cover
Contact Name
Sri Wahyuni Barum
Contact Email
Lppm@stikes.gunungsari.id
Phone
+6285255332550
Journal Mail Official
Lppm@stikes.gunungsari.id
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No. 293 Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Berita Kesehatan
ISSN : 23561068     EISSN : 28075617     DOI : -
Core Subject : Humanities, Health,
Jurnal Berita Kesehatan (JBK) merupakan bagian dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari, Makassar. JBK merupakan wadah publikasi illmiah untuk peneliti, dosen, dan praktisi kesehatan secara umum. JBK pertama kali diterbitkan dengan ISSN 2356-1068 Volume 1 No. 1 pada tahun 2014 yang menerbitkan jurnal sebanyak dua kali dalam setahun. Awal JBK saat belum bergabungnya dua nama yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan dan Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar. Saat pertama kali, JBK dibawah naungan STIKPER pada tahun 2014 dan beralih menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari pada bulan Agustus 2019. Saat ini artikel yang diterbitkan oleh JBK telah dilakukan telaah bersama teman sejawat yang memiliki keahlian yang relavan.
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025" : 28 Documents clear
Pengaruh Perawatan Tali Pusat Menggunakan Topikal Asi (Air Susu Ibu) Terhadap Waktu Pelepasan Tali Pusat Husaidah, Siti; Amru, Desi Ernita; Heroyanto, Heroyanto
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.252

Abstract

Metode baru dalam perawatan tali pusat dengan cara mengoleskan Air Susu Ibu pada tali pusat bayi baru lahir dan dijaga agar tetap bersih dan kering supaya tidak terjadi infeksi dan mempercepat pelepasan tali pusat. Mengetahui Pengaruh Perawatan Tali Pusat Menggunakan Topikal ASI Terhadap Waktu Pelepasan Tali Pusat Di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Sekupang Kota Batam. Kuantitatif dengan pendekatan Quasi Eksperimen dengan desain posttest only control design yang dilakukan selama dua minggu pada dua kelompok yaitu kelompok yang diberikan topikal ASI dan tanpa topikal ASI. Hasil penelitian bahwa dari 15 bayi yang melakukan perawatan tali pusat menggunakan topikal ASI sebagian besar waktu pelepasan tali pusat Normal 5-7 hari sebanyak 8 (53,3%), dari 15 bayi kelompok kontrol sebagian besar waktu pelepasan tali pusat Lambat >7 hari sebanyak 9 (60%) dan hasil uji statistik regresi menunjukkan bahwa nilai Sig 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada Pengaruh Perawatan Tali Pusat Menggunakan Topikal ASI Terhadap Waktu Pelepasan Tali Pusat Di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Sekupang Kota Batam. Adanya pengaruh perawatan dan menggunakan topikal ASI dengan waktu pelepasan tali pusat. Disarankan sebaiknya metode topikal ASI dapat dilakukan oleh ibu nifas untuk menjadi salah satu metode perawatan tali pusat pada bayi untuk mencegah terjadinya infeksi tali pusat dan agar tali pusat bisa segera puput.
Faktor Sosial Budaya Terhadap Perilaku Ibu Nifas Dalam Pemberian ASI Eksklusif: Pendekatan Epistemelogi Hermeneutik Lisna, Lisna; Adam, Arlin
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.282

