cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 482 Documents
UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA PADA SISWA KELAS XI: STUDI LITERATUR di SMA NEGERI 3 KUPANG Banur, Marselina; Bulor, Rosa mustika
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2409

Abstract

Adolescent delinquency at the senior high school level remains a persistent issue requiring a professional response through Guidance and Counseling services. This study aims to analyze the efforts of guidance counselors in addressing juvenile delinquency through preventive, corrective, and collaborative service approaches. The research employs a qualitative method with a literature review, examining scholarly articles, books, educational regulations, and professional publications related to counseling interventions for problematic student behavior. The findings indicate that the effectiveness of counselor interventions is influenced by the quality of basic services, individual counseling, cooperation with homeroom teachers and parents, and the school’s ability to build a supportive educational climate. Scientifically, this article contributes by presenting a comprehensive synthesis of recent research findings regarding the role of guidance and counseling teachers in addressing juvenile delinquency. This can serve as a conceptual and practical foundation for developing guidance and counseling service programs at the high school level.ABSTRAK                 Kenakalan remaja di tingkat sekolah menengah atas tetap menjadi masalah yang persisten dan memerlukan tanggapan profesional melalui layanan Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya konselor bimbingan dalam menangani kenakalan remaja melalui pendekatan layanan preventif, korektif, dan kolaboratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tinjauan literatur, menganalisis artikel ilmiah, buku, peraturan pendidikan, dan publikasi profesional yang berkaitan dengan intervensi konseling untuk perilaku siswa yang bermasalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas intervensi konselor dipengaruhi oleh kualitas layanan dasar, konseling individu, kerja sama dengan guru kelas dan orang tua, serta kemampuan sekolah dalam membangun iklim pendidikan yang mendukung. Secara ilmiah, artikel ini berkontribusi dengan menyajikan sintesis komprehensif dari temuan penelitian terbaru mengenai peran guru bimbingan dan konseling dalam menangani kenakalan remaja. Hal ini dapat menjadi landasan konseptual dan praktis untuk mengembangkan program layanan bimbingan dan konseling di tingkat sekolah menengah atas.
POTENSI VIRTUAL REALITY (VR) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MUKHTAKHIR DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (STUDI KASUS SMK MUHAMMADIYAH 1 BANTUL) Pratama, Bagaskara Nanda; Roihan, Rifqi Aji
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2689

Abstract

The development of digital technology has encouraged the emergence of Virtual Reality (VR) as an advanced learning medium with the potential to provide immersive learning experiences, including in Islamic Religious Education (IRE), which emphasizes the understanding of values, religious practices, and the internalization of spiritual meaning. This study aims to analyze the potential use of VR as a learning medium in IRE and to identify the opportunities and challenges of its implementation at SMK Muhammadiyah Bantul. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through classroom observations, in-depth interviews with IRE teachers and students, and documentation of technology-based instructional materials. The findings indicate that VR has significant potential to enhance learning motivation, strengthen students’ conceptual and contextual understanding of IRE content, and support the visualization of abstract materials such as Islamic history, Hajj rituals simulation, and moral values. However, the implementation of VR still faces constraints, including limited infrastructure, teachers’ technological competence, and the need to adapt learning materials to ensure alignment with Islamic pedagogical and spiritual values. This study concludes that Virtual Reality can serve as an innovative and effective learning medium for Islamic Religious Education when supported by adequate infrastructure readiness, improved teachers’ digital literacy, and the strengthening of teachers’ roles in guiding students so that the use of technology remains grounded in Islamic values.ABSTRAKPerkembangan teknologi digital mendorong hadirnya Virtual Reality (VR) sebagai media pembelajaran mutakhir yang berpotensi memberikan pengalaman belajar imersif, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menekankan pemahaman nilai, praktik ibadah, dan internalisasi makna spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan VR sebagai media pembelajaran PAI serta mengidentifikasi peluang dan tantangan implementasinya di SMK Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru PAI dan peserta didik, serta dokumentasi perangkat pembelajaran berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VR memiliki potensi besar dalam meningkatkan motivasi belajar, memperkuat pemahaman konseptual dan kontekstual materi PAI, serta membantu visualisasi materi abstrak seperti sejarah Islam, manasik haji, dan nilai-nilai akhlak. Namun demikian, implementasi VR masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana prasarana, kompetensi guru dalam penguasaan teknologi, serta perlunya penyesuaian materi agar selaras dengan nilai-nilai pedagogik dan spiritual Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Virtual Reality dapat menjadi media pembelajaran PAI yang inovatif dan efektif apabila didukung oleh kesiapan infrastruktur, peningkatan literasi teknologi guru, serta penguatan peran guru dalam membimbing peserta didik agar pemanfaatan teknologi tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Efforts to Improve Scientific Literacy Through Ethnoscience-Based Learning in Science Learning Nasution, Nurul Hidayah; Nasution, Irda Wahidah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2618

Abstract

Education in the 21st century demands students to possess critical and creative thinking skills, effective communication abilities, and collaborative competencies in the learning process. Science education plays a strategic role in integrating literacy skills with scientific understanding, as it examines natural phenomena through systematic scientific methods. In science learning, students are expected not only to master scientific concepts but also to develop problem-solving skills, critical thinking, and the ability to apply knowledge in real-life contexts. However, scientific literacy that integrates cultural perspectives remains insufficiently emphasized in the Indonesian education curriculum. Incorporating scientific literacy through cultural contexts is essential as an effort to strengthen students’ sense of patriotism and appreciation of national cultural identity. This article employs a literature review method by analyzing and synthesizing findings from national research articles related to ethnoscience-based learning and scientific literacy. A meta-analysis approach was conducted by tracing relevant publications indexed in Google Scholar and Portal Garuda from 2023 to 2025. The selected articles were analyzed descriptively to identify patterns, key findings, and implications regarding the effectiveness of ethnoscience-based learning in enhancing students’ scientific literacy. The results of the analysis indicate that ethnoscience-based learning contributes positively to students’ attitudes toward science, conceptual understanding, and scientific reasoning skills. This approach emphasizes integrated understanding by connecting scientific concepts with local culture, traditional knowledge, and the surrounding environment, thereby making learning more contextual and meaningful. Furthermore, the appropriate use of learning media aligned with instructional objectives, learning materials, and students’ characteristics is crucial in supporting the successful implementation of ethnoscience-based learning. Overall, ethnoscience-based learning is a promising approach to improving scientific literacy while preserving and valuing local cultural wisdom.ABSTRAKPendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki keterampilan berpikir kritis dan kreatif, kemampuan berkomunikasi secara efektif, serta keterampilan bekerja sama dalam proses pembelajaran. Pembelajaran IPA memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan kemampuan literasi dengan pemahaman sains, karena IPA mempelajari fenomena alam melalui metode ilmiah yang sistematis. Dalam pembelajaran IPA, peserta didik tidak hanya dituntut memahami konsep, tetapi juga mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, berpikir kritis, dan penerapan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, literasi sains yang terintegrasi dengan aspek budaya masih jarang mendapat perhatian dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Padahal, penerapan literasi sains berbasis budaya penting sebagai upaya menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui penguatan identitas budaya bangsa. Artikel ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menganalisis dan menelaah artikel penelitian nasional yang relevan dengan pembelajaran berbasis etnosains dan literasi sains. Penelusuran artikel dilakukan melalui Google Scholar dan Portal Garuda pada rentang tahun 2023–2025. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan temuan penelitian, kemudian disintesis guna memperoleh kesimpulan mengenai peran pembelajaran berbasis etnosains dalam meningkatkan literasi sains. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis etnosains mampu mengembangkan sikap positif terhadap sains, meningkatkan pemahaman konsep, serta memperkuat kemampuan berpikir ilmiah peserta didik. Pendekatan ini menekankan pemahaman terpadu dengan mengaitkan konsep sains dengan budaya lokal, pengetahuan tradisional, dan lingkungan sekitar sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Selain itu, pemilihan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, materi, dan karakteristik peserta didik menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas pembelajaran berbasis etnosains.
Teori Perenealisme dalam Kurikulum Berbasis Cinta untuk Mengembangkan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Maulana, Dhama; Ibnaz, M. Ikrom Alawi; Nabilah, Fiona Athiyya
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2509

Abstract

This study aims to explore the integration of Indonesian language learning models through the integration of the Perennialism philosophy and the Love-Based Curriculum (KBC) framework. The main issue raised is the dichotomy in modern education that tends to prioritize linguistic technical competence while ignoring the deepening of character and the depth of philosophical meaning. Using a descriptive qualitative method through literature study, this study explores the synergy between critical reasoning (logos) and affective empathy (pathos). The results show that the KBC model is able to position Indonesian canonical literary texts as instruments for internalizing eternal values (Panca Cinta) through the Socratic Dialogue and Empathy Project methodologies. This synthesis offers a solution for the development of a holistic curriculum, where Indonesian functions not only as a means of communication, but also as a vehicle for the formation of wise and morally integrity human beings in the contemporary era.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggali integrasi model pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui integrasi filosofi Perenialisme dan kerangka Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Masalah utama yang diangkat adalah adanya dikotomi dalam pendidikan modern yang cenderung memprioritaskan kompetensi teknis linguistik namun mengabaikan pendalaman karakter dan kedalaman makna filosofis. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi sinergi antara nalar kritis (logos) dan empati afektif (pathos). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model KBC mampu memposisikan teks sastra kanon Indonesia sebagai instrumen internalisasi nilai-nilai abadi (Panca Cinta) melalui metodologi Dialog Sokratik dan Proyek Empati. Sintesis ini menawarkan solusi bagi pengembangan kurikulum yang holistik, di mana Bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai wahana pembentukan manusia yang bijaksana dan memiliki integritas moral di era kontemporer.
Analisis Penerapan Nilai Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Pendidikan Inklusif di Universitas Pendidikan Indonesia: Studi Kualitatif Azkiya, Nasywa Nurul; Ghassan, Muhammad Ghiyats Zainul; Asy Syifa, Salma Nur; Fitria, Khodijah; Prandyatama, Ritonga Muhammad Farrel Halomoan; Supriyono, Supriyono
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2597

Abstract

Inclusive education is an educational system that ensures everyone receives equal and fair access to learning, including students with disabilities. However, its implementation in Indonesian higher education institutions still faces various challenges, such as structural, cultural, and methodological barriers. The values of Pancasila particularly humanity, unity, and social justice are relevant as moral and ethical foundations. This study evaluates the implementation of inclusive education at Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) by emphasizing the role of Pancasila values in creating an inclusive academic environment. Using a descriptive qualitative approach, the study involved participants consisting of one lecturer, one student with disabilities (categorized as having physical and sensory disabilities), and two non-disabled students. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation studies, and were analyzed using thematic analysis. Data validity was ensured through source triangulation and member checking. The results indicate that the academic community perceives Pancasila as the moral foundation of inclusive education and provides instrumental, emotional, and academic support through mentoring, flexibility in assignments, and service policies. However, the implementation has not been evenly distributed across all faculties, due to limited accessibility facilities, learning media that are not disability-friendly, a lack of sign language interpreters, and insufficient training for lecturers. A gap is evident between normative understanding and the practical realization of social justice in fulfilling the academic rights of students with disabilities.This study concludes that the implementation of inclusive education at UPI operates at a normative level but has not yet reached optimal practice. Therefore, strengthening institutional policies, enhancing lecturers’ competencies, providing physical and digital accessibility facilities, and continuously internalizing Pancasila values are necessary to realize higher education that is just, humane, and sustainable. The main contribution of this study is to offer practical recommendations for Indonesian higher education institutions to improve the implementation of inclusive education by reinforcing Pancasila values as an ethical and moral foundation.ABSTRAKPendidikan inklusif adalah sistem pendidikan yang memastikan setiap orang mendapatkan hak belajar secara adil, termasuk mahasiswa disabilitas, namun, penerapannya di perguruan tinggi Indonesia masih menghadapi tantangan, seperti struktural, budaya, dan metodologis. Nilai-nilai Pancasila, khususnya kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial, relevan sebagai dasar moral dan etika. Penelitian ini mengevaluasi implementasi pendidikan inklusif di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan menekankan peran nilai-nilai Pancasila dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian melibatkan subjek terdiri dari 1 dosen, 1 mahasiswa disabilitas (berkategori fisik, sensorik), dan 2 mahasiswa non-disabilitas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi perkuliahan, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil menunjukkan civitas akademika memaknai Pancasila sebagai fondasi moral pendidikan inklusif, memberikan dukungan instrumental, emosional, dan akademik melalui pendampingan, fleksibilitas penugasan, serta kebijakan layanan. Namun, implementasi belum merata ke seluruh fakultas, dengan keterbatasan fasilitas aksesibilitas, media pembelajaran yang kurang ramah disabilitas, minimnya juru bahasa isyarat, dan kurangnya pelatihan bagi dosen. Terlihat adanya Kesenjangan antara pemahaman normatif dan praktik keadilan sosial dalam memenuhi hak hak akademik mahasiswa disabilitas. Penelitian ini menyimpulkan implementasi pendidikan inklusif di UPI berjalan normatif namun belum optimal, sehingga diperlukan penguatan kebijakan institusional, peningkatan kompetensi dosen, penyediaan fasilitas aksesibilitas fisik dan digital, serta internalisasi nilai-nilai Pancasila yang berkelanjutan untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang adil, humanis, dan berkelanjutan. Kontribusi utama penelitian ini adalah memberikan rekomendasi praktis bagi perguruan tinggi Indonesia untuk meningkatkan implementasi pendidikan inklusif melalui penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan yang etis dan moral.
Manajemen Pembelajaran Kitab Kuning dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Pesantren Miftahul Falah Bandung Fikri, Ahmad Ma’mun; Setiadi, Asep; Iriantara, Yosal; Sauri, Supyan
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2637

Abstract

This study aims to describe and analyze the management of kitab kuning (traditional Islamic texts) learning in efforts to improve the quality of education at Miftahul Falah Islamic Boarding School in Bandung. The approach used is a qualitative descriptive study with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that the management of kitab kuning learning at the pesantren is conducted systematically and sustainably, covering planning, implementation, evaluation, and curriculum development based on kitab kuning. Teachers possess adequate scientific and pedagogical competencies and apply varied teaching methods to enhance students' understanding. Additionally, resource management and a conducive learning environment support the success of the learning process. These findings indicate that effective management of kitab kuning learning can increase students’ motivation and improve the quality of pesantren education outputs. The study recommends that pesantren administrators continue to strengthen kitab kuning-based learning management through innovation and professional development of teachers to create a quality pesantren education that is relevant to contemporary needs.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen pembelajaran kitab kuning dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Pesantren Miftahul Falah Bandung. Pendekatan yang digunakan adalah studi deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran kitab kuning di pesantren tersebut dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta pengembangan kurikulum berbasis kitab kuning. Guru sebagai pengajar memiliki kompetensi keilmuan dan pedagogik yang memadai, serta menerapkan metode pembelajaran yang variatif untuk meningkatkan pemahaman santri. Selain itu, pengelolaan sumber daya dan suasana belajar yang kondusif turut mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran kitab kuning yang baik dapat meningkatkan motivasi belajar santri dan kualitas output pendidikan pesantren. Penelitian ini menyarankan agar pengelola pesantren terus memperkuat manajemen pembelajaran berbasis kitab kuning dengan inovasi dan pengembangan profesionalisme guru demi terciptanya pendidikan pesantren yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman.
DAMPAK NEGATIF GAME ONLINE TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA Sinlae, Efriam; Dhiu, Margaretha
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2431

Abstract

This research aims to analyze the negative impacts of online games on student academic achievement. The phenomenon of online game addiction has become a serious problem in education that can disrupt concentration, study time, and student academic performance. The research method used is a literature study by analyzing various sources of scientific journals, books, and related research articles. The results show that online games have a significant negative impact on student learning achievement through several aspects: decreased effective study time, disruption of concentration and focus, changes in sleep patterns, decreased learning motivation, and physical and mental health disorders. Students who spend excessive time playing online games tend to experience declining academic grades, difficulty managing time, and lack of participation in learning activities. This research recommends the need for the role of parents, teachers, and counselors in providing guidance and supervision of online game use so that it does not interfere with student learning achievement.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak negatif game online terhadap prestasi belajar siswa. Fenomena kecanduan game online telah menjadi permasalahan serius dalam dunia pendidikan yang dapat mengganggu konsentrasi, waktu belajar, dan prestasi akademik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber jurnal ilmiah, buku, dan artikel penelitian terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game online memberikan dampak negatif signifikan terhadap prestasi belajar siswa melalui beberapa aspek, yaitu: penurunan waktu belajar efektif, gangguan konsentrasi dan fokus, perubahan pola tidur, penurunan motivasi belajar, dan gangguan kesehatan fisik serta mental. Siswa yang menghabiskan waktu berlebihan untuk bermain game online cenderung mengalami penurunan nilai akademik, kesulitan mengatur waktu, dan kurangnya partisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peran orang tua, guru, dan konselor dalam memberikan bimbingan serta pengawasan terhadap penggunaan game online agar tidak mengganggu prestasi belajar siswa. 
Pengembangan Modul Ajar Berbasis Problem-Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa Kelas IV SD Lolong, Vinsensia Kewa; Rusmawan, Rusmawan
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2710

Abstract

This study, entitled The Development of a Problem-Based Learning-Based Teaching Module on the Application of Pancasila Principles to Improve the Communication Skills of Fourth-Grade Elementary School Students, was motivated by the low communication skills of elementary school students and the unavailability of teaching modules specifically designed to develop these skills through meaningful learning. This study aimed to describe the process of developing a Problem-Based Learning (PBL)-based teaching module to improve the communication skills of fourth-grade elementary school students.This research employed a Research and Development (RD) method using the ADDIE development model, which consists of the stages of analyze, design, develop, implement, and evaluate. The research subjects were 20 fourth-grade students of SD Kanisius Kalasan. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and document analysis. The developed teaching module was validated by four experts, consisting of two subject-matter experts and two instructional experts. The validation results showed that the teaching module obtained an average score of 3.56, categorized as very valid in terms of module readability, structural feasibility, integration of the PBL model, and integration of communication skills. The findings indicate that the developed PBL-based teaching module is feasible to be used as instructional material to support the improvement of communication skills of fourth-grade elementary school students.ABSTRAKPenelitian berjudul Pengembangan Modul Ajar Penerapan Sila-Sila Pancasila berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa Kelas IV SD yang dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan komunikasi siswa sekolah dasar serta belum tersedianya modul ajar yang secara khusus dirancang untuk mengembangkan keterampilan tersebut melalui pembelajaran yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan modul ajar PBL untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RD) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas IV SD Kanisius Kalasan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi dokumen. Produk modul ajar yang dikembangkan divalidasi oleh empat ahli yang terdiri atas dua ahli materi dan dua ahli pembelajaran. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul ajar memperoleh skor rerata sebesar 3,56 dengan kategori sangat valid ditinjau dari aspek keterbacaan modul, kelayakan struktur modul, integrasi model PBL, dan integrasi keterampilan komunikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul ajar berbasis PBL yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung peningkatan keterampilan komunikasi siswa kelas IV sekolah dasar.
PENGARUH KUALITAS PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK TERHADAP AKHLAK MULIA SISWA KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 1 BERAU Selfiana, Rani; Salsahbilla, Meysi; Salasiah, Salasiah; Prasetya, Benny
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2507

Abstract

This study aims to analyze the effect of the quality of Akidah Akhlak learning on the formation of noble character in students at MIN 1 Berau. Using an explanatory quantitative approach, this study involved 37 students as research samples. Data were collected through a questionnaire with a Likert scale and analyzed using simple linear regression techniques. The results show that the quality of Akidah Akhlak learning has a significant and positive effect on students' noble character (Sig. 0.05). The coefficient of determination (R2) value of 0.321 indicates that the quality of learning contributes 32.1% to the variation in students' noble character, while the rest is influenced by other factors. These findings confirm that the effectiveness of the teaching and learning process and the exemplary behavior of teachers are key factors in transforming students' religious behavior. Improving the quality of teaching is a strategic strategy in building Islamic character at the elementary madrasah level.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pembelajaran Akidah Akhlak terhadap pembentukan akhlak mulia siswa di MIN 1 Berau. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, penelitian ini melibatkan 37 siswa sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui angket dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran Akidah Akhlak memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap akhlak mulia siswa (Sig. 0,05). Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,321 menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran memberikan kontribusi sebesar 32,1% terhadap variasi akhlak mulia siswa, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas proses belajar mengajar serta keteladanan guru menjadi faktor kunci dalam transformasi perilaku religius siswa. Peningkatan kualitas pengajaran merupakan strategi strategis dalam membangun karakter Islami di tingkat madrasah dasar.
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Sikap Sosial Siswa di MTs Miftahul Ulum Zainab, Siti; Maula, Istul; Maulana, Mohammad Thoyib; Prasetiya, Benny
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2610

Abstract

The urgency of this study is based on the phenomenon of declining social attitudes among students in school environments, such as low levels of empathy, cooperation, and social responsibility, as well as the limited number of empirical studies examining the relationship between emotional intelligence and social attitudes in the context of Islamic junior high school education. This study aims to examine the effect of emotional intelligence on students’ social attitudes at MTs Miftahul Ulum and to analyze the extent of emotional intelligence’s contribution to the development of students’ social attitudes. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The research population consisted of all 120 students of MTs Miftahul Ulum, with a sample of 60 students selected using a simple random sampling technique. Data were collected through Likert-scale questionnaires measuring emotional intelligence and students’ social attitudes. Data analysis was conducted using simple linear regression assisted by SPSS, after meeting the required assumption tests. The results indicate that emotional intelligence has a significant and positive effect on students’ social attitudes, with a significance value of 0.000. Furthermore, the coefficient of determination shows that emotional intelligence contributes 69.6% to the variation in students’ social attitudes. These findings confirm that emotional intelligence plays a strategic role in shaping students’ social attitudes in the madrasah environment.ABSTRAKUrgensi penelitian ini didasarkan pada fenomena melemahnya sikap sosial siswa di lingkungan sekolah, seperti rendahnya empati, kerja sama, dan tanggung jawab sosial, serta masih terbatasnya kajian empiris yang mengkaji hubungan kecerdasan emosional dan sikap sosial dalam konteks pendidikan madrasah tsanawiyah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kecerdasan emosional terhadap sikap sosial siswa di MTs Miftahul Ulum serta menganalisis besarnya kontribusi kecerdasan emosional dalam membentuk sikap sosial peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MTs Miftahul Ulum yang berjumlah 120 siswa, dengan sampel sebanyak 60 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur kecerdasan emosional dan sikap sosial siswa. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana berbantuan SPSS, setelah memenuhi uji prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh signifikan dan positif terhadap sikap sosial siswa dengan nilai signifikansi 0,000. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 69,6% terhadap variasi sikap sosial siswa. Temuan ini menegaskan bahwa kecerdasan emosional memiliki peran strategis dalam pembentukan sikap sosial peserta didik di lingkungan madrasah.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue