cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
rintosusilo88@gmail.com
Phone
+6282317004608
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.stfmuhammadiyahcirebon.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25412027     EISSN : 25482114     DOI : 10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry
Articles 310 Documents
KARAKTERISASI DAN STUDI PENAPISAN FITOKIMIA DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) ASAL GARUT JAWA BARAT: CHARACTERIZATION AND PHYTOCHEMICAL SCREENING STUDY OF MORINGA LEAF (Moringa oleifera L.) FROM GARUT, WEST JAVA Aji Najihudin; Siti Hindun; Nopi Rantika; Ghina Magfiroh; Dani Sujana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.761

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera L.) digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional dan diyakini memiliki potensi untuk mengatasi malnutrisi serta mencegah dan menyembuhkan berbagai penyakit. Sebagai calon bahan baku obat, karakteristik merupakan langkah awal untuk mengetahui mutu dari simpilia, sehingga hasilnya dapat dijadikan acuan pengembangan penelitian selanjutnya. Tujuan dari karakteristik simplisa dalam upaya pemenuhan persyaratan dan menjamin konsistensi mutu untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan sebagai bahan baku obat tradisional. Penelitian ini melaporkan bahwa serbuk simplisia daun kelor memiliki nilai kadar air 4,0%, kadar abu total 6,47%, kadar abu larut air 1,69%, kadar abu tidak larut asam 0,73%, kadar sari larut air   38%, kadar sari larut etanol 18% dan susut pengeringan 6,5%. Rendemen ekstrak yang diperoleh adalah 13,58%, sedangkan hasil penapisan fitokimia dari simplisia dan ekstrak daun kelor menunjukkan hasil yang konsisten antara kandungan alkaloid, flavonoid, tanin dan kuinon, akan tetapi saponin dan steroid/triterpenoid justru tidak terdeteksi setelah perlakuan ekstraksi. Jenis dan konsentrasi fitokimia pada tanaman sumber berbeda-beda tergantung faktor internal dan eksternal seperti jenis tanaman, varietas, tanah, dan lingkungan tumbuh (luas, ketinggian, dan musim). Saponin diklasifikasikan sebagai saponin steroid atau triterpenoid tergantung pada sifat aglikon, yang dikenal sebagai sapogenin. Selama ekstraksi, saponin dapat terhidrolisis dan terdegradasi, sehingga harus sangat berhati-hati selama ekstraksi. Selain itu, struktur kimia saponin dapat berubah selama penyimpanan atau pengolahan. Ikatan antara rantai gula dan aglikon serta antara gugus gula dapat dihidrolisis dengan perlakuan asam atau basa, dihidrolisis atau diubah oleh enzim/mikroorganisme, mengarah pada pembentukan aglikon, prosapogenin (saponin yang dihidrolisis sebagian) dan residu gula...
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS TABIR SURYA SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN MARPUYAN (Rhodamnia cinerea Jack): FORMULATION AND SUNSCREEN ACTIVITY OF CREAM CONTAINING MARPUYAN LEAVES (Rhodamnia cinerea Jack) EXTRACT ETHANOL Musyirna Rahmah Nst; Deni Anggraini; Gressy Novita; Mustika Furi; Ihsan Ihtiarudin
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.778

Abstract

Sinar matahari memiliki manfaat bagi kesehatan. Sering terpapar sinar matahari menyebabkan kulit kemerahan, peradangan, dan menyebabkan terjadinya kanker kulit. Salah satu cara untuk melindungi kulit dari sinar matahari yaitu dengan menggunakan tabir surya. Daun marpuyan (Rhodamnia cinerea Jack) mempunyai kandungan flavonoid total dan fenolik total yang tinggi serta memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat sehingga dapat digunakan sebagai bahan aktif alami krim tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah memformulasi dan mengevaluasi krim tabir surya ekstrak etanol daun marpuyan (Rhodamnia cinerea Jack) serta mengetahui nilai persen transmisi eritema (%Te), persen transmisi pigmentasi (%Tp), dan nilai Sun Protection Factor (SPF). Dibuat empat formula dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun marpuyan dalam krim yaitu, F0 (0%), F1 (0,1% b/b), F2 (0,5% b/b), dan F3 (1% b/b). Hasil menunjukkan nilai SPF F0, F1, F2, dan F3 berturut-turut 1,05; 4,68 (proteksi sedang); 4,74 (proteksi sedang); dan 9,36 (proteksi maksimal). Nilai SPF antar formula berbeda signifikan yang mana konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan nilai SPF. Kata kunci : Tabir surya, daun marpuyan, formulasi, Sun Protection Factor (SPF)
UTILIZING A GENOMIC DATABASE FOR IDENTIFYING GENOMIC VARIATION FOR SARS-CoV-2 RECEPTORS Melodia Rezadhini; Lalu Muhammad Irham; Anisa Nova Puspitaningrum; Arief Rahman Afief; Wirawan Adikusuma; Dyah Aryani Perwitasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.790

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is a severe acute respiratory syndrome caused by the coronavirus SARS-CoV-2. This disease progresses through different stages, and its common symptoms include fever, malaise, dry cough, dyspnea, and pneumonia. Since its discovery in Wuhan, Hubei, China, in December 2019, SARS-CoV-2 transmission has rapidly spread. Unfortunately, the number of cases is increasing beyond expectations, making the spread of confirmed COVID-19 cases easier. To detect specific symptoms in a large population, the relationship between gene variants and patients with COVID-19 can be determined. The data of COVID-19 variations can be obtained from the Ensembl Genome Browser. Herein, the gene associated with 19 variants was selected according to the Haploreg 4.1 version. Additionally, protein expression of missense genes variants using the GTEx portal to determine 2 selected variants: rs200553089 encode the TLR7 gene and rs1061622 encode the TNFRSF1B gene, respectively. The highest protein expression of the TLR7 gene is found in lymphocyte cells, while TNFRSF1B shows the highest expression in the whole blood system. According to the data obtained from the Ensembl Genome Browser, the two most prevalent populations for SNP rs19085059, which is associated with the GPHN gene, are in Africa and East Asia, while SNP rs74956615, linked to the RAVER1 gene, is most prevalent in East Asia. The allele frequency for the TLR7 gene cannot be found in five countries, except in America. Keywords: COVID-19, SARS-CoV-2, Single nucleotide polymorphism, Variants.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) KONSENTRASI 1% DAN 3%: FORMULATION AND STABILITY TEST OF HAND SANITIZER GEL CONTAIN 1% AND 3% ETHANOL EXTRACT OF BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) Yayan Rizikiyan; Ine Suharyani; Opi Nurholipah; Muhammad Yani Zamzam; Rima Yulia Senja
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v5i2.829

Abstract

Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) mengandung senyawa saponin, triterpenoid, dan flavonoid yang berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) konsentrasi 1% dan 3% dapat diformulasikan sebagai sediaan gel hand sanitizer dan bagaimana stabilitas gel hand sanitizer tersebut. Uji stabilitas sediaan gel hand sanitizer dilakukan dengan metode cycling test, yaitu sediaan gel disimpan pada suhu 4 selama 24 jam, kemudian dipindahkan pada suhu 40 selama 24 jam (1 siklus). Penelitian ini dilakukan selama 6 siklus (12 hari) dengan parameter pengujian organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas dan sifat alir. Selain itu dilakukan uji syneresis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa basis, formula 1 dan 2 memiliki warna yang stabil dan homogen. Basis memiliki pH berkisar 7,22-7,65, formula 1 berkisar 6,87-7,09 dan formula 2 berkisar 5,64-6,18. Basis memiliki daya sebar berkisar 5,03 cm- 5,42 cm , formula 1 berkisar 5,28 cm–6,86 cm dan formula 2 berkisar 5,86 cm-7,60 cm. Viskositas pada basis berkisar 2900 poise–5800 poise, formula 1 berkisar 1260 poise – 1900 poise dan formula 2 berkisar 315 poise–580 poise. Sifat alir gel hand sanitizer mengikuti aliran tiksotropik dan antitiksotropik. Basis mengalami syneresis sebesar 4,694%, formula 1 sebesar 0,568% dan formula 2 sebesar 3,992%. Ekstrak etanol buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) konsentrasi 1% dan 3% dapat diformulasikan dalam sediaan gel hand sanitizer namun tidak stabil.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI HASIL FRAKSINASI EKSTRAK DAUN BOGENVIL (Bougainvillea spectabilis W.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans ATTC 25175 DENGAN METODE KLT BIOAUTOGRAFI: ANTIBACTERIAL ACTIVITY RESULTS OF EXTRACINATION BOGENVIL LEAF (Bougainvillea spectabilis W.) AGAINST Streptococcus mutans ATTC 25175 BACTERIA WITH METHODS TLC BIOAUTOGRAPHY Asti Vebriyanti Asjur; Chikita Inaku; Muhammad Akmal A. Sukara; Nasrawati Basir; Deolindo
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.611