Abstract

Penelitian ini menelusuri berbagai faktor yang mendukung maupun menghambat pelaksanaan pemberian ASI eksklusif oleh ibu menyusui di Kabupaten Wajo dengan menggunakan pendekatan epistemologis dan hermeneutik. Pendekatan ini bertujuan menggali bagaimana pengetahuan mengenai ASI eksklusif terbentuk dan dimaknai oleh para partisipan melalui pengalaman pribadi, nilai-nilai budaya, serta hubungan sosial. Temuan menunjukkan bahwa pemahaman ibu tentang ASI eksklusif tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh interaksi sosial dan makna-makna simbolik dalam budaya setempat. Melalui lensa hermeneutika, praktik seperti larangan keluar rumah selam 40 hari setelah melahirkan dipahami sebagai ekspresi pengetahuan lokal yang merekatkan tubuh, makna, dan budaya. Mereka percaya bahwa ibu nifas perlu istirahat yang cukup dan menghindari aktivitas berat. Hal ini bertujuan untuk membantu pemulihan tubuh ibu dan memastikan produksi ASI yang cukup untuk bayi. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pentingnya promosi kesehatan yang berlandaskan budaya dan mengedepankan dialog, bukan hanya menggunakan pendekatan teknokratis-biomedis
Hubungan Antara Kelengkapan Riwayat Imunisasi Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan Iswari, Dian; Dewi, Sawitri
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.283

Abstract

Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 162 juta anak balita di dunia mengalami stunting pada tahun 2022. prevalensi stunting di Indonesia tercatat sebesar 21,6%. Di Provinsi Jawa Tengah prevelensi stunting masih berada pada level 20,8% prevalensi stunting di Cilacap meningkat dari 17,6% pada tahun 2022 menjadi 18,5% pada tahun 2023. Salah satu intervensi kesehatan yang penting dalam mencegah stunting adalah imunisasi dasar lengkap Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kelengkapan riwayat imunisasi dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Desa Sidakaya Puskesmas Cilacap Selatan I. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Desain yang digunakan pada penelitian ini cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini berjumlah 127 balita. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total  sampling.Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji Koefiesien Kontingensi dengan taraf signifikan 95%. Hasil yang diperoleh adalah karakteristik responden yang berusia 6-12 bulan sebesar 47.2% dan yang berusia 13-24 bulan sebesar 52.8%. Karakteristik responden sebagian besar berjenis kelamin laki laki dengan persentase 65.4% dan sisanya sebesar 34.6% berjenis kelamin perempuan, riwayat imunisasi pada balita di Desa Sidakaya Puskesmas Cilacap Selatan 1 berstatus lengkap dengan persentase 85% dan sebesar 15% balita berstatus riwayat imunisasi tidak lengkap, Kejadian stunting pada balita usia 6-24 bulan di Desa Sidakaya Puskesmas Cilacap Selatan sebesar 11%, Ada hubungan yang cukup kuat antara kelengkapan riwayat imunisasi dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Desa Sidakaya Puskesmas Cilacap Selatan I dengan nilai p value 0.001<0.05 dan nilai koefisien korelasi 0,458.
Analisis Faktor Lingkungan Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Janti Kota Malang Delu, Rivandro Umbu; Susanto, Beni Hari; Wahyuni, Ike Dian
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ABJ dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Angka bebas jentik (ABJ) merupakan indikator penting dalam upaya pencegahan DBD karena mencerminkan tingkat keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di lingkungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan dokumentasi data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan program SPSS versi 25. Sampel dalam penelitian ini adalah rumah-rumah yang berada di wilayah kerja Puskesmas Janti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka bebas jentik memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian DBD dengan nilai signifikansi p = 0,000. Rendahnya nilai ABJ menunjukkan tingginya populasi jentik, yang berdampak langsung terhadap meningkatnya kasus DBD. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan program pemberantasan sarang nyamuk dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk meningkatkan nilai ABJ dan menurunkan risiko DBD. Dengan demikian, pengendalian jentik nyamuk melalui peningkatan ABJ  perlu menjadi prioritas dalam strategi pencegahan DBD di tingkat masyarakat
Perbedaan Pengetahuan Remaja Putri Sebelum dan Sesudah Pemberian Edukasi Media Video tentang Anemia Cahyani, Kadek Anggi Valentin Ayu; Erawati, Ni Luh Putu Sri; Sriasih, Ni Gusti Kompiang
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.290

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang bersifat global dan menjadi fokus utama, terutama di negara-negara berkembang dan dapat menyerang siapapun termasuk remaja. Anemia pada remaja tidak hanya menurunkan produktivitas tapi juga mengakibatkan anemia pada saat kehamilan. Beberapa akibat yang dapat ditimbulkan pada remaja perempuan, seperti gangguan pertumbuhan, turunnya fungsi kognitif dan sistem imun. Anemia dapat dicegah dengan memastikan remaja mendapatkan cukup zat besi untuk meningkatkan produksi hemoglobin. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan pengetahuan mengenai anemia pada remaja putri sebelum dan setelah mendapatkan edukasi video. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan rancangan one grup pretest-posttest design. Sampel berjumlah 31 responden yang dipilih Proportional Random Sampling. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner sebelum dan setelah responden mendapatkan edukasi melalui video animasi. Hasil menunjukkan bahwa nilai median pengetahuan remaja perempuan sebelum diberikan edukasi media video adalah 75, dan setelah diberikan edukasi video 80 dengan nilai ρ sebesar 0,00 < α (0,05) dan nilai Z sebesar -4,949. Simpulannya terdapat perbedaan signifikan dalam pengetahuan remaja putri sebelum dan setelah mendapatkan edukasi melalui video animasi tentang anemia. Disarankan remaja putri dapat secara aktif mencari informasi lain mengenai anemia, misalnya dengan membaca artikel kesehatan yang terpercaya, berkonsultasi dengan tenaga medis agar pengetahuan tentang anemia dapat meningkat.
Innovating Kille Snack Sticks by Substituting Soybean Flour and Adding Catfish: Inovasi Camilan Stik Kille Dengan Substitusi Tepung Kacang Kedelai Dan Penambahan Ikan Lele Citra Lestari, Siti Ayu; Masfufah, Masfufah; Nurdiana, Nurdiana
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.295

Abstract

Camilan merupakan bagian penting dalam pola makan sehari-hari, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Camilan yang sehat dapat berkontribusi pada asupan gizi yang seimbang dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan yang optimal. Salah satu jenis camilan yang populer adalah stik, yang dikenal karena rasa gurih dan teksturnya yang renyah. Namun, seringkali camilan stik yang beredar di pasaran mengandung tinggi lemak jenuh dan rendah nutrisi, sehingga kurang mendukung kebutuhan gizi yang baik. Untuk mengatasi hal ini, peneliti mengembangkan stik Kille, dengan menambahkan tepung kacang kedelai dan ikan lele pada resep camilan stik. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh kandungan gizi serta daya terima Stik Kille. Penelitian eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL)  dengan subtitusi tepung kacang kedelai pada tiga formula, yaitu F1 17%, F2 33%, F3 50% dan masing-masing ditambahkan ikan lele 50 gram. Daya terima dilakukan oleh 30 panelis agak terlatih. Data dianalisis menggunakan Kruskal Wallis untuk daya terima dan Anova untuk kandungan gizi (protein, lemak dan karbohidrat), dengan nilai signifikansi p<0,05. Daya terima dan kandungan gizi dengan rerata tertinggi adalah F3 (16,13±3,71) dan (122,84±10,675). Ada pengaruh substitusi tepung kacang kedelai dan penambahan ikan lele terhadap daya terima aroma, rasa, dan tekstur (p=0,010; p=0,019; dan p=0,009), kecuali warna (p=0,104). Tidak ada pengaruh substitusi tepung kacang kedelai dan penambahan ikan lele terhadap kandungan gizi protein dan karbohidrat (p=0,341 dan p=0,176), kecuali lemak (p=0,001). Substitusi tepung kacang kedelai dan penambahan ikan lele  berpengaruh terhadap daya terima, kecuali warna serta tidak berpengaruh tehadap kandungan gizi, kecuali lemak. Diharapkan dapat dikembangkan dengan penambahan sumber serat seperti sayuran atau buah-buahan agar menjadi camilan sehat yang tinggi protein dan kaya serat serta bergizi seimbang.
Evaluasi Pelaksanaan Inspeksi Rumah Sehat Dalam Penanggulangan Tuberculosis (TBC) di Puskesmas Borong Kabupaten Manggarai Timur Blaang, Fransiska; Rupiwardani, Irfany; Subhi, Misbahul
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.307

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosisi dan masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional. Penyakit Tuberkulosis sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti ventilasi udara, pencahayaan, kepadatan hunian, sanitasi, dan kebersihan rumah. Oleh karena itu, strategi penanggulangan TBC tidak hanya dilakukan secara medis, tetapi juga melalui intervensi kesehatan lingkungan yang bertujuan untuk mengurangi risiko penularan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan inspeksi rumah sehat dalam penanggulangan Tuberkulosis di Puskesmas Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih secara purposive sampling yang terdiri atas petugas kesehatan lingkungan, kepala Puskesmas serta tenaga kesehatan terkait. Analisa data  dengan CIPP menggunakan model interaktif melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kasus TBC di wilayah kerja Puskesmas Borong masih fluktuatif dan cukup tinggi. Dukungan sumber daya manusia dinilai cukup memadai, namun pelatihan teknis khusus inspeksi rumah sehat bagi tenaga kesehatan lingkungan masih terbatas. Sarana dan prasarana sudah tersedia, tetapi belum lengkap, dan pendanaan belum dialokasikan secara khusus. Pelaksanaan inspeksi telah dilakukan secara rutin, meskipun frekuensinya masih rendah dan tindak lanjut hasil inspeksi belum optimal. Perbaikan yang di sarankan meliputi peningkatan kapasitas melalui pelatihan teknis, peningkatan frekuensi pelaksanaan kegiatan inspeksi, penyediaan pendanaan khusus, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
Pengaruh Mutu Pelaynan Kebidanan Terhadap Kepuasan Pasien Poli Kesehatan Ibu Dan Anak Sahirah, Syarifah; Munir, Wahida; Wahyuni, Sry; Darwis, Amelia; Ernawati, Ernawati
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.311

Abstract

Pelayanan kebidanan yang bermutu merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pasien, terutama pada pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di fasilitas kesehatan. Kepuasan pasien menjadi indikator keberhasilan pelayanan, karena mencerminkan sejauh mana harapan pasien terpenuhi melalui kualitas pelayanan yang diberikan bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu pelayanan kebidanan terhadap tingkat kepuasan pasien di Poli KIA. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 67 responden yang terdiri dari ibu hamil, bersalin, dan nifas yang datang berkunjung ke Poli KIA. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang mencakup tiga komponen mutu pelayanan yaitu struktur, proses, dan outcome, serta indikator kepuasan pasien. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana untuk melihat pengaruh antara variabel mutu pelayanan (independen) dan kepuasan pasien (dependen). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai mutu pelayanan kebidanan dalam kategori baik (59,7%), cukup (37,3%), dan kurang (10,7%). Tingkat kepuasan pasien menunjukkan bahwa mayoritas pasien merasa puas (41,8%), sangat puas (53,7%), dan tidak puas (11,9,4%). Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara mutu pelayanan kebidanan terhadap kepuasan pasien dengan nilai p = 0,000 dan koefisien korelasi r = 0,468, yang berarti mutu pelayanan berkontribusi secara positif terhadap kepuasan pasien Poli KIA. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik mutu pelayanan kebidanan, semakin tinggi pula tingkat kepuasan pasien. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan mutu pelayanan khususnya pada aspek proses dan outcome pelayanan agar kepuasan pasien di Poli KIA dapat terus ditingkatkan.
Pengaruh Usia Lanjut terhadap Kesehatan Lansia Sumarni, Sumarni
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.312

Abstract

Usia lanjut merupakan fase kehidupan yang ditandai dengan berbagai perubahan fisiologis, psikologis, dan sosial yang secara bertahap dapat memengaruhi status kesehatan secara menyeluruh. Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi organ tubuh, termasuk sistem kardiovaskular, muskuloskeletal, imunologis, hingga fungsi kognitif, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit degeneratif dan gangguan kronis lainnya. Selain itu, perubahan hormon, penurunan massa otot, berkurangnya kepadatan tulang, serta penurunan kapasitas metabolik turut memperburuk kondisi kesehatan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh usia lanjut terhadap kondisi kesehatan lansia di wilayah Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 100 responden lansia yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner status kesehatan, wawancara terstruktur, serta pemeriksaan tekanan darah dan kemampuan mobilitas dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin bertambah usia, semakin tinggi prevalensi penyakit degeneratif seperti hipertensi (58%), osteoartritis (43%), gangguan mobilitas (22%), depresi ringan hingga sedang (29%), dan diabetes mellitus (35%). Temuan tersebut memperlihatkan bahwa faktor usia memiliki kontribusi besar terhadap penurunan kesehatan fisik dan mental lansia. Selain aspek biologis, perubahan psikososial seperti penurunan peran sosial, meningkatnya rasa kesepian, berkurangnya dukungan keluarga, serta stres akibat perubahan fungsi tubuh turut berdampak pada penurunan kualitas hidup. Kondisi ini menegaskan pentingnya intervensi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang berkelanjutan melalui layanan kesehatan geriatri, edukasi gaya hidup sehat, peningkatan aktivitas fisik, serta dukungan sosial dari keluarga dan masyarakat. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam pengembangan kebijakan dan program kesehatan lansia yang lebih komprehensif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup.
Prosedur Pemeriksaan Radiografi Os Femur Pada Kasus Fraktur Tertutup Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Tahun 2025 Yulitasari, Deby; Utama, Harry Wahyudhy; Novianti, Leni; Anisah, Anisah
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.313

Abstract

Fraktur femur adalah hilangnya kontinuitas pada tulang paha. Fraktur femur dibagi menjadi dua jenis yaitu fraktur terbuka atau fraktur femur tertutup, fraktur terbuka melibatkan kerusakan pada kulit yang bisa meningkatkan resiko infeksi sedangkan, Fraktur tertutup ditandai dengan tidak adanya komplikasi dimana kulit tetap utuh dan tulang tidak menembus permukaan kulit. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui Prosedur Pemeriksaan Radiografi Os Femur Pada Kasus Fraktur Tertutup di Instalasi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Tahun 2025. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan menggambarkan secara sistematis prosedur pemeriksaan radiografi os femur pada kasus fraktur tertutup di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang. Penelitian dilaksanakan pada Juni–Agustus dengan metode purposive sampling terhadap satu pasien dengan diagnosis fraktur tertutup os femur yaitu Pemeriksaan ini dilakukan pada pasien Bernama Ny. B dengan klinis Fraktur Tertutup. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan, kemudian diolah secara deskriptif untuk memperjelas prosedur pemeriksaan yang dilakukan dan ditarik kesimpulannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prosedur Pemeriksaan Radiografi Os Femur Pada Kasus Fraktur Tertutup dilakukan dengan menggunakan proyeksi AP (Antarior Posterior) dan Lateral dengan Faktor kv 66 dan mAs 6. Kesimpulan terdapat perbedaan Teknik radiografi Os Femur pada kasus fraktur tertutup di Instalasi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang dengan teknik radiografi Os femur kasus fraktur tertutup yang ada di teori, faktor ekposi yang digunakan jika secara teori menggunakan kv 70 dan mAs 22,34 dan jika Di Instalasi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang menggunakan kv 66 dan mAs 6. Diharapkan penelitian ini menjadi sumber informasi dan menjadi masukan pada pelayanan kesehatan.

Page 1 of 3 | Total Record : 28