cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Â yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 599 Documents
Edukasi Literasi Informasi bagi Pelajar sebagai Upaya untuk Meminimalisir Penyalahgunaan Media Jejaring Sosial di SMPN 1 Purwakarta Wulandari, Dyah; Fauziah, Nurul; Effendi, Muhammad Ridwan; Hidayat, Zhafira Fatimatuzahra
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.993

Abstract

This community service aims to educate students' information literacy and minimize the misuse of social media for students at SMPN 1 Purwakarta. This is based on the problem of high internet usage rates in the 15 to 24 year age group. This research was conducted with descriptive-quantitative research with a Participatory Action Research (PAR) design. First, observing the problems that occur, second, analyzing the problems that occur at SMPN 1 Purwakarta and followed by the next step systematically by taking action in the form of compiling information literacy education seminar activity materials for students in Purwakarta district as an effort to minimize the misuse of social media and then observing the increase in information literacy insight and digital competence in students at SMPN 1 Purwakarta. With the information literacy education seminar activity for students at SMPN 1 Purwakarta, information literacy insight experienced an average increase of 14 points and the digital competence score of the education seminar participants was 13.10, which shows that the participants' digital competence is in the high category.ABSTRAKPengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi literasi informasi siswa dan meminimalisir penyalahgunaan media jejaring sosial siswa di SMPN 1 Purwakarta. Hal ini didasari pada masalah tingginya angka penggunaan internet pada kelompok umur 15 sampai dengan 24 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian deskriptif-kuantitatif dengan desain Participatory Action Research (PAR). Pertama melakukan pengamatan atas masalah yang terjadi, kedua yaitu menganalisa masalah yang terjadi di SMPN 1 Purwakarta dan diikuti langkah selanjutnya secara sistematis dengan melakukan tindakan berupa penyusunan materi kegiatan seminar edukasi literasi informasi bagi pelajar di Kabupaten Purwakarta sebagai upaya untuk meminimalisir penyalahgunaan media jejaring sosial dan selanjutnya mengamati peningkatan wawasan literasi informasi dan kompetensi digital pada siswa di SMPN 1 Purwakarta. Dengan adanya kegiatan seminar edukasi literasi informasi bagi pelajar di SMPN 1 Purwakarta, wawasan literasi informasi mengalami peningkatan nilai rata-rata sebesar 14 poin dan angka kompetensi digital peserta seminar edukasi yakni 13,10 yang menunjukkan kompetensi digital peserta berada pada kategori tinggi.
Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Bagi Guru MGMP Jatirogo Tuban Selatan Damayanti, Rini; kaswadi, kaswadi; pranoto, agung; Ardiansyah, Roely; hadi, sueb; Davin, Moch Arya
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.918

Abstract

The Merdeka Curriculum will be implemented simultaneously at the secondary education level in 2024. Even at the junior high school level, especially grade VII, in the 2023/2024 school year, the Merdeka Curriculum has been implemented. The implementation of the Merdeka Curriculum requires teachers' understanding and readiness of the Merdeka Curriculum with its various components and applications. Realistic conditions in the field show that junior high school teachers do not fully understand the Merdeka Curriculum, especially regarding Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and Teaching Modules and their modifications. The purpose of the service activity is to increase teachers' knowledge, understanding of the Merdeka Curriculum and produce learning tools. The method used in this service is training assistance in the form of a workshop. The results of the activity show that the teachers have understood the concept of the Merdeka Curriculum, especially Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and Teaching Modules and their applications. This can be seen from the work of the teachers in embodying these concepts in the flow of learning objectives and teaching modules as lesson plans to be implemented. In other words, junior high school teachers in the South Tuban Indonesian Language MGMP are not ready to implement the Merdeka Curriculum.ABSTRAKKurikulum Merdeka akan dilaksanakan secara serentak di jenjang pendidikan menengah pada tahun 2024. Bahkan di tingkat SMP, khusus kelas VII, pada tahun ajaran 2023/2024 Kurikulum Merdeka sudah diberlakukan. Implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan pemahaman dan kesiapan guru tentang Kurikulum Merdeka dengan berbagai komponen dan aplikasinya. Kondisi realistis di lapangan menunjukkan bahwa guru SMP belum memahami secara utuh tentang Kurikulum Merdeka, khususnya tentang Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, dan Modul Ajar serta modifikasinya. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman para guru tentang Kurikulum Merdeka dan menghasilkan perangkat pembelajaran. Metode  yang  digunakan  dalam  pengabdian  ini  adalah pendampingan pelatihan dalam bentuk workshop. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para guru telah memahami konsep Kurikulum Merdeka, khususnya Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, dan Modul Ajar serta aplikasinya. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil kerja para guru dalam mengejawantahkan konsep tersebut dalam Alur Tujuan pembelajaran dan Modul Ajar sebagai rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan. Dengan kata lain, para guru SMP di MGMP Bahasa Indonesia Tuban Selatan belum siap mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Edukasi Stunting sebagai Upaya Pencegahan Dini di SMA IT Imam Syafi'i (IMSYA) Kota Pekanbaru Darmadi, Darmadi; Herlina, Sara; Rizal, Yose; Ayuningtias, Ratih
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.894

