cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
rintosusilo88@gmail.com
Phone
+6282317004608
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.stfmuhammadiyahcirebon.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25412027     EISSN : 25482114     DOI : 10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry
Articles 310 Documents
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK LILIN AROMATERAPI KOMBINASI MINYAK ATSIRI PEPPERMINT (Mentha piperita) DAN LEMON (Citrus limon): FORMULATION AND TEST OF PHYSICAL PROPERTIES OF AROMATHERAPY CANDLES COMBINATION OF PEPPERMINT ESSENTIAL OIL (Mentha piperita) AND LEMON (Citrus limon) Fatihatul Rizki Lusiana; Iin Indawati; Tomi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.780

Abstract

Aromaterapi adalah bentuk terapi alternatif dan yang pertama kali dikenalkan dalam bentuk minyak esensial. Contoh produk aromaterapi adalah lilin aromaterapi. Lilin aromaterapi memberikan efek terapeutik dan menenangkan. Bahan alami yang bisa digunakan sebagai pembuatan lilin aromaterapi antara lain, minyak esensial peppermint (Mentha piperita) dan Lemon (Citrus limon). Penelitian ini dilakukan untuk memformulasi dan menguji sifat fisik pada lilin aromaterapi kombinasi minyak esensial peppermint (Mentha piperita) dan lemon (Citrus limon). Soy wax di lelehkan diatas waterbath kemudian ditambahkan minyak essential peppermint (Mentha piperita) dan lemon (Citrus limon) dengan perbedaan konsentrasi pada masing-masing formula. Kemudian dilakukan uji sifat fisik berupa uji organoleptis, uji waktu bakar, uji titik leleh, dan uji hedonik. Lilin aromaterapi pada formula I (2%:3%) menunjukkan konsentrasi minyak atsiri terbaik dibandingkan dengan formula II (3%:3%) dan formula III (5%:2%). Lilin aromaterapi pada formula II dengan perbandingan (3%:3%) menunjukkan konsentrasi gabungan minyak atsiri peppermint (Mentha piperita) dan Lemon (Citrus limon) yang paling banyak disukai responden. Kata kunci : Minyak Atsiri Peppermint, Lemon, Aromaterapi
GAMBARAN DOSIS TERAPI PADA PASIEN PROGRAM TERAPI RUMATAN METADON DI RSUD GUNUNG JATI KOTA CIREBON: DESCRIPTION 0F THERAPY DOSAGES FOR THE PATIENT OF METHADONE TREATMENT PROGRAM IN RSUD GUNUNG JATI CIREBON Rinto Susilo; Aida Maftuhah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v1i1.816

Abstract

ABSTRAKBadan Narkotika Negara (BNN) mencatat jumlah pengguna NAPZA di Indonesia terus meningkat.Masalah gangguan penggunaan NAPZA suntik menjadi salah satu media penularan HIV di Indonesiasejak tahun 1999. Penelitian dilakukan untuk mengetahui dosis rumatan pada pasien PTRM di RSUDGunung Jati Kota Cirebon, penelitian dilakukan dengan cara desain observasional, data yang diambiladalah data rekapitulasi penggunaan dosis metadon yang diambil dari tahun 2009-2015. Hasilpenelitian di dapatkan bahwa karakteristik pasien dari jenis kelamin laki-laki 58 orang (98,3%),perempuan 1 orang (1,7%), usia 20-29 tahun 17 orang (28,8%), usia 30-39 tahun 37 orang (62,7%)dan usia 40-49 tahun 5 orang (8,5%), pendidikan SMA 41 orang (69,5%), SMP 3 orang (5,1%),perguruan tinggi 15 orang (25,4%), pekerjaan Wiraswasta 35 orang (61%), tidak bekerja 16 orang(27%), karyawan 4 orang (6,8%), PNS 2 orang (3,4%), ibu rumah tangga 1 orang (1,7%), statusmenikah 48 orang (81,4%), belum menikah 11 orang (18,6%), dan dosis terapi rumatan yangdiberikan yaitu antara 35mg-295mg metadon perhari. Dosis rumatan yang sesuai dengan dosis anjuranyaitu 60mg-120mg sebanyak 44 orang (75,6%) dan dosis yang melebihi 120mg sebanyak 15 orang(25,4%).Kata kunci: Metadon, Dosis terapi rumatan, RSUD Gunung Jati
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN COVID-19 MENGGUNAKAN METODA GYSSENS DAN ATC/DDD DI RSAU Dr. M. SALAMUN KOTA BANDUNG: ANTIBIOTIC USAGE EVALUATION OF COVID-19 PATIENTS USING GYSSENS AND ATC/DDD METHODS IN AIR FORCE HOSPITAL Dr. M. SALAMUN IN BANDUNG CITY Ardilla Kemala Dewi; Mutia Fatmawati Sitorus
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.613

Abstract

Potensi penggunaan antibiotik yang berlebih dan tidak tepat pada era pandemi Covid-19 menjadi ancaman global terhadap meningkatnya kejadian resisten antibiotik dan berdampak pada peningkatan morbiditas, mortalitas, dan biaya kesehatan. Terlebih lagi, patogen yang menyebabkan infeksi resisten berkembang di fasilitas kesehatan, yang berisiko bagi pasien dan berpengaruh pada manajemen Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik secara kuantitas dan kualitas di RSAU Dr. M. Salamun Kota Bandung. Penilaian kuantitas dan kualitas penggunaan antibiotik dilakukan berdasarkan DDD (Defined Daily Dose)/100 pasien-hari dan kriteria van der Meer–Gyssens. Penelitian menggunakan metoda consecutive sampling dan dilakukan secara retrospektif terhadap 271 rekam medis. Terdapat 458 peresepan antibiotik, dengan antibiotik yang paling banyak diresepkan pada pasien Covid-19 rawat inap adalah levofloksasin intravena dengan persentase 35,59% dan antibiotik kedua terbanyak adalah ceftriakson intravena sebesar 30,35%. Berdasarkan DDD/100 pasien-hari, kuantitas antibiotik yang paling banyak digunakan adalah levofloksasin intravena dengan 53,416 DDD/100 patient-days. Tipe terapi pada keseluruhan peresepan antibiotik bersifat empiris (Antimicrobial Drug Empiric Therapy). Berdasarkan kriteria Gyssens, 63,97% penggunaan antibiotik secara rasional, 31,01% penggunaan antibiotik tidak rasional, dan 5,02% tanpa indikasi. Dapat disimpulkan bahwa secara kuantitas, antibiotik yang paling banyak digunakan adalah levofloksasin intravena dan ceftriakson intravena. Secara kualitas, 63,97% antibiotik digunakan secara rasional berdasarkan kriteria Gyssens. Kata kunci : Covid-19; Antibiotik; DDD/100 pasien-hari; kriteria Gyssens
WATER PHASE CONCENTRATE SOLUBILITY TEST SNAKEHEAD FISH EXTRACT (Channa Striata) IN ORGANIC COSOLVENT Mohamad Andrie; Wintari Taurina
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.658

Abstract

Snakehead fish extract has been recognized for its potential in healing postoperative wounds and burns. The extract contains albumin, which aids in tissue formation and healing processes. To create a high-quality wound healing drug, the extract needs to be formulated into a concentrated form and combined with a solvent that can effectively dissolve its active substances. Understanding the solubility profile of the extract and the composition of the solvent is crucial for this purpose. This study aims to determine the solubility profile of the aqueous phase concentrate of snakehead fish extract in an organic co-solvent. Solubility is an important parameter as it can impact the release rate and therapeutic effectiveness of the drug. A solubility test was conducted to assess the solubility of the aqueous phase concentrate in various solvents. The results of the solubility test indicated that the aqueous phase concentrate of snakehead fish extract exhibited good solubility in aquadest (20%), slight solubility in propylene glycol (8.5%) and honey (2%), and was insoluble in ethanol, glycerin, mannitol, and sorbitol (0%). These findings provide valuable information for formulating the extract into a wound healing drug with an appropriate solvent composition, ensuring optimal solubility and therapeutic efficacy according to pharmacopeial standards. Keywords: Concentrate; Aqueous phase of snakehead fish extract; Solubility; Solvent; Polarity Properties
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN TOTAL FENOLIK PADA EKSTRAK TERIPANG (Holothroidea): ANTIOXIDANT ACTIVITY AND TOTAL PHENOLIC COMPOUNDS OF SEA CUCUMBER (Holothroidea) EXTRACT Fadli Husain; Fitriah Ayu Magfirah Yunus; Insyira Fadliana Basri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.665

Abstract

Radikal bebas adalah senyawa yang memiliki sifat reaktif. Senyawa ini mudah bereaksi dengan molekul lain dengan cara mengoksidasi sehingga dapat menimbulkan pengaruh negatif terhadap tubuh antara lain mengakibatkan kerusakan lipida, protein, DNA dan membran sel. Adanya radikal bebas menyebabkan tubuh membutuhkan zat penting yang dapat menangkap radikal bebas, yaitu antioksidan. Senyawa antioksidan merupakan zat yang dapat mencegah terjadinya proses oksidasi. Teripang merupakan salah satu produk laut yang memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa yang terdapat pada teripang telah dibuktikan secara ilmiah dapat meredam radikal bebas yang menyebabkan berbagai penyakit degeneratif. Beberapa senyawa diantaranya adalah triterpen glikosida (saponin), kondroitin sulfat, glycosaminoglycans (GAGs), fenolik, dan asam lemak esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kandungan fenolik total dalam ekstrak teripang yang berasal dari perairan Patoameme Kab. Boalemo Gorontalo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium yang akan dilaksanakan di Gorontalo dan Makassar. Hasil yang didapatkan bahwa ekstrak etanol teripang mengandung senyawa fenol dan flavonoid, serta hasil pengujian aktivitas antioksidan yang diuji dengan metode ABTS, BCB, dan DPPH menunjukkan hasil IC50 berturut-turut yaitu 91,4 µg/mL, 152,91 µg/mL, 233,6 µg/mL. Sedangkan pada metode FRAP menunjukkan bahwa ekstrak etanol teripang memiliki kemampuan dalam mereduksi besi sebesar 7,629±0,10 QEAC/g ekstrak.  Kata kunci : teripang, antioksidan, fenolik, DPPH
DRUG REPURPOSING UNTUK RHEUMATOID ARTHRITIS MELALUI PEMANFAATAN DATA VARIASI GENETIK: DRUG REPURPOSING FOR RHEUMATOID ARTHRITIS THROUGH THE UTILIZATION OF GENETIC VARIATION DATA Nining Medi Sushanti; Wirawan Adikusuma; Anisa Nova Puspitaningrum; Arief Rahman Afief; Lalu Muhammad Irham
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.720

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun progresif dengan inflamasi kronik yang menyerang sistem muskuloskeletal yang menyebabkan pembengkakan, nyeri sendi dan destruksi jaringan sinovial disertai gangguan pada sistem motorik.  Pada saat ini pengobatan RA masih sangat terbatas sehingga perlunya upaya untuk menemukan obat baru. Memanfaatkan obat lama untuk indikasi baru atau drug repurposing dapat menjadi salah satu solusi terbaik pengobatan RA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genetik yang berisiko terhadap RA dan memperoleh kandidat obat baru yang berpotensi terhadap RA dengan memanfaatkan database genomik dan analisis bioinformatika. SNPs terkait  RA diperoleh dari database GWAS catalog dengan p-value < 10-8 kemudian dikembangkan menggunakan HaploReg v4.1. dengan signifikansi  r2 ? 0.8 untuk populasi Asia. Gen yang paling berpengaruh terhadap RA diprioritaskan berdasarkan anotasi fungsional. Semua obat yang berpotensi untuk RA dipetakan ke DrugBank. Dari hasil pencarian di DrugBank dengan memasukkan 24 gen dan 60 target obat, FDA menyetujui tiga obat untuk RA : tocilizumab, sarilumab dan abatacept. Studi ini juga menemukan dua kandidat obat dengan indikasi lain yang berpotensi sebagai kandidat obat baru untuk RA: alpha-linolenic acid yang menargetkan jalur gen FADS1, dan belatacept yang menargetkan gen CD80 dan CD86. Kedua kandidat obat ini memiliki potensi yang besar untuk digunakan pada RA. Strategi pengembangan obat untuk menemukan indikasi baru dari obat yang sudah ada atau kandidat obat yang potensial termasuk pengembangan klinis menawarkan keuntungan berharga dalam proses pengembangan obat seperti efisiensi waktu, biaya dan peningkatan keberhasilan pengobatan. Kata kunci : Autoimun; bioinformatika; drug repositioning; rheumatoid arthritis ; variasi genetik    
HUBUNGAN SIKAP DAN PENGETAHUAN TERKAIT PERILAKU SWAMEDIKASI PADA MASYARAKAT KABUPATEN DEMAK DI MASA PANDEMIK COVID-19 : RELATIONSHIP BETWEEN ATTITUDES AND KNOWLEDGE LEVELS RELATED TO SELF-MEDICATION BEHAVIOR IN THE PEOPLE OF DEMAK REGENCY DURING THE COVID-19 PANDEMIK Abdur Rosyid; Riska Sendi Aprillia; Farroh Bintang Sabiti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.725

Abstract

Swamedikasi merupakan proses pengobatan yang dilakukan sendiri oleh seseorang mulai dari pengenalan keluhan atau gejalanya sampai pada pemilihan dan penggunaan obat. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap dan tingkat pengetahuan terkait perilaku swamedikasi pada masyarakat kabupaten demak di masa pandemik Covid-19. metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional. teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simpel random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 422 responden. Analisis statistik yang digunakan yakni uji. Uji Chi-Square. Uji statistik chi-square dalam penelitian ini diperoleh hasil nilai p 0.000 (p<0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku masyarakat kabupaten demak terkait swamedikasi di masa pandemik Covid-19. Dilihat dari hasil penelitian dan pertimbangan selama melaksanakan penelitian, peneliti berharap agar dilakukannya penelitian dengan cakupan yang lebih luas mengenai hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku swamedikasi kepada masyarakat pasca masa pandemik Covid-19. Serta perlu dilakukannya kebijakan kesehatan terkait tindakan swamedikasi dengan melihat kategori pengetahuan dan perilaku yang cukup perlu adanya edukasi ke masyarakat dari dinas kesehatan atau tenaga kesehatan dengan melakukan pengabdian masyarakat terkait swamedikasi dan penggunaan obat yang rasional dengan tepat kepada masyarakat kabupaten demak. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Covid-19. 
FORMULASI DAN KARAKTERISASI NANOEMULSI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SEMANGGI (Marsilea crenata C. Presl.) : FORMULATION AND CHARACTERIZATION OF 70% ETHANOL EXTRACT NANOEMULSION OF SEMANGGI (Marsilea crenata C. Presl.) LEAVES Burhan Ma'arif; Rani Azzahara; Fahrul Rizki; Arief Suryadinata; Abdul Wafi; Novia Maulina; Hajar Sugihantoro
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.731

Abstract

Marsilea crenata C. Presl. mengandung fitoestrogen yang memiliki struktur atau fungsi seperti estrogen, sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai neuroprotektor pada kondisi defisiensi estrogen. Namun, ada masalah yang mungkin timbul dari obat-obatan yang berasal dari bahan alam, salah satunya adalah kelarutan dan permeabilitas yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan M. crenata dalam formulasi nanoemulsi sehingga dapat menjaga stabilitasnya. M. crenata diformulasikan menjadi dua formula kemudian dilakukan karakterisasi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa kedua formula nanoemulsi memenuhi parameter yang meliputi nilai ukuran partikel, indeks polidispersitas, persen transmitan, sifat organoleptik, tipe nanoemulsi, dan pH. Hasil uji stabilitas menunjukkan adanya perubahan organoleptik pada formula B4 (75 ppm) dan B5 (100 ppm) serta terjadi penurunan pH pada semua formula. Formula nanoemulsi terbaik diperoleh dari formula A4 (75 ppm) yang ditandai dengan hasil karakterisasi yang memenuhi parameter sediaan nanoemulsi yang baik. Kata kunci : M.crenata, nanoemulsi, formulasi, karakterisasi.
REVIEW ARTIKEL: ANALISIS MOLECULAR DOCKING SENYAWA GOLONGAN FLAVONOID SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP RESEPTOR PBP 2A BAKTERI MRSA: ARTICLE REVIEW: MOLECULAR DOCKING ANALYSIS OF FLAVONOID COMPOUNDS AS ANTIBACTERIALS AGAINST PBP 2A RECEPTORS OF MRSA BACTERIA Jajang Japar Sodik; Deden Indra Dinata
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.736

Abstract

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), bakteri yang resisten terhadap antibiotik b-laktam seperti methicillin, merupakan masalah klinis yang terus-menerus mempengaruhi seluruh dunia. Resistensi terjadi akibat adanya modifikasi struktural protein pengikat penisilin (PBP)2a bakteri MRSA. Flavonoid adalah salah satu senyawa aktif terpenting yang secara alami terdapat pada tanaman. Beberapa flavonoid telah terbukti memiliki sifat antibakteri pada penelitian sebelumnya. Penambatan molekul (Molecular Docking) merupakan salah satu metode in silico (virtual) berbasis struktur yang paling sering digunakan dan paling sederhana. Tujuan dari review jurnal untuk mengetahui senyawa turunan flavonoid pada tanaman obat yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengobatan antibakteri terhadap  bakteri MRSA berdasarkan dari beberapa studi secara in-silico. Metode pencarian jurnal dilakukan melalui website https://scholar.google.co.id/ dan Pubmed dengan menggunakan kata kunci Molecular Docking Flavonoid Methicillin Resistant Staphylococcus aureus. Hasil yang didapat adalah dari 31 senyawa aktif turunan flavonoid  yang berpotensi menghambat reseptor PBP2a bakteri MRSA. Pada PDB ID IMWT didapatkan senyawa terbaik Diferulic acid memiliki nilai binding affinity sebesar  -102.4,  pada PDB ID 1VQQ didapatkan senyawa terbaik Hesperidin memiliki nilai binding affinity sebesar -9.2 dan pada PDB ID 4DKI didapatkan senyawa terbaik Quercetin 3-O-rutinoside  memiliki nilai binding affinity sebesar -91.56. Kata kunci : Molecular Docking , Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Flavonoid.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BIJI KEWER (Cassia occidentalis Linn) YANG DISANGRAI DAN TANPA DISANGRAI : ANTIOXIDANT ACTIVITY OF ROASTED AND NON-ROASTED KEWER SEEDS (Cassia occidentalis Linn) Isye Martiani; Ria Mariani; Nisa Aryanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.746

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati. Salah satu tumbuhan yang berasal dari Indonesia adalah kewer, secara tradisional biji kewer sering dikonsumsi sebagai teh herbal oleh masyarakat untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Pada tumbuhan kewer terdapat metabolit sekunder flavonoid dan tanin yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari seduhan dan ekstrak etanol biji kewer (Cassia occidentalis Linn) yang disangrai dan tanpa disangrai. Terhadap biji kewer yang diperoleh dibuat menjadi 2 kelompok sampel disangrai dan tanpa disangrai. Kemudian masing-masing kelompok dibuat menjadi ekstrak air melalui proses penyeduhan dengan air panas dan ekstrak etanol menggunakan metode maserasi. Aktivitas antioksidan ditentukan menggunakan metode DPPH dimana aktivitasnya ditunjukkan oleh besarnya IC50. Aktivitas antioksidan kuat ditunjukkan oleh ekstrak etanol biji kewer yang disangrai dengan nilai IC50 91,2577 ppm, sedangkan aktivitas antioksidan sedang dan lemah ditunjukkan oleh ekstrak etanol biji kewer yang tanpa disangrai dengan nilai IC50 149,3811 ppm dan ekstrak air biji kewer yang disangrai dengan nilai IC50 349,3966 ppm. Adapun untuk ekstrak air biji kewer yang tanpa disangrai tidak memiliki aktivitas antioksidan. Kata kunci : Biji kewer, Cassia occidentalis Linn, disangrai, tanpa disangrai