cover
Contact Name
Widia
Contact Email
widia.fiska09@gmail.com
Phone
+6285338122355
Journal Mail Official
lutfiaryanto@habi.ac.id
Editorial Address
Jl. Pendidikan STKIP Harapan Bima
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Pendikdas: Jurnal Pendidikan Dasar
Published by STKIP Harapan Bima
ISSN : 27748596     EISSN : 27748979     DOI : 10.36312
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Dasar yang diterbitkan oleh STKIP Harapan Bima dengan periode terbit setiap bulan Mei dan November (dua kali setahun). Jurnal Pendidikan Dasar merupakan jurnal yang memuat didalamnya kajian konseptual dan hasil penelitian Pendidikan Dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 78 Documents
Pengaruh Media Roda Putar Bangun Datar terhadap Literasi Numerik Peserta Didik kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Jombor 01 Cahyani, Yulia pradita; Sari, Nurratri Kurnia; Suswandari, Meidawati
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v5i2.320

Abstract

Tujuan dilakukannya  penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada pengaruh penggunaan media roda putar terhadap literasi numerik pada materi bangun datar kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Jombor 01 Tahun Ajaran 2023/2024 berjumlah 20 peserta didik yang dibagi menjadi 2 kelompok terdiri dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan observasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dimana penelitian ini bersifat teratur, terorganisir, serta hasil dari penelitian diungkapkan dalam bentuk angka-angka. Serta penelitian ini menggunnakan teknik pengambilan data berupa uji validitas dan uji reabilitas serta uji prasyarat data berupa (uji keseimbangan, uji normalitas dan uji homogenitas) Serta uji t-test untuk pengambilan keputusan atau hipotesis. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pembelajaran yang dilakukan dengan memanfaatkan media roda putar bangun datar secara signifikan menghasilkan penilian literasi numerik yang lebih tinggi. Hasil perhitungan didapatkan nilai df 38 pada taraf signifikan 5% dengan nilai ttabel 2,024 dan thitung sebesar 7,862 maka lebih besar daripada ttabel, dari perhitungan tersebut diperoleh t hitung   ttabel  maka, hipotesis alternative diterima dan hipotesis nol ditolak. Artinya ada perbedaan antara kelas eksperimen dengan menggunakan media roda putar dan kelas control dengan menggunakan media lama.
HUBUNGAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR Cahyani, Fitri Dwi; Sari, Nurratri Kurnia; Pujiyana, Pujiyana
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v5i2.314

Abstract

Motivasi belajar sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan di sekolah. Akan tetapi, masih banyak dijumpai motivasi belajar siswa yang rendah. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya . Tujuan penelitian untuk mengetahui ada hubungan Interaksi Teman Sebaya dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Pasarkliwon Tahun Ajaran 2023/2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional yang bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya hubungan antara variabel interaksi teman sebaya dengan variabel motivasi belajar. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan penyebaran angket. Hasil Penelitian yaitu penelitian yang dihitung dengan rumus korelasi produk moment dengan menggunakan aplikasi SSPS 25. Hasilnya Rhitung Rtabel atau 0,652 0,468 dengan taraf signifikansi 5% maka Ho tidak diterima atau Ha diterima. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan antara variabel interaksi teman sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pasarkliwon Surakarta Tahun Ajaran 2023/2024.
Karakteristik dan Etika Profesi Keguruan di Era Society 5.0: Kajian Leteratur Jannah, Miftahul; Sari, Widia; Robin, Robin; Hidayatullah, Rully; Hadeli, Hadeli
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 6, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v6i1.538

Abstract

Era Society 5.0 menghadirkan paradigma baru dalam dunia pendidikan, di mana teknologi canggih dan inovasi berbasis manusia membentuk lingkungan pembelajaran yang lebih interaktif. Maka tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik dan etika profesi guru yang diperlukan dalam era Society 5.0. Metode penelitian adalah library research, mengumpulkan data dan informasi dari berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, serta dokumen lainnya yang berkaitan dengan kata kunci “etika profesi guru” Kompetensi guru Era Society 5.0”. Selanjutnya klasifikasi dan analisis isi dari data yang diperoleh, serta penarikan kesimpulan dari hasil sintesis berbagai sumber yang telah dianalisis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di era Society 5.0 harus memiliki literasi digital, kemampuan beradaptasi, kreativitas, berpikir kritis, dan pengetahuan interdisipliner. Mereka diharapkan mampu mengintegrasikan, big data, dan Internet of Things (IoT) dalam proses pembelajaran dengan tetap mempertahankan pendekatan yang berpusat pada manusia. Karena peran guru dalam era Society 5.0 tidak hanya terbatas pada pengajaran, tetapi juga mencakup mentoring dan pembinaan etika. Untuk mencapai hal ini, diperlukan pengembangan profesional berkelanjutan, pelatihan etika, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi. Dengan menggabungkan inovasi dan prinsip etika, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang holistik serta mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan dunia modern.
RELEVANSI KURIKULUM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN DENGAN KEBUTUHAN SEKOLAH ATAU MADRASAH DI ERA SOCIETY 5.0 Atika, Nur; Sapitri, Suhaira; Khaira, Isral; Hadeli, Hadeli; Hidayatullah, Rully
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 6, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v6i1.536

