cover
Contact Name
ABDUL KADIR
Contact Email
mauizhahjurnal@gmail.com
Phone
+6285274111211
Journal Mail Official
mauizhahjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. H. Agus Salim No.6, Kp. Baru, Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat 25512
Location
Kota pariaman,
Sumatera barat
INDONESIA
MAUIZHAH JURNAL KAJIAN KEISLAMAN
ISSN : 20891229     EISSN : 26545055     DOI : -
Core Subject : Religion,
Jurnal Kajian Keislaman merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT)Syekh Burhanuddin Pariaman. Menerima artikel dengan kajian studi islam sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu studi islam. Semua artikel yang masuk akan melalui peer-review process setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Mauizhah jurnal Kajian Keislaman terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari-Juni dan Juli-Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 145 Documents
PENDIDIKAN BERBASIS MASYARAKAT DALAM AL-QUR’AN Riddo Andini
Mau'izhah Vol 12 No 1 (2022): Vol XI No 1 (2022): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55936/mauizhah.v12i1.90

Abstract

Tulisan dengan kajian filosofis ini bermaksud mengungkap ide dan konsep yang terkandung dalam pendidikan berbasis masyarakat. Apa dan bagaimana pendidikan berbasis masyarakat dalam Islam? Apa dan bagaimana pendidikan berbasis masyarakat dalam al-Qur’an? Dan apa isyarat-isyarat al-Qur’an tentang dimensi pendidikan berbasis masyarakat? Pendidikan berbasis masyarakat dalam al-Qur’an mengusung community based eduhumanis teosentris, yaitu pendidikan dari masyarakat untuk masyarakat yang humanis teosentris. Pendidikan berbasis masyarakat yang humanis teosentris terlihat dalam beberapa dimensi, yaitu: dimensi ruhaniyah, dimensi humanis religious dan dimensi psikologis spiritual. Dimensi ruhaniyah pada pendidikan berbasis masyarakat terlihat pada pengembangan nilai-nilai ilahiyah, ibadah, kekhalifahan dan dakwah dalam pendidikan berbasis masyarakat. Dimensi humanis religious dapat dilihat pada pengembangan nilai kemanusiaan teosentris yang disebut juga dengan nilai dakwah, nilai kerahmatan, nilai keadilan dan amanah. Selanjutnya dimensi psikologis spiritual pada pendidikan berbasis masyaraka dengan cara mengoptimalkan multi fitrah manusia berdasarkan fase perkembangan dan tugas perkembangan yang diatur oleh Allah dan Rasul. Penelitian ini berbeda dengan pendapat Can Cleve Morris (1990 M), John Dewey (1952 M) dan Ivan Illich (2002 M) yang menganggap bahwa pendidikan berbasis masyarakat bersumber dari manusia dan alam semesta dengan tujuan humanis matrialistik. Memiliki kesamaan dengan mufasir, seperti al-Qurthubi, Ibn Katsir yang berpandangan bahwa pendidikan berbasis masyarakat bukan hanya pendidikan yang dilakukan oleh masyarakat, tetapi ada keterlibatan Allah dalam proses pendidikan tersebut
Kreativitas Pendidik Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Penerapan E-Learning dengan Google Classroom Pada Masa Pandemi Covid-19 di SMA Negeri 1 Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman Saparia Fitriani; Rahmanita Rahmanita
Mau'izhah Vol 12 No 1 (2022): Vol XI No 1 (2022): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk inovasi baru pendidik dalam membuat bahan ajar PAIdalam penerapan e-learning dengan google classroom pada masapandemi covid-19 di SMA Negeri 1 Ulakan Tapakis, penulismenemukan bahwa inovasi itu begitu penting bagi pendidik danpeserta didik, karena sangat berpengaruh dalam meningkatkankreativitas dalam proses belajar mengajar. Sekolah juga sudahmelakukan inovasi baru pada sistem pembelajaran yaitupembelajaran e-learning dengan menggunakan beberapa aplikasidiantaranya aplikasi google classroom yang juga diterapkan olehpendidik PAI. Macam-macam kreativitas pendidik PAI dalammenerapkan e-learning dengan google classroom pada masapandemi covid-19 di SMA Negeri 1 Ulakan Tapakis yaitu; pendidikPAI memberikan tugas kepada peserta didik secara online,sebagian pendidik juga datang kesekolah untuk memberikan tugaskepada peserta didik yang tidak mempunyai smartphone untukterhubung ke pembelajaran e-learning. Langkah-langkahpenerapan e-learning dengan google classroom yaitu; dalampenerapan pembelajaran e-learning pada masa pandemic covid-19di SMA Negeri 1 Ulakan Tapakis, pihak sekolah menyiapkansarana dan prasarana seperti komputer dan internet serta mendataanak yang belum dan sudah mempunya smartphone
KOLABORASI PENDIDIK DAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MASA NEW NORMAL COVID-19 DI SMPN 2 SUNGAI LIMAU Marfiyanti Marfiyanti; Hamdi Ibrahim Tanjuang
Mau'izhah Vol 12 No 1 (2022): Vol XI No 1 (2022): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55936/mauizhah.v12i1.91

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh proses pembelajaran disekolah berjalan kurang baik, dikarenakan situasi dan kondisi yang ada sekaran yaitu kondisi musibah covid-19, karna musibah ini telah mempengaruhi selurul aspek kehidupan manusia, seperti Agama, ekonomi, pendidikan dan budaya dan lain-lainya, dalam penelitian ini penulis menemukan dilapangan bahwa di SMPN 2 Sungai Limau banyak dari peserta didik yang mengalami kesulitan belajar sehingga hasil belajarnya kurang bagus, hal ini menjadikan penulis ingin mendalami persoalan ini, agar hasil belajar peserta didik meningkat tentu ada usaha-usaha salah satunya dalam bentuk kolaborasi pendidik dan orang tua.dalam tesis ini akan dibahas: Bentuk kolaboratif pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam peserta didik Pada Era Covid-19 di SMPN 2 Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman. Bentuk-bentuk pelaksanaan proses kolaborasi antara pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman. Output kolaborasi pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada masa pandemic covid-19 di SMPN 2 Sunagi LImau Kabupaten Padang Pariaman. Tujuan penelitian dalam teiss ini adalah untuk mengetahui bagaimana Bentuk kolaboratif pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam peserta didik Pada Era Covid-19 di SMPN 2 Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman. Untuk mengetahui bagaimana Bentuk-bentuk pelaksanaan proses kolaborasi antara pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman. Untuk mengetahui bagaimana Output kolaborasi pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada masa pandemic covid-19 di SMPN 2 Sunagi LImau Kabupaten Padang Pariaman. Jenis Metodologi dalam penelitian tesis ini adalah lapangan (Fildl Research), metode lapangan yaitu : penelitian yang dilakukan di sebuah lokasi guna memberikan gambaran yang lengkap tentangsuatu keadaan, tepatnya di SMPN2 SungaiLImau, waktu penelitian 3 Bulan, sember data ada dua data primer adalah Pendidik Pendidikan Agama Islam dan peserta didik, sedangkan data sekunder adalah : orang tua dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data ialah dengan Observasi, wawancara dan Dokumentasi.Prosedur analisa data dan dikiri dengan keabsahan data. Hasil penelitian adalah, Bentuk kolaboratif pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam peserta didik Pada Era Covid-19 di SMPN 2 Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman sudah berjalan dengan baik dengadua bentuk formal dan non formal. Bentuk-bentuk pelaksanaan proses kolaborasi antara pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman telah dilakukan perlu keberlanjutan seperti kunjungan pendidik kerumah peserta didik dan pemangilan orang tua kesekolah dan keterbukaan komunikasi . Output kolaborasi pendidik dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada masa pandemic covid-19 di SMPN 2 Sunagi LImau Kabupaten Padang Pariaman ialah: pengawasan waktu oleh pendidik dan orang tua terhadap peserta didik, pengawasan sikap dan juga mendudung terhadap potensi yang dimiliki oleh peserta didik ketika ketiga hal ini dilaksanakan namun belum secara maksimal, kedepanya harapanya kolaborasi ini terus dijaga dan ditingkatkan.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PROFESIONALITAS DOSEN JURUSAN TARBIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) KERINCI Zulfamanna Zulfamanna
Mau'izhah Vol 12 No 1 (2022): Vol XI No 1 (2022): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55936/mauizhah.v12i1.87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap profesionalitas dosen jurusan tarbiyah sekolah tinggi agama Islam negeri (STAIN) kerinci. Penelitian ini mengambil bentuk penelitian lapangan. Respondennya adalah mahasiswa/mahasiswi dan dosen jurusan tarbiyah STAIN kerinci. Metode penelitiannya adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan dengan berinteraksi langsung dengan mahasiswa/mahasiswi dan dosen jurusan tarbiyah STAIN Kerinci. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan analisis kualitatif, yakni dengan menggambarkan kejadian yang terjadi di lapangan sesuai dengan yang sebenarnya dalam bentuk verbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pandangan mahasiswa terhadap kualitas pengetahuan dosen jurusan tarbiyah diantaranya adalah dosen memiliki pengetahuan yang luas, referensi lengkap, dan profesional dalam bidangnya serta mampu mengembangkan dan mengarahkan mahasiswanya pada keilmuan yang baik dan maju sehingga tercipta mahasiswa yang beriman dan berakhlak mulia (uswatun khasanah). Kualitas keterampilan dosen jurusan tarbiyah STAIN Kerinci yang profesional diantaranya adalah mampu dan kompeten di dalam pengelolaan perkuliahan, cakap dalam menerapkan berbagai metode mengajar dan media belajar, dan kompetitif dalam evaluasi belajar. Kualitas sikap, sifat, an perilaku dosen jurusan tarbiyah STAIN Kerinci diantaranya dosen memiliki kewibawaan, bertanggung jawab penuh, kaya literatur, transpran, mau menerima kritik, menghargai mahasiswa, serta mampu menjadi panutan yang baik bagi mahasiswa.
Hubungan Persepsi Santri Tentang Strategi The Power Of Two Terhadap Kreativitas dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Santri Abdul Kadir; Nursyamsi Nursyamsi
Mau'izhah Vol 12 No 1 (2022): Vol XI No 1 (2022): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk Mengetahui Strategi the powerof two dalam pembelajaran agama yaitu Untuk Mengetahui Hasilbelajar santri dalam pembelajaran agama islam. UntukMengetahui Hubungan strategi the power of two dengankreaktivitas santri dalam pembelajaran agama islam. UntukMengetahui Hubungan strategi the power of two terhadap hasilbelajar santri Metode yang di pergunakan dalam penelitian iniadalah metode kuantitatif, setelah melakukan penelitian danmembahas serta menganalisa masalah ini maka penulismenemukan hasil bahwa Guru dalam melaksanakan strategibelajar the power of two mampu menimbulkan kemampuan analisissiwa melaui tanya jawab dan diskusi di kelas secara berkelompoksehingga mampu melahirkan ide-ide baru. Kreativitas santriterpacu ketika guru menggunakan strategi the power of two dalammata pelajaran tafsir. Sebaliknya, guru yang menggunakan strategithe power of two telah berhasil menciptakan suasana belajar aktif,melatih santri berfikir lancar, luwes, rinci dan orisinil. Hasilbelajar tafsir santri dengan strategi the power of two semakin baikdengan respon santri postif
Mengidentifikasikan Pembelajaran Inovatif M. Yusuf; Handriadi Handriadi
Mau'izhah Vol 12 No 1 (2022): Vol XI No 1 (2022): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55936/mauizhah.v12i1.88

Abstract

Proses pembelajaran merupakan suatu konsep yang sangat komplek dalam menjadikan suatu kegiatan pembelajaran yang terjadi menjadi lebih efektif, efisien dan kondusif. Proses ini melibatkan berbagai unsur dalam satu lingkungan belajar, baik guru, siswa, media, dan unsur lain yang menunjang terjadinya interaksi belajar. Pembelajaran yang terjadi selama ini diartikan sebagai pembelajaran konvensional yang hanya memfokuskan pada komunikasi verbalistik, sentralisasi guru, pembelajaran yang otoriter, gurulah yang berhak menentukan apa yang akan dipelajari oleh siswa dan faham-faham yang tidak memberikan ruang kreatifitas baik bagi siswa dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Hal ini menjadi suatu dasar suatu jurang pemisah antara guru dan siswa dalam pembelajaran. Sikap, paham, atau kebiasaan yang terjadi seperti disebutkan menjadikan suasana belajar tidak menyenangkan
NILAI-NILAI KARAKTER DALAM HADIS RASULULLAH SAW DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER DI INDONESIA Budi Santoso
Mau'izhah Vol 12 No 1 (2022): Vol XI No 1 (2022): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika dunia pendidikan saat ini mulai jauh dari nilai karakter.Melihat realitas yang ada, maka penulis ingin mengembalikanalternatif solusinya kepada hadits-hadits Rasulullah Saw yangberkenaan dengan karakter-karakter yang dilakukan RasulullahSaw pada masa-masa terdahulu. Penelitian ini berhasilmengeksplorasikan 1) nilai-nilai karakter religius dalam haditsRasulullah Saw. yang dapat diungkap antar lain: di dalampenanaman nilai-nilai karakter itu harus dilandasi dengan sebuahpenanaman nilai-nilai karakter Islam, Iman dan Ihsan.Implikasinya terhadap pendidikan karakter di Indonesia denganmemperkenalkannya melalaui pengetahuan, kemudian caranyadengan bertahap, dan yang sangat penting adalah rasa pedulikepada sesama harus dimiliki setiap individu. 2) nilai-nilaikarakter integritas yang dapat diungkap dari hadits-haditsRasulullah Saw adalah:integritas itu merupakan asas dasar Islamyang dapat dilihat dengan nilai karakter iman dan istiqomah.Implikasinya terhadap pendidikan karakter di Indonesia adalahmenjadi orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakandan pekerjaan. 3) nilai-nilai karakter mandiri yang dapat diungkapdalam hadits- hadits Rasulullah Saw. adalah: sikap tidakbergantung pada orang lain, bertanggung jawab, menjagakehormatan dirinya, serta qana‟ah. Implikasinya terhadappendidikan karakter di Indonesia adalah mempergunakan segalatenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dancita-cita, semuanya itu dilakukan dengan cara etos kerja yangtinggi dan kuat, profesional, kreatif, keberanian dan menjadipembelajar sepanjang hayat. 4) nilai-nilai karakter nasionalis yangBudi : Nilai-Nilai... Al Mau’izhah Vol. XII No.1 Jan– Jun 2022 2dapat diungkap dalam hadits Rasulullah Saw. adalah: denganmenunjukan kepatuhan pada perintah dan menjauhi laranganlarangan. Implikasinya terhadap pendidikan karakter di Indonesiamenempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingandiri dan kelompoknya. 5) Nilai-nilai karakter gotong royong dalamhadits Rasulullah Saw. bahwa: adanya kerjasama dan bahumembahu menyelesaikan persoalan bersama. Implikasinyaterhadap pendidikan karakter di Indonesia pentingnya menjalinkomunikasi dan persahabatan, memberi bantuan/pertolongan padaorang-orang yang membutuhkan
HAMZAH FANSURI; SEJARAH, PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA Roni Faslah; Novia Yanti
Mau'izhah Vol 12 No 1 (2022): Vol XI No 1 (2022): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55936/mauizhah.v12i1.89

Abstract

Hamzah Fansuri salah satu tokoh sufi yang kontroversial di Nusantara. Konsep tasawuf yang tentang al-wujud, menjadi fenomenal di nusantara, namun persoalan yang sama juga terjadi sufi besar Ibn Arrabi, al-Hallaj. Tidak saja Hamzah Fansuri, menjadi kontroversial namun juga Syekh Siti Jenar yang ada di pulau jawa. Tapi dalam kajian ini penulis khusus menjelaskan bagaimana sosok Hamzah Fansuri dalam pemikirannya dan pengaruhnya. Dalam riset ini penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan kajian teoritis kepustakaan penyusun melakukan pengumpulan dari buku-buku yang relevan dengan tema yang sedang dibahas. Hamzah Fansuri sebagai ulama besar pemikiran tasawufnya mengenai wujud adalah wujud itu satu yaitu Allah, sedangkan wujud yang banyak adalah manifestasi (tajali) Tuhan di alam. Tuhan memiliki sifat dan zat, Tuhan menciptakan alam untuk dikenal, Tuhan menciptakan dengan pengetahuan Tuhan yang Qadim. Jadi manusia adalah ciptaan Tuhan yang sempurna, tajali nya Tuhan yang tinggi dibandingkan alam. Bahwa wujudnya itu tertuang dalam ajaran tarekat Qadhariyyah, dan termasuk dalam karya-karyanya baik berbentuk buku-buku, risalah-risalah dan juga bentuk kesastraan. Seperti risalahnya yang termuat dalam pemikiran nya tentang Tuhan, manusia dan alam, dalam Syarah Al-Asyiqin, Asrar Al-Arifin , Al-Muntahi.
HAKIKAT PENDIDIKAN ISLAM: TELAAH MAKNA, DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Heri Surikno; Sella Nurdin; Rehatil Miska
Mau'izhah Vol 12 No 1 (2022): Vol XI No 1 (2022): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini akan mengungkapkan hakikat pendidikan Islam dariaspek makna, dasar dan tujuan pendidikan Islam di Indonesia.Urgensi kajian ini terletak pada beberapa aspek antara lain;pertama, bahwa disiplin pendidikan Islam adalah prosesijtihadi antara disiplin ilmu keislaman yang disarikan darisumber-sumber Islam itu sendiri dengan teori pendidikan yangsudah berkembang, kedua, pendidikan Islam sebagai sebuahepistimologi mesti dijelaskan kerangka pikirnya sehingga bisadijelaskan dari disiplin keilmuan tersendiri, ketiga, bahwamenentukan arah pendidikan Islam yang sedang berjalan diIndonesia sehingga tolak ukur pengembangannya dapatdievaluasi secara kritis filosofis. Hasil penelitian menunjukkanbahwa dari aspek makna, para ahli pendidikan Islam berbedadalam mendefinisikannya dengan melihat titik tolak proses,tujuan akhir, maupun aspek pengembangan dari manusiasebagai subjek dan objek pendidikan Islam. Sedangkan dasarpendidikan Islam merujuk pada sumber hokum dalam Islamyaitu al-Qur’an, Hadis, Ijma’, Qiyas, kebiasaan baik yangsudah berkembang (‘adat al-muhkamat) dan kemaslahatanbersama (al-maslahah al-mursalah). Tujuan pendidikan Islammesti selaras dengan tujuan penciptaan manusia, tujuantauhid, tujuan perebdaan individu dan tujuan profesionalitas.
HOMESCHOOLING SEBAGAI PENDIDIKAN ALTERNATIF Faizul Faizul; Hidayatul Dina; Julhadi Julhadi
Mau'izhah Vol 12 No 1 (2022): Vol XI No 1 (2022): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55936/mauizhah.v12i1.84

Abstract

Pendidikan alternatif dengan model sekolah rumah (homeschooling) tidak hanya menumbuhkan keinginan belajar secara fleksibel pada anak, namun juga mampu menumbuhkan karakter moral pada anak. Pasalnya, dengan menyerahkan proses belajar sebagai hak anak untuk mendapatkan pendidikan, akan mendorong anak untuk belajar berdisiplin dan bertanggung jawab, terhadap segala kegiatan belajar yang telah dilakukannya.Sistem ini terlebih dahulu berkembang di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya di dunia. Belakang ini banyak orangtua yang tidak puas dengan hasil sekolah formal sehingga menjadikan homeschooling sebagai alternatif proses belajar mengajar dalam perkembangan dunia pendidikan di Indonesia. Kerapkali sekolah formal berorientasi pada nilai rapor (kepentingan sekolah), bukannya mengedepankan keterampilan hidup dan bersosial (nilai-nilai iman dan moral). Selain itu, perhatian secara personal pada anak, kurang diperhatikan.

Page 8 of 15 | Total Record : 145