cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 258 Documents
Search results for , issue "Vol 5" : 258 Documents clear
Perencanaan Ruang dan Ketimpangan Akses Pendidikan: Studi tentang Absennya Sekolah di Kawasan Urban Fringe Djufri, Djufri
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1721

Abstract

Urban fringe areas often become areas of urban expansion characterized by unequal access to public facilities, one of which is education. This research aims to understand the dynamics of space production in spatial planning in Makassar that contribute to the absence of schools in urban fringe areas. Using a critical ethnographic approach, this research combines semi-structured interviews, participatory observation, and spatial document analysis. Results show that the dominance of economic interests and investment logic in spatial planning leads to the marginalization of basic social needs such as education. Residents reacted through resistance strategies such as informal classes and community solidarity, but still faced structural limitations. This research recommends the need for spatial planning that is responsive, inclusive and oriented towards social justice.ABSTRAKWilayah urban fringe kerap menjadi area ekspansi perkotaan yang diwarnai oleh ketimpangan akses terhadap fasilitas publik, salah satunya adalah pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika produksi ruang dalam perencanaan tata ruang di Makassar yang berkontribusi terhadap absennya sekolah di wilayah urban fringe. Dengan menggunakan pendekatan etnografi kritis, penelitian ini menggabungkan wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen tata ruang. Hasil menunjukkan bahwa dominasi kepentingan ekonomi dan logika investasi dalam perencanaan ruang menyebabkan terpinggirkannya kebutuhan sosial dasar seperti pendidikan. Warga bereaksi melalui strategi resistensi seperti kelas informal dan solidaritas komunitas, namun tetap menghadapi keterbatasan struktural. Penelitian ini merekomendasikan perlunya perencanaan ruang yang responsif, inklusif, dan berorientasi pada keadilan sosial.
Menakar Ulang Kebijakan Pendidikan Islam: Studi Literatur atas Ketidaksesuaian Regulasi dan Praktik Lapangan Badruzaman, Tjetjep Ismail; Maulana, Muhammad Rizal; Fauzi, Wildi Ahmad; Suherman, Usep; Sukandar, Ahmad
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1696

Abstract

The disharmony between national education policies and the specific characteristics of Islamic education remains a fundamental issue in the development of Indonesia’s education system. This study aims to critically examine the dynamics of policy and reform in Islamic education amid the challenges of globalization, digital transformation, and decentralized governance. A qualitative-descriptive approach was employed using a library research method, analyzing policy documents, scholarly articles, and statistical data from the Ministry of Religious Affairs and the Central Statistics Agency (BPS). The findings reveal significant implementation gaps in curriculum design, funding schemes, digitalization, and teacher certification, which have negatively affected the quality and effectiveness of Islamic educational institutions. These policy misalignments have led to the marginalization of madrasahs in regional autonomy, the weakening of social legitimacy for Islamic education, and insufficient integration of Islamic values within the national education framework. The study recommends a value-based, participatory, and context-sensitive policy harmonization to strengthen the role of Islamic education in national development.ABSTRAKStudi ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis dinamika kebijakan dan reformasi pendidikan Islam di tengah tantangan globalisasi, transformasi digital, dan desentralisasi pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui penelusuran dokumen kebijakan, artikel jurnal ilmiah, serta data statistik dari Kementerian Agama dan BPS. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan implementatif pada aspek kurikulum, pendanaan, digitalisasi, dan sertifikasi guru madrasah yang berdampak pada rendahnya kualitas dan efektivitas lembaga pendidikan Islam. Implikasi dari disharmoni ini mencakup marginalisasi madrasah dalam sistem otonomi daerah, rendahnya legitimasi sosial pendidikan Islam, dan lemahnya integrasi nilai-nilai keislaman dalam kebijakan pendidikan umum. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya harmonisasi kebijakan yang berbasis nilai, partisipatif, dan kontekstual, guna memperkuat peran pendidikan Islam dalam pembangunan bangsa.
Pengembangan Media Catur Konstitusi untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran PPKn Alanur, Shofia Nurun; Jamaludin, Jamaludin; Sukmawati, Sukmawati; Nasran, Nasran
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1786

Abstract

The ever-evolving needs of students require the development of innovative, contextual, and engaging learning media. This article describes the development process and results of the Constitutional Chess learning tool, proposed as an alternative learning medium for Civic Education (PPKn) aligned with the Merdeka Curriculum. This study employs a Research and Development (RD) approach, applying the ADDIE model with students from Grade X of SMA Negeri 3 Palu as the research subjects. Data was collected through surveys and interviews with teachers and students. The research findings indicate that the Constitution Chess tool effectively enhances students' critical thinking skills and reinforces the values outlined in the Pancasila Student Profile particularly in the area of critical reasoning. By presenting constitutional content through an interactive and strategic game format, this media facilitates active and meaningful learning experiences. It is hoped that the results of this study will contribute valuable insights to the development of contextual and value-oriented educational media within the Merdeka Curriculum framework.ABSTRAKKebutuhan siswa yang terus berkembang memerlukan pengembangan media pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan menarik. Artikel ini menjelaskan proses pengembangan dan hasil dari alat pembelajaran Catur Konstitusi, yang diusulkan sebagai media pembelajaran alternatif untuk Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) yang selaras dengan Kurikulum Merdeka. Studi ini menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (RD), menerapkan model ADDIE dengan siswa kelas X SMA Negeri 3 Palu sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui survei dan wawancara dengan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Catur Konstitusi secara efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan memperkuat nilai-nilai dalam Profil Siswa Pancasila terutama dalam bidang penalaran kritis. Dengan menyajikan konten konstitusional melalui format permainan interaktif dan strategis, media ini memfasilitasi pengalaman belajar yang aktif dan bermakna. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi berharga bagi pengembangan media pendidikan yang kontekstual dan berorientasi nilai dalam konteks Kurikulum Merdeka.
Efek Moderasi Parental Involvement pada Hubungan Academic Stress dengan Dissatisfaction Response Siswa SMP X Rosmawaty, Shinta; Fikri, Aldinel
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1793

Abstract

This study aims to examine the effect of academic stress on students’ dissatisfaction responses and whether parental involvement moderates this relationship. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed. The sample consisted of 30 students from 10 classes at SMP X, and the data were analyzed using multiple regression and Moderated Regression Analysis (MRA) with SPSS version 30. The regression analysis showed that academic stress significantly affected all four dimensions of dissatisfaction response: Exit, Voice, Loyalty, and Neglect. However, the MRA results indicated that parental involvement did not moderate the relationship between academic stress and any of the four responses (p 0.05). The R-Square values for each MRA model were: Exit = 0.3237; Voice = 0.5884; Loyalty = 0.1869; and Neglect = 0.0209. These findings suggest that while parental involvement is generally important in education, it did not significantly strengthen or weaken the impact of academic stress on students’ dissatisfaction responses in this context.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh stres akademik terhadap respons ketidakpuasan siswa serta apakah keterlibatan orang tua memoderasi hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 30 siswa SMP X dari 10 kelas, dan data dianalisis menggunakan regresi berganda serta Moderated Regression Analysis (MRA) melalui SPSS versi 30. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa stres akademik berpengaruh signifikan terhadap keempat dimensi dissatisfaction response, yaitu Exit, Voice, Loyalty, dan Neglect. Namun, hasil MRA menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua tidak berperan sebagai moderator dalam hubungan antara stres akademik dan keempat respons tersebut (p 0,05). Nilai R-Square pada masing-masing model MRA adalah: Exit = 0,3237; Voice = 0,5884; Loyalty = 0,1869; dan Neglect = 0,0209. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun keterlibatan orang tua penting dalam pendidikan, dalam konteks ini tidak terbukti dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh stres akademik terhadap respons ketidakpuasan siswa.
Profil Kompetensi Sosial Guru BK Dalam Penyelenggaraan Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 11 Kota Kupang Menurut Persepsi Guru Mata Pelajaran Tahun Pelajaran 2024/2025 Maia, Romana Rozaria; Erlinda, Maria; Lejap, Gracianus E.T.P
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1818