Abstract

Era Society 5.0 menuntut dunia pendidikan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang kompleks. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sebagai pencetak calon guru dituntut memiliki kurikulum yang relevan dengan kebutuhan sekolah atau madrasah di era ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi relevansi kurikulum FTIK dengan kebutuhan sekolah dan madrasah di era Society 5.0, serta memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan zaman. Metode yang digunakan adalah library research, yaitu kajian kepustakaan yang dilakukan dengan menelaah berbagai sumber literatur, seperti buku, jurnal ilmiah nasional dan internasional yang relevan. Sumber-sumber data diperoleh dari Google scholar rentang tahun terbitan 2017-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan antara kurikulum FTIK dengan kebutuhan di lapangan, khususnya dalam penguasaan teknologi, inovasi pembelajaran, serta penguatan karakter. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara kurikulum FTIK dengan kebutuhan di lapangan, terutama dalam hal penguasaan teknologi, inovasi pembelajaran, dan penguasaan karakter. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum FTIK yang lebih adaptif dan responsif terhadap tuntutan zaman. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai implementasi dan evaluasi kurikulum tersebut agar pengembangannya dapat berjalan secara optimal. 
Analisis Hak dan Kewajiban Guru dalam Meningkatkan Kompetensi Tenaga Pendidik MI/SD di Era Society 5.0 Aprilia, Fella Putri; Sri Dewi, Fuja Endah; Najwa, Lathifa; Hidayatullah, Rully; Hadeli, Hadeli
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 6, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v6i1.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hak serta kewajiban guru dalam peningkatan kompetensi tenaga pendidik mi/sd di era society 5.0, yang mengedepankan sinergi antara teknologi dan nilai-nilai kemanusian. Metode yang digunakan berupa studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Informasi dikumpulkan dari berbagai referensi yang relevan dan dianalisis melalui pendekatan tematik. Temuan menunjukan bahwa hak guru mencakup aspek kesejahteraan, perlindungan hukum, peluang pengembangan profesional, serta akses terhadap teknologi pendidikan. Sementara itu, kewajiban guru meliputi penguasaan teknologi, pembentukan karakter peserta didik, penerapan etika digital, dan penyesuaian terhadap kurikulum yang kontekstual. Kesimpulan dari artikel ini menekankan pentingnya keseimbangan antara hak dan kewajiban guru guna mewujudkan sistem pendidikan yang responsif dan kompetensi tenaga pendidik yang berkualitas di tengah kemajuan teknologi yang pesat.
PERAN GURU DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR: STUDI KASUS DI SEKOLAH DASAR Nur'itam, Nur'itam; Nurwalidainismawati, Nurwalidainismawati; Suryaningsih, Sri
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 6, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v6i1.399

Abstract

Kurikulum Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memberikan kebebasan bagi sekolah dan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Dasar, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi selama proses implementasi. Metode Penelitian jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di sekolah dasar  SDN O’o Mpili Kecamatan Donggo dengan subjek penelitian adalah guru-guru kelas di sekolah terkait. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru-guru yang terlibat dalam penerapan Kurikulum Merdeka Belajar, observasi kegiatan belajar mengajar, dan dokumentasi terkait implementasi kurikulum di sekolah tersebut. Teknik keabsahan data menggunakan triagulasi waktu dan metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan 4 tahapan dari Miles dan Huberman . Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memainkan peran penting sebagai fasilitator, inovator, dan motivator, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam pelaksanaan, termasuk keterbatasan sarana dan kesiapan profesional. Kesimpulannya Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar memerlukan peran proaktif guru dalam menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan siswa. Guru tidak hanya sebagai penyampai materi tetapi juga sebagai fasilitator yang mendukung siswa untuk mandiri dan kreatif.
Analisis Perilaku dan Sikap Siswa Terhadap Kegiatan Pembelajaran di Sekolah Dasar Faristin, Andini Eka; Akbar, Sa'dun; Permata, Santy Dinar
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 6, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v6i1.398

Abstract

Di Indonesia, pendidikan merupakan suatu aspek yang perlu dikembangan secara unggul untuk menjadikan generasi bangsa yang memiliki potensi terhadap peserta didik. Dalam proses pembelajaran, banyak siswa yang fokus terhadap materi yang disampaikan oleh guru, namun beberapa siswa kurang fokus untuk memperhatikan materi yang diberikan. Tujuan penelitian ini melakukan observasi terhadap peserta didik SDN Sumbergondo 1, Batu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui respon peserta didik. Hasil penelitian ini memberikan gambaran mengenai kondisi perilaku dan sikap peserta didik pada saat pembelajaran berlangsung. Dari hasil keseluruhan indikator perilaku dan sikap peserta didik memiliki nilai yang cukup tinggi. Kurangnya nilai perilaku dapat mempengaruhi dari indikator suasana hati, kepercayaan diri dan kemampuan berpikir menjadi lemah, membuat peserta didik dalam kegiatan pembelajaran merasa malas dan bosan untuk mengikuti. Dari dampak tersebut dapat memerlukan solusi untuk mengatasi hal tersebut dengan memberikan relaksasi sejenak dengan melakukan kegiatan belajar sambil bermain.
Relevansi Kompetensi Guru Berdasarkan Undang-Undang No 14 Tahun 2005 di Era Society 5.0 Refiny, Meliza; Maharani, Maharani; Hidayatullah, Rully; Salam, Abdul; Trinova, Zulvia
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 6, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v6i1.524

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, kompetensi guru mencakup empat aspek utama: pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Dengan munculnya era Society 5.0, yang mengedepankan pemanfaatan teknologi untuk memecahkan masalah sosial, relevansi kompetensi guru menjadi semakin penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi kompetensi guru berdasarkan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 di era Society 5.0, serta bagaimana kompetensi tersebut dapat diadaptasi untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi dan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur Data diperoleh melalui kajian literatur yang mencakup Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, artikel ilmiah, serta penelitian yang berkaitan dengan perkembangan teknologi pendidikan dan perubahan dalam dunia pendidikan di era Society 5.0. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Kompetensi pedagogik dan profesional mendorong guru untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat pembelajaran yang inovatif, sementara kompetensi kepribadian dan sosial memungkinkan terciptanya hubungan yang harmonis dengan peserta didik, orang tua, dan masyarakat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji secara empiris implementasi keempat kompetensi guru dalam praktik pembelajaran di era Society 5.0, serta mengevaluasi pengaruh integrasi teknologi terhadap penguatan kompetensi tersebut di berbagai jenjang dan konteks pendidikan.
ANALISIS KODE ETIK GURU DALAM MENJALANKAN PROFESI DAN PROBLEMATIKANYA DI ERA SOCIETY 5.0 Nurhamidah, Nurhamidah; Arma, Dika Junia; Adawiyah, Rabiatul; Hidayatullah, Rully
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 6, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v6i1.528

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan etika profesi guru serta mengidentifikasi berbagai problematika yang dihadapi dalam konteks transformasi digital dan perubahan sosial di era Society 5.0. Metode ini melibatkan pengumpulan data dari berbagai sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, buku referensi, dokumen kebijakan pendidikan, serta artikel penelitian yang relevan dengan topik yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun guru memahami pentingnya etika profesi, mereka masih menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi digital, dilema moral di media sosial, dan tekanan dari ekspektasi masyarakat. Karena itu, perlu penguatan kompetensi etis dan digital serta kebijakan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kesimpulan dari artikel ini menekankan pentingnya guru menguasai kode etik profesi keguruan dan solusi atas problematikanya.
Penerapan Model Project Based Learning (PJBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Marifah, Izzatul; Karimah, Nurul Ikhsan
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 6, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v6i1.526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) di kelas V Sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berasal dari rendahnya prestasi belajar siswa akibat metode pengajaran yang monoton dan terbatasnya penggunaan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada penguasaan belajar siswa, dari 27% pada tahap pra-siklus menjadi 80% pada siklus I, dan 87% pada siklus II. Rata-rata nilai juga meningkat dari 46,5 menjadi 82, dan kemudian 88,3. Penerapan model PjBL terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan kolaboratif, serta mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa secara signifikan