cover
Contact Name
Damianus D. Samo
Contact Email
damianus.damo@staf.undana.ac.id
Phone
+6285239272877
Journal Mail Official
editorial.haumeni@undana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusa Cendana Jl. Adisucipto Penfui Kupang, NTT
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Haumeni Journal of Education
ISSN : -     EISSN : 27981991     DOI : -
Core Subject : Education,
Haumeni Journal of Education adalah jurnal ilmiah dalam bidang pendidikan yang dikelola dan diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Nusa Cendana, Kupang, NTT. Ruang lingkup jurnal ini adalah penelitian pendidikan yakni inovasi pembelajaran, pengembangan kurikulum, evaluasi pembelajaran, pengembangan profesionalisme guru, studi kasus, studi teoritik, review artikel bidang pendidikan serta topik pendidikan lainnya dari berbagai jenis penelitian seperti survei, penelitian dan pengembangan, penelitian eksperimen, penelitian tindakan kelas, penelitian kualitatif dll. Haumeni Journal of Education akan terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 187 Documents
Integrasi Kearifan Lokal Pela Gandong Masyarakat Maluku dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Menengah Pertama Nurbaeti Nurbaeti; Henri Henri
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis integrasi kearifan lokal Pela Gandong masyarakat Maluku dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pela Gandong merupakan sistem persaudaraan adat yang mengandung nilai toleransi, solidaritas, dan gotong royong yang sejalan dengan tujuan pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah guru IPS, kepala sekolah, siswa, dan tokoh adat di Kota Ambon. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai-nilai Pela Gandong seperti persaudaraan, toleransi, masohi (gotong royong), solidaritas, dan resolusi konflik sangat relevan dengan kompetensi dasar IPS di SMP; (2) guru mengintegrasikan Pela Gandong melalui tiga pola utama, yaitu pendekatan kontekstual, pembelajaran berbasis proyek, dan kunjungan lapangan, namun implementasinya masih bersifat sporadis; (3) siswa SMP menunjukkan respons positif dan peningkatan pemahaman sosial ketika materi IPS dikaitkan dengan pengalaman budaya Pela Gandong yang mereka kenal; (4) faktor pendukung berupa kedekatan kultural siswa dan dukungan tokoh adat, serta faktor penghambat berupa minimnya sumber belajar lokal dan belum adanya panduan kurikulum terstruktur. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan modul IPS berbasis Pela Gandong dan penguatan kebijakan kurikulum muatan lokal tingkat SMP.
Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pembelajaran di Era 5.0 Elisa Pitria Ningsih; Dita Afianti
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28127

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran di Era 5.0, di mana teknologi dan manusia berkolaborasi untuk menciptakan pengalaman pendidikan yang lebih efektif dan personal. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara dan survei yang melibatkan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran. Meskipun banyak manfaat yang diidentifikasi, penelitian ini juga menemukan tantangan, termasuk kurangnya pemahaman teknologi di kalangan guru dan infrastruktur yang belum memadai. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan yang lebih baik bagi guru dan pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan AI secara efektif. Dengan demikian, AI tidak hanya dapat memperbaiki proses pembelajaran saat ini, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi tuntutan masa depan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan dalam merumuskan strategi implementasi AI yang lebih baik dan berkelanjutan.
Analisis Kemampuan Computational Thinking Siswa Kelas X SMAN 1 Sukoharjo dalam Pembelajaran Biologi Median Agus Priadi; Dina Maulina; Panggih Priyambodo; Septin Restiana
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28129

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan computational thinking (CT) dalam pembelajaran biologi pada era Society 5.0, karena kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan pola pikir logis, sistematis, dan kreatif siswa. Namun, kemampuan computational thinking siswa dalam pembelajaran biologi masih perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan computational thinking siswa kelas X SMAN 1 Sukoharjo dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Sukoharjo, Pringsewu, Lampung, Indonesia, dengan sampel siswa kelas X4 berjumlah 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data kuantitatif diperoleh melalui tes kemampuan computational thinking, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara guru dan siswa. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan hasil tes dan wawancara untuk memberikan gambaran kemampuan CT siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan computational thinking siswa masih tergolong sangat rendah, terutama pada aspek pengenalan pola dan abstraksi. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa pembelajaran masih didominasi metode ceramah dan diskusi, dengan keterbatasan pembelajaran berbasis proyek serta belum adanya pengukuran CT secara khusus. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran, khususnya penerapan pembelajaran berbasis proyek dan integrasi computational thinking secara sistematis untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis, sistematis, dan kreatif siswa.
Mitigasi Kekerasan Seksual melalui Transformasi Literasi Hukum: Analisis Sosio-Legal pada Lingkungan Sekolah di Kota Kupang Raditya Maharani; Fadil Mas'ud; Yosep Copertino Apaut; Irham Wibowo
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28257

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan yang kontras dengan rendahnya efektivitas mitigasi hukum di Kota Kupang. Masalah utama terletak pada paradigma literasi hukum yang masih bersifat tekstual-formalistik sehingga gagal menembus hambatan kultural seperti budaya bungkam (culture of silence) dan normalisasi pelecehan. Penelitian ini bertujuan merumuskan model mitigasi kekerasan seksual melalui transformasi literasi hukum yang kontekstual bagi SMA di Kota Kupang. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosio-legal, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan studi dokumen di tiga SMA di Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi UU TPKS di sekolah terhambat oleh struktur institusi yang rapuh dan budaya hukum patriarkis yang melanggengkan victim-blaming. Literasi hukum yang ada saat ini cenderung searah dan tidak menyentuh relasi kuasa serta otonomi tubuh. Sebagai rekonstruksi solusi, penelitian ini menawarkan "Model Partisipatif Terintegrasi Berbasis Nilai Lokal". Model ini mengintegrasikan literasi substantif ke dalam kurikulum tersembunyi, pemberdayaan agen sebaya, serta mekanisme pelaporan yang berpusat pada korban dengan mereinterpretasi nilai kekerabatan lokal. Rekomendasinya, sekolah harus melakukan dekonstruksi budaya hukum secara fundamental untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang benar-benar aman dan transformatif.
Gambaran Kecemasan Siswa dan Kesulitan Materi Fisika pada Asesemen Sumatif Semester Ganjil Lisa Sutami Suharlan
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28368

Abstract

This study aimed to describe students’ anxiety levels and their perceptions of difficulties in physics materials when facing the odd semester summative assessment. The study employed a descriptive quantitative approach involving 24 students as research subjects. Data were collected through anxiety questionnaires and identification of physics topics perceived as difficult by students. The results showed that most students were in the moderate anxiety category, with 21 students classified as moderate anxiety and 3 students classified as high anxiety, while no students were found in the low anxiety category. The physics topics most commonly perceived as difficult were free- fall motion and circular motion in kinematics. Students reported that these difficulties were mainly caused by limited formula mastery and difficulties in interpreting problems. Overall, the findings indicate that most students experienced a moderate level of anxiety in facing physics assessments, accompanied by perceptions of difficulty in several kinematics topics
Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Berbasis Lingkungan Sekitar pada Pembelajaran IPA SMPN 8 Kaur Noni Noviana
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa dan guru terhadap bahan ajar secara terpadu pada mata pelajaran IPA berbasis lingkungan sekitar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan responden 32 siswa dan 1 guru IPA di SMP Negeri 8 Kaur. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dan guru membutuhkan bahan ajar yang mengintegrasikan konsep IPA dengan lingkungan sekitar, menggunakan tampilan menarik, dan mendukung pembelajaran mandiri. Penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan bahan ajar IPA terpadu berbasis lingkungan sekitar.
Kahoot sebagai Instrumen Penilaian Kooperatif Team Games Tournament: Peningkatan Motivasi dan Penguasaan Materi Murid Fisika SMA Ivandra Immanuela Latumakulita; Prasetyo Fitriadi; Lisa Sutami Suharlan
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28420

Abstract

Rendahnya motivasi dan penguasaan materi fisika Murid di SMA akibat metode pembelajaran yang monoton mendorong perlunya inovasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) berbasis Kahoot untuk meningkatkan motivasi belajar dan penguasaan materi gelombang bunyi Murid SMA. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan desain 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Instrumen diujicobakan kepada 15 Murid pada uji terbatas dan 32 Murid pada uji lapangan di salah satu SMA di Maluku. Validasi dilakukan oleh dosen ahli dan guru fisika. Hasil penelitian menunjukkan: (1) instrumen penilaian yang dikembangkan layak digunakan berdasarkan skor rerata validator sebesar 3,5 dengan kategori sangat baik; (2) motivasi belajar meningkat dengan standard gain 0,102 (kategori rendah); dan (3) penguasaan materi meningkat dengan standard gain 0,532 (kategori sedang). Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi Kahoot dalam model TGT efektif dalam meningkatkan keterlibatan aktif dan penguasaan konsep fisika Murid.
Analisis Hubungan Kemampuan Koneksi Matematis Terhadap Pemahaman Konsep Termokimia Peserta Didik Sekolah Menengah Atas Nurfiah Nurfiah
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28452

Abstract

Pembelajaran kimia mempelajari struktur, sifat, perubahan materi serta energi yang menyertainya menuntut peserta didik untuk tidak hanya sekedar menghafal rumus tetapi juga harus mampu melakukan pemecahan masalah. Akan tetapi, banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal kimia utamanya yang berkaitan dengan konsep matematika. Kemampuan koneksi matematis dapat membantu peserta didik untuk memahami maksud soal kimia dan menghubungkan dengan konsep matematikanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kemampuan koneksi matematis dan pemahaman konsep termokimia peserta didik. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI-IPA yang berasal dari delapan SMA Negeri di Kota Kendari berjumlah 181 peserta didik. Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan peserta didik kelas XI telah mempelajari materi termokimia. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan instrumen tes soal kemampuan koneksi matematis dan pemahaman konsep termokimia. Data yang diperoleh kemudian dilakukan reduksi data dan penyajian data berupa hasil analisis deskriptif statistik, dan uji korelasi menggunakan uji spearman rank dengan bantuan aplikasi SPSS. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.002 dan nilai signifikansi korelasi sebesar 0.227. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan koneksi matematis terhadap pemahaman konsep peserta didik pada materi termokimia.
Pembelajaran Sosiologi Berbasis Design Thinking untuk Merespons Isu Sosial Kontemporer: Studi Kasus Praktik Guru SMA dalam Perspektif Filsafat Pedagogi Kritis Ni Nyoman Putri Nursanti; Sangputri Sidik; Siti Fathimah
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28531

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi pembelajaran sosiologi berbasis design thinking dalam merespons isu sosial kontemporer di SMA, serta menganalisisnya melalui perspektif filsafat pendidikan kritis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan tiga guru sosiologi dan lima siswa dari tiga jenjang kelas (X, XI, dan XII) di SMAN 1 Cipeundeuy. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa design thinking memfasilitasi proses belajar yang empatik, kritis, dan kontekstual yang mana siswa tidak hanya mempelajari teori sosiologi, tetapi juga terlibat aktif dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan merespons masalah sosial nyata seperti perundungan, ketimpangan pendidikan, konflik antarkelompok, dan tekanan sosial menjelang kelulusan. Dari perspektif pedagogi kritis, pendekatan ini mendorong transformasi relasi guru-siswa menjadi lebih dialogis, memupuk kesadaran kritis terhadap ketidakadilan struktural, dan menempatkan siswa sebagai subjek perubahan sosial. Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, kesenjangan kemampuan analisis siswa, dan budaya sekolah yang masih berorientasi pada hasil ujian. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pembelajaran sosiologi berbasis isu sosial lokal yang terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka.
Challenges and Benefits of Learning Business English: A Learner-Centered Case Study at Madyathika Polytechnic Artika Wina Fitriani; Actinis Muqsitha Paradista
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28549

Abstract

This research explores the challenges and benefits of learning Business English from a learner-centered perspective, specifically at Madyathika Polytechnic. In today’s global environment, English is vital in the workplace, particularly in business, elevating its importance in higher education, especially vocational schools. Despite gaining valuable skills, students face significant challenges such as limited business vocabulary, lack of speaking confidence, insufficient real-world material exposure, and varying English proficiency levels. The research involved the second semester students of the Madyathika Polytechnic as the participants. This research uses a qualitative case study method to understand students’ experiences. The data were collected through interviews, classroom observations, and document analysis involving selected students. However, the findings indicate that learning business English has significant advantages for pupils. They enhance their communication skills, boost confidence in professional English settings, and feel better prepared for future jobs. Engaging in discussions, role-plays, and real-world simulations fosters student motivation and engagement.