cover
Contact Name
Asrul Hamid
Contact Email
islamiccircle@stain-madina.ac.id
Phone
+628116257987
Journal Mail Official
asrulhamid@stain-madina.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.stain-madina.ac.id/index.php/islamiccircle/about/editorialTeam
Location
Kab. mandailing natal,
Sumatera utara
INDONESIA
Islamic Circle
ISSN : 27223507     EISSN : 27223493     DOI : -
Core Subject : Religion,
Jurnal Islamic Circle adalah Jurnal Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) yang memuat solusi dari problematika ekonomi kontemporer dalam perspektif hukum Islam. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 187 Documents
Upah Penggilingan Padi Di Desa Pangkat Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal Dalam Kajian Al ‘Urf Siregar, Resi; Hamdanil; Siti Hawa
Islamic Circle Vol. 5 No. 1 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v5i1.1943

Abstract

In Islamic law, it has been stipulated that a contract is considered valid if it is carried out by mukallaf and there must be clarity from the side of the contract and known by both parties so that no one is harmed. This research is a descriptive field research, the analysis of data sources comes from field research. The sample of this study is rice mill owners, rice mill employees and the community that grinds rice, data collection is used by observation, interview and documentation methods at the research site. Data processing is carried out using data editing and systematization techniques. The results of the research in taking wages for rice milling in Prank Village, Sorik Marapi Valley District use a payment system using rice and this has become a habit. In the billing of wages, sacks are taken as many as 6 muk/sacks, and the practice of wages is carried out by following the customs and customs carried out in Prank village, Sorik Marapi Valley, Mandailing Natal Regency, have met the requirements and are in harmony in wages. However, it would be better if it fulfilled the provisions of the principles in the contract, including the absence of an agreement on wage collection and non-transparency of rice milling services, unilateral wage determination that was not witnessed between the service user and the service owner.
Tinjauan Hukum Islam Dalam Mengatur Marketing Fee Pada Kegiatan Promosi Pada Radio Di PT. Radio Start Srasi Swara 102.6 FM Panyabungan Faisah, Nur
Islamic Circle Vol. 4 No. 2 (2023): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v4i2.1952

Abstract

Abstract: One way to improve your business is through promotional activities. Promotional activities can be carried out through radio media. Like PT. Radio Start Srasi Swara 102.6 FM Panyabungan offers promotional services to clients or vice versa clients who come to the radio office to enter into advertising contracts. Providing promotional services on radio in making payments must be done at the beginning of each month in accordance with applicable regulations, but in reality many clients pay at the end, in the middle or make payments in installments. Based on this problem, the author is interested in researching more deeply how marketing fees are paid for promotional activities at PT. Radio Start Srasi Swara 102.6 FM Panyabungan, and whether these promotional activities are in accordance with existing Islamic law reviews. The author uses a type of field research, namely conducting research directly at a location and looking for sources in the field. The technique that the author uses in collecting data is observation or direct observation regarding the process of the research object to be studied, then interviews conducted with the Directors, Marketing Team, Clients and collecting several related documents that can be used to help the research process and thesis preparation. The approach that the author takes in this research is a qualitative approach, namely the researcher will get results in the form of descriptive data in the form of people's speech, then the author describes it using the author's language so that it can be better understood by readers. After researchers have conducted research and analysis, it can be concluded that Marketing Fee Payments at PT. Radio Start Srasi Swara 102.6 Fm Panyabungan, carried out at the beginning of the month or according to the applicable contract and agreed upon by both parties. Advertising services on Radio Start Srasi Swara 102.6 Fm Panyabungan have fulfilled the first and second requirements, namely the person who entered into the contract and agreed to the contract, while for the third requirement, namely the salary, according to the researcher, it has not met the requirements because in reality the payment is late, violating the ijarah conditions that have been determined in Islamic law.
Analisis Penggunaan Istihsan dalam Penetapan Hukum Fikih Imam Syafi’i: Perspektif Imam Fakhruddin Ar-Rozi Gadapi Mtd, Muammar
Islamic Circle Vol. 5 No. 1 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v5i1.1961

Abstract

Penelitian ini mengkaji pandangan Imam Syafi’i terhadap konsep istihsan dalam penetapan hukum fiqh serta menganalisis pandangan Imam Fakhruddin ar-Rozi terhadap posisi tersebut. Istihsan, yang diakui sebagai metode ijtihad oleh mazhab Hanafi dan Maliki, didefinisikan sebagai upaya menetapkan hukum berdasarkan pertimbangan kemaslahatan di luar ketentuan qiyas. Namun, Imam Syafi’i dengan tegas menolak istihsan karena dianggap membuka ruang bagi penetapan hukum yang subjektif dan tidak memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Berdasarkan kajian terhadap karya-karya utama Imam Syafi’i seperti Al-Umm dan Ar-Risalah, terlihat bahwa penolakannya didasarkan pada prinsip bahwa setiap ketetapan hukum harus merujuk pada nash yang otoritatif atau analogi yang kuat (qiyas) dari sumber primer. Meskipun beberapa literatur menyebutkan bahwa Imam Syafi’i pernah menggunakan istihsan dalam beberapa kasus, analisis ini menunjukkan bahwa penggunaan istilah tersebut hanya terbatas pada konteks bahasa dan bukan sebagai metode teknis ushul fiqh. Fakhruddin ar-Rozi menguatkan pendapat ini dengan menegaskan bahwa penggunaan kata “istihsan” oleh Imam Syafi’i hanya dari segi lafaz, bukan dalam pengertian maknawi. Kesimpulannya, penolakan Imam Syafi’i terhadap istihsan mencerminkan konsistensinya dalam menjaga kejelasan dan objektivitas hukum syariat, serta menghindari tafsiran hukum yang bersifat spekulatif. Penelitian ini berkontribusi dalam memperjelas posisi Imam Syafi’i dalam diskursus ushul fiqh dan menunjukkan perbedaannya dengan mazhab lain dalam penggunaan metode istinbat hukum.
Efektivitas Penerapan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT di Sumatera Barat Trisna, Trisna Latifah Nur; Andri Muda Nst
Islamic Circle Vol. 5 No. 2 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v5i2.2072

Abstract

Domestic violence (DV) in Sumatera Barat is a serious issue that requires special attention from a legal perspective. Law No. 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence is expected to be an effective instrument in providing protection for victims, especially women and children. This study aims to assess the effectiveness of the implementation of this law in providing legal protection for DV victims. Although the regulation has been implemented, the increasing number of domestic violence cases that are not optimally addressed indicates that there are problems in its execution. The method used in this research is a juridical analysis that focuses on examining the legal norms contained in Law No. 23 of 2004. Data were collected through the study of legal documents, including relevant implementing regulations. The findings show that challenges in the implementation of this law, such as a lack of understanding among law enforcement and low community awareness of victims' rights, still dominate. For instance, in several regions, reported DV cases are often not adequately followed up, particularly due to limitations in supporting infrastructure, such as inadequate integrated service centers to assist in the recovery of victims.
Pengenaan PPN atas Penyerahan Pakan Ikan Hias Sebagai Upaya dalam Meningkatkan Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai Sutarta
Islamic Circle Vol. 5 No. 1 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v5i1.2108

Abstract

Salah satu upaya optimalisasi perpajakan adalah dengan menambah basis pemajakan. Pakan Ikan hias adalah jenis produk yang serupa dengan pakan hewan kesayangan. Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2022 adalah ketentuan yang mengatur mengenai barang strategis yang atas impor dan penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN. Dalam ketentuan tersebut, produk pakan hewan dan pakan ikan termasuk produk yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN dengan pengecualian atas pakan hewan kesayangan. Berbeda dengan produk pakan hewan kesayangan yang secara tegas diatur dalam ketentuan tersebut sebagai produk yang atas impor dan/atau penyerahannya tidak dibebaskan dari pengenaan PPN (terutang PPN), ketentuan terkait pakan ikan yang berlaku hanya mengatur pakan ikan sebagai produk yang atas impor dan/atau penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN tanpa menyebut adanya pengecualian atas pakan ikan hias. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan telaah dengan penafsiran sistematis terhadap ketentuan perundang-undangan terkait dan mempertimbangkan asas-asas dalam pemungutan pajak sehingga diperoleh kesimpulan berdasarkan landasan hukum yang kuat atas dikenakan atau tidak dikenakannya PPN terhadap produk pakan ikan hias. Penulis menggunakan metode penelitian yuridis normatif, data-data diperoleh melalui teknik studi kepustakaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa produk pakan ikan hias adalah produk yang seharusnya terutang PPN.
Perlindungan Hukum Bagi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Sumisa Theja
Islamic Circle Vol. 5 No. 2 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v5i2.2128

Abstract

Penelitian ini membahas perlindungan hukum bagi korban tindak pidana perdagangan orang di Indonesia, yang semakin meningkat dan menimbulkan banyak penderitaan bagi korban. Tujuan utama penelitian adalah untuk menjelaskan pengaturan dan bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada korban sesuai dengan Undang- Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang “Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang”. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan analisis terhadap perundang-undangan dan konsep hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa undang-undang ini memberikan jaminan dan kepastian hukum yang lebih baik bagi korban, termasuk hak atas restitusi, kompensasi, rehabilitasi, serta perlindungan identitas. Namun, kendala dalam penerapan perlindungan hukum masih ada, baik dari segi yuridis maupun non-yuridis. Penulis merekomendasikan peningkatan sosialisasi mengenai undang-undang ini agar masyarakat lebih memahami hak-hak mereka dan tidak menjadi korban tindak pidana perdagangan orang.
Konflik Pembagian Warisan di Desa Bonan Dolok: Pertentangan Antara Adat dan Hukum Kewarisan Islam Ritonga, Raja; Ritonga, Mahyudin
Islamic Circle Vol. 5 No. 1 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v5i1.2193

Abstract

Hukum kewarisan Islam merupakan salah satu komponen penting dalam syariat Islam yang mengatur pembagian harta peninggalan pewaris secara adil. Meskipun demikian, implementasinya seringkali menghadapi kendala di masyarakat, seperti yang terjadi di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata cara pembagian warisan di desa tersebut dalam perspektif hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian warisan di Desa Bonan Dolok masih sangat dipengaruhi oleh tradisi adat yang bertentangan dengan prinsip hukum Islam, terutama dalam hal alokasi warisan bagi anak perempuan. Sebagian besar masyarakat mengutamakan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun, sementara pemahaman tentang hukum faraid sangat minim. Hal ini sering memicu konflik antaranggota keluarga, seperti perselisihan dan ketidakadilan dalam pembagian harta. Faktor utama penyebabnya adalah kuatnya pengaruh adat, rendahnya tingkat pendidikan, dan minimnya kesadaran masyarakat terhadap hukum waris Islam.
The Existence of Islamic Law and Customary Law in the Indonesian National Legal System Nasution, Suryadi; SA, Saifullah; Asmaret, Desi; Kamal, Tamrin; Julhadi, Julhadi
Islamic Circle Vol. 5 No. 2 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v5i2.2188

Abstract

This research examines the existence of Islamic Law and Customary Law in Indonesia's national legal system which reflects legal pluralism in a country with high cultural and religious diversity. The purpose of the research is to explore the role and integration of Islamic Law and Customary Law within the national legal framework, particularly in the context of the application of sharia principles and the recognition of customary law communities. This research utilizes a qualitative descriptive method with analysis of documents, legal literature, and relevant legislation, as well as a historical approach to understand theories of legal acceptance such as Receptie and Receptie in Complexu. The results of the analysis show that Islamic Law has gained significant legitimacy, especially through the Compilation of Islamic Law (KHI) which regulates family law and inheritance. Meanwhile, Customary Law is also recognized in Article 18B of the 1945 Constitution as an important part of the national legal system, although its implementation faces modernization challenges. This research finds that the interaction between these two legal systems produces not only challenges but also opportunities to build a national law that is adaptive and responsive to the needs of society. Thenovelty of this research lies in the comprehensive analysis of the dynamics of harmonization of Islamic Law and Customary Law amidst the social and political complexities in Indonesia. This research emphasizes the importance of an inclusive and contextual approach in building a just and sustainable legal system, which accommodates local religious and cultural values.
Peran Istri yang Bekerja dalam Keluarga: Analisis Maslahat Menuju Keseimbangan Tradisi dan Kebutuhan Keluarga Nahari, Lailan
Islamic Circle Vol. 5 No. 2 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v5i2.2192

Abstract

Peran istri dalam keluarga mengalami perubahan signifikan seiring meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja, dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Dalam konteks hukum Islam, transformasi ini menuntut kajian ulang terhadap tafsiran tradisional yang memposisikan suami sebagai pencari nafkah utama dan istri sebagai pengurus rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan analisis deskriptif-kualitatif terhadap literatur hukum Islam, untuk menafsirkan ulang ajaran yang relevan dengan kebutuhan sekarang ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi istri dalam mencari nafkah dapat diterima dalam Islam, dengan syarat tidak mengabaikan kewajiban utama dalam keluarga. Prinsip maslahat menjadi landasan untuk menyeimbangkan nilai-nilai tradisional dengan tuntutan modern, sehingga istri yang bekerja dapat mendukung kestabilan ekonomi keluarga tanpa mengorbankan keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan suami dan lingkungan sosial, serta fleksibilitas aturan kerja untuk memungkinkan perempuan menjalani peran ganda secara optimal. Penafsiran kontekstual terhadap hukum Islam menjadi kunci dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus menjaga prinsip-prinsip dasar agama.
Peran Tokoh Adat Sebagai Agen Komunikasi Hukum Di Mandailing Natal Usman Utomo Nasution, Kapsan
Islamic Circle Vol. 5 No. 1 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v5i1.2220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran tokoh adat sebagai agen komunikasi hukum di Mandailing Natal, dengan fokus pada bagaimana mereka menjembatani antara sistem hukum adat dan hukum negara melalui pendekatan komunikasi yang efektif. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari tokoh adat, masyarakat lokal, serta dokumen terkait hukum adat dan hukum negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat memainkan peran strategis sebagai mediator dalam menyampaikan informasi hukum kepada masyarakat dengan cara yang mudah dipahami, seperti melalui penggunaan bahasa lokal, simbol budaya, dan ritual adat. Mereka juga menggunakan pendekatan dialogis untuk menciptakan hubungan yang lebih egaliter antara masyarakat dan sistem hukum formal. Penelitian ini menemukan bahwa kolaborasi antara tokoh adat dan aparat penegak hukum dapat membantu menyelesaikan konflik yang melibatkan hukum adat dan hukum negara secara damai. Strategi komunikasi yang digunakan oleh tokoh adat dapat menjadi model untuk program edukasi hukum di tingkat lokal, terutama dalam konteks masyarakat yang masih kuat memegang nilai-nilai adat. Penelitian ini memberikan perspektif baru tentang pentingnya pendekatan inklusif dalam komunikasi hukum serta menunjukkan urgensi penguatan sinergi antara hukum adat dan hukum negara. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada literatur tentang komunikasi hukum sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah dan lembaga hukum dalam meningkatkan pemahaman hukum di masyarakat Mandailing Natal.

Page 8 of 19 | Total Record : 187