Abstract

Daun Bogenvil (Bougainvillea spectabilis W.) adalah tanaman hias yang sangat bermanfaat karena memiliki kandungan senyawa yang bersifat antibakteri. Kandungan tersebut yang akan digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Karies gigi merupakan penyakit infeksi pada jaringan keras gigi yang disebabkan oleh bakteri khususnya bakteri Streptococcus mutans ATTC 25175 dimana mengubah polisakarida yang melekat pada permukaan gigi menjadi asam dan terjadi kehilangan mineral sehingga permukaan gigi rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri hasil fraksinasi ekstrak daun bogenvil (Bougainvillea spectabilis W.) dengan mengetahui zona hambat yang diperoleh menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis Bioautografi. KLT bioautografi merupakan metode untuk mengidentifkasi senyawa yang bersifat antibakteri dengan memanfaatkan kromatografi lapis tipis. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan lempeng kromatogram  hasil elusi dengan pelarut n-butanol : asam asetat : air pada berbandingan 4 : 1 : 5 sebanyak tiga kali perlakuan. Hasil uji aktivitas antibakteri dari fraksi air, n-heksan dan etil asetat daun bogenvil (Bougainvillea spectabilis W.) diperoleh zona hambat tiap perlakuan yaitu pada perlakuan replikasi 1 fraksi air, n- heksan dan etil asetat dengan rerata zona hambat 5,1 mm, 4,2 mm dan 4,4 mm perlakuan replikasi 2 fraksi air, n- heksan dan etil asetat rerata zona hambat 4,93 mm, 3,86 mm dan 3,38 mm dan pada perlakuan replikasi 3 fraksi air, n- heksan dan etil asetat dengan rerata zona hambat 5,06 mm, 4,0 mm dan 4,13 mm. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa fraksi air daun bogenvil (Bougainvillea spectabilis W.). ...
KARAKTERISASI PROSES PEMBUATAN SIMPLISIA TERIPANG NANAS (Thelenota ananas) SEBAGAI BAHAN BAKU SEDIAAN OBAT PENYEMBUHAN LUKA: CHARACTERIZATION OF MANUFACTURING PROCESS SIMPLICIA PINEAPPLE SEA CUCUMBER (Thelenota ananas) AS RAW FOR WOUND HEALING DRUG PREPARATIONS Milentry Christina Sidabutar; Wintari Taurina; Mohamad Andrie
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.699

Abstract

Teripang nanas (Thelenota ananas) telah diketahui memiliki khasiat yaitu aktivitas dalampenyembuhan luka, dimana peyebaran populasinya yang juga melimpah sehingga seringkalidimanfaatkan sebagai bahan baku sediaan obat. Penelitian ini bertujuan untukmengkarakterisasi simplisia teripang nanas guna menjamin keseragaman mutu dan khasiat daribahan baku obat dan produk obat yang di hasilkan. Karakterisasi teripang nanas (Thelenotaananas) juga dapat mempermudah bagi produsen sebagai awalan dalam melakukan tahapanstandardisasi sediaan obat bahan alam. Karakterisasi simplisia dilakukan secara biologimeliputi morfologi dan habitat, secara fisika meliputi organoleptis, kadar air, kadar abu, dankadar abu tidak larut asam, serta secara kimia meliputi skrining fitokimia dan kadar proteinserta karakter pembuatan simplisia teripang nanas terdiri dari pengumpulan sampel, sortasibasah, pencucian, perebusan, pengasapan, pengeringan pertama, perajangan, pengeringankedua, sortasi kering, pengemasan. Hasil karakterisasi menunjukan rendemen yang diperolehyaitu sebesar 10,01%, dengan morfologi teripang nanas segar yaitu memiliki tubuh berwarnamerah kecoklatan, panjang 33 cm,berat 1,6 kg, dan ketebalan tubuh 5 cm yang ditemukan disekitar terumbu karang dengan kedalaman laut sekitar 5 meter. Hasil karakterisasi simplisiateripang nanas yaitu memiliki warna coklat, bau khas teripang, rasa asin, bentuk berupa irisantipis, kadar air 9,46%, kadar abu 23,8%, kadar abu tidak larut asam 0,002%, protein 59,8%,serta secara kualitatif mengandung senyawa alkaloid, saponin, dan triterpenoid.Kata kunci : Karakterisasi, Simplisia, Teripang Nanas (Thelenota ananas), SkriningFitokimia
UJI STABILITAS SIFAT FISIK SALEP KOMBINASI EKSTRAK IKAN GABUS, TERIPANG EMAS MENGGUNAKAN HPMC : PHYSICAL PROPERTIES STABILITY TEST OF OINTMENT COMBINATION OF SNAKEHEAD FISH EXTRACT, GOLDEN SEA CUCUMBER USING HPMC Anggun Lestari; Mohamad Andrie; Wintari Taurina
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.757

Abstract

Salep kombinasi ekstrak ikan gabus, madu kelulut, sirih hijau & minyak cengkeh sudah terbukti bisa dijadikan alternatif penyembuhan luka yang lebih baik & efektif. Ekstrak air teripang emas berguna pada peningkatan kecepatan penyembuhan luka luar juga pada luka dalam. Untuk mempertinggi efek sinergis berdasarkan bahan alam tersebut, maka dikombinasikan & diformulasikan ke dalam bentuk sediaan farmasi yaitu salep. Hasil orientasi yang dilakukan dalam formula sebelumnya memperlihatkan penurunan konsistensi sediaan yang merupakan dampak dari penambahan ekstrak teripang emas. Tujuan  penelitian ini untuk melihat dan menentukan konsentrasi HPMC yang baik terhadap stabilitas sifat fisik salep dengan penyimpanan suhu  40oC2oC dan RH 75%5% selama 28 hari dengan variasi konsentrasi HPMC yaitu 2% dan 3%. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa adanya efek HPMC terhadap daya sebar, daya lekat, dan pH sediaan yang dibuktikan dengan analisis statistik menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa salep dengan HPMC 3% lebih stabil dibandingkan dengan HPMC 2% yang telah mengalami pemisahan pada hari ke-3 karena adanya pengaruh suhu dan kelembaban selama masa simpan. HPMC 2% adalah formula yang memenuhi semua kriteria sifat fisik salep namun hanya stabil selama penyimpanan 3 hari sedangkan HPMC 3% adalah formula optimum yang lebih stabil selama penyimpanan 7 hari namun tidak memenuhi kriteria sifat fisik yang baik dalam uji daya sebar. Kata kunci : HPMC, salep, stabilitas sifat fisik, ikan gabus, teripang emas
FORMULASI DAN UJI STABILITAS MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH DENGAN VARIASI KONSENTRASI PVA: FORMULATION AND STABILITY TEST PEEL-OFF GEL MASK ETHANOL EXTRACT OF STARFRUIT LEAVES WITH VARIOUS CONCENTRATIONS OF PVA Sulistiorini Indriaty; Iin Indawati; Nur Rahmi Hidayati; Nina Karlina; Suci Nurlia; Deni Firmansyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.764

Abstract

Daun belimbing wuluh merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif flavonoid yang bersifat sebagai antibakteri. Ekstrak etanol daun belimbing wuluh dibuat sediaan masker gel peel-off dengan basis PVA konsentrasi 8%, 9% dan 10%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun belimbing wuluh dapat dibuat sediaan masker gel peel-off dan apakah stabil pada uji cycling test. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan standarisasi ekstrak, skrining fitokimia serta KLT. Masker gel peel-off dibuat menjadi tiga formula dan satu basis dengan metode cycling test (disimpan pada suhu 4°C dan suhu 40°C selama 24 jam yang dilakukan selama 6 siklus) dengan parameter yang diamati yaitu uji organoleptis, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, uji viskositas dan uji sifat alir. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol daun belimbing wuluh dapat diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel-off. Uji stabilitas pada semua formula menghasilkan pengujian yang stabil pada warna, bau, tekstur, homogenitas, pH, daya sebar, waktu mengering, viskositas dan sifat alir. Kata kunci: Ekstrak etanol daun belimbing wuluh, masker gel peel off, PVA, cycling test
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK LILIN AROMA JERUK BERGAMOT (Citrus bergamia) SEBAGAI AROMATERAPI : FORMULATION AND PHYSICAL PROPERTIES TESTS OF BERGAMOT ORANGE (Citrus bergamia) AROMA CANDLE AS AROMATHERAPY Ayu Gita Hamdani; Iin Indawati; Tomi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.781

Abstract

Aromaterapi ialah teknik yang dipakai untuk terapi aromatik, dan untuk melindungi serta menambah kesehatan fisik dan mental, termasuk dengan gangguan depresi dan stres. Lilin aromaterapi ialah salah satu aplikasi aromaterapi dengan cara dihirup (inhalasi) yaitu dengan menghirup uap aromatik yang didapatkan dari beberapa tetes minyak essensial pada tempat berisi air panas, dan salah satu minyak essensial yang telah digunakan untuk mengatasi kecemasan adalah jeruk bergamot (Citrus bergamia). Penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan dan menguji sifat fisik pada lilin aromaterapi jeruk bergamot (Citrus bergamia). Soy wax dilelehkan diatas waterbath kemudian tambahkan minyak essensial jeruk bergamot (Citrus bergamia) sesuai dengan konsentrasi pada masing-masing formula. Lilin aromaterapi pada formula I menunjukkan konsentrasi minyak essensial terbaik dibandingkan dengan formula II dan formula III. Hal ini dikarenakan kadar minyak essensial tinggi akan berpengaruh pada sifat fisik lilin, yaitu titik lelehnya yang rendah dan waktu pembakaran lebih cepat sehingga membuat lilin cepat habis terbakar. Lilin aromaterapi pada formula III dengan  konsentrasi 6% minyak atsiri jeruk bergamot (Citrus bergamia) menunjukkan lilin aromaterapi yang paling banyak disukai responden. Kata kunci : Lilin Aromaterapi, Minyak Essensial Jeruk Bergamot, Uji Sifat Fisik Lilin
MEDICINES PLANNING AND PROCUREMENT MANAGEMENT AN ACADEMIC HOSPITAL IN YOGYAKARTA, INDONESIA: A QUALITATIVE STUDY Elmiawati Latifah; Elfride Irawati Sianturi; Prasojo Pribadi; Indriyati Hadi Sulistyaningrum; Rakhmundia Aryo
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.845

Abstract

Inventory management remains a critical issue for hospital pharmacies. Thus, there is a need for pharmaceuticals to meet economic resources. Moreover, the decision to make drug requests available should be considered, and the complexity of the problem lies in the random nature of and the various constraints that must be considered in any decision. This study aimed to analyze drug management during the planning and procurement stages of medicine in a teaching hospital in Yogyakarta. The qualitative method was used to his type of research is descriptive-analytical with a case study design of one of the public, academic hospitals in the Yogyakarta area. Data collection was conducted through interviews using a content analysis approach. The analysis technique was carried out by reducing data, analyzing data, identifying themes, and extracting data interpretation with the help of NVIVO 12 software. Overall, interviews were conducted with six participants to obtain information on drug management during the planning and procurement stages in the hospital, following the standards of home pharmacy services. The stages also included budget allocation by volume of services, increasing the competence of human resources, which supports the improvement of drug management performance, implementation of e-prescribing to facilitate monitoring evaluation, and availability of complete standard operating procedures. However, the accuracy of drug planning still needs to be improved so that an integrated management information system can support optimal drug management in a teaching hospital pharmacy installation. Keywords: Drug management, drug planning, drug procurement, public academic hospital