cover
Contact Name
Gesnita Nugraheni
Contact Email
gesnita@gmail.com
Phone
+6281357351183
Journal Mail Official
editorjfk@ff.unair.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno, Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Komunitas
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23555912     EISSN : 23555912     DOI : https://doi.org/10.20473/jfk.v9i1.24085
Core Subject : Health,
The aim of Jurnal Farmasi Komunitas (JFK) is to publish exciting, empirical research, recent science development, and high-quality science that addresses fundamental questions in pharmacy practice. JFK publishes articles in pharmacy practice area including: 1. Clinical and Community Pharmacy 2. Public Health 3. Psychology 4. Medicine, and other health related topics.
Articles 164 Documents
Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Pengonsumsian Tablet Tambah Darah Pada Mahasiswi S1 Farmasi di Universitas Setia Budi Surakarta Tahun 2023 Suhartawan; Carolina Eka Waty; Tri Wijayanti
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v13i1.48115

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya tinggi terutama pada wanita usia subur, termasuk mahasiswi. Pengetahuan yang kurang tentang konsumsi tablet tambah darah dapat menjadi faktor risiko anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh pemberian edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan pengonsumsian tablet tambah darah pada mahasiswi S1 Farmasi Universitas Setia Budi Surakarta. Metode yang digunakan adalah survei dengan desain pretest-posttest tanpa kelompok kontrol yang melibatkan 100 responden. Pengambilan data dilakukan di Universitas Setia Budi pada bulan Mei 2023. Responden diberikan edukasi melalui leaflet mengenai pentingnya pengonsumsian tablet tambah darah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengetahuan konsumsi tablet tambah darah diperoleh hasil persentase pretest yaitu kategori cukup sebesar 76%. Setelah pemberian edukasi pengetahuan tentang tablet tambah darah menggunakan leaflet, pengetahuan dapat meningkat menjadi kategori baik sebesar 98%. Analisis uji normalitas didapatkan p value 0,000 (<0,05) tidak terdistribusi normal. Hasil uji Wilcoxon rank pada pengetahuan didapat nilai p value 0,000 (<0,05) yang secara bermakna menunjukkan bahwa edukasi pengetahuan bahwa konsumsi tablet tambah darah menggunakan leaflet dapat meningkatkan pengetahuan responden.
Analisis Kebutuhan Pasien Hipertensi Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kalidoni Palembang Amalia Sabrina; Sarmalina Simamora; Mona Rahmi Rulianti; Sonlimar Mangunsong
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v13i1.62373

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang memerlukan manajemen jangka panjang, termasuk pengobatan dan perubahan gaya hidup. Peran petugas farmasi dalam memberikan kebutuhan pasien hipertensi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pasien hipertensi terhadap kinerja petugas akan pelayanan kefarmasian yang meliputi kualitas kerja, inisiatif, ketepatan waktu, kemampuan, dan komunikasi. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional-analitik rancangan cross sectional, jumlah responden 166 pasien hipertensi di Puskesmas Kalidoni Palembang. Data dianalisis dengan uji korelasi rank spearman dilanjutkan dengan regresi logistik. Hasilnya menunjukkan bahwa kebutuhan pasien berhubungan secara bermakna dengan kinerja petugas (Sig. < 0,05). Kualitas kerja memiliki nilai OR 4,407, inisiatif OR 5,632, ketepatan waktu OR 4,162, kemampuan OR 3,449, dan komunikasi OR 3,714. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa kebutuhan pasien berhubungan secara bermakna terhadap kinerja petugas akan pelayanan kefarmasian. Kebutuhan pasien terhadap kinerja petugas yang paling dominan adalah inisiatif dari petugas farmasi.
Korelasi Manajemen Diri dengan Kadar Glukosa Post-Prandial (GD2PP) Pada Pasien Diabetes Bella Fevi Aristia; Khurin In Wahyuni; Herni Setyawati; Eka Putri Nurhidayah; Amelya Oktivani; Alfu Laila
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v13i1.63075

Abstract

Keberhasilan terapi DM tidak hanya ditunjang dari penggunaan obat antidiabetes saja, akan tetapi juga harus diikuti dengan manajemen diri yang baik. Manajemen diri yang baik akan membantu pasien dalam mencapai target gula darah yang normal. Tujuan penelitian adalah untuk melihat hubungan manajemen diri dengan kontrol GD2PP pada pasien DMT II di RS X Sidoarjo. Jenis penelitian kuantitatif-observasional, dengan pengambilan data secara cross-sectional. Jumlah sampel 104 pasien DMT2 yang diambil dengan teknik accidental sampling berdasarkan kriteria inklusi yaitu pasien DMT2 rawat jalan usia >20 tahun, bisa berkomunikasi dengan baik, menderita DM minimal 3 bulan. Manajemen diri diukur dengan Diabetes Self Management Questionaire (DSMQ). Analisis data menggunakan chi-square. Hasil menunjukkan 52,9% pasien memiliki manajemen diri yang baik dengan kadar GD2PP normal (<180mg/dl). Sebaliknya pasien dengan GD2PP tidak normal ditemukan pada pasien dengan manajemen diri buruk. Hasil korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara manajemen diri dengan kontrol GD2PP (OR=3,534;p=0,002). Hal ini mengindikasikan bahwa pasien dengan manajemen diri baik berpeluang 3,534 kali lebih besar mencapai kadar GD2PP yang normal, dibanding pasien dengan manajemen diri yang buruk. Hasil ini menegaskan pentingnya penguatan edukasi manajemen diri khususnya pada aspek kontrol diet, aktivitas fisik dan perawatan kesehatan sebagai upaya kontrol kadar GD2PP.
Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Rumah Tangga dan Perilaku Swamedikasi Diare: Studi di Wilayah Sekitar TPS Srikana, Surabaya Eka Lailatuz Zulfiyah; Talita Sahda Leona Restyawati; Ardhea Dwi Pravitasari; Dana Islamiati Rizkina; Wilda Syaharany Rahmania Poerba; Sabitah Safa Aloydia; Khairunnisa Nur Hafizhah; Ganizha Nur Faizha Emeraldien; Rose Diana Ma’rifatul Maghfiroh; Josephine Hira Adela; Adzira Raya Farmadisa; Nova Nada Ayudhea; Gesnita Nugraheni; Elida Zairina
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v13i1.73793

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia dengan angka kejadian tinggi di Surabaya. Kejadian diare erat kaitannya dengan faktor lingkungan, terutama sanitasi yang kurang memadai. Tinggal di sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS) berpotensi memengaruhi kondisi sanitasi lingkungan yang dapat meningkatkan risiko diare serta memengaruhi praktik swamedikasi. Dalam mengatasi diare, ibu rumah tangga seringkali melakukan swamedikasi. Namun, tingkat ketepatan swamedikasi masih menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara profil pengetahuan dengan perilaku swamedikasi diare oleh ibu rumah tangga di area sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS) Srikana, Surabaya. Studi dilakukan menggunakan metode cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi ibu yang pernah melakukan swamedikasi diare dan tinggal di sekitar TPS Srikana , dengan jumlah responden sebanyak 136 orang dan dilaksanakan pada 15 - 16 Maret 2025 . Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mencakup karakteristik sosiodemografi, profil pengetahuan, dan perilaku swamedikasi. Mayoritas responden berusia 50±12  tahun, berpendidikan terakhir SMA (54,4%), dan memperoleh informasi kesehatan dari tenaga kesehatan (69,1%).  Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman rank menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara profil pengetahuan dengan perilaku swamedikasi diare (r=0,274; p=0,001). Didapatkan sebagian besar ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar TPS Srikana, yaitu sebesar 93,4%, memiliki profil pengetahuan yang baik terkait diare, sejalan dengan perilaku positif swamedikasi diare sebesar 97,1%. Hal ini mengindikasikan tidak ada intervensi yang perlu dilakukan pada daerah tersebut karena responden telah menunjukkan hasil yang baik.
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Ketepatan Penggunaan Antipiretik pada Anak-anak di Kota Surabaya Aribawa Hilman; Ade Nofah Juniarti; Amilia Choirina; Azizah Aulia Fachri; Gita Lewisa Damas Siagian; Joycellyn Gicella Heaven; M. Farhan Ardhana; Marcella Audy Jeconia Wijaya; Maysa Nadira Pasha; Nur Zakiyah Ifaty Zuhri; Rofifah Eka Puryanti; Zahra Mutiara Noorfadia; Ana Yuda
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v13i1.74470

Abstract

Anak-anak lebih rentan mengalami demam dan cara penggunaan obat krusial untuk penentuan efektifitasnya. Oleh sebab itu, pengetahuan ibu mengenai penggunaan obat memiliki peran penting dalam penentuan efektivitas terapi antipiretik. Penelitian cross sectional ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu mengenai antipiretik dengan praktik penyiapan antipiretik pada anak. Variabel penelitian meliputi pengetahuan dan ketepatan penggunaan. Instrumen pengambilan data berupa kuesioner yang meliputi form Informed Consent (IC) dan 40 butir pertanyaan. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan kriteria inklusi ibu berusia 20-45 tahun yang memiliki anak usia ≤12 tahun, berdomisili di Surabaya, dan pernah atau sedang menggunakan antipiretik untuk anaknya. Total responden sebanyak 188 responden. Skoring pada variabel pengetahuan: jawaban benar=1 dan salah=0, total skor 14-20 dikategorikan berpengetahuan baik, 7-13 cukup, dan 0-6 kurang. Pada variabel penggunaan: selalu=5, sering=4, kadang=3, jarang=2, tidak pernah=1, total skor  80-100 memiliki tingkat ketepatan penggunaan baik, 60-79 cukup, dan  <60  kurang. Mayoritas responden (60,1%) tergolong kategori cukup pada variabel pengetahuan dan (87,2%) tergolong kategori baik pada variabel ketepatan penggunaan. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu  dengan ketepatan penggunaan antipiretik pada anak (p=0,000), sehingga diperlukan edukasi peningkatan pengetahuan untuk meningkatkan ketepatan penggunaan antipiretik pada anak.
Profil Pengetahuan Mahasiswa terhadap Produk Antiketombe Robert Dimas Sanjaya; Zufar Abdul Aziz; Daria Fika Meidina; Muhammad Yassin Al Ghifary; Erieka Ratmadelita; Nurin Azizah; Khansa Antarizka Mumtaz; Alfi Nadira; Afifah Minang Fajariyah; Oddyzeus Janclause Braviorta Romkeni; Rezha Arvian; Yuni Priyandani
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v13i1.74474

Abstract

  Ketombe (Pityriasis capitis) adalah masalah kulit kepala secara umum ditandai dengan pengelupasan kulit dan dapat memengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui profil pengetahuan mahasiswa tentang terapi antiketombe. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif yang melibatkan responden berjumlah 207 mahasiswa di Surabaya, responden dipilih melalui accidental sampling pada Maret 2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi, yang kemudian dianalisis dengan Microsoft Excel 2021. Mayoritas responden berusia 20 tahun (33,82%) dan didominasi oleh perempuan (82,61%), dengan proporsi mahasiswa rumpun non-kesehatan yang lebih besar (60,39%) dibandingkan rumpun kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (49,76%) memiliki pengetahuan “cukup” mengenai terapi antiketombe, diikuti oleh 28,50% yang memiliki pengetahuan “baik”, sedangkan 21,74% lainnya berada pada kategori “kurang”. Sebanyak 60,9%  responden mengetahui bahwa ketombe disebabkan oleh jamur dan 74,4% responden mengetahui bahwa ketombe dipengaruhi oleh cuaca panas serta kelembapan. Pengetahuan tentang produk antiketombe menunjukkan bahwa 63,8% mengetahui sampo antijamur efektif, tetapi 46,9% salah menganggap sampo antibakteri juga efektif. Kesimpulan dari peneltian ini yaitu tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai terapi antiketombe masih berada pada kategori “cukup”, sehingga diperlukan upaya edukasi lanjutan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai terapi antiketombe dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup.
Analisis Hubungan Pengetahuan, Perilaku dan Sikap Masyarakat dalam Melakukan Upaya Preventif Demam Berdarah di Surabaya Timur Shabrina Azkan Nafisah; Zahra Shafa Dara; Aysha Miftakul Rahmah Murroidah; Reswara Wilda Widiani; Qurrota A'yun; Chiquitita Okfarahsanu Prabarani; Masayu Izza Maghfiroh; Anisa Salma Sabila; Berliana Sakha Khoirunnisa; Mahmud A. Karim; Arie Sulistyarini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v13i1.74477

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh Virus Dengue (DENV) serotipe 1-4 dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD bersifat hiperendemik di wilayah beriklim tropis, termasuk Indonesia, dengan prevalensi kasus yang terus meningkat setiap tahun. Faktor lingkungan, ekonomi, dan pendidikan berperan signifikan dalam penyebaran dan pencegahan DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, perilaku, dan sikap masyarakat dalam melakukan upaya preventif Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Surabaya Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yakni accidental sampling kepada 140 responden. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan masyarakat mengenai upaya pencegahan DBD yakni sebanyak 55% responden masuk kategori baik, 42.1% berkategori sedang, dan 2.9% berkategori kurang. Dalam aspek perilaku didapatkan bahwa sejumlah responden yang menerapkan perilaku baik (13,6%) dalam pencegahan DBD memiliki jumlah terendah dibandingkan sedang (67,1%) dan buruk (19,3%). Pada aspek sikap, 98,6% bersikap positif dan 1,4% bersikap negatif. Hasil uji Spearman’s diperoleh nilai p =0.302 untuk hubungan antara pengetahuan-perilaku, pengetahuan-sikap dengan p=0.273, serta sikap-perilaku dengan p=0.158, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara ketiga variabel tersebut. Hal ini sesuai dengan penemuan yang dikemukakan dari penelitian sebelumnya, sebuah pengetahuan dan sikap tidak secara otomatis berubah menjadi suatu tindakan (overt behavior). Dengan demikian, keterlibatan tenaga kesehatan, terutama apoteker komunitas, diperlukan dalam edukasi berkelanjutan dan penguatan sistem kesehatan masyarakat untuk meningkatkan perilaku pencegahan DBD.
Pengetahuan, Sikap, dan Kesediaan melakukan Vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) di Kalangan Mahasiswa di Indonesia Amelia Putri; Achmad Fadil Alfiansyah; Avenita; Elma Shindy Thalia Putri; Sabrina Aura Maharani; Shafa Nabila Safira; Rachma Yuda Fauzya; Dwijayanti Rahayuningtyas; Zhafira Naila Azizah; Revalina Talitha Syaffa Nabila; Dafi Alfaira Ilyasa; Kireina Piyoganti; Agusty Nur’Afifah Sorayya; Andi Hermansyah
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v13i1.74665

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Cara yang efektif untuk mengatasi infeksi HPV adalah dengan melakukan vaksinasi. Namun, pengetahuan dan kesadaran yang masih rendah menjadi penghalang dalam melakukan vaksinasi HPV di Indonesia terutama di kalangan usia produktif seperti mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan karakteristik individu mahasiswa di Indonesia terhadap pengetahuan, sikap, dan kesediaan vaksinasi HPV. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional melalui survei online yang dibagikan pada bulan Maret 2025. Data kemudian dianalisis secara deskriptif kemudian dilanjutkan dengan uji korelasi Rank-Spearman untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan kesediaan dengan karakteristik individu.  Sebanyak 434 mahasiswa berpartisipasi pada penelitian ini. Mayoritas responden adalah perempuan (77,9%) berusia 17-20 tahun (58,3%). Hasil menunjukkan proporsi terbesar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (41,71%) dan sikap positif (73,04%) terhadap vaksinasi HPV dan bersedia melakukan vaksinasi HPV (91,9%). Analisis korelasi Rank-Spearman menunjukkan hubungan signifikan (p < 0,05) antara pengetahuan dengan program studi (p = 0,000) dan pengalaman vaksinasi (p = 0,000). Sikap memiliki hubungan signifikan dengan jenis kelamin (p = 0,001), rumpun program studi (p = 0,032), durasi perkuliahan (p = 0,010), dan kesediaan vaksinasi (p < 0,05). Sedangkan kesediaan vaksinasi memiliki hubungan yang signifikan dengan jenis kelamin (p = 0,000), sikap (p < 0,05), dan rumpun program studi (p = 0,002). Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik individu berhubungan signifikan dengan pengetahuan, sikap dan kesediaan mahasiswa di Indonesia dalam melakukan vaksinasi HPV.
Cost of Illness Pasien Skizofrenia Rawat Inap di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung 2023 Savira Rahmadanti; Nurma Suri; Citra Yuliyanda Pardilawati; Ervina Damayanti
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v13i1.75705

Abstract

Skizofrenia memerlukan pengobatan jangka panjang dan biaya yang tinggi, sehingga menjadi tanggung jawab berat bagi pasien serta pihak pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai total biaya (cost of illness) yang dialami oleh pasien skizofrenia yang dirawat di rumah sakit. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dari sudut pandang rumah sakit. Data dikumpulkan secara retrospektif dengan menggunakan rekam medis pasien. Jumlah sampel sebanyak 100 dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Mayoritas pasien skizofrenia rawat inap adalah laki-laki (76%) dengan usia kategori dewasa awal (25-34 tahun) (43%), memiliki tingkat pendidikan rendah (45%) dan pendidikan menengah (45%). Pasien skizofrenia sebagian besar tidak bekerja (85%) dan memiliki asuransi kesehatan (95%). Diagnosis terbanyak adalah skizofrenia paranoid (91%) dan sebagian memiliki penyakit penyerta (58%). Rata-rata lama rawat inap pasien adalah 39 hari. Komponen biaya medis langsung terbesar adalah ruang rawat inap, visite dokter spesialis, dan asuhan keperawatan. Komponen biaya medis langsung terbesar adalah ruang rawat inap, visite dokter spesialis, dan asuhan keperawatan. Total biaya untuk satu kali rawat inap meliputi biaya ruang rawat inap yaitu sebesar Rp417.570.000, biaya visite dokter spesialis sebesar Rp194.705.000, dan biaya asuhan keperawatan sebesar Rp122.960.000. Total biaya atau cost of illness pada 100 pasien skizofrenia rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung pada tahun 2023 mencapai Rp949.139.959 dengan rata-rata biaya per pasien sebesar Rp9.491.399,59.
Pengaruh Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetes Oral pada Pasien Rawat Jalan Dewi Susanti Atmaja; Lidia Risma Putri; Erlina Syamsu; Melviani
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v13i1.78391

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia. Peningkatan kasus di Banjarmasin dari 516 kasus (2022) menjadi 2.886 kasus (2023) memerlukan perhatian pada aspek kepatuhan penggunaan obat untuk keberhasilan terapi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral pada pasien rawat jalan di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional melibatkan 117 pasien DMT2 di poli endokrin dan poli kaki diabetik selama April–Mei 2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kepatuhan yang telah tervalidasi. Analisis data menggunakan uji statistik bivariat untuk melihat hubungan antar variabel serta analisis multivariat untuk melihat faktor yang paling berpengaruh. Mayoritas responden (80,3%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Rata-rata skor kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral secara keseluruhan adalah 53,8%, dengan perbedaan signifikan antara pasien poli endokrin (80,7%) dan poli kaki diabetik (28,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat (p=0,040). Namun, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa jenis poli merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kepatuhan (OR=0,086; CI95%: 0,03-0,21; p=0,000) dibandingkan faktor pengetahuan maupun demografi. Tingkat pengetahuan berhubungan dengan kepatuhan penggunaan obat, namun faktor sistem pelayanan (jenis poli) memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap perilaku kepatuhan pasien. Upaya peningkatan kepatuhan memerlukan intervensi yang tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga pada optimalisasi pelayanan di unit spesifik seperti poli kaki diabetik.