cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Â yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 599 Documents
Penyuluhan Upaya Pencegahan Bullying Pada Anak Sekolah Menengah Pertama Harahap, Fatma Dewani
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.980

Abstract

Bullying in schools is a serious problem that should not be ignored, as its impact can be very devastating, both physically and emotionally. Aggressive actions such as hitting, kicking, intimidating, spreading gossip, and sexual harassment are forms of bullying that often occur in the school environment and social media. Bullying can have an impact not only on the victim but also on the perpetrator. The magnitude of the impact that can occur makes bullying behavior must be prevented as early as possible. Providing education to students is one method chosen to provide information to children at the junior high school level. Bullying at school is one of the most common problems that can adversely affect a child's physical and psychological health. Education about the impact of bullying was aimed at 27 students.  Questionnaires about bullying were distributed through questionnaires. Among the students, most of them had experienced bullying cases, namely 20 students (74%). After counseling, the results of student knowledge increased from 40.7% to 60%. This proves that after education about bullying, the students' knowledge increases and it is hoped that students will be more aware of bullying behaviors that occur at school so that they can be anticipated. Teachers at school are expected to be able to supervise student behavior and continue to provide guidance to students so that bullying between students does not occur.ABSTRAKBullying di sekolah adalah masalah serius yang tidak boleh  diabaikan, karena dampaknya bisa sangat merusak, baik secara fisik maupun emosional. Tindakan agresif seperti memukul, menendang, mengintimidasi, menyebarkan gosip, hingga pelecehan seksual adalah bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah maupun media sosial. Bullying dapat menimbulkan dampak bukan hanya kepada korban tetapi kepada pelaku. Besarnya dampak yang dapat terjadi membuat perilaku bullying harus dicegah sedini mungkin. Memberikan edukasi kepada siswa/siswi adalah satu metode yang dipilih untuk memberikan informasi kepada anak anak di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Bullying di sekolah adalah salah satu masalah paling umum yang dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun psikologis anak.. Edukasi mengenai dampak dari bullying ditujukan kepada 27 siswa/siswi.  Kuesioner mengenai bullying dibagikan melalui angket. Diantara para siswa, sebagian besar pernah mengalami kasus bullying yaitu 20 siswa (74 %). Setelah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil pengetahuan siswa yang meningkat dari 40,7 % menjadi 60 %. Hal ini membuktikan bahwa setelah dilakukan edukasi tentang bullying pengetahuan para siswa bertambah dan diharapkan para siswa lebih sadar tentang perilaku bullying yang terjadi di sekolah sehingga dapat diantisipasi. Para guru di sekolah diharapkan dapat mengawasi perilaku siswa dan terus memberikan bimbingan kepada para siswa agar tidak terjadi perilaku bullying antar siswa.
Penguatan Literasi Digital dalam Meningkatkan Kesadaran Politik Warga di Desa Kuripan Ciseeng Bogor Rosit, Muhamad; Al Katiri, Jufri; Rifansya, Firly Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.996

Abstract

This Community Service (PKM)program aims to enhance political literacy of the residents of Kuripan, Ciseeng, Bogor, trough strengthening digital literacy. Digital literacy serves as a key enabler in facilitating the community’s access to credible and high-quality political information on social media. The program focuses on empowering residents to use digital technology and media to access, comprehend, and analyse  a variety of political information. Trough a series of training sessions and mentoring, the program aspires to raise political awareness among villages and foster their active participation in democratic political processes. The digital literacy training has improved participants’ ability to access political information on the internet, verify the authority of news source, share political information on social media, an utilize sources to seek political information. However, participants’ involvement in political discussion on social media shown only a slight increase, from 10% to 30%. This serves as a benchmark indicating the need for greater and further efforts to significanly enhance this aspect.ABSTRAKPengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran literasi politik warga Kuripan Ciseeng Bogor melalui penguatan literasi digital. Literasi digital menjadi kunci utama dalam memfasilitasi akses warga desa terhadap berbagai informasi politik yang kredibel di media sosial. Fokus program ini pada pemberdayaan warga dalam menggunakan media digital untuk mengakses, memahami, dan menganalisis ragam informasi politik. Melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan, diharapkan warga desa memiliki peningkatan kesadaran politik dan lebih partisipatif dalam proses politik demokratis. Hasil pelatihan literasi digital ini meningkatkan warga dalam mengakses informasi politik di internet, mampu memverifikasi keaslian sumber berita, berbagi informasi politik di media sosial dan menggunakan berbagai sumber dalam mencari informasi politik, namun keterlibatan peserta dalam diskusi politik di media sosial masih menunjukkan peningkatan rendah dari 10% menjadi 30%. Hal ini menjadi alat ukur bahwa memerlukan perhatian dan upaya lebih lanjut untuk ditingkatkan secara signifikan.
Penerapana Ajaran Tamansiswa pada SD Negeri 02 Ngandong Implementation of Tamansiswa Teachings at State Elementary School 02 Ngandong Saryanto, Saryanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.842

