cover
Contact Name
Nursan
Contact Email
mnursan@yahoo.co.id
Phone
+6281915849785
Journal Mail Official
jurnal.agroteksos@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agroteksos
Published by Universitas Mataram
ISSN : 08528268     EISSN : 26854368     DOI : https://doi.org/10.29303/agroteksos
Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang terbit 3 kali dalam setahun. Untuk peningkatan kualitas, Agroteksos telah menggunakan sistem jurnal online OJS 3. Agroteksos adalah Jurnal Ilmiah Pertanian yang memuat tulisan-tulisan hasil penelitian dan gagasan ilmiah di bidang Ilmu Pertanian, yang meliputi aspek Agronomi (termasuk kajian Pemuliaan, Produksi dan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Tanah), Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian ( Agroteksos). Agroteksos diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember). Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, baik dari universitas maupun luar universitas, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 480 Documents
EVALUASI KERAGAMAN GENETIK DAN HERITABILITAS BEBERAPA GENOTIPE PADA MUTAN (M3) PADI BERAS HITAM GALUR G10 Alpian, Ahmad Zamroni; Suliartini, Ni Wayan Sri; Ujianto, Lestari; Putri, Dwi Noorma
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.964

Abstract

Keragaman genetik, fenotipe dan heritabilitas sangat penting diketahui dalam melakukan seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik, fenotipe dan heritabilitas beberapa genotipe pada mutan (M3) padi beras hitam galur G10. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan di lapangan. Percobaan dilaksanakan pada bulan Maret sampai November 2022 diesa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 10 perlakuan (7 genotipe galur G10 generasi ketiga, 3 perlakuan sebagai pembanding). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 30 unit percobaan. Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA); selanjutnya dihitung nilai keragaman genetik, fenotipik dan heritabilitas. Hasil menunjukkan, bahwa keragaman genetik kriteria luas pada semua karakter kecuali bobot 100 butir, dan bobot gabah hampa per rumpun, sedangkan keragaman fenotipik semua karakter menunjukkan kriteria tergolong luas. Heritabilitas kriteria tinggi diperoleh pada karakter umur panen, tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, dan warna perikarp butir biji padi. Heritabilitas kriteria sedang pada karakter jumlah anakan non produktif, jumlah gabah berisi per malai, bobot gabah berisi per rumpun, dan bobot gabah hampa per rumpun Heritabilitas kriteria rendah pada karakter jumlah gabah hampa per malai dan bobot 100 butir.
PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK AIR BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK DAGING AYAM BROILER BAGIAN DADA Sihmawati, Rini Rahayu; Mahayani, Anak Agung Putu Sri; Mubarok, Muhammad Ismail
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1201

Abstract

Daging ayam merupakan salah satu bahan pangan yang berasal dari hewan yang paling populer sebab mengandung nutrisi yang tinggi, rasa dan aroma yang enak, tekstur yang lunak, serta harga yang terjangkau. Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagaianti mikroba yang dapat menjadi bahan pengawet alami. Saponin dan flavonoid merupakan kandungan kimia yang terdapat di bunga kecombrang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak air bunga kecombrang terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik daging ayam broiler bagian dada. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan, apabila hasl menujukkan signifikan, maka akan di uji menggunakan BNT.Parameter sifat fisik meliputi tekstur menggunakan penetrometer, kimia meliputi uji pH dan organoleptik meliputi warna dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak air bunga kecombrang sebanyak 60 ml (P4) dapat menurunkan pH dan tekstur yang terbaik, tetapi pada organoleptik hasil terbaik kesukaan panelis terdapat pada perlakuan penambahan ekstrak air sebanyak 15 ml (P1). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar pH semakin menuruntetapi tidak berbeda signifikan (P>0,05) terhadap semua perlakuan. Hasil tekstur berbeda signifikan (P<0,05) dan organoleptik sangat signifikan (P<0,05) terhadap warna dan aroma, pada perlakuanpenambahan ekstrak air sebanyak 60 ml (P4) merupakan sampelyang tidak disukai oleh panelis.
PENERAPAN STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS SELADA PT KEBUN SAYUR INDONESIA DENGAN PENDEKATAN BMC DAN SWOT Sormin, Jasno Bonatua; Sumanto, Natalia Lusianingsih; Nasution, Amelira Haris
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1178

Abstract

PT Kebun Sayur Indonesia merupakan usaha yang bergerak di bidang produksi dan pemasaran sayur dan buah hidroponik. Selada keriting merupakan produk unggulan karena memiliki potensi pasar yang baik, namun rentan mengalami kerusakan fisik akibat kegiatan pengiriman dari kebun ke gudang. Hal ini menyebabkan timbulnya selada keriting yang tidak layak jual (limbah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model dan strategi bisnis selada keriting hidroponik, mengetahui faktor internal dan eksternal yang memengaruhi bisnis selada keriting, dan mengetahui strategi pengembangan bisnis baru untuk PT Kebun Sayur Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan di PT Kebun Sayur Indonesia terletak di Amplas Trade Centre blok B9, JL Panglima Denai, Kec Medan Amplas, Kota Medan. Model bisnis disusun menggunakan Business Model Canvas (BMC) dan analisis IFAS-EFAS menggunakan SWOT. Hasil penelitian dengan BMC menunjukkan bahwa selada keriting PT Kebun Sayur Indonesia sudah memenuhi 9 aspek BMC namun masih perlu dikembangkan untuk menunjang perkembangan bisnis yang signifikan. Hasil analisis SWOT menunjukkan bisnis berada di kuadran 1 yang berarti bisnis progresif dengan peluang dan kekuatan yang baik, dimana strategi dalam kondisi ini memanfaatkan penjualan selada yang ada untuk meningkatkan pertumbuhan dan mengembangkan bisnis dengan pasar baru. Berdasarkan matriks SWOT telah dikelompokkan usulan strategi, berupa grading afkir sayur selada.
APLIKASI BIOCHAR DAN KOMBINASI PEMULSAAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) PADA TANAH VERTISOL DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Darmawan, Edi; Mulyati, Mulyati; Dewi, Rika Andrianti Sukma
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1254

Abstract

Biochar adalah padatan kaya kandungan karbon yang merupakan hasil konversi dari biomas melalui proses phirolisis atau proses yang terlibat dalam pembakaran minim oksigen hingga menjadi arang. Mulsa merupakan bahan yang digunakan di atas permukaan tanah dan berfungsi menghindari kehilangan air dan penguapan dan menekan perubahan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau terhadap aplikasi Biochar dan kombinasi Pemulsaan pada tanah Vertisol di Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juli 2024 pada tanah Vertisol Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor utama, yaitu dosis biochar (tanpa biochar, 10 ton/ha, dan 20 ton/ha) dan jenis mulsa (tanpa mulsa, mulsa plastik, dan mulsa organik), dengan total 24 petak percobaan. Parameter yang diukur antara lain C-Organik, pH, N-Total, tinggi tanaman, jumlah daun, bunga dan berat 100 biji. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dengan menggunakan minitab, dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dilakukan pada taraf nyata 5% untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antar perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan biochar sekam padi dikombinasikan dengan mulsa jerami padi memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat kimia tanah Vertisol, Selain itu, kombinasi ini juga berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan kacang hijau, seperti tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, dan berat 100 biji.
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT Pennisetum purpureum Cv. Mott DENGAN PEMBERIAN ABU SEKAM PADI DI LAHAN KERING R, Nuryadin; Amrullah, Amrullah; Hamdani, Asrul; Sukarne, Sukarne
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1144

Abstract

Rumput Pennisetum purpureum cv Mott merupakan jenis rumput yang mempunyai produktivitas dan kandungan gizi yang cukup tinggi dengan kandungan protein 10-15%, serta memiliki palatabilitas yang tinggi bagi ternak ruminansia. Sekam padi ini dapat diolah menjadi abu sekam sebagai media tanam atau pupuk organik. Abu sekam padi mengandung silika sekitar 87% - 97% berat kering. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi rumput Pennisetum purpureum cv. Mott dengan pemberian abu sekam padi di lahan kering. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 blok atau kelompok. Menggunakan stek tanaman Pennisetum purpureum cv Mott sejumlah 96 stek yang berumur sekitar dua bulan. Perlakuan dalam penelitian, P0 yaitu rumput Pennisetum purpureum cv Mott tanpa abu sekam padi; P1 yaitu rumput Pennisetum purpureum cv Mott dengan 200 gr abu sekam padi; P2 yaitu rumput Pennisetum purpureum cv Mott dengan 300 gr abu sekam padi; dan P3 yaitu rumput Pennisetum purpureum cv Mott dengan 400 gr abu sekam padi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan abu sekam padi sangat berbeda nyata (p<0,01) untuk parameter jumlah anakan dan tidak berbeda nyata (p>0.05) pada parameter tinggi tanaman dan panjang daun. Sedangkan untuk parameter produksi segar rumput Pennisetum purpureum cv Mott menunjukkan hasil berbeda nyata (P<0,05).
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleracea Var. acephala) DENGAN BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM Nurhakim, Fajri Syahid; Ginanjar, Willy
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1245

Abstract

Kailan (Brassica oleracea) adalah salah satu jenis sayuran populer yang rasanya enak serta mempunyai gizi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam pada pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (brassica oleracea var. acephala) dengan variasi komposisi media tanam. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dua factor dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah komposisi media tanam (m) terdiri dari 4 taraf: (1) tanah : arang sekam : cocopeat (1:1:1), (2) tanah : arang sekam : cocopeat (2:1:1), (3) tanah : arang sekam : cocopeat (1:2:1), (4) tanah : arang sekam : cocopeat (1:1:2). Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang kotoran ayam (p) terdiri dari 4 taraf: (1) 0 ton ha-1, (2) 5 ton ha-1, (3) 10 ton ha-1, (4) 20 ton ha-1. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun pertanaman, dan bobot segar brangkasan per tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terjadi interaksi antara penggunaan komposisi media tanam dan pemberian pupuk kandang ayam terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan komposisi media tanam secara mandiri berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman dan bobot segar brangkasan per tanaman dengan komposisi media tanam paling baik adalah tanah : arang sekam : cocopeat (1:2:1). Pemberian dosis pupuk kandang ayam secara mandiri berpengaruh terhadap semua parameter dengan dosis pupuk kandang ayam yang paling baik adalah 20 ton ha-1. Kata kunci : Arang sekam, cocopeat, kailan, pupuk kandang ayam, tanah
APLIKASI BIOCHAR TERHADAP KETERSEDIAAN HARA NITORGEN DAN FOSFAT DI TANAH VERTISOL LOMBOK Dewi, Rika Andriati Sukma; Sukartono, Sukartono; Bakti, Lalu Arifin Aria; Selvia, Siska Ita; Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.976

Abstract

Tanah vertisol memiliki nilai kapasitas tukar kation dan kejenuhan basa yang tinggi namun kandungan bahan organik dan ketersediaan hara bagi tanaman rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana pengaruh aplikasi biochar sekam padi dan tongkol jagung terhadap ketersediaan hara N dan P serta serapan hara N dan P pada tanaman kedelai pada tanah vertisol Lombok Tengah. Dosis biochar (sekam padi dan tongkol jagung) masing-masing yang diberikan yaitu 0, 10, 15, 20, 25 dan 30 ton/ha tanah vertisol. Tanah sampel diambil dari desa Kawo (Lombok Tengah) dan kegiatan percobaan dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Parameter yang diamati antara lain pH, N-total dan P tersedia pada tanah vertisol serta analisis jaringan tanaman kedelai berupa serapan hara N dan P jaringan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar sekam padi dan tongkol jagung dapat memperbaiki sifat kimia tanah vertisol yaitu KTK dan pH. Pengaruh biochar terhadap C-organik tidak memberikan pengaruh yang nyata. Untuk parameter N-total, biochar tongkol jagung memberikan pengaruh yang nyata sedangkan biochar sekam padi tidak memberikan pengaruh yang nyata. Parameter N tersedia tidak menunjukkan adanya pengaruh biochar terhadap parameter tersebut. Sementara itu, aplikasi biochar memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter P tersedia serta pengaruh biochar terhadap serapan P hanya terlihat pada biochar sekam padi. Kata Kunci: Vertisol, Biochar, Hara, Nitrogen, Fosfat
EKOTIPOLOGI DAN KESESUAIAN HABITAT BERSARANG BURUNG GOSONG KAKI MERAH (Megapodius reinwardt) DI TANJUNG PASIR PULAU MOYO TAMAN NASIONAL MOYO SATONDA Halimah, Baiq Elok Salsabila; Syaputra, Meiser; Webliana, Kornelia; Wahyuningsih, Endah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1216

Abstract

Burung gosong kaki merah (Megapodius reinwardt) adalah spesies burung incubator yang memanfaatkan panas alami dari lingkungan untuk menetaskan telurnya. Burung ini tersebar di beberapa pulau di Indonesia, termasuk Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dan tergolong dalam kategori Least Concern menurut IUCN meskipun berpotensi mengalami ancaman kepunahan. Upaya konservasi burung gosong kaki merah membutuhkan informasi terkait aspek ekotipologi habitatnya guna mengidentifikasi faktor lingkungan yang mendukung pemilihan lokasi sarang yang optimal. Penelitian ini mengamati aspek ekotipologi habitat, seperti kerapatan vegetasi, kemiringan lahan, ketinggian, jarak dari sumber air, dan jenis hutan, yang diperkirakan berpengaruh terhadap keberhasilan pemilihan lokasi sarang. Hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan metode reconnaissance atau recce walk ditemukan sejumlah 17 sarang burung gosong kaki merah di lokasi dengan preferensi habitat tertentu, yakni ketinggian rendah sekitar 0-25 mdpl, kemiringan lahan datar (0-8%), kerapatan vegetasi sedang, jarak dari sumber air antara 0-200 meter, serta tipe hutan primer. Tingkat kesesuaian habitat ini dipengaruhi oleh kebutuhan bertahan hidup seperti ketersediaan pakan, suhu di lokasi sarang, dan jangkauan dari predator. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam upaya pelestarian burung gosong kaki merah, terutama dalam program rilis atau pelepasliaran kembali ke habitat alaminya.
ANALISIS DAMPAK EKONOMI DAN LINGKUNGAN DI OBJEK WISATA BENANG STOKEL DESA AIK BERIK KECAMATAN BATUKLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Humaeroh, Siti; Setiawan, Budhy; Valentino, Niechi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak ekonomi dan dampak lingkungan yang terjadi di objek wisata air terjun benang stokel. Metode yang digunakan yaitu wawancara yang dilakukan kepada wisatawan, peemilik unit usaha, dan tenaga kerja untuk mencari informasi yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Penentuan jumlah responden menggunakan rumus slovin dengan eror 10% dan dengan menggunakan metode sensus, sebanyak 95 responden wisatawan, 17 responden unit usaha dan 51 responden tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa wisata air terjun benang stokel dapat memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat dan juga terhadap kegiatan wisatanya serta wisata air terjun benang stokel belum menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.
PENGARUH POLATANAM DOBEL STRIP ANTARA REFUGIA FAMILIA FABACEAE DENGAN BAWANG MERAH TERHADAP INTENSITAS SERANGAN HAMA ULAT TENTARA (Spodoptera exigua Hubner) Ngawit, I Ketut; Haryanto, Herry; Jayaputra, Jayaputra
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tanaman refugia dari famili fabaceae yang efektif menangkal intensitas serangan hama ulat tentara (Spodoptera exigua Hubner) pada bawang merah. Penelitian eksperimen dengan enam perlakuan faktor tunggal dirancang dengan rancangan acak lengkap tiga ulangan. Enam perlakuan yang diuji adalah bawang merah tanpa tanaman refugia, bawang merah dengan tanaman refugia kacang tanah, kedelai, kacang hijau, kacang polong dan kacang tunggak. Parameter yang diamati, kolonisasi, invasi dan intensitas serangan hama S. Exigua dan hasil umbi segar bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ragam tanaman refugia famili fabaceae pada bawang merah berpengaruh terhadap invansi, kolonisasi, dan intensitas serangan hama S.exigua dan hasil umbi segar bawang merah. Bawang merah tanpa tanaman refugia dan dengan refugia kacang hijau dan kacang tunggak mengalami intensitas serangan S.exigua, dengan kreteria sedang, dengan persentase kerusakan tanaman sebesar >20% - ≤40%. Bawang merah dengan tanaman refugia kacang tanah, kedelai dan kacang polong mengalami intensitas serangan hama S.exigua dengan kriteria sangat rendah, dengan persentase kerusakan tanaman hanya > 0% - ≤ 10%, sehingga hasil umbi segar bawang merah yang didapat lebih banyak dibandingkan dengan tanaman yang mengalami intensitas serangan sedang.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025 Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025 Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025 Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024 Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024 Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024 Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023 Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023 Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023 Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022 Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022 Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022 Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021 Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021 Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021 Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020 Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020 Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020 Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019 Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019 Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019 Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018 Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014 Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003 Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018 Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018 Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003 Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997 Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016 Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016 Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015 Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015 Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015 More Issue