cover
Contact Name
Eka Wulandari
Contact Email
eka.wulandari@unpad.ac.id
Phone
+6222-7798241
Journal Mail Official
eka.wulandari@unpad.ac.id
Editorial Address
Departemen Teknologi Hasil Peternakan Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung-Sumedang KM 21 Jatinangor, Kab. Sumedang 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan
ISSN : -     EISSN : 27224783     DOI : https://doi.org/10.24198/jthp.v2i2
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan is a journal that publishes research outcomes related to the aspects of material, processing technology, and quality of dairy, meat, egg, edible insect/worm products, edible and non-edible by-products, and livestock waste. Jurnal Teknologi Hasil Peternakan covers concepts, models, and implementation of research as an effort to improve technology in the downstream sector of livestock business. It is a reference for anyone needing to keep abreast of current findings in animal products and technology.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2025): September" : 10 Documents clear
Efisiensi Biokonversi dan Produktivitas Black Soldier Fly pada Medium Sampah Organik Sisa Makanan: Kontribusi terhadap Pengembangan Pakan Ternak Lokal Julita, Ucu; Kinasih, Ida; Rasyid, Sayyidah
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 6, No 2 (2025): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v6i2.61004

Abstract

Pengelolaan sampah organik, terutama sisa makanan, merupakan tantangan besar di Indonesia. Larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF) menawarkan solusi dengan kemampuannya mereduksi limbah organik dan menghasilkan biomassa bernutrisi tinggi yang berguna sebagai pakan ternak alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian sampah organik sisa makanan terhadap efisiensi biokonversi dan reproduksi BSF. Tiga perlakuan diuji, yaitu kontrol (pakan ayam), sampah organik non-fermentasi, dan sampah organik fermentasi, dengan tiga pengulangan. Pengamatan meliputi pertumbuhan, proporsi konversi pakan, indeks pengurangan limbah (Waste Reduction Index/WRI), efisiensi konversi pakan yang dicerna (Efficiency Conversion of Digestive Feed/ECD) dan tingkat fekunditas. Hasil penelitian menunjukkan biomassa tertinggi pada sampah fermentasi (F100) sebesar 24,225 mg dan nilai ECD tertinggi pada kontrol (38,59%). WRI tertinggi (4,65%) terdapat pada sampah organik fermentasi, fekunditas dan fertilitas tertinggi masing-masing ditemukan pada perlakuan K150 dan F100. Sampah organik fermentasi secara signifikan meningkatkan efisiensi biokonversi, pertumbuhan, dan reproduksi BSF dibandingkan sampah organik non-fermentasi. Temuan ini mendukung penggunaan larva BSF untuk pengelolaan limbah organik yang lebih efisien sekaligus mendukung produksi pakan ternak lokal yang ramah lingkungan. Potensi ini memberikan peluang besar untuk pengembangan peternakan berkelanjutan di berbagai daerah. 
Pengaruh Konsentrasi Pati Singkong dan Lama Penyimpanan terhadap Total Bakteri Asam Laktat (BAL), pH, Total Asam, dan Viskositas pada Yoghurt Susu Skim Bubuk Munthe, Patrisia Anggraeni; Nasution, Syahrizal; Marvie, Ilham
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 6, No 2 (2025): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v6i2.62745

Abstract

Yoghurt adalah pangan fungsional yang bergizi dan terbuat dari susu fermentasi. Bahan baku bubuk seperti susu skim bubuk, kultur yoghurt bubuk, jika dibandingkan dengan bentuk cair atau segar memiliki masa simpan yang lebih lama, sehingga mengurangi risiko kerusakan. Perbedaan sumber gizi pada bahan baku membuka peluang bagi produsen yoghurt untuk menciptakan produk-produk inovatif dengan kombinasi rasa dan tekstur yang unik, serta kandungan nutrisi yang dapat disesuaikan. Pati singkong dengan sifatnya yang mudah menyerap air dan membentuk gel dapat membantu menjaga kestabilan struktur yoghurt. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh konsentrasi pati singkong dan lama penyimpanan terhadap total bakteri asam laktat (BAL), pH, total asam, dan viskositas pada yoghurt susu skim bubuk. Variabel dalam penelitian ini adalah konsentrasi pati yang digunakan yaitu 1%, 2%, dan 3% serta lama waktu penyimpanan yaitu 0 hari dan 7 hari. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Penelitian dilakukan dengan dua ulangan serta dianalisis secara duplo. Perolehan hasil akan diolah menggunakan uji Two way ANOVA pada taraf α = 5% untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan terhadap parameter. Apabila hasil yang diperoleh menyatakan berpengaruh nyata maka dilanjutkan ke uji Duncan Multiple Range Test (DMRT).
Impact of Sengkubak Leaf Extract and Storage Time on some Physicochemical and Microbial Attributes of Ready-to-Eat Bakso Ayam (Chicken Meatballs) Amalia, Dian Nur; Kayihura, Joseph F; Khalisanova, Sabrina Zulfa; Arsita, Tiara Ajeng; Rusman, Rusman; Triyananto, Endy
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 6, No 2 (2025): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v6i2.64650

Abstract

Bakso ayam are chicken meatballs produced using natural additives, and have been found to possess a higher level of safety for regular dietary intake. Sengkubak (Pycnarrhena cauliflora) is an indigenous plant mostly found in West Kalimantan which is commonly used by local communities as a natural food flavoring. In this study, the effect of dry aqueous sengkubak extract concentration (0% as control; 0.25%; 0.5%; and 0.75%) and storage time (0 week as control, 4 weeks, and 8 weeks) at ~27°C on some physicochemical and microbial quality of bakso ayam was examined. Other variables examined was the sensory attributes and glutamic acid content. The glutamic acid concentration of sengkubak leaf extract was found to be 5.4%.  The data analysis used variance analysis (ANOVA) of a complete random pattern (RAL) by three repetitions Furthermore, level of sengkubak extract affected most physical qualities parameters, glutamic acid content and sensory attributes, but it did not affect protein content. While, storage time affected WHC, all chemical qualities, total microbes, but did not affect sensory attributes. The addition of 0.5% sengkubak leaf extract is recommended in this study because it produced the best firmness (7.82 gf), protein content (11.87%), and taste among all treatments. Bakso ayam was safe for consumption until the 8th week of storage at room temperature (±27°C).
Dinamika Populasi Mikroba pada Dekomposisi Awal Campuran Limbah Fleshing dan Jerami Padi dengan Perbedaan Nisbah C/N Maharani, Syahna Carissa; Marlina, Eulis Tanti; Badruzzaman, Deden Zamzam
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 6, No 2 (2025): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v6i2.62644

Abstract

Limbah fleshing dari industri penyamakan kulit berpotensi dikonversi menjadi kompos karena kandungan nitrogen (N) yang masih dapat dimanfaatkan dengan penambahan jerami padi sebagai sumber karbon (C) untuk menyediakan nutrisi kebutuhan mikroba yang seimbang. Dekomposisi awal merupakan tahap penguraian bahan organik oleh mikroba secara terkendali, mengubah senyawa kompleks menjadi lebih sederhana untuk menumbuhkan mikroba pengurai yang akan digunakan sebagai bahan baku untuk dekomposisi selanjutnya pada proses pengolahan terpadu. Mikroba dominan adalah bakteri dan kapang. Penelitian ini bertujuan mengetahui populasi dan dinamikanya, serta karakteristik bakteri dan kapang selama dekomposisi awal campuran limbah fleshing dan jerami padi dengan perbedaan nisbah C/N. Penelitian dilakukan selama 7 hari menggunakan metode eksperimental dan deskriptif dengan 3 perlakuan (P1 = C/N 25,0; P2 = C/N 27,5; P3 = C/N 30,0). Data jumlah populasi bakteri dan kapang dianalisis menggunakan sidik ragam, sedangkan dinamika populasi dan karakteristiknya dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan nisbah C/N antara 25-30 menghasilkan populasi bakteri dan kapang yang tidak berbeda. Populasi bakteri berkisar antara 11,87 × 10¹² – 12,31 × 10¹² CFU/g, sedangkan populasi kapang antara 4,57 × 105 – 4,93 × 105 CFU/g. Fluktuasi suhu selama dekomposisi awal mempengaruhi dinamika populasi. Bakteri dominan pada fase mesofilik adalah Bacillus sp. dan fase termofilik Pseudomonas sp., sedangkan kapang yang dominan pada fase mesofilik adalah Aspergillus sp., Penicillium sp., Trichoderma sp., Mucor sp. dan Penicillium sp. yang berperan dalam biodegradasi lignoselulosa, membentuk konsorsium mikroba yang mempercepat dekomposisi limbah organik.
Pengaruh Penambahan Minyak Jagung Pada Pembuatan Keju Olahan (Sliced cheese) Dengan Koagulan Getah Pepaya Kering Terhadap Kekerasan (Hardness), Waktu Leleh dan Akseptabilitas Khoppipah, Fitri Anti Siti; Putranto, Wendry Setiyadi; Wulandari, Eka
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 6, No 2 (2025): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v6i2.63384

Abstract

Sliced cheese refers to a type of processed cheese that iseither molded or cut into thin slices. The addation of corn oil intoprocessed cheese formulations is anticipated to enhance thephysical properties, overall quality, and acceptability of slicedcheese products. The objective of this study was to investigate theimpact of varying concentrations of corn oil on specific attributesof sliced cheese, namely hardness, melting time, and sensoryacceptability. An experimental approach was employed, utilizing aCompletely Randomized Design (CRD) with four levels of corn oiladdition: P0 (0%), P1 (5%), P2 (10%), and P3 (15%), with eachtreatment replicated five times. Data obtained from physicalanalyses were subjected to Analysis of Variance (ANOVA). In theevent of statistically significant differences, Duncan's MultipleRange Test was applied. Sensory acceptability data were evaluatedusing the Kruskal-Wallis test, and when necessary, furtheranalyzed with the Mann-Whitney U test. The results indicated thatthe treatment with 15% corn oil (P3) significantly affected meltingtime (P < 0,05), yielding a melting duration of 13.56 minutes.However, corn oil addition did not significantly influence hardness(P > 0,05), which measured 60,08 N/m², nor did it affectacceptability. Sensory scores for color 3,90 (liked), aroma 3,85(liked), texture 3,55 (liked), taste 3,35 (liked), and total acceptance3,50 (liked).
Identifikasi Keragaman Gen FASN (Fatty Acid Synthase) sebagai Kandidat Gen Kualitas Daging pada Sapi Pasundan Betina Putri, Verlia Dwi; Mayasari, Novi; Hernaman, Iman; Ramdani, Diky; Sulastri, Erni; Hilmia, Nena
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 6, No 2 (2025): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v6i2.62816

Abstract

Pasundan cattle are one of Indonesia’s local cattle thathave the potential to be developed, especially in terms of meatquality. Meat quality is strongly influenced by fatty acidcomposition, which is closely related to gene regulation. This studyaims to identify the diversity of the FASN (fatty acid synthase) geneas a candidate gene for meat quality in female Pasundan cattle. Thisstudy used an experimental descriptive method with 25 DNAsamples of female Pasundan cattle with an age range of 1,5-2 years.DNA amplification using PCR was perfomed with specific primersdesigned with NCBI Primer Blast, flanking the target gene along560 bp. The analysis was followed by PCR-RFLP (RestrictionFragment Length Polymorphism) method using MscI enzyme todetect single nucleotide polymorphism (SNP) g.17924 A>G in exon39 and confirm the target mutation using direct sequencingmethod. The results showed only one genotype, the GG genotype(100%), with a G allele frequency of 1.00. Based on these results, itcan be concluded that the FASN gene mutation g.17924 A>Gmutation in Pasundan cattle is monomorphic. SNP g.17924 A>G inthe FASN gene has the potential to affect the fatty acid compositionof Pasundan female beef
Identifikasi Keragaman Gen Leptin Sebagai Kandidat Gen Kualitas Daging Pada Sapi Pasundan Betina Nurkamilah, Ghina; Hilmia, Nena; Putranto, Wendry Setiyadi
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 6, No 2 (2025): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v6i2.62856

Abstract

Meat quality is influenced by genetic factors,environmental conditions, and their interactions. Variations in thenucleotide sequence of the leptin gene may affect the quality andquantity of leptin hormone, thereby influencing meat quality. Thisstudy aimed to identify the genetic diversity of the leptin genebased on nucleotide sequence mutations in Pasundan cattle raisedat the Ciparanje Beef Cattle Teaching Farm, Faculty of AnimalScience, Universitas Padjadjaran. This Study used 16 DNA samplesfrom female Pasundan cattle were isolated from blood andanalyzed. PCR amplification was performed to amplify a 620 bpfragment of the leptin gene using specific primers designed via theNCBI Primer-BLAST program, with an annealing temperature of59°C. PCR products were evaluated through electrophoresis, andsequencing was carried out to determine the nucleotide sequence.Sequence analysis and genotyping were conducted using BIOEDITand MEGA 11 software. The results revealed a Single NucleotidePolymorphism (SNP) at position g.1047C>T/R25C in the leptingene, with the CT genotype (56.35%) being more frequent than CC(18.8%) and TT (25%). Additionally, several point mutations inintron 1 were identified, including g.806G>A, g.845C>T,g.856G>A, g.868G>C, g.885C>T, g.911C>T, and g.913A>G,consisting of both transition and transversion mutations. Thesefindings indicate that the leptin gene in Pasundan cattle ispolymorphic. Leptin gene polymorphisms in Pasundan cattle arepotentially associated with meat quality traitrs and fat depositionvariation, thus providing a genetic basics for selection to improvethe quality of local cattle
Pengaruh Penambahan Tepung Maggot Black Soldier Fly Dengan Konsentrasi Berbeda Terhadap Sifat Fisik Dendeng Daging Ayam Rahman, Ali; Utama, Dicky Tri; Hidayati, Yuli Astuti; Marlina, Eulis Tanti
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 6, No 2 (2025): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v6i2.62315

Abstract

Dendeng is a type of processed meat that combinescuring and drying processes. Dendeng has potential in efforts todiversify food products, one of which is by adding Black SoldierFly (BSF) maggot meal. BSF maggot meal is a sustainable source ofprotein that has the potential to meet future protein needs. Thisstudy aimed to determine the effect and best addition level of BSFmaggot meal on yield, pH, tenderness, and color of chickendendeng. The study was conducted experimentally using acompletely randomized design. There were four levels of addition,0%, 5%, 10%, and 15% with five replications. The data is processedusing analysis of variance and if the results have a significant effect,it is continued with the Duncan distance test. The results showedthat the addition of BSF maggot meal had a significant effect on pHand color (P<0.05) without affecting the yield and tenderness ofchicken jerky (P>0.05). The addition of 5% BSF maggot mealresulted in good physical quality of chicken dendeng with atenderness value of 13.96 N, yield of 83.55%, pH of 5.85, and color(L* 43.08; a* 4.25; b* 18.61; C* 19.09; and h° 1.34).
POTENSI KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI PEWARNA ALAMI DALAM PEMBUATAN ES KRIM diba 'izzati, farah; Ismanto, Arif; Anggraini, Mita
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 6, No 2 (2025): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v6i2.66784

Abstract

This study aimed to evaluate the potential use of reddragon fruit (Hylocereus polyrhizus) peel extract as a naturalcoloring agent in ice cream production. The experimentemployed a Completely Randomized Design (CRD) withfive extract concentration treatments: 0%, 3%, 6%, 9%, and12%, each replicated three times. The observed parametersincluded pH, color values (L*, a*, b*), and organolepticproperties covering color, aroma, taste, and texture.Statistical analysis was performed using ANOVA (Analysisof Variance) for physical data and the Kruskal–Wallis test fororganoleptic data. When significant differences amongtreatments were found, DMRT (Duncan Multiple RangeTest) was applied for further analysis. The results indicateda decrease in pH with increasing extract concentration (from6.92 in the control to 6.60 at 12%). The L* value (lightness)decreased, while the a* value (redness) significantlyincreased with higher extract levels. Organoleptic evaluationshowed increased preference for color but decreasedacceptance of aroma, taste, and texture at higherconcentrations, presumably due to tannin compounds thatproduced astringent taste and odor, influencing panelists’perception. Therefore, red dragon fruit peel extract haspotential as a natural pigment capable of producing anappealing red color in ice cream
Potensi Susu Fermentasi Menggunakan Bifidobacterium longum Sebagai Inhibitor Enzim Alfa Glukosidase Hidayati, Nurul; Hanum, Zuraida; Yurliasni, Yurliasni; Khalida, Qoryna; Rifni, Ulvira
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 6, No 2 (2025): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v6i2.65721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat Bifidobacterium longum mempengaruhi penghambatan enzim α-glukosidase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu perlakuan kontrol 0% (P0), perlakuan 2,5% (P1), perlakuan 5% (P2), dan perlakuan 7,5% (P3), dengan empat ulangan untuk masing-masing perlakuan, sehingga menghasilkan total 16 unit percobaan. Parameter yang diamati antara lain adalah derajat keasaman (pH), total asam laktat, kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Bifidobacterium longum berpengaruh sangat nyata (P>0.01) terhadap nilai derajat keasaman (pH) dan total asam laktat tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan 7,5% Bifidobacterium longum dalam susu kambing dapat menghambat enzim α glukosidase.  . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat Bifidobacterium longum mempengaruhi penghambatan enzim α-glukosidase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu perlakuan kontrol 0% (P0), perlakuan 2,5% (P1), perlakuan 5% (P2), dan perlakuan 7,5% (P3), dengan empat ulangan untuk masing-masing perlakuan, sehingga menghasilkan total 16 unit percobaan. Parameter yang diamati antara lain adalah derajat keasaman (pH), total asam laktat, kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Bifidobacterium longum berpengaruh sangat nyata (P>0.01) terhadap nilai derajat keasaman (pH) dan total asam laktat tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan 7,5% Bifidobacterium longum dalam susu kambing dapat menghambat enzim α glukosidase.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat Bifidobacterium longum mempengaruhi penghambatan enzim α-glukosidase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu perlakuan kontrol 0% (P0), perlakuan 2,5% (P1), perlakuan 5% (P2), dan perlakuan 7,5% (P3), dengan empat ulangan untuk masing-masing perlakuan, sehingga menghasilkan total 16 unit percobaan. Parameter yang diamati antara lain adalah derajat keasaman (pH), total asam laktat, kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Bifidobacterium longum berpengaruh sangat nyata (P>0.01) terhadap nilai derajat keasaman (pH) dan total asam laktat tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan 7,5% Bifidobacterium longum dalam susu kambing dapat menghambat enzim α glukosidase.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat Bifidobacterium longum mempengaruhi penghambatan enzim α-glukosidase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu perlakuan kontrol 0% (P0), perlakuan 2,5% (P1), perlakuan 5% (P2), dan perlakuan 7,5% (P3), dengan empat ulangan untuk masing-masing perlakuan, sehingga menghasilkan total 16 unit percobaan. Parameter yang diamati antara lain adalah derajat keasaman (pH), total asam laktat, kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Bifidobacterium longum berpengaruh sangat nyata (P>0.01) terhadap nilai derajat keasaman (pH) dan total asam laktat tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan 7,5% Bifidobacterium longum dalam susu kambing dapat menghambat enzim α glukosidase.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat Bifidobacterium longum mempengaruhi penghambatan enzim α-glukosidase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu perlakuan kontrol 0% (P0), perlakuan 2,5% (P1), perlakuan 5% (P2), dan perlakuan 7,5% (P3), dengan empat ulangan untuk masing-masing perlakuan, sehingga menghasilkan total 16 unit percobaan. Parameter yang diamati antara lain adalah derajat keasaman (pH), total asam laktat, kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Bifidobacterium longum berpengaruh sangat nyata (P>0.01) terhadap nilai derajat keasaman (pH) dan total asam laktat tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan 7,5% Bifidobacterium longum dalam susu kambing dapat menghambat enzim α glukosidase.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat Bifidobacterium longum mempengaruhi penghambatan enzim α-glukosidase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu perlakuan kontrol 0% (P0), perlakuan 2,5% (P1), perlakuan 5% (P2), dan perlakuan 7,5% (P3), dengan empat ulangan untuk masing-masing perlakuan, sehingga menghasilkan total 16 unit percobaan. Parameter yang diamati antara lain adalah derajat keasaman (pH), total asam laktat, kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Bifidobacterium longum berpengaruh sangat nyata (P>0.01) terhadap nilai derajat keasaman (pH) dan total asam laktat tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan 7,5% Bifidobacterium longum dalam susu kambing dapat menghambat enzim α glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat Bifidobacterium longum mempengaruhi penghambatan enzim α-glukosidase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu perlakuan kontrol 0% (P0), perlakuan 2,5% (P1), perlakuan 5% (P2), dan perlakuan 7,5% (P3), dengan empat ulangan untuk masing-masing perlakuan, sehingga menghasilkan total 16 unit percobaan. Parameter yang diamati antara lain adalah derajat keasaman (pH), total asam laktat, kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Bifidobacterium longum berpengaruh sangat nyata (P>0.01) terhadap nilai derajat keasaman (pH) dan total asam laktat tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan 7,5% Bifidobacterium longum dalam susu kambing dapat menghambat enzim α glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat Bifidobacterium longum mempengaruhi penghambatan enzim α-glukosidase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu perlakuan kontrol 0% (P0), perlakuan 2,5% (P1), perlakuan 5% (P2), dan perlakuan 7,5% (P3), dengan empat ulangan untuk masing-masing perlakuan, sehingga menghasilkan total 16 unit percobaan. Parameter yang diamati antara lain adalah derajat keasaman (pH), total asam laktat, kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Bifidobacterium longum berpengaruh sangat nyata (P>0.01) terhadap nilai derajat keasaman (pH) dan total asam laktat tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein dan penghambatan enzim α glukosidase. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan 7,5% Bifidobacterium longum dalam susu kambing dapat menghambat enzim α glukosidase. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10