cover
Contact Name
Romelus Blegur
Contact Email
romeblg085@gmail.com
Phone
+6281335997085
Journal Mail Official
jti.sttatianjungan21@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Anjungan Melancar Gg. Durian No. 7, Anjungan Melancar, Anjongan, Pontianak, Kalimantan Barat 78353
Location
Kab. mempawah,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teologi Injili
ISSN : -     EISSN : 2798303X     DOI : https://doi.org/10.55626/jti
Jurnal Teologi Injili adalah jurnal ilmiah bidang teologi injili yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak. Menerima naskah dari para peneliti teologi injili, dosen, mahasiswa, dan praktisi yang akan memperkaya keilmuan teologi injili. Jurnal ini menerima naskah-naskah dengan scope Teologi: Teologi Sistematika; Penelitian Biblikal: Tafsir Perjanjian Lama, Tafsir Perjanjian Baru, Pengembangan Metode Tafsir, Teologi Perjanjian Lama, Teologi Perjanjian Baru; Misi dan Pertumbuhan Gereja: Teologi Penginjilan, Strategi Penginjilan, Misiologi, Pelayanan Lintas Budaya, Pertumbuhan Gereja, Misi Kontekstual, Pembinaan Warga Gereja, Sejarah Gereja; Pastoral: Teologi Pastoral, Pastoral Konseling; Kepemimpinan: Teologi Kepemimpinan, Etika Kristen atau Gereja, Manajemen Gereja; Pendidikan Agama Kristen : Pendidikan Kristiani dalam Keluarga, Sekolah, Gereja dan Masyarakat, Teologi PAK, Strategi Pembelajaran.
Articles 49 Documents
Keutamaan Kristus sebagai Fondasi Utama Penginjilan Berdasarkan Studi Teks Kolose 1:15-20 Nggebu, Sostenis; Buyung, Yopie F.M.; Bollu, Paulus
Jurnal Teologi Injili Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v4i2.162

Abstract

Pentingnya penginjilan dunia agar memberitakan tentang keutamaan Kristus bagi keselamatan orang berdosa. Berita Injil menjadi kebutuhan terpenting agar orang berdosa diperdamaikan dengan Allah. Oleh karena itu, pemberitaan tentang keutamaan Kristus dalam kehidupan orang percaya menjadi prioritas utama dalam penginjilan dunia. Tujuan penelitian ini untuk membahas konsep keutamaan Kristus sebagai dasar bagi evangelisasi dunia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bibilcal Research. Hasilnya, menunjukkan bahwa mengutamakan Kristus dalam kehidupan iman Kristen akan mendorong orang percaya giat dalam bersaksi. Mereka memiliki tanggung jawab utama untuk membawa kabar baik bagi dunia. Semua orang membutuhkan kabar keselamatan dalam Yesus Kristus. Kesimpulannya, dasar penginjilan dunia bermula dari keyakinan tentang finalitas Kristus sebagai yang terutama dalam kehidupan orang percaya.
Pendidikan Agama Kristen Dewasa: Tantangan, Strategi, dan Implikasi Bagi Pengembangan Spiritualitas dalam Konteks Sosial-Budaya Modern Legi, Ribka Esther; Tolego, Yopi Baleona; Lumantow, Anatje Ivone Sherly; Rumetor, Jelty Juriaty
Jurnal Teologi Injili Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v5i1.165

Abstract

Pendidikan Agama Kristen dewasa memiliki peran penting dalam membentuk spiritualitas dan pemahaman iman mendalam, terutama dalam menghadapi tantangan kehidupan modern. Pendidikan agama Kristen bagi orang dewasa menghadapi tantangan akibat perubahan sosial-budaya, seperti sekularisme, individualisme, keterbatasan waktu, rendahnya motivasi belajar, serta pluralisme dan relativisme nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan, strategi, dan dampak pendidikan agama Kristen dewasa dalam konteks sosial-budaya modern, serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan pendidikan agama Kristen yang lebih relevan dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Data diperoleh melalui studi pustaka yang mencakup seperti buku, jurnal, artikel, dan dokumen terkait yang membahas topik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Kristen dewasa menghadapi tantangan besar, seperti dampak globalisasi, sekularisasi, dan perkembangan teknologi, yang mempengaruhi cara berpikir dan keterlibatan orang dewasa dalam kegiatan keagamaan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih sesuai, seperti pembelajaran berbasis pengalaman, pendekatan kontekstual, dan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Selain itu, penting untuk mengintegrasikan ajaran agama Kristen dengan kehidupan sehari-hari guna memperdalam pemahaman iman peserta didik dewasa. Implikasi dari penelitian ini adalah gereja dan lembaga pendidikan perlu mengembangkan kurikulum serta metode pengajaran yang dapat mengatasi tantangan tersebut, sekaligus mendorong terbentuknya komunitas Kristen dewasa yang memiliki nilai-nilai iman yang kokoh.
Filosofi Ya’ahowu dalam Budaya Nias sebagai Basis Teologi Perdamaian Inklusif dalam Pendidikan Kristen Multikultural Zalukhu, Amirrudin
Jurnal Teologi Injili Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v5i1.170

Abstract

Kajian ini menelusuri filosofi Ya’ahowu dalam budaya Nias dan penerapannya dalam pendidikan Kristen multikultural, dengan fokus pada pengembangan teologi perdamaian inklusif. Ya’ahowu, sebagai ungkapan persaudaraan dan harapan baik dalam budaya Nias, memiliki potensi untuk memperkaya teologi perdamaian dengan nilai-nilai rekonsiliasi, kesetaraan, dan keharmonisan sosial. Dengan pendekatan kualitatif autoetnografi, kajian ini mengeksplorasi bagaimana filosofi Ya’ahowu dapat dijadikan dasar dalam membangun dialog antarbudaya dan agama dalam pendidikan Kristen, yang semakin relevan di tengah keberagaman sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi Ya’ahowu dalam pendidikan Kristen dapat menciptakan ruang inklusif yang menghargai perbedaan, memperkuat nilai-nilai toleransi dan perdamaian, serta membangun komunitas yang harmonis. Kajian ini juga menekankan pentingnya pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal dalam pendidikan Kristen untuk mendorong generasi yang lebih terbuka dan berorientasi pada perdamaian. Penerapan nilai-nilai Ya’ahowu dapat menjadi langkah konkret dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan damai.
Menjadi Kristen Evangelis tanpa Isolasi Sosial: Konstruksi Penginjilan Karitatif di Lingkungan Heterogen Nole, Otniel Aurelius
Jurnal Teologi Injili Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v5i1.189

Abstract

Pertumbuhan gereja tampak dari kualitasnya bertahan hidup. Namun, ketahanan hidupnya juga ditentukan oleh pertambahan kuantitas. Jika berkurang, gereja berusaha untuk menambah populasinya. Alih-alih menargetkan orang non-Kristen, sebagian gereja dalam kasus tertentu, memilih untuk mengambil orang yang sudah beragama Kristen. Berdasarkan hal itu, ada kesenjangan pengetahuan yang harus direspons secara saintifik. Artikel ini membahas tentang urgensi penginjilan dan maknanya bagi pertumbuhan jemaat yang sesuai dengan konteks Indonesia. Tujuan artikel ini ialah memberikan solusi menjadi Kristen Evangelis yang tidak mengisolasikan diri berdasarkan analisis mengonstruksi penginjilan karitatif di lingkungan heterogen. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan reviu literatur yang bersifat naratif. Penelitian ini telah membuktikan bahwa tindakan sosial sebagai bentuk penginjilan karitatif efektif dalam menjangkau komunitas yang beragam. Itu berdasar pada praktik merepresentasikan figur Yesus Kristus. Kontribusi penginjilan karitatif terletak pada upaya merevitalisasi natur gereja sebagai pemegang amanah pemberitaan Injil, agar tetap bermultiplikasi di era kontemporer maupun masa depan.
Moderasi dan Inklusivitas dalam Pendidikan Kristen: Membangun Resistensi terhadap Radikalisme Teologis Mondolu, Debby Christ; Tetelepta, Hendrik Bernadus; Tafonao, Talizaro
Jurnal Teologi Injili Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v5i1.222

Abstract

Radikalisme dan fundamentalisme teologis masih menjadi tantangan serius dalam pendidikan Kristen, terutama ketika pemahaman ajaran agama dilakukan secara sempit dan eksklusif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendekatan moderasi dan inklusivitas dalam pendidikan Kristen dapat membangun resistensi terhadap kecenderungan radikal dan fundamentalis di dunia pendidikan. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan (library research), penelitian ini mengkaji tiga aspek utama: (1) radikalisme dan fundamentalisme dalam konteks pendidikan Kristen, (2) konsep moderasi dalam pendidikan Kristen, (3) karakter pendidikan Kristen yang moderat dan inklusif, dan (4) strategi resistensi terhadap radikalisme teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Kristen yang mengedepankan hermeneutika kontekstual, kurikulum berbasis kasih dan toleransi, serta dialog sehat antara iman dan akal, mampu membentuk sikap keagamaan yang terbuka dan damai. Pendidikan seperti ini tidak hanya memperkuat iman yang sehat, tetapi juga berperan strategis dalam menciptakan keharmonisan di tengah masyarakat multikultural.
Kepemimpinan Transformasional Berbasis Narasi Musa: Sintesis Keluaran 18:13–27 dan Teori Burns-Bass dalam Pendidikan Kristen Mudak, Sherly; Silalahi, Edu Arto; Manao, Mukhlis; Sumarno, Sumarno; Gea, Leniwan Darmawati
Jurnal Teologi Injili Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v5i1.229

Abstract

Kepemimpinan dalam pendidikan Kristen menuntut lebih dari sekadar kemampuan manajerial; ia memerlukan pendekatan yang membina, mentransformasi, dan berakar pada nilai-nilai rohani. Permasalahan umum yang diangkat dalam penelitian ini adalah belum adanya kepemimpinan yang secara integratif menggabungkan teori kepemimpinan modern dengan narasi kepemimpinan Alkitabiah dalam konteks pendidikan Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kepemimpinan transformasional yang berlandaskan teladan kepemimpinan Musa dalam Keluaran 18:13–27 serta teori Burns dan Bass. Teori kepemimpinan transformasional digunakan sebagai kerangka analisis utama, dengan empat dimensinya: inspirational motivation, idealized influence, individualized consideration, dan intellectual stimulation. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, melalui analisis literatur akademik dan eksposisi teks Alkitabiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Musa merefleksikan prinsip-prinsip kepemimpinan transformasional melalui delegasi tugas yang bertanggung jawab, pembinaan rohani yang terarah, dan pewarisan nilai-nilai spiritual. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan penerapan kepemimpinan transformasional dalam pendidikan Kristen yang terdiri dari tiga komponen utama: delegasi yang bertanggung jawab, mentoring yang terarah, dan pembentukan karakter rohani. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara teori modern dan narasi biblis dapat menghasilkan kepemimpinan yang kontekstual, aplikatif, dan relevan bagi pembinaan pemimpin pendidikan Kristen masa kini yang berorientasi pada transformasi iman, karakter, dan tanggung jawab pelayanan.
Sakramen Perjamuan Kudus sebagai Tanda Perjanjian dan Antisipasi Eskatologis Pesta Kawin Anak Domba Lunardi, Jeconiah; Sugianto, Edi
Jurnal Teologi Injili Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v5i2.188

Abstract

Gereja adalah Mempelai Kristus yang yang relasinya digambarkan dalam metafora pernikahan dan disimbolkan melalui sakramen Perjamuan Kudus. Gereja adalah mempelai wanita Kristus, terikat dalam perjanjian ilahi yang berakar dari Perjanjian Lama. Namun dalam praktiknya belum sepenuhnya dipahami maknanya oleh umat Allah. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana Sakramen Perjamuan Kudus menunjukkan cicipan Pesta Kawin Anak Domba yang akan datang dan mengingatkan umat akan janji kedatangan Kristus kembali. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan interpretatif dan riset kepustakaan. Tulisan ini menghasilkan temuan: Pengajaran Mempelai menekankan hubungan eskatologis antara Kristus dan Gereja sebagai mempelai; Sakramen Perjamuan Kudus berfungsi sebagai tanda perjanjian yang kelihatan, tindakan simbolis dan bentuk kehadiran Kristus; sintesa dua teori ini menghasilkan temuan bahwa sakramen Perjamuan Kudus merupakan antisipasi dari Pesta Kawin Anak Domba di akhir zaman. Sehingga orang percaya sebagai mempelai wanita Kristus lebih menghayati ketika mempraktikkan Perjamuan Tuhan yaitu memperingati Karya Kristus serta memberitakan-Nya dalam perkataan dan perbuatan hingga kedatangan-Nya yang kedua kali.
Kehadiran Ketidakadilan di Lembaga Peradilan: Refleksi Teologis dan Hukum atas Ketidakadilan Sistemik Berdasarkan Pengkhotbah 3:16 Purwanto, Edi
Jurnal Teologi Injili Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v5i2.191

Abstract

Ketidakadilan dalam lembaga peradilan merupakan realitas yang telah disadari sejak zaman kuno, sebagaimana tercermin dalam Pengkhotbah 3:16. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur kualitatif dengan analisis reflektif interdisipliner yang mengintegrasikan sumber-sumber teologi, teori sistem hukum, filsafat hukum, dan literatur hukum Indonesia kontemporer. Melalui pendekatan ini, penelitian mengidentifikasi akar ketidakadilan tidak hanya pada perilaku individu, tetapi juga pada kelemahan dalam struktur, substansi, dan budaya hukum. Selain itu, studi ini menawarkan kerangka konseptual reformasi hukum yang lebih holistik dan berbasis moral, yang menempatkan nilai-nilai etis transendental sebagai fondasi bagi transformasi sistem hukum. Kerangka ini mencakup tiga pilar: (1) pemurnian struktur hukum melalui integritas kelembagaan; (2) penyelarasan substansi hukum dengan prinsip keadilan substantif; dan (3) pembaruan budaya hukum melalui internalisasi moralitas publik dan etos profesionalisme. Temuan penelitian menegaskan bahwa pemulihan keadilan menuntut reformasi yang tidak hanya bersifat institusional, tetapi juga menyentuh dimensi moral dan spiritual yang menopang keberlangsungan sistem hukum.
Komunikasi Digital yang Beretika di Tengah Polarisasi Politik di Indonesia: Kajian Etika Kristen Nego, Obet
Jurnal Teologi Injili Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v5i2.246

Abstract

Polarisasi politik di Indonesia semakin menguat seiring dengan peran media sosial sebagai ruang utama ekspresi politik dan pertukaran wacana publik. Fenomena ini memperlihatkan dominasi retorika emosional, provokatif, dan konfrontatif yang diperkuat oleh algoritma digital, sehingga mengikis kepercayaan publik, menghambat dialog konstruktif, dan melemahkan kohesi sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip etika Kristen kasih, kejujuran, keadilan, dan integritas dalam komunikasi digital di tengah polarisasi politik Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, melalui analisis tematik yang meliputi identifikasi konsep polarisasi politik digital, interpretasi teologis atas prinsip etika Kristen, dan sintesis kritis antara kajian komunikasi politik, algoritma media sosial, serta teologi praktis. Hasil kajian menunjukkan bahwa minimnya penerapan etika Kristen dalam wacana digital mengakibatkan krisis kesaksian iman dan memperparah retorika konflik. Artikel ini menegaskan urgensi panduan etis berbasis nilai Kristiani yang tidak hanya membatasi ujaran kebencian dan hoaks, tetapi juga membentuk habitus kebajikan komunikatif seperti kejujuran, kerendahan hati, dan belas kasih. Kontribusi penelitian ini terletak pada upaya membangun kerangka etika komunikasi digital yang kontekstual bagi komunitas Kristen Indonesia dalam menghadapi tantangan polarisasi politik.