Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Articles
1,378 Documents
MENUMBUHKAN JIWA KEPEMIMPINAN KRISTEN MELALUI KEGIATAN FIELD TRIP BOGOR
han, chandra;
Cendana, Wiputra;
Panjaitan, Andry M.;
Siahaan, Hernawati;
Akimas, Handreas S.
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2013
Mahasiswa Kristen yang merupakan kawan sekerja Allah yang memiliki jiwa kepemimpinan Kristen. Jiwa kepemimpinan Kristen tersebut harus ditumbuhkan di dalam pemahaman yang sejati tentang tujuan penginjilan yang ada dalam melaksanakan Amanat Agung Allah dan misi pemuridan. Jiwa kepemimpinan ini harus didasarkan pada kebenaran Firman Tuhan. Kegiatan ini dimulai dengan membekali peserta dalam membangun dan melatih jiwa kepemimpinan yang ada melalui kegiatan Field Trip yang menarik. Pada tahap persiapan pelayanan ini dilakukan dengan adanya survei lokasi dan pertemuan dengan mitra pelaksana dalam menentukan jadwal pelaksanaan dan kebutuhan acara. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan perencanaan berupa penyusunan program secara kreatif, menarik dan penuh tantangan dikaitkan dengan materi kepemimpinan melalui narasumber terbaik yang berjiwa muda dan berdedikasi tinggi dalam pembelajaran kepemimpinan. Kegiatan diakhiri dengan ibadah dan refleksi. Pelaksanaan selama ± 2 hari memberikan makna mendalam bagi 50 orang peserta yang hadir dalam mengisi waktu libur menjelang tahun baru. Tujuan kegiatan tercapai dalam membekali mahasiswa untuk persiapan diri menghadapi praktik lapangan sebagai missionary / memberitakan Injil sejati. Hasil evalusi dari kegiatan ini sangat positif dimana 80% menyatakan lebih memahami materi kepemimpian, 80% lebih menemukan panggilan, 85% menikmati kebersamaan dalam kerja kelompok berupa games dan 90% menyatakan lebih mengenal potensi diri dalam diri.
MENTORING IN INTEGRATING HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILLS) IN READING ASSESSMENT
setyowati, yulis;
Priyambudi, Surya;
Dewanto, Dewanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2014
High Order Thinking Skills (HOTS) have been a topic of discussion among educators in Indonesia in recent years. The awareness of the importance of making test questions that contain HOTS is getting higher after seeing the test results of Indonesian students in several international standardized test events such as the Program of International Student Assessment (PISA) and Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS). It is a fact that PISA test and evaluation, the performance of Indonesian students is still relatively low. Consecutively, the average achievement scores of Indonesian students were ranked 62, 61, and 63 out of 69 countries evaluated. The fact drives this community service is done to enhance teachers’ competence in integrating HOTS into assessment, particularly in reading skills. The aim of this community service is to mentor Senior High School teachers who teach English Subjects with advanced skills to construct item tests that emphasize higher-order thinking skills in reading skills. The methods employed to achieve the goal are mentoring and focus group discussions. The result of this supervision is the increased ability of teachers in developing assessment of reading skills. This can be seen when the initial observation of the assessment of learning collected and analyzed was seen to have HOTS elements only 50%, and after the supervision and Focus Group Discussions were held, the ability was seen to increase to 80%, which means that the reading assessment created by Wijaya Putra High School teachers contain HOTS questions much higher than the initial conditions. In conclusion, this service activity is able to improve teachers' skills in developing HOTS-in reading assessments.
PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN EDUKASI KESEHATAN PADA REMAJA DI SMP PGRI 400 TANGERANG
Sitorus, Fiolenty B Marulianna;
Solely, Grace;
Rumambi, Magda F;
Sihaloho, Shinta J P;
Surbakti, Juwita F
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2016
Remaja adalah kelompok penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun. Usia remaja merupakan fase krisis identitas diri karena sudah tidak lagi termasuk kelompok usia anak tetapi belum dapat disebut dewasa. Krisis identitas ini sering membuat remaja melakukan aksi seperti orang dewasa seperti perilaku merokok. Berdasarkan wawancara salah seorang guru di SMP PGRI 400 Karawaci ditemukan ada lima orang siswa yang pernah didapati merokok di toilet sekolah. Merokok merupakan perilaku kesehatan menyimpang dan berbahaya bagi kesehatan remaja yang berdampak langsung pada penurunan kualitas nafas yang signifikan. Edukasi kesehatan tentang merokok perlu diberikan untuk meningkatkan pengetahuan akibat bahaya merokok. Pemeriksaan kesehatan kemampuan nafas pada remaja diperlukan untuk mengetahui kondisi fisik paru-paru dengan menggunakan peak flow meter. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok dan mengetahui kemampuan nafas remaja di SMP PGRI 400 Karawaci-Tangerang. Hasil pre-test kegiatan ini didapatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok sebesar 60.28%. Pengetahuan remaja mengalami peningkatan sebesar 61.89% setelah mengikuti edukasi. Hasil pemeriksaan kemampuan nafas ditemukan sebesar 77.03 % remaja memiliki kemampuan nafas normal 18.92 % mengalami tanda awal masalah paru-paru dan 4.05% remaja menunjukkan adanya masalah diparu-paru dan disarankan untuk dirujuk lebih lanjut pada pelayanan kesehatan. Remaja dan pihak sekolah sangat antusias terhadap kegiatan edukasi dan pemeriksaan kemampuan nafas serta berharap kegiatan serupa atau topik lain mengenai kesehatan remaja dapat dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.
PENGEMBANGAN KEMITRAAN UMKM UPH MELALUI PELATIHAN PEMASARAN, PROSEDUR LEGALITAS USAHA DAN PENJUALAN ONLINE
Pramono, Rudy -;
Panjaitan, Andry M.;
Susantio, Catherine;
Siahaan, Hernawati;
Sekar Syallomitha, Dinda
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2021
Abstrak UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) memiliki peran yang penting dalam peningkatan perekonomian Indonesia. Berbagai manfaat yang didapat melalui UMKM bermanfaat tidak hanya untuk pelaku UMKM namun juga bagi masyarakat luas. Pentingnya keberadaan UMKM dalam kehidupan masyarakat saat ini mengharuskan para pelaku UMKM tersebut sehingga perlu memiliki kualitas dan peningkatan dari usaha yang mereka lakukan agar menjadi lebih baik, khususnya dalam di era persaingan digital saat ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebanyak 3 kali pelatihan besar dan 5 kali pendampingan kecil yang dilaksanakan secara hybrid (online dan onsite). Materi pelatihan mengenai wirausaha, teknik-teknik pemasaran produk mulai dari pembuatan foto produk, penjualan secara online hingga legalitas usaha. Kegiatan diikuti lebih 80 mitra UMKM yang menjadi mitra binaan UPH. Tujuan kegiatan ini membekali para pelaku UMKM dengan berbagai pengetahuan serta keterampilan dalam berwirausaha dan dapat menjadi tempat yang tepat pula untuk para mahasiswa maupun dosen mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki kepada masyarakat. Kegiatan sudah berlangsung dengan baik, berdasarkan evaluasi peserta bahwa 80% peserta mampu memahami materi, 80% narasumber mampu menjawab pertanyaan pelaku usaha, 85% peserta puas dengan kegiatan pendampingan kelompok kecil dan 90% antusias dengan diskusi permasalahan usaha. Kegiatan ini diteruskan ke jenjang pendampingan berkelompok secara berkelanjutan agar usaha mereka makin meningkat.
