cover
Contact Name
Damianus D. Samo
Contact Email
damianus.damo@staf.undana.ac.id
Phone
+6285239272877
Journal Mail Official
editorial.haumeni@undana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusa Cendana Jl. Adisucipto Penfui Kupang, NTT
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Haumeni Journal of Education
ISSN : -     EISSN : 27981991     DOI : -
Core Subject : Education,
Haumeni Journal of Education adalah jurnal ilmiah dalam bidang pendidikan yang dikelola dan diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Nusa Cendana, Kupang, NTT. Ruang lingkup jurnal ini adalah penelitian pendidikan yakni inovasi pembelajaran, pengembangan kurikulum, evaluasi pembelajaran, pengembangan profesionalisme guru, studi kasus, studi teoritik, review artikel bidang pendidikan serta topik pendidikan lainnya dari berbagai jenis penelitian seperti survei, penelitian dan pengembangan, penelitian eksperimen, penelitian tindakan kelas, penelitian kualitatif dll. Haumeni Journal of Education akan terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 187 Documents
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Bermain Dampu Bulan Wulandari Wulandari; Maisuri Insan; Dewi Yunisari; Suhartati Suhartati
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28959

Abstract

Kemampuan motorik kasar merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, khususnya usia 5–6 tahun, yang berkaitan dengan kemampuan gerak seperti keseimbangan, koordinasi, dan kelincahan. Namun, perkembangan teknologi digital menyebabkan anak cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dan kurang melakukan aktivitas fisik, sehingga stimulasi motorik kasar menjadi kurang optimal. Salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk menstimulasi kemampuan tersebut adalah permainan dampu bulan, yaitu permainan tradisional yang dilakukan dengan cara melompat pada petak-petak tertentu secara berurutan sambil menjaga keseimbangan tubuh. Akan tetapi, permainan dampu bulan konvensional yang dimainkan di atas tanah atau lantai semen memiliki risiko cedera dan kurang menarik bagi anak-anak saat ini. Oleh karena itu, permainan dampu bulan dimodifikasi menggunakan media karpet puzzle agar lebih aman dan menarik untuk diterapkan dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun melalui metode bermain dampu bulan dengan pendekatan literature review. Data diperoleh dari jurnal ilmiah dan artikel penelitian yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui proses pengkajian dan perbandingan hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa permainan dampu bulan efektif dalam melatih keseimbangan, koordinasi gerak, kelincahan, dan kekuatan otot anak. Modifikasi permainan menggunakan karpet puzzle juga memberikan keamanan, kenyamanan, dan daya tarik yang lebih tinggi dalam kegiatan bermain. Dengan demikian, metode bermain melalui permainan dampu bulan yang dimodifikasi dengan karpet puzzle dapat menjadi alternatif pembelajaran yang bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini.
Meningkatkan Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Tradisional Petak Umpet Sofi Affia; Dewi Yunisari; Suhartati Suhartati
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28971

Abstract

Perkembangan sosial emosional anak usia dini merupakan salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan sejak dini karena berkaitan dengan kemampuan anak dalam mengenali diri, mengelola emosi, menjalin hubungan sosial, serta menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain. Namun pada realisasi perkembangan sosial emosional anak, khususnya pada aspek kesadaran diri dan tanggung jawab, masih tergolong rendah. Kondisi ini dipengaruhi oleh minimalnya interaksi sosial secara langsung serta tingginya penggunaan perangkat digital pada anak. Anak cenderung lebih banyak menghabiskan waktu bermain secara individu menggunakan perangkat elektronik dibandingkan melakukan aktivitas bermain bersama teman sebaya. Akibatnya, anak kurang memiliki kesempatan untuk belajar bekerja sama, memahami perasaan orang lain, mengikuti aturan, dan mengendalikan emosi dalam lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran permainan petak umpet tradisional terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan perkembangan sosial emosional anak usia dini dan penggunaan permainan tradisional dalam pembelajaran. Data diperoleh dari jurnal, artikel ilmiah, serta penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan petak umpet tradisional mampu meningkatkan interaksi sosial anak, kemampuan mengikuti aturan, kerja sama, serta kemampuan dalam mengelola emosi. Selain itu, permainan ini juga membantu anak menjadi lebih aktif, percaya diri, mampu mengenali dirinya, serta menunjukkan sikap tanggung jawab dalam kegiatan kelompok.
Pengaruh Pemberian Ampas Kopi Robusta dengan Dosis Berbeda Terhadap Pertumbuhan Pakcoy (Brassica rapa L.) pada Media Polybag Susanti Greningsi Kote; Eka Citra Gayatri kerihi; Maya F. Roman
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.29000

Abstract

Ampas kopi robusta merupakan limbah organik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik karena mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Pemanfaatan limbah ampas kopi sebagai pupuk masih belum optimal sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui efektivitasnya dalam mendukung pertumbuhan tanaman sayuran, khususnya pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ampas kopi robusta dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy pada media polybag serta menentukan dosis yang memberikan hasil pertumbuhan terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu P0 (tanpa ampas kopi robusta), P1 (50g ampas kopi robusta), P2 (100g ampas kopi robusta), dan P3 (150g ampas kopi robusta), dengan lima kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah tanaman. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ampas kopi robusta berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy. Perlakuan P1 menghasilkan pertumbuhan terbaik pada sebagian besar parameter pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian ampas kopi robusta dosis 50g merupakan dosis paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman pakcoy pada media polybag, sehingga layak digunakan sebagai pupuk organik alternatif tanaman. Kata Kunci : Ampas Kopi Robusta, Pakcoy, Pupuk Organik, Pertumbuhan Tanaman
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Hasil Fermentasi Limbah Sayuran terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum L). Marlince Elmetri Amtiran; Eka Citra Gayatri kerihi; Nur Aini Bunyani
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.29023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) hasil fermentasi limbah sayuran terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman tomat (Lycopersicum esculentum L.), serta menentukan dosis optimal yang memberikan hasil terbaik. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas MIPA Universitas Persatuan Guru 1945 NTT dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor. Perlakuan yang diberikan terdiri atas empat taraf, yaitu tanpa pemberian POC (P0), pemberian POC 125 ml/tanaman (P1), 250 ml/tanaman (P2), dan 375 ml/tanaman (P3), dengan lima ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair hasil fermentasi limbah sayuran berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan tanaman tomat. Perlakuan P3 (375 ml/tanaman) memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang dibandingkan perlakuan lainnya. Hal ini diduga karena kandungan unsur hara makro dan mikro serta aktivitas mikroorganisme dalam pupuk organik cair mampu meningkatkan kesuburan media tanam, memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah, serta mendukung proses fisiologis tanaman. Dengan demikian, pupuk organik cair dari limbah sayuran efektif digunakan sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat, dengan dosis optimal sebesar 375 ml/tanaman. Kata kunci: pupuk cair, limbah, pertumbuhan, tomat.
Pembuatan Tape sebagai Penerapan Bioteknologi Konvensional Melalui Proses Fermentasi Najwa Tsabita Efendi; Eka Annisa; Dinda Sabila; Meilinda Meilinda; Sumardi Sumardi; Berti Yolida; Nadya Meriza
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.29060

Abstract

Tape singkong adalah produk pangan fermentasi tradisional yang mencerminkan penerapan bioteknologi konvensional melalui penggunaan mikroorganisme. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembuatan tape singkong sebagai penerapan bioteknologi konvensional serta mengkaji peran mikroorganisme dalam proses fermentasi. Metode yang digunakan melibatkan produksi praktis tape singkong, yang terdiri dari tahap-tahap berikut: pemilihan bahan baku, pencucian, perendaman, perebusan, pendinginan, penambahan ragi, penyimpanan, dan fermentasi selama 24 jam pada suhu kamar. Hasil fermentasi kemudian dievaluasi melalui uji organoleptik, yang mencakup warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasilnya menunjukkan bahwa fermentasi selama 24 jam menghasilkan tape singkong dengan tekstur yang lembut, warna kuning pucat, aroma fermentasi yang khas dengan sedikit aroma alkohol, serta rasa yang manis namun sedikit asam. Perubahan-perubahan ini terjadi akibat aktivitas mikroorganisme dalam tape, seperti jamur, ragi Saccharomyces cerevisiae, dan bakteri asam laktat, yang mengubah pati menjadi gula sederhana, alkohol, karbon dioksida, dan asam organik. Dengan demikian, produksi tape singkong menunjukkan bahwa bioteknologi konvensional dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk pangan bernilai tambah melalui proses fermentasi yang melibatkan aktivitas mikroba.
Studi Literatur Pengaruh Pemberian Probiotik dalam Budidaya Perikanan untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Ikan Siti Komariatun Aminah; Bunga Aulia Azzahrah; Nur Asiyah; I Komang Angga Darma Yoga; Sumardi Sumardi; Berti Yolida; Nadya Meriza
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.29166

Abstract

Budidaya perikanan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani dan mendukung ketahanan pangan. Namun, produktivitas budidaya sering menghadapi berbagai kendala, seperti wabah penyakit, rendahnya efisiensi pakan, pertumbuhan ikan yang kurang optimal, serta penurunan kualitas air. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan probiotik terhadap produktivitas dan kualitas ikan dalam sistem budidaya perikanan. Data dikumpulkan dari jurnal ilmiah, artikel, dan buku yang diperoleh melalui Google Scholar, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa probiotik memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ikan, efisiensi pakan, tingkat kelangsungan hidup, dan kualitas lingkungan budidaya. Mikroorganisme probiotik meningkatkan proses pencernaan dan penyerapan nutrisi melalui produksi enzim pencernaan sehingga mendukung pertumbuhan yang lebih baik dan nilai konversi pakan yang lebih efisien. Selain itu, probiotik mampu meningkatkan sistem imun serta menekan perkembangan mikroorganisme patogen yang berkontribusi pada meningkatnya tingkat kelangsungan hidup ikan. Probiotik juga membantu memperbaiki kualitas air melalui penguraian bahan organik dan pengurangan senyawa berbahaya. Dengan demikian, probiotik menjadi alternatif yang efektif dan ramah lingkungan untuk mendukung budidaya perikanan berkelanjutan.
Membangun Perdamaian dalam Masyarakat: Kajian Literatur terhadap Proses Penyelesaian Konflik Sosial Retno Angraeni S; Rahyudi Dwiputra; Fadil Mas'ud
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.29192

Abstract

Konflik sosial merupakan fenomena universal yang selalu ada dalam dinamika kehidupan bermasyarakat, namun pembahasan terkait proses penyelesaiannya masih terus dilakukan hingga saat ini. Tulisan ini bertujuan mengkaji strategi dan tahapan penyelesaian konflik sosial melalui pendekatan kajian literatur untuk memberikan gambaran sistematis bagi peneliti, praktisi dan pengambil kebijakan. Metode yang digunakan adalah literatur review dengan memanfaatkan snowball sampling terhadap artikel relevan yang sesuai dengan kata kunci yang telah ditentukan. Data kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menemukan bahwa penyelesaian konflik sosial masih sangat bergantung pada strategi konvensional dengan melibatkan pihak ketiga melalui negosiasi, mediasi, konsiliasi, dan arbitrasi. Adapun tahapan penyelesaian konflik mengikuti alur kronologis yang terdiri dari munculnya konflik, identifikasi akar masalah dan pemetaan pihak terlibat, pemilihan strategi dan pelaksanaan dialog, terbentuknya kesepakatan dan implementasi solusi yang kemudian dilanjutkan dengan rekonsiliasi sebagai tahap pemulihan hubungan sosial jangka panjang