cover
Contact Name
Gesnita Nugraheni
Contact Email
gesnita@gmail.com
Phone
+6281357351183
Journal Mail Official
editorjfk@ff.unair.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno, Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Komunitas
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23555912     EISSN : 23555912     DOI : https://doi.org/10.20473/jfk.v9i1.24085
Core Subject : Health,
The aim of Jurnal Farmasi Komunitas (JFK) is to publish exciting, empirical research, recent science development, and high-quality science that addresses fundamental questions in pharmacy practice. JFK publishes articles in pharmacy practice area including: 1. Clinical and Community Pharmacy 2. Public Health 3. Psychology 4. Medicine, and other health related topics.
Articles 150 Documents
Pengetahuan, Kesadaran, dan Perilaku Pengunjung Tempat Wisata di Surabaya Terkait Pemilihan serta Penggunaan Sunscreen dan Sun Protection Arindie Provellia, Clarissa; Aiman Zumaroh Ummi Robihah; Maria Carmelita Ayunda Ardiadne; Lasmaria Sopaheluwakan; Yasmin Azzahra; Fawwaz Syarifaturrohmah; Fathimah Haura; Yusilah; Rheyta Safira Maulidia; Rahmada Lovita; Kendra Anindya Gantari Putri; Elida Zairina
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i1.52650

Abstract

Pola hidup sehat, yaitu menggunakan sunscreen dan sun protection perlu dilakukan untuk mengurangi resiko paparan sinar UV yang dapat memunculkan berbagai penyakit serius, seperti kanker kulit, penuaan dini, kerusakan mata, dan melasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan, kesadaran, dan perilaku pengunjung tempat wisata di Surabaya serta hubungan ketiga parameter tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian analitik, berupa cross sectional dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Pengambilan data dilakukan dengan survei menggunakan kuesioner  (self-administrated questionnaire) yang sebelumnya telah divaliditas rupa. Sebanyak 110 pengunjung wisata di Surabaya dengan usia minimal 18 tahun berpartisipasi pada penelitian ini. Berdasarkan data demografi, sebagian besar responden adalah wanita, berusia 18-25 tahun, berdomisili di Jawa Timur, berstatus mahasiswa/pelajar, dan merupakan pengguna sunscreen dan sun protection. Hasil analisis data dengan uji spearman correlation, menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara skor pengetahuan dan skor kesadaran (p = 0,000; r = 0,347), skor pengetahuan dan skor perilaku (p= 0,000; r = 0,537), serta skor kesadaran dan skor perilaku (p = 0,000; r = 0,447). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan, kesadaran, dan perilaku yang baik. Dengan demikian, dapat dilakukan promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku masyarakat terkait penggunaan sunscreen dan sun protection, terutama pada variabel pengetahuan yang sebagian respondennya masih termasuk dalam kategori pengetahuan cukup dan kurang.
Profil Penggunaan Obat Herbal di Kelurahan Mojo, Kota Surabaya Iman, Evelin Nicole; Vanessa Emas Permata Sari; Qanita Afrannajla; Norine Nitya Ardiningrum; Athayya Indy Nasywa; Farhan Hanang Ichsanto; Daniel Emmanuel Wijaya; Madona Dwi Fitriani; Diana Putri Lestari; Brandon; Einarel Yusufrizky Wibisono; I Nyoman Wijaya
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i1.52652

Abstract

Penggunaan obat herbal yang semakin meningkat di kalangan masyarakat mendorong dilakukannya penelitian mengenai profil penggunaan obat herbal di Kelurahan Mojo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional dengan pengambilan data melalui wawancara secara door to door. Responden pada penelitian ini adalah 113 warga Kelurahan Mojo yang menggunakan obat herbal, berusia diatas 18 tahun, dan menggunakan obat herbal selama minimal 21 hari. Hasil yang diperoleh berupa pengguna obat herbal mayoritas perempuan 73,0% dibanding laki-laki 23,0%; responden didominasi lansia awal 61,9%, diikuti dewasa akhir 22,1%, lansia akhir 13.3%, dan dewasa awal 2,7%. Jenis herbal yang digunakan yaitu tanaman herbal (64,6%), jamu (31,9%), OHT (2,7%), dan fitofarmaka  (0,9%). Responden pengguna yang tidak sehat sejumlah 74,3% dan yang sehat sejumlah 25,7%. Penggunaannya bertujuan untuk kuratif (59,3%), promotif (22,1%) dan preventif (18,6%).  Sumber informasi tentang obat herbal didapatkan responden dari masyarakat umum (92,0%),  tenaga kesehatan (6,2%), dan  literatur (1,8%). Obat herbal diperoleh dengan meracik sendiri (53,1%) sedangkan 8,0% melalui apotek. Penggunaan obat herbal didominasi oleh ramuan mandiri dengan hipertensi sebagai keluhan utama. Kunyit (Curcuma longa) dan sereh (Cymbopogon citratus) merupakan tanaman paling banyak dimanfaatkan untuk penanganan hipertensi dalam studi ini.
Pengetahuan dan Tindakan Pengendara Sepeda Motor di Surabaya dalam Mengatasi Mata Kering (Dry Eyes) A. Hafidz Kurniawan; Sherly Suci Margaretha; Nuruz Zahrina Mursyida; Aufa Defriananda; Muhammad Mufid Ulil Aidi; Fithri Yuniasari; Angelina Margaretha Ardiani; Shobikha Bariroh; Faradisa Umahati; Febby Fani Shafira; Khoirunnisa Latansa Syakiroh; Elida Zairina
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i1.53130

Abstract

Mata kering merupakan penyakit mata yang sering diabaikan oleh masyarakat. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya polusi udara dan udara panas. Salah satu populasi yang beresiko terpapar polusi udara dan udara panas adalah pengendara sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan dan tindakan pengendara sepeda motor dalam mengatasi mata kering. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif cross sectional dengan pengambilan sampel dilakukan secara  convenience sampling. Pengambilan data dilakukan dengan instrumen kuesioner (self-administered questionnaire) yang sebelumnya telah dilakukan validasi isi dan rupa. Pengambilan data dilakukan pada daerah sekitar Surabaya Utara meliputi daerah Kecamatan Bubutan, Sawahan, Simokerto, Pabean Cantikan, dan Kenjeran dengan kriteria inklusi berada pada usia 19 - 70 tahun dan berkendara sepeda motor  di jalan minimal 90 menit perhari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 112 responden yang merupakan pengendara motor di daerah Surabaya Utara, 74,1 % (n=83) memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi terhadap mata kering dan sediaan yang digunakan untuk mata kering (73,2%; n=82). Namun pada variabel tindakan, sebanyak 89,3% (n=100) responden cenderung memiliki perilaku yang negatif dengan tidak mengikuti anjuran dalam mengatasi mata kering. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa meskipun mayoritas responden pada penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan yang tinggi namun tidak disertai dengan tindakan positif sesuai dengan anjuran yang seharusnya dalam mengatasi mata kering.
Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Program Studi Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda tentang Beyond Use Date (BUD) Obat Kharisma Duratul Hikmah; Wijaya, Heri; Helmidanora, Rusdiati
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.58520

Abstract

Beyond Use Date (BUD) merupakan batas waktu penggunaan sediaan obat setelah obat diracik, dicampur, atau kemasan primernya dibuka, yang ditetapkan berdasarkan stabilitas fisik-kimia dan risiko kontaminasi mikroba. Pengetahuan tentang BUD penting bagi mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga kefarmasian untuk menjamin keamanan dan efektivitas obat yang digunakan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa Program Studi Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda tentang BUD obat, serta menganalisis perbedaan pengetahuan antara mahasiswa Sarjana Farmasi dan Diploma III Farmasi. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan metode total sampling, melibatkan 656 mahasiswa sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan pada Januari–Maret 2024 menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil menunjukkan bahwa 21,03% mahasiswa memiliki pengetahuan yang baik, 61,74% cukup, dan 17,23% kurang. Secara umum, tingkat pengetahuan mahasiswa berada dalam kategori cukup. Hasil uji statistik (Mann-Whitney) menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan tingkat pengetahuan antara mahasiswa Sarjana Farmasi dan Diploma III Farmasi (p > 0,05). Pengetahuan mahasiswa tentang BUD obat masih perlu ditingkatkan, terutama melalui integrasi materi BUD dalam kurikulum, kegiatan praktikum, serta penyuluhan dalam praktik kefarmasian untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan mereka dalam pelayanan obat yang aman.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Ketepatan Pemilihan Produk Kosmetik Pemutih Kulit pada Mahasiswi Universitas Brawijaya Malang Lukitasari, Widya; Danimayostu, Adeltrudis Adelsa; Hariadini, Ayuk Lawuningtyas
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.61386

Abstract

Dewasa ini, masyarakat menggunakan kosmetik untuk meningkatkan kepercayaan diri dan memelihara tubuh. Selain itu, kulit yang putih dan halus merupakan salah satu standar kecantikan wanita Indonesia. Hal ini menyebabkan banyaknya produk kosmetik pemutih kulit yang beredar di pasaran. Tingkat pengetahuan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi ketepatan pemilihan produk kosmetik pemutih kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan ketepatan pemilihan produk kosmetik pemutih kulit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 100 responden berdasarkan kriteria inklusi yaitu mahasiswi Universitas Brawijaya berusia 18-30 tahun, pernah/sedang menggunakan produk kosmetik pemutih kulit, dan bersedia menjadi responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling di kawasan kampus Universitas Brawijaya Malang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang berisi data demografi, tingkat pengetahuan, dan ketepatan pemilihan kosmetik pemutih kulit. Uji korelasi Spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,003 dan nilai signifikansi sebesar 0,975. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan ketepatan pemilihan produk kosmetik pemutih kulit pada responden penelitian ini.
Beauty Influencer Impact on Late Gen Z's Skincare Purchase at UNAIR and MSU: A Cross-Sectional Study Tanujaya, Angeline Felisca; Sabariman, Jevon Samuel; Sasmita , Anggininda Salsabila Dwi; Binti Gulam Manaver, Asamah Nurul Huda; Setijawan, Danella Athaillah Putri; Nayyara, Danish Aulia Siti; Husada, Fathur Rahman Digda Putra; Razali, Nur Aina Farhah; Abd Aziz, Nur Izzah; Nurul Nikmah; Binti Hasbullah, Rabiatul Adawiyah; Gesnita Nugraheni; Elida Zairina
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i1.73739

Abstract

The increasing popularity of skincare products among late Gen Z is heavily influenced by beauty influencers, especially on social media platforms such as TikTok and Instagram. While credibility is considered a crucial factor in purchase decisions, emerging trends suggest that popularity and ability to entertain may play stronger roles. This study aimed to analyze the impact of beauty influencers on skincare purchasing decisions among late Gen Z students at Universitas Airlangga (UNAIR) and Management and Science University (MSU). A cross-sectional survey was conducted using accidental sampling and involved 115 students (UNAIR n=58, MSU n=57) aged 18-23 from non-health faculties, sampled at the area of Campus B using Spearman’s rank correlation to assess the relationship between influencer attributes (credibility, ability to entertain, trend and popularity) with purchase intention. The findings indicate a moderate and significant correlation between beauty influencer attributes and consumer purchase intention (r = 0.604, p < 0.001). Among the independent variables, popularity (r = 0.585) and trend (r = 0.540) showed the strongest correlations with purchase intention, while credibility (r = 0.329) showed the weakest correlation. This suggests that late Gen Z consumers prioritize an influencer's popularity relevance over credibility, highlighting how beauty influencer shape skincare purchasing behaviour and offering it more ethical marketing and informed consumer decisions.
Profil Pemilihan Produk Anti-Acne oleh Mahasiswa Berdasarkan Informasi dari Media Sosial Azizah, Imroatul; Dewi, Amalia Frida Yustika; Rahma, Arina Felisia; Elfaza, Asyifa Hasna; Waludri, Chessa Failazhufa; Annisa, Desinta Anggi Chusna; Balqis, Dewi Nabilatul; Febrina, Jasmine Aura; Mu’min, Khaerul; Salsabila, Nisrina; Divani, Zavira Putri; Puspitasari, Hanni Prihastuti
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i1.73749

Abstract

Perubahan hormonal selama pubertas sering menyebabkan timbulnya masalah jerawat pada remaja, dengan prevalensi mencapai lebih dari 85% dan dapat berlanjut hingga dewasa. Kondisi ini membuat banyak remaja mulai mencari informasi mengenai produk anti-acne dengan memanfaatkan media sosial yang kini sangat mudah untuk diakses. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemilihan produk anti-acne berdasarkan informasi dari media sosial pada mahasiswa Universitas Airlangga. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan pada178 responden menggunakan metode accidental dan snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui QR maupun link pada tanggal 5 Maret - 14 Maret 2025. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan program IBM SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (76,9%) mengakui adanya pengaruh media sosial terhadap keputusan pembelian produk anti-acne. Instagram merupakan platform media sosial yang paling banyak digunakan (35,2%), diikuti platform TikTok (33,6%). Meskipun terpengaruh, mayoritas responden (55,6%) menunjukkan perilaku kritis dengan terlebih dahulu memeriksa ulasan dan testimoni orang lain sebelum membeli produk anti-acne yang viral, sehingga keputusan pembelian produk anti-acne tertinggi adalah karena produk memiliki ulasan yang bagus (30,9%), diikuti dengan produk direkomendasikan oleh banyak orang (28,0%), dan kandungan bahan anti-acne yang telah diketahui (22,5%). Media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk anti-acne pada mahasiswa. Adanya kewaspadaan yang tinggi membuat keputusan pembelian sangat bergantung pada informasi dan penilaian terhadap produk anti-acne.
Analisis Hubungan Pendidikan Orang tua dengan Penggunaan Antibiotika pada Batuk Anak di Bulak Banteng Surabaya Nasywa Ekgi Cahyani; Adinda Siti Almirah Fatima; Alfiana Istighfarin; Ananda Indzar Kholilah; Dihan Asnafin Fadhila; Kevin Hermawan Hutahaean; Marensa Faradilla; Muhammad Rizky; Nadilah Sobrina Zakiroh; Nafi' Nur Hidayah; Putri Anggi Aprilia Marcelina; Silalahi, Zavirah; Yunita Nita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.73775

Abstract

Batuk merupakan salah satu keluhan kesehatan yang dialami oleh anak dan menjadi alasan pemberian antibiotika, meskipun sebagian besar kasus batuk disebabkan oleh infeksi virus yang tidak memerlukan terapi antibiotika. Penggunaan antibiotika yang tidak tepat pada batuk anak dapat menyebabkan resistensi bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan orang tua terhadap penggunaan antibiotika pada batuk anak. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua/wali yang memiliki anak berusia 5-13 tahun dan pernah atau sedang menggunakan antibiotika untuk batuk pada anak di Kelurahan Bulak Banteng, Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sejumlah 120 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi digunakan dalam penelitian ini. Data tingkat pendidikan dan penggunaan dianalisis menggunakan Uji Korelasi Spearman. Mayoritas responden berusia 31-40 tahun, berpendidikan terakhir SD, dan tidak bekerja. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh antibiotika dari jalur medis resmi namun masih ditemukan praktik penggunaan yang tidak tepat, yaitu sebanyak 53 (44,17%) tidak menghabiskan antibiotika; 14 (11,7%) pernah menggandakan dosis saat gejala tidak membaik; 36 (30%) mengurangi dosis; dan 37 (30,8%) pernah berbagi antibiotika dengan orang lain. Hasil Uji Spearman antara tingkat pendidikan dengan penggunaan antibiotika diperoleh nilai p = 0,395 (p > 0,05). Disimpulkan bahwa tingkat pendidikan orang tua tidak berpengaruh terhadap perilaku penggunaan antibiotika pada batuk anak di Kelurahan Bulak Banteng Surabaya sehingga diperlukan peningkatan edukasi rasionalitas penggunaan antibiotika di masyarakat.
Pengaruh Pengetahuan terhadap Rasionalitas Penggunaan Obat Swamedikasi dalam Pengobatan Common Cold Khansa, Weriyantika Bintang; Mia Oktavia; Stephanie Yohana; Muhammad Azfarreza Ilham; Zulfa Ulin Ni’mah; Revo Juan Nashir Khairi; Gladys Emeralda Ndoloe; Fahma Hilda Nur Imami; Hasan Munawir Sadzali; Khilma Tsania Izzatul Muna; Nailiy Salsabila; Gusti Noorrizka Veronika Achmad
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.73785

Abstract

Common cold merupakan infeksi ringan saluran pernapasan atas yang sering ditangani melalui swamedikasi. Swamedikasi merupakan tindakan perawatan mandiri tanpa resep dokter. Common cold bisa diatasi dengan swamedikasi namun perilaku swamedikasi seringkali tidak didasari pengetahuan yang memadai, sehingga menyebabkan penggunaan obat yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan terhadap rasionalitas swamedikasi dan mengidentifikasi dasar pengetahuan yang digunakan masyarakat dalam memilih obat untuk swamedikasi common cold di Kelurahan Sukolilo Baru. Penelitian menggunakan desain survei cross sectional dengan metode kuantitatif analitik. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan secara langsung dan dianalisis dengan uji Spearman. Survei diikuti oleh 110 responden berusia 17-65 tahun yang pernah melakukan swamedikasi common cold. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki profil pengetahuan tinggi, namun pemahaman terhadap terapi farmakologi tergolong sedang, terutama dalam penggunaan antibiotik (72,73%) dan vitamin C (48,18%). Rasionalitas penggunaan obat swamedikasi common cold menunjukkan rasionalitas yang tinggi. Namun, indikator tepat tindak lanjut dalam kesadaran berkonsultasi dokter (48,18%) dan waspada efek samping (50%) tergolong rendah. Uji spearman menunjukkan nilai p>0.05 antara profil pengetahuan dan rasionalitas swamedikasi common cold. Hal ini mengindikasikan bahwa profil pengetahuan masyarakat tidak berpengaruh signifikan terhadap rasionalitas mereka dalam menggunakan obat untuk swamedikasi common cold di Kelurahan Sukolilo Baru.
Pengaruh Program Studi Kesehatan dan Nonkesehatan Mahasiswi terhadap Pengetahuan dan Penggunaan Jamu sebagai Pereda Dismenorea Ridzhan Mawasa; Marita Belia Putri; Virly Natalia; Anatasya Andini Setiawan; Dina Syauqina Hamid; Fauziyyah Labibah; Ihda Nuril Fitriani; Najmi MY. Tunggeng; Rosinta Dewi Anggraeni; Sapna Rizka Salsabila; Tyrzaurra Amalya Maharani; Yunita Nita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.73794

Abstract

Jamu kunyit asam mengandung kurkumin yang berfungsi sebagai analgesik, antipiretik, dan antiinflamasi yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa nyeri pada saat dismenorea. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program studi kesehatan dan nonkesehatan terhadap pengetahuan dan penggunaan jamu sebagai pereda dismenorea pada mahasiswi Universitas Airlangga. Metode penelitian menggunakan desain observasional cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Jumlah responden 200 (100 kesehatan dan 100 nonkesehatan) mahasiswi S1 dari program studi kesehatan dan nonkesehatan. Survei dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai pengetahuan tentang jamu dan  penggunaannya saat mengalami dismenorea. Dari penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna mengenai pengetahuan jamu sebagai pereda dismenorea pada mahasiswi program studi kesehatan dan nonkesehatan dengan p value 0,002. Namun, data dari penggunaan jamu sebagai pereda dismenorea menunjukkan mahasiswi program studi kesehatan dan nonkesehatan tidak memiliki perbedaan yang bermakna (p value 0,101). Kesimpulannya, mahasiswi dari bidang studi kesehatan memiliki tingkat pengetahuan tentang jamu yang lebih baik dibandingkan dengan mahasiswi dari bidang nonkesehatan. Namun, tidak ada pengaruh signifikan perbedaan bidang studi kesehatan dan nonkesehatan terhadap penggunaan jamu sebagai pereda dismenorea.