GERAKAN LITERASI CINTA LINGKUNGAN MELALUI POJOK BACA MASYARAKAT
Pramono, Rudy -;
Cendana, Wiputra;
M. Panjaitan, Andry;
Siahaan, Hernawati;
Sekar Syallomitha, Dinda
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2022
Desa Cikande merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Serang, Banten. Desa ini terdiri atas masyarakat pendatang dengan pekerjaan sebagai buruh perusahaan besar yang bergerak di bidang industri, wirausahawan, IRT dan pedagang kecil. Masyarakat disana sangat antusias di dalam menyambut kegiatan yang dilakukan oleh kampus dengan berbagai program pelayanan berupa Service Learning Project, Hibah Pemerintah PPK Ormawa dan PkM dosen maupun mahasiswa secara khusus tentang literasi. Kegiatan ini merupakan lanjutan program sebelumnya bagi anak didik. Peserta terdiri atas jenjang TK, SD hingga usia SMP di Desa Cikande yang sangat menikmati proses bimbingan belajar literasi tersebut. Kegiatan dibagikan dalam bentuk berbagai aktifitas edukatif yang sederhana sehingga anak-anak tidak hanya tahu teori namun juga dapat mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pelayanan ini menjadi rangkaian program di pojok baca masyarakat. Selain itu ada kegiatan penanaman 50 pohon berupa tanaman herbal seperti kunyit, jahe dan laos dan buah-buahan seperti manga, jambu serta jeruk sehingga anak-anak mengenal manfaatnya sejak dini sebagai bagian dari kecintaan terhadap lingkungan bersama masyarakat desa. Kegiatan dijalankan selama 4 kali dimana 1 kali/bulan dihadiri 40 sd 50 anak didik yang dikemas menarik dan kreatif berkolaborasi antar mahasiswa relawan ke Desa Cikande. Dari hasil evaluasi terlihat 80% peserta lebih memahami kecintaan lingkungan, 85% menikmati games kreatif yang disajikan dan 90% lebih belajar Kerjasama dalam team belajar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, kegiatan Gerakan literasi lingkungan dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat melalui pojok baca masyarakat.
Pemanfaatan Limbah Hasil Pembakaran Sampah Menjadi Batako di TPS Desa Mojosarirejo Driyorejo Gresik
Abdullah, M. Hasan;
Purnamayudhia, Onny;
Indrawati, Trisa
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2025
Kegiatan mitra yang menjadi obyek adalah Tempat Pengolahan Sampah (TPS) yang dikelola oleh dua RT yaitu RT 04 dan RT 05. Di TPS ini terdapat pengolahan sampah berupa Incenerator. Proses pembakaran ini menghasilkan sisa pembakaran berupa abu. Abu tersebut saat ini hanya dikumpulkan dan dijadikan sebagai bahan urugan di tanah kosong. Dalam satu bulan abu yang terkumpul sekitar 300kg. Hal ini menjadi masalah ketika semakin lama semakin menumpuk karena tidak ada penanganan. Abu tersebut menjadi pencemar pada area sekitar pembuangan, terutama pada musim kemarau. Abu dapat beterbangan karena hempasan angin sehingga mengganggu pernapasan warga sekitar TPS. Petugas TPS dan warga sekitar juga belum menyadari terkait bahaya dari pencemar dari abu dan proses selama pembakaran di TPS. Tujuan program ini adalah memberikan solusi dengan memanfaatkan abu tersebut menjadi bahan bangunan seperti Batako atau Paving. Sehingga abu sisa pembakaran tersebut akan menjadi komoditi yang berharga bagi mitra. Mitra akan mendapatkan pelatihan untuk mengolah abu tersebut. Mitra juga akan mendapatkan sosialisasi terkait bahaya pencemaran dan tindakan mitigasinya. Sehingga dengan adanya program ini mitra akan mendapatkan nilai ekonomis dari pemanfaatan abu menjadi bahan bangunan dan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.
MAINSTREAMING ISSUE DISABILITY MELALUI PEMBUATAN MATA PALSU KELOMPOK PENDERITA ANOPTHALMIA KOTA SURABAYA
Putra, Allen Pranata;
Murti, Agung Bayu
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2027
Pengabdian masyarakat ini berfokus pada penanganan masyrakat disabilitas anopthalmia melalui pembuatan mata palsu di Kota Sruabaya, permasalahan yang dihadapi oleh mitra, yaitu: 1) Penyesuaian pencetakan bahan baku; 2) Ketersediaan bahan baku mata palsu dan gigi palsu yang tidak stabil; 3) Pengolahan bahan baku sampai finishing memakan waktu yang lama; 4) Kurangnya kebersihan ruangan praktek dan produksi bahan jadi; 5) Belum pernah promosi secara online; 6) Belum maksimalnya branding perusahaan; 7) Transaksi pembayaran masih manual; 8) Pencatatan laporan laba/rugi masih manual. Solusi untuk mengatasi permasalahan mitra yaitu: 1) Pendampingan pembuatan surat perjanjian minimal pembelian per tahun; 2) Pendampingan dan pelatihan kebersihan ruangan dan sterilisasi produk; 3) Pendampingan pengembangan usaha marketing online; 4) Pelatihan peningkatan branding produk perusahaan; 5) Pendampingan otomatisasi transaksi dan pembayaran virtual; 6) Pendampingan peningkatan literasi pengambilan keputusan keuangan. Beberapa point penting yaitu: 1) Mitra usaha mengalami peningkatan dalam hal produksi, kualitas produk, dan pelayanan; 2) Kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan mata palsu; 3) Proses pengabdian ini melibatkan partisipasi aktif dari mitra usaha dan masyarakat setempat; 4) Agar hasil dari pengabdian ini dapat berlanjut, penting bagi mitra usaha untuk terus menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan.
PKM Mainstreaming Green Economy Coffe Shop Neira Kota Surabaya Sebagai Pemulihan Ekonomi UMKM
Sarie, Rena Febrita;
Hariyanto, Krisnadhi;
Putra, Allen Pranata
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2028
Mitra pengabdian masyarakat yaitu coffe shop Neira Kota Surabaya. Mitra Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) termasuk dalam mitra produktif secara ekonomi, Tujuan pengabdian masyarakat ini meliputi: 1) Pengembangan literasi mitra; 2) Peningkatan keterampilan mitra; dan 3) Penambahan aset mitra. Solusi yang ditawarkan pada pelaksanaan PPM ini yaitu: 1) Perancangan dan pembuatan mesin penggiling kopi; 2) Pelatihan, pendampingan, pengoperasian dan pemeliharaan mesin penggiling kopi; 3) Perancangan dan pembuatan mesin freezer pendingin es batu; 4) Pelatihan, pendampingan, pengoperasian dan pemeliharaan mesin freezer pendingin es batu; 5) Perancangan dan pembuatan daftar menu neon box; 6) Perancangan dan pembuatan kitchen sink ramah lingkungan; 7) Pelatihan dan pendampingan strategi perluasan segmentasi pasar; 8) Pelatihan dan pendampingan tentang klasifikasi risk management perusahaan; 9) Pendampingan dan pelatihan perhitungan laba/rugi secara mendetail; 10) Pendampingan dan pelatihan otomatisasi laporan keuangan. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui: 1) Pelatihan; dan 2) Diskusi. Hasil pengabdian kafe ini membantu mengurangi jejak karbon dan limbah plastik yang dapat merusak lingkungan. Kehadiran kafe dengan konsep ramah lingkungan akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Dampak signifikan pasca dilaksanakan pengabdian masyarakat adalah peningkatan keterampilan mitra sebesar 60%, peningkatan pengetahuan mitra sebesar 70% dari sebelum adanya pengabdian masyarakat. Kata Kunci: Green Economy, Pemulihan Ekonomi, PKM
PKM RECOVERY ECONOMY KELOMPOK UMKM SUKOLILO BERBASIS SUSTAINABILITY OF BLUE ECONOMY RESOURCE
Muliatie, Yurilla Endah;
Suwondo, Ampar Jaya;
Sujani, Sujani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2029
Mitra pengabdian masyarakat ini merupakan Toko Krupuk Risma. Permasalahan mitra pengabdian adalah: 1) Kualitas produk terkadang tidak konsisten; 2) Dibutuhkan pengikat packaging yang memadai; 3) Kebersihan sekitar Toko yang kurang memadai; 4) Marketing online tidak berjalan maksimal; 5) Tidak melakukan promosi diluar wilayah Kenjeran; 6) Penggunaan otomatisasi transaksi dan pembayaran; 7) Kebijakan keuangan yang belum optimal, penggunaan kasir yang manual. Tujuan kegiatan yang dilakukan PKM secara umum sebagai berikut: 1) Meningkatkan konsistensi produksi; 2) Meningkatkan jumlah produksi mitra; 3) Meningkatkan kualitas produksi mitra; 4) Meningkatkan penjualan di marketing online; 5) Meningkatkan penjualan di luar daerah Kota Surabaya; 6) Meningkatkan otomatisasi pembayaran virtual; 7) Meningkatkan kebijakan pengambilan keputusan pengelolaan keuangan. Metode pelaksanaan melalui dua tahapan yaitu: 1) Pelatihan dan 2) Peningkatan literasi. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan upaya kolaboratif dalam menjaga ekosistem laut dan mengelola sumber daya laut yang dilakukan mitra secara berkelanjutan sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian. Melalui partisipasi aktif masyarakat, termasuk nelayan, pelaku industri, serta komunitas pesisir, blue economy dapat terus berkembang tanpa mengorbankan lingkungan laut yang penting bagi kehidupan kita. Dampak Pengabdian masyarakat yaitu 1) Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang keberlanjutan blue economy; 2) Meningkatkan keterampilan mitra; 3) Meningkatnya kemampuan mitra mengelola sumber daya laut.
Pelatihan Pengenalan Remaja dan Dinamika Permasalahannya bagi Mentor Pemuda Pusat Pengembangan Anak (PPA) Cluster Luwu
Dewi, Wiwit Puspitasari;
Theresia, Allessandra
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2031
Masa remaja merupakan transisi antara masa kehidupan anak-anak dan masa kehidupan dewasa yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik, kognitif, dan psikososial. Perubahan yang terjadi dalam masa transisi memberikan kesempatan bagi pertumbuhan sekaligus potensi risiko bagi remaja. Perubahan-perubahan yang terjadi pada remaja serta kemampuan yang masih rendah dalam pengelolaan diri membuat remaja cenderung mudah terlibat dalam masalah atau memiliki berbagai isu kesehatan mental. Hal ini membuat diperlukannya pendampingan kepada remaja oleh orang dewasa untuk membantu mereka dalam mengelola diri dan menyelesaikan masalah dengan lebih sehat. Pendampingan remaja ini dilakukan oleh Pusat Pengembangan Anak (PPA) Cluster Luwu, namun terdapat kebutuhan akan pengetahuan yang lebih banyak mengenai remaja dan dinamikanya. Oleh karena itu dilakukan pelatihan yang dapat memberikan pengetahuan serta diskusi terkait masalah remaja yang terdapat di sana. Pelatihan ini dilakukan oleh tim Fakultas Psikologi Universitas Pelita Harapan sebanyak dua sesi kepada 37 mentor pendamping remaja. Dari hasil pelatihan ini diketahui bahwa para peserta menilai bahwa informasi yang diberikan berguna bagi mereka. Selain itu mereka juga mendapatkan pengetahuan serta pemahaman baru mengenai remaja dan langkah praktis yang dapat dilakukan dalam menghadapi remaja di lapangan. Walaupun begitu, masih tetap diperlukan pembekalan lanjutan akan masalah remaja dengan tetap memahami konteks budaya di sana.