Abstract

Tamansiswa teachings, formulated by Ki Hadjar Dewantara, have a main principle known as "Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani." This principle reflects a holistic approach in education that emphasizes the role of educators as role models, motivators, and supporters for students. The application of this teaching in the context of modern education, especially in Indonesian schools. This study uses a qualitative approach with a case study method in several schools that apply the Tamansiswa principle. The results of the study show that the application of the principle of "Ing Ngarso Sung Tulodho" emphasizes the importance of educators being good examples for students in attitudes, behaviors, and values. The principle of "Ing Madyo Mangun Karso" shows the role of educators in building enthusiasm and motivation to learn among students through inspiring and constructive interactions. Meanwhile, "Tut WuriHandayani" describes the role of educators in providing encouragement and support from behind, allowing students to develop. The implementation of this teaching has proven effective in shaping student character, increasing learning motivation, and creating an inclusive and competitive educational environment. This article concludes that the principles of Tamansiswa are relevant and can be applied in the context of contemporary education to create a more humane and student-centered education system.ABSTRAKAjaran Tamansiswa, yang dirumuskan oleh Ki Hadjar Dewantara, memiliki prinsip utama yang dikenal dengan istilah "Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani." Prinsip ini mencerminkan pendekatan holistik dalam pendidikan yang menekankan peran pendidik sebagai teladan, pendorong, dan pendukung bagi para siswa. Penerapan ajaran ini dalam konteks pendidikan modern, khususnya di sekolah-sekolah Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di beberapa sekolah yang menerapkan prinsip Tamansiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip "Ing Ngarso Sung Tulodho" menekankan pentingnya pendidik menjadi contoh yang baik bagi siswa dalam sikap, perilaku, dan nilai-nilai. Prinsip "Ing Madyo Mangun Karso" menunjukkan peran pendidik dalam membangun semangat dan motivasi belajar di antara siswa melalui interaksi yang inspiratif dan konstruktif. Sementara itu, "Tut Wuri Handayani" menggambarkan peran pendidik dalam memberikan dorongan dan dukungan dari belakang, memungkinkan siswa untuk berkembang Implementasi ajaran ini terbukti efektif dalam membentuk karakter siswa, meningkatkan motivasi belajar, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan berdaya saing. Artikel ini menyimpulkan bahwa prinsip-prinsip Tamansiswa relevan dan dapat diterapkan dalam konteks pendidikan kontemporer untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih manusiawi dan berpusat pada siswa.
Penyusunan Pelaporan Persediaan dan Penjualan Konsinyasi Pada Pojok Integritas (Kantin Kejujuran) Inspektorat Kota Yogyakarta Nisa, Nur Rohmah Choirun; Astuti, Tutut Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.935

Abstract

This community service activity aims to improve efficiency and effectiveness in utilizing information systems for the preparation of inventory reporting and consignment sales carried out at the Integrity Corner (Honesty Canteen) Inspectorate of Yogyakarta City. The method used in this activity is a qualitative description approach with problem data collection techniques using observation and interviews. The problem obtained is the existence of limited resources because the Integrity Corner officer is also an employee at the Inspectorate of Yogyakarta City. The results achieved in this activity are that the Integrity Corner has been able to compile inventory and sales reporting addressed to the seller (consignor).ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam memanfaatkan sistem informasi atas penyusunan pelaporan persediaan dan penjualan konsinyasi yang dilakukan pada Pojok Integritas (Kantin Kejujuran) Inspektorat Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan pendekatan kualitatif deskripsi dengan teknik pengumpulan data permasalahan menggunakan observasi dan wawancara. Permasalahan yang didapat yaitu adanya keterbatasan sumber daya karena petugas Pojok Integritas juga merupakan pegawai di Inspektorat Kota Yogyakarta. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah Pojok Integritas telah mampu menyusun pelaporan persediaan dan penjualan yang ditujukan kepada penjual (consignor).
Pelet dari Sampah organik: Misi Hijau di Kolam Lele Wedhasari, Tyas; Ruhyat, Nanang
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i1.1050

Abstract

The management of household organic waste can be an innovative solution to reduce waste while creating valuable products, such as fish feed for catfish. Organic waste, which has long been one of the main contributors to household waste, can be optimally utilized to provide ecological and economic benefits. This community service initiative aims to process organic waste, such as vegetable scraps, fruit peels, and food residues, into eco-friendly catfish feed. The processing begins with the collection of fresh waste, sorting, and cleaning to ensure the quality of materials free from contamination. The waste is then fermented using probiotics, such as Lactobacillus, chosen for their ability to enhance nutritional value, accelerate decomposition, and reduce unpleasant odors. Once fermentation is complete, the materials are dried, ground into powder, and formulated with additional ingredients such as rice bran, fish meal, or eggs to meet the nutritional needs of catfish. The dry pellet is proven to be not only cheaper than commercial feed but also effective in supporting optimal fish growth. Additionally, this approach provides ecological benefits by reducing the volume of organic waste ending up in landfills, thus helping to mitigate methane emissions and other negative environmental impacts. This method offers a practical, sustainable, and circular-economy-based solution for household organic waste management while supporting more eco-friendly catfish farming.ABSTRAKPengelolaan sampah organik rumah tangga dapat menjadi solusi inovatif untuk mengurangi limbah sekaligus menciptakan produk bernilai guna, seperti pakan ikan lele. Sampah organik, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang utama limbah rumah tangga, dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan manfaat ekologis dan ekonomi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengolah limbah organik, seperti sisa sayuran, kulit buah, dan ampas makanan, menjadi pakan lele yang ramah lingkungan. Proses pengolahan diawali dengan pengumpulan limbah segar, pemilahan, dan pembersihan untuk memastikan kualitas bahan yang bebas dari kontaminasi. Limbah kemudian difermentasi menggunakan probiotik, seperti Lactobacillus, yang dipilih karena kemampuannya meningkatkan nilai gizi, mempercepat proses dekomposisi, dan mengurangi bau tidak sedap. Setelah proses fermentasi selesai, bahan dikeringkan, digiling menjadi tepung, dan diformulasikan dengan bahan tambahan seperti dedak, tepung ikan, atau telur untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ikan lele. Produk akhir berupa pelet kering ini terbukti tidak hanya lebih murah dibandingkan dengan pakan komersial juga mendukung pertumbuhan ikan secara optimal. Selain itu, pendekatan ini memberikan manfaat ekologis dengan mengurangi volume limbah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Pendekatan ini menawarkan solusi praktis, berkelanjutan, dan berbasis ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah rumah tangga, sekaligus mendukung budidaya ikan lele yang lebih ramah lingkungan.
Batik Sebagai Identitas Lokal: Mengangkat Kembali Motif-Motif Khas Daerah Untuk Peningkatan Nilai Jual Melalui Peningkatan Mutu dan Inovasi Motif Batik Khas Pangkal Babu Widiastuti, Fitri; Erida, Erida; Setiawati, Rike; Yuniarti, Yenny; Hendriyaldi, Hendriyaldi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.913

Abstract

Batik is a very valuable Indonesian cultural heritage and has become the identity of the Indonesian state. The Indonesian government has designated a special day as National Batik Day, namely October 2 2023, which is based on the date that batik was recognized as an intangible cultural heritage by the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) several years ago. Batik can show national identity because it has different motifs in each region. To bring back typical regional motifs and increase sales value through batik motif innovation, it is necessary to innovate in batik motifs and quality. Improving the quality and innovation of batik motifs is one effort to increase the selling value of batik. Innovation in quality and batik motifs can improve the quality of batik products and accelerate the productivity of batik craftsmen. This community service aims to help improve the quality and innovation of batik motifs through quality training and assistance, motif innovation and marketing strategies. Improving the quality and innovation of batik motifs can also help in increasing the added value of the batik industry, such as by making creative and innovative products that are tailored to the needs of regional communities, especially in Tungkal Ilir Tanjung Jabung Barat District, Jambi Province. Apart from that, increasing the quality and selling value of batik motifs can help expand the batik market share, such as by improving the appearance of social media to increase sales and market share. The target achievement of this activity is to build the skills and knowledge of Tungkal Ilir District batik craftsmen in batik motif innovation, assist in improving the quality of batik products and accelerate the productivity of batik craftsmen with the aim of preserving batik cultural heritage and increasing the selling value of regional batik.ABSTRAKBatik merupakan warisan budaya Indonesia yang sangat berharga dan telah menjadi identitas negara Indonesia. Pemerintah Indonesia telah menetapkan satu hari khusus sebagai Hari Batik Nasional, yakni 2 Oktober 2023, yang didasarkan pada tanggal diakuinya batik sebagai warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) beberapa tahun silam. Batik dapat menunjukkan identitas bangsa karena memiliki motif yang berbeda di setiap daerah. Untuk mengangkat kembali motif-motif khas daerah dan meningkatkan nilai jual melalui inovasi motif batik, perlu dilakukan inovasi dalam motif dan mutu batik. Peningkatan mutu dan inovasi motif batik merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai jual batik. Inovasi mutu dan motif batik dapat meningkatkan kualitas produk batik dan mempercepat produktivitas pengrajin batik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk dapat membantu dalam peningkatan mutu dan inovasi motif batik melalui pelatihan dan pendampingan mutu, inovasi motif dan strategi pemasaran. Peningkatan mutu dan inovasi motif batik juga dapat membantu dalam meningkatkan nilai tambah industri batik, seperti dengan membuat produk-produk yang kreatif dan inovatif yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat daerah khususnya di Kecamatan Tungkal Ilir Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Selain itu, peningkatan mutu dan nilai jual motif batik dapat membantu dalam memperluas pangsa pasar batik, seperti dengan memperbaiki tampilan sosial media untuk meningkatkan penjualan dan pangsa pasar. Target capaian dari kegiatan ini adalah membangun kemampuan dan pengetahuan pengrajin batik Kecamatan Tungkal Ilir dalam inovasi motif batik, membantu dalam peningkatan mutu produk batik dan mempercepat produktivitas pengrajin batik dengan tujuan melestarikan warisan budaya batik dan peningkatan nilai jual batik daerah.
Rekonstruksi Konsep Pendidikan Islam Pada Masyarakat Madani Era Modern Melalui Pendekatan Ontologis Al-Qur'an Afriyanto, Dwi; Anandari, Anatansyah Ayomi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.995

Abstract

Islamic education has an important role in shaping the character of civil society in the modern era which is full of changes and challenges. This study applies an ontological approach to the Qur'an to explore the transformation of the concept of Islamic education into civil society in the modern era. The literature method with a philosophical and pedagogical approach is used, supported by a descriptive and analytical approach. The research findings show that the Al-Qur’an carries a holistic concept of education, including spiritual, moral, intellectual, and social dimensions. The transformation of the concept of Islamic education into civil society involves crucial aspects such as relevance to social reality, building strong character and morality, as well as an inclusive understanding of religion to respect diversity. This paradigm forms the basis for the development of Islamic education in an inclusive and progressive modern civil society. The ontological approach of the Qur'an provides valuable and relevant guidance for reconstructing the concept of Islamic education in the context of civil society in the modern era. This approach successfully combines traditional values with the needs of the times. Therefore, this research encourages reform in Islamic education, making the Qur'an the main guide for building ethical character and leadership in civil society.ABSTRAKPendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat madani di era modern yang penuh perubahan dan tantangan. Penelitian ini menerapkan pendekatan ontologis Al-Qur’an untuk mengeksplorasi transformasi konsep pendidikan Islam menuju masyarakat madani pada era modern. Metode literatur dengan pendekatan filosofis dan pedagogis digunakan, didukung oleh pendekatan deskriptif dan analitis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an mengusung konsep pendidikan yang holistik, meliputi dimensi spiritual, moral, intelektual, dan sosial. Transformasi konsep pendidikan Islam menuju masyarakat madani melibatkan aspek krusial seperti relevansi dengan realitas sosial, pembentukan karakter dan moralitas yang kuat, serta pemahaman agama yang inklusif untuk menghormati keragaman. Paradigma ini menjadi dasar bagi pengembangan pendidikan Islam dalam masyarakat madani modern yang inklusif dan progresif. Pendekatan ontologis Al-Qur’an memberikan panduan berharga dan relevan untuk merekonstruksi konsep pendidikan Islam dalam konteks masyarakat madani pada era modern. Pendekatan ini berhasil menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan kebutuhan perkembangan zaman. Oleh karena itu, penelitian ini mendorong pembaruan dalam pendidikan Islam, menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan utama membentuk karakter dan kepemimpinan yang etis dalam masyarakat madani.
Seminar Dan Sosialisasi Pencegahan Bullying Teman Sebaya Pada Siswa Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Japura Lor Permana, Hara; Hidayatullah, Syarif; Fauziah, Siti; Junaeni, Nova
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i1.812

Abstract

Bullying is a problem that often occurs in the school environment and has a negative impact on students' psychological development. This anti-bullying seminar and socialization is an anticipatory step in suppressing various bullying incidents that occur in the educational environment, especially at Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Japura Lor. This activity aims to increase awareness of students, teachers and parents regarding the dangers of bullying and steps to prevent it. The method used is Asset Based Community Development (ABCD) which involves all school components and the surrounding community in the development process. Based on the results of the questionnaire evaluation on 32 students, the majority of students at the level of understanding (47%), quite understanding (25%) and very understanding (22%) so it can be understood that they have a good understanding of preventing bullying. Apart from that, the results of interviews with students and homeroom teachers showed that the socialization seminar on bullying prevention was effective in increasing students' understanding of bullying. Students feel more aware of the impact of bullying, whether physical or verbal, and they show a more sensitive attitude towards the feelings of their friends. The result of this community service is that anti-bullying seminars and outreach have succeeded in empowering the school community, including teachers, students and parents, in understanding and preventing bullying.ABSTRAKBullying merupakan permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis siswa. Seminar dan sosialisasi anti bullying ini merupakan langkah antisipatif dalam menekan berbagai kejadian bullying yang terjadi di lingkungan pendidikan khususnya di Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Japura Lor . Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa, guru dan orang tua mengenai bahaya bullying  dan langkah pencegahannya. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) yang melibatkan seluruh komponen sekolah dan masyarakat sekitar dalam proses pengembangan. Berdasarkan hasil evaluasi kuesioner pada 32 siswa, bahwa mayoritas siswa pada tingkat paham (47%), cukup paham (25%) dan sangat paham (22%) sehingga dapat dipahami bahwa mereka memiliki pemahaman yang baik mengenai pencegahan tindakan bullying. Selain itu hasil wawancara dengan siswa dan wali kelas bahwa dengan adanya seminar sosialisasi pencegahan bullying efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang bullying. Siswa merasa lebih sadar akan dampak dari bullying, baik itu berupa fisik maupun verbal, dan mereka menunjukkan sikap yang lebih peka terhadap perasaan teman-teman mereka.  Hasil pengabdian masyarakat ini bahwa seminar dan sosialisasi anti bullying  berhasil memberdayakan masyarakat sekolah, termasuk guru, siswa, dan orang tua, dalam memahami dan mencegah bullying.
Pelatihan Pemanfaatan Daun Mangrove sebagai Bahan pembuatan Teh Herbal di Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi Handayani, Handayani; Indarjani, Indarjani; Prasetyo, Dian Eko; Jannah, Miftahul
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1948

Abstract

The processing of mangrove-based products has high economic value and opens up new business opportunities that can increase the income of coastal communities. This approach offers dual benefits, both from an economic perspective and environmental conservation aspects. Therefore, enhancing the knowledge and skills of the community in proper mangrove processing is crucial, so that it can impact the welfare of the community while preserving the ecosystem for future generations. This community service activity aims to provide education on the utilisation of mangrove plants as a base for herbal beverages in the form of tea. The activities are carried out through lectures and hands-on practice in making tea from mangroves, The number of participants in this activity is 30 people. The training results show a high level of enthusiasm from the community regarding the processing of mangrove plants into herbal drinks. Based on the questionnaire results, there was an increase in knowledge of 80-90% after the training took place. This indicates that participants understood the benefits of mangrove plants for the environment and community life, as well as having an interest in directly trying the production process.ABSTRAKPengolahan produk berbasis mangrove memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan menciptakan kesempatan usaha baru yang berpotensi meningkatkan penghasilan masyarakat pesisir. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah mangrove secara tepat sangat diperlukan, agar dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekaligus melestarikan ekosistem bagi generasi mendatang. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menyampaikan edukasi tentang pemanfaatan tanaman mangrove sebagai bahan baku teh herbal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode ceramah serta praktek langsung pembuatan teh dari tanaman mangrove dengan jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 30 orang, dan dilakukan tanya jawab dengan Pembagian kuesioner (Pre test dan Post test) dilakukan kepada peserta kegiatan guna mengukur tingkat pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Hasil pelatihan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap pengolahan tanaman mangrove sebagai minuman herbal. yaitu sebesar 80% setelah pelatihan berlangsung dan keterampilan peserta meningkat hingga mencapai 90%. Hal ini menunjukkan bahwa peserta mengerti fungsi mangrove dalam melindungi lingkungan serta mendukung kehidupan masyarakat sekitar serta memiliki ketertarikan untuk mencoba langsung proses pembuatannya teh herbal.
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI DI DESA PADACENGA: LANGKAH MENUJU KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Idris, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.846

Abstract

Rural agricultural development is an inseparable unit. Agriculture is the main component that supports rural life. However, the role of the agricultural sector as a whole has not developed so that it has not succeeded in raising the position of farmers to a prosperous level as expected. The role of the agricultural sector is faced with problems in line with the development of the rural economy. A strategy for future development of the agricultural sector is needed, through various conducive policy agendas, so that the role of the agricultural sector in the rural and national economy can be increased. The approach used in this research is the Socialization approach. So KKN students at Muhammadiyah University of Bone carried out socialization in an open way. The author gathered farmers in Padacenga village to find out information related to strategies for improving lowland rice farming to produce high and good rice production in order to improve the economy of village communities through supporting data sourced from research journals, both national and international. This literature study has the aim of formulating strategic priorities in developing lowland rice farming businesses which have an impact on improving the economy in Padacenga village, including processing paddy fields and paddy fields, increasing the availability of quality rice and increasing the availability of quality seeds, increasing the rice planting index, increasing farmers' income.ABSTRAKPembangunan pertanian di pedesaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pertanian merupakan komponen utama yang menopang kehidupan pedesaan. Namun demikian, peranan sektor pertanian secara keseluruhan belum berkembang sehingga belum berhasil mengangkat posisi petani ke tingkat sejahtera seperti yang diharapkan. Peranan sektor pertanian dihadapkan pada permasalahan seiring dengan perkembangan ekonomi pedesaan. Diperlukan strategi pengembangan sektor pertanian ke depan, melalui berbagai agenda kebijakan yang kondusif, agar peran sektor pertanian dalam perekonomian perdesaan dan nasional dapat ditingkatkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Sosialisasi. Jadi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bone melakukan sosialisasi dengan cara terbuka. Penulis mengumpulkan para petani di desa Padacenga untuk mengetahui informasi terkait strategi peningkatan pertanian padi dataran rendah untuk menghasilkan produksi padi yang tinggi dan baik dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat desa melalui data-data pendukung yang bersumber dari jurnal-jurnal penelitian baik nasional maupun internasional. Studi literatur ini memiliki tujuan untuk merumuskan prioritas strategi dalam mengembangkan usaha tani padi dataran rendah yang berdampak pada peningkatan perekonomian di desa Padacenga, antara lain pengolahan lahan sawah dan lahan ladang, peningkatan ketersediaan beras berkualitas dan peningkatan ketersediaan benih berkualitas, peningkatan indeks pertanaman padi, peningkatan pendapatan petani.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue