dapat dijadikan alternatif dalam mengurangi permasalahan pada kulit melalui penambahan bahan aktif dari rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik dan pengaruh penambahan E. cottonii dan U. lactuca terhadap karakteristik produk serum wajah melalui parameter uji hedonik, pH, kelembapan, homogenitas, viskositas, dan aktivitas antioksidan. Perlakuan dalam penelitian dibagi menjadi empat, yaitu serum tanpa penambahan filtrat rumput laut (F0), serum dengan penambahan filtrat E. cottonii (F1), serum dengan penambahan filtrat U. lactuca (F2), dan serum kombinasi filtrat E. cottonii dan U. lactuca (F3). Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dan one way ANOVA. Penambahan filtrat E. cottonii dan U. lactuca dapat memengaruhi nilai antioksidan, hedonik, homogenitas, pH, viskositas, dan kelembapan pada produk serum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula serum terbaik diperoleh pada perlakuan penambahan filtrat E. cottonii (F1) dengan aktivitas antioksidan (IC50) sebesar 299,29 µg/mL, kelembapan 58,42%, nilai pH 6,25, viskositas 276,71 cP dan paling disukai oleh panelis berdasarkan parameter ketampakan, warna, aroma, tekstur, dan homogenitas.
Karakteristik mutu siomai ikan toman (Channa micropeltes) selama penyimpanan: The quality characteristics of Indonesian snakehead (Channa micropeltes) fish shumai on storage Aryani, Aryani; Evnaweri, Evnaweri; Aprilianita, Rahma
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i1.46906

Abstract

Ikan toman merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis dan bergizi tinggi. Siomai ikan termasuk produk yang mudah mengalami kemunduran mutu mikrobiologis sehingga memiliki daya simpan yang rendah. Bubuk kayu manis berpotensi menghambat kerusakan mutu siomai karena memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk menentukan karakteristik mutu siomai ikan toman dengan penambahan bubuk kayu manis 1% dari berat ikan berdasarkan parameter kadar air, pH, angka lempeng total (ALT), dan organoleptik selama penyimpanan 0, 1, 2, dan 3 hari. Parameter kimiawi, mikrobiologis, dan organoleptik diamati setiap hari pada hari ke-0, 1, 2, dan 3 dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air siomai ikan toman selama penyimpanan berkisar antara 54,30 – 56,62 %; pH 6,07 – 6,20; TPC 0,1×104 - 15.167×104 cfu/mL. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa penerimaan panelis terhadap seluruh parameter yang diamati menurun seiring bertambahnya hari penyimpanan.
Potensi ulvan dari Ulva lactuca sebagai sumber antioksidan: Potential of ulvan from Ulva lactuca as an antioxidant source Jacoeb, Agoes Mardiono; Abdullah, Asadatun; Hakimah, Siti Nur
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i3.46950

Abstract

Dinding sel Ulva lactuca menghasilkan ulvan yang merupakan hidrokoloid bersulfat dan berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh lama pemanasan dalam autoklaf (15 dan 20 menit; 121℃) terhadap rendemen, kadar gula dan sulfat, serta aktivitas antioksidan ulvan. Rendemen ulvan, kandungan gula dan sulfat diukur masing-masing dengan metode gravimetri dan spektrofotometri. Ekstrak kering oven diuji gugus fungsi dan antioksidannya menggunakan FTIR dan metode DPPH. Ulvan hanya bisa dihasilkan melalui ekstraksi pada suhu 121℃ waktu 15 menit. Ekstrak kering ulvan memberikan rendemen 1,98%, kandungan gula total 46,06±0,16% dan kadar sulfat 21,53±1,16%. Spektrum FTIR menunjukkan adanya bilangan gelombang 850 dan 790 cm-1 yang merupakan ciri ulvan. Uji DPPH menghasilkan IC50 sebesar 469 ppm, yang tergolong sebagai antioksidan lemah.
Kandungan nutrien dan fitohormon rumput laut cokelat dari Perairan Pulau Lemukutan Kalimantan Barat: Nutrient and phytohormone of Sargassum polycystum and Padina australis from Lemukutan Island Waters West Kalimantan Sofiana, Mega Sari Juane; Mardini, Delvia Devi; Safitri, Ikha; Warsidah, Warsidah; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i4.46965

