cover
Contact Name
Arwan Wiratman
Contact Email
arwan.wiratman@iainpalopo.ac.id
Phone
+6285343748580
Journal Mail Official
arwan.wiratman@iainpalopo.ac.id
Editorial Address
Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia) Office Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
ISSN : 28098749     EISSN : 28094085     DOI : https://doi.org/10.51574/judikdas.v1i2
Core Subject : Education,
JUDIKDAS: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia adalah jurnal ilmiah yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian yang orisinil dan memuat isu-isu terkini di bidang pendidikan dasar dengan kualitas terbaik yang meliputi Manajemen pendidikan, Strategi dan Inovasi Pembelajaran, Alat dan Media Pembelajaran, Kompetensi guru, dan perkembangan anak di sekolah dasar. JUDIKDAS adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).
Articles 165 Documents
Learning Physical Education, Sports, and Early Childhood Health Based on Educational Games Ruben Cornelius Siagian; Rizky Tri Wibowo; Dimas Imam Fadhilah; Putri Rahmadani Lubis; Ursulla Duti Oktria Simamora; M Abdurrahman Ridwan Isnan; Christeven Silalahi
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): JUNI
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v1i3.460

Abstract

Physical education is an inseparable part of national education which aims to develop the abilities of students through physical activities. Physical education planning is carried out carefully to meet the behavioral development, growth, and needs of each child. Physical education not only develops psychomotor abilities, but also develops students' cognitive and affective abilities. Physical education learning starts early to start organic, motor, intellectual and emotional development. This study uses a descriptive qualitative approach by collecting and downloading an article or journal that conducts research directly in the field. The population in this study, which was taken from a journal, involved 3 teachers and 35 early childhood children, which was intended to obtain research results from the implementers and recipients of learning. Data collection techniques used open interviews, observation and documentation during the data collection process. The data analysis technique uses data reduction, data presentation and conclusion drawing which aims to provide research results that are in accordance with the reality in the field. Early childhood physical education currently shows complex problems, in terms of learning, facilities, social conditions and government policies. However, the purpose of education must be implemented properly to develop cognitive, affective and psychomotor abilities of early childhood. Nature-based educational activities are very suitable to be applied because apart from being able to practice corners during the pandemic, PAUD students can play comfortably and have fun.
Pembentukan Karakter Peserta Didik SDIT Insan Madani di era Pembelajaran Daring Rifa'ah Mahmudah Bulu'; Sartika Sartika; Bulu' Bulu'
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): JUNI
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v1i3.475

Abstract

The pandemic period due to COVID-19 has caused changes in learning methods from offline to online to be a challenge for education providers. The impact of technological developments so that uncontrolled access has an impact on children's development, especially in character building. During this online learning period, many students' behavior became less disciplined, independent and even abandoned the Islamic etiquette that was applied in schools before the pandemic. The purpose of this study was to look at the role of teachers and parents in online learning on character education for students at SDIT Insan Madani Palopo. The research method used is qualitative research with a descriptive approach. The results showed that teachers at SDIT Insan Madani in forming honest, disciplined, religious and independent characters carried out their roles as correctors, informants, mediators, initiators and the teaching role was helped by the role of parents at home as facilitators, motivators, mentors and directors. However, there are obstacles faced in character building during online learning, namely network problems, students have not adapted well to changes in learning methods, time management from parents and different educational backgrounds from parents. Keywords: Teacher; Parent; online; character building
Analisis Kesalahan Siswa Berdasarkan Teori Newman dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Sekolah Dasar Hamdana Hadaming; Andi Ardhila Wahyudi
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 1 No. 4 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v1i4.484