Abstract

The aim of the research is to determine: Social Competence of Guidance and Counseling Teachers in Providing Guidance and Counseling Services at SMP Negeri 11 Kupang City according to the perception of subject teachers. The method used in this research is quantitative descriptive and data collection tools in the form of interviews, observations and social competency questionnaires for guidance and counseling teachers. The research data analysis technique uses the central tendency formula. The results of research data analysis show that the average profile score is 136, which is between the score range 129–158, which is in the very high category. It can be concluded that the guidance and counseling teachers at SMP Negeri 11 Kupang City for the 2024/2025 academic year have good social competence in providing guidance and counseling services.ABSTRAKTujuan penelitian untuk mengetahui: Kompetensi Sosial Guru BK dalam Penyelenggaraan Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 11 Kota Kupang menurut persepsi guru Mata pelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan alat pengumpul data berupa wawancara, observasi dan angket kompetensi sosial guru BK. Teknik analisis data penelitian menggunakan rumus kecenderungan pusat. Hasil analisis data penelitian menunjukkan skor rata-rata profil sebesar 136 berada di antara rentangan skor 129–158 termasuk kategori sangat tinggi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa bapak/ibu guru BK SMP Negeri 11 Kota Kupang tahun pelajaran 2024/2025 memiliki kompetensi sosial yang baik dalam menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling. 
Reformasi Pendidikan Islam di Tengah Globalisasi dan Modernisasi: Telaah Konseptual dan Implikasinya Purwanti, Eka; Nurillah, Lulu Alawiyah; Siroj, Sri Azizah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1670

Abstract

This study aims to analyze the impact of globalization and modernization on the Islamic education system using a qualitative approach based on a literature review. Data were collected through the examination of relevant scholarly sources, including books, journal articles, and research reports that address Islamic education in a global context. The findings reveal that globalization has a dual effect on Islamic education. On the one hand, it offers expanded access to information and digital technology, which encourages curriculum reform, improved learning quality, and cross-institutional collaboration. On the other hand, globalization presents significant challenges, such as the commercialization of education, the infiltration of foreign values that may contradict Islamic principles, and increased digital distractions that hinder students’ internalization of religious values. The study concludes that Islamic education must adapt to global dynamics without compromising its core religious teachings. Accordingly, strategic measures are needed to strengthen Islamic character development, integrate contextually relevant curricula, enhance teacher competencies, and utilize technology wisely. The implications of this study highlight the urgent need for systemic transformation in Islamic education to develop Muslim generations who are knowledgeable, virtuous, and competitive in facing the challenges of globalization and modernizationABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh globalisasi dan modernisasi terhadap sistem pendidikan Islam dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka. Data dikumpulkan melalui telaah berbagai literatur ilmiah yang relevan, termasuk buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang membahas isu-isu pendidikan Islam dalam konteks global. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi memberikan dampak ganda terhadap pendidikan Islam. Di satu sisi, terbukanya akses terhadap informasi dan teknologi digital mendorong reformasi kurikulum, peningkatan mutu pembelajaran, serta kolaborasi antar lembaga pendidikan secara lintas negara. Namun di sisi lain, globalisasi juga membawa tantangan serius berupa komersialisasi pendidikan, masuknya nilai-nilai asing yang bertentangan dengan prinsip keislaman, serta meningkatnya distraksi digital yang memengaruhi internalisasi nilai-nilai agama pada peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam harus mampu beradaptasi dengan dinamika global tanpa kehilangan esensi ajaran Islam. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan karakter keislaman, integrasi kurikulum yang kontekstual, peningkatan kapasitas pendidik, serta pemanfaatan teknologi secara bijak. Implikasi dari hasil penelitian ini menekankan pentingnya transformasi sistemik dalam pendidikan Islam agar mampu mencetak generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, dan kompetitif dalam menghadapi tantangan era globalisasi dan modernisasi.
Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan: Konsep, Perkembangan, dan Inovasi Media Pembelajaran Puteri, Aulia Rahma; Nasution, Wahyudin Nur; Nasution, Muhammad Irwan Padli
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1760

Abstract

The development of information and communication technology (ICT) has brought significant changes to the global education system. ICT is no longer merely a supporting tool in the learning process; it has transformed into a core component that reshapes mindsets, strategies, and pedagogical approaches across various levels of education. This study aims to conceptually analyze the scope of ICT, map the historical development of its utilization in the educational world, and explore current innovations in ICT-based learning media. Innovations in ICT-based learning media continue to evolve, including e-learning, interactive simulations, augmented reality, and the use of artificial intelligence in personalized learning. These advancements offer positive implications for the effectiveness, flexibility, and accessibility of learning, while also demanding readiness from teachers, students, and educational institutions in terms of digital literacy and pedagogical transformation. The integration of ICT in education requires not only technical understanding but also pedagogical and strategic awareness. The wise and purposeful use of technology can support the creation of an innovative, adaptive, and human-centered learning ecosystem in the digital era.ABSTRAKPerkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa perubahan besar dalam sistem pendidikan global. TIK tidak hanya menjadi alat bantu dalam proses pembelajaran, tetapi telah bertransformasi menjadi komponen utama yang mengubah pola pikir, strategi, dan pendekatan pedagogis di berbagai jenjang pendidikan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual ruang lingkup TIK, memetakan perkembangan historis pemanfaatannya dalam dunia pendidikan, serta mengeksplorasi inovasi media pembelajaran berbasis teknologi yang berkembang saat ini. Inovasi dalam media pembelajaran berbasis TIK terus berkembang, seperti e-learning, simulasi interaktif, augmented reality, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam personalisasi pembelajaran. Hal ini membawa implikasi positif terhadap efektivitas, fleksibilitas, dan aksesibilitas pembelajaran, namun juga menuntut kesiapan guru, peserta didik, dan institusi pendidikan dalam hal literasi digital dan transformasi pedagogis. Integrasi TIK dalam pendidikan tidak hanya menuntut pemahaman teknis, tetapi juga kesadaran pedagogis dan strategis. Pemanfaatan teknologi secara bijak dan terarah akan mampu mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan humanis di era digital.
Pendidikan Karakter Inklusif Bagi Anak Berkebutuhan Khusus: Analisis Responsivitas Kebijakan Publik Rafah, Ahmad; Hafni, Nurhaida; Dayunita, Putri; Maulidya, Siska; Suhardi, Suhardi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1834

Abstract

This study aims to analyze the responsiveness of public policy toward inclusive character education for Children with Special Needs (ABK) in Indonesia. Inclusive character education is increasingly relevant due to growing diversity in school environments and the importance of instilling moral values from an early age. Although various national and international policies support inclusive education, their implementation still faces challenges, including limited access for ABK, inadequate specialized infrastructure, and insufficient teacher capacity in managing inclusive learning. This research employs a qualitative descriptive approach through a literature review of academic publications and policy documents. The findings indicate that inclusive education policies in Indonesia remain largely normative and have not yet responded adequately to real needs in the field. Key issues include the lack of structured needs assessment, absence of budget prioritization and sustainable training, and weak involvement of parents and communities in inclusive education practices. These findings imply the need for a reformulation of public policy that is more adaptive, participatory, and grounded in local data. Policy recommendations include strengthening initial ABK assessments, mandatory training for general education teachers, special budget allocations for inclusive education, and the integration of character values into a flexible and accommodating curriculum. Thus, inclusive character education can truly serve as a bridge toward an equitable, humane, and sustainable education system.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis responsivitas kebijakan publik terhadap pendidikan karakter inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Indonesia. Pendidikan karakter inklusif menjadi semakin relevan seiring meningkatnya keberagaman di lingkungan sekolah dan pentingnya pembentukan nilai-nilai moral sejak dini. Meskipun telah tersedia berbagai kebijakan nasional dan internasional yang mendukung pendidikan inklusif, implementasinya masih menemui berbagai kendala, mulai dari rendahnya akses pendidikan bagi ABK, keterbatasan sarana prasarana khusus, hingga minimnya kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran inklusif. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang menelaah literatur akademik dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia masih bersifat normatif dan belum sepenuhnya responsif terhadap kebutuhan nyata di lapangan. Indikator utama yang menjadi perhatian adalah identifikasi kebutuhan ABK yang belum terstruktur, tidak adanya prioritas anggaran dan pelatihan berkelanjutan, serta lemahnya pelibatan orang tua dan masyarakat dalam praktik pendidikan inklusif. Temuan ini mengimplikasikan perlunya reformulasi kebijakan publik yang lebih adaptif, partisipatif, dan berbasis data lokal. Rekomendasi kebijakan mencakup penguatan asesmen awal ABK, pelatihan wajib bagi guru reguler, alokasi dana khusus pendidikan inklusif, serta integrasi nilai-nilai karakter ke dalam kurikulum yang fleksibel dan akomodatif. Dengan demikian, pendidikan karakter inklusif dapat benar-benar menjadi jembatan menuju sistem pendidikan yang adil, manusiawi, dan berkelanjutan.
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Media Gambar Untuk Anak di Kelompok A Rifmasari, Yessi; Afrilia, Chindy
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1746

Abstract

This study was motivated by the low level of early reading skills in group A children in Payakumbuh City. Where children have not been able to recognize initial letters in the picture and children have not been able to read letters in the picture. This study aims to describe the ability of beginning reading through the use of picture media. The type of research is Classroom Action Research (PTK) with four stages of planning, implementation, observation, and reflection. The results showed that before the action, the child's ability to recognize initial letters in the picture was at a percentage of 63.1%, while the child's ability to read letters in the picture was at a percentage of 62.9%. After the action in Cycle I, there was an increase, with the ability to recognize initial letters in pictures reaching 67.7%, and the ability of children to read letters in pictures increased to 67.3%. In Cycle II, the ability to recognize initial letters in pictures increased to 86.4%, and the ability of children to read letters in pictures increased to 86.4%. Based on these results it can be concluded that through image media can improve the ability to read the beginning of group A children in Payakumbuh City.ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan pada anak kelompok A di Kota Payakumbuh. Dimana anak belum mampu mengenal huruf awal pada gambar dan Anak belum mampu membaca huruf pada gambar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan melalui penggunaan media gambar. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tindakan, kemampuan anak dalam mengenal huruf awal pada gambar berada pada persentase 63,1%, sedangkan kemampuan Anak membaca huruf pada gambar berada pada persentase 62,9%. Setelah tindakan pada Siklus I, terjadi peningkatan, dengan kemampuan mengenal huruf awal pada gambar mencapai 67,7%, dan kemampuan Anak membaca huruf pada gambar meningkat menjadi 67,3%. Pada Siklus II, kemampuan mengenal huruf awal pada gambar meningkat menjadi 86,4%, dan kemampuan Anak membaca huruf pada gambar meningkat menjadi 86,4%. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa melalui media gambar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelompok A di Kota Payakumbuh.
Sekolah di Ruang yang Terlupakan: Antropologi Pendidikan di Pinggiran Kota Djufri, Djufri
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1728

Abstract

This research explores how schools in peri-urban areas reflect structural and symbolic inequalities in the Indonesian education system. The aim of this research is to understand how educational spaces are produced, interpreted and negotiated by school communities. Using a qualitative educational ethnography approach, this study collected data through in-depth interviews, participatory observation and visual documentation in two secondary schools on the outskirts of Makassar City. The research sample included teachers, students, school staff and parents, who were selected through purposive and snowball sampling techniques. This study uses space theory (Lefebvre), social theory (Bourdieu), and infrapolitics (Scott) to analyze how marginalized communities live and resist marginalization in neglected educational spaces. Field results show that peripheral schools do not only function as places of learning, but also as social arenas filled with resistance, aspirations and symbolic negotiations. Key findings show that spatial injustice and symbolic violence go hand in hand with grassroots resilience. The study concludes that education cannot be separated from the politics of space, and that urban education policies should consider equity in both physical infrastructure and community participation. This research contributes to urban critical education studies through grounded ethnographic narratives of forgotten school communities.ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi bagaimana sekolah-sekolah di wilayah pinggiran kota mencerminkan ketimpangan struktural dan simbolik dalam sistem pendidikan Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana ruang pendidikan diproduksi, dimaknai, dan dinegosiasikan oleh komunitas sekolah. Dengan menggunakan pendekatan etnografi pendidikan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi visual di dua sekolah menengah di pinggiran Kota Makassar. Sampel penelitian mencakup guru, siswa, staf sekolah, dan orang tua, yang dipilih melalui teknik purposive dan snowball sampling. Studi ini menggunakan teori ruang (Lefebvre), teori sosial (Bourdieu), dan infrapolitik (Scott) untuk menganalisis bagaimana komunitas marjinal menghidupi dan melawan keterpinggiran dalam ruang pendidikan yang terabaikan. Hasil lapangan menunjukkan bahwa sekolah-sekolah pinggiran tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai arena sosial yang dipenuhi perlawanan, aspirasi, dan negosiasi simbolik. Temuan utama menunjukkan bahwa ketidakadilan spasial dan kekerasan simbolik berjalan berdampingan dengan ketangguhan akar rumput. Studi ini menyimpulkan bahwa pendidikan tidak dapat dipisahkan dari politik ruang, dan bahwa kebijakan pendidikan perkotaan harus mempertimbangkan keadilan baik dalam infrastruktur fisik maupun partisipasi komunitas. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian pendidikan kritis perkotaan melalui narasi etnografis yang membumi tentang komunitas sekolah yang terlupakan.

Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue