cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Â yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 599 Documents
PERAN PENYULUHAN PERNIKAHAN DINI DALAM MENINGKATKAN KESADARAN DAN PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT PEDESAAN Juliastuti, Juliastuti; Jamil, Muhammad Machfuddin; Yunita, Dewi; A’ini, Syifa Kurotul; Saputra, Elyadin; Putra, Ricky Ananda
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1954

Abstract

Early marriage remains a concerning social phenomenon in various regions, especially in rural areas, where cultural norms and social pressure still strongly influence people's mindsets. Many teenage girls marry at a young age without being mentally, physically, economically, or socially prepared, putting them at risk of facing various problems in their married lives. The purpose of this study is to determine the impact of early marriage counseling on the village community's awareness. This research uses the Participatory Action Research (PAR) method with the following steps:1) Conducting initial mapping, 2) Building communication between KKN students and adolescents in the village, 3) Determining the service topic and mapping problems, 4) Preparing the technical activities, 5) Conducting the service activities, 6) Holding group discussions, 7) Reflecting. The participants in the counselling session consisted of 35 adolescents, aged 13-17 years. Data was collected through direct observation, open interviews, and the completion of pre-test and post-test questionnaires to measure changes in adolescents' understanding and attitudes before and after the counselling was conducted. The research results show that counselling activities have a significant impact on raising awareness among adolescents in the village, but there are still obstacles in the awareness process, such as lack of open communication between parents and children, limited access to information, and the strong influence of culture and the surrounding environment, which considers early marriage to be commonplace. Counseling should be conducted continuously and involve all parties, such as family, teachers, religious leaders, and village officials. The novelty of this service activity lies in the application of a community-based counselling model with a participatory approach that not only measures knowledge improvement but also behavioral changes in adolescents through pre-test and post-test evaluations. Additionally, this activity serves as a practical intervention model that can be replicated in other villages, taking into account local social and cultural norms. This effort can also be a strategic step in building collective awareness so that young generations have a better future and are protected from the social risks caused by early marriage.ABSTRAKPernikahan dini masih menjadi fenomena sosial yang memprihatinkan di berbagai daerah, terutama di lingkungan pedesaan, di mana norma budaya dan tekanan sosial masih sangat kuat memengaruhi pola pikir masyarakat. Banyak remaja perempuan yang menikah di usia muda tanpa kesiapan secara mental, fisik, ekonomi, maupun sosial, sehingga berisiko menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan rumah tangga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak penyuluhan pernikahan dini terhadap kesadaran masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan Langkah-langkah sebagai berikut: 1) Melakukan pemetaan awal, 2) Membangun komunikasi mahasiswa KKN dengan remaja di desa, 3) Menentukan topik pengabdian dan memetakan masalah, 4) Penyusunan teknis kegiatan, 5) Melakukan kegiatan pengabdian, 6) Melakukan diskusi kelompok, 7) Refleksi. Peserta penyuluhan terdiri dari 35 remaja, pada usia 13–17 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara terbuka, serta pengisian kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman dan sikap remaja sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan memberikan dampak yang cukup besar dalam meningkatkan kesadaran remaja di desa namun masih terdapat hambatan dalam proses penyadaran, seperti komunikasi yang tidak terbuka antara orang tua dan anak, keterbatasan akses informasi, serta kuatnya pengaruh budaya dan lingkungan sekitar yang menganggap pernikahan dini sebagai hal yang lumrah. Penyuluhan sebaiknya dilakukan berkesinambungan dan melibatkan semua pihak, seperti keluarga, guru, tokoh agama, dan perangkat desa. Nilai kebaruan dari kegiatan pengabdian ini terletak pada penerapan model penyuluhan berbasis komunitas dengan pendekatan partisipatif yang tidak hanya mengukur peningkatan pengetahuan, tetapi juga perubahan perilaku remaja melalui evaluasi pre-test dan post-test. Selain itu, kegiatan ini menjadi model intervensi praktis yang dapat direplikasi di desa lain dengan mempertimbangkan norma sosial dan budaya lokal. Dan upaya ini juga dapat menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif agar generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik dan terlindungi dari risiko-risiko sosial yang ditimbulkan oleh pernikahan usia dini.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Air Bersih Berkelanjutan melalui Program Air Minum Muhammadiyah (PAMMU) di Desa Kadipiro, Sambirejo, Sragen Jumadi, Jumadi; Priyana, Yuli; Danardono, Danardono; Umrotun, Umrotun
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1933

Abstract

This community service program aims to improve sustainable access to clean water and strengthen community independence through the Muhammadiyah Drinking Water Program (PAMMU) in Kadipiro Village, Sambirejo District, Sragen Regency. The method employed was Participatory Action Research (PAR), which emphasizes the active involvement of the community at every stage of the program. The activities began with problem identification and local potential mapping through Focus Group Discussions (FGDs), followed by the participatory development of a roadmap and action plan, as well as technical training and institutional strengthening for the community-based water management organization. The action phase was reinforced with collective reflection and participatory evaluation, resulting in enhanced managerial capacity, the establishment of a participatory institutional structure, and the creation of a local drinking water brand, “Enbia.” The outcomes demonstrated significant improvements in knowledge, hygiene and sanitation practices, and community-based institutional management of clean water. Despite challenges such as limited funding and infrastructure, the PAR model proved effective in fostering multi-stakeholder collaboration, enhancing community self-reliance, and ensuring the sustainability of clean water management. This model holds potential for replication in other villages facing similar challenges.ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan akses air bersih berkelanjutan dan memperkuat kemandirian masyarakat melalui Program Air Minum Muhammadiyah (PAMMU) di Desa Kadipiro, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan. Program dimulai dengan identifikasi masalah dan potensi lokal melalui Focus Group Discussion (FGD), dilanjutkan dengan penyusunan roadmap dan action plan secara partisipatif, serta pelatihan teknis dan pendampingan kelembagaan pengelola air bersih. Proses aksi ini diperkuat dengan refleksi dan evaluasi bersama, yang menghasilkan peningkatan kapasitas pengelola, terbentuknya kelembagaan partisipatif, serta lahirnya merek air minum lokal “Enbia”. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan signifikan pada aspek pengetahuan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pengelolaan kelembagaan air berbasis masyarakat. Meskipun masih terdapat tantangan pendanaan dan keterbatasan infrastruktur, model PAR ini terbukti mampu memperkuat kolaborasi multipihak, meningkatkan kemandirian warga, serta mendukung keberlanjutan pengelolaan air bersih. Temuan ini dapat direplikasi di desa lain yang menghadapi permasalahan serupa.
Pelatihan Pembuatan Frozen Food Untuk Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Cempaka Banjarbaru Ambarwati, Riris; Amelia, Citra; Rahmina S, Khalisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1998

Abstract

Frozen food is a food product preserved by freezing to extend its shelf life and maintain its quality. This Community Service activity will provide training on making frozen rissole fillings, including chicken rissole, yogurt rissole, mayo rissole, and vegetable rissole, to empower women's groups in the Cempaka Banjarbaru neighborhood. Twenty representatives from the PKK women's group will attend, and the session will last a full day, from 8:00 a.m. to 5:00 p.m. A speech will be given on the frozen food process, with the necessary ingredients and tools prepared a month in advance. A live demonstration will also be provided on the steps involved in making rissole skins and filling variations This activity will begin in May 2025, with site visits and surveys. The training was held in June 2025. The venue for this activity was a resident's home with 20 participants working in teams of 4 people, resulting in 5 groups. The participants were selected based on accidental sampling. Participants included in this mentoring were housewives and members of the general public who participated in the Cempaka Banjarbaru PKK women's group. The training on making frozen risoles with chicken, mayo, yogurt, and vegetable fillings at the Cempaka Banjarbaru PKK women's group went very well and effectively, providing a comprehensive understanding of the importance of understanding the ingredients, equipment, and methods of making frozen food applied in the processing/making of frozen risoles. Sihite (2006) stated that the main differences in processing or cooking are caused by several factors, including: (1) the condition of the food ingredients to be processed, (2) the results or food to be cooked. All participants tried to contribute to the preparation by explaining the level of doneness of the dish, but not all participants knew whether the filled variant dish was cooked (al dente) or not. The atmosphere in each group at this stage was very active, and all participants were enthusiastic about practicing. Participants helped and supported each other in their groups to complete the assignments well and quickly. Undeniably, the competition between groups was very strong, as they strived to complete the assignments with optimal results.ABSTRAKMakanan beku, atau frozen food, adalah produk makanan yang diawetkan dengan cara dibekukan untuk memperpanjang masa simpannya dan mempertahankan kualitasnya. Pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat kali ini akan dilakukan pelatihan pembuatan frozen food risoles varian isi, antara lain:  risoles isi ayam, risoles yogurt, risoles mayo dan risoles sayuran, untuk pemberdayaan ibu-ibu PKK di lingkungan cempaka banjarbaru. Yang di ikuti perwakilan dari kelompok ibu-ibu PKK 20 peserta, selama 1 hari full, dimulai dari jam 08.00 wita sampai jam 17.00 wita. Pemberian materi pidato tentang pembuatan proses frozen food, dari bahan-bahan dan alat-alat yang diperlukan sudah dipersiapkan dari 1 bulan kegiatan akan dilakukan, serta didemokan langsung tahap-tahap pembuatan kulit risoles dan varian isi nya. kegiatan ini dimulai pada bulan mei 2025, dengan mengadakan kunjungan ke lokasi dan survey. Dengan pelaksanaan pelatihan juni 2025. Adapun tempat pelaksanaan kegiatan ini di rumah warga dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang, bekerja secara team, 1 kelompok terdiri dari 4 orang/anggota, jadi ada 5 kelompok. Peserta tersebut dipilih berdasarkan accidental sampling. Peserta yang masuk dalam pendampingan ini merupakan ibu rumah tangga, masyarakat umum yang ikut kelompok ibu-ibu PKK Cempaka Banjarbaru. Pelatihan pembuatan frozen food risoles varian isi ayam, mayo, yogurt dan sayuran pada kelompok ibu-ibu PKK Cempaka Banjarbaru berjalan sangat baik dan efektif mampu memberikan pemahaman secara menyeluruh pentingnya memahami pengetahuan tentang bahan, peralatan dan metode pembuatan frozen food yang diterapkan dalam pengolahan/pembuatan Frozen food risoles. Sihite (2006) menyebutkan perbedaan pokok dalam pengolahan atau memasak disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya: (1) keadaan bahan makanan yang akan diolah, (2) Hasil atau makanan yang akan dimasak. Semua peserta mencoba memberikan kontribusi pembuatan dengan menjelaskan tingkat kematangan masakan, namun tidak semua peserta mengetahui bahwa masakan varian isi itu sudah matang (aldente) atau belum. Suasana tiap-tiap kelompok pada tahapan ini sangat aktif dan semua peserta antusias untuk dapat mempraktikkan. Peserta saling membantu dan mendukung temannya dalam satu kelompok untuk menyelesaikan tugas dengan baik dan cepat, tanpa dipungkiri persaingan antar kelompok sangat bagus mereka berusaha dapat menyelesaikan tugas dengan hasil yang baik dan maksimal.
Strategi Pengelolaan Dana Program Pengabdian Masyarakat: Perspektif Manajemen Keuangan Publik Lase, Luther Hasan; Ristanto, Ristanto; Purwandaningsih, Sintya; Murodi, Ahmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2120

Abstract

This study aims to analyze fund management strategies in community service programs through the perspective of public financial management (PFM). The focus of the study is directed at budget planning, distribution mechanisms, and financial control and accountability that support program effectiveness. The research method used is a qualitative approach with a case study design, involving in-depth interviews, financial document reviews, and observations at several community service organizing institutions. The results show that the application of PFM principles especially transparency, participation, and performance-based supervision can improve the efficiency of fund allocation, minimize the risk of abuse, and strengthen public accountability. In addition, the synergy between participatory planning and digital monitoring systems has been proven to speed up the reporting process and increase stakeholder trust. These findings confirm the importance of integrating PFM practices in the management of community service program funds to ensure sustainability and optimal social impact.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengelolaan dana pada program pengabdian kepada masyarakat melalui perspektif public financial management (PFM). Fokus kajian diarahkan pada perencanaan anggaran, mekanisme distribusi, serta pengendalian dan akuntabilitas keuangan yang mendukung efektivitas program. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, telaah dokumen keuangan, dan observasi pada beberapa lembaga penyelenggara pengabdian masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip PFM terutama transparansi, partisipasi, dan pengawasan berbasis kinerja mampu meningkatkan efisiensi alokasi dana, meminimalkan risiko penyalahgunaan, dan memperkuat akuntabilitas publik. Selain itu, sinergi antara perencanaan partisipatif dan sistem monitoring digital terbukti mempercepat proses pelaporan serta meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi praktik PFM dalam pengelolaan dana program pengabdian kepada masyarakat untuk memastikan keberlanjutan dan dampak sosial yang optimal.
PERTUKARAN INFORMASI TERHADAP PENANGANAN STUNTING DI INDONESIA DAN KOREA SELATAN Sari, Ninuk Permata; Nurrachmi, Intan; Jamilah, Lina; Nurliawati, Nita; Zaeni, Mutiara Refanisa; Nasawi, Avicenna Mujtahid
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1816

Abstract

In Indonesia and South Korea, stunting is still a serious nutritional problem. However, there is a significant difference in the prevalence of stunting where the incidence of stunting in Indonesia is still quite high even though there has been a decline, namely from 24.4% in 2021 to 21.6% in 2022. Meanwhile, the stunting rate in South Korea is very low, even the lowest in East Asia with only 2.5% of children under 5 years of age experiencing stunting. The purpose of this community service is to exchange information about the policies of the two countries in dealing with stunting and to study the good practices of the application of Indonesian government policies carried out by the PKK mothers of Taman Sari Village by creating the Cikalat (Love for Toddlers) innovation program. The community service method is carried out through lectures, panel discussions and questionnaire. Community service activities were carried out in Taman Sari Village, Bandung City on May 14, 2025. The target of the service was PKK mothers and the community of Taman Sari Village, Bandung City. The conclusion of this activity is that information related to policies between countries is conveyed well and ends with the signing of the Implementation Agreement from the three universities involved.ABSTRAKDi negara Indonesia dan Korea Selatan, stunting masih menjadi masalah gizi yang cukup serius. Meski demikian, terdapat perbedaan prevalensi stunting yang cukup signifikan dimana kejadian stunting di Indonesia masih cukup tinggi walaupun sudah terjadi penurunan yaitu dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di 2022. Sementara itu, angka stunting di Korea Selatan sangat rendah, bahkan terendah di Asia Timur dengan hanya 2,5% anak di bawah usia 5 tahun yang mengalami stunting. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk pertukaran informasi tentang kebijakan kedua negara dalam menangani stunting serta mempelajari praktik baik aplikasi kebijakan pemerintah Indonesia yang dilakukan oleh ibu-ibu PKK Kelurahan Taman Sari dengan menciptakan program inovasi Cikalat (Cinta ka Balita). Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan ceramah, diskusi panel dan kuesioner. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di kelurahan Taman Sari kota Bandung pada tanggal 14 Mei 2025. Sasaran pengabdian adalah ibu-ibu PKK serta masyarakat kelurahan Taman Sari kota Bandung. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah informasi terkait kebijakan antar negara tersampaikan dengan baik serta diakhiri dengan penandatangan Implementation Agreement dari tiga Universitas yang terlibat.
PEMBELAJARAN SENI BACA AL-QUR'AN DI PESANTREN AL MUSTAQIMIYAH BOGOR Susanti, Yanti; Jazila, Selma Tahlis
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1963

Abstract

The art of reciting the Qur'an is a form of recitation that pays special attention to tajwid, which is a set of rules and principles that govern the correct pronunciation of the letters of the Qur'an. At the Al Mustaqimiyah Islamic Boarding School in Bogor, teaching this art is an initiative that aims to improve the students' recitation skills and quality, with a special emphasis on the use of the Nahawand tone. However, the implementation of this program is not without obstacles. These challenges include a shortage of teachers skilled in the art of reciting the Qur'an, inadequate learning facilities, and low motivation among students to participate. This community service activity aims to provide solutions to these challenges by strengthening students' understanding and skills in reciting the Qur'an through an interactive, innovative, and practical teaching approach. To achieve this, a systematic problem-solving framework is needed. The methods applied must introduce the basic principles of rhythm and tone, include quizzes on reciting the Qur'an using certain melodies, establish a structured curriculum, and include regular evaluations. The results of the analysis show that this program has succeeded in improving the students' Quran reading skills. With innovative teaching methods, it is hoped that the overall quality of learning will continue to improve, so that students will not only become proficient readers but also individuals who understand the meaning contained in the Quran. Based on the Community Service (PKM) activities carried out at the Al Mustaqimiyah Islamic Boarding School, it can be concluded that the art of learning to read the Qur'an not only involves technical mastery of reading but also requires a deep understanding of the meaning and context of the verses of the Qur'an. The PKM program implements various strategies, ranging from direct teaching by experienced teachers to the integration of modern tools such as Quran learning applications.ABSTRAKSeni tilawah Al-Qur'an adalah bentuk pembacaan yang memberikan perhatian khusus pada tajwid, yaitu kumpulan aturan dan prinsip yang mengatur pengucapan huruf-huruf Al-Qur'an dengan benar. Di Pesantren Al Mustaqimiyah Bogor, pengajaran seni ini merupakan inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas tilawah santri, dengan penekanan khusus pada penggunaan nada Nahawand. Namun, pelaksanaan program ini tidak tanpa hambatan. Tantangan tersebut meliputi kekurangan guru yang mahir dalam seni pembacaan Al-Qur'an, fasilitas belajar yang tidak memadai, dan motivasi santri yang rendah untuk berpartisipasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi atas tantangan tersebut dengan memperkuat pemahaman dan keterampilan santri dalam pembacaan Al-Qur'an melalui pendekatan pengajaran yang interaktif, inovatif, dan praktis. Untuk mencapai hal ini, diperlukan kerangka kerja pemecahan masalah yang sistematis. Metode yang diterapkan harus memperkenalkan prinsip dasar ritme dan nada, menyertakan kuis pembacaan Al-Qur'an menggunakan melodi tertentu, menetapkan kurikulum yang terstruktur, dan termasuk evaluasi rutin. Hasil analisis menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan keterampilan pembacaan Al-Qur'an santri. Dengan metode pengajaran inovatif, diharapkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan akan terus berkembang, sehingga santri tidak hanya menjadi pembaca yang mahir tetapi juga individu yang memahami makna yang terkandung dalam Al-Qur'an. Berdasarkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Pesantren Al Mustaqimiyah, dapat disimpulkan bahwa seni pembelajaran pembacaan Al-Qur’an tidak hanya melibatkan penguasaan teknis membaca, tetapi juga memerlukan pemahaman mendalam terhadap makna dan konteks ayat-ayat Al-Qur’an. Program PKM menerapkan berbagai strategi, mulai dari pengajaran langsung oleh guru berpengalaman hingga integrasi alat modern seperti aplikasi pembelajaran Al-Qur’an.
Inovasi Pengembangan Konten Website melalui Essential Credibility Checklist di Yayasan Infaq Malaysia Kholik, Abdul; Sari, Wina Puspita; Soegiarto, Asep; Hijrawadi, Sony Nugratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1944

Abstract

Digital transformation has become a key driving force in global sustainable development, yet many nonprofit organizations still face challenges in optimizing their digital platforms for effective stakeholder communication. This community service activity aimed to enhance the digital public relations competency of Yayasan Infaq Malaysia (YIM) through optimization of the infaqfoundation.org website to support the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) 4 and 8. The methodology employed a systematic four-stage approach including socialization, comprehensive training in website management and content strategy, implementation with one-month mentoring, and development of program sustainability guidelines. The workshop was conducted on July 28-29, 2025, using a User-Centered Design (UCD) framework and website credibility evaluation based on five main dimensions: basic information transparency, leadership governance, financial transparency, program and impact documentation, and technical website quality. Results showed an improvement in website credibility through implementation of responsive design, typography enhancement, navigation optimization, and addition of interactive elements that increased user experience. This activity successfully transformed YIM's digital capacity, strengthened organizational transparency, and created an adaptive and sustainable digital education intervention model to support in accessing educational and career information.ABSTRAKTransformasi digital telah menjadi kekuatan penggerak utama dalam pembangunan berkelanjutan global, namun banyak organisasi nirlaba masih menghadapi kendala dalam mengoptimalkan platform digital untuk komunikasi yang efektif dengan stakeholder. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital public relations Yayasan Infaq Malaysia (YIM) melalui optimalisasi website infaqfoundation.org guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4 dan 8. Metodologi yang diterapkan menggunakan pendekatan sistematis empat tahap meliputi sosialisasi, pelatihan komprehensif dalam pengelolaan website dan strategi konten, implementasi dengan pendampingan selama satu bulan, dan pengembangan panduan keberlanjutan program. Workshop dilaksanakan pada 28-29 Juli 2025 dengan menggunakan kerangka User-Centered Design (UCD) dan evaluasi kredibilitas website berdasarkan lima dimensi utama: transparansi informasi dasar, tata kelola kepemimpinan, keterbukaan keuangan, dokumentasi program dan dampak, serta kualitas teknis website. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kredibilitas website melalui implementasi desain responsif, peningkatan tipografi, optimalisasi navigasi, dan penambahan elemen interaktif yang meningkatkan user experience. Kegiatan ini berhasil mentransformasi kapasitas digital YIM, memperkuat transparansi organisasi, dan menciptakan model intervensi pendidikan digital yang adaptif dan berkelanjutan untuk mendukung pemberdayaan dalam mengakses informasi pendidikan dan karier.
Penguatan Literasi Ekonomi Syariah pada Ibu-Ibu Majelis Taklim di Desa Pekan Sawah: Upaya Membangun Kemandirian Finansial Berbasis Syariah Fatmawati, Rizky; Salsabila, Eka Rahma
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2043

Abstract

The lack of understanding of Sharia muamalah principles in household financial management remains a problem in rural communities, including mothers of the majelis taklim in Pekan Sawah Village, Sei Bingai Subdistrict, Langkat Regency. This condition often leads communities into non-Sharia economic practices that are detrimental. This community service program aimed to improve Sharia economic literacy through the Community-Based Research (CBR) and Service Learning approaches. The implementation stages included needs observation, module development, interactive seminars, financial management simulations, evaluation, and follow-up through a WhatsApp group. The results showed a significant increase in participants’ understanding, as indicated by the pre-test score of 30% rising to 80% in the post-test out of 45 participants who attended. Moreover, participants became more skilled in preparing household budgets, managing cash flow, and were more motivated to utilize Sharia financial services and develop small-scale businesses. Post-activity discussions emphasized that majelis taklim play a strategic role not only as a forum for spiritual development but also as a basis for family economic empowerment. Thus, Sharia economic literacy programs based on participatory and applicative approaches proved effective in enhancing the capacity of housewives toward independent, prosperous families in accordance with Sharia principles.ABSTRAKRendahnya pemahaman prinsip muamalah syariah dalam pengelolaan keuangan rumah tangga masih menjadi persoalan bagi masyarakat pedesaan, termasuk ibu-ibu majelis taklim di Desa Pekan Sawah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat. Kondisi ini sering menjerumuskan masyarakat pada praktik ekonomi non-syariah yang merugikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah melalui pendekatan Community-Based Research (CBR) dan Service Learning. Tahapan pelaksanaan meliputi observasi kebutuhan, penyusunan modul, seminar interaktif, simulasi pengelolaan keuangan, evaluasi, serta tindak lanjut melalui grup WhatsApp. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta, ditunjukkan oleh hasil pre-test sebesar 30% yang naik menjadi 80% pada post-test dari 45 peserta yang hadir. Selain itu, peserta lebih terampil menyusun anggaran rumah tangga, mengatur arus kas, serta lebih termotivasi memanfaatkan layanan keuangan syariah dan mengembangkan usaha kecil. Diskusi pasca kegiatan menegaskan bahwa majelis taklim berfungsi strategis, bukan hanya sebagai wadah pembinaan spiritual, tetapi juga sebagai basis pemberdayaan ekonomi keluarga. Dengan demikian, program sosialisasi literasi ekonomi syariah berbasis pendekatan partisipatif-aplikatif terbukti efektif meningkatkan kapasitas ibu-ibu rumah tangga menuju keluarga mandiri, sejahtera, dan sesuai prinsip syariah.
Integrating Product Innovation and Sustainable Packaging to Enhance Competitiveness of Dodol SMEs Kurniawan, Wawan; Harahap, Elfira Febriani; Busnetty, Ida; Pangestu, Rama; Cristina, Meily
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2100

Abstract

Dodol Betawi, a traditional Indonesian confection, faces limited competitiveness due to its high sugar content, lack of product diversification, and reliance on plastic packaging. These challenges reduce consumer appeal, restrict entry into modern retail channels, and hinder export readiness. This study reports a participatory community service program with UMKM D’Tungku in Bojonggede, West Java, aimed at developing a replicable model that integrates product innovation, appropriate technology, and sustainable packaging. Five low-sugar dodol variants enriched with local botanicals—pumpkin, pineapple, pandan leaves, hibiscus, and butterfly pea—were formulated to provide functional benefits such as dietary fiber, antioxidants, and potential anti-diabetic properties. Alongside product reformulation, eco-friendly packaging prototypes were introduced using bamboo, natural leaves, and linen pouches to replace single-use plastics. A preliminary sensory evaluation involving SME workers indicated strong acceptance for color, taste, and aroma, though texture improvements remain necessary. Packaging innovations were well-received for their aesthetics and sustainability, despite higher production costs compared to plastic alternatives. Furthermore, appropriate technology in the form of mixing and rolling machines improved efficiency and ensured consistent product size, reducing processing time from four hours to one and a half hours. Initial export activities through the Indonesian diaspora in Japan confirmed international interest in Dodol Betawi, while underscoring the importance of sustainable packaging to meet environmentally conscious consumer expectations. The findings highlight that integrating nutritional innovation, technology adoption, and eco-friendly design provides a holistic and scalable strategy for enhancing SME competitiveness, preserving cultural food heritage, and strengthening readiness for global markets.ABSTRAKDodol Betawi sebagai pangan tradisional Indonesia menghadapi keterbatasan daya saing akibat tingginya kandungan gula, minimnya diversifikasi produk, serta ketergantungan pada kemasan plastik. Tantangan ini menurunkan daya tarik konsumen, membatasi akses ke saluran ritel modern, dan menghambat kesiapan ekspor. Penelitian ini melaporkan program pengabdian masyarakat partisipatif bersama UMKM D’Tungku di Bojonggede, Jawa Barat, yang bertujuan mengembangkan model replikasi melalui integrasi inovasi produk, teknologi tepat guna, dan kemasan berkelanjutan. Lima varian dodol rendah gula diperkaya bahan botani lokal labu kuning, nanas, daun pandan, kembang sepatu, dan bunga telang diformulasikan untuk memberikan manfaat fungsional seperti serat pangan, antioksidan, dan potensi antidiabetes. Sejalan dengan reformulasi produk, prototipe kemasan ramah lingkungan diperkenalkan menggunakan bambu, daun alami, dan pouch linen sebagai pengganti plastik sekali pakai. Evaluasi sensoris awal yang melibatkan pekerja UMKM menunjukkan penerimaan positif terhadap warna, rasa, dan aroma, meskipun tekstur masih memerlukan perbaikan. Inovasi kemasan diterima baik dari aspek estetika dan keberlanjutan, meski menghadapi tantangan biaya lebih tinggi dibanding plastik. Selain itu, penerapan teknologi tepat guna berupa mesin pengaduk dan pelinting meningkatkan efisiensi dan konsistensi ukuran produk, serta memangkas waktu produksi dari empat jam menjadi satu setengah jam. Upaya ekspor awal melalui diaspora Indonesia di Jepang membuktikan adanya minat pasar internasional, sekaligus menegaskan pentingnya kemasan berkelanjutan untuk memenuhi ekspektasi konsumen yang peduli lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi inovasi gizi, adopsi teknologi, dan desain ramah lingkungan merupakan strategi holistik dan terukur untuk meningkatkan daya saing UMKM, melestarikan warisan kuliner, dan memperkuat kesiapan memasuki pasar global.
Sosialisasi Dan Pelatihan Konseling Dasar Bagi Guru Sma Dalam Upaya Mencegah Tindak Kekerasan Seksual Pada Remaja Di Kota Masohi Latuheru, Grace; Tanihatu, Geneivieva Esmeraldine; Brand, Jennifer; Wacanno, Yudith; Kalahatu, Leatera Imelia; Septiyana, Dina
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1973

Abstract

The increasing cases of sexual violence in Central Maluku Regency, especially in the city of Masohi, have become an important issue that needs to be resolved together by all parties. Many factors contribute to the rise in sexual violence cases, one of which is irresponsible sexual behavior among teenagers. Previous research shows that irresponsible sexual behavior is caused by misconceptions, inadequate knowledge, low self-control, and peer influence. In this regard, the role of educators is considered crucial to provide education, serve as counselors in observing risky behaviors, and be able to follow up on behaviors that have impacted students. The limited number of counseling teachers underlines the need for basic counseling training activities for mentoring teachers. This community service activity will work together with representatives of teachers from every high school in the city of Masohi.This activity aims to improve the basic counseling skills of each mentoring teacher. The methods used are socialization and basic counselor training. The result of the service is that teachers experience an increase in knowledge and skills in the basic counseling process. This is evident from the pre- and post-test measurements as well as the roleplay conducted together. In an effort for sustainability, the service team will monitor the teachers who have received counselor training. The community service activity has an output in the form of a training module.ABSTRAKMeningkatnya kasus kekerasan seksual di Kabupaten Maluku Tengah, khususnya kota Masohi menjadi salah satu permasalahan penting yang perlu diselesaikan bersama-sama oleh semua pihak. Banyak faktor yang mempengaruhi meningkatnya kasus kekerasan seksual salah satunya adalah perilaku seksual yang tidak bertanggungjawab pada remaja. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa perilaku seksual yang tidak bertanggungjawab diakibatkan karena persepsi yang keliru, pengetahuan yang tidak mumpuni serta control diri yang rendah dan pengaruh teman sebaya. Dalam hal ini, peran tenaga pendidik dianggap penting untuk memberikan edukasi, menjadi konselor dalam mengamati perilaku berisiko serta mampu menindaklanjuti perilaku yang sudah berdampak bagi peserta didik. Terbatasnya jumlah guru bimbingan dan konseling, menjadi dasar perlu dilakukan kegiatan pelatihan konseling dasar bagi guru pendamping. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini akan berproses bersama dengan perwakilan guru dari setiap SMA di kota Masohi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan konseling dasar pada setiap guru pendamping. Metode yang digunakan ialah sosialisasi dan pelatihan konselor dasar. Hasil pengabdian ialah para guru mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam proses konseling dasar. Hal ini terlihat dari pengukuran pre dan post-test serta roleplay yang dilaksanakan bersama. Dalam upaya keberlanjutan, tim pengabdian akan melakukan kontroling terhadap guru yang telah mendapat pelatihan konselor. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat memiliki luaran ialah modul pelatihan.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue