cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
+6282285580676
Journal Mail Official
mfauziddin@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ringroad Selatan, Kragilan, Tamanan, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Education Research
ISSN : -     EISSN : 27460738     DOI : https://doi.org/10.37985
Journal of Education Research is a peer-refereed open-access journal which has been established for the dissemination of state of the art knowledge in the field of education. This Journal is published for time per year at March, June, September and December by Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia. It is intended to be the journal for publishing original articles on the latest issues and trends occurring in education curriculum, instruction, learning, policy, and preparation of teachers with the aim to advance our knowledge of education theory and practice. Moreover, this journal also covers the issues concerned with environmental education. All submitted manuscripts will be initially reviewed by editors and are then evaluated by a minimum of two reviewers through the blind review process. This is to ensure the quality of the published manuscripts in the journal. Journal of Education Research is research and Community services related to education, include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution, development assessment, child development psychology, child empowerment, learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in education and various fields related education.
Articles 2,623 Documents
Makna Idiomatik dan Tipologi Redewendung Bahasa Jerman: Kajian Semantik Legiana Zahra Fadhilah; Ending Khoerudin; Dani Hendra
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.3796

Abstract

Penguasaan ungkapan idiomatik merupakan komponen penting dalam pembelajaran bahasa asing, termasuk bahasa Jerman. Redewendung, sebagai ungkapan tetap bersifat figuratif dalam bahasa Jerman, kerap ditemukan dalam materi ajar tingkat B2, namun kajian sistematis terhadapnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menganalisis makna idiomatik, dan mengklasifikasikan Redewendungen dalam buku Aspekte neu B2 (Lehrbuch) berdasarkan tipologi Heinz. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik simak catat. Sebanyak 58 Redewendungen yang ditemukan dalam teks bacaan, dialog, dan latihan dianalisis secara semantik. Hasil penelitian menunjukkan tujuh dari delapan tipologi Heinz ditemukan, dengan metaphorische Redewendungen sebagai jenis paling dominan, sementara einschätzende Redewendung tidak ditemukan. Tingkat keidiomatisan bervariasi dari ekspresi yang masih berkaitan dengan makna literal hingga yang sepenuhnya idiomatik. Temuan ini dapat dijadikan referensi pedagogis dalam penyampaian materi Redewendung sesuai karakteristik dan konteks penggunaannya.
Karakter Ideal Konselor Menurut Carl Rogers dalam Konteks Bimbingan dan Konseling Di Indonesia Devi Kristiana Sari; Dwi Ayuningrum; Siti Mu'minnah; Asan Lukman Saputra; Nadine Dwi Novelia; Zaskia Jihan Sabrina; Oriza Birul Walidaini
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.3801

Abstract

Kualitas kepribadian konselor merupakan prediktor esensial keberhasilan layanan konseling, namun kesenjangan antara kondisi ideal dan realitas praktik masih signifikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakter ideal konselor menurut Carl Rogers dan relevansinya dengan praktik bimbingan dan konseling di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis tematik terhadap 19 artikel primer—mencakup meta-analisis dan studi empiris periode 2018–2025—dari basis data akademik nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa empati, kongruensi, dan penerimaan positif tanpa syarat memiliki landasan empiris kuat dengan korelasi moderat hingga kuat terhadap outcome terapi. Implementasinya di Indonesia menghadapi tantangan struktural (working alliance layanan daring 79,58% vs. 96,8% tatap muka), kultural (orientasi kolektivistik vs. asumsi individualistik Rogers), dan teknologis. Secara konseptual, karakter Rogers tetap relevan dengan orientasi humanistik Indonesia. Diperlukan adaptasi budaya, penguatan refleksi diri konselor, dan pelatihan terstruktur berbasis Deliberate Practice dalam kurikulum pendidikan konselor.
Pemanfaatan Gimkit sebagai Media Asesmen Formatif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Aura Danurwendah; Eva Eri Dia; Kartika Tri Wahyuningrum; Novan Ardiansyah
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.3807

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan Gimkit sebagai media asesmen formatif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMP pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 32 siswa kelas VIII-B di SMPN 1 Sooko Mojokerto. Pengumpulan data melalui observasi dan angket mengenai motivasi belajar yang terdiri atas sepuluh pernyataan. Teknik analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase hasil respon siswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas siswa VIII-B SMPN 1 Sooko Mojokerto memberikan pengalaman respon positif terhadap pemanfaatan Gimkit sebagai media asesmen formatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan persentase 50,3 % kategori respon sangat setuju dan 44,7% setuju menunjukkan total persentase 95,0%. Respon positif tersebut berasal dari pengalaman nyata siswa ketika melaksanakan asesmen formatif dengan materi teks laporan hasil observasi melalui penggunaan Gimkit sebagai media asesmen formatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan bentuk gamifikasi yang interaktif. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan Gimkit dalam asesmen formatif dapat mendukung peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang SMP.
The Intensification of The Child-Friendly School (SRA) Program at SMPN 15 Yogyakarta Khoirun Nadir; Ahmad Arifi
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.3816

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara peraturan Program Sekolah Ramah Anak dan kondisi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dalam implementasi Program Sekolah Ramah Anak di SMPN 15 Yogyakarta dengan desain studi kasus dan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan tinjauan dokumen resmi. Wawancara diperoleh dengan menempatkan stakeholder kunci di sekolah; seperti Kepala Sekolah, Wakil Kepala Kurikulum, Kepala dan Wakil Kepala Kesiswaan, Guru Penanggung Jawab Program Sekolah Ramah Anak dan Guru Bimbingan Konseling (BK). Setelah semua data terkumpul, kemudian akan direduksi untuk selanjutnya dideskripsikan sebelum lanjut pada tahap analisis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diimplementasikan pada program SRA berhasil dilaksanakan melalui penguatan budaya toleransi yang berakar pada nilai-nilai keagamaan, penerapan inovasi pedagogis yang terdifferensiasi, penyediaan fasilitas fisik yang inklusif, serta peningkatan tata kelola dalam satuan tugas perlindungan anak. Namun, sekolah masih menghadapi tantangan berupa beban kerja guru yang tidak merata dan perundungan siber, yang sulit dipantau. Pada akhirnya, penguatan program ini memerlukan tata kelola kelembagaan yang adaptif dan penguatan kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem sekolah yang aman yang mendukung kesejahteraan psikososial siswa.
Mechanisms for Integrating Islamic Values and Independence in Modern Islamic Boarding Schools in Indonesia Muhammad Rizqy Fadlillah; Muhammad Wasith Achadi
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.3817

Abstract

Munculnya pesantren modern di Indonesia mencerminkan upaya untuk menyesuaikan diri dengan tantangan zaman. Namun, proses adaptasi ini telah menimbulkan kesenjangan struktural dan epistemologis yang nyata dalam praktiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pilar nilai-nilai Islam dan kemandirian sebagai respons pesantren terhadap dinamika sosial modern. Fokus diarahkan pada landasan normatif, pendidikan karakter, dan strategi menghadapi modernitas. Studi kualitatif ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur terstruktur (structured literature review) terhadap sejumlah literatur yang mengkaji pesantren modern selama kurun sepuluh tahun.Data primer direduksi dan diinterpretasi menggunakan kerangka analisis tematik. Hasil analisis menunjukkan tiga temuan utama: (1) landasan normatif bersumber dari teks Al-Qur'an (seperti QS. As-Syams: 9 dan Ar-Ra'd: 11) yang diinterpretasikan dan dimediasi melalui sistem kelembagaan budaya pesantren; (2) internalisasi nilai dilakukan secara multidimensi (kognitif, afektif, perilaku) melalui pembiasaan terstruktur, keteladanan, dan keorganisasian santri; (3) pesantren melakukan negosiasi selektif terhadap modernitas dengan mengadopsi integrasi teknologi dan kewirausahaan, namun tetap memberlakukan kontrol sosial ketat seperti pembatasan gawai. Kesimpulannya, nilai kejujuran, kesederhanaan, dan kemandirian berfungsi sebagai strategi budaya yang esensial untuk membentengi santri dari materialisme sekaligus meningkatkan daya adaptasi.
Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Penulisan Akademik: Etika dan Integritas Mahasiswa Muhammad Hisyam Malik; Miftahus Sa’adah
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.3834

Abstract

Perkembangan teknologi digital menawarkan kemudahan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pemanfaatan teknologi digital oleh mahasiswa MPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam penulisan karya ilmiah serta dampaknya terhadap kualitas dan etika penulisan ilmiah. Penelitian ini menggunakan penddekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan analisis dokumen tulisan mahasiswa. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa teknologi digital membantu mahasiswa dalam memahami bacaan akademik, memperkaya kosakata, mendiskusikan kerangka tulisan, membuat parafrase, mengutip dan mengatur referensi. Nemun demikian, ada beberapa mahasiswa yang lebih suka memparafrase sendiri dan merangkai ide-idenya dalam kertas dengan tulisan manual sebelum kemudian ia tuangkan dalam bentuk draft tugas. Penelitian ini terbatas kepada mahasiswa semester awal dan tidak menjangkau mahasiswa dengan tugas akhir kuliah. Meski informan dalam penelitian ini terbatas namun di dalamnya memuat latar belakang yang beragam sehingga tetap menarik dan memunculkan variasi.
Implementation of the Qur'an Recitation Program to Foster Religious Character Among Students at MTs Negeri 6 Sragen Josania Alfina Khansa; Dartim Dartim
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.3841

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Qur'an recitation program in fostering students' religious character at MTs Negeri 6 Sragen. The study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, in-depth interviews with Islamic Education teachers and students, and documentation. The findings indicate that the program's implementation consists of three stages: planning, implementation, and evaluation. During the planning stage, the school systematically arranges the schedule, objectives, and technical aspects. The implementation stage is conducted routinely every morning with teacher supervision, using methods such as qira'ati, tikrar, talaqqi, and muraja'ah. The evaluation stage is carried out through direct observation, communication with parents, teacher coordination, and indicators of Qur'an reading ability. The evaluation results show positive behavioral changes in some students, including improved discipline, politeness, and Qur'an reading habits, although the changes are uneven and more evident in reading ability than in overall character. The program has a positive impact but requires continuous development.
Dampak Bermain Game online Mobile Legend terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII pada Mata Pelajaran IPA Di SMP Fini Alfionita; Mursito S. Bialangi; Isnainar Isnainar; Gamar B.N Shamdas; Lestari M.P Alibasyah; Hayyatun Mawaddah
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.3926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak bermain game online terhadap hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 1 Sidoan. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan sampel penelitian sebanyak 30 siswa kelas VIII dan dua guru mata pelajaran IPA. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan digunakan dalam proses analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebiasaan bermain game online setiap hari dengan itensitas bermain yang berbeda-beda dimiliki oleh sebagian besar siswa. Dampak negatif berupa menurunnya konsentrasi belajar, kurangnya pengelolaan waktu belajar, serta rendahnya pemahaman siswa terhadap materi IPA ditimbulkan oleh aktivitas bermain game online. Namun demikian, implikasi positif tetap dapat dihasilkan oleh game online apabila digunakan secara wajar dan terkontrol, seperti membantu mengurangi stress dan melatih kemampuan berfikir siswa. Oleh karena itu, pengawasan dari guru dan orang tua sangat diperlukan agar penggunaan game online tidak menganggu aktivitas belajar siswa di sekolah maupun di rumah.
Kajian Antropolinguistik Makna Suluk dan Penggunaan Istilah Bahasa dalam Prosesi Ngunduh Patirtan Belik Naga Fradam Hadi Suseno; Hemi Nur Azizah; Heny Sulistyowati
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.3933

Abstract

Ngunduh patirtan  Belik Naga merupakan tradisi sebagai warisan budaya yang mencerminkan hubungan bahasa, kepercayaan, dan konteks sosial. Tujuan penelitian ini menganalisis penggunaan istilah bahasa dan makna kultural suluk dalam prosesi Ngunduh patirtan  Belik Naga menggunakan kajian antropolinguistik. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Data berupa kata, kalimat dalam suluk melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap narasumber, yaitu dua kasepuhan dan dua kanoman. Analisis data pada aspek morfologi, semantik, makna leksikal, etimologi, dan makna kultural suluk melalui tahap reduksi data, penyajian data dengan cara identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosesi Ngunduh patirtan  Belik Naga terdiri dari tiga prosesi, yaitu Mbeber Wayang, Ngunduh, dan Kirab Matirtan. Istilah dalam prosesi menunjukkan adanya proses morfologi, semantik, makna leksikal, dan etimologi menggambarkan identitas budaya. Makna kultural dalam suluk mengandung makna permohonan izin, penghormatan kepada leluhur, dan ungkapan Syukur. Penelitian ini menunjukkan bahasa sebagai alat komunikasi, media pelestarian budaya, spiritual, dan kearifan lokal sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap kajian antropolinguistik.
Explaining PISA 2022 Achievement Disparities through Educational Policy and Learning Culture: A Macro-Comparative Analysis of Indonesia, Brunei Darussalam, Portugal, and New Zealand Uun Purnasih; Iman Subasman; Iis Nuraeni; Suwarno AS; Dirno; Rd. Khilal; Hanifah Amalia
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.3983

Abstract

Disparities in PISA 2022 performance across nations suggest that determinants of educational quality extend beyond economic capacity alone. This study aims to analyze the underlying factors of PISA 2022 performance gaps by comparing Indonesia, Brunei Darussalam, Portugal, and New Zealand from a macro-comparative education perspective. Grounded in Arnove et al.'s Global–Local Dialectic theory, the study employs secondary documentary data—including OECD PISA 2022 reports, national education policy documents, regulations, government reports, and peer-reviewed articles—analyzed through qualitative comparative content analysis involving data reduction, thematic coding, and cross-case comparison. Findings indicate that PISA performance differences are shaped by the interaction between structural policy capacity and culturally embedded learning practices. New Zealand and Portugal demonstrate resilience through policy consistency and learner autonomy; Brunei Darussalam benefits from centralized governance and substantial fiscal investment; Indonesia continues to experience systemic fragmentation, uneven policy implementation, and a literacy culture yet to become functional academic practice. Evidence-based policy consistency and cultivating functional learning cultures constitute strategic foundations for improving educational quality.