cover
Contact Name
Tetti Seriati Situmorang
Contact Email
seriatitetti@gmail.com
Phone
+6281362184945
Journal Mail Official
lppm.stikesmitrahusada@gmail.com
Editorial Address
Jl Pintu Air IV Pasar 8 Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor. Provinsi Sumatera Utara. Kode Pos : 20142
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Excellent Midwifery Journal
ISSN : 26208237     EISSN : 26209829     DOI : https://doi.org/10.55541/emj.v4i2.175
Core Subject : Health,
Pregnancy Maternity Childbed Neonates, Infant, Under-fives and Pre-School Children Family Planning Reproduction Health Adolenscent Health Elderly Health Maternal Health Child Health Public Health
Articles 259 Documents
Hubungan Riwayat Menarke Dini dengan Derajat Keparahan Skoliosis pada Remaja Putri Pengguna Brace Skoliosis di Klinik Ortotik Prostetik Mojokerto Gusma, Ellysa Okky; Sunarto, Gatot
Excellent Midwifery Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 No. 1, April Tahun 2026
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v9i1.405

Abstract

Latar Belakang: Adolescent idiopathic scoliosis (AIS) merupakan deformitas tulang belakang tiga dimensi yang sering ditemukan pada remaja, terutama perempuan, dan progresinya berkaitan erat dengan fase pertumbuhan pubertas. Riwayat menarke sebagai penanda maturasi pubertas diduga memiliki hubungan dengan derajat keparahan skoliosis, meskipun bukti yang tersedia masih belum konsisten. Pada pasien remaja putri pengguna brace, informasi mengenai usia menarke berpotensi menjadi salah satu indikator klinis tambahan dalam evaluasi penyakit. Tujuan: Menganalisis hubungan riwayat menarke dini dengan derajat keparahan skoliosis pada remaja putri pengguna brace di Klinik OP Mojokerto. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah remaja putri pengguna brace skoliosis di Klinik OP Mojokerto tahun 2025. Sampel diambil dengan teknik consecutive sampling. Variabel independen adalah riwayat menarke dini, sedangkan variabel dependen adalah derajat keparahan skoliosis berdasarkan sudut Cobb. Variabel lain yang dianalisis meliputi usia, tipe skoliosis, dan lama penggunaan brace. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dan uji t tidak berpasangan. Hasil: Sebanyak 60 responden dianalisis, dengan 41 pasien (68,3%) memiliki riwayat menarke dini. Derajat skoliosis terdiri atas ringan 18 pasien (30,0%), sedang 30 pasien (50,0%), dan berat 12 pasien (20,0%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara riwayat menarke dini dengan derajat keparahan skoliosis (p=0,014). Rerata sudut Cobb pada kelompok menarke dini lebih rendah dibandingkan kelompok tidak menarke dini. Kesimpulan: Riwayat menarke dini berhubungan dengan derajat keparahan skoliosis pada remaja putri pengguna brace. Riwayat maturasi pubertas dapat dipertimbangkan sebagai informasi klinis tambahan dalam evaluasi pasien AIS yang menjalani terapi brace konservatif.
Hubungan Paparan Asap Rokok dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RS. Siti Khadijah Tahun 2026 Zakia, Umi; Pranita, Dina
Excellent Midwifery Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 No. 1, April Tahun 2026
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v9i1.406

Abstract

Latar Belakang: Masalah berat badan lahir rendah (BBLR) masih menjadi isu kesehatan penting yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian bayi, dengan prevalensi yang cukup tinggi secara global maupun di Indonesia. Salah satu faktor risiko yang berperan adalah paparan asap rokok pada ibu hamil, yang dapat mengganggu suplai oksigen dan nutrisi ke janin sehingga meningkatkan risiko BBLR. Data di RS Siti Khadijah menunjukkan kejadian BBLR yang masih cukup tinggi, sementara kebiasaan merokok di dalam rumah menyebabkan ibu hamil tetap terpapar asap rokok. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan paparan asap rokok terhadap kejadian BBLR di RS. Siti Khadijah Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan Berat Badan Bayi Lahir di RS. Siti Khadijah sejak bulan Maret 2026. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga ditentukan jumlah sampel sebanyak 35 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program statistik SPSS versi 22 dan dianalisis dengan chi square. Hasil: Berdasarkan hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,029 (p<0,05), yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara paparan asap rokok dalam rumah dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RS. Siti Khadijah Tahun 2026
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILISASI DINI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT AR BUNDA PRABUMULIH Riri Pusphita; Sianipar, Berlian Kando; Ningrum, Kartika Murya
Excellent Midwifery Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 No. 1, April Tahun 2026
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v9i1.410

Abstract

Latar Belakang: Menurut WHO (2021) jumlah klien yang menjalani tindakan operasi mencapai angka peningkatan yang sangat signifikan setiap tahunnya. Diperkirakan setiap tahun ada 165 juta tindakan bedah dilakukan di seluruh dunia. Tercatat di tahun 2021 ada 234 juta jiwa klien di semua rumah sakit di dunia. Tindakan operasi/pembedahan di Indonesia tahun 2021 mencapai hingga 1,2 juta jiwa. Tingkat kemandirian pasien pada pemulihan paska bedah merupakan indicator keberhasilan intervensi keperawatan yang dinilai dari kapasitas kemampuan fungsional pasien  Metode: Metode yang digunakan adalah jenis penelitian secara deskriftif analitik dengan menggunakan desain cros sectional data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner pada 47 pasien post operasi section caesarea. Cara pengambilan sampel pada penelitian adalah dengan menggunakan tehnik accidental sampling Hasil: Hasil analisis uji univariat Lebih sebagian responden 30 orang (63,8%) pelaksanaan mobilisasi dini baik, Hampir sebagian responden 21 orang (44,7%) memiliki pengetahuan baik, Sebagian responden 25 orang (53,2%) memiliki tingkat sedang, Sebagian responden 24 orang (51,1%) memiliki kecemasan normal, Lebih sebagian responden 27 orang (57,4%) memiliki motivasi baik). Analisis Bivariat hubungan tingkat nyeri, pengetahuan, kecemasan dan motivasi dengan Mobilisasi Dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Kesimpulan: pelaksanaan mobilisasi dini dapat dipengaruhi oleh tingkat nnyeri, pengetahuan dan motivasi.
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA IBU HAMIL NY.I DENGAN TERAPI RENDAM AIR HANGAT KENCUR UNTUK MENGURANGI EDEMA PADA KAKI DI KLINIK PRATAMA PURI ADHISTY Pratiwi, Fika; Adhisty, Yulia; Husna, Fauzul; Aaisyah, Aaisyah
Excellent Midwifery Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 No. 1, April Tahun 2026
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v9i1.411

Abstract

Latar Belakang : Edema merupakan salah satu ketidaknyamanan pada ibu hamil trimester III. Namun, masih ada beberapa ibu hamil trimester III yang mengalami edema. Pemberian asuhan berkelanjutan denagan intervensi pemberian terapi rendam air hangat kencur, diduga dapat mengurangi edema pada kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi rendam air hangat kencur terhadap penurunan derajat edema kaki pada ibu hamil trimester III. Tujuan  : Pelayanan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. I dilaksanakan mulai dari masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, neonatus, hingga keluarga berencana secara berkesinambungan. Proses asuhan diawali dengan pengumpulan data subjektif yang disampaikan oleh Ny. I serta data objektif berdasarkan hasil pemeriksaan. Asuhan berkelanjutan ini dilakukan di Klinik Puri Adisty Kota Yogyakarta dan rumah Ny. I, berupa intervensi pemberian terapi rendam air hangat kencur untuk mengurangi edema pada kaki pada masa kehamilan trimester III. Metode: Asuhan berkelanjutan pada Ny. I dengan pemberian terapi rendam air hangat kencur dilakukan selama 5 hari berturut-turut untuk mengurangi edema pada kaki. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh tanda edema pada kaki ibu sudah berkurang. Derajat edema ibu pada hari pertama dilakukan asuhan yaitu pada derajat 3. Dan setelah dilakukan asuhan selama 5 hari berturut-turut, kemudian dilakukan pengukuran ulang menggunakan skala pitting, derajat edema sudah berkurang menjadi derajat 0. Hasil : Tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan asuhan yang diberikan. Pemberian terapi rendam air hangat kencur secara berkelanjutan terbukti efeksif dalam mengurangi edema pada kaki. Disarankan pemberian terapi rendam air hangat kencur dilakukansecara rutin sebagai bagian dari asuhan berkelanjutan untuk mendukung berkurangnya edema.
Pengaruh Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Terhadap Keberhasilan Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di UPTD Puskesmas Peunaron Kecamatan Peunaron Kabupaten Aceh Timur Sari, Nyayu Nila; Maulida, Isra; Yanti, Eka; Mahrani, Ulfa; Salsabila, Putri
Excellent Midwifery Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 No. 1, April Tahun 2026
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v9i1.412

Abstract

IMD bermanfaat bagi ibu karena dapat membantu mempercepat proses pemulihan pasca persalinan. Dalam 1 jam kehidupan pertama bayi dilahirkan ke dunia, bayi dipastikan untuk mendapatkan kesempatan melakukan IMD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Inisiasi Menyusui Dini (IMD) terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di UPTD Puskesmas Peunaron, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan survey analitik dengan pendekatan case control Case (kasus). Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik total sampling. Teknik pengambilan sample yaitu menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Inisiasi Menyusu Dini Dengan Pemberian Asi Eksklusif (sig = 0,011< α=0,05). Nilai Odds ratio yang dihasilkan sebesar 4,359 artinya bahwa ibu yang dilakukan Inisiasi Menyusu Dini memiliki peluang memberikan ASI Ekslusif 4,359 kali lebih besar dibandingkan ibu yang tidak melakukan Inisiasi Menyusu Dini. Kesimpulan diperoleh bahwa inisiasi menyusu dini (IMD) berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi . Saran bagi ibu menyusu agar aktif mencari informasi terkait pemberian ASI Eksklusif pada bayi.
Studi Kualitatif Tentang Peer Pressure Dalam Perilaku Seksual Remaja Di SMK X Di Batam Tahun 2025 Putri, Tiara Rizkia; Wulandari, Ririn; Jamaan, Taufik
Excellent Midwifery Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 No. 1, April Tahun 2026
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v9i1.413

Abstract

Latar Belakang : Tekanan teman sebaya (peer pressure) merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi perilaku seksual remaja, terutama dalam lingkungan pendidikan menengah. Pengaruh teman sebaya terhadap perkembangan jiwa remaja sangat besar. Tujuan​ : Tujuan penelitian ini adalah diketahui lebih dalam mengenai bagaimana proses peer pressure terhadap perilaku seksual remaja di SMK X di Batam Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap 20 siswa dan 1 guru Bimbingan Konseling sebagai informan. Data diambil menggunakan panduan wawancara dan telah dilaksanakan di SMK X di Batam. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengakui adanya tekanan dari teman sebaya. Tekanan tersebut muncul dalam bentuk dorongan verbal, candaan, atau ajakan mengikuti perilaku kelompok terutama dalam konteks hubungan romantis dan aktivitas seksual. Lingkungan pergaulan di sekolah cenderung permisif, di mana siswa menganggap memiliki pacar adalah hal yang wajar dan menjadi simbol kedewasaan. Siswa mengakui pernah melakukan perilaku seksual ringan seperti berpelukan dan berciuman, yang umumnya dilakukan sebagai bentuk pembuktian cinta. Proses peer pressure terjadi secara bertahap, mulai dari ajakan ringan hingga dorongan emosional, menyebabkan siswa mengalami konflik batin antara prinsip pribadi dan tekanan kelompok. Selain itu, siswa pernah melakukan perilaku seksual karena tekanan teman atau pasangan, bahkan tanpa menyadari sepenuhnya pengaruh tersebut. Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya intervensi dari pihak sekolah dan keluarga dalam membekali remaja dengan pendidikan karakter, kesadaran diri, serta keterampilan menolak tekanan sosial secara asertif.
Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III tentang Prenatal Yoga dalam Mengurangi Nyeri Punggung di Jakarta Timur Pertiwi, Nur Fitri Ayu; Marlina, Endah Dian; Munawarah, Raudhatul
Excellent Midwifery Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 No. 1, April Tahun 2026
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v9i1.420

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan keluhan umum pada ibu hamil trimester III akibat perubahan fisiologis selama kehamilan. Prenatal yoga menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu mengurangi keluhan tersebut, namun pengetahuan ibu hamil tentang manfaatnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III tentang manfaat prenatal yoga untuk penurunan nyeri punggung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 43 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (55,8%), diikuti kategori kurang (34,9%), dan baik (9,3%). Disimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang manfaat prenatal yoga masih perlu ditingkatkan. Tenaga kesehatan diharapkan lebih aktif memberikan edukasi melalui berbagai media dan kegiatan kelas ibu hamil.
Literatur Review: PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI Syarifah, Rosta; Nuriyah, Sinta; Masitoh, Siti
Excellent Midwifery Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 No. 1, April Tahun 2026
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v9i1.421

Abstract

Latar Belakang: Masa bayi (0–12 bulan) merupakan fase emas yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain pemenuhan kebutuhan gizi, stimulasi seperti pijat bayi terbukti dapat membantu meningkatkan berat badan melalui mekanisme fisiologis, termasuk stimulasi nervus vagus dan peningkatan hormon pencernaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan berdasarkan artikel ilmiah terkini. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review berbasis data sekunder yang diperoleh dari database Google Scholar, Semantic Scholar, ScienceDirect, dan PubMed. Seleksi artikel dilakukan menggunakan diagram PRISMA dan kriteria PICOS. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian kuantitatif yang diterbitkan pada tahun 2020–2025 dengan intervensi pijat bayi dan luaran berupa berat badan. Hasil: Dari 115.014 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 10 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Seluruh studi menunjukkan adanya peningkatan berat badan bayi yang signifikan secara statistik setelah intervensi pijat bayi (p < 0,05), dengan rata-rata peningkatan berkisar antara 180 hingga 1.093 gram selama 4 minggu. Intervensi dilakukan dengan frekuensi 2–3 kali per minggu dan durasi 10–15 menit setiap sesi. Kesimpulan: Pijat bayi merupakan intervensi sederhana dan efektif yang dapat dijadikan bagian dari upaya promosi kesehatan oleh tenaga kesehatan, khususnya bidan, dalam mendukung pertumbuhan bayi secara optimal.
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MP-ASI DENGAN STATUS GIZI BALITA YANG ADA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMULYA KECAMATAN DARUL MAKMUR KABUPATEN NAGAN RAYA Eldara, Salma Putri; Halimatusa’diyah; Nurlinda, Nova; Rosdeni, Alpa; Aprilia, Lusi
Excellent Midwifery Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 No. 1, April Tahun 2026
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v9i1.423

Abstract

Background : Nutritional status is one indicator of a child's health. Nationally, the prevalence of underweight is 19.6%, consisting of 5.7% severe malnutrition and 13.9% moderate malnutrition. In Indonesia, 18 provinces have prevalence rates of underweight and malnutrition above 21.2%, ranging from 33.1% in some areas. Exclusive breastfeeding is one factor that influences nutritional status in toddlers. Providing complementary foods that do not meet standards can lead to nutritional problems in toddlers, such as being underweight or overweight. The Sukamulya Community Health Center (Puskesmas) is the focus of this research because preliminary data shows variations in nutritional status that need to be studied in relation to complementary feeding patterns. The aim of the study : was to determine the relationship between the pattern of providing complementary feeding with the nutritional status of toddlers in the working area of ​​the Sukamulya Health Center, Darul Makmur District, Nagan Raya Regency.Research Methods : This study is an observational analytical study with a cross-sectional approach. This study was conducted in January 2026 in the working area of ​​the Sukamulya Community Health Center, Nagan Raya Regency. The population in this study were all mothers who had toddlers in the working area of ​​the Sukamulya Community Health Center, Nagan Raya Regency, while the number of samples was taken using the Solvin formula, totaling 91 respondents, the sampling technique used the accidental sampling technique.The results of the study : were analyzed using univariate and bivariate analysis and tested using the Chi-Square test. The results of the study after conducting the Chi-Square Test showed that there was a significant relationship between the pattern of providing complementary feeding (the suitability of the type of food and the frequency of giving) with the nutritional status of toddlers (p-value <0.05). The initial time of providing complementary feeding did not show a significant relationship with nutritional status (p-value <0.05). Conclusion:There is a significant relationship between complementary feeding patterns (type and frequency of feeding) and the nutritional status of toddlers in the Sukamulya Community Health Center (Puskesmas) work area. Efforts to improve parental education regarding appropriate complementary feeding are needed to improve toddler nutritional status. Keywords: Complementary feeding; Nutritional Status; Toddlers; Sukamulya ​​ Community Health Center; Nagan Raya Regency.