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas II SD Bawakaraeng pada mata pelajaran matematika, salah satunya dalam pembelajaran soal cerita matematika. Permasalahan yang muncul adalah apa saja kesalahan dan penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan prosedur Newman SD Bawakaraeng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika dan mendeskripsikan penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan prosedur Newman di SD Bawakaraeng. Prosedur analisis kesalahan siswa yang digunakan adalah prosedur newman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan wawancara dengan subjek penelitian sejumlah 5 siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis model Milles dan Huberman. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik. Diperoleh simpulan, siswa berusaha untuk mengimplementasikan prosedur Newman saat mengerjakan soal matematika. Namun, karena kurang terbiasa, sering terjadi adanya langkah yang tidak dilakukan, yaitu pada langkah memahami masalah, transformasi dan keterampilan proses. Adapun ke-5 langkah prosedur Newman diperoleh hasil yaitu langkah 1) kesalahan memabaca, tidak ada siswa yang melakukan jenis kesalahan membaca; langkah 2) kesalahan memahami, kesalahan baru dilakukan siswa pada saat memahami masalah sebanyak 4 siswa; langkah 3) transformasi, pada kesalahan transformasi siswa yang melakukan kesalahan sebanyak 1 siswa; Langkah 4) keterampilan proses, seluruh siswa melakukan kesalahan; dan langkah 5) penulisan jawaban, sebanyak 4 siswa yang melakukan kesalahan. Terdapat 3 faktor penyebab siswa melakukan kesalahan, yakni: 1) kesulitan memahami masalah; 2) tidak memahami konsep dan operasi pembagian; 3) dan karena lupa serta tidak teliti. Solusi yang ditawarkan untuk meminimalisir kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita adalah dengan memperbanyak latihan mengerjakan soal cerita dan membuat soal cerita dengan bahasa yang lebih komunikatif.
S.Wahyuni Analisis Program Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada Siswa Sekolah Dasar Sri Wahyuni; H.M Arief; Hisbullah
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 1 No. 4 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v1i4.589

Abstract

Penyebaran virus covid-19 di awal tahun 2022 tersebar sangat cepat di penjuru dunia salah satunya Negara Indonesia teruama dibidang pendidikan, walaupun kondisi covid 19 pendidikan harus tertap berjalan agar anak-anak emas tidak ketinggalan dalam pembelajaran sehingga pemerintah menetapkan aturan pembelajaran tatap muka terbatas. Penelitian ini fokus pada mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan,evaluasi pembelajaran serta faktor pendukung dan penghambat dari program tatap muka terbatas siswa sekolah dasar.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengancara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Adapun subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan 3 orang wali kelas pada kelas V SDN 1 Lalebbata. Hasil penelitian adalah perencanaan guru harus mempersiapkan administrasi guru sesuai dengan kondisi yang dialami seperti kalender pendidikan, promes, prota, silabus, RPP, buku absen, KKM, daftar nilai, buku paket, bahan ajar, dan tata tertib kelas. Untuk pelaksanaan pembelajaran setiap kelas membagi peserta didiknya menjadi dua bagian, ada yang shift pagi masuk pada pukul 07.30-09.00 dan untuk shift siang masuk pada pukul 09.30-11.00.Kegiatan guru terbatas sehingga guru hanya menyampaikan point-point penting materi tersebut guru juga tidak melakukan beberapa langkah pembelajaran didalam kelas yaitu guru tidak menyampaikan alokasi waktu pembelajaran, guru tidak menyediakan media pembelajaran yang menarik dan guru tidak menerapkan strategi pembelajaran secara berkelompok. Untuk evaluasi pembelajaran guru melakukan ulangan harian dan tugas-tugas harian seperti biasanya dan hasil belajar peserta didik juga membaik jika dibandingkan dengan pembelajaran yang dilakukan dirumah. Adapun program pembelajaran tatap muka terbatas yang seharusnya yaitu peneliti menggagas 6 langkah baru yaitu 1) Guru menyampaikan materi dengan cara menggunakan metode pembelajaran yang dapat menarik minat belajar peserta didik, 2) Guru memberikan materi pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik, 3) Guru mengevaluasi pemahaman peserta didik, 4) Guru merancang rubrik penilaian 5) Guru berperan sebagai motivator, 6) Guru sebagai penyedia pengalaman belajar.
Problematika Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid 19 di Sekolah Dasar Musbaing
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 1 No. 4 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v1i4.591

Abstract

Penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui problematika pembelajaran daring pada masa pandemi Covid 19 pada pembelajaran tematik di kelas IV SD Inpres Bakung 2 Kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di SD Inpres Bakung 2 Kota Makassar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas IV SD Inpres Bakung 2 Kota Makassar, adapun sumber data terdiri dari informan utama dan informan pendukung. Aktivitas dalam analisis data yaitu data reduction, data display, conclusion daring/verification. Untuk uji keabsahan data meliputi triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa problematika pembelajaran daring pada pembelajaran tematik yaitu kurangnya pemahaman guru tentang inovasi pembelajaran daring dan kurang kreatifnya seorang guru menyediakan media yang mampu menarik dan membangkitkan motivasi belajar siswa. Selama pembelajaran daring berlangsung guru hanya menggunakan whatsapp group dengan mengirim foto tugas terkait materi yang dipelajari. Adapun upaya untuk mengatasi problematika ini guru harus mempunyai kesadaran untuk menyediakan media yang menarik, dan menciptakan strategi kelas yang aktif, inovasi, kreatif dan efektif.
Pengembangan Komik Edukasi Detektif Sains Sebagai Media Pembelajaran Literasi Sains Sekolah Dasar Tristaoryza Oryzasativa; Tita Tanjung Sari; Kadarisman
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): MARET
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v2i2.670

Abstract

Saat ini, konsep pembelajaran yang digunakan dalam mewujudkan pembebelajaran abad 21, salah satunya yaitu siswa membutuhkan media atau sarana dalam kegiatan pembelajaran agar kegiatan pembelajaran menjadi menyenangkan. Komik edukasi menjadi salah satu alternatif yang digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan menjadi lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian R & D (Research and Development) dengan tahap penelitian model Borg and Gall yang telah dimodifikasi oleh Sugiono yang terdiri dari 7 tahap penelitian karena keterbatasan waktu, biaya dan juga dampak dari pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pengembangan komik edukasi “Detektif Sains” sebagai media pembelajaran (2) mengetahui respon siswa terhadap pengembangan komik edukasi “Detektif Sains” sebagai media pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar. Instrumen pada penelitian ini berupa instrumen validasi produk dan respon siswa, adapun skala analisis data yang digunakan yaitu skala likert dan skala guttman. Dalam pembuatannya, aplikasi yang digunakan seperti medibangpaint photoshop cs3 dan canva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengembangan dalam penelitian ini dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran, hal ini beradasarkan validasi desain media dan materi dengan persentase berturut-turut sebesar 94% dan 92% dengan kriteria “Sangat Sesuai” dan “Tidak Revisi”. (2) hasil respon siswa atau uji coba produk terhadap 8 orang siswa sekolah dasar diperoleh nilai dengan persentase sebesar 95% dengan kriteria “Sangat Baik”. Maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran komik edukasi “Detektif Sains” dapat dinyatakan layak dan sesuai untuk digunakan sebagai alternatif media pembelajaran.
Pengaruh Penggunaan Media Kartu Bergambar Terhadap Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Siswa Sekolah Dasar Syarifah Aeni Rahman
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 1 No. 4 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v1i4.751

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu apakah ada pengaruh pengunaan media kartu bergambar terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan sosial siswa kelas V SD Inpres Sambung Jawa 1 Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media kartu bergambar terhadap hasil belajar imu pengetahuan sosial siswa kelas V SDN Sambung Jawa Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen bentuk Pre Test Post Test Design yaitu sebuah eksperimen yang dalam pelaksanaannya hanya melibatkan satu kelas sebagai kelas eksperimen tanpa adanya kelas pembanding (kelas control) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media kartu bergambar terhada hasil belajar ilmu pengetahuan social siswa kelas V SD Inpres sambung Jawa 1 kota Makassar tahun ajaran 2022/2023. Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 31 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, seorang guru yang menggunakan media pembelajaran dengan penggunaan media kartu bergambar dapat meningkatkan kemampuan hasil belajar siswa positif, dengan menggunakan media kartu bergambar menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dari pada sebelum diterapkan media kartu bergambar terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan social siswa kelas V SDN Sambung Jawa Kota Makassar.
Nilai Pendidikan Karakter Jawa dalam Muatan Lokal Batik Syarifatul Muna; Ahmad Shofiyuddin Ichsan
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): DESEMBER
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v2i1.758

Abstract

This research aimed to describe a character education model based on Javanese wisdom through the implementation of local batik content for MI Ma'arif Pijenan Bantul Yogyakarta students and its relevance to contemporary character education. The research method used was descriptive qualitative, while the research data sources were obtained from observations, interviews, and documentation. The research results showed that: (1) the implementation of the local content of batik in this school included several things, namely: first, processing mori cloth before making batik, then nganji and followed by the ngemplong stage. Second, the batik process began with making patterns, preparing batik wax, then the stage of cutting and coloring the cloth. Third, removed wax from the cloth. (2) The results of the implementation could be understood that children were more socially sensitive, more empathy, more serious, more able to save money, more able to be careful, and more able to be careful in making batik. (3) Supporting factors in the implementation of these activities, namely: the existence of a batik center in the school environment, the support of the school's academic community, the existence of cohesiveness and a sense of optimism in students. The inhibiting factors were: the lack of teachers in guiding and focusing on teaching batik, not enough time, and students' boredom with batik activities.
Dampak Model Pembelajaran Treffinger terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Pembelajaran Matematika Nasrullah Pemu
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): JUNI
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v2i3.764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan perubahan yang ditimbulkan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023 di MTs Yasrib Limpomajang dengan melibatkan siswa sebanyak 45 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kreatif meliputi lembar pretest dan posttest. Tes kemampuan berpikir kreatif tersebut disusun berdasarkan indikator kemampuan berpikir kreatif. Pada penelitian ini, kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan mengikuti perangkat pembelajaran meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Treffinger merupakan situasi pembelajaran yang tepat memberikan dampak perubahan terhadap aktivitas pembelajaran peserta didik. Aktivitas yang dirancang secara sistematis dan terstruktur tidak hanya memberikan kesempatan belajar kepada siswa, tetapi perubahan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Di dalam penelitian ini, perubahan itu ditunjukkan dengan kemampuan siswa untuk mengungkap jawaban mereka tidak hanya secara prosedural, tetapi menggugah untuk menunjukkan literasi yang dimiliki dengan deskripsi yang semakin jelas dan mudah untuk dipahami.
Penerapan Strategi Pembelajaran Crossword Puzzle untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Sekolah Dasar Reza Arfianda; Nurdin; Syamsuriyanti
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): JUNI
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v2i3.773

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS melalui penerapan strategi pembelajaran Crossword Puzzle (teka-teki silang) pada siswa kelas IV SDN Romanglasa Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas atau sering disebut dengan CAR (Classroom Action Research). Instrument dalam penelitian ini dilakukan dengan tas hasil belajar, observasi dan dokumentasi instrumen yang digunakan. Pengambillan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi, tes, dan catatan lapangan. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar IPS pada siswa kelas IV SDN Romanglasa Kecematan Bontonompo Kabupaten Gowa dengan standar kompetensi Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia, telah mengalami peningkatan setelah menerapkan strategi pembelajaran cwossword puzzle (teka teki silang) dalam pembelajaran. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II yang mana pada siklus I presentase ketuntasan siswa 64% sedangkan pada siklus II presentase mencapai 87%.

Page 3 of 17 | Total Record : 165