Abstract

Stunting is a growth disorder characterized by a toddler's height being shorter than that of children his age due to chronic malnutrition. Several factors that cause stunting include the family's economic status, nutritional intake of pregnant women, and lack of providing appropriate food to toddlers. The aim of this service is to measure students' understanding regarding stunting and the factors that cause it. The method used is counseling using lecture methods, question and answer discussions and pre-test and post-test questionnaires. Based on the results of a questionnaire to 45 respondents before being given counseling, it showed that the majority of students did not have adequate knowledge about stunting. After being given education, for 60 minutes by means of counseling, the understanding of IMSYA IT High School students and girls increased as shown by the results before the pre-test and after the post-test. This education succeeded in increasing students' awareness of the importance of preventing stunting through improving nutrition from an early age. Apart from that, Hb examination also provides an overview of students' health status related to anemia which can be one of the causes of stunting. Based on the counseling that has been given, it is hoped that school teachers in particular will be given detailed education, so that this program can run smoothly and can be implemented more widely in order to reduce the number of stunting incidents in the future.ABSTRAKStunting adalah gangguan pertumbuhan yang ditandai dengan tinggi badan balita yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya akibat kekurangan gizi kronis. Beberapa faktor sebagai penyebab stunting diantaranya status ekonomi keluarga, asupan gizi ibu hamil, dan kurangnya pemberian makanan yang tepat pada balita. Tujuan pengabdian ini untuk mengukur pemahaman siswa terkait stunting dan faktor-faktor penyebabnya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi tanya jawab dan kuesioner pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil kuesioner terhadap 45 responden sebelum diberi penyuluhan menunjukkan sebagian besar siswa belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang stunting. Setelah diberikan edukasi, selama 60 menit dengan cara penyuluhan, pemahaman siswa dan siswi SMA IT IMSYA meningkat yang ditunjukkan dari hasil sebelum pretes dan setelah postes. Edukasi ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pencegahan stunting melalui perbaikan gizi sejak dini. Selain itu, pemeriksaan Hb juga memberikan gambaran status kesehatan siswa terkait anemia yang dapat menjadi salah satu penyebab stunting. Berdasarkan penyuluhan yang telah diberikan diharapkan kepada khususnya guru sekolah diberi edukasi secara detail, sehingga program ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat diimplementasikan lebih luas guna menekan angka kejadian stunting di masa mendatang.
Pendampingan Tata Kelola Administrasi Usaha Mikro dan Kecil di Kelurahan Anawai Kota Kendari Idrus, Sitti Hairani; Rasudu, Nur Azizah; Ningtyas, Candra Puspita; Makmur, Munawir; Rijal, Muh.; Gega, Gega
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.960

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) represent a crucial sector in Indonesia's economy, contributing significantly to job creation and unemployment reduction. However, many business actors in this sector, particularly in Anawai Sub-district, Kendari City, still face challenges in business administration management. This community service activity aims to enhance the knowledge of micro and small business actors in Anawai Sub-district, Kendari City, regarding proper business administration, including business legality and financial record-keeping. The methods used in this activity include lectures, discussions, and direct mentoring. The results show that most business actors have not yet obtained complete legal documentation, and many are still not practicing adequate financial record-keeping. This program has a positive impact on increasing business actors' understanding of the importance of effective and efficient business administration.ABSTRAKUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, memberikan kontribusi signifikan dalam penciptaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran. Namun, banyak pelaku usaha di sektor ini, khususnya di Kelurahan Anawai, Kota Kendari, masih menghadapi permasalahan dalam tata kelola administrasi usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelaku usaha mikro dan kecil di Kelurahan Anawai Kota Kendari, mengenai tata kelola administrasi yang baik, termasuk legalitas usaha dan pencatatan keuangan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup ceramah, diskusi, dan pendampingan langsung. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha belum memiliki legalitas yang lengkap, dan masih banyak yang belum menerapkan pencatatan keuangan yang memadai. Program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman pelaku usaha tentang pentingnya administrasi usaha yang efektif dan efisien.
Pemberdayaan Seni Kubro Siswo Untuk Pelestarian Budaya Lokal di Desa Masda Makmur Rohmah, Rina Ari; Dona, Dona; Lesmana, Andi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.927

Abstract

The preservation of local culture in Masda Makmur Village, Rokan Hulu Regency is the main challenge during the lack of participation of the younger generation in the traditional art of Kubro Siswo. The Kubro Siswo Arts Group has difficulties in maintaining the regeneration of members and faces limited support facilities and promotions. This service program aims to preserve the culture of Kubro Siswo through increasing managerial capacity and cultural arts skills, especially for the younger generation. The methods used in this program include socialization, management and marketing training, website and social media development, and the provision of souvenir production equipment in the form of t-shirt screen printing. The results of the program show an increase in the interest of the younger generation in local arts, the implementation of cultural arts festivals, and the increase in group capacity in the management of cultural arts organizations and promotions. In addition, diversification efforts through the production of screen-printing t-shirts have a positive impact in supporting the economic independence of the group. In conclusion, this program has succeeded in increasing public awareness of the importance of preserving local culture and providing sustainable solutions to maintain the existence of Kubro Siswo art during modernizationABSTRAKPelestarian budaya lokal di Desa Masda Makmur Kabupaten Rokan Hulu menjadi tantangan utama di tengah minimnya partisipasi generasi muda dalam kesenian tradisional Kubro Siswo. Kelompok Kesenian Kubro Siswo mengalami kesulitan dalam menjaga regenerasi anggota serta menghadapi keterbatasan dukungan fasilitas dan promosi. Program pengabdian ini bertujuan untuk melestarikan budaya Kubro Siswo melalui peningkatan kapasitas manajerial dan keterampilan seni budaya, khususnya bagi generasi muda. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi sosialisasi, pelatihan manajemen dan pemasaran, pengembangan website dan media sosial, serta penyediaan peralatan produksi cinderamata berupa sablon kaos. Hasil program menunjukkan peningkatan minat generasi muda terhadap kesenian lokal, terselenggaranya festival seni budaya, serta peningkatan kapasitas kelompok dalam pengelolaan organisasi dan promosi seni budaya. Selain itu, usaha diversifikasi melalui produksi kaos sablon memberikan dampak positif dalam mendukung kemandirian ekonomi kelompok. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal dan memberikan solusi berkelanjutan untuk menjaga eksistensi kesenian Kubro Siswo di tengah modernisasi.
Digipreneur 101: Regenerative Tourism and Bilingual Promotion for Local Community Empowerment in Gorontalo Danial, Haris; Talib, Rasuna; Dako, Rahman Taufiqrianto; Pakaya, Usman
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.926

Abstract

The community service program aims to empower the local community with a focus on sustainable and regenerative tourism development. This program focuses on two main aspects: environmental preservation and sustainable promotion of local potential. The program’s objectives are: 1) Prioritizing a tourism concept that not only promotes sustainability but also strives to restore and improve local ecosystems, 2) This programprovides training to theDunggala community on promoting local tourism potential in two languages (Indonesian and English),3) Towards Digipreneur: Through digitalentrepreneurship training, the Dunggala community is taught how to use digital technology to promote their tourism destinations. The implementation method for the program is designed systematically to effectively achieve the expected goals and outcomes. The activities planned for August and September 2024 aim to empower local communities, especially in rural areas like Dunggala, by combining digital entrepreneurship, sustainable tourism, and creative economy development. The outcomes of this program are: the community becomes capable of managing and promoting tourist destinations with a regenerative approach, improved English communication skills to welcome foreign tourists, enhanced digital literacy, enabling them to become digipreneurs who can adapt to the digital era, and the preservation of the local environment and culture through responsible tourism management.ABSTRAKProgram pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal dengan fokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan dan regeneratif. Program ini bertumpu pada dua aspek utama: preservasi (pelestarian) lingkungan serta peningkatan promosi potensi lokal yang berkelanjutan. Tujuan lainnya program ini adalah 1) Regenerative Tourism: Mengedepankan konsep pariwisata yang tidak hanya berkelanjutan; 2) Promosi Potensi Lokal Berbasis Bilingual: Program ini memberikan pelatihan kepada masyarakat Dunggala untuk mempromosikan potensi wisata lokal dalam dua bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris); 3) Menuju Digipreneur: Melalui pelatihan kewirausahaan digital, masyarakat Dunggala diajari cara menggunakan teknologi digital untuk mempromosikan destinasi wisata mereka. Metode pelaksanaan program dirancang secara sistematis untuk mencapai tujuan dan hasil yang diharapkan secara efektif. Kegiatan yang direncanakan untuk Agustus dan September 2024 bertujuan untuk memberdayakan komunitas lokal, terutama di daerah pedesaan seperti Dunggala, dengan menggabungkan kewirausahaan digital, pariwisata berkelanjutan, dan pengembangan ekonomi kreatif. Hasil yang diperoleh dalam program ini adalah masyarakat mampu mengelola dan mempromosikan destinasi wisata dengan pendekatan regeneratif, peningkatan kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris untuk menyambut wisatawan asing, peningkatan literasi digital masyarakat, sehingga mereka dapat menjadi digipreneur yang mampu beradaptasi dengan era digital, dan terlestarikannya lingkungan dan budaya lokal melalui pengelolaan pariwisata yang bertanggung jawab.
Optimalisasi Pembelajaran Melalui Pelatihan Penyusunan Digital Assessment Berbasis Artificial Intelligence bagi Guru SMA/MA di Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Mahsa, Masithah; Trisfayani, Trisfayani; Pratiwi, Rani Ardesi; Rahayu, Ririn; Irawan, Andica; Ramadhana, Tri Wahyu
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.786

Abstract

As the educational landscape evolves, it is essential for teachers to adapt to these changes in order to meet the needs of 21st century learners. One way is to develop and implement AI-based learning assessments. However, in fact, some teachers still use traditional assessment methods. The purpose of this service is to overcome these obstacles through training in compiling digital assessments based on artificial intelligence through the quizizz AI and magickpen applications so that the learning process runs optimally. The methods used are presentation, practice, and dialogic methods. The presentation method is used to convey the theory regarding the use of the quizizz AI and magickpen applications. Then, the practice method is carried out by directly involving participants to apply the quizizz AI and magickpen applications in compiling learning assessments. Meanwhile, the dialogic method is applied to discuss in overcoming problems experienced by participants during the training. Based on the training activities that have been carried out, the following results were obtained: (1) MAS Darul Falah teachers are able to use the quizizz AI and magickpen applications; (2) MAS Darul Falah teachers are able to use the quizizz AI and magickpen applications to compile digital learning assessments; (3) the assessments that have been prepared can be used in class so that the learning process runs optimally; and (4) encourage students' enthusiasm for learning.ABSTRAKSeiring dengan berkembangnya lanskap pendidikan, sangatlah penting bagi guru untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan peserta didik abad ke-21. Salah satunya dengan mengembangkan dan menerapkan asesmen pembelajaran berbasis AI. Namun, faktanya beberapa guru masih menggunakan metode asesmen tradisional. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengatasi kendala tersebut melalui pelatihan penyusunan digital assessment berbasis artificial intelligence melalui aplikasi quizizz AI dan magickpen agar proses pembelajaran berjalan secara optimal. Adapun metode yang digunakan yaitu metode presentasi, praktik, dan dialogis. Metode presentasi digunakan untuk menyampaikan teori mengenai penggunaan aplikasi quizizz AI dan magickpen. Kemudian, metode praktik dilakukan dengan melibatkan peserta secara langsung untuk menerapkan aplikasi quizizz AI dan magickpen dalam menyusun asesmen pembelajaran. Sedangkan, metode dialogis diterapkan untuk berdiskusi dalam mengatasi permasalahan yang dialami peserta pada saat pelatihan berlangsung. Berdasarkan kegiatan pelatihan yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: (1) para guru MAS Darul Falah mampu menggunakan aplikasi quizizz AI dan magickpen; (2) para guru MAS Darul Falah mampu menggunakan aplikasi quizizz AI dan magickpen untuk menyusun asesmen pembelajaran digital; (3) asesmen yang telah disusun dapat digunakan di kelas agar proses pembelajaran berjalan secara optimal; dan (4) mendorong semangat siswa dalam belajar.
Penyuluhan Eksistensi Pemerintahan Desa Adat Dan Desa Administrasi Pada Persekutuan Riring, Rumahsoal, Ambon (PRRA) Makaruku, Alfian Reymon; Ajawaila, Della P.; Sahetapy, Firel E.; Wattimury, Eivandro
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1978

Abstract

This community service activity was carried out with the aim of enhancing the understanding of the younger generation of the Riring, Rumahsoal, Ambon Fellowship (PRRA) regarding the existence of traditional village governments and administrative villages. Traditional villages represent the original form of local governance based on ancestral rights and customs, while administrative villages are developed from communities with limited potential and capacity, thus integrated into supra-village governmental structures. The method employed was Participatory Action Research (PAR) combined with the principles of Community-Based Research (CBR), which included stages of coordination with partners, participatory counseling, interactive discussions, and joint reflection. The results showed an increased knowledge among participants concerning the distinctions between traditional and administrative villages, along with a growing critical awareness of the importance of preserving traditional village rights. This program demonstrates that participatory approaches can serve as an effective means of community empowerment, as they not only deliver information but also foster collaboration and collective awareness in strengthening local identity.ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman generasi muda Persekutuan Riring, Rumahsoal, Ambon (PRRA) mengenai eksistensi pemerintahan desa adat dan desa administrasi. Desa adat merupakan bentuk asli pemerintahan lokal yang mengedepankan hak asal-usul dan tradisi, sedangkan desa administrasi berkembang dari desa yang memiliki keterbatasan potensi dan kapasitas sehingga berada dalam struktur pemerintahan supra desa. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan prinsip Community-Based Research (CBR), melalui tahapan koordinasi dengan mitra, penyuluhan partisipatif, diskusi interaktif, serta refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait perbedaan karakteristik desa adat dan desa administrasi, sekaligus tumbuhnya kesadaran kritis untuk menjaga dan melestarikan hak-hak tradisional desa. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif mampu menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, karena tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kolaborasi dan kesadaran bersama dalam penguatan identitas lokal.
PENINGKATAN KESADARAN BERKENDARA AMAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN CEDERA PADA SISWA SMPN 59 BATAM Suangga, Fitriany; Hutagalung, Mery Kristian Agustina
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.1934

Abstract

Traffic accidents are a leading cause of death and injury, especially among teenagers. Nearly 50% of motorcycle accidents involve students. This activity aims to improve students' knowledge of safe driving through counseling. The methods used included lectures, discussions, and pre- and post-tests on 40 students at SMPN 59 Batam. The results showed a significant increase in knowledge, from 70% of students in the poor pre-test category to 100% in the good post-test category. This counseling has proven effective and is expected to be conducted regularly to instill a culture of safe driving from an early age.ABSTRAKKecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyebab utama kematian dan cedera, terutama pada remaja. Hampir 50% kecelakaan sepeda motor melibatkan pelajar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang berkendara yang aman melalui penyuluhan. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, serta pre-test dan post-test pada 40 siswa SMPN 59 Batam. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan secara signifikan dari 70% siswa berkategori kurang baik pada pre-test, menjadi 100% berkategori baik pada post-test. Penyuluhan ini terbukti efektif dan diharapkan dapat dilakukan secara berkala untuk menanamkan budaya berkendara yang aman sejak dini.
Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Pada Paguyuban Pelaku Usaha Banyumas Melalui Pelatihan Canva untuk Promosi Digital Purwadi, Purwadi; Pinilih, Muliasari; Andina, Anisa Nur; Saputra, Dhanar Intan Surya
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2070

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in local economic growth, but they still face limitations in accessing wider digital markets, particularly in visual promotion capabilities. This community service program aimed to empower the Banyumas Business Actors Association (PPUB) through training on the use of Canva as a digital promotion design tool integrated with social media. The program was held on Saturday, August 9, 2025 at the Digital Business Laboratory, Universitas Amikom Purwokerto, involving 30 MSME participants from PPUB. A learning by doing approach was applied, combining theoretical instruction with hands-on practice. Participants were trained to create promotional content such as posters, flyers, and social media posts using various Canva features, followed by mentoring sessions on optimizing Instagram as a marketing platform. The results showed a significant improvement in participants’ skills, as indicated by an increase in the average score from 46.25% (pre-test) to 85.25% (post-test) on indicators including Canva feature utilization, typography, color composition, and product photo editing. Post-training monitoring also indicated higher audience engagement on social media, marked by an increase in likes, positive comments, and orders from new customers. Participants gave positive feedback, noting that the training materials were easy to understand and directly applicable to their business. These findings highlight that Canva training effectively enhances MSMEs’ digital capacity and supports product promotion, while encouraging greater self-reliance in technology-based marketing. This program thus contributes to the development of a more digitally adaptive MSME ecosystem that is better prepared to compete in an increasingly competitive market.ABSTRAKPelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi, namun masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses pasar digital yang lebih luas, khususnya dalam hal kemampuan promosi visual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Paguyuban Pelaku Usaha Banyumas (PPUB) melalui pelatihan penggunaan Canva sebagai sarana desain promosi digital berbasis media sosial. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka pada Sabtu, 09 Agustus 2025 di Laboratorium Bisnis Digital, Universitas Amikom Purwokerto, dengan metode learning by doing yang menggabungkan penyampaian teori dan praktik langsung. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah 20 pelaku UMKM anggota PPUB dari berbagai bidang usaha. Peserta dilatih membuat konten promosi berupa poster, pamflet, serta desain unggahan media sosial dengan memanfaatkan fitur-fitur Canva, kemudian dilakukan pendampingan untuk optimalisasi akun Instagram sebagai media pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta secara signifikan, terlihat dari kenaikan rata-rata skor pre-test 46,25% menjadi post-test 85,25% pada pemahaman fitur Canva, tipografi, perpaduan warna, dan pengelolaan foto produk. Selain itu, pemantauan pascapelatihan mengindikasikan peningkatan interaksi audiens di media sosial, ditandai dengan bertambahnya jumlah likes, komentar positif, serta adanya pesanan dari konsumen baru. Peserta memberikan tanggapan positif terhadap pelatihan yang diikuti karena materi mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan usaha mereka. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan Canva efektif dalam meningkatkan kapasitas digital pelaku UMKM, mendukung promosi produk secara mandiri, serta mendorong kemandirian dalam pemasaran berbasis teknologi. Program ini berkontribusi pada terciptanya ekosistem UMKM yang lebih adaptif terhadap perkembangan digital dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue