cover
Contact Name
Deni Darmawan
Contact Email
dendar@untan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
labkom@fisip.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PublikA, Jurnal Ilmu Administrasi Negara
ISSN : 2442546X     EISSN : 2442546X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418%2Fpublika.v10i2
Core Subject : Social,
Publika adalah jurnal akses terbuka, dan peer-review. Tujuan utama kami adalah untuk menyebarluaskan artikel terkini dan asli dari para peneliti dan praktisi tentang berbagai masalah sosial dan politik kontemporer: kebijakan publik, administrasi pembangunan, manajemen publik.
Articles 1,314 Documents
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN DANA DESA TERHADAP KEBIJAKAN PROGRAM PADAT KARYA TUNAI DI DESA RASAU JAYA SATU KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Yoshua Pangalayo Paraya; Yulius Yohanes; Dhidik Apriyanto
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 11, No 2 (2022): PUBLIKA, EDISI JUNI 2022
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v11i2.2952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses Implementasi Pengelolaan Dana Desa Terhadap Kebijakan Program Padat Karya Tunai Di Desa Rasau Jaya Satu, dimana Kecenderungan berkurangnya semangat gotong-royong, Masih di temukannya pengangguran dan setengah pengangguran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif-kualitatif, menggambarkan suatu gejala sosial tertentu berdasarkan data dan fakta, dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian berdasarkan teori O. Jones (dalam Agustino 2016: 154-155), menunjukkan bahwa : 1) Organisasi. Dalam pelaksanaan kebijakan, menyesuaikan Petunjuk Teknis Pengunaan Dana Desa Tahun 2018 untuk Padat Karya Tunai. Sasaran padat karya tunai adalah pembangunan dan pemberdayaan, masyarakat dan pemerintahan merasa terbantu, sehingga pembangunan yang ada di desa berjalan dengan baik dan terjalinnya hubungan erat antar masyarakat dan pemerintahan desa. 2) Interpretasi. Pemerintahan desa mengatur masyarakat desa untuk melakukan proses kebijakan padat karya tunai, warga desa sangat antusias bersama-sama menjalankan program yang dibuat pemerintah yang bertujuan membantu dan memudahkan (mensejahterakan) masyrakat setempat. 3) Aplikasi. Desa Rasau Jaya Satu merasa dengan adanya Kebijakan Program Padat Karya Tunai, jumlah pengangguran berkurang, masyarakat desa yang tidak memiliki pekerjaan menjadi memiliki pekerjaan, dan Desa merasa sangat-sangat terbantu. Saran yang penulis rekomendasikan adalah pemerintahan desa melakukan motivasi, arahan dalam mengajak masyarakat desa Rasau Jaya Satu dalam mengikuti kegiatan yang ada di desa,dalam penerapan kebijakan diharapkan diterima dengan baik, agar tidak adanya kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat.Kata Kunci : Implementasi, Pengelolaan, Program.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MENTERI KESEHATAN NO 29 TAHUN 2019 TENTANG PENANGGULANGAN MASALAH GIZI BAGI ANAK AKIBAT PENYAKIT OLEH PEMERINTAH DESA SEMADE KECAMATAN BANYUKE HULU KABUPATEN LANDAK Asac Aghitama Djustinian; Hardilina Hardilina; Ully Nuzulian
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 11, No 3 (2022): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2022
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v11i3.2972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses implementasi Kebijakan Menteri Kesehatan No 29 Tahun 2019 Tentang Penanggulangan Masalah Gizi Bagi Anak Akibat Penyakit oleh Pemerintah Desa Semade dan mitra kerja dalam mengimplementasikan kebijakan ini adalah Puskesmas Simpang Tiga Banyuke Hulu. Penelitian ini menggunakan teori O Jones (dalam Agustino 2016: 154 – 155) yang terdiri dari : 1) pengorganisasian, kesimpulannya bahwa anggaran yang disedaiakan untuk penuntasaan stunting di desa Semade, anggaran tersebut berasal dari dana Desa Semade, namun ada bantuan makanan berupa roti dari Puskesmas Simpang Tiga Banyuke, yang berasal dari dinas Kesehatan Kabupaten Landak, namun anggaran dan bantuan yang disediakan belum menuntaskan stunting secara cepat karena dana Desa harus dibagi dengan program program lain orang tua penderita stunting juga mengaku tidak sanggup untuk membeli maknan yang bergizi baik setiap hari karena himpitan ekonomi ; 2) interpretasi, kesimpulannya adalah sosialisai yang dilakukan saat Posyandu setiap satu bulan sekali ada kegiatan posyandu, kader dan petugas gizi selalu menyampaikan bahaya stunting dan cara mencegahnya, namun proses sosialisasi belum berjalan maksimal karena masih ada orangtua yang terkadang tidak ikut Posyandu karena harus ke sawah atau ke lading, diperparah lagi dengan kondisi pandemic yang belum berakhir kaibatnya proses pelaksanaan sosialisasi terkendala dan tertunda sihingga masih banyak para orang tua, yang belum paham apa itu stunting dan yang terpenting bagaimana cara mencegah stunting pada anak mereka..Kata kunci:. Kebijakan, Menganalisis. Proses, Stunting
EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA MATANG TERAP KECAMATAN JAWAI SELATAN KABUPATEN SAMBAS Ervin Gunawan; Lina Sunyata; Hairil Anwar
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 11, No 3 (2022): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2022
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v11i3.2983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mengenai efektivitas program keluarga harapan (PKH) yang di jalankan di Desa Matang Terap. Permasalahan dalam penelitian ini mengenai efektivitas program keluarga harapan (PKH) yang belum sepenuhnya efektif dikarenakan ada beberapa indikator yang belum maksimal dijalankan atau tercapai. Adapun metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan desain penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori mengenai ukuran efektivitas progam dalam sebuah organisasi (dalam Budiani, 2007:53) yang terdiri dari ketepatan sasaran, sosialisasi program, tujuan program , dan pemantauan program. Dari penelitian ini diketahui bahwa 1) Ketepatan sasaran. Tidak tepat sasaran bagi penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) karena tidak terupdatenya data kesejahteraan sosial yang seharusnya di update secara berkala 3 bulan 1 kali yang menyebabkan pada indikator ini kurang maksimal dilakukan. 2) Sosialisasi program. Latar belakang pendamping yang rata-rata berlatar belakang pendidikan ternyata dapat dilakukan secara baik pada saat sosialisasi, mampu memberikan pemahaman kepada keluarga penerima manfaat (KPM) rutin 1 bulan sekali, pada indikator ini dilakukan cukup maksimal karena rata-rata penerima manfaat sudah mendapatkan sosialisasi sebagaimana mestinya. 3) Tujuan program. Tujuan Program haruslah terelasisi untuk sebuah kefefktivitasan sebauh program, pada tujuan program dilakukan cukup maksimal karena sudah berjalan dengan baik dan tidak melenceng dari tujuan program keluarga harapan itu sendiri, walaupaun ada beberapa kendala yang di hadapi. 4) Pemantauan program. Pemantauan program tidak dliakuakn dengan maksimal karena bercuan pada pertemuan kelompok saja dan terjadinya pademi juga menjadi hambatan indikator ini berjalan. Kata kunci: Kemiskinan, Kesejahteraan, Efektifitas, Program Keluarga Harapan
PENGEMBANGAN OBJEK WISATA BATU JATO OLEH DINAS KEPEMUDAAN OLAHRAGA DAN PARIWISATA KABUPATEN SEKADAU OKTAVIANI OKTAVIANI E1011161054; Lina Sunyata; Dhidik Apriyanto
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 10, No 3 (2021): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2021
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v10i3.2858

Abstract

Penelitian ini menggunakan teori unsur pengembangan pariwisata Gamal Suwantoro (2004:19) yang terdiri dari : 1) Unsur daya tarik, hasil penelitian diketahui bahwa daya tarik objek wisata Batu Jato adalah wisata alamnya, yang merupakan wisata alami yang memang terbuat sendirinya. 2) Unsur Aksesibilitas hasil penelitian dilapangan aksesibilitas belum mudah untuk ditempuh oleh wisatawan beberapa faktor penyebab mundurnya pembangunan adalah anggaran dana tidak transparansi terhalang oleh masalah pembebasan lahan milik warga, 3) Unsur Fasilitas hasil dilapangan dapat dilihat ketersediaan fasilitas ini masih minim dikarenakan dari masyarakat desa setenpat kurang akan sadar wisata dar belum dinas fokus membenahi iconik kota sekadau yaitu lawang kuari sehingga anggaran terfokus untuk wisata tersebut, 4) Unsur masyarakat dan lingkungan kerjasama masyarakat dengan desa dengan dinas baik hanya saja kerjasama dengan kemitraan atau mitra swasta belum dilakukan dengan mempertimbangkan lingkungan pengembangan objek wisata Batu Jato ini dapat dilaksanakan dengan konsep kearifan lokal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Dinas kekurangan anggaran dan fokus pada pengembangan SDM. Saran pengembangan objek wisata Batu Jato ini dilaksanakan dengan fokus kearifan lokal sosialisasi bekerjasama dengan masyarakat adat setempat. Kata Kunci : Pengembangan,  Wisata Batu Jato, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sekadau
PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT 3R (REDUCE, REUSE, RECYLE) OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP DI KELURAHAN SUNGAI BANGKONG Marsela Marsela; Hardilina Hardilina; Martinus Martinus
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 10, No 4 (2021): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2021
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v10i4.2908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan sampah berbasis masyarakat 3R (Reduce, Reuse, Recycle) oleh Dinas Lingkungan Hidup di Kelurahan Sungai Bangkong) bagaimana upaya mengurangi sampah yang menumpuk di Kota Pontianak salah satu penyebabnya adalah peningkatan jumlah penduduk yang berdampak pada jumlah sampah yang terkumpul. Peningkatan sampah tersebut tidak dibarengi oleh kepedulian masyarakat tentang pengelolaan sampah program bank sampah merupakan salah satu cara pengelolaan sampah yang dilaksanakan untuk mengurangi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. menggunakan Teori dari Terry (Hasibuan 2011:03) yang terdiri dari: 1) Perencanaan (planning), kesimpulannya masih belum berjalan dengan baik. Tidak semua bank sampah yang ada di kota pontianak berjalan efektif 2) Pengorganisasian (organizing), kesimpulanya adalah belum berjalan dengan maksimal, karena terlihat dari sarana dan prasara yang diberikan masih kurang. 3). Pengarahan (actuating) kesimpulannya adalah cukup baik lebih memperhatikan lagi untuk program Bank Sampah sehingga mempermudah dalam kegiatan Bank Sampah, 4) Pengawasan (Controlling) kesimpulannya adalah kurang maksimal dalam melakukan pengawasan langsung dilapangan. Hal ini bisa dilihat dari waktu pengawasannya hanya beberapa kali saja. Adapun saran yang di rekomendasi oleh peneliti Sebaiknya Dinas Lingkungan Hidup lebih fokus lagi dalam melakukan kegiatan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat mengenai bank sampah, serta melakukan pemberdayaan kepada masyarakat.Kata Kunci : Pengelolaan, Sampah, Reduce, Reuse, Recycle
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMEKARAN DESA SUNGAI RENGAS KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Riko Sanjaya; Zulkarnaen Zulkarnaen; Ori Fahriansyah
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 11, No 1 (2022): PUBLIKA, EDISI MARET 2022
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v11i1.2927

Abstract

Skripsi ini bertujuan menguraikan bagaimana proses pemekaran wilayah Desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya dan faktor – faktor yang mempengaruhi proses pemekaran wilayah Desa Sungai Rengas. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan dasar penelitian survei. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, yaitu pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti, wawancara dimana peneliti mengadakan tanya jawab langsung dengan informan sehubungan dengan masalah yang diteliti serta ditunjang oleh data sekunder. Adapun yang menjadi penelitian ini adalah unsur penyelenggara pemekaran desa Sungai Rengas dan Tokoh masyarakat di Desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, kemudian hasil dari data tersebut di analisa secara kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga (3) proses tahap dalam proses pemekaran Desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya yaitu tahap pertama, proses penjaringan aspirasi dimana masyarakat duduk bersama melakukan musyawarah untuk menghasilkan kesepakatan untuk memekarkan diri. Tahap kedua, pembentukan panitia pemekaran yaitu setelah mendapatkan kesepakatan untuk memekarkan diri masyarakat menentukan panitia pemekaran yang bertugas untuk membuat proposal usulan pemekaran ke Bupati. Tahap ketiga yaitu proses penyusunan Raperda. Adapun Faktor–factor yang mempengaruhi proses pemekaran Desa Sungai Rengas yaitu Faktor Pendukung dan faktor Penghambat. Dari semua tahap proses pemekaran desa Sungai Rengas jika di tinjau dari aspek otonomi daerah, dimana otonomi daerah yang dimaksud adalah kemandirian dan demokrasi telah terlaksana karena dari semua tahap proses pemekaran desa masyarakat selalu terlibat dan senantiasa dilaksanakan dengan musyawarah.Kata kunci : Organisasi, Interpretasi, dan Penerapan. 
PENGAWASAN PEREDARAN OBAT DAN MAKANAN DI KOTA PONTIANAK OLEH BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN (BBPOM) Wilhelmina Pelagia Kalista
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 11, No 2 (2022): PUBLIKA, EDISI JUNI 2022
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v11i2.2947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengawasan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) dalam mengawasi peredaran produk pangan Tanpa Izin Edar (ITE) di Kota Pontianak. Penulisan ini didasarkan atas permasalahan belum optimalnya pengawasan produk pangan tanpa Tanpa Izin Edar (ITE). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Gogin dan Joedono (dalam Hasanusi 2005, 66) yang didasarkan oleh variabel-variabel yaitu. 1).Faktor Sumber Daya Manusia, masih kurangnya pegawai dalam bidang pengawasan yang hanya berjumlah 5 orang dan tidak sebanding dengan wilayah yang harus diawasi. 2). Faktor Finansial/Anggaran, Dalam pengadaan fasilitas sarana dan prasarana sudah memadai. Pengujian sampel dilakukan oleh Balai besar pengawas obat dan makanan dari UMKM dan atas perintah dari kejaksaan atau jika terdapat kejadian keracunan makanan. Balai pengawas obat dan makanan tidak memiliki anggaran khusus dalam pengujian sampel. 3). Faktor Koordinasi. koordinasi dengan masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat masih belum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sebagian besar masyarakat belum mengetahui informasi tentang produk pangan Tanpa Izin Edar (ITE). Saran dalam penelitian ini yaitu melakukan penambahan personel pegawai dibidang penyidikan dan pengawasan agar beban kerja dapat diimbangi dengan jumlah pegawai yang melaksanakan pengawasan dan penyidikan, meningkatkan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat terhadap produk pangan Tanpa Izin Edar (ITE) , memalsimalkan kerjasama dalam bidang pengawasan dengan seluruh ritel, mini market, pasar tradisional.Kata Kunci: BBPOM, Pengawasan, Tanpa Izin Edar (ITE).
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG BANGUNAN GEDUNG KOTA PONTIANAK Almira Maulidya Admizan; Zulkarnaen Zulkarnaen; Ully Nuzulian
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 11, No 2 (2022): PUBLIKA, EDISI JUNI 2022
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v11i2.2967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menggambarkan dan menganalisa Implementasi Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 3 tahun 2008 tentang Bangunan Gedung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori kebijakan Edwards III (dalam Suharno, 2010: 188-189) yang terdiri dari : 1) Komunikasi, kesimpulannya pemerintah Kota Pontianak berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan calon investor dan warga masyarakat kota Pontianak melalui penyuluhan atau sosialisasi mengenai regulasi terkait yang diberikan oleh Pejabat Kantor DPMTKPTSP Kota Pontianak kepada beberapa perwakilan masyarakat sebagai cara dalam mengimplementasikan kebijakan mengenai perizinan pembangunan hotel di Kota Pontianak dan dalam pengambilan keputusan pengeluaran izin oleh kantor DPMTKPTSP Kota Pontianak, yakni komunikasi dalam hal musyawarah untuk mencapai mufakat. 2) Sumberdaya, kesimpulannya sumberdaya yang dimiliki kantor DPMTKPTSP Kota Pontianak sudah sangat memadai dan sudah memberikan pelayanan dan fasilitas terbaik untuk membantu warga masyarakat Kota Pontianak dalam melakukan proses pendaftaran izin. 3) Sikap Para Pelaksana, kesimpulannya dalam pelaksanaannya sering mendapat keluhan dari masyarakat terkait dampak-dampak pengeluaran izin tersebut, pegawai Kantor DMPTKPTSP Kota Pontianak selaku pelaku pelaksana kebijakan selalu menerima dan menimbang serta meninjak lanjuti keluhan dari masyarakat-masyarakat untuk diperbaiki dan menjadikan kinerja yang lebih baik sehingga menghasilkan yang baik pula untuk masyarakat Kota Pontianak. Kata Kunci: Implementasi, Kebijakan, Perizinan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM PENDAMPING DESA DI DESA BERENG BERKAWAT KECAMATAN BEDUAI KABUPATEN SANGGAU DESSYANA KURNIAWATI NINGSIH E1013161012; Dedi Kusnadi; Agus Eka
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 10, No 3 (2021): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2021
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v10i3.2853

Abstract

Permasalahan mengenai proses pelaksanaan kebijakan program pendamping desa di Desa Bereng Berkawat cukup menarik untuk diteliti karena masih rendahnya sumber daya manusia terutama ditingkat pemerintahan desa dalam mengelola pemerintahan desa itu sendiri membuktikan belum efektifnya  tujuan dari program pendamping desa yaitu untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia agar lebih baik lagi dalam mengelola pemerintahan khususnya di tingkat paling bawah. Proses pelaksanaan kebijakan pendamping desa di Desa Bereng Berkawat mencakup 3 (tiga) hal yaitu : pengorganisasian, interpretasi, dan penerapan atau aplikasi dalam proses Implementasi Kebijakan Program Pendamping Desa di Desa Bereng Berkawat. Rekomendasi yang dapat penulis sampaikan ialah : untuk pengroganisasian dengan sering berubahnya peraturan mengenai pedoman pelaksanaan program pendamping seharusnya pendamping desa harus lebih tanggap dalam menyikapinya. Untuk interpretasi pemahaman secara mendalam juga dapat diperhatikan sesuai dengan pedoman yang telah menjadi panutan dalam melaksanakan suatu program. Dan untuk aplikasi seharusnya dalam hal ini pihak Kecamatan dapat lebih sering memantau apakah program pendamping desa sudah berjalan dengan semestinya. Kata Kunci: Implementasi, Kebijakan Program Pendamping Desa
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU BERBASIS SISTEM ZONASI DI SMA NEGERI 1 SUNGAI RAYA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA DINA FAREZA E1011161110; Rusdiono Rusdiono; Tri Hutomo
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 10, No 4 (2021): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2021
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v10i4.2869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan dan menganalisis mengenai proses Implementasi Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru berbasis sistem Zonasi di SMA Negeri 1 Sungai Raya Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Identifikasi masalah penelitian ini yaitu pelaksanaan PPDB tidak sesuai dengan SOP yang telah ditentukan, minimnya sosialisasi PPDB berbasis sistem zonasi kepada masyarakat serta tidak tepatnya penentuan jarak zona dalam PPDB jalur zonasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori Jones yang memiliki  tiga proses  implementasi yaitu 1). Organisasi. Hasil penelitian ini bahwa terdapat ketidak sesuai dengan SOP karena tidak ada kuota guru untuk anak guru, kebijakan tersebut tidak tercantum di SOP PPDB. 2). Interpretasi. hasil penelitian ini bahwa belum adanya sosialisasi langsung kepada masyarakat sehingga berakibat kurang pahamnya masyarakat tentang kebijakan PPDB. 3). Aplikasi. hasil peneilitian ini bahwa terdapat kendala dan hambatan penentuan titik zona terdapat banyak alamat yang belum mengakomodir jarak dengan tepat. Saran untuk penelitian ini adalah dalam Implementasi kebijakan PPDB berbasis sistem Zonasi di SMA Negeri 1 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya sesuai dengan SOP PPDB. Sosialisasi dilaksanakan secara komprehensif. Penerapan penentuan zonasi melalui Aplikasi Maps agar tepat menentukan titik zona. Kata kunci : Implementasi, Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru berbasis sistem zonasi.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): PUBLIKA EDISI JUNI 2024 Vol 13, No 1 (2024): PUBLIKA EDISI MARET 2024 Vol 12, No 4 (2023): PUBLIKA EDISI DESEMBER 2023 Vol 12, No 3 (2023): PUBLIKA EDISI SEPTEMBER 2023 Vol 12, No 2 (2023): PUBLIKA EDISI JUNI 2023 Vol 12, No 1 (2023): PUBLIKA EDISI MARET 2023 Vol 11, No 4 (2022): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2022 Vol 11, No 3 (2022): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2022 Vol 11, No 2 (2022): PUBLIKA, EDISI JUNI 2022 Vol 11, No 1 (2022): PUBLIKA, EDISI MARET 2022 Vol 10, No 4 (2021): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2021 Vol 10, No 3 (2021): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2021 Vol 10, No 2 (2021): PUBLIKA, EDISI JUNI 2021 Vol 10, No 1 (2021): PUBLIKA, EDISI MARET 2021 Vol 9, No 4 (2020): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2020 Vol 9, No 3 (2020): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 2 (2020): PUBLIKA, EDISI JUNI 2020 Vol 9, No 1 (2020): PUBLIKA, EDISI MARET 2020 Vol 8, No 4 (2019): PublikA, Edisi Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): PublikA, Edisi September 2019 Vol 8, No 2 (2019): PublikA, Edisi Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): PublikA, Edisi Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): PublikA, Edisi Desember 2018 Vol 7, No 3 (2018): PublikA, Edisi September 2018 Vol 7, No 2 (2018): PublikA, Edisi Juni 2018 Vol 7, No 1 (2018): PublikA, Edisi Maret 2018 Vol 6, No 4 (2017): PublikA, Edisi Desember 2017 Vol 6, No 3 (2017): PublikA, Edisi September 2017 Vol 6, No 2 (2017): PublikA, Edisi Juni 2017 Vol 6, No 1 (2017): PublikA, Edisi Maret 2017 Vol 5, No 4 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 4 Edisi Desember 2016 Vol 5, No 3 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 3 Edisi September 2016 Vol 5, No 2 (2016): PublikA, Volume 5 Nomor 2 Edisi Juni 2016 Vol 5, No 1 (2016): PublikA, Edisi Maret 2016 Vol 4, No 4 (2015): Publika, Edisi Desember 2015 Vol 4, No 3 (2015): Publika, Edisi September 2015 Vol 4, No 2 (2015): Publika, Edisi Juni 2015 Vol 4, No 1 (2015): PublikA, edisi Maret 2015 Vol 3, No 4 (2014): Publika, Edisi Desember 2014 Vol 3, No 3 (2014): Publika, Edisi September 2014 Vol 3, No 2 (2014): Publika, Edisi Juni 2014 Vol 3, No 1 (2014): PublikA, Edisi Maret 2014 Vol 2, No 3 (2013): PublikA, Edisi Desember 2013 Vol 2, No 2 (2013): PublikA, Edisi September 2013 Vol 2, No 2 (2013): PublikA, Edisi Agustus 2013 Vol 2, No 1 (2013): PublikA, Edisi April 2013 Vol 1, No 1 (2012): PublikA, Edisi Perdana 2012 More Issue