cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Â yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 599 Documents
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PROSES BISNIS SEBAGAI INSTRUMEN TATA KELOLA KLINIK YAYASAN AT-TAQWA DI KABUPATENTASIKMALAYA Nurhuda, Dede Yuda Wahyu; Nugraha, Jeffry
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1835

Abstract

Private clinics play a strategic role in providing public health services, particularly in supporting the National Health Insurance Programme (JKN). However, not all clinics have systematically documented governance as a form of professional management, which is necessary to provide good health services to the community. This community service activity aims to assist the At-Taqwa Clinic in Tasikmalaya Regency in compiling business process documents as part of clinic governance. The methods used include workshops and participatory mentoring, which encompass activity inventory, job mapping, and the development of job description documents. The outcomes of this activity include data comprising 133 business process activities that have been mapped into the organisational structure and documented as governance documents. These results are expected to strengthen clinic management in the long term as a step toward becoming a better clinic in delivering healthcare services to the community.ABSTRAKKlinik swasta memiliki peran strategis dalam penyediaan layanan kesehatan masyarakat, terutama dalam mendukung Program JKN. Namun, belum semua klinik memiliki tata kelola yang terdokumentasi secara sistematis sebagai wujud pengelolaan yang profesional sehingga dapat menghadirkan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membantu Klinik At-Taqwa di Kabupaten Tasikmalaya dalam menyusun dokumen proses bisnis sebagai bagian dari tata kelola klinik. Metode yang digunakan adalah workshop dan pendampingan secara partisipatif, yang mencakup inventarisasi aktivitas, pemetaan jabatan, dan penyusunan dokumen uraian tugas. Hasil dari kegiatan ini didapatkan data berupa 133 aktivitas proses bisnis yang telah dipetakan ke dalam struktur organisasi dan dijadikan dokumen tata kelola. Hasil ini diharapkan dapat memperkuat manajemen klinik dalam jangka panjang sebagai tahapan menuju klinik yang lebih baik dalam menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Peningkatan Literasi Kesehatan Masyarakat Pesisir Melalui Skrining dan Edukasi Pencegahan Hipertensi Fitriani, Dian Ayu; Ibrahim, Juliani; Malik, Ummu Kaltsum; Anwar, Hairul; Habar, Wiwiek Dewiyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1767

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease that often presents without symptoms, leading it to be frequently overlooked despite the risk of serious complications. The prevalence of hypertension, both globally and nationally, has shown a significant increase, including in the coastal areas of Barrang Caddi Island in Makassar, where coastal communities have a habit of consuming high-sodium foods and leading unhealthy lifestyles. The objective of this activity is to improve health literacy and conduct early detection of hypertension risk through blood pressure measurements. The methods used include an initial survey, including superficial interviews with the local community regarding common health issues, followed by blood pressure screening, medical consultations, and interactive health education sessions involving 132 respondents. The examination results showed that the average age of respondents was 47 years, with systolic blood pressure at 127.11 mmHg and diastolic blood pressure at 80.78 mmHg. Of the total number of respondents, 49% of the population were in the pre-hypertension category, 16% in stage I hypertension, and 8% in stage II hypertension. However, improving health literacy remains crucial to prevent respondents from falling into worse categories, underscoring the importance of early promotive and preventive interventions in coastal communities to further reduce hypertension risk.ABSTRAKHipertensi merupakan suatu penyakit tidak menular yang seringkali muncul tanpa gejala sehingga kerap diabaikan meski berisiko menimbulkan komplikasi yang serius. Prevalensi kejadian hipertensi baik secara global maupun nasional menunjukkan peningkatan yang signifikan, termasuk di wilayah pesisir Pulau Barrang Caddi Makassar, dimana masyarakat pesisir memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan tinggi natrium serta gaya hidup tidak sehat. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan literasi kesehatan dan melakukan deteksi dini risiko hipertensi melalui pemeriksaan tekanan darah. Metode yang digunakan yaitu survey terlebih dahulu termasuk wawancara superfisial kepada masyarakat sekitar terkait gangguan kesehatan yang sering dialami, lalu skrining pemeriksaan tekanan darah, konsultasi medis dan penyuluhan interaktif yang melibatkan 132 responden. Hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata responden berada pada usia produktif 47 tahun, dengan tekanan darah sistolik 127.11 mmHg dan diastolic 80.78 mmHg. Dari seluruh jumlah responden, sebanyak 49% mayoritas penduduk berada pada kategori pre hipertensi, 16% hipertensi derajat I, dan 8% hipertensi derajat II. Meski demikian peningkatan literasi masih sangat diperlukan untuk mencegah responden jatuh pada kategori yang lebih buruk sehingga pentingnya intervensi promotif dan preventif lebih awal pada komunitas masyarakat pesisir dalam menekan risiko hipertensi lebih lanjut
Empowering Indonesian Migrant Workers to Prevent and Manage Stroke through Personal Social Responsibility (PSR) in Penang, Malaysia Ganiem, Leila Mona; Saragih, Nurhayani; Hartono, Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1928

Abstract

Stroke is a leading cause of death in Indonesia and the world.  Indonesian migrant workers (TKI) in Malaysia, also face high risks due to unhealthy lifestyles, chronic stress, and limited healthcare access.  This community service program addresses these challenges by empowering TKI through Personal Social Responsibility (PSR), fostering cooperation (gotong royong) to enhance collective well-being. The program focuses on improving health literacy through tailored stroke prevention education and enabling the community to take ownership of health initiatives via strategic communication and peer-led actions. Activities include interactive workshops, health ambassador training, development of culturally sensitive educational materials, health screenings, and peer support networks. These initiatives equip participants with essential knowledge, encourage proactive health behaviors, and promote sustainable stroke prevention strategies. The program has successfully improved health literacy among 80% of participants and trained 24 health ambassadors who actively disseminate information and advocate for healthier lifestyles. These measurable outcomes align with the program’s objectives of fostering a resilient and health-conscious community. By integrating PSR principles, this initiative strengthens the resilience of the TKI community, fostering a culture of shared responsibility in stroke prevention and overall health improvement.ABSTRAKStroke merupakan penyebab kematian utama di Indonesia dan dunia. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia juga menghadapi risiko tinggi akibat gaya hidup tidak sehat, stres kronis, dan terbatasnya akses layanan kesehatan. Program pengabdian masyarakat ini menjawab tantangan tersebut dengan memberdayakan TKI melalui Personal Social Responsibility (PSR), memupuk kerja sama (gotong royong) untuk meningkatkan kesejahteraan kolektif. Program ini berfokus pada peningkatan literasi kesehatan melalui edukasi pencegahan stroke yang disesuaikan dan memungkinkan masyarakat untuk mengambil kepemilikan atas inisiatif kesehatan melalui komunikasi strategis dan tindakan yang dipimpin oleh rekan sebaya. Kegiatannya meliputi lokakarya interaktif, pelatihan duta kesehatan, pengembangan materi edukasi yang peka budaya, skrining kesehatan, dan jaringan dukungan sebaya. Inisiatif-inisiatif ini membekali peserta dengan pengetahuan penting, mendorong perilaku kesehatan proaktif, dan mempromosikan strategi pencegahan stroke yang berkelanjutan. Program ini telah berhasil meningkatkan literasi kesehatan di antara 80% peserta dan melatih 24 duta kesehatan yang secara aktif menyebarluaskan informasi dan mengadvokasi gaya hidup yang lebih sehat. Hasil yang terukur ini sejalan dengan tujuan program untuk membina masyarakat yang tangguh dan sadar kesehatan. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip PSR, inisiatif ini memperkuat ketahanan komunitas TKI, menumbuhkan budaya tanggung jawab bersama dalam pencegahan stroke dan peningkatan kesehatan secara keseluruhan.
Membangun Kesadaran Generasi Muda: Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bone Gelar Edukasi di Desa Parippung Anugrah, Aldan; Pasrul, Pasrul; Amir, Farul Rangga Yuda; Awaluddin, Awaluddin; Hikmayanti, Nurul; Mauliah, Wirda; Ernawati, Ernawati; Sahrani, Silfa Sabrina; Armita, Armita; Wahyuni, Sri; Bonewati, Andi; Trisnowali, Andi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1647

Abstract

The anti-drug counseling organized by the Kuliah Kerja Nyata (KKN) students of the 4th batch from Muhammadiyah University of Bone in Desa Parippung, Barebbo District, is a strategic initiative aimed at raising awareness and enhancing the local community's knowledge about the dangers of drug abuse. This activity is designed to educate village residents about various types of drugs, the negative effects caused both in the short and long term, as well as the impact on physical, mental, and social health. The counseling also includes information sessions on prevention strategies, recognizing signs of addiction, and steps that can be taken to seek help and rehabilitation for those affected.In addition to providing educational materials, this counseling provides a platform for participants to discuss and ask questions about drug-related issues, enabling them to gain a deeper understanding and practical solutions for addressing these problems. By involving active interaction and educational activities such as simulations and games, the program aims to make the information more comprehensible and accessible to the community.Through this initiative, it is hoped that the residents of Desa Parippung will not only gain better knowledge about the dangers of drugs but also feel more confident in taking preventive actions and supporting rehabilitation efforts. The activity is expected to contribute to the creation of a healthier and safer environment and to improve the quality of life in the community by reducing the risk of drug abuse.ABSTRAKPenyuluhan anti narkoba yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan IV Universitas Muhammadiyah Bone di Desa Parippung, Kecamatan Barebbo, merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat setempat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini dirancang untuk mengedukasi warga desa tentang berbagai jenis narkoba, efek negatif yang ditimbulkan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, serta dampaknya terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial individu. Penyuluhan ini juga mencakup sesi informasi tentang strategi pencegahan, cara mengenali gejala kecanduan, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencari bantuan dan rehabilitasi bagi mereka yang terpengaruh. Selain memberikan materi edukasi, penyuluhan ini menyediakan platform bagi peserta untuk berdiskusi dan bertanya mengenai isu-isu terkait narkoba, sehingga mereka dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan solusi praktis untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan melibatkan interaksi aktif dan kegiatan edukatif, seperti simulasi dan permainan, kegiatan ini bertujuan untuk membuat informasi lebih mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Parippung tidak hanya memperoleh pengetahuan yang lebih baik tentang bahaya narkoba tetapi juga merasa lebih percaya diri dalam mengambil tindakan pencegahan serta mendukung upaya rehabilitasi. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada penciptaan lingkungan yang lebih sehat dan aman, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mengurangi risiko penyalahgunaan narkoba.
Peningkatan Kapasitas Akademik Melalui Model Pelatihan Terstruktur Pada Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Terakreditasi SINTA 2 dan SINTA 4 Ginting, Reza Pahlevi; Retno, Sujacka; Trisfayani, Trisfayani; Mahsa, Masithah; Safriandi, Safriandi; Maghfirah, Riezka
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1906

Abstract

This community service program was designed to enhance the academic writing capacity of lecturers, teachers, and students in preparing scientific articles eligible for publication in SINTA 2 and 4 accredited journals. In response to the increasing demand for scientific publications as part of academic performance and graduation requirements in Indonesia, this initiative aimed to address common challenges such as lack of writing skills, limited understanding of journal requirements, and low confidence in submitting to reputable journals. The program adopted the Participatory Action Research (PAR) approach, which encourages the active participation of stakeholders in identifying problems, implementing solutions, and reflecting on outcomes. The workshop was held online and structured in three main phases: preparation, implementation, and evaluation. Preparation involved needs assessment and module development. The implementation phase included material delivery, interactive sharing sessions with experienced journal reviewers, and practical writing exercises. Participants also engaged in a simulated manuscript submission process using the Open Journal System (OJS). A total of 40 participants comprising lecturers, teachers, and students from the Universitas Malikussaleh area took part in the one-day intensive workshop. Evaluation results indicated a significant improvement in participants' knowledge and skills, with post-test scores rising and 92% reporting satisfaction, particularly with the practice-based sessions and direct feedback from facilitators. This program demonstrated that a structured, practical, and participatory training model could effectively build scientific writing competence. The integration of technical tools and active mentorship was key to bridging the gap between understanding and actual implementation. The program not only improved participants’ confidence but also contributed to strengthening the culture of scientific publication among academic communities in regional Indonesia.ABSTRAKProgram pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas menulis ilmiah dosen, guru, dan mahasiswa dalam menyusun artikel yang layak dipublikasikan pada jurnal terakreditasi SINTA 2 dan 4. Kegiatan ini merupakan respons terhadap meningkatnya tuntutan publikasi ilmiah sebagai bagian dari penilaian kinerja akademik dan syarat kelulusan di Indonesia. Program ini sekaligus menjadi solusi atas berbagai kendala umum seperti keterbatasan kemampuan menulis, kurangnya pemahaman terhadap ketentuan jurnal, serta rendahnya kepercayaan diri untuk mengirim artikel ke jurnal bereputasi. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang mendorong keterlibatan aktif peserta dalam mengidentifikasi masalah, melaksanakan solusi, dan melakukan refleksi terhadap hasil. Workshop dilakukan secara daring dan terbagi dalam tiga tahap utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi analisis kebutuhan dan penyusunan modul. Tahap pelaksanaan mencakup penyampaian materi, sesi berbagi pengalaman bersama reviewer jurnal, serta praktik penulisan artikel. Peserta juga mengikuti simulasi proses submit naskah melalui sistem Open Journal System (OJS). Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari dosen, guru, dan mahasiswa di wilayah Universitas Malikussaleh mengikuti workshop intensif selama satu hari. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan menulis peserta. Skor post-test meningkat, dan 92% peserta menyatakan puas, terutama pada sesi praktik dan pendampingan langsung. Program ini membuktikan bahwa model pelatihan terstruktur dan partisipatif dapat secara efektif membangun kompetensi penulisan ilmiah serta memperkuat budaya publikasi di kalangan akademisi daerah.
Peningkatan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Anak Panti Asuhan Melalui Kegiatan Komunikatif dan Menyenangkan: Program Pengabdian di Panti Asuhan Muhammadiyah Sumenep Faqih, Achmad; Utami, Yuni Putri; Fane, Awati; Hakim, Lukman; Linia, Marisa; Ilahi, Lailiy Kurnia; wahyudi, wahyudi; Izzudidin, Izzuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1893

Abstract

This community service activity aims to measure the impact of fun activities in English language learning on improving the speaking skills of children at Muhammadiyah Orphanage in Sumenep. The implemented activities included role-plays, language games, storytelling, and singing English songs. The study used a descriptive qualitative method with a naturalistic approach, supported by speaking assessments and learning experience questionnaires as primary instruments. The results showed a significant improvement across four speaking skill aspects: fluency, pronunciation, vocabulary use, and message delivery. The average speaking score increased from 3.05 to 4.33, indicating the effectiveness of the approach in a non-formal educational setting. In addition, the questionnaire results revealed that children felt more confident, motivated, and enjoyed the English learning process. These findings support the Communicative Language Teaching approach and Krashen’s Affective Filter Hypothesis, both of which emphasize the importance of meaningful, low-pressure learning environments. Overall, this study recommends implementing fun-based learning methods as an effective strategy to enhance children’s speaking abilities, particularly in educationally limited settings such as orphanages.ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengukur dampak kegiatan menyenangkan dalam pembelajaran bahasa Inggris terhadap peningkatan kemampuan berbicara anak-anak di Panti Asuhan Muhammadiyah Sumenep. Kegiatan yang diterapkan meliputi role-play, permainan bahasa, storytelling, dan menyanyi lagu berbahasa Inggris. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan naturalistik, serta melibatkan speaking assessment dan angket pengalaman belajar sebagai instrumen utama. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada empat aspek kemampuan berbicara: kelancaran, pengucapan, kosakata, dan penyampaian pesan. Rata-rata skor speaking meningkat dari 3.05 menjadi 4.33, menunjukkan efektivitas pendekatan ini dalam konteks nonformal. Selain itu, hasil angket menunjukkan bahwa anak-anak merasa lebih percaya diri, termotivasi, dan menikmati proses belajar bahasa Inggris. Temuan ini mendukung teori Communicative Language Teaching dan Affective Filter Hypothesis, yang menekankan pentingnya pembelajaran yang bermakna dan bebas tekanan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini merekomendasikan penerapan metode pembelajaran berbasis kegiatan menyenangkan sebagai pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris anak-anak, terutama di lingkungan yang memiliki keterbatasan akses pendidikan formal.
Peningkatan Kesadaran Anggota KWT Kenanga dalam Mengolah Limbah Sayuran Menjadi POC dengan Galon Bekas Nanda, Lintia Putri; Sebayang, Rahul; Sa’adah, Hanifatulloh; Wulandari, Wulandari; Alfianto, Muhammad Aldytia; Tarigan, Gamaliel Adipta; Tuakopol, Fransiskus Miranto
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1689

Abstract

The problem of poorly managed household vegetable waste negatively impacts the environment and public health. Organic waste management through the utilization of vegetable waste into liquid organic fertilizer (POC) is an environmentally friendly solution and has added value for the community. This community service aims to increase the awareness and skills of members of the Kenanga Women's Farmers Group (KWT), Tegalkenongo RT 02, Tirtonirmolo, Bantul, in managing household organic waste by utilizing used gallons as a fermentation medium. The implementation method includes preparation, counseling, training and evaluation. This community service activity was carried out in December 2024 and was attended by 33 active members of the Kenanga Women's Farmers Group. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of household organic waste management and their ability to make liquid organic fertilizer (POC) independently. This is indicated by an average increase in post-test scores of 25% compared to the pre-test. The majority of participants (95%) stated that after this community service, they understood the benefits of POC. Furthermore, there was high enthusiasm from members of the Kenanga Women Farmers Group (KWT) (90%) in the hands-on practice of making POC, demonstrated through active participation and a desire to continue the activity regularly (85%). This activity also generated a sense of concern among members for the environment (92%). This community service activity can be replicated in other communities as a model for environmentally-based community empowerment.ABSTRAKPermasalahan limbah sayuran rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pengelolaan limbah organik melalui pemanfaatan limbah sayuran menjadi pupuk organik cair (POC) merupakan salah satu solusi yang ramah lingkungan dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga, Tegalkenongo RT 02, Tirtonirmolo, Bantul, dalam mengelola limbah organik rumah tangga dengan memanfaatkan galon bekas sebagai media fermentasi. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, penyuluhan, pelatihan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Bulan Desember 2024 dan diikuti oleh 33 orang anggota aktif Kelompok Wanita Tani Kenanga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan kemampuan membuat pupuk organik cair (POC) secara mandiri. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan skor post-test rata-rata sebesar 25% dibandingkan pre-test. Sebagian besar peserta (95%) menyatakan setelah adanya pengabdian ini mengetahui manfaat POC. Selain itu, terdapat antusiasme tinggi dari anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga (90%) dalam praktik langsung pembuatan POC, yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif dan keinginan untuk melanjutkan kegiatan secara rutin (85%). Kegiatan ini juga menghasilkan rasa kepedulian anggota terhadap lingkungan (92%). Kegiatan pengabdian ini dapat direplikasi di komunitas lain sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
Pendampingan Kewirausahaan untuk Meningkatkan Kelayakan Bisnis UMKM di Kec. Cempaka, Kota Banjarbaru Permana, Yudi; Ambarwati, Riris; Firdaus, Firdaus; Fajriyati, Ilisa; Azahraty, Azahraty; Rizky, Siti Raesa
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1968

Abstract

MSMEs in general are directed to support efforts to overcome poverty and inequality, create employment opportunities and increase exports, as well as revitalize agriculture and rural areas, which are national development priorities in 2006 (Suyahya, 2017). Within that framework, the development of micro, small and medium enterprises (MSMEs) is directed to provide a significant contribution to the creation of employment opportunities, increasing exports and increasing competitiveness, while the development of micro-scale businesses is directed to contribute to increasing the income of low-income communities, especially the "Community Service Program" to Improve the Feasibility of MSME Businesses in Cempaka District, Banjarbaru City. This Community Service Program activity was attended by 20 participants, of which 10 participants were from MSME actors in Cempaka District, Banjarbaru City. And 10 participants were from Uniska students. The "Community Service" activity was organized by Mr. / Mrs. Lecturer of the Faculty of Economics, Management Study Program. Islamic University of Kalimantan MAB Banjarmasin. The concrete form of this community service program directly empowers a large number of businesses, particularly micro, small, and medium enterprises (MSMEs). The Community Service research method uses a qualitative descriptive approach. The theme is "Entrepreneurship Mentoring to Improve the Business Viability of MSMEs in Cempaka District, Banjarbaru City." It involves field studies, direct observation, and lectures, tutorials, and discussions. The goal is to improve the understanding and skills of MSMEs in preparing business feasibility studies, identifying business development needs, and implementing appropriate strategies. The community service activities are designed to optimize the use of mentoring to improve business viability for MSMEs in Cempaka District, Banjarbaru City. The goal is to provide training and mentoring to MSMEs, providing materials and guidance to improve their business viability. During the community service activities, mentoring and monitoring will be conducted to ensure that MSMEs can implement the knowledge and skills they have acquired in the materials and guidance provided to improve business viability. The community service team will provide guidance and useful input to address any obstacles or problems that may arise during the adaptation process. The overall impact of this community service program is expected to have a positive impact on increasing knowledge, insight, and experience for MSMEs. It is hoped that MSMEs will be able to face modern business challenges and achieve greater profits in a competitive market by improving their business viability.ABSTRAKUMKM dalam secara umum diarahkan untuk mendukung upaya-upaya penanggulangan kemiskinan dan kesenjangan, penciptaan kesempatan kerja dan peningkatan ekspor, serta revitalisasi pertanian dan pedesaan, yang menjadikan prioritas pembangunan nasional dalam tahun 2006 (Suyahya, 2017). Dalam kerangka itu, pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) diarahkan agar memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penciptaan kesempatan kerja, peningkatan ekspor dan peningkatan daya saing, sementara itu pengembangan usaha skala mikro diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam peningkatan pendapatan masyarakat berpendapatan rendah, khususnya “Program Pengabdian Masyarakat” untuk Meningkatkan Kelayakan Bisnis UMKM di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Kegiatan Program Pengabdian Masyarakat ini di ikuti oleh 20 peserta, dimana 10 peserta dari pelaku UMKM Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Dan 10 peserta dari mahasiswa Uniska. Kegiatan “Pengabdian Kepada masyarakat” yang diselenggarakan oleh Bapak/Ibu Dosen Fakultas Ekonomi, Prodi Manajemen. Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Bentuk kerja nyata dari program pengabdian kepada masyarakat ini memberdayakan langsung oleh sebagian besar usaha terutama mikro, kecil dan menengah (UMKM). Metode penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat dengan metode Deskriptif Kualitatif. Dengan tema Pendampingan Kewirausahaan untuk Meningkatkan kelayakan Bisnis UMKM di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Dapat melibatkan studi lapangan, observasi langsung, serta metode ceramah, tutorial, dan diskusi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pelaku UMKM dalam menyusun studi kelayakan bisnis, mengidentifikasi kebutuhan pengembangan usaha, dan menerapkan strategi yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah untuk mengoptimalkan penggunaan pendampingan meningkatkan kelayakan bisnis bagi UMKM di kecamatan cempaka, kota Banjarbaru. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan pada UMKM dalam pemberian materi dan pendampingan guna meningkatkan kelayakan bisnis UMKM. Selama pelaksanaan kegiatan pengabdian, akan ada pendampingan dan monitoring yang dilakukan untuk memastikan UMKM dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dalam pemberian materi dan pendampingan peningkatan kelayakan bisnis. Tim pengabdian kepada masyarakat akan memberikan bimbingan dan masukan yang berguna dalam mengatasi kendala atau masalah yang mungkin muncul selama proses adaptasi. Dampak setelah dilakukan program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah secara keseluruhan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan ilmu pengetahuan, wawasan dan pengalaman bagi UMKM. Diharapkan UMKM dapat menghadapi tantangan bisnis modern dan memperoleh keuntungan yang lebih besar dalam pasar yang kompetitif, dari upaya peningkatan kelayakan bisnis.
Implementasi Program Pendidikan Magrib Mengaji Di Tpa An-Nur Jorong Ulu Simpang Kecamatan Koto Balingka Riski, Rina; Hasibuan, Hendra; Nisa, Yarotun; Pulungan, Tria Arzeta; Nasution, Ajijah Rahma; Baik, Muhammad; Husna, Asmaul; Safitri, Heni; Simamora, Fadilatun Nikmah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.1069

Abstract

Maghrib reciting the Quran is an activity carried out by a person or group in a non-formal place which is carried out after the evening prayer. The Maghrib Quran recitation program aims to educate children in understanding and memorizing the Quran, while at the same time instilling Islamic religious values. Maghrib reciting the Quran also functions as a means to strengthen community ties and build time discipline and discipline in worship. It is not only teachers who play an important role in teaching their children, but parents also have an important role in understanding religious knowledge so that later a child will have in-depth knowledge of the world and the afterlife.ABSTRAKMaghrib mengaji adalah kegiatan yang dilakukan seseorang atau sekelompok di suatu tempat non formal yang kegiatannya dilaksanakan sehabis salat magrib. Program magrib mengaji bertujuan untuk mendidik anak-anak dalam memahami dan menghafal alquran, sekaligus menanamkan nilai-nilai agama islam. Magrib mengaji juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat ikatan komunitas dan membangun disiplin waktu serta kedisiplinan dalam beribadah. Bukan hanya guru yang berperan penting dalam mengajari anaknya tetapi orang tua juga memiliki peranan penting dalam pemahaman ilmu agama agar nantinya seorang anak tersebut memiliki pengetahuan mendalam akan dunia dan akhirat.
Pelestarian Tekuluk Sebagai Warisan Budaya Melayu Jambi Fatonah, Fatonah; Hudaya, Padhil; Defrianti, Denny; Lestari, Inda; Rahman, Abd
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.899

Abstract

This community service activity aims to preserve Jambi Malay culture through the use of tekuluk, a traditional head covering rich in cultural and philosophical values. Tekuluk, as a symbol of Jambi Malay women's identity, is now rarely used, especially by the younger generation. This program was implemented in Kelurahan Muara Jangga, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, which has experienced a decline in the use of tekuluk in the daily lives of its people. The approach used was socialization and training for the community, especially young people, about the meaning, history, and how to use tekuluk in everyday life and traditional events. In addition, this program also promoted the adaptation of tekuluk in modern fashion trends so that it would be more popular with the younger generation. The results of the activity showed an increase in public awareness of the importance of preserving tekuluk as part of cultural heritage, as well as the emergence of interest among the younger generation to wear tekuluk again on various occasions. By using participatory and collaborative methods, this program is expected to contribute to the preservation of Jambi Malay culture in a sustainable manner and as an effort to popularize the use of Jambi tekuluk in the community, especially the younger generation in Kelurahan Muara Jangga through one of the tri daharma activities of higher education in community service.ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melestarikan budaya Melayu Jambi melalui penggunaan tekuluk, penutup kepala tradisional yang kaya akan nilai budaya dan filosofi. Tekuluk, sebagai simbol identitas perempuan Melayu Jambi, kini semakin jarang digunakan, terutama oleh generasi muda. Program ini dilaksanakan di Kelurahan Muara Jangga, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, yang mengalami penurunan penggunaan tekuluk dalam keseharian masyarakatnya. Pendekatan yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat, khususnya kaum muda, tentang makna, sejarah, dan cara penggunaan tekuluk dalam kehidupan sehari-hari dan acara adat. Selain itu, program ini juga mempromosikan adaptasi tekuluk dalam trend busana modern agar lebih diminati generasi muda. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian tekuluk sebagai bagian dari warisan budaya, serta munculnya minat generasi muda untuk mengenakan tekuluk kembali dalam berbagai kesempatan. Dengan menggunakan metode partisipatif dan kolaboratif, program ini diharapkan dapat berkontribusi pada pelestarian budaya Melayu Jambi secara berkelanjutan dan sebagai salah satu upaya memasyarakatkan pemakaian tekuluk Jambi pada masyarakat khususnya generasi muda di kelurahan Muara Jangga melalui kegiatan salah satu tri dharma perguruan tinggi dalam pengabdian pada masyarakat.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue