cover
Contact Name
Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar No. K-2/22, Pos: 20222, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Center of Knowledge
ISSN : -     EISSN : 28071999     DOI : -
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Pusat Studi Pendidikan Rakyat (PUSDIKRA). Jurnal ini mewadahi publikasi hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Dosen-Dosen sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Jurnal ini merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System Versi 3, diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan Agustus dan Januari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 219 Documents
Implementasi Kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Calon Guru di SD Negeri 91 Palembang Anggie Fatma Aulia; Enok Reva Lusianah; Uliyatul Fitriah; Bunga Mar’arttus Shalehah; Suprapti Suprapti; Mutiara Mutiara; Monica Rachmania; Ayu Lestari; Rahmah Zabita Diani; Nurul Fadhilah; Mey Tria; Sighatiah Andayani; Dina Nur Nabila
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3539

Abstract

Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) adalah kegiatan yang diselenggarakan agar mahasiswa yang akan menjadi guru dapat mengalami langsung suasana dan cara mengajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kegiatan PLP dijalankan sebagai cara untuk meningkatkan kemampuan para calon guru di SD Negeri 91 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan cara pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentansi. Subjek penelitian ini adalah para mahasiswa dari universitas PGRI Palembang yang mengikuti program PLP dan melakukan kegiatan di SD Negeri 91 Palembang. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan PLP berhasil meningkatkan kemampuan para calon guru, terutama di bidang pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Mahasiswa diberi kesempatan untuk belajar membuat bahan ajar, melakukan kegiatan mengajar di kelas, mengatur suasana kelas, serta berkomunikasi dengan siswa dan guru. Selain itu, kegiatan PLP juga membantu mahasiswa memahami lebih dalam tentang budaya sekolah dan pekerjaan guru. Namun, ketika diterapkan, masih ada beberapa kendala, seperti waktu yang terbatas dan kurangnya kepercayaan diri pada sebagian besar mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa program PLP berhasil meningkatkan kemampuan calon guru dan membantu mereka siap menjadi pendidik yang berkualitas di Sekolah Dasar.
Peran Pengabdian Mahasiswa Stkip Budidaya Binjai Dalam Mengedukasi Siswa SD Negeri 055969 Gotong Royong Tentang Pencegahan Bullying untuk Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Inklusif Maulana Akbar Sanjani; Ismail Ismail; Mardiana Mardiana; Hamidah D; Rabukit Damanik; Lendra Faqrurrowzi; Mawar Anisa Putri
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3546

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyaraka (PKM) ini untuk mengedukasi pencegahan Bullying yang menjadi salah satu masalah yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat sehingga berdampak negatif perkembangan sosial. Kurangnya pemahaman siswa terhadap dampak bullying sehingga terjadi nya perilaku saling meledek dan kekerasan fisik dan di anggap seperti hal yang wajar, serta menciptakan lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah yang aman dan ramah terhadap peseta didik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan dokumentasi selama pelaksanaan program Pengabdian. Lokasi kegiatan dilaksanakan di SD NEGERI 055969 gotong Royong, Kecamatan bahorok, Kabupaten Langkat. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kepada siswa mengenai jenis-jenis bullying dan dampaknya, perubahan sikap ke arah yang lebih positif, serta meningkatkan keberanian siswa untuk melapor ketika menemukan tindakan bullying tersebut. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peran mahasiswa pengabdian sangat mendukung upaya pencegahan bullying di sekolah dasar.
Implementsi Pendampingan Edukasi Desain Kemasan dalam Meningkat Daya Saing Produk Kue Tat Nenek Talo Kota Bengkulu Buatkan Abstrak dan Kata Kunci Oga Haryo; Jelika Hendika Gultom; Randa Junio Pratama Putra; Shela Desriana Putri; Kepin Oktrada; Meiza Septia; Shella Meylinda; Rizky Hariyadi
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3555

Abstract

Kue Tat merupakan salah satu kuliner tradisional khas Kota Bengkulu yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang cukup besar. Akan tetapi, produk Kue Tat Nenek Talo masih mengalami kendala dalam meningkatkan daya saing, khususnya pada aspek kemasan yang dinilai kurang menarik, minim informasi, serta belum sesuai dengan kebutuhan pemasaran masa kini. Kegiatan pendampingan edukasi desain kemasan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai pentingnya kemasan sebagai sarana promosi dan identitas produk guna meningkatkan daya saing di pasar lokal maupun regional. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi, wawancara, sosialisasi, pelatihan, serta pendampingan secara langsung dalam proses pembuatan desain kemasan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha dalam menentukan desain, pemilihan warna, pembuatan logo, serta penyajian informasi produk yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Selain itu, desain kemasan yang baru mampu memberikan nilai tambah pada produk, meningkatkan ketertarikan konsumen untuk membeli, serta memperkuat citra Kue Tat Nenek Talo sebagai salah satu oleh-oleh khas Bengkulu. Oleh karena itu, pendampingan edukasi desain kemasan dapat menjadi salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan daya saing UMKM berbasis makanan tradisional.
Pengaruh Pelatihan Promosi Digital Terhadap Peningkatan Penjualan UMKM Kue Tat Jelika Hendika Gultom; Oga Haryo; Kepin Okstrada; Shela Desriana Putri; Meiza Septia; Shella Meylinda; Randa Junio Pratama Putra; Rizky Hariyadi
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan promosi digital terhadap peningkatan penjualan UMKM Kue Tat. Perkembangan teknologi digital dan perubahan perilaku konsumen di era modern menuntut pelaku UMKM untuk mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran yang efektif. Namun, masih banyak pelaku UMKM Kue Tat yang mengalami keterbatasan dalam pengetahuan dan keterampilan promosi digital sehingga berdampak pada rendahnya daya saing dan jangkauan pasar produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM Kue Tat yang mengikuti program pelatihan promosi digital. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan promosi digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media sosial, marketplace, serta pembuatan konten digital sebagai sarana promosi produk. Selain itu, penerapan promosi digital mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan interaksi dengan konsumen, serta mendorong peningkatan penjualan produk Kue Tat. Dengan demikian, pelatihan promosi digital menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan daya saing dan keberlangsungan UMKM Kue Tat di era transformasi digital.
Pembentukan Moral Dan Kemandirian Anak Panti Asuhan Melalui Experiential Learning Di Lingkungan Fitri Yani; Vivi Uvaira Hasibuan; Nora Alisa
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3584

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai moral seperti tanggung jawab, disiplin dan kepedulian kepada anak panti asuhan, melatih kemandirian anak panti asuhan dalam kehidupan sehari-hari  dan,  mengembangkan kemampuan anak panti asuhan dalam bekerja sama dan bersosialisasi. Hal ini dilakukan berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra dalam upaya mendidik anak panti asuhan Ar rahman diantaranya: (1) minimnya kemandirian anak dalam aktivitas sehari-hari, (2) kurangnya pembinaan nilai moral melalui pengalaman nyata, (3) minimnya kegiatan pembelajaran berbasis nilai moral dari aktivitas yang dilakukan. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan mitra di antaranya: (1) melaksanakan penyuluhan terkait menanamkan nilai moral dan kemandirian; (2) melaksanakan penyuluhan melalui pembinaan karakter berbasis pengalaman; dan (3) pendampingan pada anak panti asuhan untuk meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan karakter anak. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui 4 tahapan, antara lain: (1) Persiapan: observasi lingkungan (pemetaan awal), diskusi permasalahan, dan penetapan solusi permasalahan; (2) Pelaksanaan: melaksanakan program pendampingan; (3) Monitoring dan Evaluasi: evaluasi proses dan hasil program pendampingan; dan (4) Tindak Lanjut: mengembangkan program pendampingan pada aspek yang lain dan skala yang lebih luas. Hasil program pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan antara lain: (1) masyarakat dapat terlibat langsung dalam memebnetuk karakter moral dan kemandirian secara tepat pada anak panti asuhan melalui peran aktif dalam pembinaan karakter berbasis pengalaman. Hal ini yang kemudian membentuk team yang memiliki hubungan kekeluargaan yang erat dalam panti asuhan sehingga memiliki hubungan/komunikasi yang baik didalam relasinya, (2) masyarakat terutama anak panti asuhan memiliki kesiapan yang baik dalam aktivitasnya bersama teman dan pengurus panti asuhan. Menjadikan anak panti asuhan memiliki karakter yang bernilai moral dan memiliki kepedulian sebagai media dalam menggali potensi dan menambah pengetahuan, serta membuka cakrawal berpikir dan berkreasi sebagai sarana pengembangan diri. Kerjasama yang baik dengan panti asuhan Ar-rahman, memungkinkan terlaksananya kegiatan ini dengan sukses dan diharapkan dapat menjadi model bagi kegiatan serupa di masa mendatang.
Pelatihan Storytelling Bahasa Inggris untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Nazli Fahada; Saidatul Hanim
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3597

Abstract

Speaking ability and creativity are essential competencies in English language learning. However, many students still lack confidence in speaking in front of the class and experience difficulties in developing and expressing ideas creatively. This community service program aimed to enhance students’ creativity and speaking skills through English storytelling training at MTs Al Washliyah Batang Serangan. The program was conducted over three months using several methods, including socialization, training, guided practice, mentoring, and evaluation. The training materials covered basic storytelling techniques, story structure development, the use of expressions, intonation, gestures, and speaking skill improvement. The results showed significant improvements in students’ performance. The percentage of students who were willing to perform in front of the class increased from 40% to 85%. In addition, students demonstrated better speaking fluency, pronunciation accuracy, vocabulary mastery, and the ability to organize stories systematically. Their creativity also improved, as reflected in the development of more varied, imaginative, and original story ideas. Furthermore, the storytelling training created a more active, communicative, and enjoyable learning environment. Based on these findings, it is recommended that storytelling be implemented continuously in English language teaching and integrated into school literacy programs to further develop students’ creativity, communication skills, and self-confidence.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Canva Dan Wordwall Untuk Guru MTsS Islamiyah YPI Batang Kuis Leli Hasanah Lubis; Eryk Hoyer Larsen; Irhamuddin; Mariani Siregar; Yuslinda
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3608

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MTsS Islamiyah YPI Batang Kuis dalam membuat media pembelajaran interaktif berbasis Canva dan Wordwall. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan guru dalam menghadirkan media pembelajaran yang lebih menarik, visual, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu koordinasi dengan pihak madrasah, identifikasi kebutuhan guru, penyampaian materi, praktik pembuatan media pembelajaran berbasis Canva, praktik pembuatan aktivitas interaktif menggunakan Wordwall, serta evaluasi dan refleksi hasil pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu memahami fungsi Canva dan Wordwall sebagai media pendukung pembelajaran serta mampu menghasilkan produk media pembelajaran digital sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Pelatihan ini juga meningkatkan kepercayaan diri guru dalam menggunakan teknologi pembelajaran dan mendorong guru untuk mengembangkan proses pembelajaran yang lebih kreatif, aktif, dan menyenangkan. Meskipun masih terdapat kendala seperti perbedaan kemampuan awal guru, keterbatasan waktu, dan kebutuhan pendampingan lanjutan, kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi digital guru madrasah. Dengan demikian, pelatihan pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis Canva dan Wordwall dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam mendukung inovasi pembelajaran di MTsS Islamiyah YPI Batang Kuis.
Edukasi dan Implementasi Layanan Mediasi dalam Mengatasi Pelanggaran Tata Tertib Siswa di SMP Muhammadiyah 57 Medan Imron Bima Saputra; Muhammad Luthfie Ramadhani; Nursyahrul Ritonga; Roslaeni Roslaeni; Indra Syah Putra; Agus Salim
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.2950

Abstract

This research aims to analyze the general picture of student disciplinary violations, implementation of education and understanding of rules, the process of implementing mediation services, and the effectiveness of mediation services in resolving violations.This community service (PkM) program involves determining the subject or target audience, implementing the activity, and collecting and analyzing data. This section explains how the team identifies problems, implements solutions, and measures the program's success in the field. Data collection methods include observation, interviews, and document review. Student disciplinary violations at SMP Muhammadiyah 57 Medan are still dominated by minor violations, indicating that some students have not yet optimally internalized the value of discipline. Efforts to educate and understand the rules have been implemented through socialization of disciplinary rules, classical guidance, coaching by guidance counselors, homeroom teachers, and subject teachers, thereby increasing students' understanding of the importance of discipline and responsibility. The implementation of mediation services is carried out systematically through problem identification, mediation processes, education, and follow-up, so that they not only function to resolve conflicts but also shape character, improve communication skills, and raise students' awareness to comply with school rules. Mediation services have proven effective in reducing disciplinary violations, improving interpersonal relationships, and strengthening a culture of discipline and Islamic character within SMP Muhammadiyah 57 Medan through collaboration between guidance counselors, the principal, homeroom teachers, teachers, and parents.
Sosialisasi Literasi Rekam Medik Melalui Pendekatan Linguistik untuk Membangun Komunikasi Kesehatan yang Efektif di Kalangan Pelajar Chairunnissa Chairunnissa; Mariska Vacsriani
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.2997

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi rekam medik dan kemampuan komunikasi kesehatan pelajar melalui pendekatan linguistik. Program dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, ceramah interaktif, diskusi, simulasi komunikasi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Pendekatan linguistik digunakan untuk menyederhanakan istilah-istilah medis sehingga lebih mudah dipahami peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai pengertian, fungsi, dan kerahasiaan rekam medik, serta pemahaman terhadap istilah medis dan komunikasi kesehatan yang efektif. Peserta juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menyampaikan informasi kesehatan menggunakan bahasa yang jelas, sopan, dan komunikatif. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan linguistik efektif meningkatkan literasi kesehatan, membangun kesadaran akan pentingnya kerahasiaan data pasien, serta berpotensi diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.