Abstract

Pulau Lemukutan merupakan salah satu pulau kecil di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Bengkayang, Kalimantan Barat. Keanekaragaman hayati di perairan pulau ini cukup tinggi dan melimpah, salah satunya adalah rumput laut. Rumput laut cokelat jenis Sargassum polycystum dan Padina australis paling banyak ditemukan di perairan ini dengan pemanfaatannya yang kurang optimal. Rumput laut cokelat telah banyak dilaporkan memiliki zat pengatur tumbuh (ZPT), mineral, dan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai biostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pH terbaik (asam, basa, dan netral) dalam mengekstrak kandungan nutrien dan fitohormon pada rumput laut S. polycystum dan P. australis asal perairan Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Nutrien tersebut diekstrak dari rumput laut dengan pH yang berbeda, yaitu 3, 7 dan 9. Ekstraksi dilakukan pada kondisi asam (SA dan PA), netral (SN dan PN) dan basa (SB dan PB). Kandungan nutrisi (N, P, K) dianalisis mengacu pada AOAC (Association of Official Analytical Chemist). Analisis fitohormon dilakukan dengan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Konsentrasi N, P dan K tertinggi yaitu 0,14% (SN dan PN); 0,03% (SA) dan 0,59% (SB). Hasil ini menunjukkan nutrien tertinggi terkandung pada S. polycystum dibandingkan P. australis. Fitohormon tertinggi terkandung pada S. polycystum, yaitu auksin 8,40 mg/g dan zeatin 17,99 mg/g.
Potensi antioksidan dari teripang berunok (Paracaudina australis): Antioxidant potency of transparent sea cucumber (Paracaudina australis) Sukmiwati, Mery; Karnila, Rahman; Putri, Dea Arsifah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i2.46969

Abstract

Teripang kaya akan senyawa aktif yang berpotensi sebagai sumber antioksidan. Salah satu jenis teripang yang ditemukan di Indonesia adalah berunok (Paracaudina australis). Faktor yang memengaruhi hasil ekstraksi di antaranya waktu ekstraksi, jenis pelarut, dan jumlah sampel. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan waktu ekstraksi terbaik pada berunok melalui parameter rendemen dan aktivitas penghambatan antioksidan. Ekstraksi berunok dilakukan pada waktu yang berbeda, yaitu 48, 72, dan 96 jam dengan pelarut metanol. Parameter yang dianalisis meliputi identifikasi proporsi berunok, rendemen, uji fitokimia, dan aktivitas antioksidan melalui metode Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP). Analisis data yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan waktu ekstraksi berbeda. Hasil penelitian menunjukkan proporsi bagian tubuh berunok yaitu isi perut 88%, bagian daging dan kulit 12%. Berunok terdeteksi memiliki senyawa aktif flavonoid, terpenoid, steroid, saponin, alkaloid, dan fenolik. Waktu ekstraksi selama 96 jam merupakan perlakuan terbaik dengan nilai rendemen tertinggi sebesar 7,90% dan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 648,24 ppm. Aktivitas antioksidan yang terdapat pada berunok dengan perlakuan waktu ekstraksi berbeda tergolong sangat lemah.
Aktivitas antioksidan dan total fenol rumput laut Sargassum sp. dari Perairan Simeulue Aceh : Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Seaweed Sargassum in Simeulue Water, Aceh Erniati, Erniati; Syahrial, Syahrial; Erlangga, Erlangga; Imanullah, Imanullah; Andika, Yudho
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i3.46981

Abstract

Sargassum sp merupakan jenis rumput laut yang tumbuh subur secara alami di perairan Indonesia, termasuk di Perairan Simeulue, Provinsi Aceh. Sargassum sp. mengandung berbagai senyawa bioaktif yaitu fenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Sargassum sp. di Perairan Simeulue belum dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dan belum ada laporan ilmiah tentang total fenol dan aktivitas antioksidan dari rumput laut tersebut. Tujuan penelitian ini menentukan aktivitas antioksidan dan total fenol Sargassum sp yang terdapat di Perairan Simeulue. Metode penelitian meliputi pengambilan sampel rumput laut, preparasi dan ekstraksi sampel rumput laut, uji fitokimia, analisis total fenol dan analisis aktivitas antioksidan rumput laut. Analisis data menggunakan analisis regresi linear untuk melihat hubungan total fenol dengan aktivitas antioksidan DPPH Sargassum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total fenol dan aktivitas antioksidan lima jenis rumput laut genus Sargassum (S. muticum, S. binderi, S. crassifolium, S. granuliferum, S. fluitans) di Perairan Simeulue menunjukkan nilai yang bervariasi. Total fenol 7,45-9,02 mg GAE/g dengan nilai tertinggi terdapat pada S. binderi dan nilai terendah pada S. fluitans. Aktivitas antioksidan 74,7-152,4 μg/mL dengan nilai tertinggi terdapat pada S. binderi, sedangkan nilai terendah terdapat pada S. fluitans. Hasil analisis korelasi (R2 = 0,9059) menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan rumput laut genus Sargassum berhubungan erat dengan total fenol. Kelima spesies rumput laut Sargassum di Perairan Simeulue mempunyai aktivitas antioksidan yang kuat (74,7-152,4 μg/mL) sehingga berpotensi dikembangkan sebagai antioksidan.

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 11 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(11) Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9) Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8) Vol. 28 No. 7 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(7) Vol. 28 No. 6 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(6) Vol. 28 No. 5 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(5) Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4) Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3) Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2) Vol. 28 No. 1 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(1) Vol. 28 No. 10 (2025) Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12) Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11) Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10) Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9) Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8) Vol. 27 No. 7 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(7) Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6) Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5) Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4) Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3) Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2) Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1) Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3) Vol 26 No 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol. 26 No. 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 1 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(1) Vol 25 No 3 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(3) Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2) Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1) Vol 24 No 3 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(3) Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2) Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(3) Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(2) Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1) Vol 22 No 3 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol. 21 No. 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 21 No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 1 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15 No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11 No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11 No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue